Jurnal Universitas Islam As-Syafi'iyah
Not a member yet
1408 research outputs found
Sort by
ROLE MODEL FOR EDUCATORS AS AN ALTERNATIVE IN THE ESTABLISHMENT OF ISLAMIC CHARACTER
The role of educators in Islamic religious education (PAI) is very important for the formation of the character of students in madrasas. Therefore, an educator must be able to set a good example. Educators are role models for their students. Strengthening character in the context of education is an important factor in the ongoing part of the education system. This relates to the direct interaction of educators with their students, where students will see, hear and feel directly what is taught by educators, following the philosophy of the educators themselves, which is defined as someone who is "guided and imitated." This research uses a qualitative-descriptive method with a case study approach. Data collection techniques were carried out by conducting in-depth interviews, observation, and documentation. This research shows that role educators are role models in realizing the character and mental education. The role of character and mental education in the education system must be the foundation of other education because science and adab are continuous; if science is not accompanied by adab, then that knowledge will have no benefits and will not be blessed it could be that knowledge. It will be used for something false and evil.
Peran Tenaga pendidik di lingkungan Pendidikan Agama slam (PAI) sangatlah penting bagi Pembentukan karakter peserta didik di madrasah. Oleh karena tu seorang tenaga pendidik haruslah dapat memberikan teladan baik. Tenaga pendidik menjadi suri teladan (Role model) bagi peserta didiknya. Penguatan karakter dalam konteks pendidikan merupakan faktor penting dari bagian sistem pendidikan yang sedang berlangsung. Hal ni berkenaan dengan nteraksi tenaga pendidik secara langsung terhadap peserta didiknya, dimana peserta didik akan melihat, mendengar serta merasakan secara langsung apa saja yang diajarkan oleh tenaga pendidik, sesuai dengan filsafat dari tenaga pendidik tu sendiri yang diartikan sebagai seorang yang “ digugu dan ditiru”. Penelitian ni menggunakan metode kualitatif – dekskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ni menghasilkan bawah peran tenaga pendidik memposisikan dirinya sebagai seorang yang menjadi panutan dan suri teladan dalam mewujudkan pendidikan karakter serta mental. Peranan pendidikan karakter dan mental dalam sistem pendidikan haruslah menjadi pondasi dari pendidikan yang lain karena sejatinya lmu serta adab menjadi sesuatu yang berkisanambungan, jika sebuah lmu tanpa di sertai dengan adab, maka lmu tersebut tidak akan memiliki manfaat serta tidak barokah, dan bisa jadi lmu tersebut akan digunakan untuk sesuatu hal yang bathil dan munkar
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN SOFTWARE WONDERSHARE FILMORA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH
The study discusses “Development Of Learning Videos Using Wondershare Filmora Software In History Subject Class X State Senior High School 3 Palembang”. The purpose of this study was to determine the stages of development of video learning media using Wondershare Filmora Software.and to determine the effect of the effectiveness of video media developed using Wondershare Filmora Software. This type of research is Research and Development (R&D) with the Allesi and Trollip development model. The research was conducted at state Senior High school 3 Palembang.The conclusion of the study shows that; (1) Video media using Wondershare Filmora Software in class X history of State High School 3 Paelmbang can be said to be valid if it has been tested through the validity of 3 expert reviews and with input from experts, and field tests to determine the practicality of the media and efficient media. (2) There is an increase in student learning outcomes by 24.66%, so the value obtained from Ngain is 0.46 which is in the medium categoryPenelitian ini membahas mengenai “Pengembangan Video Pembelajaran Menggunakan Software Wondershare Filmora Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Palembang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh efektivitas media video yang dikembangkan menggunakan Software Wondershare Filmora. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Allesi dan Trollip. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Palembang. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa; (1) Media video menggunakan Software Wondershare Filmora pada mata sejarah kelas X sekolah menengah Atas Negeri 3 Palembang, dapat dikatakan valid bahwa telah diuji melalui validitas 3 review ahli serta dengan masukkan dari para ahli dan uji coba lapangan (fieldtest) untuk mengetahui kepraktisan media dan efektif sebuah media. (2) Terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik sebesar 24,66%, sehingga nilai yang diperoleh dari Ngain sebesar 0,46 yang masuk dalam kategori sedan
Hubungan Antara Body Image Dengan Kepercayaan Diri Serta Implikasinya Pada Bimbingan Dan Konseling
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan kepercayaan diri siswi kelas XII SMA Negeri 5 Cilegon. Subjek penelitian ini adalah siswi kelas XII berjumlah 113 orang. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Teknik pengumpulan sampel menggunakan simple random sampling. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis regresi dan korelasi. Hasil uji korelasi didapatkan R = 0.439, dengan taraf signifikansi 0.000 (p < 0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel body image secara signifikan memiliki hubungan yang positif dengan kepercayaan diri. Hal ini berarti bahwa semakin positif body image siswi SMA Negeri 5 Cilegon, maka akan semakin tinggi tingkat kepercayaan dirinya. Sebaliknya, semakin negatif body image siswi SMA Negeri 5 Cilegon maka, akan semakin rendah tingkat kepercayaan dirinya. Sumbangan efektif yang diberikan oleh variabel body image terhadap kepercayaan diri sebesar 19,2% dan sisanya 80,8% dipengaruhi faktor luar dalam penelitian
ANALISIS ALIRAN MATERIAL UNTUK SHORGUM, PETERNAKAN, DAN SAPI POTONG SIKLUS MATERIAL PERTANIAN DI JAWA BARAT
Pertanian di Jawa Barat sangat bergantung pada pupuk dan pakan impor. Untuk mengurangi ketergantungan ini, penelitian ini meneliti sumber daya biomassa di daerah tersebut dengan melakukan analisis aliran material dari pembiakan ternak dan sistem terkait lainnya. Untuk secara akurat mengukur jumlah sumber daya biomassa yang tersedia, rasio kehilangan dari proses penyimpanan dan pengomposan ditetapkan. Kemudian dilakukan analisis aliran material dari fasilitas pengomposan. Akhirnya, aliran material saat ini antara sapi potong, Shorgum dan padang rumput ditampilkan. Berdasarkan penelitian ini, ada dua usulan yang dibuat: yang pertama adalah menggunakan urin sebagai pupuk cair, yang saat ini sedang dilakukan di prefektur Saga Jepang. Preseden menggunakan urin sebagai pupuk sekarang diterima secara luas di daerah Saga Jepang; dianggap mudah diadopsi di daerah lain dan dapat menggantikan pupuk impor Jawa Barat. Yang kedua adalah menggunakan lebih banyak Shorgum untuk pakan sapi potong ketika pertumbuhan padang rumput lambat atau kurang di kemarau. Penelitian ini menunjukkan bahwa pakan silase untuk sapi poton
ANALISIS YURIDIS PENERAPAN RESTORATIF JUSTICE DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS GOLONGAN BERAT YANG MENYEBABKAN ORANG LAIN MENINGGAL DUNIA MENURUT UU NOMOR 22 TAHUN 2009 DALAM PERSPEKTIF KEADILAN
Pelanggaran Lalu Lintas adalah perbuatan yang bertentangan dengan lalu lintas dan peraturan pelaksanaannya, baik yang dapat ataupun yang tidak dapat menimbulkan kerugian jiwa atau benda. Permasalahan yang diteliti adalah: bagaimana pengaturan tindak pidana kealpaan yang menyebabkan orang lain meninggal dalam peraturan-perundangan, lalu bagaimana penerapan, kendala, dan upaya restoratif justice dalam tindak pidana kealpaan kecelakaan lalu lintas golongan berat di wilayah Polresta Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian hukum normatif yang mengkaji data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tindak pidana kealpaan dalam berkendaraan yang menyebabkan orang lain meninggal diatur dalam Pasal 310 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Jo. Pasal 63 ayat (2) KUHP. Kendala penerapan restoratif justice dalam kecelakaan lalu lintas golongan berat di wilayah Polresta Bandung yaitu: 1) belum ada payung hukumnya, 2) Besaran ganti rugi kadang-kadang dijadikan sebagai alat untuk mencari keuntungan bagi pihak tertentu dalam proses perdamaian pada peristiwa pidana kecelakaan lalu-lintas di wilayah hukum Polresta Bandung, 3) Keterbatasan kemapuan ekonomi pelaku tindak pidana lalu lintas golongan berat 4) Keterlibatan pihak-pihak yang tidak terkait langsung dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas. Upaya yang dapat dilakukan yaitu menginterprestasikan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana yaitu Pasal 7 ayat (1) huruf j, Pasal 16 ayat (1) huruf l dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 dan berkoordinasi dengan atasan dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana kecelakaan lalu lintas golongan berat yang mana antara para pihak telah melakukan perdamaian secara kekeluargaan
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENGGUNAAN ALAT BUKTI KETERANGAN AHLI DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KORUPSI (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN TIPIKOR PENGADILAN NEGERI BANDUNG)
Penelitian Analisis Yuridis Terhadap Penggunaan Alat Bukti Keterangan Ahli Dalam Tindak Pidana Korupsi Studi Kasus Putusan Pengadilan Tipikor PN Bandung, ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat bukti keterangan ahli sebagai uoaya meyakinkan hakim dalam tindak pidana korupsi dengan studi kasus pada putusan Pengadilan Tipikor PN Bandung. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan perumusan masalahnya bagaimana kedudukan dan nilai kekuatan pembuktian alat bukti keterangan ahli dalam perkara tindak pidana korupsi di Indonesia?, bagaimana konstruksi alat bukti keterangan ahli sebagai dasar dalam pertimbangan hakim untuk menentukan kerugian keuangan negara dalam perkara tindak pidana korupsi?, dan bagaimana kelemahan yang ada dalam alat bukti keterangan ahli sebagai dasar pertimbangan hakim untuk menentukan kerugian keuangan negara dalam perkara tindak pidana korupsi saat ini? Teknik pengumpulan data menggunakan teknik stusdi pustaka dan wawancara, serta studi dokumen berupa putusan pengadilan Tipikor yang terkait dengan penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedudukan keterangan ahli dalam pembuktian perkara pidana, termasuk perkara korupsi adalan bagian dari alat bukti yang dalam hal ini tersurat dalam Pasal 184 Ayat (1) KUHAP. Keterangan ahli dibutuhkan guna membuat terang suatu perkara pidana korupsi, khususnya membantu dalam menentukan jumlah kerugian negara. Namun demikian adanya keterangan ahli bukan sebuah keharusan dan tidak harus ada dalam perkara tindak pidana korupsi. Jika alat bukti yang ada sudah dirasa cukup keterangan ahli tidak dihadirkan juga tidak ada konsekuensi yuridis. Kekuatan pembuktian keterangan ahli pada prinsipnya tidak mempunyai nilai kekuatan pembuktian yang mengikat dan menentukan. Dengan demikian nilai kekuatan pembuktian keterangan ahli sama halnya dengan nilai kekuatan pembuktian yang melekat pada alat bukti keterangan saksi. Oleh karena itu, nilai kekuatan pembuktian yang melekat pada pembuktian ahli adalah “bebas” atau “vrijbewijskracht”. Dalam diri seorang ahli tidak melekat nilai kekuatan yang sempurna karena ahli hanya terbatas pada kemampuan akan keilmuannya sehingga hal ini diserahkan sepenuhnya kepada hakim. Konstruksi alat bukti keterangan ahli sebagai dasar dalam pertimbangan hakim untuk menentukan kerugian keuangan negara tidak sekedar berbasis keadilan ahli semata, namun juga daya nalar ahli dan kemampuannya dalam dalam membuat terang perkara pidana. Sedangkan dalam hal penentuan kualifikasi dari seorang ahli pada perkembangannya digunakan bukti tertulis seperti sertifikasi maupun syarat pendidikan formal. Elemen pertama yang harus dipenuhi oleh keterangan ahli adalah kemampuan menyampaikan materi (dari suatu fakta atau bukti) secara pasti, keterangan ahli diperlukan jika dalam persidangan alat bukti yang lain tidak membantu dalam menemukan fakta. Elemen kedua, yang harus dipenuhi adalah seorang ahli haruslah memenuhi kelayakan. Dalam hal ini dapat dinilai dari keilmuan yang dimilikinya, pengalaman pribadi yang secara konsisten ditekuni serta hal lain yang membuat menjadi ahli
HUBUNGAN PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN KEJADIAN STRES PADA MAHASISWA DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH PADA MASA PANDEMI COVID-19
Based on the circular letter of the Ministry of Education and Culture (Kemendikbud) Directorate of Higher Education No. 1 year 2020 during the covid-19 pandemic, universities eliminated teaching and learning activities on campus and shifted them to distance learning (online). In online learning at the Faculty of Health Sciences As-Syafi'iyah Islamic University the implementation of online lectures raises several obstacles such as the internet network and assignments that become stressors for students. The purpose of the study was to determine the relationship between online learning and the incidence of stress in students at the Faculty of Health Sciences, As-Syafi'iyah Islamic University during the Covid-19 pandemic. The research method used descriptive correlation with a cross sectional approach, a population of 184 students consisting of semesters 2, 4, and 6. The sample uses the slovin formula to 65 students taken by proportional sampling technique. The analysis used univariate and biavariate using Chi-Square test = 5% (0.05). The results of the univariate analysis (%) showed a good picture of online learning 55.4% and the incidence of stress was 43.1%, bivariate analysis obtained p or Asym values. Sig. (2-sided) = 0.209 with a value of = 5% (0.05). The conclusion is that there is no relationship between online learning and the incidence of stress in students at the Faculty of Health Sciences, As-Syafi'iyah Islamic University during the Covid-19 pandemic. Suggestions are that students are expected to be more active in class forums such as asking about material that has not been understood and activating the zoom camera
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG EMESIS GRAVIDARUM DENGAN PERILAKU MEMILIH MAKANAN PADA IBU HAMIL SAAT MENGALAMI EMESIS GRAVIDARUM DI PUSKESMAS MUSTIKASARI BEKASI TIMUR
ABSTRAK
Pendahuluan emesis gravidarum menyebabkan penurunan nafsu makan sehingga terdapat perubahan keseimbangan elektrolit dengan kalium, kalsium dan natrium yang menyebabkan perubahan metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang emesis gravidarum terhadap perilaku memilih makanan pada ibu hamil saat mengalami emesis gravidarum di Puskesmas Mustikasari Bekasi Timur. Metode penelitian deskriptif korelatif. Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum. Jumlah sampel sebesar 30 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Frishers Extract Test. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum pada kategori baik yaitu 76,7% (23 responden). Perilaku ibu hamil pada saat mengalami emesis gravidarum pada kategori baik yaitu 66,7% (20 responden). Hasil analisa menggunakan uji Frishers Extract Test ditandai dengan ἀ = 0,002. Simpulan ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum dengan perilaku memilih makanan pada ibu hamil saat mengalami emesis gravidarum di Puskesmas Mustikasari Bekasi Timur. Saran berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada tempat penelitian lebih meningkatkan kegiatan berupa program yang berhubungan dengan emesis gravidarum seperti penyuluhan dan konseling tentang emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1.
 
THE CONCEPT OF ISLAMIC EDUCATION IN THE QAIDAH FIQHIYYAH
This paper explains the principles of fiqhiyyah which are fundamentally a source of determining fiqh law based on the Qur'an and Sunnah, as well as because the nature of a rule is general so that it can be used also in solving problems that exist in the world of Islamic education, and also gave birth to the concept of Education by using 5 basic principles that are sourced from the Qur'an and Sunnah in the rules of fiqhiyyah. The method of writing this paper uses qualitative, descriptive, explanatory and comparative methods with a study approach to classical and modern Islamic literates, then compares them with the reality of the context of Islamic education and the problems that exist in the lives of Muslims today to give birth to the concept of Islamic education.
Paper ini menjelaskan tentang kaidah fiqhiyyah yang secara mendasar sebagai sumber penetapan hukum fiqih yang berlandaskan al qur’an dan sunnah, begitu pula karena sifat dari sebuah kaidah adalah general sehingga bisa digunakan juga didalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada didalam dunia pendidikan islam, dan juga melahirkan konsep Pendidikan dengan mengunakan 5 pokok kaidah dasar yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah didalam kaidah fiqhiyyah. Metode penulisan paper ini menggunakan metode kualikatif, Deskriptif, eksplanatif dan Komparatif dengan pendekatan studi terhadap literatus-literatus Islam Klasik dan modern, kemudian menkomparasikannya dengan realitas konteks pendidikan islam dan permasalahan yang ada didalam kehidupan umat Islam saat ini untuk melahirkan konsep Pendidikan isla
THE CORRELATION OF ENGLISH LANGUAGE LEARNERS’ E-LEARNING ANXIETY, E-LEARNING READINESS AND E-LEARNING ACHIEVEMENT
Abstract: the era of Covid19 pandemic is where the online learning appears as an alternative learning method. the spread of virus makes reguler education stopping the face to face learning. this study aimed to find out the relationship between anxiety, readiness, and achievement in online learning. Also, this research was conducted by using correlational study. The participants of this research were the 3rd semester of students 2018 (sixth-semester students), 2019 (fourth-semester students), and 2020 (second-semester students) generation. The data were gathered through secondary data and questionnaire. findings in this study directly explained in the analysis that readiness and achievement showed no significant association, anxiety and achievement showed no significant association and also the analysis of three variables between readiness, anxiety, and achievement showed no significant association.