E-Journal STIQ Al-Lathifiyyah
Not a member yet
    69 research outputs found

    REINTERPRETASI PEMIKIRAN TASAWUF AL-GHAZALI DALAM KONTEKS TAFSIR MODERN: RELEVANSINYA TERHADAP NILAI-NILAI MORAL DAN KEMANUSIAAN

    No full text
    Al-Ghazali sebagai salah satu tokoh utama dalam tradisi tasawuf Islam, menawarkan pandangan yang spesifik mengenai hubungan antara manusia dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Melalui pendekatan spiritual dan etika tasawufnya, al-Ghazali mengajarkan pentingnya pembersihan hati, dan pengendalian diri untuk mencapai kebahagiaan hidup yang hakiki. Dalam tafsir modern, pendekatan ini memiliki potensi besar untuk memberikan perspektif yang lebih humanis dan inklusif, yang dapat membantu merespons tantangan-tantangan social, moral dan kemanusiaan yang dihadapi umat manusia saat ini, seperti ketidakadilan, konflik sosial, dan marginalisasi. Adapun beberapa konsep etika tasawuf alGhazali yang dapat dijadikan pijakan untuk membangun tafsir yang lebih sensitif terhadap nilai-nilai moral dan kemanusiaan di antaranya tafakku, muraqabah dan muhasabah, sabar, al-itsar, mahabbah, tawadhu’, riyadhah dan mujahadah

    Tafsir Tawassul dalam tinjauan Historis

    No full text
    Dalam kajian Al-Quran, terdapat satu pembahasan yang menjadi perselisihan Panjang di abad modern ini. Yaitu Tawasul. Tawassul merupakan praktek ibadah yang sudah biasa dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Untuk menggali sumber historis praktek Tawassul dalam islam perlu kiranya peneliti menampilkan rekaman literatur yang mengulas praktek tersebut baik dari wahyu al-Quran maupun hadits-hadits Nabi Saw. Penelitian ini merupakan peneltian kepustakaan yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, informasi dan berbagai macam materi lainnya yang terdapat dalam kepustakaan, dengan  mengutakan jenis dari penelitian ini dihrapkan bahawa fokus dan langkah yang akan ditempuh dalam penelitian ini akan menjadi jelas. Tawassul secara historis sudah ada sejak Nabi Adam a.s hingga umat Nabi Muhammad Saw. Praktek yang dilakukan oleh masyarakat muslim adalah bertawassul dengan asma Allah, amal saleh, orang saleh maupun bekas peninggalan dari orang saleh tersebut. Dan kesemuanya itu tercatat dalam literatur-literatur otentik di lingkungan internal masyarakat muslim

    Kontekstualisasi Tafsir As Sya'rowi dalam Kehidupan Modern

    No full text
    Abstract This study aims to examine the development of Tafsir As-Syarawi in modern life, explore how this tafsir remains relevant and accepted by various Muslim circles, and identify the contribution of Sheikh As-Syarawi in answering various challenges and contemporary issues through his work. This study uses a qualitative method with a library research approach to analyze various sources and interpretations used by Sheikh As-Syarawi in interpreting the Qur'an, as well as how his linguistic, contextual, and scientific approaches can be applied in modern life. The results of this research This study shows that Tafsir As-Syarawi by Sheikh Muhammad Mutawalli As-Shaarawi remains relevant in modern life. First, this tafsir uses clear and simple language, making it easier to understand for various groups, including the younger generation and those who do not have a deep Islamic scientific background. Second, As-Syarawi relates the verses of the Quran to relevant social, cultural, and moral contexts in daily life, providing a practical view for Muslims in facing the challenges of modern times. This tafsir also emphasizes the moral and ethical values of the Quran, helping to shape the character and behavior of Muslims according to religious teachings. As-Syarawi offers concrete solutions to contemporary issues such as education, economics, and social relations. His open approach to modern science allows this interpretation to remain relevant in an ever-evolving scientific and technological context. Through media such as lectures on television and digital platforms, Sheikh As-Syaravi's teachings can reach millions of people around the world, including the younger generation. The life and example of Sheikh As-Syarawi as a moderate and integrity scholar inspires Muslims to practice the teachings of Islam wisely and with compassion

    PERSPEKTIF AL-QUR’AN TENTANG KESEIMBANGAN DAN PELESTARIAN ALAM (Menelaah Ayat-ayat Kauniyah)

    No full text
    Esensi penelitian meliputi latar belakang bumi merupakan kesatuan lingkungan hidup yang amat luas.Permukaannya diperkirakan seluas 510 juta HA, tapi dengan permukaan tanah hanya 153 juta Km persegi atau15.300 juta Ha. Oleh karena itu, suatu desa tempat tinggal kita hanya merupakan luasan lingkungan hidup yangamat kecil jika dibandingkan dengan bumi sebagai suatu tatanan lingkungan hidup, kita tentu teringat kejadianselama dua bulan terakhir ini, yakni gempa garut pada Tanggal 27 April 2024, banjir bandang Sumatra Baratpada Tanggal 11 Mei 2024, berawal dari erosi terkikisnya tanah, karena pengeboran dan penambangan liar padapermukaan bumi sehingga terjadinya pergerakan tanah dan adanya pembuangan sampah sembarang ke sungai,kali, saluran air, sehingga tertutupnya jalur air yang penuh dengan sampah, dorongan lebih kuat dan jebolnyatanggul sungai dan bendungan air. Semua kejadian buruk menurut perspektif Al-Qur’an, jelas mencerminkankelengahan kita memegang amanat Allah SWT dalam surat Hud dijelaskan, seyogyanya mengingatkan kitakepada peringatan Allah dalam surat Ar-Rum ayat 41 yang berbunyi “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautdisebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagai bagian akibatperbuatan mereka agar mereka kembali kepada jalan yang benar.” Tujuan penelitian ini adalah bentuk dakwahliteratur dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, verifikasi, historiologi, mengharapkan hasilpenelitian ini, manusia menjaga kelestarian alam terhindar dari kepunahan demi keberlangsungan hidupberkelanjutan. Hasil penelitian mengharapkan agar manusia menjadikan Al-Qur’an (ayatul kauniyah) sebagaipedoman hidup demi kelestarian alam berkelanjutan

    TEORI AL-ṢARFAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP KEOTENTIKAN AL-QUR’AN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori Al-Ṣarfah dan menjelajahi relevansinya terhadapkeotentikan Al-Qur’an. Konsep Al-Ṣarfah menjelaskan bahwa ada upaya Allah Swt untuk mencegah manusia danmencabut kemampuan, motivasi, ilmu, dan pengetahuan yang diperlukan untuk menandingi Al-Qur’an. KeotentikanAl-Qur’an menjadi fokus utama dalam penelitian ini, dengan penekanan pada pemahaman yang lebih mendalamtentang teori Al-Ṣarfah terhadap interpretasi dan pemahaman Al-Qur’an. Penelitian menggunakan studi pustakauntuk meninjau teori Al-Ṣarfah dan keotentikan Al-Qur’an dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian inimengungkapkan bahwa teori Al-Ṣarfah memiliki relevansi yang signifikan terhadap keotentikan Al-Qur’an. Dalamproses analisis, teori Al-Ṣarfah mempertimbangkan konteks kebahasaan, dan perbedaan budaya pada saatpenurunan wahyu. Pemahaman yang lebih mendalam tentang teori Al-Ṣarfah dapat memberikan wawasan yangberharga bagi pemahaman dan interpretasi Al-Qur’an. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidangstudi Al-Qur’an dan ilmu-ilmu terkait. Temuan penelitian ini dapat digunakan untuk memperkaya pemahamankeagamaan, bahwa teori Al-Ṣarfah mempinyai sisi lain terkait keotentikan Al-Qur’an dan mengembangkan pemikirankritis dalam memahami wahyu yang terkandung dalam Al-Qur’an

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM QS. LUKMAN 12-19 Perspektif Tafsir Al-Misbah

    No full text
    Pendidikan akhlak merupakan sebuah bentuk upaya bimbingan untuk mengarahkan sesorang kepada terbentuknya kebaikan lahir dan bathin sehingga terwujudlah insan kamil. Dalam Q.S Lukman 12-19 terkandung pokok-pokok tuntunan agama seperti aqidah, syari’at dan akhlak. M.Quraish Shihab adalah adalah pakar tafsir di Indonesia yang piawai dalam menyampaikan pesan-pesan al-Qur’an sesuai konteks modern. Baginya, akhlak berkaitan dengan hubungan makhluk dan khaliq dalam tatanan nilai ilahiyah. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan dianalisis dengan metode penafsiran tahlili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Q.S. Lukman 12-19 perspektif Tafsir al-Misbah yaitu: bersyukur, tauhid, birrul walidain, penghambaan, amar makruf nahi munkar, nilai keimanan pada hari kiamat, dan nilai rendah hati dan berbuat baik

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM QS. LUKMAN 12-19: Perspektif Tafsir Al-Misbah

    No full text
    Pendidikan akhlak merupakan sebuah bentuk upaya bimbingan untuk mengarahkan sesorang kepadaterbentuknya kebaikan lahir dan bathin sehingga terwujudlah insan kamil. Dalam Q.S Lukman 12-19terkandung pokok-pokok tuntunan agama seperti aqidah, syari’at dan akhlak. M.Quraish Shihab adalah adalahpakar tafsir di Indonesia yang piawai dalam menyampaikan pesan-pesan al-Qur’an sesuai konteks modern.Baginya, akhlak berkaitan dengan hubungan makhluk dan khaliq dalam tatanan nilai ilahiyah. Adapun jenispenelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan dianalisis dengan metode penafsiran tahlili. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Q.S. Lukman 12-19 perspektif Tafsir al-Misbah yaitu:bersyukur, tauhid, birrul walidain, penghambaan, amar makruf nahi munkar, nilai keimanan pada hari kiamat,dan nilai rendah hati dan berbuat baik

    IMPLEMENTASI KONSEP AL-I`TISHAM SEBAGAI GERAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI ERA NEW NORMAL (ANALISIS QS. ALI-`IMRAN: 103)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari konsep al-I’tisham sebagai gerakanpenanggulangan kemiskinan (analisis Q.S., Ali-Imran: 103). Fenomena kemiskinan menjadi sebuahpermasalahan yang dihadapi negara Indonesia, terutama pasca pandemi. Hal ini terjadi akibat terjadinyahambatan dalam proses sirkulasi ekonomi pada kehidupan masyarakat. Pemerintah telah mengupayakanbeberapa strategi untuk dapat mencegah kenaikan angka kemiskinan, namun tentunya perlu ada upaya yanglahir juga dari masyarakat sebagai perpanjangan tangan dari penerapan dan penyaluran beberapa kebijakandengan gerakan sukarelawan. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui bagaimana konsep dari al-I’tishamdalam penanggulangan kemiskinan dengan gerakan sukarelawan. Dengan menggunakan metode groundedtheory, kajian ini akan melihat ayat-ayat yang terkait dengan tindakan sukarelawan masyarakat sertamengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari ayat-ayat tersebut. Selanjutnya, dari hasil identifikasi tema,akan dicari pesan moral yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Rancangan metode penelitian groundedresearch adalah prosedur kualitatif yang menghasilkan sebuah teori yang menjelaskan, pada tataran konsep,sebuah proses, kegiatan, perbuatan atau interaksi yang terjadi pada suatu waktu tertentu. Adapun hasil daripenelitian ini yaitu masyarakat perlu untuk mengambil peran dengan gerakan sukarelawan yang dapatmembantu meminimalisir angka kemiskinan yang ada di Indonesia

    KRITIK NALAR ARAB DAN REKONSTRUKSI TAFSIR AL-QURAN MUHAMMAD ABID AL-JABIRI

    No full text
    Pasca dekade 60-an, terjadi gelombang perubahan dalam peta intelektual arab, khususnya, dan dunia Islam pada umumnya. Abdullah Laroui menengarai periode ini sebagai The Second Nahdhah (kebangkitan kedua), yang ditandai dengan kekalahan Arab dari Israel pada Perang 1967, dimana sejak saat itu para pemikir Muslim mulai menggelorakan kritik-diri demi mengejar ketertinggalan peradaban Islam dari Barat-Eropa. Artikel ini mengulas pemikiran Muhammad Abid Al-Jabiri, salah satu pemikir yang memiliki peran signifikan dalam peta pemikiran di fase kebangkitan kedua. Salah satu gagasannya yang cukup masyhur adalah Kritik Nalar Arab. Tetapi bukan hanya itu, Al-Jabiri juga, terutama di akhir-akhir karir intelektualnya, mengaplikasikan kritik-kritiknya tersebut ke dalam teori-teori ilmu al-Quran. Al-Jabiri juga diketahui merintis proyek rekonstruksi Tafsir al-Quran

    Makna Kata Sholat Dalam Al-Quran

    No full text
    Dalam diskursus ilmu al-Qur’an dan tafsir, al-Wujuh wa an-Nazhair adalah sebuah fenomena kebahasaan. Dimana ilmu ini mampu mengungkap makna yang ada dalam setiap lafadz mufradat al-Qur’an, sehingga terang dan terungkaplah sisi-sisi kemu’jizatan al-Qur’an baik dari aspek lafadznya maupun penuturannya. al-Wujuh wa an-Nazhair berfungsi menjelaskan lafadz yang telah di sebutkan dalam al-Quran Karim pada suatu tempat dengan makna yang bebeda ketika lafaz itu  di  sebutkan  pada tempat lain, dan juga menjelasakan makna yang sama dari suatu lafadz yang ada. al-Wujuh adalah kata yang memiliki kesamaan lafadz namun berbeda makna. Sedangkan an-Nazhair adalah kata yang memiliki perbedaan lafadz namun hakikat maknanya adalah sama. Kata sholat tidak kurang disebutkan 68 kali di dalam a-Qur’an, baik dalam bentuk ashli ataupun derivasi ‘aridhinya. Menarik untuk diteliti kata shalat dan makna shalat jika ditinjau dari aspek al-Wujuh wa an-Nazhair

    0

    full texts

    69

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STIQ Al-Lathifiyyah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇