Portal E-Journal UNDARIS Ungaran (Univ. Darul Ulum Islamic Centre Sudirman)
Not a member yet
302 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI KRIPIK KOTA SEMARANG
Water is a very basic need for All living things on this earth without exception. The Kripik River is currently not being utilized by community optimally. For this reason, it is necessary to increase Irrigation Area which aims to increase agricultural production. Currently, the Bendung Kripik area serves an irrigation area of 95,94 Ha with the height of the exsisting weir lighthouse is 1 m.The improvement of the irrigation network is carried out based on secondary data with other supporting data. The analysis carried out includes: hydrological analysis which includes : watershed, maximum rainfall, flood discharge, average rainfall, average climatology, Eto – Penman, F.J Mock mainstay discharge, planting patterns then carried out channel design, weir design and calculation of weir stability.In this study, it was proposed to increase the rice field area by 130.17 Ha From the results of hydrological analysis, the flood discharge value of the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (HSS) method was obtained when repeating 100 th by 40.10 m3 / s. The water requirement for irrigation of D.I Kripik after the addition of the area is 0.086 m3 / s. As for the bed, a weir width of 30 m with a weir height of 1.05 m is required, a weir lighthouse width of 28 m, a rinse width of 1 m and a pillar width of 1 m (2 Pillars of 1 m each). The radius of the spherical threshold type weir is 0.5 m, the olak pond type is USBR Type IV with a length of 3.50m. Keywords: Irrigation, Weir, Flood Discharg
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PEMBELAJARAN DAI DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PAI SDIT MULTIPLUS AR-RAHIIM KAJANGAN TAHUN 2022/2023
Siswa memerlukan pembinaan untuk dapat berakhlak baik dan memiliki hasil belajar maksimal. Ada banyak faktor untuk memaksimalkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor-faktor yang menghambat belajar PAI siswa SDIT Multiplus Ar-Rahiim Kajangan tahun 2022/2023; (2) mengetahui hasil belajar PAI siswa SD Islam Multiplus Ar-Rahiim Kajangan tahun 2022/2023; (3) mengetahui dampak dari faktor-faktor penghambat belajar PAI siswa terhadap hasil belajar PAI siswa SD Islam Multiplus Ar-Rahiim Kajangan tahun 2022/2023.Penelitian ini merupakan jenis penelitian ex-post facto, yang termasuk ke dalam penelitian kuantitatif. Istilah ex-post facto menunjukkan bahwa perubahan variabel bebas itu telah terjadi dan peneliti dihadapkan kepada masalah bagaimana menetapkan sebab dari akibat yang sedang diamati. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SD Islam Multiplus Ar Rahiim Kajangan yang berjumlah 141 orang. Jumlah sampel yang diambil adalah 40 orang, yakni 29% dari jumlah populasi dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dan dokumentasi. Variabel penelitian terdiri atas variabel X (faktor penghambar belajar PAI siswa) dan variabel Y (hasil belajar siswa (nilai rapor siswa mapel PAI)). Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif dengan uji t.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang menjadi faktor penghambat pembelajaran PAI adalah kurang aktifnya siswa dalam bertanya dan menjawab pertanyaan guru. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diperoleh skor rata-rata faktor penghambat pembelajaran PAI adalah 64 terletak pada interval 62-67, hasil ini berada pada kategori tinggi. Sedangkan skor rata-rata hasil belajar siswa pada mapel PAI adalah 91 terletak pada interval 90-100, hasil ini berada pada kategori amat baik. Sedangkan hasil analisis pada pengujian statistic regresi sederhana, yaitu uji t, diperoleh hasil uji hipotesis bahwa t0 (hitung)= - 4.92782 dan ttabel= 2.02439. t0 < ttabel (- 4.92782 < 2.02439) maka Ho diterima Ha ditolak. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yakni bahwa tidak terdapat dampak yang signifikan antara faktor penghambat pembelajaran PAI terhadap hasil belajar siswa pada mapel PAI di SD Islam Multiplus Ar Rahiim Kajangan.Kata kunci : faktor penghambat pembelajaran PAI, hasil belajarStudents need guidance to be able to have good morals and have maximum learning outcomes. There are many factors to maximize learning outcomes. This study aims to: (1) find out the factors that impede learning PAI for SDIT Multiplus Ar-Rahiim Kajangan students in 2022/2023; (2) find out the learning outcomes of PAI Islamic Elementary School students at Multiplus Ar-Rahiim Kajangan in 2022/2023; (3) knowing the impact of the inhibiting factors of students' Islamic Islamic Studies learning on the Islamic Islamic Elementary School students' learning outcomes of Multiplus Ar-Rahiim Kajangan in 2022/2023.This research is a type of ex-post facto research, which is included in quantitative research. The term ex-post facto indicates that a change in the independent variable has occurred and the researcher is faced with the problem of how to determine the cause and effect being observed. The population of this study were all students of SD Islam Multiplus Ar Rahiim Kajangan, totaling 141 people. The number of samples taken was 40 people, which is 29% of the total population using purposive sampling technique. Data collection techniques used in this study were questionnaires and documentation. The research variables consist of variable X (the factor that inhibits student PAI learning) and variable Y (student learning outcomes (grades of students' report cards in Islamic education)). Data analysis techniques using quantitative descriptive statistics with the t test.The results of this study indicate that the inhibiting factor for PAI learning is the lack of activity of students in asking and answering teacher questions. Based on the results of the descriptive statistical analysis, it was obtained that the average score of the inhibiting factors for PAI learning was 64 located at the interval 62-67, this result was in the high category. While the average score of student learning outcomes in the PAI subject is 91 in the 90-100 interval, this result is in the very good category. While the results of the analysis on simple regression statistical tests, namely the t test, the results obtained from the hypothesis test that t0 (count) = -4.92782 and ttable = 2.02439. t0 < ttable (-4.92782 <2.02439) then Ho is accepted and Ha is rejected. The conclusion from the results of this study is that there is no significant impact between the inhibiting factors of PAI learning on student learning outcomes in the PAI subject at SD Islam Multiplus Ar Rahiim Kajangan
Pengaruh Penggunaan Media Roda Putar terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN Banyubiru 01
The background to this research is that the low science learning outcomes of class V students at SDN Banyubiru 01 are due to the teacher still using the lecture method so that students only compete with the teacher and students feel bored in the learning process. By using a rotary wheel media, students will have a high curiosity in the learning process. This study uses quantitative research. The data collection technique used is in the form of a test. The results of the study show that there is an effect of the use of rotary wheel media on science learning outcomes. This can be proven by the acquisition of hypotensive test results with the t test formula, namely with the calculated t value greater than t table (5.10504> 2.042) then Ha is accepted and Ho is rejected.Keywords: rotating wheel media, science learning outcomes
STRATEGI MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN WARUNG MAKAN SATE CEMPE PAK DAR BLOTONGAN SALATIGA
Sate kambing sebagai salah satu makanan khas jawa menjadi buruan para lelaki paruh baya yang percaya dapat menambah stamina pria, banyak pengunjung yang menikmati sate Cempe Pak Dar, Blotongan Salatiga pada saat pandemi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, metode pengumpulan data dan depth Interview serta swot analisis juga dengan observasi baik langsung atau tidak langsung pada beberapa nara sumber yang diseleksi. Hasil penelitian yang diolah dengan Analisis SWOT berdasarkan teknik EFAS dan IFAS, dengan perhitungan AFE dan IFE untuk analisis faktor eksternal dan fakor internal didapatkan bahwa konsumen puas akan pelayanan warung saste cempe Pak Dar. Posisi warung sate cempe Pak Dar Desa Blotongan Salatiga jika dilihat dengan diagram kortesius SWOT terdapat pada kwadran I, yang berarti kuat dan berpeluang. Rekomendasi dari analisisi ini strategi progresif. Untuk menambah omzet pendapatan bisa dengan menambah varians atau jenis menu serta pengembangan dengan membuka cabang
Analisis Pengaruh Pendidikan, Partisipasi Kerja, Dan Upah Minimum Terhadap Pengangguran Di Provinsi Banten Tahun 2011-2020
Masalah ekonomi yang terjadi pada Provinsi Banten adalah sempitnya kesempatan kerja sehingga berdampak pada meningkatnya pengangguran. Banten memiliki tingkat pengangguran tertinggi dibandingkan 6 provinsi Di Pulau Jawa. Tingginya angka pengangguran di Provinsi Banten dapat menghambat pembangunan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, partisipasi kerja, upah minimum terhadap pengangguran serta mengetahui secara bersama-sama (simultan) terhadap pengangguran di Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang didapatkan dari publikasi BPS Banten. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Data Panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM) dengan waktu penelitian 2011-2020. Hasil Analisis Regresi Data Panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM) menunjukkan bahwa variabel pendidikan pengaruh negatif dan tidak signifikan, variabel partisipasi kerja pengaruh positif dan tidak signifikan, variabel upah pengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran Provinsi Banten Tahun 2011-2020. Dan dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel pendidikan, partisipasi kerja, dan upah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengangguran di Provinsi Banten tahun 2011-2020
ANALISIS PENGARUH TINGKAT UPAH, PERTUMBUHAN EKONOMI, KESEMPATAN KERJA, DAN PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (STUDI KASUS 34 PROVINSI DI INDONESIA)
AbstrakPermasalahaan ketenagakerjaan khususnya pengangguran di Indonesia masih banyak yang perlu diatasi. Angkatan kerja yang sangat melimpah diharapkan dapat seluruhnya tertampung dalam terbukanya lapangan pekerjaan. Beberapa penyebab pengangguran yang sangat umum di negara berkembang dikarenakan oleh faktor struktural seperti sistem pendidikan dan hubungannya dengan pasar tenaga kerja. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh tingkat upah, pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan pendidikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia.Penelitian ini menggunakan jenis data panel, yaitu gabungan dari data time series dan cross section yang diperoleh melalui studi pustaka dan menggunakan metode analisis regresi data panel. Analisis regresi data panel digunakan untuk menganalisis pengaruh tingkat upah, pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan pendidikan terhadap tingkat pengangguran terbuka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang tidak signifikan karena kondisi tertentu yang terjadi di Indonesia. Variabel upah minimum provinsi menunjukkan hasil tidak berpengaruh signifikan karena adanya kekakuan upah. Variabel pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil tidak berpengaruh signifikan yang sebabkan oleh ketimpangan pada sektor lapangan usaha dan bentuk demografi wilayah Indonesia. Variabel kesempatan kerja menunjukkan hasil berpengaruh signifikan namun berhubungan positif hal ini dapat disebabkan karena kesempatan kerja yang tersedia tidak sesuai dengan keinginan pencari kerja. Variabel pendidikan memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap pengangguran di Indonesia.Kata kunci : Regresi Data Panel, Tingkat Upah, Pertumbuhan Ekonomi, Kesempatan Kerja, Pendidikan, Tingkat Pengangguran Terbuka
Penerapaan Model Student Facilitator and Explaining (SFE) dalam Pembelajaran PPKn Kelas XI di SMA Negeri 11 Semarang
The implementation of Pancasilan and Citizenship Education (PPKn) learning in schools still uses the old paradigm, namely implementing the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning process in conventional ways, learning only focuses on the teacher. The purpose of this study was to find out the application of the student facilitator and explaining (SFE) model in Civics learning. This type of qualitative descriptive research. The results of the study show that the application of the SFE model: (1) can be applied to achieve all KD; (2) the steps taken by Civics teachers at SMA Negeri 11 Semarang are in accordance with existing regulations, starting from the teacher conveying KD to closing; (3) Obstacles and solutions in applying the student facilitator and explaining (SFE) model in Civics learning, namely the time required is relatively long, the solution to overcome this is by forming groups and then the facilities and infrastructure are less supportive, where not all classrooms have LCD projectors available, the solution the teacher gives assignments to make a schematic or concept map from paper and styrofoam.Keywords: Student Facilitator and Explaining (SFE), learning, PPK
Analisis Tantangan dan Hambatan Penerapan Kurikulum 2013 di MI Ma’arif Budiluhur Kertek
This study aims to analyze the challenges and obstacles in the implementation of the 2013 curriculum, which has been implemented in MI Ma'arif Budiluhur Kertek for 10 years. The results of this study can be used as a guide in determining improvement plans so that the quality of the school is guaranteed. This research is included in the descriptive quantitative research. The research was conducted in MI Ma'arif Budiluhur Kertek with research subject being MI Ma'arif Budiluhur Kertek teacher. The sampling technique was saturated sampling such that all teachers at MI Ma'arif Budiluhur were involved in collecting research data. The instruments used include interview guides, observation sheets, and questionnaires. The research results showed that the problems that arose in the implementation of the 2013 curriculum at MI Ma'arif Budiluhur were related to classroom conditions, too many students, non-linear teacher competency, and a busy school calendar. On the other hand, teachers' difficulties in integrating materials, teachers' lack of IT skills, late distribution of handbooks, and teachers' demands to produce their own learning media are obstacles to the implementation of the 2013 curriculum at MI Ma'arif Budiluhur. This raises challenges to be solved by MI Ma'arif Budiluhur, namely related to teachers' ability and willingness to use technology and mastering 2013 curriculum material.Keywords: 2013 curriculum, challenges, barriers, MI Ma'arif Budiluhu
RATIO LEGIS PUTUSAN – PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 18/PUU-XVH-2019 TENTANG EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA
Permasalahan yang sering terjadi pada tatanan praktik hukum fidusia adalah terkait isu hukum eksekusi jaminan fidusia. Para kreditur atau penerima fidusia tidak jarang melakukan upaya-upaya non-prosedural formil ketika debitur melakukan wanprestasi. Hal ini disebabkan proses eksekusi jaminan fidusia di lapangan tidak efektif dan efisien. Disisi lain, perspektif hukum konsumen menekankan hak konsumen yang perlu dilindungi sehingga hak-hak konsumen fidusia tidak dilanggar oleh kreditur. Atas dasar ini lah kemudian Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII-2019 memberikan logika hukum yang banyak mengubah aspek hukum jaminan fidusia khususnya masalah kepastian hukum eksekusi jaminan fidusia. Penelitian ini digolongkan kе dalam penelitian hukum normatif dilakukan dengan cara mеnеlaah bahan kepustakaan atau bahan-bahan sekunder. Hasil penelitian ini adalah pertama, eksekusi jaminan fidusia dapat dilakukan dengan 3 (cara) cara yaitu: pelaksananaan titel eksekutorial, penjualan benda objek jaminan fidusia atas kekuasaan penerima fidusia dan penjualan dibawah tangan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan pemberi dan penerima fidusia dengan cara demikian dapat diperoleh harga yang tertinggi yang menguntungkan kepada para pihak dan Pasal 15 ayat (2) pada Undang-Undang Jaminan Fidusia, namun dengan telah dinyatakannya inkonstitusional terhadap frasa "kekuatan eksekutorial" dan frasa "sama dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap" dalam norma Pasal 15 ayat (2) dan frasa "cidera janji" dalam norma Pasal 15 ayat (3) pada Undang-Undang 42/1999, maka Mahkamah menyatakan bahwa Penjelasan Pasal 15 ayat (2) pada Undang-Undang Jaminan Fidusia, sepanjang frasa "kekuatan eksekutorial" bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai "terhadap jaminan fidusia yang tidak ada kesepakatan tentang cidera janji dan debitur keberatan menyerahkan secara sukarela objek yang menjadi jaminan fidusia, maka segala mekanisme dan prosedur hukum dalam pelaksanaan eksekusi Sertifikat Jaminan Fidusia harus dilakukan dan berlaku sama dengan pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Kata Kunci : Jaminan, Fidusia, Eksekus
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Cerita Fiksi menggunakan Model Problem Based Learning berbantuan Wayang Kertas di Kelas IV SDN Sendangmulyo 03 Kota Semarang
This research aims to describe improving the learning process and outcomes of students in class IV of SD Negeri Sendangmulyo 03, Semarang City on fictional story material through the application of the Problem Based Learning learning model assisted by paper puppets. The data collected in this study were 29 students. This study used a Classroom Action Research (PTK) design. This research was carried out in two cycles through four stages, namely, planning, acting, observing and reflecting. Data collection techniques used in this study include observation, testing, and documentation. Observation sheets are used to determine the improvement of the learning process, namely the ability to reason critically and independently in learning. The test is used to determine the increase in student learning outcomes regarding fictional story material. The data analysis techniques used are descriptive qualitative and quantitative. The results of research in cycle I showed that the number of students who achieved completeness was 17 with a percentage of 59% and 12 students who had not yet completed it with a percentage of 41%. In cycle II there was an increase with 27 students achieving completeness with a percentage of 93% and 2 incomplete students with a percentage of 7%. The average score in cycle I was 72 and cycle II 87.93. The average increase in learning outcomes in pre-cycle and cycle II through the N-gain test was 0.69 in the medium category. Based on these results, it can be concluded that the use of the problem based learning model assisted by paper puppet media can improve students' learning outcomes in class IV fiction story material at SDN Sendangmulyo 03, Semarang City.Keywords: Critical reasoning, independence, problem based learning, paper puppet