Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
Literature Study: Potential of Garcinia latissima Miq. for Skin Care - a Mini Review
The species Garcinia Latissima Miq. is native to Southeast Asia\u27s tropical rain forests, primarily in Papua and Maluku. This plant is well-known for its thick-skinned fruit, used as a spice in traditional recipes. Garcinia Latissima Miq is also used in traditional medicine. Its use as a traditional medicine is because Garcinia Latissima Miq. has long been recognized as a source of phenolic compounds, and earlier research has shown that the chemicals extracted have biological activity as antioxidants, antibacterials, and antimicrobials. This study aimed to gather adequate information on the Garcinia Latissima Miq. plant\u27s potential for usage as a cosmetic or skincare ingredient. A literature review was done in this study to obtain data from prior investigations. According to the findings of this investigation, the Garcinia Latissima Miq. plant possesses anti-elastase, which helps maintain skin elasticity, and contains flavonoids that inhibit tyrosinase in melanogenesis. Garcinia Latissima Miq. plant has the potential to maintain skin elasticity and brightness
PENUTUPAN ACCOUNT MEDIA SOSIAL YANG BERKAITAN DENGAN TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK TERHADAP SARA OLEH HAKIM BERDASARKAN ASAS INDEPENDENSI KEMANDIRIAN
Di zaman kemajuan seperti sekarang tidak dapat dipungkiri segala bentuk teknologi semakin mempunya perkembangan pesat setiap harinya, salah satunya adalah media sosial. Media sosial membawa kita para pengguna untuk mempermudah segala bentuk kegiatan dalam kehidupan sehari-hari bahkan membuat para pengguna merasa bergantung dengan adanya media sosial. Tetapi, perkembangan teknologi tidak hanya berupa memberikan dampak positif saja, namun juga memberikan dampak negatif. Tindak pidana penghinaan atau ujaran kebencian (hate speech) dan/atau penghinaan, serta penyebaran informasi di media sosial yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan antar individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Dengan perkembangan zaman yang ada membuat munculnya kejahatan baru yang disebut dengan cybercrime melalui jaringan internet. Munculnya beberapa kasus cybercrime melalui jaringan internet di Indonesia seperti penghinaan di media sosial, penipuan, dan penyadapan data. Peneliti ingin menganalisis tentang Putusan Nomor 628/Pid.Sus/2021/PN JKT. Sel., mengenai penerapan sanksi tindak pidana ujaran kebencian dan penghinaan yang ditujukan terhadap individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di Sosial Media dan kewenangan hakim terhadap akun media soial yang tidak diletakan dalam upaya paksa penyitaan berdasarkan Asas Independensi dan Kemandirian. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, penelitian dilakukan dengan menganalisis bahan lainnya dan bahan rujukan dalam bidang hukum lainnya. Dalam penjatuhan sanksinya terhadap kasus yang terjadi serta menimbang penerapan hukum di Indonesia yang menerapkan keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan individu juga serta keseimbangan guna mencapai kesejahteraan masyarakat dan perlindungan masyarakat serta hakim memiliki kewenangan yang bisa dilakukan untuk menutup akun tersebut
Study the Immunology of Asthma: A Review of the Pathophysiology, Biomarkers, and Treatments of Asthma
In addition to varying expiratory airflow limitation, asthma is a diverse disease characterized by a history of respiratory symptoms (such as wheezing, shortness of breath, chest tightness, and coughing) that change over time and in intensity. Later, the restriction of airflow could become permanent. A prevalent condition in both adults and children, asthma has a high global morbidity, death, and economic cost. Now that asthma is acknowledged as a diverse illness, new clinical and laboratory studies have clarified our knowledge of the immunology that underlies the condition. It is now recognized that asthma is a heterogeneous, complex condition with a range of hereditary and environmental components, where focused medicines lead to greater asthma control. Previously, asthma was thought to be a single diagnosis with standardized treatments for all individuals. Physicians may recognize asthma by endotype and develop more specialized and efficient treatment plans to better manage their patient’s asthma by having a better understanding of the immunology of asthma. This comprehensive discussion of asthma immunology describes the causes and biomarkers now used in clinical practice, as well as the most advanced biological and specific treatments for asthma. From the review of this article, it can be concluded that articles were obtained with details of 18 articles containing information on Pathophysiology, Biomarkers, Immunology, and Treatments of Asthma
PERLINDUNGAN HUKUM DAN PERTANGGUNGJAWABAN KERUGIAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI ELEKTRONIK
Berkembangnya transaksi jual beli secara online menimbulkan permasalahan hukum baru khususnya hukum perlindungan konsumen berkaitan dengan kerugian yang dialami konsumen atas ketidaksesuaian produk yang dipesan dengan yang ditawarkan penjual. Permasalahan yang dibahas dalam penulisan ini adalah bagaimana pertanggung jawaban pelaku usaha terhadap kerugian yang diderita oleh konsumen terhadap ketidaksesuaian informasi barang yang dijual, dan bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen yang dirugikan akibat ketidaksesuaian informasi barang yang dijual. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan yang relevan dan mengacu kepada ilmu hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan, asas-asas hukum dan pendapat ahli maupun praktisi hukum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pelaku usaha bertanggung jawab dengan mengganti kerugian berupa pengembalian uang maupun penggantian barang dan/atau jasa yang sesuai atau bernilai setara. Sebagai bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada konsumen yaitu konsumen dapat mengajukan pengaduan atas tindakan wanprestasi dalam perjanjian sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku
Pengujian Validitas Indonesian Academic Resilience Scale pada Mahasiswa
The Indonesian Academic Resilience Scale developed by Ramdani, et al. (2020) has demonstrated good validity evidence in measuring academic resilience among school student groups. This study aims to complement the validity evidence of this measurement tool in a university student population. The sample in this study consisted of active students from a university in Jakarta (n=200). Validity evidence was assessed using confirmatory factor analysis (CFA) techniques and correlations with other measurement tools. The CFA results showed that the item factor loadings ranged from 0.52 to 0.83. Reliability was assessed using internal consistency reliability (α = 0.476 – 0.778). The test results indicated that adjustments to the measurement tool are needed for use with university students, retaining only 16 out of 27 items.Indonesian Academic Resilience Scale yang dikembangkan oleh Ramdani, dkk. (2020) sebenarnya telah menunjukkan bukti validitas yang baik dalam mengukur resiliensi akademik pada kelompok siswa sekolah. Penelitian ini mencoba melengkapi bukti validitas alat ukur tersebut pada kelompok populasi mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif salah satu Universitas di wilayah Jakarta (n=200). Bukti validitas dilihat dengan teknik analisis confirmatory factor analysis (CFA) dan korelasi dengan alat ukur lain. Hasil CFA menunjukkan butir alat ukur memiliki factor loading antara 0.52-0.83. Sementara reliabilitas dilihat dengan internal consistency reliability (α = 0.476 – 0.778). Hasil pengujian menunjukan diperlukan penyesuaian terhadap alat ukur untuk penggunaan pada mahasiswa, hanya 16 butir yang dipertahankan dari 27 butir alat ukur
Perhitungan Pipa Kondenser pada PLTU dengan kapasitas 10 MW pada PT XYZ
Jenis penukar kalor sangatlah beragam dan masing masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang spesifik. Namun demikian jenis shell & tube sejauh ini merupakan jenis yang paling banyak dipergunakan berkat konstruksinya relative sederhana dan memiliki keandalan karena dapat dioperasikan dengan beberapa jenis fluida kerja. Efek pendinginan yang dihasilkan dalam sistem perpindahan panas tergantung dari efektivitas kinerja kondensor. Sementara, kinerja kondensor semakin lama akan menurun seiring dengan terjadinya fouling factor. Pada penelitian ini dilakukan analisa perhitungan jumlah tube dan diameter tube pada kondensor sebagai Alat Penukar Kalor (APK). Dari hasil analisa perhitungan adalah jumlah tube 663 buah, diameter tube 40 mm, panjang tube 2,5 m
Optimisasi Desain Kompartemen Komposit Fiberglass melalui Metode Wet Lay-up: Studi Analisis Simulasi dan Eksperimen
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tegangan optimum kompartemen dari material komposit berbasis fiber glass menggunakan metode wet lay-up. Tren penggunaan material yang kuat dengan masa yang relatif rendah, menjadikan komposit pilihan yang tepat. Sebuah desain kompartemen telah dibuat, dengan spesifikasi yang ideal yang dapat diassembly sesuai kebutuhan. Proses fabrikasi dilakukan menggunakan bahan penguat Fiber glass dengan metode laminasi wet lay-up dan resin sebagai perekat. Metode simulasi digunakan untuk menganalisis tegangan optimum yang didapatkan. Data menunjukkan kekuatan tegangan mencapai 120000N. Hasil ini menunjukkan tegangan yang cukup untuk menahan kompartemen dari beban fluida. Uji eksperimen dilakukan dengan mengalirkan fluida dari sumber air. Pada awalnya ditemukan kebocoran pada beberapa celah kompartemen, setelah perbaikan produk telah mampu menahan beban laju air yang diberikan. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa pengembangan manufaktur berbasis material komposit berbahan dasar fibre glass dengan metode wet lay-up layak menjadi alternatif material pendukung manufaktur industri. Kedepannya, produk ini ideal digunakan untuk fabrikasi produk yang membutuhkan kemudahan distribusi, seperti di daerah terpencil atau jauh dari perkotaan
PENERAPAN ELECTRONIC KNOW YOUR CUSTOMER (E-KYC) BERBASIS NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN (NIK) DIKAITKAN DENGAN PRINSIP KEHATI-HATIAN (PRUDENTIALITY PRINCIPLE) NOTARIS DALAM MEMBUAT AKTA
Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif didukung dengan wawancara dengan analisis secara kualitatif terhadap data sekunder untuk mendapatkan kesimpulan tentang sistem e-KYC dengan basis NIK dapat diterapkan dengan prinsip kehati-hatian dalam UU Jabatan Notaris yaitu prinsip mengenal nasabah dalam membuat akta otentik agar menghindari terjadi pemalsuan data pribadi dan pencucian uang. Kelebihan mencegah terjadinya pemalsuan data pribadi yang kerap mengikutsertakan Notaris dalam pemeriksaan dan proses verifikasi dokumen lebih cepat. Kekurangan sistem keamanan e-KYC rentan terhadap perlindungan data pribadi terkait terdapat kerjasama dengan pihak swasta dalam mengelola sistem e-KYC di Dukcapil dan kemungkinan pencurian data atau fraud yang dilakukan oleh peretas atau hacker. Notaris masih belum siap dikarenakan tidak semua Notaris mengetahui apa itu e-KYC dan bagaimana pelaksanaanya serta manfaatnya bagi Notaris
Peningkatan Kualitas Pelayanan di Bloom Petshop & Grooming Dengan Menggunakan Metode Quality Functional Deployment (QFD)
Meningkatnya minat masyarakat dalam memelihara hewan telah menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi petshop. Namun, persaingan dalam bisnis petshop pun semakin ketat. Oleh karena itu, petshop perlu fokus pada penyediaan pelayanan berkualitas guna memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan daya saingnya. Quality Function Deployment (QFD) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan di petshop, karena QFD dapat menterjemahkan kebutuhan pelanggan menjadi keputusan operasional yang konkret. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana QFD dapat meningkatkan kualitas layanan di Bloom Petshop & Grooming di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner dari 120 responden. Analisis gap yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat gap negatif pada 24 atribut kualitas layanan di Bloom Petshop & Grooming, yang berarti bahwa kualitas layanan yang diterima pelanggan saat ini belum memenuhi harapan mereka. Dalam matriks House of Quality (HOQ) yang dikembangkan dalam QFD, ditetapkan 10 atribut kualitas dalam dimensi yang berbeda, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, serta 19 respon teknis yang akan diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas layanan. Berdasarkan matriks HOQ yang dikembangkan, beberapa rekomendasi diberikan untuk meningkatkan kualitas layanan di petshop tersebut
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit: Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Jakarta
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kompetensi, akuntabilitas, jender dan independensi auditor terhadap kualitas audit. Penelitian ini mengambil objek dari Kantor Akuntan Publik (KAP) di Jakarta Selatan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif menggunakan data primer dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden dan diperoleh 75 responden. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis yang diolah melalui IBM SPSS versi 25. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data, diperoleh kompetensi dan akuntabilitas auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan jender dan independensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
Kata kunci: kompetensi, akuntabilitas, jender, independensi, kualitas audit, auditor.
Abstract
The purpose of this study is to examine the effect of competence, accountability, jender and auditor independence on audit quality. This research takes objects from the Public Accounting Firm (KAP) in South Jakarta. The method in this study used quantitative research methods using primary data by distributing questionnaires to respondents and obtained 75 respondents. Data analysis techniques used in this study used descriptive statistical analysis, classical assumption tests, and hypothesis testing which were processed through IBM SPSS version 25. Based on the results of analysis and discussion of the data, it was found that auditor competence and accountability had a significant effect on audit quality, while jender and independence no significant effect on audit quality.
Keywords: competency, accountability, jender, independence, audit quality, auditor