Jurnal Akademi Pariwisata Medan
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
Analisis tentang Pengaruh Disiplin Karyawan dalam Meningkatkan Prestasi Kerja pada Hotel Berbintang (Studi Kasus : di Hotel Berbintang di Kecamatan Bakti Raja)
This research is motivated by how the influence of employee discipline in improving work performance. With a variety of problems that become critical to the lack of discipline of employees in their performance. Where this can be seen from the results of the partial test (Test-t) which shows that employee discipline has a positive and significant effect on employee performance. Simple linear regression analysis using the SPSS for Windows version 16.0 program obtained a value of 7.533 and a b value of 0.868. From the test results obtained by R is 0.939 or 93.9% which is positive, this number shows that there is a closeness between employee discipline variables towards work performance variables. And the value of R2 (coefficient of determination) is used to influence the influence of independent variables (employee discipline) on changes in the dependent variable (work performance). The purpose of this study is the extent to which the influence of discipline and management is expected to really maintain and improve employee discipline because discipline is very influential on work performance.
REFERENCES
Hasibuan, Malayu S.P.(2003). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta:PT. Bumi Aksara.
Hasibuan, Malayu S.P.(2009). Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah Edisi Revisi. Jakarta:PT. Bumi Aksara.
Hasibuan, Malayu S.P.(2013). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta:PT. Bumi Aksara.
I Komang, Ardana.(2002). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung, Ghalia Indonesia.
Koencoro Wibowo.(2013). Manajemen Penilaiaan Prestasi Kerja Karyawan. Jakarta PT.Wacana Media.
Kusnadi, Marwan. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Kedua. Semarang, PT. Indeks Kelompok Gramedia.
Mangkunegara, Anwar Prabu.(2003). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Pertama. Bandung, PT. Remaja Rosdakarya.
Mangkunegara, Anwar Prabu.(2003). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Kedua. Bandung, PT. Remaja Rosdakarya.
Nawawi, Hadari.(2005). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta.
Samsudin, Sadili.(2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung, Pustaka Setia.
Siagian P. Sondang.(2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta, Bumi Aksara.
Sugiyono.(2010). Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Sugiyono.(2010). Metodologi Penelitian Administrasi. Bandung. Alfabeta.
Sutrisno, Edy.(2009). Manajemen Sumber Daya manusia. Jakarta, kencana Prenada Media Group.
Tjutju, Yunarsih.(2016). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Kedua. Bandung, Alfabeta.
Wibowo.(2011). Manajemen Kinerja. PT. Rajagrafindo Persada.Penelitian ini dilatar belakangi oleh bagaimana pengaruh disiplin karyawan dalam meningkatkan prestasi kerja. Dengan berbagai permasalahan yang menajdi fakrto kurangnya disiplin karyawan dalam kinerjanya. Dimana hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengujian secara parsial (Uji-t) yang menunjukan bahwa disiplin karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. analisis regresi liner sederhana dengan menggunakan program SPSS for windows versi 16.0 diperoleh nilai a sebesar 7,533 dan nilai b sebesar 0,868. Dari hasil pengujian tersebut diperoleh R sebesar 0,939 atau 93,9% yang bernilai positif, angka ini menunjukan bahwa adanya keeratan hubugan antara variabel disiplin karyawan terhadap variabel prestasi kerja. Dan nilai R2 (koefesien determinasi) digunakan untuk mempengaruhi presntase pengaruh variabel independent (disiplin karyawan) terhadap perubahan variabel dependent (prestasi kerja). Adapun tujuan dari penelitian ini sejauh mana pengaruh disiplin dan diharapkan pihak manajemen benar-benar menjaga dan meningkatkan disiplin karyawan karena disiplinn sngat berpengaruh terhadap prestasi kerja
Analisis Pengembangan Pantai Long Beach Berbasis Ekowisata di Kelurahan Parsaoran Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir
This study aims to determine the development of ecotourism-based Long Beach Beach and the pattern of empowering local communities in supporting the development of ecotourism-based Long Beach Beach in Parsaoran Subdistrict, Ajibatan, Samosir District. The approach in research uses a quantitative approach. The process in applying this research approach is to conduct interviews and questionnaires to the public and tourists. Data analysis used descriptive statistical analysis techniques through the sturges method. The results of the study show that Long Beach Beach is one of the ecotourism-based tourist destinations. the potential of a tourist attraction located in the Parsaoran sub-district of Ajibata sub-district certainly has a natural panorama and the beauty of the beach which is very attractive to tourists. Long Beach Beach development is carried out through government cooperation with the local community. Dissemination and training activities were carried out for the community and tourism practitioners in increasing ecotourism-based income. Empowering local communities through providing capital assistance and craft business training. Building community capacity (community capacity building) through mapping potentials owned by the community such as infrastructure for handicrafts, managing tourism businesses and other businesses (culinary, game facilities, resting places and so on). Development of local community-based ecotourism can be done by exploring the potential of the tourism environment in Ajibata Subdistrict, where the community is invited to be directly involved in managing and utilizing the natural potential of the Parsaoran Sub-District. The process of community empowerment through ecotourism programs as agents of development
REFERENCES
Damanik, Janianton and Helmut F. Weber. (2006). Perencanaan Ekowisata. Dari Teori ke plikasi. Pusat Studi Pariwisata (PUSPAR) UGM dan ANDI Press. Yogyakarta.
Departemen Kehutanan Republik Indonesia. (2007). Kemungkinan Meningkatkan Ekowisata. http://www.dephut.go.id/informasi/PHPA/mphpa1.html [6 September 2008].
Juliandi, Azuar; Irfan; dan Manurung, Saprinal (2015). Metode Penelitian Bisnis, Medan: MSU Press.
Lash, Gail Ms. (1997). What Is Community-Based Ecotourism. In Ecotourism For Forest Conservation and Community Development (Jeffrey Bornemeir, Michael Victor and Patrick . Durst). Proceeding of RECOftc an International Seminar, Chiang Mai. Thailand.
Mac Kinnon, J and Kathy Mac Kinnon., Graham Child., Jim Thorsel. (1990). Pengelolaan Kawasan Yang Dilindungi di Daerah Tropika. Harry Harsono (Terj). Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Ndraha. (1987). Metodologi Penelitian Pembangunan Desa. Bina Aksara. Jakarta.
Yoeti, A. Oka. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradaya ParamitaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan Pantai Long Beach berbasis ekowisata dan pola pemberdayaan masyarakat lokal dalam mendukung pengembangan Pantai Long Beach berbasis ekowisata di Kelurahan Parsaoran Kecamatan Ajibatan Kabupaten Samosir. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun proses dalam mengaplikasikan pendekatan penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara dan penyebaran angket kepada masyarakat dan wisatawan. Analisis data menggunakan teknik analisa deskriptif statistik melalui metode sturges. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Pantai Long Beach merupakan salah satu destinasi wisata berbasis ekowisata. Potensi objek wisata yang terletak di kelurahan Parsaoran kecamatan Ajibata tentu memiliki panoraman alam dan keindahan pantai yang sangat menarik wisatawan. Pengembangan Pantai Long Beach dilakukan melalui kerjasama pemerintah dengan masyarakat setempat. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan kepada masyarakat dan pelaku parawisata dalam meningkatkan pendapatan berbasis ekowisata. Pemberdayaan masyarakat lokal melalui pemberian bantuan modal dan pelatihan usaha kerajinan. Membangun kemampuan masyarakat (community capacity building) melalui pemetaan potensi yang dimiliki masyarakat seperti pemasarana hasil kerajinan, pengelolaan usaha wisata dan usaha lainnya (kuliner, fasilitas permainan, tempat istirahat dan sebagainya). Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat lokal dapat dilakukan dengan mengekplorasi potensi lingkungan wisata di Kecamatan Ajibata, dimana masyarakat diajak terlibat langsung dalam mengelola dan memanfaatkan potensi alam yang ada di Kelurahan Parsaoran. Proses pemberdayaan masyarakat melalui program ekowisata sebagai agen pembanguna
Analisis Intensitas Emosi terhadap Perilaku Sehat Korban Bencana Pasca Erupsi Gunung Sinabung dipengungsian UNIKA Kabanjahe Kabupaten Tanah Karo
Emotion intensity is a respond that appears differently for everyone to the similar emotion trigger stimulant, while healthy behaviour is the respons toward stimulant or objects regarding to the healthy – sick conditions, sicknesses and any factors impact the healths. This is a descriptive analysis reserach where the resercher obserbs the problems existing at the time, and then analyze the data. The subjects of this reserch are the victims of theeruption dissater of Sinabung Volcano who are located in Unika evacuation area in Kabanjahe, they are 100 persons. Getting the informations needed, the resercher prepares some questionnaires to distribute to the subjects and then they are collected tobe analyzed. The research shows that emotion intensity of the eruption dissaster victims impact to the healthy behaviour in the location of evacuation area. It can be seen from their dailybehaviours and activities. In the other side it is still found that some subjects have less concern to their environment, that’s why all the staffs incharged in this location are expected to handle the eruption dissaster victims better by transfering knowledge and doing simulation about environment health.
REFERENCES
Arikunto. (2003). Manajemen Penelitian. PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. (2002). Departemen Pendidikan Nasional. Balai Pustaka, Jakarta.
Notoatmodjo Soekidjo. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2003, Rineka Cipta, Jakarta.
Peraturan Kepala Badan Nasional Peanggulangan Bencana Nomor 7 Tahun 2000. Tentang Pedoman Tata Cara Pemberian Bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar.
 
Peningkatan Tingkat Hunian Kamar Homestay di Kabupaten Samosir
This research aims to know the activities offered by the homestays’ owners to increase the occupancies of the homestays, the impacts of the activies offered and the comforts provided toward customers satisfactions. The data analysis used in this research is descriptive analysis and the test of the correlations precessed by using SPSS 16.0 for Windows toward data got from the respondents answers. The type of this research is causality research that analyze how a variable influences other variable, where the variabel independent variables will be controlled by the resercher to see the impacts to the dependent variabel. The independent variables are activities offered by the homestays and the homestays’ comforts and the dependent variables are customers satisfactions. The researcher involved 100 customers of the 9 homestays as the research objects, and 9 owners/managers of the homestays. The research shows that the owners/managers of the homestays have been doing some activities that make the customers interested in enjoying, such as doing traditional dancing together even some homestays wear the customers the traditional uniforms, playing music and also offering cooking class, wood carving, knitting and farming class, eventhough only some homestays still offer some of the activities. All the activities offered by the homestays’ owners have positive impact in middle category toward customers satisfactions. It shows that the owners/managers of the homestays have not been doing the activities maximally. The comforts of the hoemstays have high impacts towards customers satisfactions. From here we can see that the owners/managers of the homestays have been giving comfortable atmosphere to the customers.
REFERENCES
Damardjati, RS. (2006). Istilah-Istilah Dunia Pariwisata. Jakarta, Pradnya Paramita.
Djayasudarma, Fatimah. (2006). Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan kajian Bandung, PT. Refika Adhitama.
Doswell, Roger. (1997). Tourism; How Effective Management Makes The Difference, Butterworth-Heinemann.
Hasan, M. Iqbal. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia, Bogor.
Mill, Robert dan Morrison. (1985). The Tourism System. New Jersey; Prentice Hall International.
Pendit, Nyoman S. (2003). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana, Jakarta. Pradnya Paramita.
Pitana I Gede, dan Putu Gayatri. (2005). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta. Penerbit Andi.
Pitana I Gede, dan Putu Gayatri. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta. Penerbit Andi.
Asean Homestay Standard.
Dinas Pariwisata Seni dan Budaya, Kabupaten Samosir, 2009.
UU Kepariwisataan RI No. 9 Tahun 1990.
UU Kepariwisataan RI No. 10 Tahun 2009.
World Tourism Organization 1995
Pengembangan Homestay Dalam Peningkatan Kunjungan Wisata di Kabupaten Toba Samosir Kecamatan Lumbanjulu
The development of the tourism sector can encourage the income of the surrounding community due to the presence of attractions, as well as Homestay is a very lucrative destination for foreign exchange. Homestay development must be supported by good facilities and infrastructure for each area, so that guests who come and stay feel happy. In Toba Samosir Regency there are still many who do not understand the homestay and the guesthouse, where there are still many homestays that do not have the standard homestays that should be. Through this research the writer will conduct an analysis by conducting research and direct interviews with several workers, visitors, and homestay businesses in Toba Samosir Regency. Where this research uses descriptive methods, the results of this study are that the development of homestays can increase the level of visits, where the homestay here as one of the facilities that is more flexible and affordable.
REFERENCES
Bogdan dan Taylor. (1975). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remadja Karya.
Sammeng , Andi M. (2000). Cakrawala Pariwisata. Alfabeta. Bandung.Missing:(2000:227). Must include:(2000:227).
Sunaryo, Bambang. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta : Gava Media.
Sugiama, A Gima (2011), Ecotourism: Pengembangan Pariwisata Berbasis Konservasi Alam, Guardaya Intimarta, Bandung.
Undang-Undang No 10 Tahun (2009). Tentang Kepariwisataan.
UNESCO. Intangible Cultural Heritage: UNESCO. (2009)
Persepsi Wisatawan terhadap Pengelolaan Homestay di Destinasi Pariwisata Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara
The development of the tourism sector can encourage the improvement of the quality of Human Resources (HR) in the aspect of entrepreneurship in order to provide high value added and become an engine of growth for the national economy. The development of the tourism sector is manifested in the form of tourism activities in a tourism destination and must adapt to the demands of change by always paying attention to the voices of various parties, especially domestic tourists. This study was to analyze tourist perceptions of homestay management in tourism destinations in Humbang Hasundutan Regency of North Sumatera. The results showed that the perception of domestic tourists based on cognitive aspects in average results of 17 people or 53% which showed indicators of knowledge, information, views, and understanding of homestays was still not good enough. The affective aspects of 16 people or 50% that showed indicators of emotions, feelings, and assessment of homestay management had a poor impression. The conative aspects of 17 people or 53% indicate that indicators of motivation, attitudes, products, and desires of domestic tourists can be said to be still quite low. The results of the study showed that the management of homestay based on building variables in the average yield of 6 people or 50% had been able to represent the criteria of a good building. Variable bedrooms with an average yield of 6 people or 50% have met the expectations of guests staying. Variable bathrooms with an average yield of 5 people or 42% are still not clean. Variable living room results in an average of 6 people or 50% are quite good and comfortable. Variables with an average yield of 6 people or 50% are quite clean.
REFERENCES
ASEAN Secretariat. (2016). ASEAN Homestay Standard. Jakarta.
Mahmud, M. Dimyati. (1989). Psikologi Suatu Pengantar. Jakarta : Depdikbud ok.
Mulyana, Deddy. (2001). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosda karya .
Rahmat, Jalaluddin. (2004). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda karya.
Rakhmat, Jalaludin.(1999). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Rangkuti, F. (2003). Measuring Customer Satisfaction.Edisi ketiga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Ruslan, Rosady. (2010). Manajemen public relations dan media komunikasi: konsepsi dan aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sasanti.(2003). Pengertian Persepsi. Diakses 28 November 2013, dari www.google.com/.0000002019.
Schiffman, Leon dan Leslie Kanuk. (2008). Perilaku Konsumen. PT. Indek. Jakarta.
Seubsamarn, K. (2009). Tourist Motivation to Use Homestay in Thailand and Their Satisfaction Based on The Destination’s Cultural and Heritage Based Attribute. MSc Thesis. Missouri: Graduate School University. (tidak dipublikasikan).
Setiadi, Nugroho J. (2003). Perilaku Konsumen. Jakarta: Prenada Media.
Seubsamarn, K. (2009). Tourist Motivation to Use Homestays in Thailand and Their Satisfaction Based on The Destination’s Cultural and Heritage-Based Attribute., Missouri: University of Missouri.
Sweeney, M. (2008). An investigation into the host’s relationship with the commercial home. PhD Thesis. Edinburgh: Queen Margaret University College. (tidak dipublikasikan) UNESCO. 2009. UHJAK/2009/PI/H/9.
Terry, Lesley. (2013). Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Ulumlert, W. (2007). Criteria creation for management evaluation of Thai homestay: A case study of Ubonratchathani Province, Thailan, Bangkok: Mahidol University.
UNEP-UNWTO. (2005). Making Tourism More Sustainable – A Guide for Policy Maker.
Walgito, Bimo. (2003). Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta: ANDI.
Yoeti, H. Oka. (1997). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: PT Pradnya Paramita.Pengembangan sektor pariwisata dapat mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam aspek kewirausahaan guna memberikan value added tinggi dan menjadi engine of growth untuk perekonomian nasional. Pengembangan sektor pariwisata tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan kepariwisataan di suatu destinasi pariwisata dan harus beradaptasi terhadap tuntutan perubahan dengan selalu memperhatikan suara dari berbagai pihak khususnya wisatawan domestik. Penelitian ini untuk menganalisis persepsi wisatawan terhadap pengelolaan homestay di destinasi pariwisata Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wisatawan domestik berdasarkan aspek kognitif secara hasil rataan 17 orang atau 53% yang menunjukkan indikator pengetahuan, informasi, pandangan, dan pemahaman tentang homestay masih belum cukup baik. Aspek afektif 16 orang atau 50% yang menunjukkan indikator emosi, perasaan, dan penilaian terhadap pengelolaan homestay mendapatkan kesan yang kurang baik. Aspek konatif 17 orang atau 53% yang menunjukkan bahwa indikator motivasi, sikap, produk, dan keinginan wisatawan domestik dapat dikatakan masih cukup rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan homestay berdasarkan variabel bangunan/gedung secara hasil rataan 6 orang atau 50% sudah dapat mewakili kriteria bangunan/gedung yang baik. Variabel kamar tidur secara hasil rataan 6 orang atau 50% sudah memenuhi harapan tamu yang menginap. Variabel kamar mandi secara hasil rataan 5 orang atau 42% masih kurang bersih. Variabel ruang tamu secara hasil rataan 6 orang atau 50% cukup baik dan nyaman. Variabel secara hasil rataan 6 orang orang atau 50% sudah cukup bersi
Potensi Implementasi Digital Tourism/E-Tourism dalam Meningkatkan Tingkat Hunian pada Homestay di Kabupaten Humbahas Desa Bakti Raja
The implementation of Digital Tourism is very important and potential to improve the higher guest visitation to the homestay in Humbahas Regency especially Bakti Raja Sub-Regency. This is happened because of the rapid development of Digital Information to apply. All places and information can be reached because of the using of Information Digital facilitation. Digital information is applied in all human life aspects and knowledge nowadays. By applying Digital Information, knowledge is developed, economy is developed, and the information about the object and the location about the object is also easy to know and to reach. Therefore Digital Information will influence the economy and the tourism activities. Beside that many interesting objects and attractions will attract people’s attentions to visit the object. And the accommodation facility will also be important to stay during the visitation.The opportunity to open business and service accommodation is very potential to improve the social economy of the region. Homestay as business accommodation is very easy and simple to promote and to operate. The promotion can be done by applying Digital Information and Internet access as well as social Media such as Digital Magazine, E-Brochure, website, and many others. By doing so, the homestay will be easy to know by tourists and by travelers. As well as homestay, tourism object is also easy to promote.In accordance with the Digital Tourism, homestay can be more easy to know and easy to reach by tourists and travelers. And this business is much relevant to operate in the tourism object and support the tourists activities around. This facility can be the alternative accommodation for tourist to stay as the hotel is maybe not easy to find around the place. By doing so Homestay business needs to be promoted to improve the tourists and travelers visitation.
REFERENCES
A.J.Muljadi, (2014), Kepariwisataan dan Perjalanan, Jakarta: Rajawali Press.
Hendriksson, R. (2005). Semantic Web and E-Tourism. Finlandia:Department of Computer Science Helsinki University.
Kotler, Philip, (2010), Marketing for hospitality and Tourism, Fifth Edition, Boston: Prentice Hall.
Nawawi, (2003). Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Oka A Yoeti, (1982), Pengantar Ilmu Pariwisata, Bandung: Penerbit Angkasa.
P, Nyoman Suwandi, (1994), Ilmu Pariwisata, Jakarta: Pradnya Paramita.
Pitana, I Gde. (2005). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset .
Santosa Budi, Hessel, (2004), Strategi Pengembangan Sektor Pariwisata:Perspektif manajemen strategik sektor public, Yogyakarta, YPAPI.
Suwantoro, Gamal, (2004), Dasar dasar Pariwisata, Yogyakarta: Andi Offset.
Syafhie, Inu Kencana, 2009, Pengantar Ilmu Pariwisata, Bandung: Penerbit CV Mandar Maju.
Samsuridjal dan Kaelany HD, (1997) Peluang di Bidang Pariwisata. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.
Wahab S, (1992), Manajemen Kepariwisataan. Jakarta: PT Pradnya Paramita.
Wardiyanta, (2006). Metode Penelitian Pariwisata.Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.Implementasi Digital Tourism/E-Tourism sangat berpotensi dalam meningkatkan Tingkat Hunian Homestay di Kabupaten Humbahas khususnya Kecamatan Bakti Raja. Hal ini disebabkan oleh semakin pesatnya pertumbuhan digital information. Semua tempat dan informasi dapat dijangkau dengan menggunakan fasilitas Digital Information. Hal ini berlaku disemua sisi ilmu pengetahuan umat manusia pada Jaman sekarang ini.Dengan menggunakan Digital Information, ilmu pengetahuan berkembang, perekonomian berkembang dan informasi suatu objek dan lokasi juga semakin berkembang. Dengan demikian hal ini berpengaruh dengan perkembangan kegiatan ekonomi pariwisata secara umum. Melalui digital information, banyak tempat dan lokasi wisata akan dipertontonkan kepada dunia sehingga mengundang banyak perhatian. Disamping itu banyak atraksi, hal hal menarik dan kegiatan yang menarik sehingga orang dapat tertarik berkunjung kesana. Maka sarana akomodasi untuk tinggal sementara waktu selama disana akan dibutuhkan. Hal ini adalah merupakan peluang besar bagi masyarakat setempat untuk dapat memamfaatkan situasi tersebut. Maka peluang membuka usaha homestay sangat berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat di lokasi objek wisata tersebut. Tentu nya homestay tersebut dapat diketahui oleh wisatawan keberadaan nya apabila ada promosi atau pemberitahuan melalui media massa seperti Koran, Majalah, Brosur dan lebih terjangkau seperti Layanan Internet atau sering kita sebut Digital Information. Bidang promosi Digital Information ini lebih spesifik kita sebut Digital Tourism atau E-tourism karena secara khusus berhubungan dengan informasi tentang Pariwisata serta Objek Wisata.Berkaitan dengan implementasi Digital Tourism untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang akan menggunakan sarana Homestay ini sangat relevan. Oleh karena dilokasi objek wisata tertentu tidak terdapat Hotel untuk sarana akomodasi. Oleh sebab itu sebagai sarana alternative diperlukan sarana homestay yang memadai sebagai tempat beristirahat sementara di objek wisata tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan promosi Homestay secara Digital sebagai suatu cara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pada homestay tersebut.
Dolung dolung Kudapan Tradisional Berbahan Dasar Tepung Beras dan Kolang Kaling Buah Aren Panganan yang Menyehatkan Dalam Mengembangkan Wisata Kuliner Kota Wisata Parapat Kabupaten Simalungun
Dolung Dolung as an authentic snack originating from the tourist town of Parapat is less well known by tourists visiting Parapat. This happened because the people of the city of Parapat were not able to manage and market dolung dolung as a local culinary culinary originating from the city of Parapat. Dolung Dolung sales outlets are also not available and the sale of Dolung Dolung is only done personally directly. Likewise with Kolang Kaling which grows a lot in the area of Simalungun Regency, Tigadolok and Tigaras Subdistricts are not optimally utilized economically. Kolang Kaling fruit is only marketed during religious holidays, thereby reducing the income and additional income of the community in Simalungun District, especially in the tourist town of Parapat.This study aims to determine the extent of dolung dolung and kolang kaling local snacks known by tourists. How is the development and marketing of dolung dolung. How to increase marketing and introduction of these snacks to the public and tourists.After carrying out the analysis of the results of the research in the field it is known that at this time the government is trying to introduce to the wider community, tourists through the participation of the people of the city of Parapat under the coordination of the Peparata Foundation and in collaboration with hotels and restaurants in Parapat. Build Dolung Dolung Culinary Tourism Icons from Parapat City and Kolang Kaling from Simalungun Regency.
REFERENCES
Boyd, Harper W. (2000). Manajemen Pemasaran, Edisi Kedua, Erlangga, Jakarta.
Hermawan Warsito, (1997), Pengantar Metodologi Penelitian, PT.Gramedia Pustaka Umum, Jakarta.
Nawawi. (2003). Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Sugiono, (2002). Metode Penelitian Administrasi RdD, Bandung: Alfabeta.
Ritonga, Abdul Kadir, (2018). Program Development as an Alternative Improvement of Service Quality and esults of Vocational Education. Internasional Journal of Social Sciences & Educational Studies, 4 (3), 3.Dolung dolung sebagai kudapan asli yang berasal dari kota wisata Parapat kurang dikenal oleh wisatawan yang berkunjung ke Parapat. Hal ini terjadi oleh karena masyarakat kota Parapat kurang maksimal mengelola dan memasarkan dolung dolung sebagai kuliner andalan lokal yang berasal dari Kota Parapat. Gerai penjualan dolung dolung juga yang tidak tersedia serta penjualan dolung dolung hanya dilakukan secara langsung secara personal. Begitu juga dengan Kolang kaling yang banyak tumbuh di daerah Kabupaten Simalungun Kecamatan Tigadolok dan Tigaras kurang maksimal pemanfaatannya secara ekonomi. Buah Kolang kaling hanya di pasarkan pada saat hari besar keagamaan saja sehingga mengurangi pendapatan dan penghasilan tambahan masyarakat yang ada di Kabupaten Simalungun khususnya di kota wisata Parapat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kudapan lokal dolung dolung dan kolang kaling dikenal oleh wisatawan. Bagaimana pengembangan dan pemasaran dolung dolung tersebut. Bagaimana peningkatan pemasaran dan pengenalan kudapan tersebut kepada masyarakat dan wisatawan. Setelah melaksanakan analisis dari hasil penelitian dilapangan diketahui bahwa saat ini pemerintah tengah berusaha memperkenalkan kepada masyarakat luas, wisatawan melalui peran serta masyarakat kota Parapat dibawah koordinasi Yayasan Peparata serta bekerjasama dengan hotel dan restauran yang ada di kota Parapat. Membangun Ikon Wisata Kuliner Dolung dolung yang berasal dari Kota Parapat dan Kolang Kaling yang berasal dari Kabupaten Simalungun.
 
Implementasi Akuntansi Keuangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm) Pada Usaha Akomodasi Homestay Di Kabupaten Karo
This study aims to find out how the Implementation of Micro Small and Medium Business Accounting (UMKM) at Homestay Accommodation Business In Kabupaten Karo. This study used a qualitative approach by analyzing primary data from respondents and secondary data collected from source sharing. The research population is the people in Kabupaten Karo who organize homestay accommodation business spread in several tourist destinations in Kabupaten Karo, due to limited time and fund the research takes sample only the owner / manager of homestay accommodation accommodation in Kecamatan Berastagi. Selection of Kecamatan Berastagi as sample because 60% of effort of akomadasi exist in Kecamatan Berastagi. Sample selection using random sampling method. The results of the research indicate that: 1) Tourism lodge accommodation (Homestay) in Kabupaten Karo has started intensively and continues to increase, because people's perception in this area to homestay accommodation business is quite positive. 2) Accommodation owners generally realize the importance of accounting / bookkeeping to improve the quality of financial governance but the limited knowledge and manpower become obstacles in its implementation so that it has not been able to prepare the financial statements of homestay accommodation business 3) The quality of UMKM financial statements including homestay accommodation is still far from ETAP accounting standard because the owners / managers have no basic knowledge of accounting.
REFERENCES
Hari Karyono. (1997). Kepariwisataan. Jakarta:Grasindo.
Baas, Timo dan Mechthild Schrooten. (2006). Relationship Banking and SMEs:A Theoretical Analysis. Small Business Economic Vol 27.
Cholid Narbuko dan H. Abu Achmadi. (2007). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Basrowi dan Sukidin. (2002). Metode Penelitian Kualitatif Perspektif Mikro. Surabaya. Insan Cendikia.
Said, Adri dan Ika Widjaja. (2007). Akses Keuangan UMKM. Jakarta: GTZ-RED Jakarta.
Warsono, Sony dkk. (2009). Corporate Governance Concept and Model, Yogyakarta:Center Of Good Corporate Governance.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Akuntansi Keuangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Pada Usaha Akomodasi Homestay Di Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis data primer yang berasal dari responden dan dat sekunder yang terkumpul dari berbagi sumber. Populasi penelitian adalah masyarakat di kabupaten karo yang meyelenggarakan usaha akomodasi homestay yang tersebar dibebrapa daerah tujuan wisata di kabupaten Karo, karena keterbatasan waktu dan dana penulis mengambil sample hanya pemilik/pengelola usaha akomodasi homestay yang ada di kecamatan Berastagi. Dipilihnya kecamatan Berastagi sebagai sampel karena 60 % usaha akomadasi terdapat di kecamatan Berastagi. Pemilihan sample menggunakan metode sampel secara acak (random sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Usaha akomodasi pondok wisata (Homestay) yang ada di Kabupaten Karo sudah mulai intensif dilaksanakan dan terus meningkat, karena persepsi masyarakat di daerah ini terhadap usaha akomodasi homestay cukup positif. 2) Para pemilik/pengelola usaha akomodasi umumnya menyadari betapa pentingnya dilaksanakan pembukuan/Akuntansi untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan namun keterbatasan pengetahuan dan tenaga menjadi kendala dalam implementasinya sehingga belum mampu menyiapkan laporan keuangan usaha akomodasi homestay 3) Kualitas laporan keuangan UMKM termasuk usaha akomodasi homestay masih jauh dari standard akuntansi ETAP dikarenakan para pemilik/pengelola tidak memiliki basic pengetahuan akuntans
Strategi Pengembangan Makanan Khas Daerah Dalam Meningkatan Industri Kreatif (Studi Kecamatan Bakti Raja Kabupaten Humbang Hasundutan)
Food yields of a region are very important and strategic commodities, because most of the regional produce is the development of processed staples produced by an area, for example regional specialties that have very broad prospects and can be developed for the use of rice and other food products made become a regional specialty. Where these food products can be utilized by creative and SME industry entrepreneurs, so that this product can be marketed to introduce food characteristics of a region, Keamcatan Bakti Raja Humbang Hasundutan Regency is an agricultural area that has good potential, and can produce food others, coffee, rubber, candlenut, chocolate, oil palm, sweet skin, palm sugar and many more. But to develop this all is still constrained in terms of the costs of the existing SME business actors, and another problem is competing with food from outside which has long entered the market in the District of Bakti Raja. The research technique was carried out by direct field saving with a qualitative descriptive approach using the SWOT analysis method. Where the SWOT analysis is here to find out the strengths, weaknesses and opportunities, and threats from creative production businesses that are around the Bakti Raja District. The alternative to dealing with the food market share of regional kash is by improving training to improve the quality of the products produced with the media internt as a marketing media to introduce the resulting production, which also collaborates with relevant governments in the Bakti Raja District. Where the results of research are strategies in developing the products produced, for the welfare of society with affordable and competitive price competition.
REFERENCES
George R. Terry. (2004). yang dikutip oleh pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Koontz, Harold Cyril O’Donnel, (1980), Management, Edition VII, Tokyo:Mc Graw-Hill Kogakusha, Ltd.
Mary Parker Follet, (2005). Manajemen. Jakarta: Indeks.
Nawawi, H. Hadari. (1983). Metode Penelitian Deskriptif. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun (1956) tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Utara.
Hasil pangan suatu daerah merupakan komoditas yang sangat penting dan starategis, karena kebanyakan makanaan hasil khas daerah merupakan pengembangan dari bahan pokok olahan yang dihasilkan suatu daerah, contohnya makanan khas daerah yang sangat mempunyai prospek yang luas dan dapat dikembangkan umpanya beras dan hasil pangan lainnya yang dibuat menjadi suatu makanan khas daerah. Dimana hasil pangan ini yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha industri kreatif dan UKM, agar produk ini dapat dipasarkan guna untuk mengenalkan ciri khas makanan suatu daerah, Keamcatan Bakti Raja Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan daerah pertanian yang memiliki potensi yang baik, dapaun hasil pangan yang dimiliki antara lain, kopi, karet, kemiri, coklat, kelapa sawit, kulit manis, aren dan masih banyak lagi. Tetapi untuk mengembangkan ini semua masih terkendala dari segi biaya yang dimiliki pelaku usaha UKM yang ada, dan menjadi permasalahan lain ialah bersaing dengan makanan dari luar yang sdh lama masuk ke pasar yang ada di Kecamatan Bakti Raja. Adapun teknik penelitian yang dilakukan dengan pengematan langsung kelapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis SWOT. Dimana analisis SWOT disini guna mengetahui kekuatan, kelemahan dan peluang, serta ancaman dari usaha produksi kreatif yang ada di sekitar Kecamatan Bakti Raja. Adapun alternatif untuk mengahadapi pangsa pasar makanan kash daerah yaitu dengan pembenahan pelatihan guna meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan dengan media internt sebagai media pemasaran untuk memperkenalkan hasil produksi yang dihasilkan, dimana turut melakukan kerjasama dengan pemerintaha terkait yang ada di Kecamatan Bakti Raja. Dimana hasil penelitian adalah strategi dalam mengembangkan produk yang dihasilkan, untuk kesejateraan masyarakat dengan persaingan harga yang terjangkau dan bersain