Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
TANGGUNG JAWAB HUKUM BANK KUSTODIAN ATAS KESALAHAN/KELALAIAN MANAJER INVESTASI TERHADAP KERUGIAN INVESTOR REKSA DANA
Bank kustodian merupakan lembaga penitipan dana dari para pemodal atau investor melalui reksa dana tidak terelepas dari berbagai risiko yang akan dialami oleh investor tersebut. Bahkan, beberapa Perbankan milik Negara Indonesia, menolak untuk bertanggungjawab atas kesalahan/kelalaian manajer investasi terhadap kerugian investor reksa dana, bahkan mengalihkan seluruh akibat hukum yang timbul kepada nasabah sendiri. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap investor atas kesalahan/kelalaian manajer investasi dalam transaksi reksa dana? dan bagaimana tanggung jawab hukum bank kustodian atas kesalahan/kelalaian manajer investasi terhadap kerugian investor reksa dana? Hasil penelitian adalah perlindungan hukum terhadap Investor dalam Reksa Dana Perseroan dan Reksa Dana KIK atau Kontrak Investasi Kolektif ada dalam Kontrak Pengelolaan Reksa Dana, Investor juga mendapat perlindungan hukum dari Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan pelaksananya, khususnya Peraturan Bapepam, dan fiduciary duty yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal. Tanggung jawab bank kustodian terhadap nasabah pada produk investasi reksa dana adalah dalam hal terjadi kesalahan dan kelalaian dalam mengadministrasikan dana nasabahnya, Bank Kustodian berkewajiban mengembalikan dana investor maupun pembayaran ganti kerugian terhadap kerugian investor reksa dana ysng diakibatkan oleh kesalahan/kelalaian manajer investasi tersebut
OPTIMALISASI TELEKONFERENSI TERHADAP KEJAHATAN DUNIA MAYA LINTAS BATAS NEGARA BERDASARKAN YURIDIKSI EKSTRATERITORIAL
Era digital memberikan perubahan yang sangat revolusioner bagi kehidupan manusia seperti informasi, komunikasi, pendidikan, bisnis, dan lain-lain. Akan tetapi era ini juga memiliki problematika dalam hal perkembangan teknologinya yaitu kejahatan dunia maya. Kejahatan dunia maya merupakan suatu perbuatan kejahatan dunia maya dan adanya korelasi dengan kejahatan lintas batas negara. Yuridiksi ekstrateritorial menjadi acuan penting dalam menghadapi kejahatan lintas batas negara. Salah satu fokus utama dalam kejahatan dunia maya yaitu telekonferensi sebagai alat bukti saksi lintas batas negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi dari telekonferensi sebagai alat bukti terhadap penerapan prinsip yuridiksi ekstrateritorial mengenai kejahatan dunia maya yang dilakukan lintas batas negara. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian hukum normatif serta pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi telekonferensi dapat dilakukan di pengadilan Indonesia, namun upaya kejahatan dunia maya lintas batas negara juga terbatas pada prinsip yuridiksi ekstrateritorial. Oleh karena itu, Indonesia perlu untuk meninjau lebih lanjut terhadap regulasi dalam negeri, kerja sama internasional seperti bantuan timbal balik maupun ratifikasi Konvensi tentang Kejahatan Dunia Maya agar telekonferensi lintas batas negara dapat dioptimalkan lebih baik.Era digital memberikan perubahan yang sangat revolusioner bagi kehidupan manusia seperti informasi, komunikasi, pendidikan, bisnis, dan lain-lain. Akan tetapi era ini juga memiliki problematika dalam hal perkembangan teknologinya yaitu kejahatan dunia maya. Kejahatan dunia maya merupakan suatu perbuatan kejahatan dunia maya dan adanya korelasi dengan kejahatan lintas batas negara. Yuridiksi ekstrateritorial menjadi acuan penting dalam menghadapi kejahatan lintas batas negara. Salah satu fokus utama dalam kejahatan dunia maya yaitu telekonferensi sebagai alat bukti saksi lintas batas negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi dari telekonferensi sebagai alat bukti terhadap penerapan prinsip yuridiksi ekstrateritorial mengenai kejahatan dunia maya yang dilakukan lintas batas negara. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian hukum normatif serta pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi telekonferensi dapat dilakukan di pengadilan Indonesia, namun upaya kejahatan dunia maya lintas batas negara juga terbatas pada prinsip yuridiksi ekstrateritorial. Oleh karena itu, Indonesia perlu untuk meninjau lebih lanjut terhadap regulasi dalam negeri, kerja sama internasional seperti bantuan timbal balik maupun ratifikasi Konvensi tentang Kejahatan Dunia Maya agar telekonferensi lintas batas negara dapat dioptimalkan lebih baik
PENGARUH FAKTOR NON-TEKNIS PAJAK PADA KEPATUHAN PAJAK FORMAL ORANG PRIBADI DI KOTA TANGERANG SELATAN
Kepatuhan pajak orang pribadi di Indonesia masih tergolong cukup rendah. Hal ini mengakibatkan rendahnya proporsi pajak dari penghasilan orang pribadi dibandingkan dengan pajak dari penghasilan badan. Ada faktor teknis pajak maupun nonteknis pajak yang berpengaruh terhadap kepatuhan pajak orang pribadi. Penelitian ini membahas tentang faktor nonteknis pajak yang berpengaruh terhadap kepatuhan pajak orang pribadi. Metode yang dilakukan dalam mengumpulkan data yaitu metode penelitian kepustakaan dan metode penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada para wajib pajak di Tangerang Selatan secara acak. Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan pajak orang pribadi seperti maraknya kasus korupsi, kurang mengetahui manfaat pajak yang dibayarkan, dan kondisi keuangan pribadi. Meskipun masih belum optimal, tingkat kepatuhan pajak orang pribadi saat ini sudah menunjukkan tren peningkatan yang semakin positif
Pendampingan Manajemen Operasional serta Keuangan UMKM dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing pada UMKM BestCake Bakery
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sektor ini menyumbang 6,47% dari total PDB Nasional, dengan peran signifikan dari industri makanan dan minuman. Laporan ini merupakan hasil penelitian Interprofesional Education yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kendala operasional yang dihadapi UMKM Best Cake Desa Jetek Sumari, Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik dalam upaya meningkatkan daya saing di pasar bakery. Pendampingan untuk UMKM Best Cake diharapkan mampu meningkatkan kinerja bisnis dalam strategi pengelolaan pemasaran digital melalui media sosial, keputusan merekrut karyawan dengan bantuan gambar alur flowchart, serta pemahaman teori supply dan demand yang dihubungkan dengan perhitungan Harga Pokok Produksi yang kompetitif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan penjualan, keputusan merekrut karyawan yang lebih efisien, dan harga produk yang mampu bersaing dengan pesaing lainnya
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE PKJI 2023: Studi Kasus: Simpang Puntodewo Malang
Perkembangan transportasi yang pesat di kawasan Polehan, Blimbing, Kota Malang, menyebabkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan, terutama pada Simpang Empat Puntodewo. Faktor seperti pertumbuhan jumlah kendaraan dan pertumbuhan penduduk menyebabkan kemacetan, terutama pada jam sibuk sore hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang dengan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 guna mengevaluasi kondisi eksisting dan menentukan alternatif solusi yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer dan sekunder untuk menganalisis variabel-variabel seperti derajat kejenuhan (DJ), tundaan rata-rata, dan tingkat pelayanan melalui survei lapangan dan live traffic counting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting simpang berada pada tingkat pelayanan F, dengan tundaan rata-rata mencapai 177,4 detik/SMP. Pendekat selatan (Jalan Puntodewo) mengalami kondisi terburuk dengan DJ sebesar 1,76 dan tundaan ekstrem hingga 857,2 detik, yang menunjukkan bahwa jalan ini tidak mampu menampung volume kendaraan pada jam sibuk. Beberapa alternatif solusi diuji, termasuk pengurangan fase sinyal dari tiga menjadi dua fase, pelebaran jalan, serta kombinasi dari keduanya. Dari hasil analisis, alternatif terbaik adalah kombinasi dua fase sinyal dan pelebaran Jalan Ranugrati menjadi 3,5 meter, yang berhasil menurunkan tundaan rata-rata menjadi 27,6 detik/SMP dan meningkatkan tingkat pelayanan ke D. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi pengaturan sinyal dan perubahan geometrik jalan dapat meningkatkan efisiensi lalu lintas dan mengurangi kemacetan di Simpang Empat Puntodewo secara signifikan
EVALUASI KINERJA SALURAN DRAINASE PERUMAHAN BUKIT HIJAU-PERMATA HIJAU, KOTA MALANG
Perumahan Bukit Hijau-Permata Hijau yang berada di Kota Malang merupakan kawasan pemukiman dengan luasan 6,5 ha yang dilengkapi sarana dan prasarana yang memadahi. Salah satu sarana yang dimiliki adalah saluran drainase yang bergungsi untuk mengalirkan sisa air yang sudah tidak dibutuhkan lagi. Namun, pada saat musim hujan masih ditemukan adanya limpasan air dari saluran drainase ke permukaan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting saluran dan memberikan rekomendasi perbaikan agar luapan air dari saluran tidak terjadi lagi. Dalam mengevaluasi saluran, dimensi saluran eksisting didapatkan dari pengukuran di lapangan. Penentuan debit banjir dihitung menggunakan metode rasional dengan kala ulang 5 tahun berdasarkan data hujan dari 3 stasiun terdekat dari tahun 2014-2023. Selain debit banjir, debit air limbah juga dihitung dengan mengasumsikan jumlah penduduk tiap rumah sebanyak 3-4 orang. Analisis saluran yang dilakukan dibagi per segmen, baik untuk pengukuran dimensi saluran eksisting, perhitungan debit aliran, maupun evaluasi saluran. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa debit banjir terbesar terjadi pada segmen 55-56 sebesar 0,1121 m3/dt. Sedangkan untuk debit limbah terbesar berasal dari segmen 6-5 dan 82-83, dimana masing-masing menghasilkan debit sebesar 0,000040 m3/dt. Untuk total debit banjir dan limbah komulatif terbesar terjadi pada segmen 84-85 sebagai titik akhir pembuangan sebesar 1,878 m3/dt. Dari 103 segmen saluran, hanya ada 16 segmen saluran yang tidak mengalami limpasan. Analisis redesain saluran memberikan hasil bahwa saluran terlebar memiliki lebar 1,2 m dan saluran tertinggi yaitu 0,9 m. Semua jenis aliran adalah sub kritis dengan kecepatan aliran berkisar antara 1,233 m/dt - 2,935 m/dt
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA TANAH HAK ULAYAT (Studi Kasus: Permasalahan Antara Masyaraka Adat Pialang Dengan PEMDA Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat)
Permasalahan dalam lingkup Perdata sering juga dikaitkan dengan permasalahan tanah,Seperti hal nya sangketa tanah ulayat masyarakat hukum adat dengan pemerintah daerah, pokok permasalahan dalam penelitian ini apa yang menjadi latar belakang terjadinya konflik pertanahan antara masyarakat hukum adat dengan pemerintah daerah dan apa dasar hukum dan pertimbangan yang membenarkan penguasaan tanah ulayat milik masyarakat hukum adat Piliang oleh pemerintah daerah. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui mengapa bisa terjadi sangketa antara masyarakat hukum adat dengan pemerintah daerah, dan apa sebab pemda bisa dibenarkan memiliki tanah ulayat masyarakat adat piliang. Dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian hukum normatif (kepustakaan) dan didukung dengan pendekatan empiris karena penelitian melakuan pencarian mencari data primer yang menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil yang diperoleh penulis adalah ada sebidang tanah ulayat masyarakat hukum adat piliang diserahkan kepada Pemda kabupaten sijunjung tanpa ada pengakuan atau recognitie dari pemerintah daerah. Sebenarnya Pemda tidak boelh begitu saja memperoleh tanah itu karena setelah lahirnya UU No. 5 tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria bahkan sebelum adanya UUPA, di Zaman hindia Belanda pasal 133 IS negara harus mengakui tanah ulayat itu dengan cara memberikan recognitie.sehingga sebelum terjadi nya pengakuan terhadap hak ulayat itu pemda tidak dapat dibenarkan memilik tanah tersebutPermasalahan dalam lingkup Perdata sering juga dikaitkan dengan permasalahan tanah,Seperti hal nya sangketa tanah ulayat masyarakat hukum adat dengan pemerintah daerah, pokok permasalahan dalam penelitian ini apa yang menjadi latar belakang terjadinya konflik pertanahan antara masyarakat hukum adat dengan pemerintah daerah dan apa dasar hukum dan pertimbangan yang membenarkan penguasaan tanah ulayat milik masyarakat hukum adat Piliang oleh pemerintah daerah. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui mengapa bisa terjadi sangketa antara masyarakat hukum adat dengan pemerintah daerah, dan apa sebab pemda bisa dibenarkan memiliki tanah ulayat masyarakat adat piliang. Dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian hukum normatif (kepustakaan) dan didukung dengan pendekatan empiris karena penelitian melakuan pencarian mencari data primer yang menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil yang diperoleh penulis adalah ada sebidang tanah ulayat masyarakat hukum adat piliang diserahkan kepada Pemda kabupaten sijunjung tanpa ada pengakuan atau recognitie dari pemerintah daerah. Sebenarnya Pemda tidak boelh begitu saja memperoleh tanah itu karena setelah lahirnya UU No. 5 tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria bahkan sebelum adanya UUPA, di Zaman hindia Belanda pasal 133 IS negara harus mengakui tanah ulayat itu dengan cara memberikan recognitie.sehingga sebelum terjadi nya pengakuan terhadap hak ulayat itu pemda tidak dapat dibenarkan memilik tanah tersebu
Identification of Ethanol Extract Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea) with LC-HRMS and Antioxidant Activity Testing
Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea) is a plant rich in bioactive compounds, such as flavonoids, anthocyanins, and phenolic compounds, which have the potential to provide health benefits. This study aims to identify active compounds in butterfly pea flower extract and evaluate their antioxidant activity. Compound identification was performed using LC-HRMS is an analytical technique that combines liquid chromatography (LC) with high-resolution mass spectrometry (HRMS), while antioxidant activity was tested using radical scavenging DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Analytical results showed that butterfly pea flower contain major flavonoid compounds, Butterfly Pea Flower contain compounds glycitein, quercetin, apigenin, kaemferol, laserpitin. The antioxidant activity test showed that Butterfly Pea Flower extract has a weak antioxidant capacity, which has the potential to counteract free radicals and reduce oxidative stress. These findings confirm that butterfly pea flower s have potential as a natural source of antioxidants that can be developed for pharmaceutical and functional food applications
ANALYSIS OF HYDRAULIC POWER REQUIREMENTS OF CONTINUOUS COLORING LINE AREA EXIT MACHINE
In the metal processing industry, hydraulic system play a crucial role in supporting the operation of production machines such as cut shear, mandrel, and coil cart. These machines rely on hydraulic power to function efficiently and reliably. This study aims to analyze and calculate the pressure and optimal hydraulic power required for each machine in the exit area of the continuos coloring line (CCL). The methodology includes measuring actual hydraulic pressure based on variations in the thickness nada width of galvalume sheets as coil weights, followed by quantitative descriptive analysis. The result show that the hydraulic pressure required by the cut shear machine varies from 58,1 bar to 139,62 bar depending on sheet galvalume dimensions. The mandrel machine pressure ranging from 15,93 bar to 28,93 bar depending to weight coil,, while the coil cart needs between 21,30 bar and 38,70 bar depending to weight coil. The highest recorded pressure reached 207,25 bar when all machine operated simultaneously under maximum load, approaching the pump is maximum capacity of 210 bar. This indicates that the system operates at near-optimal levels but closes to its safety threshold, thus requiring technical attention to maintain system reliability
EFEKTIVITAS PENERAPAN SMKK DALAM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DI BANJARMASIN: ANALISIS FAKTOR KUNCI DAN DAMPAK POSITIF DI LINGKUNGAN LAHAN BASAH
This study examines the effectiveness of the Construction Safety Management System (CSMS) implementation in the field according to the plan and analyzes the main factors influencing the application of CSMS in high-rise construction projects in Banjarmasin. The research methods involved interviews, questionnaires, and Relative Importance Index analysis. The results show that the administrative aspects of SMKK implementation comply with applicable regulations, and its field implementation runs well and appropriately. The potential for occupational accidents has been minimized through various important measures taken by contractors, such as the availability of Standard Operating Procedures (SOP) for work, socialization and promotion of occupational safety and health, conducting Toolbox Meetings, Safety Induction, Safety Morning Talks, provision of Personal Protective Equipment (PPE), procurement of Fire Protection Equipment, and installation of OSH informational signs. Additionally, checklists were conducted on work locations, work equipment, permits, scaffold use and training, worker health, and labor insurance. Routine evaluations of CSMS implementation were also carried out. Proper and effective “CSMS” supervision also played a role in reducing the risk of occupational accidents and ensuring no delays in project completion. All these actions reflect a commitment to worker safety and health and make “CSMS supervision an integral part of the smooth operation of construction projects. Significant factors influencing the potential for occupational accidents include inadequate work execution methods and workers’ understanding of operating work equipment. Meanwhile, well-implemented accident control factors include the availability of work methods and operational programs, as well as regular inspection and maintenance of equipment. In terms of supervision, the use of PPE by workers and supervision of accident risks have also proven to be very effective. These findings emphasize the importance of comprehensive safety management and continuous supervision in construction projects.Penelitian ini mengkaji seberapa efektif SMKK diterapkan di lapangan sesuai dengan rencana dan untuk menganalisis faktor-faktor utama yang mempengaruhi penerapan SMKK dalam proyek konstruksi bertingkat di Banjarmasin. Metode penelitian melibatkan wawancara dan kuesioner, analisis Indeks Kepentingan Relatif . Hasil menunjukkan bahwa aspek administratif penerapan SMKK telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan implementasinya di lapangan berjalan dengan baik dan tepat. Potensi terjadinya kecelakaan kerja berhasil diminimalkan melalui berbagai langkah penting yang diambil oleh kontraktor, seperti tersedianya Standar Operasional Prosedur pekerjaan, sosialisasi dan promosi K3, pelaksanaan Toolbox Meeting, Safety Induction, Safety Morning Talk, penyediaan Alat Pelindung Diri, pengadaan Alat Pelindung Kebakaran, serta pemasangan rambu-rambu informasi K3. Selain itu, dilakukan checklist terhadap lokasi kerja, alat kerja, perizinan, penggunaan dan pelatihan perancah, kesehatan pekerja, dan asuransi ketenagakerjaan. Evaluasi pelaksanaan SMKK juga rutin dilakukan. Pengawasan SMKK yang tepat dan efektif turut berperan dalam mengurangi risiko kecelakaan kerja serta memastikan tidak terjadi keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Semua tindakan ini mencerminkan komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja serta menjadikan pengawasan SMKK sebagai bagian integral dari kelancaran proyek konstruksi. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap potensi kecelakaan kerja meliputi cara pelaksanaan pekerjaan yang kurang memadai dan pemahaman pekerja dalam mengoperasikan alat kerja. Sedangkan faktor pengendalian kecelakaan yang sudah diterapkan dengan baik adalah ketersediaan cara kerja dan program operasional serta pemeriksaan dan perawatan alat secara rutin. Pada aspek pengawasan, penggunaan APD oleh pekerja dan pengawasan risiko kecelakaan kerja juga terbukti sangat efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen keselamatan yang menyeluruh dan pengawasan berkelanjutan dalam proyek konstruksi lahan basa