Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
Workshop Aplikasi Digital untuk Keterampilan Guru Abad 21
Perkembangan teknologi semakin maju mendorong adanya sistem berbasis teknologi. Danya teknologi menjadi sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Nyatanya tidak semua guru terampil dalam menggunakan aplikasi digital sehingga menyebabkan pembelajaran masih konvensional. Guru juga memiliki keterbatasan dalam mengintegrasi teknologi, dimana guru hanya mengenal penggunaan alat-alat elektronik seperti laptop dan proyektor. Berdasarkan masalah tersebut, tujuan dilakukan pengabdian adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengaplikasikan aplikasi Canva, Slido, dan Kahoot kepada guru. Metode pengabdian yang digunakan diantaranya tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap evalausi. Sedangkan metode yang digunakan dalam kegiatan belajar bersama guru dan dosen adalah ceramah, diskusi, dan praktik. Hasil yang didapat oleh guru dalam mengikuti kegiatan ini berupa penugasan web yang dibuat menggunakan canva dengan beberapa soal yang dibuat menggunakan slido dan Kahoot. Penggunaan aplikasi digital dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah dan Kesehatan Lingkungan serta Digitalisasi UMKM
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan sampah dan digitalisasi UMKM di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Program pengelolaan sampah dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sementara itu, program digitalisasi UMKM bertujuan untuk membantu pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital guna memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan daya saing bisnis. Metode pelaksanaan melibatkan pendekatan partisipatif dengan kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung. Program pengelolaan sampah melibatkan edukasi daur ulang, sementara program digitalisasi UMKM mencakup pelatihan penggunaan platform e-commerce, media sosial, dan alat digital lainnya. Salah satu UMKM, yaitu Omah Kripik Laris, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pelanggan setelah dilakukan branding, pembaruan kemasan, pembuatan logo, serta aktivasi akun media sosial dan e-commerce. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah serta kemampuan UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat melalui pemberdayaan UMKM
Pengaruh Citra Merek , Desain Antarmuka Dan Pengalaman Pengguna Gotransit Dalam Minat Pembelian Tiket Krl
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah adanya pengaruh dari citra merek, desain antarmuka, dan pengalaman pengguna GoTransit dalam minat pembelian tiket KRL dengan mediasi aplikasi Gojek. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 103 responden, menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode structural equation model (SEM) dan data di olah dengan software SmartPLS versi 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa variable citra merek dan desain antarmuka tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap aplikasi Gojek. Untuk variabel pengalaman pengguna memiliki pengaruh secara signifikan terhadap aplikasi Gojek. Variabel aplikasi Gojek memiliki pengaruh secara signifikan terhadap minat pembelian tiket KRL menggunakan GoTransit. Variabel citra merek dan pengalaman pengguna memiliki pengaruh secara signifikan terhadap minat pembelian. Variabel desain antarmuka tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap minat pembelian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa orang Indonesia lebih memilih untuk mencoba layanan yang memiliki kegunaan tinggi dibandingkan dengan citra merek dan tampilan antarmuka dari layanan aplikasi.
 
Financial Cycle Intensity In The Indonesian Green Finance
The financial cycle intensity as an indicator in identifying, measuring and analyzing the green finance effectiveness in the banking sector. This study uses time series data from Bank Indonesia\u27s Financial Report from 1980 to 2024. In order to measure macroeconomic pressures on the financial cycle intensity that have an impact on the banking sector performance. The data is analyzed with the Ed Waves Index development model using E-views 9 software. The paper\u27s main finding that the financial cycle intensity has a significant effect on the banking intermediary function. However, the banking intermediary function works in an unbalanced condition, resulting in high Non-Performing Loans accompanied by a lack of financial liquidity. Therefore green finance in the banking sector can only increase economic growth and has not been able to maintain financial stability. Furthemore, Bank Indonesia has a strong role in maintaining the financial cycle movement in order to improve the banking intermediary function towards the green finance effectiveness in achieving a balance between the financial ecosystem and the environmental ecosystem simultaneously
PENDAMPINGAN KEGIATAN SMART ENVIRONMENT DENGAN SUMUR RESAPAN UNTUK MITIGASI BENCANA KEKERINGAN
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan program kegiatan pengabdian LLDIKTI Wilayah III kepada masyarakat desa, salah satu desa yang menjadi sasaran adalah Desa Jamali yang terletak di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Desa Jamali setiap musim kemarau mengalami kekurangan air, maka dari itu diperlukan suatu untuk konsenvarsi air tanah yang salah satunya dengan sumur resapan. Pada kegiatan PkM ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa dalam mengatasi bencana kekeringan, mendapatkan debit rancangan sumur resapan, mendapatkan dimensi sumur resapan, kapasitas sumur resapan, dan waktu yang dibutuhkan untuk sumur resapan terisi penuh. Metode yang digunakan yaitu dengan analisis debit rancangan dan perhitungan dimensi sumur resapan mengacu pada SNI 8456:2017. Data yang diperlukan berupa data sekunder, yaitu data curah hujan. Berdasarkan hasil perencanaan dapat diperoleh dimensi sumur resapan dengan penampang lingkaran berdiameter 1meter dengan kedalaman 3meter sebanyak 1 sumur. Jenis konstruksi adalah buis beton. Biaya yang dibutuhkan dalam perencanaan sumur resapan air hujan per hunian adalah Rp 3.637.421
PERAN KARANG TARUNA DALAM MENDUKUNG KESEHATAN MENTAL ANAK USIA DINI DI ERA DIGITAL
Kesehatan mental anak usia dini di era digital berdampak terhadap perkembangan dan kesehatan mental anak. Hal ini menjadi salah satu fokus kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan kepada Mitra Karang Taruna Desa Sukagalih dalam peningkatan kesehatan anak. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan pembentukan komunitas kesehatan mental. Pembentukan komunitas kesehatan mental terbentuk dengan penyusunan struktur organisasi baru, dimana komunitas ini masuk di dalam struktur organisasi Karang Taruna Desa Sukagalih yang langsung dibina oleh Kepada Desa. Sedangkan untuk kegiatan penyuluhan yaitu dengan mendatangkan narasumber yang ahli dibidangnya. Penyuluhan merupakan salah satu faktor yang penting dalam penyampaian informasi kepada Mitra. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri 83% peserta laki-laki dengan tingkat pendidikan 67% merupakan tamatan SMA dengan usia rata-rata 33 tahun dan sudah memiliki anak dengan rentan usia yang bervariasi. Presentasi kehadiran laki-laki/ayah cukup tinggi hal ini menunjukkan bahwa peran ayah cukup aktif dalam ikut serta terhadap mental anak dilingkungan keluarga maupun di lingkungan Desa Sukagalih. Kegiatan penyuluhan ini juga dilakukan pretest dan postest dimana dari hasil kemampuan mitra dalam memahami materi mengalami peningkatan sebesar 15%, hal ini menujukkan bahwa mitra mampu dalam mengembangkan komunitas mental anak di lingkungan Desa Sukagalih.kesehatan mental, digital, karang tarun
Analisis Laju Korosi Dan Maximum Allowable Working Pressure (Mawp) Pada Jaringan Pipa Hydrant
Development in urban areas is increasingly developing, with various designations, various buildings are built to meet the needs of human life. With the continued growth of gedeung buildings in cities, the availability of land is increasingly expensive because it is limited. High-rise buildings are one of the solutions to this problem, with multi-storey buildings with limited land can get large functions according to the needs of the building designation. The tall building that we usually call a High Risk Building is growing rapidly with the concept of design and construction built with various characters and technological sophistication in it. The building safety system against fire hazards that we know as the Fire Figthing System is one of the systems that must be present in high-rise buildings and one of them is the hydrant system in high-rise buildings. Hydrants must be designed in accordance with existing standards and regulations such as the National Fire Fighting Association (NFPA), SNI, local regulations and other government regulations. With the pressure on the hydrant pipeline network, carbon steel pipes are an option, with water fluid as a standby extinguishing medium in the carbon steel pipeline network, the potential that occurs is corrosion. In the installed hydraulic pipe network already has an installed life of approximately 15 years, then corrosion must occur, with the measurement method using UTM (Ultrasonic Thickness Measurement) the thickness of the existing pipe can be determined. So that it can be calculated whether the corroded pipe network is still safe to use or needs to be replaced with a new pipe. The surface morphology and corrosion products are characterized using Scanning Electron Microscopy (SEM), and Dispersive X-ray Energy (EDX) to determine the characterization of the corrosion process and the elements that cause the corrosion. With a series of checks and calculations of the Maximum Allowable Working Pressure (MAWP) on the hydrant pipeline network, it will be answered whether the installed hydrant pipeline network can still withstand internal pressure
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG HAK TANGGUNGAN PASCA MERGER BANK SYARIAH INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai pengaturan dan mekanisme perlindungan hukum terhadap pemegang hak tanggungan yang banknya mengalami merger. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, pengaturan mengenai merger Bank Syariah Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Peraturan OJK Nomor 41/POJK.03/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konvensi Bank Umum dan HR.02.01/657- 400/VI/2021 yang berisi petunjuk dan pedoman perubahan nama kreditur atas nama Bank Hasil Penggabungan (merger) dan ganti nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Kedua, perlindungan hukum terhadap nasabah Bank Syariah pasca merger Bank Syariah meliputi: perlindungan hukum preventif berupa Peraturan OJK Nomor 6 Tahun 2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di sektor Jasa Keuangan yang terdiri atas edukasi, transparansi informasi, perlakuan yang adil. Kedua, perlindungan hukum represif yang memberikan perlindungan hukum untuk menyelesaikan sengketa, berupa sanksi administrasi, denda, maupun penjara.
PENGUNGKAPAN ETIKA DAN KINERJA KEUANGAN: BUKTI DARI BANK ISLAM DI INDONESIA
Failures in corporate governance have underscored the pivotal role of ethical practices and transparent disclosures in maintaining financial performance and stakeholder trust. Within the context of Islamic banking, insufficient and opaque reporting in Islamic Corporate Governance Disclosure and Islamic Social Reporting Disclosure may erode investor confidence and, in turn, diminish financial performance. This study investigates the empirical relationship between ethical disclosure, operationalized through Sharia Governance Disclosure and ISR, and the financial performance of Islamic commercial banks in Indonesia, as measured by Return on Assets (ROA). Employing a quantitative approach with an explanatory research design, the study utilizes secondary data from the annual reports of Islamic commercial banks spanning the period 2020 to 2024. Samples were selected using purposive sampling, and panel data regression analysis was conducted, with the Common Effect Model (CEM) identified as the most appropriate. The results indicate that both Islamic Corporate Governance Disclosure and Islamic Social Reporting significantly impact Islamic banks\u27 financial performance, emphasizing the importance of ethical compliance and social accountability in enhancing financial outcomes. The findings imply that reinforcing ethical disclosure mechanisms and integrating Sharia-compliant governance structures are essential not only for upholding Islamic ethical values but also for improving financial outcomes. These insights are valuable for regulators, policymakers, and Islamic bank practitioners in formulating strategies that align ethical accountability with financial sustainability
The Influence of Financial Attitude, Financial Knowledge, and Income on Investment Decisions Mediated by Financial Behavior
Purpose: Investment decisions are an important aspect to understand in investing. An investment decision is a decision to release funds now with the hope of generating a future cash flow with an amount greater than the funds released at the time of the initial investment. This study aims to analyze the influence of financial attitude, financial knowledge, and income on investment decisions mediated by financial behavior.
Methodology: To achieve the research objectives, primary data was used through questionnaires distributed to employees of PT. Citra Niaga Abadi (CNA). The number of samples used in the study was 100 respondents using saturated samples. Path analysis was used as a data analysis method.
Finding: The results showed that financial knowledge and financial behavior have a positive effect on investment decisions. However, financial attitude and income have a negative effect on investment decisions. Then, financial attitude, financial knowledge and income have a positive effect on financial behavior. The financial behavior variable is able to moderate financial attitude, financial knowledge and income on investment decisions.
Implication: The findings suggest that enhancing financial behavior can be an effective strategy to improve investment decisions, even when financial attitude and income do not directly support positive investment outcomes.
Originality: This study uniquely incorporates financial behavior as a mediating variable between financial attitude, financial knowledge, and income in shaping investment decisions—an approach rarely explored in the context of corporate employees