Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan
Not a member yet
    122 research outputs found

    Analisis Penanggulangan Bencana Banjir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi

    Full text link
    This study aims to identify and analyze flood management carried by the Bekasi City Disaster Management Agency (BPBD). This study used qualitative research methods. Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation. While the validity data used was source triangulation, and data analysis model was carried out through data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that the pre-disaster stage mitigation measures were carried out installing an early warning system in five locations of the Cikeas-Cileungsi River flow, then training task force members and finally disseminating early warning to the people of Bekasi City so far it has well. However socialization disaster response not been carried out thoroughly the flood victims in Bekasi City who have been affected by the floods. Then the time of disaster, BPBD could not evacuate flood victims maximally and thoroughly to flood victims in Bekasi City. Post-disaster phase, rehabilitation activities are carried out cleaning up garbage and mud at flooded points and carrying out psychological rehabilitation flood victims. Meanwhile, reconstruction activities were carried out calculating loss of damaged buildings and then reporting it to Public Works Office for follow-up. However, post-disaster coordination between BPBD and community has not well. So the rehabilitation and reconstruction process has not been evenly distributed to all flood victims in Bekasi City. Based on this explanation, can be concluded that, implementation of flood disaster management by Bekasi City BPBD has not well and various obstacles and problems are still being found.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penanggulangan banjir yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber, serta model analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap pra bencana tindakan mitigasi dilakukan dengan memasang alat early warning system di lima lokasi aliran Sungai Cikeas-Cileungsi, lalu melatih anggota Satgas dan terakhir menyebarluaskan peringatan dini kepada masyarakat Kota Bekasi sejauh inibaik. Akan tetapi sosialisasi tanggap bencana belum dilakukan secara menyeluruh kepada masyarakat korban banjir Kota Bekasi yang selama ini terkena dampak banjir. Kemudian pada saat bencana, BPBD belum bisa mengevakuasi korban banjir secara maksimal dan menyeluruh kepada warga korban banjir di Kota Bekasi. Pada tahap pasca bencana kegiatan rehabilitasi dilakukan dengan membersihkan sampah dan lumpur di titik-titik yang terendam banjir serta melakukan rehabilitasi psikis korban banjir. Sedangkan kegiatan rekonstruksi dilakukan dengan menghitung kerugian bangunan yang rusak lalu melaporkannya kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk tindak lanjutnya. Namun koordinasi pasca bencana yang dilakukan antara BPBD dan masyarakat belum berjalan dengan baik. Sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi belum merata ke seluruh korban banjir yang ada di Kota Bekasi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa, pelaksanaan penanggulangan bencana banjir oleh BPBD Kota Bekasi belum berjalan dengan baik dan masih ditemukan berbagai kendala dan permasalahan

    Inovasi Pelayanan Transportasi Publik Ramah Penyandang Disabilitas di DKI Jakarta

    Full text link
    Penelitian ini menganalisa penyediaan pelayanan transportasi public yang ramah untuk penyandang disabilitas di DKI Jakarta. Diketahui bersama Kota Jakarta adalah ibu kota negara yang maju setra modern sehingga sudah selayaknya menyediakan transportasi public yang ramah bagi penyandang disabilitas.  Sebgaimana diketahui bahwa penydang dsiabilitas adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan secara fisik sehingga harus ada model transportasi khusus. Hal  tersebut juga  sudah terjamin  dalam  Undang-undang  Nomor  08  Tahun  2016  tentang  penyandang disabilitas atas hak dan kedudukan  sebagai warga negara. Penelitian ini menggunakan  metode  penelitian  kualitatif  deskriptif dan dipadukan dengan teori Pelayanan Publik inklusif, teori aksesibilitas  ramah disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini Pemerintah DKI Jakarta Badan Usaha Milik Daerah PT TransJakarta telah menyediakan  model transportasi yang ramah untuk penyandang disabilitas berupa minibus. Model Transportasi tersebut dapat diakses oleh seluruh penduduk DKI Jakarta yang mengalami disabilitas. Selain mudah diakses transpotasi ini juga tidak dipungut biaya alias gratis. Transportasi tersebut bisa dipesan melalui telepon seluler biasa atau aplikasi melalui smartphone. Adanya inovasi pelayanan transportasi public ramah penyandang disabilitas  di DKI Jakarta ini diharapkan menjadi role model untuk daerah-daerah lainya dalam pemenuhan kebutuhan fasilitas public untuk para penyandang disabilitas

    Hubungan Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa serta Lembaga Adat dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa

    Full text link
    Village development socially changes social values by discovering the value of technological development in the village of community development that leads to the development of new villages. This of course requires a partnership with the community component. This research aims to explain the relationship between the Village Head, Village Consultative Body and customary institutions in the development of the Village. This research is a field research, namely research on incentives about the background of the present situation and the interaction between social, individuals, groups, institutions and communities in the development of the Village. The study was conducted in Kayeli Subdistrict, Buru Regency. Data in this study were obtained from primary data sources and secondary data, with data collection techniques used through observation, interviews, questionnaires and literature/purposive sampling. The results of the study show the partnership relationship between village heads, village consultative institutions and traditional institutions in Kayeli village demonstrating effectiveness in communication.Pembangunan desa secara sosial adalah melakukan perubahan sosial dengan menemukan nilai nilai bagi pembangunan desa khususnya teknologi bagi masyarakat desa yang menuju desa baru yang berorientasi pembangunan. Hal ini tentu memerlukan hubungan kemitraan dengan semu komponen masyarakat. Penelitian Ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan kemitraan Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan Lembaga adat dalam pembangunan Desa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yakni mempelajari secara insentif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi suatu sosial, individu, kelompok, lembaga dan masyarakat dalam pembangunan Desa. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kayeli, Kabupaten Buru. Data pada penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka/dokumen pengambilan Sampel dilakukan secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kemitraan kepala desa, badan permusyawaratan desa dan lembaga adat di desa Kayeli menunjukkan keefektifan dalam berkomunukasi

    May 2019 Internet Censorship in Indonesia: Critical Analysis of Its Policy Making Process

    No full text
    On May 2019 the Government of Indonesia imposed an internet censorship following Jakarta riot in response to general elections result. The government restricted some of the largest social media platforms which impacted almost all social media users across the country. The government believed that the policy was necessary to block the circulation of provocative contents which presumably escalate the riot. On the other hand, without valid justification, internet censorship is considered as human right violation. This paper aims to discuss the debate on whether the internet censorship policy on May 2019 was necessary and justified to impose. By employing qualitative approach through interviews with the government representatives, social media experts, and analysts, as well as utilizing resourceful data from Drone Emprit Academy (DEA), this paper presents the analysis of policy making process behind the implementation of internet censorship policy on May 2019 and brief evaluation on its effectiveness and consequences. The findings reveal that internet censorship policy on May 2019 was legally defective and improperly formulated. Even though it was effective to block the hoax circulation and prevented riot’s escalation, the policy was not supposed to impose at the first place due to lack of justification to derogate the internet freedom as part of human right. In the future, more specific regulations are needed as guideline for the government not to take sporadic internet censorship. &nbsp

    Manajemen Pendidikan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan di Provinsi Nusa Tenggara Timur

    Full text link
    The purpose of this study is to analyze the management of personnel of SMA/ SMK teachers in East Nusa Tenggara Province. This study uses a qualitative description that will produce descriptive information about the management of high school / vocational teacher personnel in East Nusa Tenggara Province. Data collection techniques with in-depth interview focus discussion groups (FGD), documentary studies and online data search. This study uses management theory  which include planning, organization, actuating and controlling. The results of the study showed that the planning had not recorded the distribution of teachers not evenly distributed, the Provincial Education Service Organization was too large and the existence of UPTs in NTT districts/cities had not carried out their duties and functions optimally, the motivation of teachers was quite high despite not having received incentives, especially honorary teachers/committees, functions supervision is still limited in both quantity and quality.Tujuan pengkajian ini untuk menganalisis pengelolaan personalia guru SMA/SMK di  Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Pengkajian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif  yang akan menghasilkan informasi deskriptif tentang pengelolaan personalia guru SMA/SMK di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik pengambilan data dengan wawancara mendalam, focus discussion group (FGD), studi dokumenter dan penelusuran data online. Pengkajian ini menggunakan teori manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasia, pergerakan dan pengawasan. Hasil pengkajian  menunjukkan perencanaan belum mendata penyebaran guru belum merata, Pengorganisasian Dinas Pendidikan Provinsi terlampau besar dan keberadaan UPT-UPT di kabupaten/kota NTT belum menjalankan tugas dan fungsinya secara  optimal, motivasi guru cukup  tinggi  meskipun belum memperoleh insentif terutama guru honorer/komite, fungsi pengawasan masih terbatas baik jumlah maupun kualitas

    Talent Management Aparatur Sipil Negara (ASN) Era Digitalisasi Birokrasi di Indonesia: Talent Management of civil servant (ASN) era of Bureaucratic digitalization in Indonesia

    No full text
    Sustainability and competitive advantage of an organization are very dependent on human resources that can compete with changes that are all digitizing. The Industrial Revolution 4.0 has changed the Direction of Talent Management in creating ASN in the future to facilitate complex digital-based public services. The purpose of this study is to discuss the substance of talent management and competency-related issues using concepts related to Industry 4.0. Talent management has an interest in the organization, because it gives an opportunity to recruit, support and develop the talent that is need and then developed as a future player which is a combination of cyber-physical systems. This new technology will affect all cross-disciplines and even oppose human resources, how Industry 4.0 will change the land-scape for talent development. The research method used is a qualitative method. Data collection done through the collection, interview and documentation of informants who are directly involved in carrying out these activities. The process of data analysis adds data reduction, data presentation, and completes conclusions. The results showed that (1) the abilities needed in talent management in the 4.0 era were positive abilities, technical abilities and complex problem solving skills; (2) Basic ICT skills are need to be move to the digitalisation era.Keberlanjutan dan keunggulan kompetitif organisasi sangat tergantung sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang serba digitalisasi. Revolusi Industri 4.0 telah mengubah arah Talent Management dalam menciptakan ASN dimasa depan untuk menyelenggarakan pelayanan publik berbasis digitalisasi yang serba kompleks. Tujuan Peneitian ini berfokus membahas subtansi talent management dan masalah yang terkait dengan mengidentifikasi bakat dengan menggunakan konsep yang berkaitan dengan Industri 4.0. Talent management memiliki dampak dalam keberhasilan suatu organisasi, karena memberi kesempatan untuk merekrut, mempertahankan dan mengembangkan bakat yang diperlukan secara efektif yang kemudian dikembangkan sebagai pemimpin masa depan yang mewakili kombinasi sistem cyber-fisik. Teknologi baru ini akan memengaruhi semua lintas disiplin dan bahkan menantang fungsi sumber daya manusia, bagaimana Industry 4.0 akan mengubah land-scape untuk pengembangan bakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data ditempuh melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi terhadap informan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ability yang dibutuhkan dalam talent management dalam era 4.0 yaitu kemampuan koqnitif, kemampuanketrampilan teknis dan ketrampilan pemecahan masalah yang rumit; (2) Ketrampilan dasar TIK diperlukan untuk memasuki era digitalisasi

    Pengantar Redaksi

    No full text
    Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah berkenan memberikan energi yang berlimpah kepada kita semua. Kami berharap, walaupun saat ini di tengah Pandemi Covid-19, semoga kita semua senantiasa berada dalam kondisi sehat dan tetap produktif dalam menjalankan aktivitas keseharian. Akhirnya, Administrtatio kembali menjumpai sidang pembaca yang budiman di Volume 11 Nomor 2 tahun 2020 dengan menyajikan 7 artikel yang ditulis oleh para akademiksi dan peneliti lintas institusi. Artikel pertama ditulis oleh Ferdiansyah, Cucu Sugiarti dan  Haura Atthahara yang melakukan riset mendalam tentang penanggulangan banjir yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Sebagaimana diketahui Kota Bekasi termasuk kategori tinggi untuk bencana banjir, karena Kota Bekasi sendiri terletak pada tiga Daerah Aliran Sungai (DAS). Permasalahan bencana banjir di Kota Bekasi selalu terjadi setiap tahunnya apabila sudah memasuki musim penghujan dan hampir seluruh kecamatan yang ada di Kota Bekasi berpotensi direndam banjir. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap pra bencana tindakan mitigasi dilakukan dengan memasang early warning system di lima lokasi aliran Sungai Cikeas-Cileungsi, kemudian menyebarluaskan peringatan dini kepada masyarakat, sejauh ini sudah berjalan dengan baik. Akan tetapi sosialisasi tanggap bencana belum dilakukan menyeluruh kepada masyarakat korban banjir Kota Bekasi. Selanjutnya pada saat bencana, BPBD belum bisa mengevakuasi warga korban banjir Kota Bekasi secara maksimal dan menyeluruh. Pada tahap pasca bencana, BPBD melakukan rehabilitasi pembersihan sampah dan lumpur pasca banjir serta melakukan trauma healing korban banjir. Kegiatan rekonstruksi berupa pembangunan kembali rumah yang rusak, sejauh ini masyarakat menggunakan uang pribadi masing-masing dan tidak mendapat dana bantuan apapun dari pemerintah. Selanjutnya penelitian yang dilakukan Siti Soviah, Delly Maulana, dan Arif Nugroho tentang tata kelola pengelolaan pariwisata di kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pariwisata di Kabupaten Pandeglang, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung berjalan sesuai dengan harapan baik, namun dalam pelaksanaannya tidak dapat dipungkiri bahwa sering terjadi konflik. Selanjutnya dalam hal Public Private Partnership  tercipta kontrak yang baik antara pihak swasta dan pemerintah, namun dari pengelolaan diserahkan kepada pihak swasta, dan pemerintah hanya membuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan wisata di daerah tersebut. Artikel ketiga ditulis oleh Wehelmina Lodia Kause dan Sirilus M. Lelan. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan proses manajemen pendidikan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan  yang meliputi perencanaan pendidikan, pengorganisasian pendidikan, penggerakan pendidikan dan pengawasan pendidikan di  Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa perencanaan analisis kebutuhan guru  belum didukung dengan data yang lengkap, pengorganisasian Nusa Tenggara Timur  terlampau besar, penggerakan berupa  motivasi guru Sekolah Menengah Atas/Sekolah  Menengah Kejuruan  di Provinsi Nusa Tenggara Timur  cukup tinggi  serta pengawasan masih terbatas baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Selanjutnya, artikel keempat ditulis oleh Arnelis Jessika, Bayu Sujadmiko, Desia Rakhma Banjarani, dan Ardy Herliansyah tentang kebijakan penanggulangan tindak pidana penyelundupan benih lobster di Provinsi Lampung. Penyelundupan benih lobster merupakan salah satu tindak pidana yang sedang marak terjadi di wilayah perairan Provinsi Lampung, hal ini diketahui berdasarkan data pada Ditreskrimsus Polda Lampung yang menunjukkan bahwa terhitung sejak Tahun 2017 hingga Tahun 2019 jumlah tindak pidana tersebut cenderung meningkat.Penelitian ini akan memfokuskan pada permasalahan tentang terjadinya tindak pidana penyelundupan benih lobster di Provinsi Lampung, upaya penanggulangan tindak pidana penyelundupan benih lobster di Provinsi Lampung, hambatan dalam penanggulangan tindak pidana penyelundupan benih lobster di Provinsi Lampung, dan kerangka internasional dalam pencegahan penyelundupan benih lobster. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana penyelundupan benih lobster di Provinsi Lampung terjadi karena tingginya kebutuhan lobster dari berbagai negara sedangkan di perairan Lampung memiliki potensi lobster yang cukup memadai, rendahnya kesadaran masyarakat atas dampak lingkungan, pemberian sanksi pidana kepada pelaku belum memberikan edukasi, serta pengawasan di wilayah perbatasan perairan tidak dilakukan secara optimal. Adapun upaya penanggulangan yang dilakukan adalah dengan tindakan preventif dan tindakan represif. Artikel kelima ditulis Muhammad Eko Subagtio. Penelitian yang ditulis Eko Subagtio bertujuan untuk mengetahui tindakan konsumtif yang dipraktikkan oleh masyarakat penerima bantuan Program Keluarga Harapan di Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori masyarakat konsumtif Jean Baudrillard. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dan teknik interpretasi dilakukan dengan pemahaman yang lebih mendalam. Perilaku konsumtif yang dipraktikkan oleh masyarakat penerima PKH ditunjukkan melalui aktivitas konsumsi atau berbelanja atas dasar keinginan, bukan atas dasar kebutuhan. Tindakan tersebut ditemukan dalam beberapa perilaku, diantaranya : (1) Ibu-ibu penerima manfaat bantuan PKH lebih sering menghabiskan dana yang diterima dalam waktu dua hingga tiga hari saja, (2) dana tersebut dipergunakan untuk berbelanja bahan-bahan konsumsi dalam jumlah yang besar, (3) aktivitas belanja di pasar membuat mereka membeli berbagai macam jenis barang yang awalnya tidak direncanakan. Untuk mengontrol penggunaan dana terhadap masyarakat penerima PKH, pemerintah desa mengadakan program sosialisasi yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Selanjutnya artikel ditulis oleh Vina Karmilasari, Devi Sutrisno Putri, dan Dodi Faedlulloh tentang Eco-Shool. Eco-school merupakan program besar yang mewadahi keinginan sekolah untuk berperan dalam melestarikan lingkungan. Program eco-school menggabungkan pembelajaran dan tindakan, sehingga menjadi metode yang efektif untuk mengubah perilaku dan membentuk karakter. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional dan  Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter menegaskan pentingnya melakukan revolusi karakter bangsa. Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ini sejalan dengan agenda Nawacita penguatan karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari revolusi mental. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025, secara implisit ditegaskan Pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional. Untuk dapat mencapai target maksimal dari penerapan eco-school maka dibutuhkan strategi yang sesuai dan mumpuni dalam mengeksekusi seluruh program tersebut. Mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti, maka penelitian memperoleh formulasi strategi berupa langkah kerja eco-school yakni: a) sosialisasi; b) pendidikan; c) pemberdayaan; d) pembudayaan; e) kerjasama peran stakeholder. Model strategi yang tersebut diharapkan dapat  berkontribusi guna membentuk karakter siswa peduli lingkungan yang kemudian secara beriringan mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelajutan (sustainable development) melalui karakter peduli lingkungan. Artikel terahkir ditulis oleh Tego Suroso, Diar Budi Utama, Wilopo, dan Siswo Hadi Sumantri tentang implementasi kesiapsiagaan Pt Daya Radar Utama dalam menghadapi risiko bencana. Kesiapsiagaan bencana salah satu perhatian penting dalam kesiapsiagaan non alam yakni meminimalisir risiko terjadinya kegagalan teknologi pada kapal. Sering kali berita kecelakaan kapal terjadi karena kegagalan teknologi maupun ketidaksiapan dari personel untuk memenuhi fasilitas dalam proses produksi kapal. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji implementasi kesiapsiagaan PT DRU dalam menghadapi risiko bencana. Secara umum PT DRU belum menjalankan kolaborasi dengan berbagai instansi kebencanaan untuk mengantisipasi terjadinya risiko bencana yang besar. Responsivitas PT DRU melalui HSE sebagai unit yang menangani kesiapsiagaan bencana dalam lingkup internal menunjukkan adanya ketidakmajuan organisasi dalam peningkatan kapasitas personel maupun kelengkapan fasilitas keselamatan. Dalam unit organisasi menunjukan bahwa HSE terbentuk saat PT DRU berdiri karena mengingat pentingnya unit pengelolaan risiko bencana dengan mengoptimalkan kesiapsiagaan bencana melalui pelatihan-pelatihan. Kami terus berusaha melakukan perbaikan di tengah banyak kekurangan yang harus dibenahi. Redaksi berharap upaya perbaikan dan peningkatan kualitas terbitan ini kian meneguhkan langkah Jurnal Administratio untuk tetap konsisten berperan sebagai media publikasi gagasan-gagasan dan kajian ilmiah di bidang administrasi publik dan pembangunan

    TAMBAHAN PENGHASILAN BERSYARAT (TPB) SEBAGAI WUJUD KINERJA ASN DI SETDA PROVINSI PAPUA

    No full text
    Abstract. Low ASN welfare greatly affects the performance of public services ?. This can be based on thelow payroll system. This paper intends to explain some of the payroll issues in Indonesia and how theyaffect the performance of ASN. Regional Performance Allowances as the only incentive to ASN in additionto the salary and benefits attached to Salary, overpriced benefits and transportation allowances forStructural and Functional Officials provided on the basis of attendance and performance appraisal. Thewriting is referred to in the Supplement of Conditional Income (TPB) as pergub no. 11 of 2014 in the RegionalSecretariat of Papua Province, as a manifestation of policy implementation by the governor to presumablymotivate ASN to be more disciplined and achievement in carrying out duties and responsibilities in order torealize a good public service. Key Words: Supplemental Conditional Income, ASN PerformanceAbstrak. Kesejahteraan ASN yang rendah sangat mempengaruhi kinerja pelayanan public ?. Hal ini dapatdidasari pada rendahnya sistem penggajian kita. Tulisan ini bermaksud memaparkan beberapa persoalanpenggajian di Indonesia dan bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja ASN. Tunjangan Kinerja Daerahsebagai satu-satunya insentif kepada ASN selain gaji dan tunjangan yang melekat pada Gaji, tunjangankemahalan dan tunjangan transportasi bagi Pejabat Struktural dan fungsional yang diberikan berdasarkanpenilaian kehadiran dan prestasi kerja. Fakus penulisan dimaksud adalah pada Tambahan PenghasilanBersyarat (TPB) seiring Pergub no. 11 tahun 2014 di Lingkungan Setda Provinsi Papua,sebagai perwujudandari implementasi kebijakan yang dilakukan gubernur untuk kiranya dapat memotivasi ASN guna lebihdisiplin dan berprestasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab guna mewujudkan pelayanan publikyang baik. Kata Kunci: Tambahan Penghasilan Bersyarat, Kinerja AS

    PENERAPAN MODEL 7S MC. KINSEY DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VII (PERSERO) LAMPUNG (ANALISIS ATAS DAMPAK BUDAYA ORGANISASI BAGI PENINGKATAN KINERJA DI BADAN USAHA MILIK NEGARA)

    No full text
    ABSTRACT. This research was about the application of 7S Mc Kinsey model at PT. PerkebunanNusantara VII (Persero) Lampung as the analysis of organization culture impact for performanceimprovement in State-Owned Enterprises (SOEs). It was conducted with qualitative approach thataims to describe and analyze the application of 7S Mc Konsey model. The data collection usedthrough documentation by searching and collecting written documents which were relevant to theresearch problem, in the form of documentation of the organization, laws, decisions and documentssupporting research activities. The result showed that the values implemented in that enterprisewas ProMOSI (productivity, quality, organization, service and innovation), the structure was basedon SK Direction No.7.6/Kpts/519/2010 on the 29th November 2010 consisting of 5 districts and 28business units, the annual report contained complete information on the planning, implementationand evaluation of corporate budget usage, the enterprise selected workers consisting of various social and social sciences, using two-way communication, and the strategy used was business success model. The suggestions given to this research were that this SOEs should be more adherent to thebudget in their distribution, create more effective and efficient strategies to improve performance,and alter existing organizational structures. Keywords : 7S Mc. Kinsey model; Organization Culture; Organization PerformanceABSTRAK. Penelitian tentang penerapan model 7S Mc. Kinsey di PT. Perkebunan Nusantara VII(Persero) Lampung merupakan suatu analisis dampak budaya organisasi bagi peningkatan kinerja diBadan Usaha Milik Negara (BUMN) dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untukmendeskripsikan dan menganalisis penerapan model 7S Mc. Kinsey di PT. Perkebunan Nusantara VII(Persero) Lampung serta dampak budaya organisasi bagi peningkatan kinerja di perusahaan tersebut.Peneliti mendapatkan data melalui dokumentasi yang dilakukan dengan cara mencari danmengumpulkan dokumen-dokumen tertulis yang relevan dengan masalah penelitian, berupadokumentasi organisasi, undang-undang, keputusan-keputusan dan dokumen-dokumen yangmenunjang kegiatan penelitian. Hasil penelitian yaitu bahwa tata nilai yang berlaku adalah ProMOSI(produktivitas, mutu, organisasi, servis dan inovasi), struktur dibuat berdasarkan SK Direksi No.7.6/Kpts/519/2010 tanggal 29 November 2010 terdiri dari 5 Distrik dan 28 Unit Usaha, laporantahunan berisikan informasi lengkap mengenai perencanaan, implementasi dan evaluasi penggunaananggaran perusahaan, perusahaan menyeleksi pekerja yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu eksaktadan sosial, gaya kepemimpianan menggunakan komunikasi dua arah, dan strategi perusahaanmenggunakan business success model. Saran yang peniliti berikan adalah perusahaan sebaiknya lebihtaat terhadap anggaran dalam penyalurannya, membuat strategi yang lebih efektif dan efisien untukmeningkatkan kinerja, dan merampingkan struktur organisasi yang ada. Kata kunci: Model 7S Mc. Kinsey; Budaya Organisasi; Kinerja Organisas

    ANALISIS KINERJA PENGOLAHAN SAMPAH DI KOTA METRO (STUDI DI TEMPAT PENGOLAHAN AKHIR SAMPAH (TPAS) KOTA METRO

    Full text link
    The purpose of this study are analysis of the performance of Waste in Metro City Sanitation Unit, and the application of the principles of Good Governance in UPT Cleanliness Metro City. The results showed Performance Of sewage treatment UPT Cleanliness Metro City quite well, evidenced by the hygiene conditions of the main road, and achievement, able to earn trophies Verse, a Clean City, increasing the results of revenue (PAD) from the levy cleanliness of Metro City, although it has not been thorough City area Metro accessible because of his lack of the number of worker / clerk pengakut garbage and facilities are inadequate, for the adoption of the principles of Good Governance, UPT Cleanliness Metro apply the principle of participation that the increased awareness and public confidence in the UPT Cleanliness Metro City with the volume of waste generated Metro city is quite high, it terihat of incoming data to Landfill Waste (TPAS) in Karangrejo Metro Tinur reached 210-225 cubic, public participation in the separation of household waste organic and inorganic, and physical activity / work devotion

    82

    full texts

    122

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇