Jurnal Akademi Pariwisata Medan
Not a member yet
    101 research outputs found

    Pengembangan Fasilitas Rekreasi Berdasarkan Refrensi Pengunjung Danau Toba Di Parapat-Kabupaten Simalungun

    Get PDF
    This study aims to describe the efforts of the Culture and Tourism Office in developing the Lake Toba recreation area in Parapat-Simalungun Regency and to identify the driving factors in the development of recreational facilities based on the references of Lake Toba visitors in Parapat-Simalungun Regency, North Sumatra. The tools used to collect data are questionnaires and the Likert scale technique is used to analyze and describe the results of research. The results showed that the factors that encourage the development of recreational facilities based on visitors to Toba lake in Parapat, Simalungun Regency, North Sumatra is the potential of tourism objects in the Parapat-Simalungun Regency, North Sumatra, one of which is Lake Toba recreation area, tourism object development in Parapat Simalungun Regency, North Sumatra has been quite optimal both in terms of development factors, distance and location, terms of promotion and processing and others.   REFERENCES Schulalard, Hermann (1910) pengertian pariwisata.http://repository.usu.ac.id/ bitstream/123456789/17052/3/Chapter%20II.pdf. Hunziker dan   Kraft   (1942). Pengertian Wisata. Jakarta : PT. Gramedia. Margono,  (2004), Metodologi  Penelitian Pendidikan, Jakarta :Rineka Cipta. Sugiyono,    (2001). Metode    Penelitian, Bandung: CV Alfa Beta. Suryamin.   (2013). Penelitian   Publikasi Neraca  Satelit  Pariwisata  Nasional (Nesparnas). Badan  Pusat  Statistik, Desember. (2013). Jakarta

    Kajian tentang Pengembangan Objek Wisata Pemandian Manigom Nauli Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun

    Get PDF
    Tourism development is everything about coordinated activities and businesses to attract tourists, provide all facilities and infrastructure, goods and services as well as all the facilities needed to serve the needs of tourists. Besides the development of tourism also aims to provide benefits for tourists and tourism business users. The development of a tourist attraction must be designed based on good environmental conditions in the tourist attraction. This environmental condition is a major aspect that will be sold in order to provide satisfaction to tourists or visitors need to be equipped with various support from the local government. At the moment the researcher is conducting research on, the development of Manigom Nauli bathing tourism objects in Dolok Panribuan Subdistrict, Samosir Regency, North Sumatra Province. Development can be interpreted as an effort or a way that is done to change from the original form that is less attractive to more interesting that can be enjoyed by humans, so that the creation of a sense of pleasure, thus attracting tourists to visit. In this case, the authors conducted a descriptive analysis research method, namely: by telling the existing problems based on the data obtained, presenting the data found, and analyzing based on knowledge and theory to find solutions to existing problems. he technique used by the author is to distribute questionnaires, interviews and literature studies.   REFERENCES Baginda, Syah Ali. (2016). Skripsi Strategi Pengembangan Fasilitas Guna Meningkatkan Daya Tarik Minat Wisatawan Di Darajat Pass(Water Park) Kecamatan Pasir, Kabupaten Garut. Damanik, Janianton dan Helmut. F.Weber. (2006). Perencanaan Ekowisata. Andi. Dina, Wahyudi, Lumbantobing, dan Lister, Berutu. G. Soejono. (1995). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, ...Depdikbud, (1995), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua, Jakarta. Mintzberg, Lampel, Quinn, Ghoshal : .(2003). analisis ... Menurut Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (2003:556) ... menjadi objek permasalahan dan disusun berdasarkan tinjauan pustaka dan hasil. Bungin, Burhan. (2007). Penelitian Kualitatif : Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Trikurnia nurhayati, 005, kamus lengkap bahasa indonesia, jakarta: eska Patrik, purwadi. (1994). dasar-dasar hukum perikatan perikatan yang lahir dari. Oleh k kustanto -2011. Nyoman S. Pendit. (1986 : 21). d) Infrastruktur. Infrastruktur adalah situasi yang mendukung fungsi fasilitas pelayanan, baik yang berupa sistem pengaturan oleh IU Susanti - 2005. G.R, Soekadijo. (1997. Anatomi Pariwisata (Memahami Pariwisata Sebagai. “Sistem Linkage”). PT Gramedia Pusataka. Jakarta. Ridwan ,Mohamad. (2012), Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. PT SOFMEDIA: Medan. English, Fenwick W & Kaufman, Roger A. (1975). Needs Assessment: A Focus for CurriculumDevelopment. Washington, D.C: Association for Supervision and Curriculumz Development. H.B.Sutopo. (2002). Judul: Metodologi ... Judul: Kemasan yang Menjual. Jakarta : Gramedia Pustaka. Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun. (2000). tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) Tahun.(2000-2004). Author(s) : Indonesia. Yoeti, Oka A. (1991). Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: ANGKASA.Pengembangan pariwisata merupakan segala sesuatu hal mengenai kegiatan dan usaha yang terkoordinasi untuk menarik wisatawan, menyediakan semua sarana dan prasarana, barang dan jasa serta semua fasilitas yang di perlukan guna melayani kebutuhan wisatawan. Selain itu pengembangan pariwisata juga bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi wisatawan maupun pengguna bisnis pariwisata. Pengembangan suatu objek wisata harus dirancang dengan bersumber pada kondisi lingkungan yang baik pada objek wisata tersebut. Kondisi lingkungan tersebut ialah suatu aspek utama yang akan dijual agar memberikan kepuasan kepada wisatawan atau pengunjung perlu di lengkapi dengan berbagai dukungan dari pemerintah daerah. Pada saat ini peneliti melakukan penelitian tentang, pengembangan objek wisata pemandian Manigom Nauli Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Samosir,  provinsi Sumatera Utara. Pengembangan dapat diartikan suatu usaha atau cara yang dilakukan untuk merubah dari bentuk asli yang kurang menarik menjadi lebih menark lagi yang dapat dinikmati oleh manusia, sehingga terciptanya rasa senang, dengan demikian akan menarik wisatawan untuk berkunjung. Dalam hal ini, penulis melakukan metode penelitian deskriftif analisis yaitu: dengan menceritakan masalah yang ada berdasarkan data yang didapatkan, menyajikan data yang ditemukan, dan menganalisa berdasarkan pengetahuan dan teori untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada. Teknik yang digunakan oleh penulis adalah dengan menyebarkan kuesioner, wawancara dan studi kepustakaan

    Pengaruh Sosial Demografi, Budaya Dan Motivasi Wisatawan Nusantara Terhadap Makanan Lokal Di Kota Semarang

    Get PDF
    Domestic tourists visiting Semarang generally choose the cultural tourist attraction namely Lawang Sewu to visit. Even though Semarang has other tourism potentials, for example culinary tourism. The culinary potential in Semarang can be developed into a tourist attraction, but it has not been managed optimally. The purpose of this study was to determine (1) the effect of the social demographic, (2) culture, and (3) the motivation of domestic tourists on local food in Semarang. The sampling technique in this study was convenience sampling. The respondents of this study were domestic tourists visiting Semarang. The number of respondents was 197 people. The data analysis method used is linear regression. Based on the results showed that the social demographics, culture, and motivation of domestic tourists proved to have a positive effect on local food in Semarang. Managerial implications of this research for the Semarang City Government are developing interesting informative texts about the culinary of Semarang by utilizing the latest technologies, promoting the local food of Semarang by conducting culinary festivals on a regular basis and works closely with the travel agencies to create tour packages about culinary, especially the local food of the Semarang.   REFERENCES Berg,  P. O., & Sevón, G. (2014). Food-branding places sensory perspective. Place Branding and Public Diplomacy. https://doi.org/10.1057/pb.2014.29 Giantara,  M.  S.,  &  Santoso,  J.  (2014). Pengaruh   Budaya,   Sub   Budaya, Kelas Sosial, dan Persepsi Kualitas Terhadap Perilaku Keputusan Pembelian Kue Tradisional   Oleh   Mahasiswa di Surabaya. Hospitality Dan Manajemen Jasa, 2(1). Guerrero, L., G uàrdia, M. D., Xicola, J., Verbeke, W., Vanhonacker, F., Zakowska-Biemans,    S.,    ... Hersleth,  M.  (2009).  Consumer-driven   definition   of   traditional food  products  and  innovation  in traditional   foods. A qualitative cross-cultural study. Appetite. https://doi.org/10.1016/j.appet.2008.11.008. Jundi,  A.  M.  (2015). Pola  Konsumsi Pangan  Sangat  dipengaruhi  Oleh Adat  Istiadat  Setempat,  Termasuk didalamnya Pengetahuan Mengenai Pangan, Sikap Terhadap  Pangan  dan  Kebiasaan Makan. Islam Negeri. Kim,  S.  S.,  Lee,  C.  K.,  &  Klenosky,  D. B.  (2003).  The  influence  of  push and pull factors at Korean national parks. Tourism Management.  https://doi.org/10.1016/S0261-5177(02)00059-6 Kim,  Y.  G.,  Eves, A.,  &  Scarles,  C. (2009).  Building  a  model  of  local food   consumption   on   trips   and holidays:    A    grounded    theory approach. International Journal of Hospitality Management. https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2008.11.005 Kotler,   P.,   &   Keller,   K.   L. (2011). Marketing Management(14thed.). Prentice Hall. Kristiana,    Y.,    Suryadi,    M.    T.,    & Sunarya,  S.  R. (2018).  Eksplorasi Potensi    Wisata    Kuliner    Untuk Pengembangan Pariwisata Di Kota Tangerang. Khasanah    Ilmu -Jurnal   Pariwisata   Dan   Budaya, 9(1), 18–23. https://doi.org/10.31294/khi.v9i1.3604 Mak,  A.  H.  N.,  Lumbers,  M.,  Eves,  A., & Chang, R. C. Y. (2012). Factors influencing tourist food consumption. International Journal of Hospitality Management. https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2011.10.012. Pemerintah Kota Semarang. (2018). Kota Semarang Jadi Destinasi Wisata  Paling  Dicari  di  Google. Retrieved from http://semarangkota.go.id/p/400/kota_semarang_jadi_destinasi_wisata_paling_dicari_di_google Rahma,  N.,  Susilowati,  I.,  &  Purwanti, E.  Y.  (2017).  Minat  Wisatawan terhadap   Makanan   Lokal   Kota Semarang. Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 18(1). Santi,  I.  A.  P.  N.  P.,  &  Suprapti,  N.  W. S. (2012). Hubungan Karakteristik Sosial Demografi Konsumen Dengan  Respon  Terhadap  Stimuli Komunikasi   Pemasaran   (Produk Bancassurance AIA-BCA). Ekonomi Dan Bisnis, 1(2), 131. Schiffman,   L.   G.,   &   Kanuk,   L.   L. (2010). Consumer  Behavior  10th Edition. Pearson Education. Sekaran,   U.,   &   Bougie,   R.   (2016). Research methods for business : a skill-building   approach/Uma Sekaran     and     Roger     Bougie. Nucleic Acids Research. Tyas,   A.   S.   P.   (2017).   Identifikasi Kuliner   Lokal   Indonesia   dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Jurnal  Pariwisata  Terapan, 1(1). https://doi.org/10.22146/jpt.24970 Uno,  B.  H.  (2011).  Teori  Motivasi  & Pengukurannya. Personnel Review. Winardi.    (2008). Entrepreneur dan Entrepreneurship. Jakarta: Kencana. Yasin,  M.,  &  Adioetomo,  S.  M.  (2010). Demografi:    Arti    dan    Tujuan. Dalam  Dasar- Dasar  Demografi. (Adioetomo).    Jakarta:    Salemba Empat. Zahra,   A.   (2014).   Persepsi   Pengaruh Pengetahuan     Keuangan,     Sikap Keuangan, Sosial Demografi Terhadap Perilaku Keuangan Dalam    Pengambilan    Keputusan Investasi Individu. Bisnis Strategi, 23(2), 70–96      Pilihan wisata dari wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Semarang adalah daya tarik wisata budaya yaitu Lawang Sewu. Padahal Kota Semarang memiliki potensi wisata lain contohnya adalah wisata kuliner. Potensi kuliner di Kota Semarang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata, namun belum dikelola secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh sosial demografi, (2) budaya, dan (3) motivasi wisatawan nusantara terhadap makanan lokal di Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah convenience sampling. Responden dari penelitian ini adalah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Semarang. Jumlah responden adalah sebanyak 197 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sosial demografi, budaya, dan motivasi wisatawan nusantara terbukti berpengaruh positif terhadap makanan lokal di Kota Semarang. Implikasi manajerial dari penelitian ini bagi Pemerintah Kota Semarang adalah untuk dapat lebih mengembangkan informasi secara menarik dan lengkap mengenai kuliner Kota Semarang dengan memanfaatkan teknologi terkini, mempromosikan makanan lokal Kota Semarang melalui penyelenggaraan festival kuliner secara berkala dan bekerja sama dengan biro perjalanan wisata untuk membuat paket wisata tentang kuliner, khususnya makanan lokal Kota Semarang.   &nbsp

    Peran Media Sosial dalam Pengembangan Homestay di Desa Terong Kabupaten Belitung

    Get PDF
    This research is motivated by how the influence of employee discipline in improving work performance. With a variety of problems that become critical to the lack of discipline of employees in their performance. Where this can be seen from the results of the partial test (Test-t) which shows that employee discipline has a positive and significant effect on employee performance. Simple linear regression analysis using the SPSS for Windows version 16.0 program obtained a value of 7.533 and a b value of 0.868. From the test results obtained by R is 0.939 or 93.9% which is positive, this number shows that there is a closeness between employee discipline variables towards work performance variables. And the value of R2 (coefficient of determination) is used to influence the influence of independent variables (employee discipline) on changes in the dependent variable (work performance). The purpose of this study is the extent to which the influence of discipline and management is expected to really maintain and improve employee discipline because discipline is very influential on work performance   REFERENCES Effendy, O.U. (2003). Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi.Bandung : PT. Citra Aditya Karya. Hendroproyono, H. (2012). Semua Orang Adalah Brand Gardener. Jakarta : Literati. Kaplan, A.M., & Haenlein,M. (2010). Users of the world, Opportunities od Social Media. Journal Business Horizon 53 (1), 59-68. Doi:10.1016/jbushor.2009.09.003 Kotler, P. (2001). Marketing Management: Analysis, Planning, Implementation and Control, Millenium Edition. New Jersey : Ha;; Inc. New Jersey. Lamb, H. & McDaniel, C. (2006). Marketing 6th Edition. Thomas South-Western. Moleong, L. J. (2002). Metode Penelitian Kualitatif.Bandung : PT. Remaja Rosda Karya. Nuruddin. (2012) Media Sosial Baru dan Munculnya Revolusi Proses Komunikasi. Yogyakarta:Buku Litera. Pawito. (2008). Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta : LKIS Pelangi Aksara. Rangkuti, F. (2010). Strategi Promosi Yang Kreatif dan Analisis Integrated Marketing Communication. Jakarta:  PT. Gramedia Pustaka Utama. Ruslan, R. (2010). Metodologi Penelitian Public Relations dan Komunikasi ctekan ke-5. Jakarta: Rajwali Pers. Riese, M., Pennisi L., & Major, A., (2010). Using Sosial Media To Market Your Business.Nebraska Lincoln. Tjiptono, F. (2006). Pemasaran Jasa. Cetakan ke-2. Bayu Media. Malang.This research is motivated by how the influence of employee discipline in improving work performance. With a variety of problems that become critical to the lack of discipline of employees in their performance. Where this can be seen from the results of the partial test (Test-t) which shows that employee discipline has a positive and significant effect on employee performance. Simple linear regression analysis using the SPSS for Windows version 16.0 program obtained a value of 7.533 and a b value of 0.868. From the test results obtained by R is 0.939 or 93.9% which is positive, this number shows that there is a closeness between employee discipline variables towards work performance variables. And the value of R2 (coefficient of determination) is used to influence the influence of independent variables (employee discipline) on changes in the dependent variable (work performance). The purpose of this study is the extent to which the influence of discipline and management is expected to really maintain and improve employee discipline because discipline is very influential on work performance   &nbsp

    Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Penjamah terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Restoran di Kawasan Pelabuhna Ajibata Kabupaten Toba Samosir

    Get PDF
    The increasing of knowledge is a process of increasing one’s knowledge as the result of an activity throught his/her senses to a certain object. Action is one’s responses to a stimulus and food handler is some one who makes direct contact to the food and equipments, star from preparations, cleaning, processing, moving and serving. The bahaviour of healthy and clean life is a group of behaviours implemented based on one’s awareness as the result of learning process that makes someone can manage his healths and participate actively in realizing social gealth. This is a descriptive analysis where the research done by observing the current. This is a descriptive analysis where the research done by observing the current problems, then the datas are analyzed. This research involves 100 respondents, they are cook and waiters that they act as food handlers in restaurants and cafes in the area of Ajibata Port. The data collections are done by distributing some questionnaires to the respondents, then the questionnaires are collected as data, and then they are analyzed. The research shows that the increasingof the food handlers’ knowledges and behaviours are very important because the lack of their knowledge concerning to themselves as food handlers that give impacts to the healthy and clean life behaviours that will be implemented in restaurants or cafes as their work places   REFERENCES Arikunto,. (2003). Manajemen Penelitian, PT. Rineka Cipta, Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. (2002.) Departemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka, Jakarta. Marsum. (2005). Restoran dan Segala Permasalahannya, CV.Andi Offset, Yogyakarta. Notoatmodjo Soekidjo, Ilmu Kesehatan Masyarakat. (2003). Rineka Cipta, Jakarta. Putri Dewi dan Rachmawati Nunung, Antropologi Kesehatan. (2018). Pustaka Baru Pers, Jogjakarta. Pangihutan Nadeak. (2018). Kecamatan AjibataDalam Angka 2018, CV.Rilis, Tobasa. Permenkes no. 1098. enviro24wordpression.Peningkatan Pengetahuan adalah meningkatkan pengetahuan dari hasil yang terjadinya setelah seseorang melalui pengindraan terhadap sesuatu objek tertentu.Sedangkan sikap merupakan respon yang dilakukan seseorang terhadap suatu rangsang tertentu dan Penjamah makanan adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan, peralatan, mulai dari tahapan persiapan, pembersihan, pengolahan, pengangkutan sampai dengan penyajian. Serta perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang mampu mandiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analisis yaitu metode penelitian dengan cara mengamati masalah yang ada pada saat Ini kemudian data di analisis, yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah juru masak dan pramusaji sebagai penjamah makanan dibeberapa restoran dan rumah makan pada kawasan pelabuhan Ajibata, berjumlah 100 responden. Data dikumpulkan dengan memberikan kuesioner dalam bentuk angket, kemudian angket tersebut dikumpul sebagai data, lalu data tersebut dianalisis. Adapun hasil analisis menunjukan bahwa peningkatan pengetahuan dan sikap penjamah makanan sangat perlu karena masih dianggap perlu karena masih ditemukan penjamah makanan yang kurang memiliki pengetahuan tentang hal yang berhubungan dengan dirinya sebagai penjamah makanan hal ini berdampak pada perilaku hidup bersih dan sehat yang akan diaplikasikan/diterapkan di restoran maupun rumahmakan sebagai tempat bekerja

    Potensi Objek Wisata Air Terjun Janji dalam Rangka Pengembangan Pariwisata di Kecamatan Bakti Raja Kabupaten Humbang Hasundutan

    Get PDF
    Humbang Hasundutan Regency is one of the districts that has the potential to be developed as a tourism area. This is evidenced by the existence of tourist objects that can potentially be developed into a tourist attraction one of which is the Janji Waterfall located in Marbun Toruan Village, Baktiraja sub-district. This study uses a qualitative descriptive research method. The type of data consists of primary data obtained through interviews and observations in the Bakti Raja sub-district of Humbang Hasundutan Regency. The results of this study can be used by managers of waterfall promises, the Office of Tourism, local communities and government agencies and the Medan Tourism Polytechnic in determining the direction of the development of tourism Obejek potential, especially promising waterfall tourism in Bakti Raja District of Humbang Hasundutan Regency.   REFERENCES Bejo  Siswanto.(2011).  Manajemen  Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional. Jakarta: Bumi Aksara. Bgyono.(2005). Pariwisata  dan  Perhotelan. Bandung: Alfabeta. Fahi,  Irham.(2013). Manajemen  Strategis Teori dan Aplikasi. Bandung: CVAlfabeta. Hasn,  F.(2004). Pembangunan  Berwawasan Budaya. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Hutaarat, Jemsly dan   Martani,   Huseini.(2006). Pengantar Manajemen Stratejik  Kontemporer,  Strategik  di Tengah   Operasional.   Jakarta:   PT Elex MediaKomputindo. Kurniawan,   F.(2010). Potensi Wisata Kuliner dalam Pengembangan Pariwisata di  Yogyakarta. Kusudianto,  Hadinoto.(1996). Perencanaan Pengembangan DestinasiPariwisata. Jakarta: UI-Press. Pitana,  I  Gde  dan  Diarta,  I  Ketut  Surya.(2009). Pengantar    Ilmu    Pariwisata. Yogyakarta: Andi. Robbins,  Stephen  P.  dan  Coulter,  Mary.(2009). Manajemen. Edisi   Kedelapan. Klaten: PT Macanan Jaya Cemerlang SK MENPARPOSTEL No.: KM. 98/PW.102/MPPT-87. Tentang Pariwisata  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun   2009 Tentang Kepariwisataan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun1990 Tentang Pengertian Pariwisata dan Peraturan yang Berlaku. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009. 2009. Tentang Pengertian Pariwisata dan Peraturan yang Berlaku. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.Kabupaten Humbang Hasundutan adalah salah satu kabupaten yang berpotensi dikembangkan sebagai daerah pariwisata. Hal ini terbukti dengan adanya objek- objek wisata yang dapat berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata salah satunya adalah Air Terjun Janji yang terletak di Desa Marbun Toruan kecamatan Baktiraja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Jenis data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi di kecamatan Bakti Raja Kabupaten Humbang Hasundutan. Hasil Penelitian ini dapat digunakan oleh Pengelola Air terjun janji, Dinas Pariwisata, Masyarakat setempat dan instansi pemerintahan dan Politeknik Pariwisata Medan dalam menentukan arah pengembangan potensi Obejek wisata , khususnya wisata air terjun janji di Kecamatan Bakti Raja Kabupaten Humbang Hasundutan

    Peran Promosi dan Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Sipiso Piso dalam Meningkatkan Jumlah Wisatawan di Kecamatan Merek Kabupaten Karo

    Get PDF
    This research is conducted to know what kind of business conducted by the manager in developing, promoting and marketing and any constraints faced by the local tourism object manager in promoting and marketing Sipiso piso Waterfall object. Attraction Sipiso piso Waterfall has the concept as a family tourist destination, so that everyone of all ages can enjoy the comfort and entertainment offered by the object. Facilities are also fully equipped for children, adolescents, and parents. In addition there are several attempts made by the managers in developing attractions Sipso Piso Waterfall among others bring memberbaiki facilities in the tourist attraction, memberbaiki accessibility and methods 4A and Sapta Pesona also be used as a guide in developing and introducing the object to the public.   REFERENCES Lexy J Moelong. Lexy.(1997). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:PT Remaja Rosdakarya. Moh. Pabundu Tika.(1997). Metode Penelitian Geografi. Jakarta: PT Gramedia Pusataka Utama. Moh. Reza Tirtawinata, Lisdiana Fachruddin” Daya Tarik Dan Pengelolaan”. Jakarta: PT Penebar Swadaya, Anggota Ikapi. Nyoman S Pendit.(1986). Ilmu  pariwisata, Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta : PT. Pradaya paramita. Nyoman S Pendit.(2002). Ilmu  pariwisata, Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta : PT. Pradaya paramita. Oka A. Yoeti Oka.(1983). Pemasaran Pariwisata. Bandung  :  Angkasa Offet. Salah Wahab.(1988). Manajemen Kepariwisataan. Jakarta:  Pradnya Paramita. Salah Wahab.(1989). Pemasaran Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita. Suharsimi Arikunto.(1997). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: Rineka Cipta. www.jawatengah.go.id/.  Tanggal  akses  1 Februari 2009. www.Karo.go.id, pariwisataKaro . Tanggal akses 1 Februari 2009.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui usaha apa saja yang dilakukan oleh pengelola dalam mengembangkan, mempromosikan dan memasarkan serta kendala apa saja yang dihadapi pihak pengelola objek wisata setempat dalam mempromosikan dan memasarkan objek wisata Air Terjun Sipiso piso. Objek wisata Air Terjun Sipiso piso memiliki konsep sebagai daerah tujuan wisata keluarga, sehingga semua orang dari berbagai usia dapat menikmati kenyamanan dan hiburan yang ditawarkan oleh objek tersebut. Fasilitas-fasilitasnya pun tersedia lengkap baik bagi anak-anak, remaja, maupun orang tua. Selain itu ada beberapa usaha yang dilakukan oleh pihak pengelola dalam mengembangkan objek wisata Air Terjun Sipso piso antara lain mendatangkan memberbaiki fasilitas di objek wisata, memberbaiki aksesibilitas serta metode 4A dan Sapta Pesona juga dijadikan pedoman dalam mengembangkan dan mengenalkan objek tersebut ke masyarakat lua

    Pengembangan Soft Skill Karyawan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Hotel Berbintang di Kabupaten Humbang Hasundutan (Studi kasus : Hotel Berbintang di Kecamatan Bakti Raja)

    Get PDF
    Service and customer satisfaction is the main objective of the service companies, focusing on how to provide optimum services to constumers. Focusing on customer needs by combining all the activities that will affect consumers and generate profits through services that focus on customer satisfaction. Quality of service of each major key to achieving that goal. Improving the quality of the optimal role of service providers or employees within the company. It is important to consider the business or the way in improving the ability or personal development of employees. This study intends to ascertain to what extent the importance of soft skills and hard skills possessed person will be able to improve the quality of the service, especially in service providers. In addition to knowing the things that are included in the category of soft skills, which is not less important are efforts to development the soft skill of servic provider. The role of the company deemed necessary to maintain good service quality and implementing the requirements of soft skill. The type of research approach use in this research is quantitative approach, where the source of the data presented is a number. The focus of this research is how to development  the soft skill to improve quality service. The result showed that the effect ot the soft skill to improve the quality service have the effect 88.2 % based on the coefficient of determination. It means soft skill has very strong influence to improve quality of service.   REFERENCES Hasibuan, Malayu.(2002). Manajemen Sumber  Daya  Manusia. Jakarta:  Bumi Aksara. Lupiyoadi, Rambat.(2001). Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta:Salemba Empat. Nogi,  Hassel.(2005). Manajemen Publik. Jakarta: Grasindo. Nugraha, Andreas.(2010). Analisis Kinerja Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan  Pelanggan Sebagai Dasar Penyusunan Strategi Dan Program Pemasaran. Diambil dari: http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid. (Diakses 14 September 2010). Raharjo, Jani.(2010). Peningkatan  Kualitas Melalui Implementasi Filosofi Six Sigma. Diambil dari : http://puslit.petra.ac.id/journal/industrial (Diakses 30 Agustus 2010). Rahmayanty, Nina.(2010). Manajemen Pelayanan  Prima.  Yogyakarta:  Graha Ilmu. Supranto, Johanes.(2001). Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Rineka Cipta. Ratna  Sari. (2012). Peran  Praktik  Industri Dalam Menunjang Kesiapan Memasuki  Dunia  Kerja  Siswa  Kelas XI  Program  Keahlian  Busana  SMK Karya Rini Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta:  Fakultas  Teknik  Universitas Negeri Yogyakarta. Riyanto.(1996). Metodologi Penelitian Pendidikan Tinjauan Dasar. Surabaya:SIC. Sucipta I Nyoman.  (2009). Holistik  Soft Skills. Denpasar: Udayana University. Sugihartono. (2009). Pendidikan Sistem Ganda. Diakses dari www.sugihartono1.wordpress/2009/pendidikansistemganda. Sugiyono.(2012). Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta. ________.(2006). Metode   Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta. Suharsimi Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta. Tri  Mulyanti. (2011). Pengembangan Soft Skills Mahasiswa  PJKR  Angkatan 2007 Melalui  Pemahaan Empat Kompetensi Guru (studi kasus mahasiswa yang aktif dalam keorganisasian). Skripsi. Yogyakara: FIK UNY. Tjiptono, Fandy.(2005). Prinsip-prinsip Total Quality Service. Nissa Rizky. (2012). Strategi Integrasi Soft Skills Dalam Pembelajaran Kompetensi  Keahlian  Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Oemar Hamalik.  (2007). Pengembangan SDM Pelatihan Ketenagakerjaan Pendidikan Terpadu.  Jakarta:  PT. Bumi Aksara. 81.Pelayanan dan kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama perusahaan jasa, dengan fokus pada bagaimana memberikan pelayanan yang optimal kepada konsumen. Berfokus pada kebutuhan pelanggan dengan menggabungkan semua aktivitas yang akan mempengaruhi konsumen dan menghasilkan keuntungan melalui layanan yang fokus pada kepuasan pelanggan. Kualitas pelayanan merupakan kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut. Meningkatkan  peran optimal kualitas pelayanan dari penyedia layanan atau karyawan dalam perusahaan. Penting untuk mempertimbangkan bisnis cara meningkatkan kemampuan atau pengembangan pribadi karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pentingnya soft skill yang dimiliki seseorang akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, terutama pada penyedia layanan. Selain mengetahui hal-hal yang termasuk dalam kategori soft skill  yang tak kalah penting adalah upaya pengembangan soft skill penyedia pelayanan. Peran perusahaan  perlu untuk menjaga kualitas pelayanan yang baik dan menerapkan persyaratan soft skill.  Jenis pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitin ini adalah pendekatan kuantitatif, dimana sumber data yang dipaparkan dalam bentuk angka. Penelitian ini difokuskan tentang pengembangan soft skill dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh  soft skill dalam meningkatkan kualitas pelayanan memiliki pengaruh sebesar 88.2%  berdasarkan hasil koefisien determinasi/R2. Artinya soft skill memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap Meningkatkan  Kualitas Pelayanan

    Desain Menu Sarapan untuk Atlet Wanita di OKU Selatan

    Get PDF
    OKU Selatan is one of district in South Sumatra province, that had natural hills and lake which was developed tourism. Some of sport tourism event was done in OKU Selatan, one of them was cycling who followed by women athlets of OKU Selatan mainly. The problems happened was women athelets had bad culture in food selection. They did not pay attention for body fitness, expecially in the morning. Beside that, breakfast gave 25% contribution for nutritional intake. Therefore, it needed breakfast design menu for women athelets in OKU Selatan. Based on research of 5 sample athelets, which done by descriptive kuantitative and kualitative method to age, gender, daily activities of athelets and daily food. The results showed, there were 3 breakfast menu, that design based on energy of women athelets such as 838.12 kkal. The 3 of breakfast contained complete nutritions was needed. There were carbohydrat, protein, fat, vitamin and minerals.      REFERENCES Adiningsih S, Muniroh L., Nadhiroh SR, Nindya TS, Andrias DR. (2014). Buku panduan praktikum gizi. Surabaya: Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Hanya untuk kalangan sendiri). Bryantara OF. (2016). Factor yang berhubungan dengan kebugaran jasmani (VO2maks) atlet sepakbola. J Berkala Epidemilogi. 4 (2) : 237-249. Chairunnisa F. (2017). Analisis tingkat kesukaan dalam susunan menu makanan atlet sepak bola PPLP Sumatera utara. [Skripsi]. Medan (ID): universitas negeri medan. Drummond KE. (2017). Food Nutrition Based on Diet. Jerman: Oxford. Gunaidi D. (2010). Gizi atlet lari cepat 100 meter pelajar putra Indonesia. J Ilmiah SPIRIT. 10 (2): 1319-1416. Hoogendoorn RM, Overeem I, Storms JEA. (2008). Process-response modelling fluviodeltaic stratigraphy. Compuct Geosci. 34:1394-1416. Institute of Medicine. (2015). Beyond mylagic encephalomyelitis/chronic fatigue syndrome. Washington : the national acedemices press. Ita S. (2014). Cara menentukan kebutuhan gizi seorang atlet. J Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. 2(1):87-91. Komariah L. (2016). MODUL 9. Kebutuhan zat gizi dan jumlah kalori yang diperlukan oleh atlet. Muchtar M, Julia M, Gamayanti IL. (2011). Sarapan dan jajan berhubungan dengan konsentrasi pada remaja. J Gizi Klinik Indonesia. 8(1) : 28-35. Muniroh L, Hidayah LM. (2017). Hubungan tingkat kecukupan energy, protein dan index masa tubuh (IMT) dengan power atlet beladiri. Media Gizi Indonesia. 12 (1) :34-39. Mustamin, Kunaepah U, Ayu SD. (2010). Tingkat pengetahuan gizi, asupan dan status gizi di PUSDIKLAT olahraga pelajar Sudiang kota Makassar. Makassar :Media Gizi Pangan. Purnamawati M, Yuliati LN. (2016). Pengaruh kepribadian dan situasi terhadap pemilihan makanan pada mahasiswa tingkat pertama. Jur Ilm. Kel. & Kos. 9(3) : 231-242. Surbakti S. (2010). Asupan bahan makanan dan gizi bagi para atlet renang. J Ilmu Keolahragaan. 8(2): 108-122. Swamilaksita PD, Octaviana R, Ronitowati P. (2018). Hubungan kualitas menu dan preferensi menu dengan status gizi atlet. Jurnal Unsika. 1(1) :127-138. Walpole RE. (1995). Pengantar Statistika. Jakarta: Erlangga. Welis W, Rimbawan, Sulaiman A, Riyadi H. (2012). Hubungan hemoglobin, IMT, lemak tubuh dan VO2maks dengan performa lari 5 km. Media Gizi Indonesia. 2(9):1528-1538.OKU Selatan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera selatan yang berbukit dan memiliki danau yang kini sedang dikembangkan kepariwisataanya. Beberapa event wisata olahraga telah sering dilaksakanan di OKU Selatan, salah satunya adalah bersepeda, yang sebagian besar diikuti oleh atlet wanita OKU Selatan. Permasalahan yang terjadi adalah atlet wanita memiliki kebiasaan buruk dalam hal pemilihan makanan yaitu mengkonsumsi makanan tanpa memperhatikan kebugaran tubuh, terutama di pagi hari. Selain itu, sarapan pagi memberikan kontribusi 25% terbesar dalam asupan gizi. Oleh karena itu diperlukan desain menu sarapan pagi untuk para atlet wanita di OKU Selatan. Berdasarkan penelitian dari 5 sampel atlet, yang dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif terhadap umur, jenis kelamin, aktivitas atlet dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Maka diperoleh 3 menu sarapan pagi, yang dirancang berdasarkan kebutuhan energy atlet wanita yaitu sebesar 838.12 kkal. 3 menu sarapan pagi tersebut mengandung gizi yang dibutuhkan yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.   &nbsp

    Analisis Strategi Pemasaran pada Hotel Inna Parapat dalam Situasi Pandemi Covid-19

    Get PDF
    During the Covid 19 pandemic, marketing strategy was a very important thing to do. To obtain optimal results, marketing strategies have a broad scope including strategies in dealing with competition, pricing strategies, product strategies, service strategies and so on. Covid Plague 19 This gives a feeling of worry or discomfort to service companies, especially the Inna Parapat Hotel which is engaged in accommodation services. Seeing the results of the identification of problems in this study, researchers were interested in researching with the title "Analysis of Marketing Strategies at Inna Parapat Hotel in Covid Pandemic Situation 19.".  The purpose of this research is to find out and analyze the most appropriate strategy in the Covid19 Pandemic situation. This research is descriptive qualitative, with a method of guiding the validity and reliability of instruments and the quality of data collection regarding the accuracy of the ways used to collect data. In qualitative research can be in the form of tests, interview guidelines, observation guidelines, and questionnaires   REFERENCES Arif , M Nur Rianto Al. (2012). Lembaga Keuangan Syariah. Bandung: CVPustaka. Moleong, Lexy. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja. Spillane,James. (1994). Pariwisata Indonesia, Siasat Ekonomi dan Rekayasa Kebuadayaan. Kanisius. Yogyakarta. Tjiptono, Fandy. (2014). Pemasaran Jasa –Prinsip, Penerapan, dan Penelitian, Andi. Offset, Yogyakarta.Dalam masa pandemik wabah Covid 19 ini strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting untuk di lakukan. Dimana dalam mendapatkan hasil yang optimal dilakukannya strategi dalam pemasaran yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas antara lain startegi analitis menghadapi persaingan, strategi harga, strategi produk, strategi pelayanan dan sebagainya. Wabah Covid 19 Hal ini memberikan rasa khawatir atau rasa tidak nyaman kepada perusahaan jasa terutama Hotel Inna Parapat yang bergerak dalam bidang jasa akomodasi. Melihat hasil dari identifikasi masalah dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul “Analisis Strategi Pemasaran pada Hotel Inna Parapat dalam Situasi Pandemi Covid 19.”. Tujuan dari Peneltian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa strategi yang paling tepat dalam situasi Pandemi Covid 19. Dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pedoman validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data.Instrumen dalam penelitian kualitatif dapat berupa test, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan kuesione

    84

    full texts

    101

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Akademi Pariwisata Medan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇