Jurnal Universitas Islam As-Syafi'iyah
Not a member yet
1408 research outputs found
Sort by
DISTRIBUTION OF ZAKAT FUNDS TO VICTIMS OF NATURAL DISASTERS SYAFI'IYAH MAZHAB PERSPECTIVE
This paper focuses on discussing zakat assets. The discussion taken is the review of the Syafi'iyah scholars regarding the legal status of distributing zakat assets to disaster victims and the legal status of using zakat assets for home renovation and business capital. Discussing the problem of distributing zakat to disaster victims will not be separated from the theory of zakat itself. Because to know the legal status, we also have to know which category the mustahik fall into, which are the victims of the disaster, they are entitled to receive zakat assets or not. Not many classic books from the Shafi'i Imams discuss the distribution of zakat assets for disaster victims, but several books discuss this matter. Based on the theory and data obtained, disaster victims are categorized into three mustahik: the indigent, the poor, and the ghorim. However, after being analyzed, what is more, realistic is to include them in the poor category because their situation at that time was very in line with the definition of poor. It indicates that the legal status of the zakat is valid. The second concerns the legal status of using zakat assets for home renovation and business capital. Based on the theory and data collected, the legal use is considered valid because it is under the purpose of zakat, namely eliminating poverty; even zakat funds are very beneficial for the survival of mustahik, not only in the short term and long term.
Tulisan ini fokus membahas harta zakat. Pembahasan yang dilakukan adalah kajian ulama Syafi'iyah mengenai status hukum penyaluran harta zakat korban bencana dan status hukum pemanfaatan harta zakat untuk renovasi rumah dan modal usaha. Membahas masalah pendistribusian zakat kepada korban bencana tidak akan lepas dari teori zakat itu sendiri. Karena untuk mengetahui status hukumnya, kita juga harus mengetahui golongan mustahik yang mana yang menjadi korban bencana, apakah mereka berhak menerima harta zakat atau tidak. Tidak banyak kitab klasik Imam Syafi'i yang membahas tentang pembagian harta zakat untuk korban bencana, namun beberapa kitab membahas hal ini. Berdasarkan teori dan data yang diperoleh, korban bencana dikategorikan menjadi tiga mustahik: fakir, miskin, dan ghorim. Namun setelah dianalisis, yang lebih realistis adalah memasukkan mereka ke dalam kategori miskin karena keadaan mereka saat itu sangat sesuai dengan definisi miskin. Hal ini menunjukkan bahwa status hukum zakat itu sah. Kedua menyangkut status hukum penggunaan harta zakat untuk renovasi rumah dan modal usaha. Berdasarkan teori dan data yang terkumpul, penggunaan hukum dianggap sah karena sesuai dengan tujuan zakat, yaitu menghilangkan kemiskinan; bahkan dana zakat sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup mustahik, tidak hanya dalam jangka pendek maupun jangka panjang
ILLOCUTIONARY ACTS IN ERNEST PRAKASA’S MOVIE “IMPERFECT”
This study aims to analyze the types of Illocutionary acts used by the characters in the movie Imperfect. This research applies qualitative descriptive method. The writer uses 65 speech acts samples from this movie and chooses them randomly to analyze the types of Illocutionary acts in this movie. It is found that there are five types of Illocutionary acts used in the movie Imperfect, namely: Representative, Directive, Commissive, Expressive, and Declarative. The total Illocutionary acts are about 157 utterances. Representative has 47 utterances, directive has 66 utterances, commissive has 4 utterances, expressive has 39 utterances, and declarative has 1 utterance.
Keywords: illocutionary acts, movi
MEDIA PEMBELAJARAN HURUF HIJAIYAH UNTUK ANAK USIA DINI BERBASIS GAME ANDROID
As religious people we must fortify ourselves as early as possible with the provision of religious knowledge. One of them is in reading the Koran. For early childhood, the initial stage of reading the Koran is being able to master the hijaiyah letters. The problem in this research is the lack of interest in children's learning and the lack of media that is applied in the process of learning hijaiyah letters. The media used is still conventional so that the learning objectives are not achieved optimally. Therefore, a learning media for early childhood was made in the form of an Android-based educational game. This research applies the MDLC (Multimedia Development Life Cyrcle) method. Testing the functional requirements in this application through the stages of black box testing. The black box test results are 100%, meaning that this application is in line with user needs and all functions run according to functional requirements. Therefore, it can be concluded that this educational game is attractive and effective in increasing hijaiyah letter learning skillsSebagai umat beragama kita harus membentengi diri kita sedini mungkin dengan pembekalan ilmu agama. Salah satunya yaitu dalam membaca Al-quran. Bagi anak usia dini tahapan awal membaca Al-quran yaitu mampu menguasai huruf hijaiyah. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu kurangnya minat belajar anak serta minimnya media yang diaplikasikan dalam proses pembelajaran huruf hijaiyah. Media yang masih konvensional sering berakibat pencapaian kurang optimal . Dari itu perlu, dibuatlah sebuah media pembelajaran untuk anak usia dini berupa game edukasi berbasis android supaya menambah alternatif media pembelajaran bagi anak usia dini. Penelitian ini menerapakan metode MDLC (Multimedia Development Life Cyrcle). Pengujian kebutuhan fungsional dalam aplikasi ini melalui tahapan pengujian black box. Hasil pengujian black box yaitu sebesar 100% artinya aplikasi ini selaras dengan kebutuhan pengguna dan semua fungsi berjalan sesuai kebutuhan fungsional. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa game edukasi ini atraktif dan efektif dalam meningkatan kecakapan belajar huruf hijaiya
Hubungan Motivasi Belajar dengan Self-Regulated Learning (SRL) Pada Masa Pandemi Covid-19 Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2019
Sejak Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menyebar ke Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta seluruh perguruan tinggi menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan merubahnya menjadi pembelajaran daring, mahasiswa diminta untuk bisa mengatur diri dalam belajar pada masa Pandemi COVID-19. Dimana Mahasiswa yang termotivasi dengan belajar untuk meraih tujuan akan melibatkan . Tujuan penelitian ini yaituapakah terdapat Hubungan motivasi belajar dengan self- regulated learning selama pembelajaran daring pada masa pandemi COVID 19 pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan metode cross sectional. Subjek penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2018. Alat ukur digunakan adalah Kuesioner Skala Motivasi Belajar dan Skala Regulasi diri. Hasil penelitian ini diketahui bahwa dari 107 responden Mahasiswa Kedokteran Umun Universitas Malahayati angkatan 2019 dengan tingkat Self-regulated Learning yang tinggi sebanyak 73 orang (68,2%) serta responden yang memiliki tingkat yang Self-regulated Learning sedang sebanyak 34 orang (31,8%). Mahasiswa yang memiliki tingkat Motivasi Belajar tinggi sebanyak 45 orang (42,1%) serta responden yang memiliki tingkat Motivasi Belajar sedang sebanyak 62 orang (57,9%). Kesimpulannya adalah terdapat hubungan bermakna antara motivasi belajar dan self regulated learning (SRL) selama pembelajaran daring pada masa pandemic COVID-19 pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati Angkatan 2019 dengan presentase sebesar 42%
Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Problem Solving Terhadap Peningkatan Self Disclosure
This study aims to test the effectiveness of group guidance services with techniques problem solving to improve self-disclosure for class XI students at Tridaya Sakti SMK Bekasi. This research uses a quantitative approach, the type of this research is Quasi Experimental Design with the form of Nonequivalent Control Group Design. This study involved students of class XI at SMK Tridaya Sakti Bekasi. Based on the results of observations and the distribution of thescale instrument self-disclosure, it shows that behavior self-disclosure students'at the time of the exam is categorized as low. The population is 136 students and the sample is 20 students, 10 students in the experimental group and 10 students in the control group. The sampling technique used was purposive sampling. The data analysis technique used was the T-test with the help of the SPSS Windows version 25 program. The results showed an increase in behavior self-disclosure students' after being given Problem Solving treatment , the sig value was obtained. (2-tailed) of 0.000 < 0.05 and when viewed from tcount = 7,686 and ttable = 2.262 seen from (df) 9 with a significant 0.05 that tcount > ttable means that Ho is rejected and Ha is accepted. Thus, it can be concluded that group guidance services with techniques are problem solving effective in increasing self-disclosure for class XI students of SMK Tridaya Sakti Bekas
Keefektifan Layanan Konseling Kelompok Teknik Cognitive Restructuring dalam Mengatasi Nomophobia pada Siswa
In general, humans are social creatures who are never free from problems, one of which is anxiety when away from a smartphone or what is called nomophobia. This happens among the millennial generation, especially among teenagers. The aim of this study was to determine the effectiveness of group counseling services using cognitive restructuring techniques for students at SMA Negeri 8 Tasikmalaya City. This analytical method uses a pre-experimental one group pretest posttest based on paired t test samples. The results of the analysis show Asymp.sig. (2 tailed) is 0.000 less than <0.05, so it can be concluded "Hypothesis accepted" means that there is a difference between restructuring technique group counseling services for pretest and posttest, so it can be concluded "Counseling services with cognitive restructuring effective for overcoming nomophobia ” by using a focused approach to diverting the mind, namely developing hobbies such as reading, playing music and exercisin
REDESAIN BODI PADA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA BERBASIS MATLAB R2008a
Redesain bodi pada kendaraan bermotor roda dua merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang masing-masing mengalami perkembangan yang pesat, walaupun dalam laju yang berbeda. Menentukan koefisien aerodinamika dan posisi titik tengah kendaraan, setiap kendaraan mempunyai 6 koefisien aerodinamik yaitu 3 buah koefisien gaya aerodinamik dan 3 koefisien momen aerodinamik. Dalam penelitian ini menentukan ke enam koefisien aerodinamika dari suatu kendaraan roda dua yang menggunaka kanopi. Maka ketiga momen aerodinamik yang bekerja pada kendaraan dapat di tentukan hambatan dan kecepatannya. Koefisien aerodinamik kendaraan dapat dicari secara eksperimen dan dengan simulasi dengan prinsif dinamika Fluida. Dalam penelitian ini mengunakan salah satu metode elemen hingga berbasis matlab 2008 untuk mendapat koefisien hambatan (CD) dan koefisien (fr) suatu kendaraan bermotor roda dua dengan memodelkan matematika untuk dapat menghitung besaran yang dicari yaitu Cd dan Cf. Redesain kanopi pada kendaraan bermotor roda dua dan pola aliran udara pada kendaraan maka besaran kemungkinan titik kerja ketiga gaya angin tersebut yang pada umumnya disebutkan “center of pressure” (Cp) berada diluar titik pusat massa dari kendaraan (Cg). Karena letak Cp dan Cg berbeda maka ketiga gaya aerodinamik diatas dapat menimbulkan momen aerodinamik diatas dapa menimbulkan momen aerodinamis terhadap sumbu x, y, z. Maka dalam bodi kendaraan roda dua di titik beratkan pada keamanan, kenyaman, dan keselamatan. Dari hasil perancanaan dikembangkan analisis perhitungan kanopi pada kendaraan roda dua yang diperoleh hasil panjang kanopi 1320 mm, lebar kanopi 730 mm, tinggi 1060 m
PENGARUH KOMISARIS INDEPENDEN, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KOMITE AUDIT TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN
P
This study analyzes the Influence of Independent Commissioners, Institutional Ownership and Audit Committees on the Integrity of Financial Statements in Mining Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2020. Multiple linear regression analysis in this research is used to determine the effect of the independent variables, namely the Independent Commissioner, Institutional Ownership and the Audit Committee on the dependent variable, namely the Integrity of Financial Statements. From the population of 158 mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2016-2020 period, using the purposive sampling method, 14 sample companies were obtained and 70 observers passed the criteria. The data used is the annual report of each sample company published through www.idx.co.id. The results showed that the Independent Commissioner had no effect on the Integrity of Financial Statements, Institutional Ownership had no effect on the Integrity of Financial Statements and the Audit Committee had a significant effect on the Integrity of Financial Statements
Pertimbangan Hakim Atas Pencurian dengan Modus Carding Berdasarkan Pasal 362 KUHP Jo. Undang–undang Nomor 19 Tahun 2016 Atas Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
This journal discusses the consideration of judges in deciding a crime of one of the Cyber Crime crimes namely Carding. Especially in the case of regulating the Carding crime, the factors of the perpetrators committing the Caeding crime, as well as the consideration of the judge in giving a verdict on the Carding crime. research conducted by studying and examining library legal materials, data collection is done by examining secondary data using primary legal data in the form of a court decision. As well as secondary data. Carding is a crime that is fairly new in Cyber Crime which is a transnational crime but occupies the highest position in Indonesia compared to other Cyber Crime crimes. there is no specific regulation or regulation regarding the crime of Carding despite the existence of Law Number 11 of 2018 as amended by Law Number 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions and the application of Articles of the Criminal Code but are deemed inappropriate. Law enforcers often have difficulty in overcoming and mismatch in upholding in preventing Carding cases, especially judges to uphold justice which is actually proven or not proven by a defendant committing a crime based on the judge's decision.
Keywords: Carding Criminal Acts, Judge Consideration
Efektivitas Persidangan Berbasis E-Court
E-Court (Pengadilan Elektronik) adalah aplikasi yang berisi layanan untuk Pengguna Terdaftar untuk kasus online pendaftaran, memperoleh perkiraan biaya pengadilan online, pembayaran online, panggilan melalui saluran elektronik, dan percobaan yang dilakukan secara elektronik Peluncuran eCourt ini dinilai sebagai terobosan yang mampu mewujudkan uji coba yang sederhana, cepat, dan berhiaya rendah. Di sisi lain karena pandemi Covid-19, e-Court menjadi sarana bagi pencari keadilan yang memberikan kemudahan dan tidak perlu berhubungan dengan banyak orang Namun, yang perlu ditelaah lebih lanjut dan juga menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana efektifkab sidang berbasis e-Court selama pandemi Covid-19 di PN Bekasi? Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan metode empiris, yaitu dengan menelaah primer data yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian Haul penelitian menggambarkan bahwa berbasis e-Court sidang di masa pandemi Covid-19 di Pengadilan Negen Bekasi sudah efektif, sehingga dapat mempermudah dan mempercepat proses perkara dan mengurangi biaya Pengadilan meskipun dalam beberapa tahap proses uji coba masih konvensional yaitu pada tahap pembuktian dan pembacaan putusa