Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
Not a member yet
    197 research outputs found

    Makna Sosio-Teologis Melayani Menurut Roma 12:7

    Get PDF
    Christianity is inseparable from ministry either in a holistic mission or a church ministry. As one of the gifts given by God in believers who must be actualized to God and others through a special gift, namely the gift of serving. Using descriptive qualitative method, the writer analyzes and examines the meaning of the gift of service which is expected to increase understanding and can have an impact on God's servants. which the purpose of writing is to bring believers more active in serving through the gift of serving. By understanding Christian service in Romans 12: 7, it can be concluded that the gift of serving is a must for believers given to him by God. For that the servant is expected to be able and careful in understanding the theological review in Romans 12: 7, so that the servant realizes that the service entrusted is an honor given by God and is done with sincerity as the dedication of a believer who receives gifts based on the example of Jesus. Then interpret service in socio-theology, which makes the meaning of serving which must be actualized to God and others as part of being a blessing for the world. Kekristenan tidak lepas dari pelayanan baik secara misi holistik maupun pelayanan gereja. Sebagai salah satu dalam karunia yang diberikan oleh Tuhan dalam kepada orang percaya yang harus diaktualisasikan kepada Tuhan dan sesama lewat karunia khusus yaitu karunia melayani. Menggunakan metode kulaitatif deskriptif, penulis menganalisis dan mengkaji makna karunia melayani yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan dapat membawa dampak bagi para pelayan Tuhan. yang mana tujuan dalam penulisan ini untuk membawa orang percaya semakin giat dalam melayani lewat karunia melayani. Dengan memahami melayani menurut Kristen dalamRoma 12: 7, dapat disimpulkan bahwa Karunia melayani adalah sebuah keharusan bagi orang percaya yang kepadanya diberikan oleh Tuhan. Untuk itu pelayan diharapakan mampu  dan cermat dalam memahami tinjauan teologis dalam Roma 12: 7, sehingga pelayan menyadari bahwa pelayanan yang dipercayakan adalah kehormatan yang diberikan Tuhan dan dikerjakan dengan kesungguhan sebagai dedikasi orang percaya yang menerima karunia yang didasari  dari keteladanan Yesus. Lalu memaknai pelayanan dalam sosio-teologi, yang menjadikan makna melayani yang harus diaktualisasikan

    Penderitaan dari Sudut Pandang Teologi Injili

    Get PDF
    Discussions on theology of suffering are very often discussed lately with the co-19 pandemic. There are a variety of different views that emerge to address the problem of suffering and disaster. This study aims to find out one view of suffering, that is, from the evangelicals. The method used in this research is descriptive qualitative using the literature as a source of data. From the results of the study the authors found that the evangelical view of suffering is that they consider suffering and disaster to be the will and sovereignty of God. In the suffering experienced by His people, God still shows His care. Evangelical groups also often associate disaster and suffering with eschatology. Pembahasan mengenai teologi penderitaan sangat sering dibicarakan diakhir-akhir ini secara khusus dengan adanya pandemi covid-19.  Ada berbagai pandangan berbeda yang muncul menyikapi masalah penderitaan dan bencana.  Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu salah satu pandangan mengenai penderitaan yaitu dari kaum Injili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan literatur sebagai sumber datanya.  Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa pandangan kaum injili mengenai penderitaan adalah mereka menganggap penderitaan dan bencana merupakan kehendak dan kedaulatan Allah.  Di dalam penderitaan yang dialami umat-Nya,  Allah tetap menunjukkan pemeliharaan-Nya.  Kelompok Injili juga sering mengaitkan bencana dan penderitaan dengan akhir saman

    Persepsi Mahasiswa STAKN Kupang Tentang Perbedaan Aliran Gereja

    Get PDF
    The issue of different church denominations has been one of the struggles faced by Christian churches for decades. This can be viewed as a form of wealth self-actualization of the church against the context of its existence, but on the other hand it can also be a source of schism in the unity of the body of Christ. The aim of this study was to determine the perceptions of STAKN’s students about the differences in church denominations. The research method used is a quantitative approach through the study of descriptive statistics. Samples were taken by using probability sampling technique, namely a total of 105 respondents. The results of the research obtained the value of tcount smaller than ttable (-97,385 < -1,983), so H0 is accepted and H1 is rejected. The conclusion is the perception of STAKN’s students in Kupang concerning the differences in church denominations is in a quite positive category.  Perbedaan aliran gereja merupakan salah satu pergumulan gereja yang rumit sejak dulu. Perbedaan aliran gereja dapat dipandang sebagai wujud kekayaan aktualisasi diri gereja terhadap konteks keberadaaan, namun di sisi lain dapat juga menjadi sumber perpecahan dalam kesatuan tubuh Kristus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang tentang perbedaan aliran gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui studi deskriptif statistik. Sampel diambil dengan menggunakan teknik dari Probability Sampling yaitu sebanyak 105 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Angket. Hasil penelitian didapatkan nilai thitung lebih kecil dari ttabel (-97,385 < -1,983) sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang tentang perbedaan aliran gereja berada pada kategori cukup positif

    Analisis Penerimaan Orang Tua Terhadap Anak Autis di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang

    Get PDF
    Children who are born with a perfect condition in the sense of healthy and normal are expected by all parents. In reality, not all children are born with this condition, so that not a few parents who are shy, lack of confidence and unable to accept the situation of less normal children. One example is a child who has autism. The purpose of this study was to determine how parents' attitudes toward children with autism. Qualitative methods used in this study with data collection techniques are interviews and observation. The results of the study found that parents can accept children diagnosed with autism with a different time period from one another. This can be seen from how the subject understands the child's condition as it is good, positive, negative, strengths and weaknesses of the child and understands children's habits in their daily life such as realizing what children can and cannot do, understanding the causes of bad and good behavior done by children. Anak yang terlahir dengan keadaan sempurna dalam artian sehat dan normal sangat diharapkan oleh semua orang tua. Kenyataannya, tidak semua anak terlahir dengan kondisi demikian, sehingga tidak sedikit orang tua yang malu, kurang percaya diri dan tidak dapat menerima keadaan anak yang kurang normal. Misalnya anak yang mengidap autisme. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap penerimaan orang tua terhadap anak penyandang autis. Metode kualitatif dipakai dalam penelitian ini dengan teknik pengumpulan datanya adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian didapati bahwa orangtua dapat menerima anak yang didiagnosa menyandang autis dengan jangka waktu yang berbeda satu dengan yang lainnya. Pasangan orang tua yang lengkap (suami istri) berbeda dengan orang tua single parent dalam proses penerimaan anak autis. Hal ini terlihat dari bagaimana subjek memahami kondisi anak apa adanya baik itu tingkah laku positif, negatif, kelemahan dan kelebihan yang anak miliki, serta memahami kebiasaan-kebiasaan anak dalam kesehariannya. Seperti menyadari apa yang telah dapatdan yang belum dilakukan oleh anak dan memahami munculnya perilaku anak yang baik dan buruk. &nbsp

    Makna Tanah Leluhur Bagi Naomi Berdasarkan Teks Rut 1:1-22

    No full text
    The Meaning of Ancestral Land For Naomi Based on Ruth 1: 1-22. The story of Naomi in Ruth 1: 1-22 is closely related to her ancestral land in Bethlehem-Judah. In Ruth 1: 1-3, Naomi is told to make a choice to leave her ancestral land. But Ruth 1: 6 explains that Naomi finally chose to return to her ancestral lands in Bethlehem-Judah after experiencing various suffering and tragedies in the land of Moab. Naomi's choice implied Naomi's perception of the economic, cultural, political and religious meaning of her ancestral land. Based on Ruth 1: 6-19-22, Naomi continues to acknowledge her ancestral land as the "mother" who gave birth to her, always faithfully welcomes her return, treats all the pain of her life; and even guarantee the prosperity of his life, the place that guarantees the rights of life and the social as a widow, and a safe place to worship faithfully to Allah the giver and the owner of his ancestral land. Makna Tanah Leluhur Bagi Naomi Berdasarkan Rut 1:1-22.  Kisah Naomi dalam Rut 1:1-22 berkaitan erat dengan tanah leluhurnya di Betlehem-Yehuda. Dalam Rut 1:1-3, Naomi dikisahkan  membuat pilihan untuk meninggalkan tanah leluhurnya. Namun Rut 1:6 menjelaskan bahwa Naomi akhirnya memilih untuk kembali ke tanah leluhurnya di Betlehem-Yehuda setelah mengalami berbagai penderitan dan tragedi di Moab tanah rantau. Pilihan Naomi tersebut tersirat persepsi Naomi tentang makna ekonomis, budaya, politis dan religious dari tanah leluhurnya. Berdasarkan Rut 1:6-19-22, Naomi tetap mengakui tanah leluhur nya sebaga “ibu” yang telah melahirkannya, selalu setia menyambut kepulangannya, mengobati semua kepedihan hidupnya; dan bahkan menjamin kesejahtraan hidupnya, tempat paling menjamin hak-hak hidup dan sosial sebagai seorang janda, dan tempat yang aman untuk beribadah dengan setia kepada Allah sang pemberi dan pemilik tanah leluhurnya. &nbsp

    Pemahaman Periodisasi Sejarah Gereja Umum di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang

    Get PDF
    This Paper is the result of a study of the extent of STAKN Kupang students’ understanding of General Church History Periodization. This research uses survey method with samle of 147 people. Data collection techniques using questionnaires and then analyzed in quantitative descriptive. The result showed that the level of  understanding of STAKN Kupang students was in the capable category.The Respondents’ denomination is in the category of able to very capable. This show that students, lectures and institutions have synergized well; students have a high  understanding of the periodization  of the history of the general church, lectures teaching with professionals and STAKN Kupang who always maintain and improve the equality of educational institutions. Scientific contributions from this research can be used as a source of study of Christian religious education. Such as hermeneutics, dogmatis, ethics, practica, theology form which can take something to deepen the knowledge and thingking of studet theology.     Tulisan ini merupakan hasil kajian tentang sejauh mana tingkat pemahaman mahasiswa STAKN Kupang terhadap periodisasi Sejarah Gereja Umum. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jumlah sample 147 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan kemudian dianalisa secara deskirptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa STAKN Kupang berada pada kategori mampu.  Denominasi sebaran responden berada pada kategori mampu menuju sangat mampu. Ini menunjukan bahwa mahasiswa, dosen dan lembaga telah bersinergi dengan baik; mahasiswa memiliki pemahaman yang  tinggi terhadap Periodisasi Sejarah Gereja Umum, dosen mengajar dengan profesional dan STAKN Kupang yang selalu menjaga dan memperbaiki kualitas lembaga pendidikan. Sumbangan ilmiah dari penelitian ini dapat dijadikan sumber kajian mata kuliah Pendidikan Agama Kristen seperti hermeneutik, dogmatika, etika, teologi praktika yang daripadanya dapat kita ambil sesuatu untuk memperdalam pengetahuan dan pemikiran teologi mahasiswa. Sumbangan ilmiah dari penelitian ini dapat dijadikan sumber kajian mata kuliah Pendidikan Agama Kristen seperti hermeneutik, dogmatika, etika, teologi praktika yangdari padanya dapat kita ambil sesuatu untuk menperdalam pengetahuan dan pemikiran teologi mahasiswa

    Perilaku Seksual Pranikah di Kalangan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen

    Get PDF
    This study was a survey research and the technique of collecting data was questionnaire. The result shown that there are 18 types of premarital sexual behaviour conducted by students of Program Studi PAK STAKN Kupang, they are: 1) holding partner's hands;2) cuddling;3) kissing on cheek;4) kissing on lips; 5) watching the porn video; 6) saving and searching porn images through internet line; 7) imaginating sexual intercourse; 8) talking porns with friends; 9) kissing the neck; 10) kissing onto breast; 11) touching breast; 12) fingering; 13) masturbating; 14) sex talk (talking dirty) with partners; 15) sex chat or sex phone or sex cam; 16) petting; 17) conducting intercourse; 18) oral sex. The patterns of sexual behaviour in this study were 3 types, they are: 1) holding partner's hands; 2) cuddling; 3) kissing on cheeks. The three of these types were in the high percentages, whereas the 15 left were in low percentages. In anticipating premarital sexual behavior among students, especially those who have sexual intercourse to lead to pregnancy. It is needed an action from the university management  to students both men and women who disobey the rules  by dropping them out from the college. It is expected to be cured of habbit for rule violators and provide lessons to their junior. Penelitian ini merupakan penelitian survei tentang perilaku seksual pranikah di kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen STAKN Kupang. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada delapan belas bentuk perilaku seksual pranikah mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Kristen STAKN Kupang yaitu: 1) pegangan tangan dengan pacar atau pasangan; 2) berpelukan dengan pacar atau pasangan; 3) berciuman pipi dengan pacar atau pasangan; 4) berciuman bibir dengan pacar atau pasangan; 5) menonton video porno; 6) menyimpan atau mencari gambar porno dari internet; 7) membayangkan melakukan seksual dengan lawan jenis; 8) membicarakan hal porno dengan teman; 9) mencium leher atau leher dicium pacar atau pasangan; 10) berciuman sampai ke daerah payudara; 11) memegang payudara atau payudara dipegang pacar atau pasangan; 12) memegang alat kelamin pacar atau pasangan; 13) masturbasi atau onani; 14) membicarakan hal porno dengan pacar atau pasangan; 15) melakukan chat sex atau sms sex atau phone sex atau cam sex; 16) petting; 17) melakukan hubungan seksual; dan 18) oral sex. Tiga bentuk perilaku seksual yaitu: 1) pegangan tangan dengan pacar atau pasangan; 2) berpelukan dengan pacar atau pasangan; 3) berciuman pipi dengan pacar atau pasangan dengan persentase tinggi sedangkan lima belas bentuk perilaku seksual lainnya berada pada persentase rendah.`Untuk mengantisipasi perilaku seksual pranikah di kalangan mahasiswa terutama yang melakukan hubungan seksual hingga mengakibatkan kehamilan perlu ada sikap yang tegas dari pimpinan perguruan tinggi kepada mahasiswa yang melanggar aturan yang ada baik laki-laki maupun perempuan dengan memberhentikan atau mengeluarkan mereka dari perguruan tinggi tersebut. Hal itu diharapkan untuk memberikan efek jera kepada pelanggar aturan sekaligus memberikan pembelajaran kepada adik-adik kelasnya.   &nbsp

    Peranan Gereja dalam Menghambat Laju Pertumbuhan Pemakai Narkoba

    Get PDF
    Indonesia is a country that is fertile ground for drug trafficking carried out by domestic dealers and drug dealers internationally. The rise of drugs today causes victims to die every day. President Jokowi came to state that Indonesia was on the verge of a "drug emergency", because every day 50 people died. If in just one year it could reach 18,000 people die each year. Seeing these facts, of course the government appealed through the National Narcotics Agency (BNN) that this should not be left unnoticed because it would have an increasingly bad impact. This research aims to give an idea to the churches that the spread of drugs and the number of users is alarming in the midst of this nation. The method that the author uses in writing this article uses a qualitative method with a literature study approach. The role that can be demonstrated by the church in drug prevention by preaching the dangers of drugs in the pulpits, partnering with BNN institutions as the frontline in eradicating drugs, conducting visits to rehabilitation sites and optimizing the role of families as supervisors. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi lahan subur dalam peredaran narkoba yang dilakukan oleh para bandar dalam negeri maupun bandar narkoba secara internasional. Maraknya narkoba di masa kini menyebabkan adanya korban yang meninggal setiap hari. Presiden Jokowi pun sampai  menyatakan bahwa Indonesia telah berada pada ambang “darurat narkoba,” dikarenakan setiap harinya meninggal 50 orang. Bila dalam setahun saja  dapat mencapai 18. 000 orang meninggal setiap tahunnya.  Melihat fakta-fakta ini, tentunya pemerintah menghimbau melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) mengemukan hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan semakin berdampak buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada gereja-gereja bahwa penyebaran narkoba serta jumlah pemakainya sudah mengkuatirkan di tengah bangsa ini. Adapun metode yang penulis gunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Peranan yang dapat ditunjukkan oleh gereja dalam pencegahan narkoba dengan mengkhotbahkan bahaya narkoba di mimbar-mimbar, bermitra dengan lembaga BNN sebagai garda terdepan pemberantas naskoba, mengadakan kunjungan ketempat rehabilitasi dan mengoptimalkan peran keluarga sebagai pengawas

    Analisis Faktor-Faktor Penyebab Perceraian Berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Balige Tahun 2017

    Get PDF
    The objective of this research is to know dominant factors which evoke Christian married couple divorce based on finding of Balige State Court in 2107 in efforts prevention by church for the people of Toba Samosir. This research use descriptive qualitative approach with documents analysis method. Data analysis carried out by doing interpretation the result of qualitative data analysis, after act of ranking grades and percentage be done. The act of data analysis is done since team of researcher start doing data classification (coding) within effective reading. Data interpretation is done by two stages, first interpretation of each data item and second, interpretation of all data. The result of data interpretation indicate insufficient family financial factor occupy in the highest sequence, which causing constantly dispute and no hope for living in harmonious anymore. The result of this research, then, posses coherence with Chapter 19 Government Regulation No. 9/1975 regarding Law Implementation No. 1/1974 and base theories of married couple experts. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dominan yang menyebabkan perceraian berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Balige tahun 2017 dalam upaya penanggulangan yang dilakukan oleh gereja bagi masyarakat Toba Samosir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan menginterpretasikan hasil analisis data kualitatif, setelah penyusunan persentase dan ranking dilakukan. Tindakan analisis data dilakukan sejak para peneliti mulai melakukan klasifikasi (pengkodean) melalui pembacaan efektif dokumen. Kemudian peneliti akan melakukan interpretasi data dengan dua tahap, yaitu interpretasi data setiap item dan interpretasi keseluruhan data. Hasil interpretasi analisis data menunjukkan bahwa faktor keuangan yang tidak mencukupi menempati urutan tertinggi, yang menyebabkan pertengkaran yang terus-menerus dan tidak ada harapan hidup rukun lagi. Dengan demikian hasil penelitian ini memiliki koherensi dengan Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 dan juga landasan teori-teori para ahli

    Misi dan kebangkitan Rohani: Implikasi Misi Allah Bagi Gereja

    Get PDF
    The purpose of this writing is to explain the close relationship between mission and spiritual awakening. The method used is qualitative description with library studies seen from the history of spiritual awakening that has happened and Christian mission's understanding of spiritual awakening. In conclusion, spiritual awakening can revive the passion for mission, and mission is one of the concrete steps manifested by missionaries in the event of a spiritual resurrection. For this reason, the signs that arise when spiritual awakening occurs are the heart of the mission involved. The relationship between mission and spiritual awakening is a spiritual awakening to evoke the spirit of mission. This is marked by so many missionaries who are involved in missionary service. Tujuan penulisan ini untuk menjelaskan hubungan yang erat antara misi dan kebangkitan rohani. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskripsi dengan studi kepustakaan dilihat dari sejarah kebangkitan rohani yang pernah terjadi dan pemahaman misi Kristen terhadap kebangkitan rohani. Sebagai kesimpulannya adalah kebangkitan rohani dapat menghidupkan kembali gairah untuk bermisi, dan misi adalah salah satu langkah yang kongkret yang diwujudnyatakan oleh para misionaris ketikaterjadinya kebangkitan rohani. Untuk itu, tanda-tanda yang muncul saat kebangkitan rohani terjadi adalah hati misi ikut di dalamnya. Hubungan antara misi dan kebangkitan rohani ialah kebangkitan rohani membangkitkan semangat bermisi. Hal ini ditandai dengan begitu banyaknya misionaris yang terjun dalam pelayanan misi. &nbsp

    193

    full texts

    197

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇