Jurnal Akademi Pariwisata Medan
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
Peran Sikap Makanan Lokal Dalam Memediasi Pengaruh Nilai Pengalaman Dan Media Sosial Terhadap Keinginan Membeli Pada Wisatawan Domestik Generasi Milenial Di Kota Palembang
This study aims to investigate the role of attitudes towards local food in mediating the influence of experiential value and social media on purchasing intention among domestic millennial tourists in Palembang City. The method utilized is structural equation modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS). The population targeted in this study consists of domestic millennial tourists visiting Palembang City. A sample of 130 respondents was chosen using Hair's technique. Data collection was carried out through questionnaires and literature review. Data analysis was conducted using the SEM-PLS4 application with path analysis, which examines the influence on intervening variables. The results indicate that experiential value towards purchasing intention, experiential value towards attitudes towards local food, the role of attitudes towards local food towards purchasing intention, and experiential value towards purchasing intention through the role of attitudes towards local food have a positive and significant impact. Meanwhile, social media towards purchasing intention, social media towards attitudes towards local food, and social media towards purchasing intention through the role of attitudes towards local food do not have a significant impact.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran sikap makanan lokal dalam memediasi pengaruh nilai pengalaman dan media sosial terhadap keinginan membeli pada wisatawan domestik generasi milenial di Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah struktural equation modeling dengan Partial Least Square (SEM-PLS). Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan domestik generasi milenial yang berkunjung ke Kota Palembang. Sampel dipilih menggunakan teknik Hair sebanyak 130 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan studi kepustakaan. Analisis data diolah menggunakan aplikasi SEM-PLS4 dengan analisis jalur (Path analysis) dimana menguji pengaruh pada variabel intervening. Hasil menunjukan bahwa nilai pengalaman terhadap keinginan membeli, nilai pengalaman terhadap sikap makanan lokal, peran sikap makanan lokal terhadap keinginan membeli, nilai pengalaman terhadap keinginan membeli melalui peran sikap makanan lokal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dan media sosial terhadap keinginan membeli, media sosial terahdap peran sikap makanan lokal, media sosial terhadap keinginan membeli melalui peran sikap makanan lokal tidak berpengaruh dan signifika
Peran Sales Marketing Department Dalam Penjualanmice Package Pada Hotel The Sintesa Jimbaran Bali
Bali Island is an area with a high percentage of tourist visits and MICE activities, especially those located in BTDC Nusa Dua Bali, this has resulted in many investors, both local and foreign, to establish hotels, both budget hotels or starred hotels. With this hotel business competition, of course, it requires a reliable marketing or sales marketing team. Of several hotels in Bali, according to the author, Hotel The Sintesa Jimbaran Bali has a good existence in terms of increasing occupancy. MICE tourists generally have a longer length of stay, because they participate in pre- and post-tour activities with various programs such as ladies and children programs so that overall tourist spending is greater. In addition, MICE tourists have a relatively higher level of immunity to various unclear issues in a country so that they are not easily able to cancel their visits. In addition, MICE events provide direct benefits to the community's economy such as accommodation, culinary businesses, souvenirs, guides, and local transportation. The advantages of the MICE industry include attracting tourists in large numbers, longer length of stay, or short ones which are also called temporary holidays.Pulau Bali merupakan daerah dengan persentase tinggi kunjungan wisata dan kegiatan MICE nya, terutama yang bertempat di BTDC Nusa Dua Bali, hal ini mengakibatkan banyak investor baik local bahkan asing untuk mendirikan hotel, baik hotel kelas melati atau hotel berbintang. Dengan adanya persaingan bisnis hotel ini tentu memerlukan tim pemasaran atau sales marketing yang handal. Dari beberapa hotel di Bali, menurut penulis Hotel The Sintesa Jimbaran Bali memiliki eksistensi yang bagus dalam jumlah peningkatan occupancy. Para wisatawan MICE pada umumnya mempunyai lama tinggal lebih panjang, karena mengikuti kegiatan pree and post tour dengan berbagai program seperti ladies and children program sehingga secara keseluruhan pengeluaran wisatawan tersebut lebih besar. Selain itu wisatawan MICE memiliki tingkat kekebalan yang relative lebih tinggi terhadap berbagai isu yang tidak jelas di suatu Negara sehingga tidak mudah membatalkan kunjungannya. Selain itu event MICE memberikan manfaat langsung pada ekonomi masyarakat seperti akomodasi, usaha kuliner, cendramata, guide, hingga transportasi local. Keunggulan industri MICE antara lain adalah mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar, lama tinggal (length of stay) lebih lama, maupun sebentar yang disebut juga liburan sementara
Efisiensi Penggunaan Chemical dalam Melakukan Pembersihan Kamar di Hatten Hotel Melaka
The use of chemicals in room cleaning is an important aspect in the hospitality industry to ensure room cleanliness and the health of guests and room attendants. This final project examines the efficiency of chemical use in room cleaning with a focus on optimizing the quality of chemicals used and their application methods. The purpose of this final project is to explain efficiency and identify the use of chemicals that can reduce the waste of chemical use in room cleaning and describe the standard operating procedures for using chemicals at Hatten Hotel Melaka in cleaning rooms. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data collection techniques use qualitative research methods obtained through interviews, observation, and documentation, so as to obtain the correct data. The results of the study obtained that with the right strategy and regular training, the efficiency of using chemicals in room cleaning can be significantly improvedPenggunaan chemical dalam pembersihan kamar merupakan aspek penting dalam industri perhotelan untuk memastikan kebersihan kamar dan kesehatan tamu serta room attendant. Proyek akhir ini meneliti efisiensi penggunaan chemical dalam pembersihan kamar dengan fokus pada optimasi kualitas chemical yang digunakan serta metode aplikasinya. Tujuan dari proyek akhir ini adalah menjelaskan efisiensi dan mengindentifikasi penggunaan chemical yang dapat mengurangi pemborosan penggunaan chemical dalam pembersihan kamar serta mendeskripsikan standar operasional prosedur penggunaan chemical di Hatten Hotel Melaka dalam melakukan pembersihan kamar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode penelitian kualitatif yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sehingga mendapatkan data yang benar. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa dengan strategi yang tepat dan pelatihan yang rutin maka efisiensi penggunaan chemical dalam pembersihan kamar dapat ditingkatkan secara signifika
Penilaian Kesesuaian Dan Standar Usaha Restoran Berisiko Menengah Rendah Di Dua Tiga Coffee House
Conformity assessment can be interpreted as an activity to assess whether goods, services, systems, processes, or personnel have met the requirements (National Standardization Agency, 2023). Conformity assessment of business standards is very important to be carried out, in order to minimize the risks that will occur. To regulate conformity assessments, especially to carry out risk management functions, the Ministry of Tourism and Creative Economy issued the Minister of Tourism and Creative Economy Regulation No. 4/2021 concerning the conformity assessment and standards of low-medium risk restaurant businesses. The purpose of this assessment is (1) to determine the conformity assessment and standards of low-risk restaurant businesses of two three coffee houses, (2) to determine the design of facilities and landscapes in two three coffee houses in accordance with the conformity assessment and standards of low-risk restaurant businesses. This study uses a qualitative method. The primary data source obtained from this study was to provide several questions regarding the management of two three coffee houses. The data collection techniques used were interviews, observations and purposive sampling. The results of this study are (1) Two three coffee houses do not yet have a Certificate of Hygiene Sanitation as a special requirement for the business, the lack of business facilities such as appropriate work rooms, clean water installations, separate waste management and waste disposal installations. The human resources organizational structure of the two three coffee houses is quite good, only the employees do not wear uniforms that include the logo and the management of the two three coffee houses does not yet have a SOP document for work implementation and business management that has not been documented. (2) For the design and landscape in the two three coffee houses, the author designed one room consisting of an administration room and a manager's room. Other added facilities are women's and men's toilets, two wash basins, organic and non-organic trash bins, a rooftop on the 2nd floor, and several other ornamental plants.Penilaian kesesuaian dapat diartikan sebagai kegiatan untuk menilai bahwa barang, jasa, sistem, proses, atau personal telah memenuhi persyaratan (Badan Standardisasi Nasional, 2023). Penilaian kesesuaian standar usaha sangat penting dilakukan, untuk dapat meminimalisir resiko yang akan terjadi. Untuk mengatur penilaian kesesuaian, terutama untuk melaksanakan fungsi manajemen resiko, Kemenparekraf mengeluarkan peraturan menparekraf No 4/2021 tentang penilaian kesesuaian dan standar usaha restoran berisiko menengah rendah. Tujuan penilaian ini adalah (1) untuk mengetahui penilaian kesesuaian dan standar usaha restoran berisiko rendah dua tiga coffee house, (2) untuk mengetahui desain fasilitas dan lanskap di dua tiga coffee house sesuai dengan penilaian kesesuaian dan standar usaha restoran berisiko rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data primer yang diperoleh dari penelitian ini adalah memberikan beberapa pertanyaan mengenai pengelola tentang dua tiga coffee house. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawacara, observasi dan purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah (1) Dua tiga coffee house belum memiliki Sertifikat layak hygiene sanitasi sebagai persyaratan khusus usaha, belum tersedianya sarana usaha seperti ruangan pekerja yang sesuai, instalasi air bersih, pengelolaan sampah yang terpisah dan instalasi pembuangan limbah. Struktur organisasi SDM dua tiga coffee house sudah cukp baik hanya saja karyawan tidak memakai seragam yang mencantumkan logo serta pengelolaan usaha dua tiga coffee house belum memiliki dokumen SOP pelaksanaan kerja dan pengelolaan usaha yang belum terdokumentasikan. (2) Untuk desain dan lanskap di dua tiga coffee house penulis merancangkan satu ruangan yang terdiri atas ruangan administrasi dan ruangan manager. Fasilitas yang ditambahkan lainnya adalah toilet wanita dan pria, dua wastapel, tempat sampah organic dan non organic, rooftop di lantai 2, dan beberapa tamanan hias lainnya
Analyis Penataan Fasilitas dan Lanskap Sesuai dengan Permenparekraf No 4 Tahun 2021 di Teras Sejiwa Café
Landscape is stated as a land that has certain forming elements, composition and characteristics as its differentiator. (Dina et al., 2005) According to Eckbo in his book entitled "Lanscape for Living" landscape as part of the land area built or formed by humans outside buildings, roads, utilities, to the wild nature which is designed primarily as a place for humans to live. According to Simon (19983) landscape is a natural landscape that has certain characteristics that can be enjoyed through all the senses that humans have.Lanskap dinyatakan sebagai suatu lahan yang memiliki elemen pembentuk, komposisi dan karakteristik tertentu sebagai pembedanya. (Dina et al., 2005) Menurut Eckbo dalam bukunya yang berjudul “Lanscape for Living” lanskap sebagai bagian dari kawasan lahan yang dibangun ataupun dibentuk oleh manusia di luar bangunan, jalan, utilitas, sampai alam bebas yang dirancang terutama sebagai tempat tinggal manusia. Menurut Simon (19983) lanskap merupakan suatu bentang alam yang memiliki karakteristik tertentu yang dapat dinikmati keberadaannya melalui seluruh indera yang dimiliki manusia 
Potensi Pengembangan Olahan Kuda Sebagai Oleh Oleh Desa Pearung Kabupaten Humbang Hasundutan
The development of processed horse meat as a typical souvenir from Pearung Village, Humbang Hasundutan Regency is an interesting step to introduce the richness of local culinary and culture to tourists and the wider community of Pearung Village, like most areas in Humbang Hasundutan has great potential to develop processed horse meat products because it has a strong livestock tradition and a community skilled in food processing. By combining community empowerment efforts, tourism promotion and product quality monitoring, Pearung Village can develop high-quality processed horse meat and become a famous souvenir from Humbang Hasundutan Regency. Several factors that influence consumer preferences for consuming processed horse meat such as health factors, psychological factors and personal factors. This study aims to make horse meat a typical souvenir from Pearung Village, Humbang Hasundutan Regency. Tourism is one of the utilization of natural resources that can have high economic value for an area that manages natural resources into tourist attractions that can attract visitors both from within and outside the country, in addition to having high economic value and being able to absorb labor. And encourage development. Investment, tourism can grow and increase pride in the nation so that people who care more about a nation will grow. However, development of tourist attraction areas has not been carried out in several tourist areas.Pengembangan olahan daging kuda sebagai oleh-oleh khas desa Pearung Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan langkah yang menarik untuk memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya lokal kepada wisatawan serta masyarakat luas desa pearung, seperti kebanyakan daerah di humbang hasundutan memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk olahan daging kuda karena memiliki tradisi peternakan yang kuat dan masyarakat yang terampil dalam pengolahan makanan. Dengan menggabungkan upaya pemberdayaan masyarakat, promosi pariwisata dan pemantauan kualitas produk desa pearung dapat mengembangkan olahan daging kuda yang berkualitas tinggi dan menjadi oleh-oleh khas yang terkenal dari kabupaten humbang hasundutan. Beberapa faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen yang mengonsumsi olahan daging kuda seperti faktor kesehatan, faktor psikologi dan fakto pribadi. penelitian ini bertujuan untuk menjadikan daging kuda sebagai oleh oleh khas desa pearung Kabupaten Humbang Hasundutan. Pariwisata merupakan salah satu pemanfaatan sumber daya alam yang dapat memiliki nilai ekonomi tinggi bagi suatu daerah yang mengelola sumber daya alam menjadi tempat wisata yang dapat menarik pengunjung baik dari dalam maupun dari luar negeri, selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan mampu menyerap tenaga kerja. Dan mendorong pembangunan. Investasi, pariwisata dapat tumbuh dan meningkatkan kebanggaan terhadap bangsa sehingga akan tumbuh orang-orang yang lebih peduli terhadap suatu bangsa. Namun, pengembangan kawasan daya tarik wisata belum dilakukan di beberapa kawasan wisata
Perancangan Fasilitas Dan Landscape Coffee Serenity
Cafes are now a trend for many people and can be found anywhere with a variety of concepts offered to attract interest in visiting. Cafes usually have an attractive and unique interior design, thus creating a comfortable atmosphere for customers. Some cafes have a particular theme or concept, such as a cafe with a vintage concept or a cafe with a nature concept, thus creating a different experience for customers. In general, a cafe or cafeteria is a suitable place for customers who want to enjoy food, drinks and a relaxed and informal atmosphere. This study aims to design facilities and café serenity landscapes. This study used a qualitative method which was obtained through direct visits to Café Serenity. The data collection method is by conducting interviews with the Owner Café Serenity. The results of the discussion from this study are that space planning applies a lot of modern street art styles. The use of color in the cafe does not use a lot of bright colors. The color used is gray. The dominant rural nuance and the combination of streets gives a natural and modern impression. Serenity Café Design Design which is located on Jl. Tiung Raya, State Housing Corporation, Medan City, North Sumatra. This location was chosen by the author because it has a strategic location, especially in urban areas. The Owner Cafe aims to build the cafe, so that visitors can hang out comfortably and provide an industrial, aesthetic concept atmosphere, but still far from the hustle and bustle of the city. Industrial style is an applied art in which the aesthetics and usability (ease of using an item) of an item are perfected.Cafe saat ini sudah menjadi tren bagi banyak kalangan dan dapat dijumpai dimanapun dengan berbagai macam konsep yang ditawarkan untuk menarik minat berkunjung. Cafe biasanya memiliki desain interior yang menarik dan unik, sehingga menciptakan suasana yang nyaman bagi pelanggan. Beberapa cafe memiliki tema atau konsep tertentu, seperti cafe yang berkonsep vintage atau cafe yang berkonsep alam, sehingga menciptakan pengalaman yang berbeda bagi pelanggan. Secara umum, cafe atau kafetaria adalah tempat yang cocok untuk pelanggan yang ingin menikmati makanan, minuman, dan suasana yang santai dan informal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan fasilitas dan lanskap café serenity. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diperoleh melalui kunjungan langsung ke Café Serenity. Metode pengumpulan data yaitu dengan melakukan wawancara kepada Owner Café Serenity. Hasil pembhasan dari penelitian ini adalah perencanaan ruang banyak menerapkan gaya seni jalanan modern. Penggunaan warna pada kafe tidak menggunakan banyak warna cerah. Warna yang digunakan adalah abu-abu Nuansa pedesaan yang dominan dan kombinasi jalanan memberikan kesan natural dan modern. Perancangan Desain Café Serenity yang berada di Jl. Tiung Raya, Perumnas Mandala, Kota Medan, Sumatera Uatara. Lokasi ini di pilih oleh penulis karena memilki tempat yang cukup strategis terutama di daerah perkotaan. Owner Cafe bertujuan membangun kafe tersebut, agar pengunjung dapat nongkrong secara nyaman serta memberikan suasana konsep industrial, estetik, namun masih jauh dari kermaian perkotaan. Langgam industrial adalah seni terapan di mana estetika dan usability (kemudahan dalam menggunakan suatu barang) suatu barang disempurnakan
STRATEGI PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA BUKIT HOLBUNG DI KABUPATEN SAMOSIR, SUMATERA UTARA
This research aims to determine and describe tourist attractions and develop strategies for developing tourist attractions at Holbung Hill, Samosir Regency. This research uses qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews, documentation studies and questionnaires. The results of the research show that tourist attractions according to Maryani's theory (1991) as a whole meet the criteria as a tourist attraction, which can be proven by the beautiful and stunning view of Holbung Hill (what to see), tourist attractions such as: camping, photography, pre-wedding and shooting locations (what to do), souvenirs processed by MSMEs in Hariara Pohan Village (what to buy), good accessibility including road conditions, ease of transportation and security to tourist attractions (what to arrive) and traditional house homestays that provide an experience The stay is different (what to stay) but there are still several things that need to be improved, namely the addition of new attractions and typical Holbung Hill souvenirs. The development of the Holbung Hill tourist attraction in Samosir Regency is a paragliding tourist attraction but has obstacles, namely limited skilled workers. The Holbung Hill tourist attraction in Samosir Regency, North Sumatra has strengths and opportunities that are greater than threats and weaknesses. Therefore, the development of Holbung Hill's tourist attraction focuses more on strengths and opportunities. A strategy that focuses on strengths and opportunities is a growth oriented strategy.
Keywords: Holbung Hill, Tourist Attraction, DevelopmentPenelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan daya tarik wisata dan menyusun strategi pengembangan daya tarik wisata Bukit Holbung, Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumentasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan daya tarik wisata menurut teori Maryani (1991) secara keseluruhan sudah memenuhi kriteria sebagai suatu daya tarik wisata, dapat dibuktikan dengan adanya pemadangan Bukit Holbung yang indah dan memukau (what to see), atraksi wisata seperti: berkemah, fotografi, prewedding dan lokasi syuting (what to do), cinderamata hasil olahan UMKM yang ada di Desa Hariara Pohan (what to buy), aksesibilitas yang baik mencakup kondisi jalan, kemudahan transportasi dan keamanan menuju tempat wisata (what to arrived) dan homestay rumah adat yang memberikan pengalaman menginap berbeda (what to stay) namun masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan yaitu penambahan atraksi baru dan cinderamata khas Bukit Holbung. Pengembangan daya tarik wisata Bukit Holbung di Kabupaten Samosir adalah atraksi wisata paralayang namun memiliki kendala yaitu keterbatasan tenaga kerja ahli. Daya tarik wisata Bukit Holbung di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara memiliki kekuatan dan peluang yang lebih besar dibandingkan dengan ancaman dan kelemahan. Maka dari itu pengembangan daya tarik wisata Bukit Holbung lebih memfokuskan pada kekuatan dan peluang. Strategi yang berfokus pada kekuatan dan peluang yang dimiliki adalah growth oriented strategy.
Kata kunci : Bukit Holbung, Daya tarik wisata, Pengembanga
Kebijakan Penataan Kawasan Takssim Bakmie dan Kopi Ditinjau Dari PERMEN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF NOMOR 4 TAHUN 2021
Significant developments in the Indonesian economy can be attributed to its tourism sector, as stated by Santosa (2011:34). In recent years, Barreto and Giantari (2015:34) have observed the growth of the Indonesian tourism industry. According to Law Number 10 of 2009 concerning Tourism, this sector includes various activities supported by facilities and services provided by individuals, companies, government agencies, and local governments. Certain tourist destinations are promoted, managed, and developed by tourism business actors to increase regional economic income through visitor attraction. This business was created to support tourism growth. The goal is to attract tourists by carrying out activities that meet their needs. Meanwhile, based on Law Number 10 of 2009 concerning Tourism, it states that Tourism Business is a business that provides goods and/or services to meet the needs of tourists and organize tourism.Perkembangan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia dapat dikaitkan dengan sektor pariwisatanya, sebagaimana dikemukakan oleh Santosa (2011:34). Dalam beberapa tahun terakhir, Barreto dan Giantari (2015:34) telah mengamati pertumbuhan industri pariwisata Indonesia. Sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, sektor ini mencakup berbagai kegiatan yang didukung oleh fasilitas dan layanan yang disediakan oleh perorangan, perusahaan, badan pemerintah, dan pemerintah daerah. Destinasi wisata tertentu dipromosikan, dikelola, dan dikembangkan oleh pelaku usaha pariwisata untuk meningkatkan pendapatan ekonomi daerah melalui daya tarik pengunjung. Bisnis ini diciptakan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata. Tujuannya adalah untuk memikat wisatawan dengan melakukan kegiatan yang memenuhi kebutuhan mereka. Sedangkan, berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan menyebutkan Usaha Pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata
Evaluasi Kualitas Pelayanan Paket Wisata di Bukit Lawang
This study aims to evaluate Bukit Lawang tour packages through qualitative methods by distributing questionnaires directly to tourists. The main focus is to analyze the level of tourist satisfaction with tour packages and the performance of Bukit Lawang as a tourism destination. The evaluation results show that Bukit Lawang tour packages have managed to achieve a high level of satisfaction, with around 94% of tourists satisfied with their experience. Factors such as the level of satisfaction of the tourist experience are the main reasons for visiting again and the Bukit Lawang area is clean, beautiful and still maintained. In addition, Importance Performance Analysis (IPA) and Cartesius charts are used to evaluate the importance of these factors and the extent to which the tour package has met the expectations of tourists. The results of this analysis provide deep insight into the areas that need improvement in the development of tour packages. Although it has achieved a high level of satisfaction, this evaluation emphasizes the importance of continuous maintenance and improvement to maintain the attractiveness and quality of Bukit Lawang tour packages. This evaluation has an important impact in supporting the development and sustainability of tourism in Bukit Lawang.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi paket wisata Bukit Lawang melalui metode kualitatif dengan menyebarkan kuesioner secara langsung kepada wisatawan. Fokus utama adalah menganalisis tingkat kepuasan wisatawan terhadap paket wisata dan kinerja Bukit Lawang sebagai destinasi wisata. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa paket wisata Bukit Lawang telah berhasil mencapai tingkat kepuasan yang tinggi, dengan sekitar 94% wisatawan merasa puas terhadap pengalamannya. Faktor-faktor seperti tingkat kepuasan pengalaman wisatawan menjadi alasan utama untuk berkunjung kembali dan kawasan Bukit Lawang bersih, asri dan masih terawat. Selain itu, digunakan Importance Performance Analysis (IPA) dan diagram Cartesius untuk mengevaluasi tingkat kepentingan faktor-faktor tersebut dan sejauh mana paket wisata telah memenuhi harapan wisatawan. Hasil analisis ini memberikan wawasan yang mendalam mengenai area-area yang perlu ditingkatkan dalam pengembangan paket wisata. Meskipun telah mencapai tingkat kepuasan yang tinggi, evaluasi ini menekankan pentingnya pemeliharaan dan peningkatan yang berkelanjutan untuk menjaga daya tarik dan kualitas paket wisata Bukit Lawang. Evaluasi ini memberikan dampak penting dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan pariwisata di Bukit Lawang