Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
Analisis Tingkat Kesehatan Bank Sebelum Dan Sesudah Pandemi Dengan Metode Rgec (Risk Profile, Good Governance Corporate, Earning, Capital) Studi Kasus Bank Bumn
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan bank pada bank umum BUMN sebelum pandemi tahun 2019 dan sesudah pandemi tahun 2022 menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital). Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan pada tahun 2019 dan tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2019 sebelum pandemi dan tahun 2022 sesudah pandemi: (1) Aspek Risk Profile bank umum BUMN dengan rata-rata nilai NPL dalam kategori sehat dan LDR dalam kondisi cukup sehat. (2) Aspek GCG bank umum BUMN pada tahun 2019 sebelum pandemi dan tahun 2022 sesudah pandemi dengan peringkat rata-rata berada dalam kondisi sehat.
(3) Aspek Earnings bank umum BUMN tahun 2019 sebelum pandemi dan tahun 2022 sesudah pandemi dengan rata-rata nilai ROA dalam kategori sangat sehat dan NIM dalam kondisi sangat sehat. (4) Aspek Capital bank umum BUMN tahun 2019 sebelum pandemi dan tahun 2022 sesudah pandemi dengan nilai rata-rata berada dalam kondisi sangat sehat
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL DAN STRUKTUR CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITYREPORT (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2021-2023
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Intellectual capital dan Stucture Corporate Governance berupa Komite Audit, Dewan Komisaris Independen, dan Governance Committee terhadap pengungkapan Sustainability report pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah diaudit. Pendekatan yang dilakukan adalah kuantitatif dengan metode pengumpulan data purposive sampling untuk memperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan model random effect (REM) sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intellectual capital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Sustainability report, struktur corporate governance yang diukur dengan Komite Audit menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengungkapan Sustainability report, Dewan Komisaris Independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Sustainability report, dan Governance Committee tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan Sustainability report.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Intellectual capital dan Stucture Corporate Governance berupa Komite Audit, Dewan Komisaris Independen, dan Governance Committee terhadap pengungkapan Sustainability report pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah diaudit. Pendekatan yang dilakukan adalah kuantitatif dengan metode pengumpulan data purposive sampling untuk memperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan model random effect (REM) sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intellectual capital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Sustainability report, Komite Audit menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengungkapan Sustainability report, Dewan Komisaris Independen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan Sustainability report, dan Governance Committee tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan Sustainability report.
Kata Kunci: Intellectual Capital, Komite Audit, Dewan Komisaris Independen, Governance Committee, Sustainability Report, Pengungkapan Keberlanjuta
Analisis Pengaruh Work-Life Balance Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di Pt Bank Syariah Indonesia Kantor Area Saharjo – Jakarta Selatan
This research aims to determine the influence of Work-Life Balance and Work Motivation on Employee Performance at PT Bank Syariah Indonesia, Saharjo Area Office. Respondents in this study used employees of PT Bank Syariah Indonesia, Saharjo Area Office. The sampling method used was calculated using the Slovin formula with a total of 80 respondents tested. The analysis method uses multiple linear regression analysis, classical assumption testing, hypothesis testing, and data processing using SPSS 25. The results of this research show that Work-Life Balance has a significant effect on Employee Performance, Work Motivation has a significant effect on employee performance. Thus, this research concludes that Work-Life Balance and Work Motivation simultaneously influence employee performance at PT Bank Syariah Indonesia, Saharjo Area Office. This research can be used as a study for PT Bank Syariah Indonesia Saharjo Area in improving employee quality and employee performance.Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh Work-Life Balance dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT Bank Syariah Indonesia Kantor Area Saharjo. Responden dalam penelitian ini menggunakan karyawan PT Bank Syariah Indonesia Kantor Area Saharjo. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu dihitung dengan rumus Slovin dengan jumlah sampel yang diuji sebanyak 80 responden. Metode analisis menggunakan analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan pengolahan data menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Work-Life Balance berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan, Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Work-Life Balance dan Motivasi Kerja berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Karyawan di PT Bank Syariah Indonesia Kantor Area Saharjo. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai kajian untuk PT.Bank Syariah Indonesia Area Saharjo dalam meningkatkan kualitas karyawan dan kinerja karyawan
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA DENGAN METODE HORIZONTAL DIRECTIONAL DRILLING (HDD) PADA PEMBANGUNAN SPAM
Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indonesia, sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 27 Tahun 2016, bertujuan untuk menyediakan air bersih yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Karena padatnya penduduk perkotaan, metode konstruksi seperti Horizontal Directional Drilling (HDD) diperlukan untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Namun, metode pemasangan pipa dengan penggunaan semi teknologi yang banyak menggunakan alat-alat bantu ini juga tidak lepas dari risiko kecelakaan kerja yang dapat mengganggu pencapaian tujuan baik itu dalam hal biaya, waktu, maupun mutu proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi selama pemasangan pipa dengan metode HDD pada proyek pembangunan SPAM di Bekasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer dengan pendekatan tabel Identifikasi Bahaya Risiko dan Penilaian Risiko Proyek (IBPRP) sesuai dengan PerMen PUPR No. 10 Tahun 2021, ditemukan bahwa terdapat 21 risiko awal yang terdiri dari 4 risiko tinggi, 13 risiko sedang, dan 4 risiko rendah. Sehingga ditentukan strategi mitigasi dengan menggunakan hirarki pengendalian dimana diharapkan dapat menurunkan nilai risiko tinggi menjadi risiko sedang atau rendah. Hasil analisis dan mitigasi risiko tersebut juga telah divalidasi oleh 3 orang ahli/pakar K3 yang telah bersedia menjadi responden pada penelitian ini. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategi mitigasi untuk meminimalkan kecelakaan kerja, sehingga dapat meningkatkan keselamatan kerja dalam proyek konstruksi
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH SERBUK BUBUK BESI TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON
Di Indonesia, masih ditemukan penggunaan beton yang belum memenuhi standar, untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan beton, berbagai inovasi dilakukan, termasuk penambahan bahan aditif. Industri konstruksi juga perlu memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan. Di dalam penelitian ini serbuk besi dipilih karena ketersediaannya yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai optimum dari campuran beton dengan memproduksi sampel beton menggunakan variasi persentase penambahan limbah serbuk besi. Metode penelitian ini dimulai dengan identifikasi masalah, studi literatur, serta melakukan studi lapangan, persiapan material seperti semen, agregat kasar dan halus, air, serta limbah serbuk besi sebagai bahan penambah. Variasi serbuk besi yang digunakan adalah 0%, 1%, 2%, dan 3%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan 1% serbuk besi memberikan hasil paling optimal. Pada pengujian kuat tarik, variasi 1% menghasilkan 1,745 MPa di umur 14 hari dan 2,972 MPa di umur 28 hari, lebih tinggi dibanding variasi lainnya. Untuk kuat tekan, variasi 1% menghasilkan 14,15 MPa di umur 14 hari dan 22,64 MPa di umur 28 hari, juga lebih unggul. Pada pengujian kuat lentur, variasi 1% memperoleh hasil 39,14 kg/cm² di umur 14 hari dan 44,58 kg/cm² di umur 28 hari, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibanding variasi 0%, 2%, dan 3%. Dari keseluruhan hasil, dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah serbuk besi sebanyak 1% dalam campuran beton mampu meningkatkan performa beton secara optimal, baik dari segi kuat tarik, tekan, maupun lentur, sekaligus memberikan solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah industri
KAJIAN TIDAK TERLAKSANANYA GANTI RUGI PADA PROSES PENGADAAN TANAH AKIBAT KETIADAAN DOKUMEN AJB TERHADAP BUKTI KEPEMILIKAN HAK ATAS TANAH
Praktik pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum tidak menutup keberadaan akta jual beli sebagai bukti penguasaan atau kepemilikan objek pengadaan tanah untuk kepentingan umum, karena menurut hukum pendaftaran tanah apabila terjadi jual beli maka peralihan hak dianggap telah terjadi pada saat penjual dan pembeli menandatangani aktanya dikantor PPAT, namun kenyataannya isi akta jual beli tersebut baru dipercaya apabila dilengkapi syarat pembuatan Akta Jual Beli. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini yaitu penelitian normatif dan sifat penelitiannya yuridis normaitf yakni penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dan menelaah norma hukum tertulis atau menarik asas-asas hukum terhadap hukum positif tertulis. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui terjadinya gagal pemberian ganti rugi dalam pengadaan tanah serta mengetahui sebab akta jual beli yang tidak dapat dijadikan bukti kepemilikan pengadaan tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada saat panitia pelaksana pengadaan tanah melakukan kegiatan inventarisasi dan identifikasi subjek maupun objek pengadaan tanah terdapat akta jual beli sebagai bukti kepemilikan hak namun ternyata sebagian bidang tanah tersebut terintegrasi sebagai tanah aset BUMN, untuk itu perlu dilakukannya verifikasi lebih lanjut untuk mengetahui keabsahan akta jual beli namun ternyata dokumen pendukung akta jual beli tidak menunjang keabsahannya sehingga panitia meragukan kebenaran tersebut dan mengambil langkah optimasi untuk tidak memberikan ganti kerugian dan tidak lagi menjadikan bidang tanah tersebut sebagai objek pengadaan tanah tersebut. Praktik pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum tidak menutup keberadaan akta jual beli sebagai bukti penguasaan atau kepemilikan objek pengadaan tanah untuk kepentingan umum, karena menurut hukum pendaftaran tanah apabila terjadi jual beli maka peralihan hak dianggap telah terjadi pada saat penjual dan pembeli menandatangani aktanya dikantor PPAT, namun kenyataannya isi akta jual beli tersebut baru dipercaya apabila dilengkapi syarat pembuatan Akta Jual Beli. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini yaitu penelitian normatif dan sifat penelitiannya yuridis normaitf yakni penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dan menelaah norma hukum tertulis atau menarik asas-asas hukum terhadap hukum positif tertulis. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui terjadinya gagal pemberian ganti rugi dalam pengadaan tanah serta mengetahui sebab akta jual beli yang tidak dapat dijadikan bukti kepemilikan pengadaan tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada saat panitia pelaksana pengadaan tanah melakukan kegiatan inventarisasi dan identifikasi subjek maupun objek pengadaan tanah terdapat akta jual beli sebagai bukti kepemilikan hak namun ternyata sebagian bidang tanah tersebut terintegrasi sebagai tanah aset BUMN, untuk itu perlu dilakukannya verifikasi lebih lanjut untuk mengetahui keabsahan akta jual beli namun ternyata dokumen pendukung akta jual beli tidak menunjang keabsahannya sehingga panitia meragukan kebenaran tersebut dan mengambil langkah optimasi untuk tidak memberikan ganti kerugian dan tidak lagi menjadikan bidang tanah tersebut sebagai objek pengadaan tanah tersebut
A Comparative Study of the Implementation of Sustainable Forest Management Policies in China and Indonesia: Lessons from Forest Management Practices
Sustainably preserving the functions of forests is the aim of sustainable forest management (SFM), which considers social, economic, and environmental issues. For the sake of present and future generations, the FAO defines SFM as a dynamic concept that "aims to maintain and enhance the economic, social, and environmental values of all types of forests." Enhancing livelihoods, maintaining biodiversity, preserving clean air and water, and lessening the consequences of climate change are just a few of the numerous benefits that sustainably managed forests may offer to both people and the environment. Two major players in the global climate change agenda are China and Indonesia, both of which have sizable forest areas. Indonesia, home to the biggest tropical peatland and third-largest tropical rainforest in the world, has seen a sharp rise in deforestation in recent decades. However, via government programs like the Grain for Green program, which reforests damaged land into wooded areas, China has accomplished a great deal of reforestation. A comparison of the two countries\u27 forest management legislation is required in order to assess the effectiveness of different tactics and draw conclusions for sustainable forest governance. This article will examine the concept of SFM, examine the effectiveness of forest management policies in China and Indonesia, and evaluate the lessons learnt from them using the most recent statistics and official papers from sources such as the FAO, UNEP, the World Bank, and the relevant government publications. In addition to evaluating forest management strategies, this study looks at how environmental communication—particularly social media activism—influences public support for SFM programs
WANPRESTASI PERJANJIAN SEWA GUNA USAHA (FINANCE LEASE): STUDI KASUS NO 684/PDT.G/2019/PN.JKT.SEL
Sebagai makhluk hidup, manusia dalam kesehariannya melakukan berbagai macam aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari berbagai macam aktivitas tersebut sering kali dalam prosesnya manusia memerlukan suatu perjanjian untuk mempermudah kegiatan sehari-harinya. Namun dalam perjalanannya perjanjian tersebut tidak berjalan semestinya. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai wanprestasi atau ingkar janji. Salah satu kasus terjadinya wanprestasi ada dalam perkara No 684/PDT.G/2019/PN.JKT.SEL. Wanprestasi ini terjadi ketika PT Lestari Khatulistiwa sebagai Lessee tidak membayar angsuran kepada PT Batavia Prosperindo Finance sebagai Lessor senagaimana yang diperjanjikan di dalam perjanjian Leasing. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mendasarkan pada data sekunder. Jadi dalam penelitian ini data diperoleh dari penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis, yaitu menganalisis permasalahan dari sudut pandang/menurut ketentuan hukum/perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukan dengan terpenuhinya unsur-unsur sebagai perbuatan wanprestasi oleh Tergugat, maka Tergugat terbukti telah melakukan ingkar janji dan wanprestasi. Adapun bentuk wanprestasi oleh tergugat yaitu menunggak angsuran sebanyak 13 angsuran. Akibat dari perbuatan wanprestasi tersebut Tergugat diwajibkan untuk membayar 13 angsuran keseluruhan, dan menghukum Tergugat membayar biaya perkar
Compliance of Outpatient Prescriptions with National Pharmaceutical Standards: A Cross-Sectional Study at Military Hospital in Jakarta
Hospital pharmaceutical services play a crucial role in ensuring the quality of patient care, particularly through prescription screening, which includes administrative and pharmaceutical aspects. This study aimed to evaluate the completeness of BPJS outpatient prescriptions at one of military hospital in Jakartabased on national standards. A retrospective descriptive study was conducted on 367 prescriptions from February to April 2023, selected using simple random sampling. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed full completeness (100%) for patient name, medical record number, diagnosis, physician name, and prescription date in the administrative section. However, gender (6.3%) and physician license number (2.7%) were often missing. For the pharmaceutical section, all indicators were complete except for strength (98.9%), dosage form (99.7%), duration (99.7%), and stability (0%). In conclusion, the pharmaceutical elements of prescriptions mostly complied with national standards, but administrative completeness remains a concern and needs system-level improvements
Heаlth Belіefs аnd Medіcаtіon Аdherence: Medіаtіon Role of Cues of Аctіon аnd Self-effіcаcy
The prevаlence of аdherence to tаkіng аntіhypertensіve medіcаtіon іs stіll relаtіvely low. Pаtіents wіth hypertensіon do not routіnely аnd do not even tаke medіcаtіon. Thіs study аnаlyzed the medіаtіng role of cues to аctіon аnd self-effіcаcy іn the relаtіonshіp between the Heаlth Belіef Model (HBM) аnd аdherence to аntі-hypertensіve medіcаtіon regіmens. The study took 83 outpаtіent hypertensіon populаtіon sаmples аt one of 21 of Publіc Heаlth Center іn Jombаng Regency. Reseаrchers developed а self-report to meаsure eаch HBM fаctor, аs well аs аdherence to tаkіng аntіhypertensіve medіcаtіon. The results of the аnаlysіs showed: βXY = 0.781, HBM wаs dіrectly posіtіvely relаted to medіcаtіon аdherence; βXZ1 = 0.256, HBM іs posіtіvely relаted to cues to аctіon; βZ1Y= 1.251, cues to аctіon posіtіvely relаted to medіcаtіon аdherence. βZ1Y = 1.251 > βXY = 0.781, HBM іs іndіrectly (pаrtіаlly) posіtіvely relаted to medіcаtіon аdherence through cues to аctіon; βXZ2 = 0.149, HBM іs posіtіvely relаted to self-effіcаcy; βZ2Y = 2.451, self-effіcаcy іs posіtіvely relаted to medіcаtіon аdherence, аnd; βZ2Y = 2.451 > βXY = 0.781, HBM іs іndіrectly (pаrtіаlly) posіtіvely relаted to medіcаtіon аdherence through self-effіcаcy.Prevаlensі kepаtuhаn mіnum obаt аntі hіpertensі mаsіh relаtіf rendаh. Penderіtа hіpertensі tіdаk rutіn dаn bаhkаn tіdаk mіnum obаt. Penelіtіаn іnі mengаnаlіsіs perаn medіаsі cues to аctіon dаn self-effіcаcy dаlаm hubungаn faktor-faktor dalam Heаlth Belіef Model (HBM) dengаn kepаtuhаn terhаdаp rejіmen pengobаtаn аntі hіpertensі (medіcаtіon аdherence). Penelіtіаn mengаmbіl 83 sаmpel populаsі pаsіen hіpertensі rаwаt jаlаn pаdа satu dari 21 Pusаt Kesehаtаn Mаsyаrаkаt dі Kаbupаten Jombаng. Penelіtі mengembаngkаn self-report untuk mengukur setіаp fаktor HBM, sertа kepаtuhаn mіnum obаt аntі hіpertensі. Hаsіl аnаlіsіs memperlіhаtkаn: βXY = 0,781, HBM secаrа lаngsung berhubungаn posіtіf dengаn medіcаtіon аdherence; βXZ1 = 0,256, HBM berhubungаn posіtіf dengаn cues to аctіon; βZ1Y= 1,251, cues to аctіon berhubungаn posіtіf dengаn medіcаtіon аdherence. βZ1Y = 1,251 > βXY = 0,781, HBM secаrа tіdаk lаngsung (pаrsіаl) berhubungаn posіtіf dengаn medіcаtіon аdherence melаluі cues to аctіon; βXZ2 = 0,149, HBM berhubungаn posіtіf dengаn self-effіcаcy; βZ2Y = 2,451, self-effіcаcy berhubungаn posіtіf dengаn medіcаtіon аdherence, dаn; βZ2Y = 2,451 > βXY = 0,781, HBM secаrа tіdаk lаngsung (pаrsіаl) berhubungаn posіtіf dengаn medіcаtіon аdherence melаluі self-effіcаcy.