Jurnal Universitas Islam As-Syafi'iyah
Not a member yet
1408 research outputs found
Sort by
THE SEMANTIC FEATURE ANALYSIS ON TEACHING VOCABULARY FOR YOUNG LEARNERS
ABSTRACT
As vocabulary is a necessary mode of communication, it must be acquired first to be able to master the English language. It is a good idea to start vocabulary classes in elementary school. As their memory is still strong in remembering things, they are ready to learn anything new. However, since English is a second language, teachers will need to employ strategies to have students acquire and memorize new words. This study focuses on linguistic knowledge, that is, semantics, which the teacher uses in the classroom and the learning materials to encourage students’ vocabulary. This is a content analysis of the teacher's approaches to teaching new words to young learners using semantic aspects. This research will be observed through two videos of English-language classrooms. The findings reveal that semantic features such as synonym and antonym pairs, polysemy, and applying in short sentences were used in the classroom when teaching vocabulary. During the class, photos, cassettes, music, and a variety of other learning resources are used. These strategies motivate and encourage students to learn the new vocabulary.
Keywords: vocabulary, instruction, young learner, semantic
Studi Kasus Kemampuan Komunkasi Interpersonal Pada Anak di Desa Bagan Kuala
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan komunikasi interpersonal pada anak di desa Bagan Kuala. Penelitian ini dilkakukan sebab pada zaman sekarang banyak anak yang tidak memiliki kemampuan interpersonal yang baik serta sesuai kaidah. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus. Sampel yang diambil dari ini adalah anak dari desa Bagan Kuala yang dilambil melalui tekni random sampling. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh anak di Desa Bagan Kuala sudah cukup baik dan masih menerapkan nilai-nilai tata krama yang berlaku di Indonesia. Maka dari itu kemampuan komunikasi interpersonal pada anak adalah salah satu hal yang wajib menjadi perhatian orang tua
RATIONALITY IN SCIENCE: A COMPARISON STUDY BETWEEN IBNU RUSYD AND RENE DESCARTES
This article aims to compare the concept of rationality between Rene Descartes and Ibn Rushd. Namely Rene Descart who only uses reason or ratio, while Ibn Rushd who uses reason and revelation in reaching the ultimate truth. This article is a literature review where research data are taken from books and written sources that discuss the two figures. The method used in compiling this article is comparative descriptive with a philosophical approach. The results of this study conclude that the two concepts have something in common, namely the ratio or reason used to reach the truth. Even though they use the same ratio or reason, the main sources of knowledge between the two are very different. According to Rene Descartes, those who only use reason or reason will be able to reach the ultimate truth. Meanwhile, Ibn with his rationality based on revelation will reach the ultimate truth.
Artikel ini bertujuan untuk membandingkan konsep rasionalitas antara Rene Descartes dan Ibnu Rusyd. Yaitu Rene Descart yang hanya menggunakan akal atau rasio, sedangkan Ibnu Rusyd yang menggunakan akal dan wahyu dalam mencapai kebenaran yang hakiki. Artikel ini adalah kajian pustaka dimana data penelitian diambil dari buku-buku dan sumber-sumber yang tertulis yang membahas antara kedua tokoh tersebut. Metode yang digunakan dalam menyusun artikel ini adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan filosofis. Hasil dari kajian ini menyimpulkan, bahwasannya kedua konsep tersebut memiliki kesamaan yaitu pada rasio atau nalar yang digunakan untuk mencapai kebenaran tersebut. Meskipun menggunakan rasio atau nalar yang sama namun sember utama ilmu pengetahuan antara keduanya sangat berbeda. Menurut Rene Descartes yang hanya menggunakan akal atau rasio akan dapat mencapai kebenaran yang hakiki. Sedangkan Ibnu dengan rasionalitasnya dengan berlandaskan wahyu akan mencapai kebenaran hakiki
POLA KONSUMSI GENERASI MILENIAL DALAM BELANJA ONLINE (E-COMMERCE) PADA MASA PANDEMIC COVID 19
Tahun 2020 hingga waktu ini tahun 2021 artinya masa sejarah bagi seluruh global, hal ini didasari seluruh dunia sedang mengalami masa pandemic covid 19. Pandemi covid 19 yg terjadi secara global tentu saja berdampak di berbagai sektor salah satunya sektor ekonomi. Penyakit Covid 19 sudah menyebabkan economi shock baik secara perorangan, rumah tangga, perusahaan mikro & makro mungil, menengah juga besar , tidak hanya pada Negara Indonesia saja namun bahkan mensugesti ekonomi negara lain. Hal ini berdampak mengubah pola kegiatan belanja yang umumnya warga membeli kebutuhan pribadi ke toko atau secara offline buat membeli kebutuhan sehari-hari menjadi berbelanja secara online, pola konsumsi waktu ini mulai merubah dari membeli barang menggunakan melihat atau mencoba secara eksklusif di toko/daerah menjadi membeli produk hanya sesuai gosip yang cukup tanpa mencoba/merasakan produk tersebut. Tujuan penelitian ini memberikan informasi terjadi perubahan pola konsumsi pada sikap konsumen pada waktu pandemi covid-19 terutama di generasi milenial. Metode penelitian yg dipergunakan adalah metode kuantitatif. akibat penelitian menunjukkan pola konsumsi pada indicator mencari informasi barang atau jasa secara online. sesuai hasil penelitian disumplakn bawah terdapat perubahan di pola konsumsi generasi milinenal di masa pandemi covid-19 di indicator mencari berita, menggunakan dan membeli pada jasa e-commers
PENGARUH AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Pada masa 4.0 ini teknologi sudah tidak dapat dihindari lagi, berbagai sektor sudah dapat memanfaatkannya termasuk sektor Pendidikan. Jika sekolah dapat memfasilitasi sarana dan prasarana yang menunjang dengan memanfaatkan teknologi maka akan mempermudah proses kegiatan pembelajaran. Cara yang dapat dimanfaatkannya yaitu dengan menggunakan media pembelajaran ketika proses pembelajaran berlangsung karena akan menciptakan suasana yang kondusif, menyenangkan, menarik untuk dapat output yang yang maksimal. Untuk mendapatkan apa yang diinginkan maka digunakannya pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen serta desain penelitian Quasi Experimental. Data pengumpulannya dengan cara observasi serta penyebaran isntrumen dan data akan dihitung menggunakan perhitungan statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan audio visual terhadap hasil belajar memperoleh hasil Ha yang dikatakan dapat diterima dengan uji Wilcoxon yang dilakukan dengan Asymp.Sig (2-tailed) < 0,005. Pada hasil uji Wilcoxon nilai Z yaitu -5.028 dan Asymp.Sig (2-tailed) yaitu 0,000. Maka dapat disimpulkan nilai signifikansi terdapat pengaruh audio visual terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Fiqh di MTs Umdatur Rasikhien Jakarta. 2) Hasil belajar yang didapat ketika sebelum dan sesudah melakukan treatment yaitu pretest dan posttest pada masing-masing kelas yang dituju, pada kelas 81 yaitu eksperimen terdapat 51% dan kelas 82 yaitu kontrol terdapat 34%. Dengan dilihat hasil kedua kelas tersebut selisihnya yaitu 17% maka dapat dikatakan kelas eksperimen memperoleh output yang optimal dibandingkan kelas kontrol
STRATEGI INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAMI PADA PESERTA DIDIK
Internalisasi nilai-nilai Islami adalah upaya untuk memasukkan nilai-nilai yang baik agar menyatu dalam diri manusia dan diwujudkan melalui sikap ataupun perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Tujuan yang hendak dicapai dari proses internalisasi nilai-nilai ini yaitu pengetahuan (knowing) dan keterampilan melaksanakan (doing) kedalam pribadi seseorang (being)”. Dalam hal ini lebih dikenal dengan istilah aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Adapun strategi yang digunakan dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islami yaitu melalui: keteladanan, pembiasaan, nasihat, dan hukuman. Dari proses internalisasi nilai-nilai Islami tersebut maka nilai-nilai yang diperoleh ada dua macam yaitu: pertama nilai ilahiyah (nilai beriman dan bertaqwa, bersyukur, ikhlas, taat, dan tawakal), dan yang kedua nilai insaniyyah (nilai Amanah, amal shaleh, tanggung jawab, jujur, pemaaf, serta adil)
EFFECT OF RELATIONSHIP QUALITY TO BSI BRANCH PEMUDA JAKARTA CUSTOMER LOYALTY
The high level of competition requires banking companies to pay attention to the importance of the elements of relationship quality (relationship quality) as an effort to retain existing customers. And This study aims to determine what factors affect relationship quality (quality of relationship) to loyalty customers at Bank Syariah Indonesia Jakarta Pemuda Branch Office. Study This study uses a quantitative approach and for this research sample is taken by using the slovin formula with a sample of 100 customers. Research data collection techniques were collected using
observation techniques and questionnaires (questionnaire). Data analysis techniques in this study using Instrument Test (Validity & Reliability), Classical Assumption Test
(Normality & Multicollinearity), Model Test (Simple Linear Regression, Coefficient Determination & Partial Correlation), Hypothesis Testing (t Test). Data processing in
This research uses the SPSS (Statistical Package For Theft) software program Social Science) version 16.0 for windows. From the results of data processing Assumption Test Classical data is normal, from the results of the relationship quality t test (quality
relationship) has a sig value of 0.00 < 0.05 which means that it has a significant significant to customer loyalty, from the results of the Coefficient of Determination Test
The obtained R-Square value is 0.080 which means it has a strong relationship by 80% of customer loyalty while 20% is influenced by the variable other. The results of this study prove that relationship quality relationship) has a significant effect on customer loyalty at Islamic banks Indonesia Youth Branch Office
THE URGENCT OF MANAGEMENT IN DAKWAH
Islam adalah agama dakwah yaitu agama yang selalu mendorong pemeluknya untuk selalu aktif melakukan kegiatan dakwah . Maju mundurnya umat Islam sangat bergantung dan berkaitan erat dengan kegiatan dakwah yang dilakukannya. Kegiatan dakwah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dai dengan menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari hal yang mungkar dalam rangka mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. . Artikel ini mencoba menjawab bagaimana bentuk-bentuk perencanaan dakwah yang baik dan menghasilkan yang terbaik sesuai tuntutan syari’ah Dan bagaimana bentuk-bentuk pengorganisasian dakwah yang baik Untuk ini metode kualitatif digunakan dengan menganalisa beberapa literatur yang ada sehingga dapat memehami konsep dan pembahasannaya dengan baik. Rosyad Shaleh mengartikan manajemen dakwah sebagai proses perencanaan tugas, mengelompokkan tugas, menghimpun dan menempatkan tenaga-tenaga pelaksana dalam kelompok-kelompok tugas dan kemudian menggerakkan ke arah pencapaian tujuan dakwah. Jika aktivitas dakwah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen, maka “citra professional” dalam dakwah akan terwujud pada kehidupan masyarakat. Dengan demikian, dakwah tidak dipandang dalam objek ubudiyah saja, Dari Hudzaifah bin Al Yaman dari Nabi shallallahu ''alaihi wasallam beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, hendaknya kalian beramar ma''ruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksa-NYa dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun do''a kalian tidak lagi dikabulkan
METODE DAKWAH UMMI YUSDIANA DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN DI KALANGAN IBU-IBU DI RUMAH QUR’AN BUNDA AISYAH
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui metode dakwah Ummi Yusdiana dalam menghafal Al-Qur’an di kalangan ibu-ibu Rumah Quran Bunda Aisyah 15. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dan wawancara dilakukan untuk mengetahui metode dakwah yang diterapkan oleh Ummi Yusdiana, cara, kendala dan motivasi ibu-ibu rumah Qur’an Bunda Aisyah 15 dalam menghafalkan Al-Qur’an. Sedangkan dokumentasi dilakukan selama penelitian. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, metode dakwah yang digunakan oleh Ummi Yusdiana yaitu dakwah bil-Hikmah, al-Mau’idzah al Hasanah, bil-Haal, dan bil-Lisan. 
KARAKTERISASI BEEBREAD DARI TUJUH SPESIES LEBAH TANPA SENGAT (STINGLESS BEE) BERDASARKAN KEANEKARAGAMAN POLLEN YANG DIKUMPULKANNYA
Abstrak
Lebah tanpa sengat atau stinglessbee akhir-akhir ini seringkali dipromosikan sebagai hewan budidaya yang sangat menjanjikan. Akan tetapi masih sangat sedikit literatur yang dapat digunakan dalam pembudidayaan lebah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Beebread yang dikumpulkan oleh 7 spesies stinglessbee. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2022, sampel beebread diambil langsung dari sarang lebah di PT Suhita Lebah Indonesia kota Bandarlampung dan dari pembudidaya lebah yang ada di desa Harapan Jaya kecamatan Wayratai kabupaten Pesawaran. Sampel dianalisis dengan metode asetolisis dan diamati menggunakan mikroskop serta dikelompokkan berdasarkan ketentuan Wingenroth (2001). Dari pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa Spesies Tetrigona apikalis, Tetrigona vidua, dan Tetragonula reepeni memiliki karakteristik beebread monoflora dengan pollen didominasi oleh tumbuhan Cocos nucifera. beebread Tetragonula testaceitarsis dan Tetragonula levicep berkarakter biflora, serta beebread Heterotrigona itama dan Geniotrigona thoracica berkarakter multiflora. Dari ketujuh spesies lebah yang diamati mengumpulkan pollen dari tumbuhan C.nucifera dan memiliki persentase yang tinggi. Pollen C.nucifera dalam jumlah yang signifikan disebabkan oleh preferensi Stinglessbee untuk mencari makan pada bunga dengan konsentrasi gula tinggi yang tersedia sepanjang tahun.
Kata Kunci: Beebread, Geniotrigona, Heterotrigona, Stinglessbee, Tetragonula, Tetrigona.
Abstract
The stingless bee or stinglessbee has recently been promoted as a very promising farm animal. However, there is still very little literature that can be used in the cultivation of these bees. . This study aims to determine the characteristics of beebread collected by 7 species of stinglessbee. This research was conducted in February – May 2022, the beebread samples were taken directly from bee hives at PT Suhita Lebah Indonesia, Bandarlampung city and from bee cultivators in Harapan Jaya village, Wayratai district, Pesawaran district. Samples were analyzed by acetolysis method and observed using a microscope and grouped according to the provisions of Wingenroth (2001). From the observations made, it is known that the species Tetrigona apikalis, Tetrigona vidua, and Tetragonula reepeni have the characteristics of beebread monoflora with pollen dominated by Cocos nucifera plants. Beebreads Tetragonula testaceitarsis and Tetragonula levicep have biflora characteristics, and Heterotrigona itama and Geniotrigona thoracica beebreads have multiflora characteristics. Of the seven species of bees observed, they collected pollen from the C. nucifera plant and had a high percentage. The significant amount of C. nucifera pollen was due to the Stinglessbee's preference for foraging on flowers with high sugar concentrations available throughout the year.
Keywords : Beebread, Geniotrigona, Heterotrigona, Stinglessbee, Tetragonula, Tetrigona