Universitas Pancasila Journal
Not a member yet
3327 research outputs found
Sort by
ALAT PENIRIS MINYAK BERBASIS SMART BREAKER : UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS PRODUK UMKM DI DESA CALUNG BUNGUR KABUPATEN LEBAK
Preliminary studies and observations conducted in Calung Bungur Village, Sajira District, Lebak Regency are known to have an area of 850 Ha with a total population of 3,240 people from 968 Heads of Families (KK). The greatest economic potential in Calung Bungur Village is in the agricultural and plantation sectors, where agricultural products are not only used for food security but also sold to mills, while plantation products are not only sold to collectors but also used as raw materials for home businesses by some people. However, the utilization of plantation products has not been processed optimally by the community. Therefore, a community service program will be implemented in collaboration with KKM-PkM Lecturers Group 64 Calung Bungur Village. The method of implementing activities uses the Participatory Rurral Appraisal (PRA) method which includes participatory counseling, socialization, and direct demonstration of tools. The results of the implementation of socialization activities and the application of appropriate technology for smart breaker-based oil spnnier machine to increase productivity and quality in cassava chips and banana chips MSMEs in Calung Bungur Village have been carried out well by providing real contributions in increasing knowledge, understanding and skills of the community which is marked by the active participation of the community and MSME actors as well as the rise of the entrepreneurial spirit as marked by the existence of new business pioneers by optimizing existing resources around Calung Bungur Village
REKONSTRUKSI KONSEP PEMBATASAN KASASI PIDANA DALAM PERSPEKTIF KRITIK PARADIGMA POSITIVISME
Pembatasan kasasi dalam sistem peradilan pidana Indonesia merupakan isu penting mengingat tingginya beban perkara yang harus ditangani Mahkamah Agung. Artikel ini mengkaji rekonstruksi konsep pembatasan kasasi pidana dari perspektif kritik terhadap paradigma positivisme. Pendekatan normatif, konseptual dan komparatif digunakan dengan mengkaji peraturan perundangan, konsep pembatasan kasasi, serta membandingkan sistem hukum Indonesia dengan negara lain seperti Jerman dan beberapa negara lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembatasan kasasi telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, namun masih terdapat kendala struktural dan prosedural dalam implementasinya. Disamping itu, kritik terhadap paradigma positivisme membuka ruang untuk rekonstruksi konsep pembatasan kasasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan keadilan substantif dalam sistem hukum modern. Artikel ini memberikan rekomendasi kebijakan berbasis teori hukum progresif yang mengedepankan integrasi prinsip keadilan substantif dalam reformasi sistem kasasi pidana. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Pendekatan perundang-undangan dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembatasan kasasi berdasarkan kerangka hukum dan paradigma positivisme dalam sistem hukum modern, memahami bagaimana norma hukum diterapkan dan dikritisi secara mendalam. Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan di atas adalah sebagai berikut: Pertama, kajian pembatasan kasasi sebagai obyek kajian dalam tulisan ini harus memasuki dromologi berpikir, yang aktualisasinya muncul melalui berbagai kritik positivisme hukum, pembalikan pemikiran, bahkan penghancuran (dekonstruksi). Kedua, hukum adalah obyek kajian yang masih harus dikonstruksi sebagaimana kaum konstruktivis menjelaskan, meniciptakan menurut istilah positivistik, atau menggunakan bahasan kaum hermenian “ditafsirkan”, sehingga cara pandang seseorang tentang hukum akan ditentukan oleh cara orang tersebut mengkonstruksi, menciptakan atau menafsirkan aturan hukum dan dokumen hukum
Peran Asertivitas terhadap Kecenderungan Perempuan Dewasa Awal menjadi Korban Kekerasan dalam Pacaran
The intimacy vs isolation phase is encountered by persons transitioning into early adulthood. During this stage, individuals desire to establish close and personal connections, with one of the chosen relationships being dating. An issue that frequently occurs is the utilization of violence. The objective of this study is to examine the role of assertiveness on the susceptibility of young adult women to experience dating violence. The sample size for this quantitative study was 150 partisipants, selected using the convenient sampling technique based on the following criteria: 1) Female; 2) Age between 18 and 35; 3) Residing in Jakarta; 4) Involvement in a heterosexual love relationship. In this study, two Likert measures were used: the Assertiveness Scale with 20 items and a reliability coefficient (α) of 0.873, and the Composite Abuse Scale (revised)-Short Form (CASR-SF) with 20 items and a reliability coefficient of 0.953. The regression test revealed a statistically significant negative effect between assertiveness and the tendency to experience dating violence among adult women in Jakarta. These findings suggest that persons who display higher levels of assertiveness are less likely to experience dating violence. It is suggested that future research will be able to explore various other variables that might influence dating violence on the relationship dynamics of early adult couples in Indonesia.Fase keintiman vs isolasi dialami oleh individu yang sedang bertransisi ke masa dewasa awal. Selama tahap ini, individu mengembangkan keinginan untuk menjalin hubungan yang dekat dan pribadi, salah satunya dengan berpacaran. Salah satu permasalahan yang kerap ditemui dalam pacaran yaitu munculnya penggunaan tindak kekerasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji peran asertivitas terhadap kecenderungan perempuan dewasa awal mengalami kekerasan dalam pacaran. Besar sampel penelitian kuantitatif ini adalah 150 partisipan yang dipilih menggunakan teknik convenient sampling berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1) Jenis kelamin perempuan; 2) Usia antara 18 dan 35 tahun; 3) Tempat tinggal di Jakarta; 4) Keterlibatan dalam hubungan dengan lawan jenis. Dua instrumen digunakan dalam penelitian ini, yaitu Skala Asertivitas yang terdiri dari 20 item dengan koefisien reliabilitas (α) sebesar 0,873 dan The Composite Abuse Scale (revised)-Short Form (CASR-SF) yang juga terdiri dari 20 item dengan koefisien reliabilitas (α) sebesar 0,953. Uji regresi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara asertivitas dan kecenderungan mengalami kekerasan dalam pacaran di kalangan perempuan dewasa muda di Jakarta. Temuan ini menunjukkan bahwa orang yang menunjukkan tingkat asertivitas yang lebih tinggi cenderung tidak mengalami kekerasan dalam pacaran. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu mengeksplorasi berbagai variabel lain yang mungkin mempengaruhi kekerasan dalam pacaran pada dinamika hubungan pasangan dewasa awal di Indonesia
The Process of Self-Acceptance among Students Who Have Experienced Sexual Harassment on Campus
Sexual harassment is a form of gender‑based violence that can lead to significant psychological impacts, including low self-esteem, trauma, and behavioral changes. This study aims to explore the process of self-acceptance among university students who experienced sexual harassment on campus. A qualitative approach with a single case study design was employed, using in-depth interviews as the data collection method. The findings reveal that the survivor experienced severe psychological distress, such as suicidal thoughts, social withdrawal, and academic disruption. The self-acceptance process was supported by peer support and increased religiosity, which helped the survivor recover and reduce harmful behaviors. This study highlights the importance of social and spiritual support in the healing process of sexual violence survivors.Pelecehan seksual merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang dapat berdampak pada psikologis korban, termasuk perasaan rendah diri, trauma, dan perubahan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penerimaan diri pada mahasiswa yang menjadi korban pelecehan seksual di kampus. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus tunggal dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban mengalami dampak psikologis signifikan, seperti keinginan untuk mengakhiri hidup, menarik diri dari lingkungan sosial, dan menurunnya performa akademik. Proses penerimaan diri difasilitasi oleh dukungan sosial dari teman serta meningkatnya religiositas, yang membantu korban bangkit dan memperbaiki perilaku negatif. Penelitian ini menekankan pentingnya sistem dukungan dan pendekatan spiritual dalam pemulihan korban kekerasan seksual
Analysis of The Effect of Electric Current Strength in Shield Metal Arc Welding on The Hardness, Impact and Microstructure of Stainless Steel 304
Shielded Metal Arc Welding (SMAW) is a welding process that is widely used because of its simplicity, versatility, and cost-effectiveness. However, in the process, there is a lot of wasted energy, reducing the benefits of the existing energy source, namely electricity. Increasing environmental pollution causes carbon emissions to increase. This study tested the results of SMAW welding against Stainless Steel 304 material by varying it into two factors and three levels. Stainless Steel 304 material is used because it is easy to obtain and is often applied in the industrial world. The types of testing are Visual Metalography and Destructive Test (DT). Observation results visual metalography show that the microstructure has changed in the welding area. While the DT used is the hardness test, and impact test. The DT test results experienced an increase in value, namely the hardness test and impact test. While the tensile test experienced a decrease in value. The factor that most effects visual metalography and DT is the Electric Current used
Strengthening Effect of Rupiah Exchange Rate Through Financing Dimension on Profitability in Islamic Commercial Banks in Indonesia
Purpose: This study analyzes the impact of exchange rates on the financial health of Islamic Commercial Banks (BUS) in Indonesia, focusing on the financing dimension.Methodology: The study employs the Moderated Regression Analysis (MRA) method to assess the interaction between exchange rates (independent variable), NPF and FDR (moderator variables), and ROA (dependent variable). It uses secondary data from the financial statements of eight Islamic Commercial Banks from 2020 to 2022, comprising 36 observations.Finding: The results indicate that exchange rates significantly impact ROA, both directly and through interactions with NPF and FDR. The model has an adjusted R² of 34.89% and an RMSE of 1.1573, demonstrating good quality. The F-test value is 5.69 with a probability of 0.0015 (<0.05). The regression assumptions confirm normality and homoscedasticity; however, the Durbin-Watson test (1.48 < 1.80) indicates autocorrelation.Implication: This study recommends strengthening risk management in Islamic banks through Sharia-based financing principles. It uniquely contributes to Islamic banking research by exploring exchange rate effects using a three-way interaction approach.Originality: This study provides a unique contribution in analyzing the effect of exchange rates on the health of Islamic banks through a three-way interaction approach, which has not been widely discussed in the context of Islamic banking in Indonesia
Strategi dan Metode Perbaikan Kerusakan Beton Pada PLTU X
The use of large volumes of concrete often results in damage such as honeycombs and cracks, which can threaten the strength and durability of the structure. One method of repairing such damage is through demolition. However, demolishing concrete structures due to defects can be costly. Technology advancements have led to the development of repair methods that do not require dismantling the structure. This can be done with Root Cause Analysis (RCA) to identify the factors causing the damage, as well as Forensic Assessment using Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) and Ultrasonic Pulse Echo (UPE) to assess the condition of the concrete. The analysis showed that there were several main factors that caused the damage, including the use of inappropriate vibrators and a lack of worker skills. This research demonstrates that not all damage requires total demolition; there are various repair methods that can extend the lifespan of the structure without incurring high costs. This research provides a step for construction management in aligning repair strategies to improve the durability and safety of concrete structures in power plants.Penggunaan beton dalam volume besar sering kali mengalami kerusakan seperti honeycomb dan retakan, yang dapat mengancam kekuatan dan ketahanan struktur. Salah satu metode dalam memperbaiki kerusakan tersebut yaitu dengan cara pembongkaran. Membongkar struktur beton karena defect memerlukan biaya yang mahal. Seiring perkembangan teknologi, metode perbaikan tanpa membongkar struktur dapat digunakan. Hal ini dapat dilakukan dengan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi faktor penyebab kerusakan, serta Forensic Assessment menggunakan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) dan Ultrasonic Pulse Echo (UPE) untuk menilai kondisi beton. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan kerusakan, termasuk penggunaan vibrator yang tidak sesuai dan keterampilan pekerja yang kurang. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua kerusakan memerlukan pembongkaran total, terdapat berbagai metode perbaikan yang dapat diterapkan untuk memperpanjang umur struktur tanpa menimbulkan biaya tinggi. Penelitian ini memberikan langkah bagi manajemen konstruksi dalam menyelaraskan strategi perbaikan untuk meningkatkan daya tahan dan keamanan struktur beton di PLTU
PEMENUHAN HAK ANAK PARA PEKERJA IMIGRAN: STUDI KASUS ANAK PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI MALAYSIA
Pemenuhan Hak Anak para Pekerja Migran, khususnya anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Malaysia merasakan berbagai permasalahan dalam pemenuhan hak mereka sebagai anak, termasuk akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan dari eksploitasi dan diskriminasi. Faktor-faktor seperti status imigrasi, ketidakstabilan ekonomi, dan kurangnya kesadaran akan hak-hak anak menjadi hambatan utama dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang situasi anak Pekerja Migran Indonesia Malaysia dan mendorong adanya perhatian lebih lanjut terhadap perlindungan dan pemenuhan hak mereka.Pemenuhan Hak Anak para Pekerja Migran, khususnya anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Malaysia merasakan berbagai permasalahan dalam pemenuhan hak mereka sebagai anak, termasuk akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan dari eksploitasi dan diskriminasi. Faktor-faktor seperti status imigrasi, ketidakstabilan ekonomi, dan kurangnya kesadaran akan hak-hak anak menjadi hambatan utama dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang situasi anak Pekerja Migran Indonesia Malaysia dan mendorong adanya perhatian lebih lanjut terhadap perlindungan dan pemenuhan hak mereka
TINDAK PIDANA MENGALIHKAN BENDA YANG MENJADI OBJEK JAMINAN FIDUSIA TANPA IZIN LEBIH DAHULU DARI PEMEGANG FIDUSIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong pemberi fidusia melakukan pengalihan objek fidusia tanpa persetujuan penerima fidusia, menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi penerima fidusia atas pengalihan objek jaminan, serta mengevaluasi tanggung jawab pemberi fidusia dalam perspektif hukum pidana berdasarkan Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2019/PT SMG dan Putusan Nomor 120/Pid.Sus/2019/PT MDN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong pengalihan objek fidusia tanpa persetujuan penerima fidusia antara lain adalah ketidakmampuan membayar angsuran, ketidaktahuan tentang aturan fidusia, dan kekhawatiran debitur kehilangan uang yang telah dibayar. Perlindungan hukum terhadap penerima fidusia diatur dalam Undang-Undang Fidusia, yang mengharuskan pendaftaran objek jaminan fidusia untuk memastikan kepastian peringkat kreditur. Pengalihan objek tanpa persetujuan melanggar perjanjian fidusia dan dapat dikenakan denda sesuai Pasal 23 Undang-Undang Fidusia. Majelis hakim seharusnya menjatuhkan pidana denda maksimum jika bukti objek fidusia yang dialihkan tidak dapat diajukan dan terdakwa tidak mengetahui keberadaan objek tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong pemberi fidusia melakukan pengalihan objek fidusia tanpa persetujuan penerima fidusia, menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi penerima fidusia atas pengalihan objek jaminan, serta mengevaluasi tanggung jawab pemberi fidusia dalam perspektif hukum pidana berdasarkan Putusan Nomor 6/Pid.Sus/2019/PT SMG dan Putusan Nomor 120/Pid.Sus/2019/PT MDN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong pengalihan objek fidusia tanpa persetujuan penerima fidusia antara lain adalah ketidakmampuan membayar angsuran, ketidaktahuan tentang aturan fidusia, dan kekhawatiran debitur kehilangan uang yang telah dibayar. Perlindungan hukum terhadap penerima fidusia diatur dalam Undang-Undang Fidusia, yang mengharuskan pendaftaran objek jaminan fidusia untuk memastikan kepastian peringkat kreditur. Pengalihan objek tanpa persetujuan melanggar perjanjian fidusia dan dapat dikenakan denda sesuai Pasal 23 Undang-Undang Fidusia. Majelis hakim seharusnya menjatuhkan pidana denda maksimum jika bukti objek fidusia yang dialihkan tidak dapat diajukan dan terdakwa tidak mengetahui keberadaan objek tersebut
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS DI DESA PAUH KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK
Abstrak
Desa Pauh terletak di Kecamatan Sompak Kabupaten Landak dan berjarak sekitar 122 km dari Pontianak. Sekitar 98% masyarakat pekerjaannya sebagai petani, satu diantaranya adalah sebagai petani padi. Luas lahan sawah di Desa Pauh 302,16 ha. Budidaya padi diusahakan petani pada tanah inceptisol menunjukkan produksi yang rendah yakni 0,6-1,5 ton/ha. Hal ini dikarenakan rendahnya kesuburan tanah serta rendahnya kemampuan petani dalam memberikan pupuk secara optimal karena mahalnya harga pupuk. Selain itu kurangnya pengetahuan petani dalam pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik (kompos). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: 1) Meningkatkan pengetahuan tentang trichokompos, 2) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan cara pembuatan kompos diperkaya, 3) Meningkatkan ketrampilan cara aplikasi kompos pada tanaman, 4) Meningkat pengetahuan manfaat kompos pada tanah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi: penyuluhan, pelatihan serta evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah 1) terjadi peningkatan pengetahuan petani tentang istilah trichokompos dari 0% menjadi 95%, 2) terjadi peningkatan ketrampilan cara membuat kompos jerami padi diperkaya dari 2% menjadi 85%, 3) terjadi peningkatan ketrampilan cara aplikasi kompos dari 10% menjadi 85%, 4) terjadi peningkatan pengetahuan manfaat menggunakan kompos pada tanah dan tanaman dari 5% menjadi 90%