E-Journal STIQ Al-Lathifiyyah
Not a member yet
69 research outputs found
Sort by
MUHAMMAD SAW DALAM PANDANGAN ORIENTALIS
Nabi Muhammad Saw merupakan sumber yang diyakini umat Islam sebagai manusia yang sempurna akhlak-nya tercoreng oleh pengkaji Islam dari kalangan Non-Muslim.hal ini dimulai sejak Term Orientalisme hadir dalam ranah Akademik. Orientalis muncul manakala sejarah mempertemukan Negara Timur dan Barat salah satunya persaingan politik pada Abad 8M. Orientalisme yang terjadi sebelum perang dunia kedua cenderung berisi muatan sentimen agama daripada akademik. Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar petinggi gereja ingin mempelajari Islam dengan maksud tertentu, bukan untuk kajian akademik. Sejak kekuasaan Islam mulai masuk ke benua Eropa, muncul ketertarikan terhadap Islam di kalangan bangsa Eropa. Sejak kekuasaan Islam mulai masuk ke benua Eropa, muncul ketertarikan terhadap Islam di kalangan bangsa Eropa. Para orientalis menganggap kitab suci Al-Qur’an adalah hasil karangan Nabi Muhammad Saw. mereka tidak percaya bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak bisa membaca dan menulis, dan menuduh bahwa Nabi bisa membaca, sehingga mereka menganggap Nabi pernah membaca kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an dan meragukan ke-otentikan Al-Qur’an dan menuduh Nabi memasukkan beberapa redaksi dari kitab Taurat,ajaran Yahudi dan Bible ke dalam Al-Qur’an
RELASI ANTARA JIN DAN MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Maudhu’i)
Penelitian ini bertujuan untuk memahami penafsiran mufassir tentang ayat-ayat yang menjelaskan relasi antara manusia dan jin dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kualitatif tafsir melalui tematik maudhu’i. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis data mengalir (Flow Model), yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi antara manusia dan jin memiliki dua bentuk, yaitu relasi asosiatif dan disosiatif. Relasi asosiatif terdapat dalam surah al-Zariyat ayat 56, yang menggambarkan hubungan baik antara jin dan manusia dalam konteks ibadah. Sedangkan relasi disosiatif terdapat dalam surah al-An’am ayat 128, yang menggambarkan hubungan buruk, di mana jin dan manusia berkolaborasi dalam kemaksiatan. Surah al-Jin ayat 6 juga menjelaskan tentang relasi buruk, di mana manusia meminta perlindungan kepada jin, yang mengarah pada kesyirikan. Selain itu, surah al-Nas ayat 6 menunjukkan kerja sama antara jin dan manusia dalam menyesatkan umat manusia, dengan keduanya berperan sebagai setan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa relasi antara jin dan manusia dapat memberikan dampak baik maupun buruk. Dampak positifnya adalah memperkuat keimanan kepada Allah SWT, sementara dampak negatifnya dapat berupa gangguan, kesulitan, kesyirikan, dan kerugian sosial. Untuk menghindari gangguan jin, manusia disarankan untuk beristighfar, berdzikir, dan menjauhi langkah-langkah setan
MODERASI BERAGAMA DALAM PENGAJIAN KITAB TAFSIR JALALAIN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN PUTRI AL-LATHIFIYYAH PALEMBANG
Penelitian ini berusaha mengungkap nilai-nilai moderasi beragama yang terdapat dalam pengajian kitab Tafsir Jalalain di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Putri Al-Lathifiyyah. Nilai-nilai moderasi beragama dalam pengajian kitab Tafsir Jalalain akan dibedah dengan teori yang diungkapkan oleh M. Quraish Shihab tentang hakikat moderasi beragama yang meliputi tiga hal pokok yaitu aqidah, syari’ah dan akhlak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai moderasi Islam dalam pengajian tafsir Jalalain dalam bidang aqidah terdapat dalam penjelasan tafsir surat Ali Imran ayat 67 dan 70, sedangkan dalam bidang syari’ah terdapat dalam penjelasan tafsir surat Ali Imran ayat 71 dan 76, dan dalam bidang akhlak, terdapat dalam penjelasan tafsir surat Ali Imran ayat 74 dan 75
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN DAN SAINS (STUDI ANALISIS TAFSIR TAHLILI QS. AL-MU’MINUN: 12-14)
Proses Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan (Studi EksposisiAnalitis Surah Al-Mu’minun: 12-14)" yang membahas proses penciptaan manusia menurutSurah Al-Mu’minun: 12-14 dan ilmu pengetahuan, serta pandangan para ulama tentangrelevansi ilmu dengan proses tersebut. Penelitian ini menggunakan teori penciptaan manusiaberdasarkan Al-Qur'an dan teori ilmu reproduksi, serta metode eksposisi analitis untukmenginterpretasi ayat-ayat Al-Qur'an dengan mendeskripsikan makna yang terkandung didalamnya. Pandangan para komentator, baik klasik maupun modern, menunjukkan bahwaproses penciptaan manusia melalui tahapan yang serupa. Dalam kesimpulannya, prosespenciptaan manusia menurut Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan menunjukkan kesamaan dalam
fase pertumbuhan dan perkembangan janin, yang tidak bertentangan dengan ketentuan Al-Qur'an dan justru memperkuat kebenaran tentang penciptaan manusia sebagai khalifah di
bumi
MODERASI ISLAM DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis Unsur-Unsur Moderasi Islam dalam Ayat-Ayat Sufistik)
Aspek moderasi dalam agama Islam, atau kerapkali disebut sebagai Wasthiyyah Islam, seringkaliditerjemahkan sebagai ‘Justly Balanced Islam’ atau ‘Islam Berkeseimbangan secara Adil’, dan kadang jugadisebut sebagai ‘Middle Path Islam’ atau ‘Islam Jalan Tengah’. Karakter moderat inilah yang padaumumnya dilekatkan bagi praktek keberagamaan dan atau keislaman di Indonesia. Meskipun demikian,para ulama kerap mengalami kesulitan dalam menjelaskan pengertian dari konsep Wasathiyyah Islam.Sejauh ini, konsep wasathiyyah Islam disajikan dalam tiga aspek ajaran Islam yakni akidah (iman), Syariah(hukum), dan akhlak (budi pekerti). Artikel ini dimaksudkan sebagai penggalian atas makna moderasiIslam atau wasthiyyah Islam dari sudut akhlak-tasawuf, serta bagaimana al-Quran berbicara tentangpentingnya sikap moderat dalam bertasawuf. Hal ini penting terutama apabila menimbang tasawuf kerapmenjadi sasaran perdebatan di kalangan internal umat Islam; terdapat kalangan yang pro maupun yangkontra terhadapnya
KUFUR DALAM AL-QURAN (Studi Tematik Ayat-Ayat Takfir Dalam Al-Quran)
Term kufur beserta derivasinya ditemukan 525 kali yang tersebar di 73 surat dari 114 surat di dalam Al-Qur’an. Mengingat term kufur menghasilkan beragam makna, maka ayat-ayat kufur yang luas akan diseleksi, diinventarisasi dan dibahas hanya yang berkaitan dengan syariat dibolehkannya takfîr. Jenis penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan) yang menggunakan metode maudhû'i untuk meneliti ayat-ayat Al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini adalah vonis takfîr dapat diberikan terhadap keyakinan, perkataan atau tindakan yang dinilai menyimpang terhadap sesuatu yang bersifat akidah (ushûl). Perkara-perkara ushûl yang menyebabkan kekufuran di dalam Al-Qur’an di antaranya: pengingkaran kepada Allah Swt.; menyekutukan Allah Swt.; pengingkaran kepada rasul-rasul Allah Swt.; pengingkaran kepada kitab Allah Swt.; pengingkaran terhadap hari kiamat; pengingkaran terhadap hari kebangkitan; pengingkaran terhadap azab Allah Swt.; pengingkaran terhadap ibadah haji; dan menghalalkan sesuatu yang diharamkan. Takfîr terhadap sesama muslim dapat merusak citra Islam yang baik. konsep takfîr ini harus dipahami secara benar dan komprehensif oleh setiap muslim
GERAKAN AKSI BELA ISLAM
Aksi Bela Islam or Act of Islamic Defense is a series of rallies in Indonesia and other countries often triggered by expressions or attitudes that show displeasure and contempt for Islam. The actions occurred as the public's response to the government being slow to deal with and process perpetrators of "humiliation." From street actions to boycott, sometimes happen to counter distaste for insults. This work aims to look at a similar track record in the past, in the dawn of Islam, and to find out the act's position
DIASPORA ULAMA DALAM TAFSIR MARAH LABID (STUDI ANALISIS Q.S. AT-TAUBAH AYAT 122)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diaspora dalam pandangan Tafsir Marah Labid(Analisis Penafsiran Q.S. Surah At-Taubah ayat 122). Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif melalui metode tafsir tahlili (analisis). Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkanbahwa adanya isyarat Nawawi Al-Bantani terhadap diaspora untuk pencapaian keilmuan. Penelitianini menyimpulkan bahwa Nawawi Al-Bantani yang juga sebagai Diaspora Ulama yang mengemban
pendidikan di luar negeri. Diaspora dipercaya menjadi solusi alternatif dalam merespon kondisi sosio-politik negara pada masa itu. Kondisi kestabilan sosio-politik suatu daerah menjadi sebuah pra-syarat
yang harus dipenuhin untuk membangun kondisi pembelajaran yang ideal. Penelitian inimerekomendasikan kepada akademisi dan riset untuk mengembangkan lebih jauh terkait penelitianini sebagai sebuah referensi, untuk mengetahui diaspora dalam pandangan Al- Qur’an
EKSISTENSI TUHAN MENURUT K.H. MISBAH MUSTHOFA (Studi Analisis QS. Al-Baqarah [2]: 186 dalam Tafsir Tāj al-Muslimīn)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan K.H. Misbah Musthofa
tentang eksistensi Tuhan melalui studi analisis terhadap penafsiran pada ayat QS. Al-Baqarah [2]: 186 dalam kitab tafsirnya yang berjudul Tajul Al-MusliMin. Penelitian ini
melibatkan peninjauan literatur terkait pemikiran K.H. Misbah Musthofa, pendekatan tafsirAl-Quran, dan analisis kontekstual terhadap ayat yang menjadi fokus penelitian. Metodepenelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis. Pertama, akan dilakukan
peninjauan literatur untuk memahami terkait eksistensi Tuhan. Kemudian, tafsir Tajul Al-Muslimin yang mencakup ayat QS. Al-Baqarah [2]: 186 akan dianalisis secara mendalam
untuk memahami penafsiran K.H. Misbah Musthofa terhadap ayat tersebut. Analisis akanmelibatkan identifikasi argumen dan pemahaman konteks ayat yang relevan dalam tafsirTajul Al-MusliMin. Dalam penelitian ini, akan diperhatikan bagaimana K.H. Misbah Musthofamenggambarkan eksistensi Tuhan dalam konteks ayat tersebut, serta kontribusipemikirannya terhadap pemahaman umat Islam tentang eksistensi Tuhan. Hasil penelitianini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pandanga
FENOMENA FLEXING DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN : (Kajian Tafsir Tahlili Q.S Al-Qashash ayat 76-84)
ABSTRAK: Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang fenomena flexingyang beberapa waktu terakhir sedang marak terjadi di masyarakat. Flexingmerupakan perilaku pamer harta kekayaan, yang ditampilkan dengan beragamcara, kemudian dikemas semenarik mungkin untuk menarik perhatian publik.Banyak pelaku flexing yang berlomba-lomba untuk melakukan aksi pamer atasapa yang dimilikinya, mulai dari gaya hidup yang penuh dengan kemegahmegahan dan berujung kepada sifat bangga (sombong) atas apa yang dimilikinyadan kemudian memamerkannya. Perilaku pamer dulu adalah suatu hal yang tabudi masyarakat, namun kini perilaku pamer harta (flexing) sudah menjadi perilakuburuk yang dinormalisasikan dan tanpa disadari telah menjadi trend dimasyarakat. Melalui penelitian ini penulis ingin mengkaji bagaimana perilakuflexing dalam pandangan Al-Qur’an, yang difokuskan pada Q.S Al-Qashash ayat76-84