E-Journal STIQ Al-Lathifiyyah
Not a member yet
69 research outputs found
Sort by
TABAYYŪN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran QS. An-Nisā’ Ayat 94 dan Al-Ḥujurat Ayat 6)
Perkembangan media komunikasi massa, dan terutama dalam wujud media sosial, tidak hanya memberi dampak positif bagi kehidupan, akan tetapi juga membawa akibat negatif. Kekacauan-kekacauan sosial ini diantaranya disebabkan oleh massifnya peredaran berita bohong, atau yang secara populer kerapkali disebut sebagai hoax. Dalam beberapa hal, peredaran hoax yang amat masif ini, dalam perspektif agama Islam –sebagai salah satu agama dengan jumlah penganut terbesar di dunia, dimungkinkan karena ketidakpatuhan atas petunjuk-petunjuk dalam kitab suci al-Quran, yakni tradisi untuk senantiasa ber-tabayyun atau cross check, yakni memeriksa terlebih dahulu setiap kabar yang diterima. Artikel ini berupaya untuk menelisik pemaknaan tabayyun dalam al-Quran, sebagaimana ditunjukkan dalam QS. Al-Nisa ayat 94 dan QS. Al-Hujurat ayat 6
IJTIHAD KONSTRUKTIF DAN INOVATIF DALAM TAFSIR RAHMAT KARYA OEMAR BAKRI
Artikel ini menganalisis secara kritis pemahaman bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, olehkarena itu untuk memahami hukum-hukum dalam teks Al-Qur’an perlu dipahami antara lain dari segi bahasa,dalam hal ini budidaya. Para ulama yang ahli dalam bidang fikih telah melakukan penelitian secara menyeluruhterhadap teks-teks al-Qur'an dan kajian ini tertuang dalam prinsip-prinsip yang dipegang oleh umat Islam yangbenar untuk memahami isi al-Qur'an dengan benar. Aturan-aturan ini membantu umat Islam untuk memahamiteks-teks yang tampak kabur (tidak jelas), interpretasi global teks takwil dan aturan hukum terkait lainnya dariteks-teks Al-Qur'an. Dengan demikian dapat dipahami mana ayat yang muhkam dan mana ayat yang mutasyabihatdalam Al-Qur'an itu sendiri
NON MUSLILM SELAMAT DIL AKHILRAT (Studi Komparatif Tafsir Q.S. Al-Baqarah: 62 dan Al-Maidah: 69 dalam At-Tahrir wa Tanwir dan Al-Manar)
Q.S al-Baqarah ayat 62 dan al-Maildah ayat 69 mengilsyaratkan bahwa non muslilm akan mendapatkankeselamatan dil akhilrat. Oleh karena iltu muncul berbagail macam pertanyaan-pertanyaan dil dalam pilkilran kilta. Nonmuslilm yang sepertil apa yang mendapat keselamatan dil akhilrat? Apa saja krilterilanya? alpalkalh ilnil bersilfalt umumuntuk non muslilm sebelum Nalbil Muhalmmald SAlW dilutus daln setelalh Nalbil dilutus? Dal alm alrtilkel ilnil penulils alkalnmemfokuskaln paldal palndalngaln Muhalmmald Albduh, Ralsyild rildhal daln Ilbnu alsyur. Metode dal alm peneliltilaln ilnilalnal ilsils kepustalkalaln yalng menggunalkaln pendekaltaln kual iltaltilf. Peneliltilaln ilnil bertujualn untuk memberilkalnwalwalsaln mendal alm mengenalil perspektilf yalng beralgalm terkalilt keselalmaltaln alkhilralt balgil non-Muslilm,sebalgalilmalnal dilalrtilkaln oleh dual talfsilr yalng memegalng peraln pentilng dal alm traldilsil Ilslalm. Talfsilr Talhrilr wal Talnwilrdaln Talfsilr Al -Malnalr dilalnggalp sebalgalil kalryal-kalryal klalsilk modern yalng mewalkil il pemalhalmaln kontekstual, hilstorils,daln filosofils dalril alyalt-alyalt tersebut. Halsil dalril peneliltilaln ilnil balhwal Muhalmmald Albduh, Ralsyild Rildhal daln IlbnuAlsyur aldal kesepalkaltaln balhwal non muslilm yalng selalmalt dil alkhilralt sebelum Nalbil Muhalmmald SAlW dilutus aldal alhsilalpal saljal yalng mengilkutil Nalbil-nalbil terdalhulu yalng memil ilkil perilncilaln krilterilal yaliltu (Merekal berilmaln kepaldal Allalhdengaln ilmaln yalng lurus benalr sesualil aljalraln Ilslalm, Merekal berilmaln kepaldal kiltalb Ilslalm, yaliltu kiltalb-kiltalb yalngdilturunkaln Allalh Swt kepaldal nalbilnyal malsilng-malsilng, Berilmaln secalral keseluruhaln daln benalr terhaldalp kiltalb yalngdilturunkaln kepaldal nalbil merekal, Bersilkalp Khusu’ terhaldalp aljalraln yalng dilbalwal oleh nalbil merekal sebalgalil bualhaldalnyal ilmaln yalng benalr dal alm daldal daln perbualtaln merekal, tildalk menukalr altalu melalkukaln jual belil terhaldalpalyalt-alyalt Allalh dengaln kesenalngaln kehildupaln dunilal). Dengaln demilkilaln, alrtilkel ilnil berfungsil sebalgalil sumbalngalnkonstruktilf untuk memalhalmil daln mengalpresilalsil keralgalmaln keyalkilnaln dal alm Ilslalm
HIKMAH ASMA’UL HUSNA DIAKHIR AYAT AL-QUR’AN (Memahami Makna Ar-Razᾱq dan Implikasinya Pada Generasi Sandwich)
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami hikmah penggunaan Asmaul Husna, khususnyapemahaman terhadap nama ar-Razᾱq, yang muncul pada akhir ayat Al-Qur'an. Fokuspenelitian ini terutama difokuskan pada implikasi pemahaman tersebut terhadap generasisandwich, yaitu generasi yang berada di antara tanggung jawab merawat orang tua danmerawat anak-anak mereka sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teksAl-Qur'an dan studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahamanmendalam terhadap Asmaul Husna, khususnya ar-Razᾱq, dapat memberikan wawasan yangmendalam tentang konsep rezeki dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Implikasipemahaman ini pada generasi sandwich dapat memperkaya perspektif mereka terhadap peranmereka sebagai penyedia rezeki dan pengelola tanggung jawab keluarga. Penelitian ini
memberikan kontribusi dalam memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Al-Qur'an dan menggali potensi pengaruh positifnya terhadap kehidupan sehari-hari, khususnya
dalam konteks generasi sandwich. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat membantumasyarakat, terutama generasi sandwich, untuk mengelola peran mereka dengan penuhkesadaran dan memahami konsep rezeki secara holistik
PENDIDIK BERKARAKTER SUFI : Studi Analisis Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Kahfi Ayat 17
In the view of Islam, educator essentially is the Prophet’s heir. He has a great responsibility to build the student’s character in order to be good and knowledgable. This is in accordance to the purpose of man’s creation, i.e. to worship Allah. Thus the main purpose of education is to direct mankind to in total obedience to Allah who are able to maintain the earth (khalifah fil ‘ardh) based on divine values. Educator therefore should become a figure who can the divine mission and spread it The divinemission of an educator should be realized in a sufistic character by educating his students both intellectually and spiritually
TAFSIR AYAT HIJAB: Analisis Metode Tafsir Rawaiul Bayan Muhammad Ali Ash Shabuni
This study discussed the method of tafsir Rawaiul Bayan by Muhammad Ali Ash Shabuni is related to hijab, especially in Surah Annur ayah 30-31. Ash Shabudi prioritised his overview that wearing of veil (cadar) is obligated. On the other hand, the referral literature used is dissagred that woman’s face is ashame. This literature study uses Rawaiul Bayan as fundamental literature
MAKNA KATA UFF DALAM AL-QUR’AN
This study is motivated by the distance of the values of the Koran in modern life which is increasingly sophisticated which has shifted moral values and has an impact on various moral deviations in everyday life. One of them is the behavior of children towards their parents. Like disobedient and dutiful to his parents. The main problems in this study are: 1. What is the meaning of the word uff in the Quran?
This type of research is library research, by collecting data or materials related to the discussion and problems, which are taken from library sources in the form of books, encyclopedias, dictionaries, journals, documents and so on. Then analyzed using the tahlili method, namely the author wants to know how the Qur'an can play a role in life, especially in ethics to parents by analyzing the interpretation of surah al-Isra' verse 23, al-Anbiya' verse 67 and al-Ahqaf verse 17, and in that verse there is the word uff which means ah and the explanation will be taken from several commentaries.
The results of this study indicate that: 1. the meaning of the word uff in the Qur'an is a word or action that contains the meaning of irritation, boredom, or other bad attitudes that show disrespect and the results can hurt the hearts of both parents
WALI FILSUF: Konsep Wali dalam Tinjauan Tafsir Falsafi
The idea of wali has a meaning that varies from one scientific discipline to another. What is meant in the terminology of the fuqoha (disciplines of jurisprudence) is clearly not the same as the description understood by the Sufis (disciplines of Sufism). This article is intended to trace the use of the term wali in the perspective of Muslim Philosophers (disciplines of philosophy
ERENCANAAN PERUBAHAN DALAM SUDUT PANDANG AL-QURAN: Analisa Al-Quran dalam Fundamental Perubahan Pendidikan
This paper is behind the concept of innovation that became one of the universal and fundamental strategy. The substance of innovation in education has the purpose of improving and updating the context of human development and educational institutions. Reference and inspiration of Islamic principles into modern theoretical problematic have a significant impact as the basic foundation of management science study in the future. Planning is part of a management science resulting from the process of human innovation of the object of education. This paper uses a method of commentary maudu'I or thematic interpretive analysis, which refers to a unity of certain themes in the verses of the Qur'an, as well as analyze the innovative part of planning in the perspective of Al-Quran. The study of educational innovation embodied in the Qur'an has implications for the human mindset to be able to plan the educational process systematically, objectively and dynamically. Planning human resources to the stage of management is a manifestation of human success to improve the paradigm of innovation that entered the world of educatio
Langkah-Langkah Studi Hadis Tematik
Artikel ini membahas tentang langkah sistematis memahami hadis Nabi Saw secara tematik (Mawdui). Metode Tematik (mawdui) adalah mengumpulkan hadis-hadis yang terkait dalam satu tema. Pendekatan tematik dalam pemahaman hadis adalah memahami maksud yang terkandung dalam makna hadis dengan cara mempelajari hadis-hadis lain yang terkait dalam tema pembahasan yang sama dan memperhatikan korelasi masing-masing hadis sehingga memperoleh pemahaman hadis yang utuh. Adapun langkah-langkah sistematis memahami hadis Nabi Saw dimulai dari penentuan tema atau masalah yang akan dibahas, menelusuri hadis-hadis yang terkait dengan tema bahasan (takhrij al-hadis), penghimpunan hadis yang sama atau setema, asbabul wurud, mengkritisi akan ke-shahihan hadis, penelitian sanad berupa menyajikan data apa adanya dengan tingkat kualitas intelektual perawi, penelitian matan, I’tibar sanad, kajian linguistik, melengkapi pembahasan dengan hadis atau ayat pendukung, penyusunan hasil penelitian, dan diakhiri dengan penarikan kesimpula