Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
    3327 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB VARIATION ORDER DAN DAMPAKNYA DARI ASPEK BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI: Studi Kasus: Gedung Perpustakaan Umum

    Full text link
    Pembangunan Gedung Perpustakaan umum bertujuan untuk pembudayaan gemar membaca tingkat daerah Kabupaten/ Kota. Pada proses konstruksi proyek Gedung Perpustakaan Umum ditemukan pekerjaan tambah kurang atau Variation Order pada pekerjaan Arsitektur dan Struktur. Pekerjaan Variation Order diajukan oleh kontraktor untuk kemudian disetujui oleh konsultan pengawas. Kemudian dikeluarkan Berita Acara terhadap pekerjaan Variation Order yang berisikan informasi item pekerjaan yang terkena pengaruh Variation Order. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor dan akibat pekerjaan Variation Order terhadap kinerja biaya dan durasi pelaksanaan pada proyek Gedung Perpustakaan Umum. Pengumpulan data primer diperoleh dari kuesioner dengan pihak yang terlibat dalam proyek Gedung Perpustakaan Umum dan data sekunder diambil dari perusahaan yang terlibat pada proyek Gedung Perpustakaan Umum dan diolah menjadi sebuah Variation Order yang mempengaruhi kinerja biaya dan waktu pekerjaan pada proyek. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa faktor penyebab Variation order adalah Kesalahan planning/estimasi volume dan Desain yang tidak sempurna. Hasil analisis Variation Order proyek Gedung Perpustakaan Umum untuk pekerjaan arsitektur dan struktur didapat penambahan nilai pekerjaan senilai Rp. 2.550.351.602,47 dengan nilai deviasi dari pekerjaan sebelum dan sesudah terjadinya Variation Order sebesar 72,22 %. Pekerjaan Variation Order menyebabkan penambahan waktu pelaksanaan selama 83 hari. Berdasarkan hasil analisis data terdapat perubahan terhadap biaya pekerjaan dan penambahan durasi pelaksanaan proyek akibat terjadinya Pekerjaan Variation Order. Studi kelayakan dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui layak atau tidak nya pekerjaan Variation Order tersebut

    ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMBATALAN KUASA YANG MENGANDUNG UNSUR NOMINEE DALAM PEROLEHAN HAK ATAS TANAH

    Full text link
    Perjanjian nominee ialah suatu perjanjian yang dibuat oleh para pihak atau antara seseorang dengan orang lain yang mana orang tersebut tidak bisa menjadi subjek atas hak kepemilikan suatu aset di Indonesia. Dalam hal ini para pihak yang tersebut adalah WNI dan WNA yang seringkali menimbulkan suatu permasalahan karena adanya sengketa beserta kerugian. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini  adalah Bagaimana kedudukan hukum akta Kuasa Notaris yang didalamnya tidak terdapat unsur batas waktu dan Apa akibat hukum terhadap akta Kuasa Notaris yang didalamnya terdapat unsur nominee. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai Undang-Undang bagi para pihak yang membuatnya, dalam hal ini perjanjian tersebut batal demi hukum dan akta yang mengandung unsur nominee tersebut juga dianggap tidak pernah ada.Perjanjian nominee ialah suatu perjanjian yang dibuat oleh para pihak atau antara seseorang dengan orang lain yang mana orang tersebut tidak bisa menjadi subjek atas hak kepemilikan suatu aset di Indonesia. Dalam hal ini para pihak yang tersebut adalah WNI dan WNA yang seringkali menimbulkan suatu permasalahan karena adanya sengketa beserta kerugian. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini  adalah Bagaimana kedudukan hukum akta Kuasa Notaris yang didalamnya tidak terdapat unsur batas waktu dan Apa akibat hukum terhadap akta Kuasa Notaris yang didalamnya terdapat unsur nominee. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai Undang-Undang bagi para pihak yang membuatnya, dalam hal ini perjanjian tersebut batal demi hukum dan akta yang mengandung unsur nominee tersebut juga dianggap tidak pernah ada

    Love Others (2S): Psychoeducation to Increase Understanding of Bullying in Students at SMPN 16 Semarang

    Full text link
    The problem of bullying is rampant in education, especially in junior high schools.  This research aims to educate students and raise awareness to prevent bullying. Based on the results of research at SMPN 16 Semarang, it was found that verbal bullying was rampant in the school environment. The form of community service implementation in this junior high school through bullying psychoeducation, has several stages, namely; an introduction, pre-test, material about bullying, post-test, declaration agreement (writing cartarsis and signatures), and consumption. The results showed that psychoeducation about bullying applied to students of class VIII-H SMPN 16 Semarang had a significant effect on increasing students\u27 knowledge about bullying.Permasalahan bullying atau perundungan marak terjadi di dunia pendidikan terutama di sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi peserta didik dan meningkatkan kesadaran mencegah terjadinya bullying. Berdasarkan hasil riset di SMPN 16 Semarang, ditemukan maraknya bullying secara verbal yang dilakukan di lingkungan sekolah. Bentuk pelaksanaan pengabdian masyarakat di sekolah menengah pertama ini melalui psikoedukasi bullying yang memiliki beberapa tahapan, yaitu; pengenalan, pre-test, materi mengenai bullying, post-test, perjanjian deklarasi (menulis katarsis dan tanda-tangan), dan konsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikoedukasi tentang bullying yang diterapkan pada siswa kelas VIII-H SMPN 16 Semarang berpengaruh signifikan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bullying.

    Strategi Komunikasi Partisipatif untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Kampung Dadap Sawah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi partisipatif berbasis model konvergensi Kincaid untuk meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat Kampung Dadap Sawah, Kabupaten Tangerang. Metode kualitatif studi kasus dengan wawancara mendalam terhadap lima informan kunci, observasi lapangan, dan analisis dokumen diterapkan untuk mengungkap akar masalah yang multidimensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan top-down yang selama ini diterapkan di lingkungan masyarakat Kampung Dadap Sawah, Kabupaten Tangerang yang melalui pengeras suara masjid, terganggu oleh kebisingan bandara, serta grup WhatsApp yang eksklusif, ternyata gagal menciptakan pemahaman bersama dan justru menyebabkan fragmentasi partisipasi. Sehingga kelompok pemuda dan perempuan termarjinalkan dalam proses pengambilan keputusan. Defisit literasi lingkungan masyarakat menyebabkan praktik berisiko seperti pembuangan limbah kerang yang mencemari air tanah dan memicu masalah kesehatan. Temuan kritis lainnya mengungkap bahwa ketiadaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) dan sistem drainase yang buruk memperparah krisis lingkungan yang ada. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan strategi komunikasi partisipatif yang integratif, meliputi: pembangunan forum dialog inklusif, pengembangan pesan lingkungan berbasis narasi dan nilai budaya lokal (seperti gotong royong), pembangunan sistem umpan balik yang fungsional, serta edukasi kontekstual yang fokus pada pembangunan nilai-nilai kolektif. Maka dapat disimpulkan bahwa transformasi keberlanjutan hanya dapat tercapai melalui sinergi holistik antara komunikasi dialogis, peningkatan literasi lingkungan, dan dukungan infrastruktur yang memadai dari pemerintah setempat

    Cover, Kata Pengantar, Daftar Isi

    No full text

    IMPLEMENTASI PEMBUATAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK BAGI PENYANDANG DISABILITAS

    Full text link
    Hak atas pekerjaan merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia yang tidak dapat dipisahkan, karena setiap individu memiliki hak untuk terlibat, berkontribusi, serta menikmati hasil dari pembangunan di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Pemenuhan hak ini memungkinkan seluruh hak dan kebebasan dasar manusia dapat diwujudkan secara menyeluruh, sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak atas Pembangunan tahun 1986. Ketentuan ini juga mencakup perlindungan hak-hak penyandang disabilitas. Di Indonesia, penyandang disabilitas masih menghadapi tantangan besar dalam memperoleh dan menjalankan pekerjaan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji standar ketenagakerjaan internasional bagi penyandang disabilitas dalam kerangka hukum nasional, serta menggambarkan implementasi dan pengawasannya berdasarkan kondisi yang terjadi di lapangan

    DETERMINASI KINERJA KEUANGAN: PERAN MODERASI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN

    Full text link
    Penelitian ini ditujukan guna menyelidiki pengaruh struktur modal, green intellectual capital, green accounting, ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan dengan dewan komisaris independen sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yang menguji hipotesis dengan populasi perusahaan teregstrasi di Bursa Efek Indonesia pada IDX ESG Leader selama 2021-2024, metode penentuan sampelnya mempergunakan teknik purposive sampling melalui aplikasi SPSS 27 yang dijadikan alat analisisnya. Hasil temuan studi mengindikasikan, green intellectual capital dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, struktur modal berpengaruh negatif, serta green accounting berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Dewan komisaris independen memperkuat hubungan antara struktur modal dan green accounting terhadap kinerja keuangan, tetapi tidak memperkuat hubungan antara green intellectual capital, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan. Implikasi temuan ini perusahaan diharapkan menerapkan struktur modal yang seimbang guna meningkatkan stabilitas dalam pengelolaan keuangan yang dapat meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Perusahaan perlu terus memperkuat praktik green accounting dengan lebih bijaksana untuk mendukung peningkatan kinerja keuangan. Meskipun dalam penelitian ini green intellectual capital tidak mengindikasikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, perusahaan disarankan agar senantiasa membuat inovasi menciptakan teknologi ramah lingkungan yang dapat memberikan dampak positif di masa depan, serta perusahaan harus mempertimbangkan faktor ukuran perusahaan untuk memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan

    EVENT REGISTRATION IN JAKARTA INTERNATIONAL GI ENDOSCOPY SYMPOSIUM (JIGES) 2024

    Full text link
    The Jakarta International GI Endoscopy Symposium (JIGES) 2024, an annual national event organized by the Indonesian Society of Gastrointestinal Endoscopy (PEGI) in collaboration with the Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine, University of Indonesia (FKUI), and MTS Event Management, successfully implemented an efficient and well-structured registration process. Analysis shows that this efficiency stemmed from consistent use of the same registration system year after year, the organizing team\u27s experience, and standardized registration form design. Despite accommodating 300 participants simultaneously, on-site re-registration proceeded smoothly due to meticulous staff preparation, an alphabetically organized data system, and the support of a responsive and informative team. Nevertheless, participant feedback indicated a need for improved visualization of registration information flow for new attendees. Overall, JIGES 2024 was successful not only in delivering the latest scientific knowledge but also in providing a seamless and satisfying registration experience for its participants.The Jakarta International GI Endoscopy Symposium (JIGES) 2024, an annual national event organized by the Indonesian Society of Gastrointestinal Endoscopy (PEGI) in collaboration with the Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine, University of Indonesia (FKUI), and MTS Event Management, successfully implemented an efficient and well-structured registration process. Analysis shows that this efficiency stemmed from consistent use of the same registration system year after year, the organizing team\u27s experience, and standardized registration form design. Despite accommodating 300 participants simultaneously, on-site re-registration proceeded smoothly due to meticulous staff preparation, an alphabetically organized data system, and the support of a responsive and informative team. Nevertheless, participant feedback indicated a need for improved visualization of registration information flow for new attendees. Overall, JIGES 2024 was successful not only in delivering the latest scientific knowledge but also in providing a seamless and satisfying registration experience for its participants

    Optimasi Treatment Pemanasan pada Proses Pengelasan Pipa Penstock

    Full text link
    Cacat retak pada sambungan las merupakan permasalahan utama dalam perakitan pipa penstock untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Cacat retak disebabkan oleh pendinginan yang cepat akibat aliran udara dingin (20℃) yang mengalir di dalam pipa penstock saat proses pengelasan. Pendinginan yang cepat dapat dihindari dengan melakukan perlakuan panas setelah proses pengelasan. Perlakuan panas dilakukan dengan menggunakan burner selama 40 menit dengan suhu 80℃-90℃ untuk mengurangi cacat retak pada sambungan las pipa penstock. Namun dalam proses perakitan pipa penstock untuk satu sistem PLTA dibutuhkan gas LPG sebanyak 12500 Kg. Hal ini menyebabkan pemborosan biaya dalam proses pengelasan pipa penstock. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses perlakuan pemanasan pada pipa penstock setelah proses pengelasan. Selain itu juga dilakukan penelitian terhadap cacat retak, kuat tarik, dan kekerasan sambungan las akibat perubahan suhu dan waktu pemanasan. Perlakuan panas menggunakan variasi suhu 70, 80, 90, dan 100℃ dengan variasi waktu 20, 30, 40, dan 50 menit. Pengujian menggunakan metode full factorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 100ºC dengan waktu pemanasan 20 menit merupakan parameter terbaik untuk menghilangkan cacat retak pada sambungan las pipa penstock. Kebutuhan gas LPG pada pemanasan menggunakan suhu 100ºC dengan waktu pemanasan 20 menit sebesar 8126 Kg untuk satu sistem PLTA

    Analysis Study of Overcurrent Relay in the Underground Distribution Network System in the Business Area of Manado City

    Full text link
    Currently, the distribution network installed in the business area of Manado City still uses medium-voltage overhead lines (SUTM), while an underground cable system (SKTM) has been planned for implementation. To ensure the reliability of the planned underground distribution network, the selection of protection devices is crucial. In addition, there is still a lack of OCR analysis for underground distribution system protection in Manado City. Therefore, this study aims to obtain the settings for the overcurrent relay (OCR) on the underground cable conductors on the low voltage side. The data needed for this study was obtained through direct field surveys and interviews with relevant parties to gather additional information regarding the standards for underground cable construction. Considering the potential increase in load in the future, the calculation of the OCR protective settings was performed by calculating the cross-sectional area of the medium voltage conductors and the current-carrying capacity of the low voltage conductors. As a result, the setting value for the OCR was determined to be 5 Amperes with a Time Multiplier Setting (TMS) of 0.004

    3,010

    full texts

    3,327

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Pancasila Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇