Jurnal Akademi Pariwisata Medan
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
Pengembangan Daging Nabati Dari Jantung Pisang (Musa Paradisiaca l.) sebagai Substitusi Bahan Makanan Diatetika Tertentu
The purpose of this study was to determine how substituting vegetable meat for animal meat affected patients with conditions that called for specific levels of food handling, particularly those who needed specific diets. In order to get a sensory analysis that was more preferable (favorable) based on the likeness of actual meat, the study was carried out utilizing an organoleptic test as the primary instrument and a census pattern in the diabetic patient population (raw meat). The test was conducted using two distinct types of processed products: f1 (smooth) and f2 (coarse), as well as two different seasonings: b1 (spicy) and b2 (sweet) with the same concentration of the primary component mixture of banana heart (musa paradisiaca) and binder. After that, an investigation using a cross section: h1: f1(b1); h2: f1(b2) and k1: f2(b1); k2: f2(b2). In the census of 28 respondents, the results showed that k2: f2(b2) was the most popular, namely 86 percent, k2: f2(b1) by 75 percent, k1: f1(b2) by 50 percent and the last one k1: f1(b1) by 43 percent. The sensory test analysis showed that the processed product with a rough texture (f2) was the most similar to the real meat (raw meat).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggantian daging nabati dari daging hewan mempengaruhi pasien dengan kondisi yang memerlukan penanganan makanan pada tingkat tertentu, terutama mereka yang membutuhkan diet khusus. Untuk mendapatkan analisis sensori yang lebih disukai (favorable) berdasarkan kemiripan dengan daging sebenarnya, dilakukan penelitian dengan menggunakan uji organoleptik sebagai instrumen utama dan pola sensus pada populasi penderita diabetes (daging mentah). Pengujian dilakukan dengan menggunakan dua jenis produk olahan yang berbeda: f1 (halus) dan f2 (kasar), serta dua bumbu yang berbeda: b1 (pedas) dan b2 (manis) dengan konsentrasi yang sama dari campuran komponen utama jantung pisang (musa paradisiaca) dan pengikat. Setelah itu dilakukan investigasi menggunakan cross section; h1: f1(b1); h2: f1(b2) dan k1: f2(b1); k2: f2(b2). Pada sensus 28 responden didapatkan hasil bahwa k2: f2(b2) paling banyak diminati yaitu 86 persen, k2: f2(b1) sebesar 75 persen, k1: (f1b2) sebesar 50 persen dan yang terakhir k1: f1(b1) sebesar 43 persen. Analisis uji sensori menunjukkan bahwa produk olahan dengan tekstur kasar (f2) paling mirip dengan daging asli (raw meat)
Implementasi Kewirausahaan Sebagai Perangkat Pembelajaran Berbasis Produk Pada Pendidikan Vokasi (Studi Kasus Di Jurusan Perhotelan Politeknik Pariwisata Medan)
ABSTRACT
This study aims to implement the concept of entrepreneurship through product-based learning tools for students majoring in hospitality at the Medan Tourism Polytechnic. Qualitative methods are used in this study using data from various literature and published documents within the last 10 years. The focus of implementing this entrepreneurship is limited to the hospitality department of the Medan Tourism Polytechnic which consists of five study programs, namely hotel management, room division, culinary arts, dish layout, and patisserie processing arts. This study emphasizes the importance of introducing entrepreneurship material to students as part of vocational education at the Medan Tourism Polytechnic. The aim is to provide knowledge about start-up businesses as well as skills in producing products that can be used as a basis for entrepreneurship or establishing a start-up company. Entrepreneurship courses taught are tailored to the specific graduate learning outcomes (CPL) of each study program, so that the material taught can be in accordance with the expertise and practical lectures received by students.
Entrepreneurship courses in the hospitality department are suggested to involve activities related to product-based entrepreneurship. The aim is to produce products that can be sold in accordance with the expertise and interests possessed by students. Thus, entrepreneurship lectures do not only study theory, but also produce entrepreneurship products that are in accordance with the knowledge and abilities of students. The implementation of the concept of entrepreneurship through product-based learning tools is expected to equip students with entrepreneurial skills that are practical and relevant to the hospitality industry. The Medan Tourism Polytechnic as a vocational education institution has an important role in producing graduates who are ready to become entrepreneurs and contribute to the development of the tourism and hospitality industry. In order to develop entrepreneurial skills, this research recommends close collaboration between the Medan Tourism Polytechnic and the local hospitality industry, as well as the use of supporting infrastructure and facilities for the development of entrepreneurial products and services by students. Thus, this research provides practical guidance in implementing the concept of entrepreneurship through product-based learning, particularly in the hospitality sector, and can serve as a reference for other educational institutions in developing entrepreneurship-oriented vocational education curricula.
Keywords: entrepreneurship, learning tools, vocational educationABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep wirausaha melalui perangkat pembelajaran yang berbasis produk bagi mahasiswa jurusan perhotelan di Politeknik Pariwisata Medan. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan data dari berbagai literatur dan dokumen terbitan dalam rentang waktu 10 tahun terakhir. Fokus implementasi kewirausahaan ini dibatasi pada jurusan perhotelan Politeknik Pariwisata Medan yang terdiri dari lima program studi, yaitu pengelolaan perhotelan, divisi kamar, seni kuliner, tata hidang, dan seni pengolahan patiseri. Penelitian ini menekankan pentingnya memperkenalkan materi kewirausahaan kepada mahasiswa sebagai bagian dari pendidikan vokasi di Politeknik Pariwisata Medan. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan tentang bisnis start-up serta keterampilan dalam menghasilkan produk yang dapat dijadikan sebagai landasan berwirausaha atau mendirikan perusahaan start-up. Mata kuliah kewirausahaan yang diajarkan disesuaikan dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dari masing-masing program studi secara spesifik, sehingga materi yang diajarkan dapat sesuai dengan keahlian dan perkuliahan praktik yang diterima oleh mahasiswa.
Perkuliahan kewirausahaan di jurusan perhotelan disarankan untuk melibatkan kegiatan yang berhubungan dengan wirausaha berbasis produk. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk yang dapat dijual sesuai dengan keahlian dan minat yang dimiliki oleh mahasiswa. Dengan demikian, perkuliahan kewirausahaan tidak hanya sekadar mempelajari teori, tetapi juga menghasilkan produk kewirausahaan yang sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa. Implementasi konsep wirausaha melalui perangkat pembelajaran berbasis produk diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan kewirausahaan yang praktis dan relevan dengan industri perhotelan. Politeknik Pariwisata Medan sebagai lembaga pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak lulusan yang siap berwirausaha dan berkontribusi dalam pengembangan industri pariwisata dan perhotelan. Dalam rangka mengembangkan keterampilan wirausaha, penelitian ini merekomendasikan adanya kolaborasi yang erat antara Politeknik Pariwisata Medan dengan industri perhotelan lokal, serta pemanfaatan infrastruktur dan fasilitas yang mendukung untuk pengembangan produk dan layanan kewirausahaan oleh mahasiswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan panduan praktis dalam mengimplementasikan konsep wirausaha melalui pembelajaran berbasis produk, khususnya di bidang perhotelan, dan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan kurikulum pendidikan vokasi yang berorientasi pada kewirausahaan.
Kata Kunci : kewirausahaan, perangkat pembelajaran, pendidikan vokas
Analisis Pilar Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Taman Nasional Ujung Kulon, Indonesia
Sustainable or sustainable-based tourism has become the main focus of tourism development in Indonesia. The government and various stakeholders are involved in efforts to conserve nature, wise destination management, and empower local communities. One of the tourism destinations in Indonesia that carries a sustainable concept is a national park, one of the national parks in Indonesia that has an attraction for tourists is Ujung Kulon National Park. Ujung Kulon National Park is working with the Indonesian Rhinoceros Foundation (YABI) and the International Rhino Foundation in conserving the Javan rhino population by planning the construction of the Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA). Based on this, efforts to protect the natural environment and biodiversity can be supported by designing the development of Ujung Kulon National Park as a tourist object by applying a sustainable approach. This research is a qualitative descriptive one that describes, describes, and describes the object under study (Arikunto, 2006). Research data obtained through primary and secondary data. Data analysis used is qualitative data analysis and SWOT analysis. The results of the linkage analysis of the 4 pillars of tourism development namely Destinations, marketing, industry and institutions, the industrial pillars have not supported optimally because they are only supported by homestays from people who lack knowledge in service and waste management. The recommendations from SWOT are developing sustainable and community-based tour packages to attract tourists who care about the environment, developing a planned visit management program by dividing tourist zones and limiting access to sensitive areas. Sustainable or sustainable-based tourism has become the main focus of tourism development in Indonesia, to measure the development of Ujung Kulon National Park is in accordance with the sustainable concept.Pariwisata berbasis sustainable atau berkelanjutan sudah menjadi fokus utama pembangunan pariwisata di Indonesia. Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terlibat dalam upaya konservasi alam, pengelolaan destinasi yang bijaksana, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Salah satu destinasi pariwisata di Indonesia yang mengusung konsep sustainable adalah taman nasional, salah satu taman nasional yang ada di Indonesia dan mempunyai daya tarik untuk wisatawan adalah Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional Ujung Kulon berkerja sama dengan Yayasan Badak Indonesia (YABI) dan International Rhino Foundation dalam pelestarian populasi badak jawa dengan merencanakan pembangunan Javan Rhino Study and Convservation Area (JRSCA). Berdasarkan hal tersebut maka upaya menjaga lingkungan alam dan keberagaman hayati tersebut dapat didukung dengan cara merancang Pengembangan Taman Nasional Ujung Kulon Sebagai Objek Wisata dengan menerapkan pendekatan Sustainable. pPnelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bersifat menggambarkan, memaparkan, dan menguraikan objek yang diteliti (Arikunto, 2006). Data penelitian diperoleh melalui data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan analisis SWOT. Hasil analisis keterkaitan 4 pilar pembangunan pariwisata yaitu Destinasi, pemasaran, industri dan kelembagaan, pilar industri belum mendukung secara maksimal dikarenakan baru didukung oleh homestay dari masyarakat yang minim pengetahuan dalam pelayanan dan pengelolahan limbah. Adapun rekomendasi dari SWOT adalah Mengembangkan paket wisata berkelanjutan dan berbasis komunitas untuk menarik wisatawan yang peduli lingkungan, Mengembangkan program pengelolaan kunjungan yang terencana dengan pembagian zona wisata dan pembatasan akses ke area sensitif. Pariwisata berbasis sustainable atau berkelanjutan sudah menjadi fokus utama pembangunan pariwisata di Indonesia, untuk mengukur pembangunan Taman Nasional Ujung Kulon sudah sesuai dengan konsep sustainable
Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Mendukung Kegiatan Pariwisata di Pulau Sibandang, Kecamatan Muara
Sibandang Island or often referred to as Lake Island is an island that has the potential to support island tourism because it is still the only island that can only be visited by one route, namely the lake route. The potential of this island is biodiversity such as quality mango trees in the taste of the fruit that cannot be found anywhere else. Through this, Sibandang Island becomes a tourist destination that fulfills the 3S principles, namely something to do, something to see, and something to buy. At present tourism activities through the community can be seen through supporting facilities in the form of camping grounds and provision of tour packages for nature-loving tourists as well as provision of amenities in the form of cafes as tangible products and panoramic views of the beauty of Lake Toba as intangible products. However, the participation of the people who carry out tourism activities is quite minimal and only a few people are included who know the potential for tourism awareness on Sibandang Island. If in the future some people do not understand the importance of implementing tourism awareness on this island, it will have quite a big impact on the development of sustainable tourism in the future.Pulau Sibandang atau sering disebut sebagai Lake Island adalah sebuah Pulau yang memiliki potensi yang sangat mendukung akan kepariwisataan dikarenakan Pulau ini masih satu – satunya Pulau yang hanya dapat dikunjungi dengan satu jalur saja yaitu jalur Danau. Potensi dari Pulau ini adalah keberagaman hayati seperti Pohon Mangga yang berkualitas dalam rasa akan buahnya yang tidak dapat di temukan di tempat lain. Melalui hal tersebut Pulau Sibandang menjadi sebuah destinasi wisata yang memenuhi prinsip 3S yaitu something to do, something to see, dan something to buy. Pada saat ini kegiatan Pariwisata melalui masyarakat dapat dilihat melalui fasilitas pendukung berupa camping ground dan penyediaan paket wisata bagi Wisatawan Pecinta Alam serta penyediaan amenitas berupa Café sebagai produk tangible dan panorama keindahan Danau Toba sebagai produk Inangible. Namun partisipasi masyarakat yang melakukan kegiatan kepariwisataan cukup minim adanya dan dikategorikan hanya beberapa masyarakat saja yang mengetahui potensi sadar wisata terhadap Pulau Sibandang, Jika dalam waktu mendatang beberapa Masyarakat tidak paham akan pentingnya penerapan sadar wisata di Pulau ini, akan berdampak cukup besar dalam pengembangan kepariwisataan berkelanjutan di masa mendatan
Pengembangan Potensi Objek Dan Daya Tarik Wisata Desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi
Pengembangan Potensi Objek Dan Daya Tarik Wisata Desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Wisata alam atau ekowisata merupakan segala jenis wisata yang menawarkan alam dan lingkungan sebagai daya tarik utamanya. Destinasi andalan desa wisata Silalahi II terpusat di hamparan pantai yang indah dan perairan Danau Toba dengan kedalaman 905meter.
Salah satu tempat di Sumatera Utara yang memiliki potensi di bidang pariwisata adalah Kabupaten Dairi. Salah satu desa wisata yang terdapat di kabupaten Dairi yang akan menjadi objek penelitian ini adalah desa wisata Silalahi II Kecamatan Silahisabungan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah potensi dan daya tarik di desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, kendala dan hambatan yang dihadapi masyarakat dalam memasarkan dan mengembangkan objek wisata di desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Dan upaya pengembangan Potensi Objek dan daya tarik Wisata desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengambil tempat di Desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi
Kesimpulan Penelitian ini adalahPotensi dan daya tarik desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi merupakan salah satu desa wisata yang sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam kepariwisataan Sumatera Utara desa Silalahi II memiliki potensi alam, budaya dan buatan yang dapat menarik minat wisatawan. Kendala atau hambatan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi adalah kualiatas kinerja sumber daya manusia yang masih rendah serta masyarakat masih kurang kreatif dalam menciptakan kegiatan pariwisata serta Upaya dalam pengembangan objek dan daya tarik wisata desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi berkolaborasi dengan berbagai pihak (stakeholder).
Saran dalam penelitin ini diharapkan pemerintah dan pihak yang terkait lainnya agar melakukan upaya pengembangan baik sarana maupun prasarana di kawasan desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.Pengembangan Potensi Objek Dan Daya Tarik Wisata Desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Wisata alam atau ekowisata merupakan segala jenis wisata yang menawarkan alam dan lingkungan sebagai daya tarik utamanya. Destinasi andalan desa wisata Silalahi II terpusat di hamparan pantai yang indah dan perairan Danau Toba dengan kedalaman 905meter.
Salah satu tempat di Sumatera Utara yang memiliki potensi di bidang pariwisata adalah Kabupaten Dairi. Salah satu desa wisata yang terdapat di kabupaten Dairi yang akan menjadi objek penelitian ini adalah desa wisata Silalahi II Kecamatan Silahisabungan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah potensi dan daya tarik di desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, kendala dan hambatan yang dihadapi masyarakat dalam memasarkan dan mengembangkan objek wisata di desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Dan upaya pengembangan Potensi Objek dan daya tarik Wisata desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengambil tempat di Desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi
Kesimpulan Penelitian ini adalahPotensi dan daya tarik desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi merupakan salah satu desa wisata yang sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam kepariwisataan Sumatera Utara desa Silalahi II memiliki potensi alam, budaya dan buatan yang dapat menarik minat wisatawan. Kendala atau hambatan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi adalah kualiatas kinerja sumber daya manusia yang masih rendah serta masyarakat masih kurang kreatif dalam menciptakan kegiatan pariwisata serta Upaya dalam pengembangan objek dan daya tarik wisata desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi berkolaborasi dengan berbagai pihak (stakeholder).
Saran dalam penelitin ini diharapkan pemerintah dan pihak yang terkait lainnya agar melakukan upaya pengembangan baik sarana maupun prasarana di kawasan desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Kunjungan Wisata Pantai Padang, Sumatera Barat
Padang Beach is a beach located in Padang City, West Sumatra. This beach is situated in a densely populated urban area in the West Padang District. The author aimed to determine the factors and their respective impacts, particularly the most significant factor, on tourist interest. In this research, 150 respondents who had visited Padang Beach more than twice were surveyed. The sampling method used in this study was purposive sampling, encompassing five variables: Tourism Product Quality, Tourism Product Image, Customer Value, Product Attractiveness, and Repeat Visit Intention.
Hypothesis testing was carried out using regression analysis, and the results concluded that these factors significantly influence the tourist interest and the number of visitors to Padang Beach. The research findings indicate that tourists are attracted to visit Padang Beach for a second time or even more, taking into account the quality, image, customer value, and attractiveness of the beach itself. The beach's unique qualities undoubtedly play a vital role in attracting tourists to Padang Beach.
Keyword : Tourism Product Quality, Tourism Product Image, Customer Value, Product Attractiveness, and Repeat Visit Intention.Pantai Padang adalah sebuah pantai yang terletak di Kota Padang, Sumatra Barat. Pantai ini terletak pada kawasan padat perkotaan di Kecamatan Padang Barat penulis ingin mengetahu bagimana faktor kemudian apa yangmemberikan pengaruh terbesar, Pada penelitian ini responden yang di gunakan adalah wisatawan yang mengunjungi pantaipadang lebih dari 2 kali sebanyak 150 responden Dengan perhitungan sampel sampel Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan lima (5) faktor variable yaitu; Mutu Produk Wisata, Citra Produk Wisata, Nilai Pelanggan, Daya Tarik Produk dan Minat Kunjungan Ulang dengan Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan regresi hasil kesimpulan menjelaskan bahwa variable faktor mempengaruhi minat kiunjungan wisatawan terhadap jumlah wisatawan yang dating, dengan hasil analisis yang signifikan. Yang mana dalam penelitian ditemukan bajwasannya wisatawan tertarik untuk mengunjungi pantai padang untuk keduakali atau bahkan lebih. Dimana memperhatikan mutu, citra, nilai konsumen dan daya Tarik dari pantai ini sendiri. Dengan keunggulan yang dimiliki tentunya menjadi poin penting bagi wisata pantai padang.
Keyword : Mutu Produk Wisata, Citra Produk Wisata, Nilai Pelanggan, Daya Tarik Produk, Minat Kunjung Ulang
Pengembangan Objek Wisata Pasar Kamu Sebagai Wisata Kuliner Unggulan Di Desa Denai Lama Deli Serdang
Abstract
This research is entitled "Development of Pasar Kamu Tourism Object as a Leading Culinary Tourism in Denai Lama Deli Serdang Village". The purpose of this research is an effort to introduce your Market attractions to readers. This research was located in Denai Lama Village, Pantai Labu District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. The method used in this study is a qualitative research method where this research focuses on the introduction and development of Pasar Kamu culinary tourism. The data collection methods carried out in this study are observation, interviews and documentation. The types of data used to conduct this study are primary data and secondary data. This study will take place from March 2023 to May 2023. The result of this study is that the author knows that Pasar Kamu stands for Pekan Sarapan Karya Anak Muda, where Pasar Kamu was formed based on the manager's desire to create a Pekan sheltered by young people from Denai Lama Village. The manager wants to re-introduce traditional culinary to the community, especially the younger generation through this week. To create a creative and innovative Breakfast Week, the manager makes a uniqueness in the transaction tool in your market, namely by using tempu as legal tender. Tempu is made of coconut shells which is shaped like a coin, where coconut shells are natural resources that are found in Denai Lama Village. With this uniqueness, the manager managed to bring many tourists from outside Pantai Labu District to visit to enjoy traditional culinary served in the midst of a lush atmosphere of bamboo trees and coconut trees. That way the manager has succeeded in developing your Market as a culinary tourism destination that must be visited in Deli Serdang.
Keywords : Deli Serdang, Traditional Culinary, Tourist Attractions, Pasar KamuAbstrak
Penelitian ini berjudul “Pengembangan Objek Wisata Pasar Kamu Sebagai Wisata Kuliner Unggulan di Desa Denai Lama Deli Serdang”. Tujuan dari penelitian ini adalah sebuah upaya untuk memperkenalkan objek wisata Pasar Kamu kepada para pembaca. Penelitian ini berlokasi di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dimana penelitian ini berfokus pada pengenalan dan pengembangan wisata kuliner Pasar Kamu. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan untuk melakukan penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian ini berlangsung sejak bulan Maret 2023 sampai dengan bulan Mei 2023. Hasil dari penelitian ini adalah penulis mengetahui bahwa Pasar Kamu adalah singkatan dari Pekan Sarapan Karya Anak Muda, dimana Pasar Kamu ini di bentuk atas dasar keinginan pengelola untuk membuat sebuah Pekan yang di naungi oleh anak-anak muda dari Desa Denai Lama. Pengelola ingin kembali memperkenalkan kuliner tradisional kepada masyarakat terkhususnya para generasi muda melalui Pekan ini. Untuk menciptakan Pekan Sarapan yang kreatif dan inovatif maka pengelola membuat keunikan pada alat transaksi di Pasar Kamu yaitu dengan menggunakan tempu sebagai alat pembayaran yang sah. Tempu terbuat dari tempurung kelapa yang di bentuk seperti koin, dimana tempurung kelapa merupakan sumber daya alam yang banyak dijumpai di Desa Denai Lama. Dengan adanya keunikan ini pengelola berhasil mendatangkan banyak wisatawan dari luar Kecamatan Pantai Labu untuk berkunjung menikmati kuliner tradisional yang di sajikan di tengah-tengah suasana rimbun pohon bambu dan pohon kelapa. Dengan begitu pengelola berhasil mengembangkan Pasar Kamu sebagai destinasi wisata kuliner yang wajib dikunjungi di Deli Serdang.
Kata Kunci : Deli Serdang, Kuliner Tradisional, Objek Wisata, Pasar Kam
Analisis Studi Kelayakan Kedai DjamoeLenial Ditinjau dari Aspek Finansial
Indonesian people have started to care about the importance of maintaining health and adopting a healthy lifestyle, as evidenced by data on people's satisfaction with their health which continues to increase. One method of maintaining health and running a healthy lifestyle is by consuming jamu (herbal drinks). Herbal drink in Indonesia already has a fairly broad market. To provide the needs of the community for herbal drinks, there is a outlet named Kedai DjamoeLenial in the Mampang Prapatan II, South Jakarta. The purpose of the research is to find out the opportunities in opening a business to carry out a feasibility study that focuses on financial aspects, useful for assessing the potential of the business to be carried out and to facilitate supervision and management of the business from a financial perspective in the future. The results of calculations and analysis from the financial aspect show that the DjamoeLenial Shop business is feasible to run with a project life of 5 years. Analysis of the eligibility criteria resulted in a Payback Period (PP) of 2 years and 7 months, an average rate of return of 37%, a Net Present Value (NPV) of IDR 6,836,790, a Profitability Index (PI) value of 1.1 and an Internal Rate of Return (IRR) of 20%. Thus the result is that this business is feasible to run.Masyarakat Indonesia sudah mulai peduli akan pentingnya menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat, terbukti dari data kepuasan masyarakat terhadap kesehatan mereka yang terus meningkat. Salah satu metode menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi minuman jamu. Jamu di Indonesia sudah memiliki pasar yang cukup luas. Untuk menyediakan kebutuhan minuman jamu bagi masyarakat, kehadiran sebuah kedai yang diberi nama Kedai DjamoeLenial di Daerah Mampang Prapatan II, Jakarta Selatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui peluang dalam pembukaan usaha dilakukan studi kelayakan yang fokus pada aspek keuangan, berguna untuk menilai potensi bisnis yang akan dijalankan serta untuk mempermudah dalam pengawasan dan pengelolaan bisnis dari segi keuangan kedepannya. Hasil perhitungan dan analisis dari aspek keuangan menunjukkan usaha Kedai DjamoeLenial ini dikatakan layak dijalankan dengan umur proyek selama 5 tahun. Analisis kriteria kelayakan menghasilkan Payback Period (PP) selama 2 tahun 7 bulan, average rate of return 37%, nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 6.836.790,-, nilai Profitability Index (PI) sebesar 1,1 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 20 %. Dengan demikian diperoleh hasil bahwa usaha ini layak dijalankan
Analisis Kapasitas Layanan Destinasi Wisata Untuk Mencapai Target Pasar Sektor Pariwisata Di Kota Sabang
The research aims to determine the capacity of tourist destination services based on three aspects: tourist attractions, accommodation, and accessibility as well as obstacles in the development of the tourism sector in the city of Sabang, so that the target market of tourists from the north and abroad can be increased. Attention to the capacity of tourist destination services in the city of Sabang should also be oriented towards convenience through ideal capacity. Analysis of tourist destination service capacity and its obstacles using the concept of the Bottleneck framework. The concept used is combined with the method of qualitative analysis supported by purposive sampling techniques. The research finds that the capacity of tourist destination services in Sabang City is not ideal. In terms of accessibility, obstacles were found due to no longer operational airport services and the limited capacity of ships in ports during holidays. In terms of amenities, there was an obstacle to the food and beverage service, such as the limited availability of seats making visitors uncomfortable. On the aspect of attractions, it was found that restrictions on the number of cultural attractions and the limitation on the number of visitors to art activities had an impact on the discomfort of the visitors during the performance.Penelitian bertujuan untuk mengetahui kapasitas layanan destinasi pariwisata berdasarkan tiga aspek: atraksi wisata, akomodasi, dan aksesibilitas serta hambatan dalam pengembangan sektor pariwisata di kota Sabang, agar target pasar wisatawan nusantara dan mancanegara dapat meningkat. Perhatian terhadap kapasitas layanan destinasi pariwisata di kota Sabang harus juga berorientasi terhadap kenyamanan melalui kapasitas yang ideal. Analisis kapasitas layanan destinasi pariwisata dan hambatannya menggunakan konsep kerangka kerja Bottleneck. Konsep yang digunakan dikombinasikan dengan metode analisis kualitatif didukung teknik purposive sampel. Hasil penelitian menemukan bahwa kapasitas layanan destinasi pariwisata di Kota Sabang belum ideal. Pada aspek aksesbilitas, ditemukan hambatan yang disebabkan layanan bandara sudah tidak beroperasi dan keterbatasan kapasitas kapal di pelabuhan saat hari libur. Pada aspek amenitas, ditemukan hambatan pada layanan jasa makanan dan minuman berupa keterbatasan ketersediaan tempat duduk membuat pengunjung tidak nyaman. Pada aspek atraksi, ditemukan hambatan keterbatasan jumlah atraksi budaya dan pembatasan jumlah pengunjung pada kegiatan kesenian berdampak ketidaknyamanan pengunjung selama pertunjukan berlangsung
Pengembangan Kawasan Danau Toba melalui Destinasi Pariwisata Geopark Kaldera di Kabupaten Tapanuli Utara
Geopark is one form of sustainable development that applies to regional development, namely making the territorial benefits of a geopark area as an economic source. The concept of geopark management is a sustainable regional development plan that combines the four geodiversity, biodiversity, geoheritage, and cultural diversity systems to build local communities. Utilization of geoparks can be synergized with existing regional spatial plans. Utilization of geopark spatial planning can generate new economic opportunities around the Danao Toba area through geoparks providing many job opportunities in the tourism industry and tourism managers. The purpose of this study was to analyze the influence of caldera geopark tourism destinations on the development of the Lake Toba area in North Tapanuli Regency. The analytical method used in this research is multiple regression analysis with the number of respondents as many as 100 people. The results showed that attractions, accessibility, amenities and facilities have a positive and significant effect on the development of the Lake Toba areaGeopark is one form of sustainable development that applies to regional development, namely making the territorial benefits of a geopark area as an economic source. The concept of geopark management is a sustainable regional development plan that combines the four geodiversity, biodiversity, geoheritage, and cultural diversity systems to build local communities. Utilization of geoparks can be synergized with existing regional spatial plans. Utilization of geopark spatial planning can generate new economic opportunities around the Danao Toba area through geoparks providing many job opportunities in the tourism industry and tourism managers. The purpose of this study was to analyze the influence of caldera geopark tourism destinations on the development of the Lake Toba area in North Tapanuli Regency. The analytical method used in this research is multiple regression analysis with the number of respondents as many as 100 people. The results showed that attractions, accessibility, amenities and facilities have a positive and significant effect on the development of the Lake Toba are