Portal E-Journal UNDARIS Ungaran (Univ. Darul Ulum Islamic Centre Sudirman)
Not a member yet
302 research outputs found
Sort by
PERANAN NOTARIS DALAM MEMBUAT PERJANJIAN BERBASIS HAK ASASI MANUSIA
Perlu kiranya di maklumi Undang-Undang yang mengatur lembaga Notariat belum di sahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat walaupun konsep dapat berasal dari praktisi, pemerintah maupun kalangan legislatif. Menurut UUPA hukum tanah materiil tetap didasarkan dari hukum adat, sedangkan hukum formilnya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, yaitu meneliti peraturan perundang-undangan yang mengatur perihal pengecekan sertipikat hak atas tanah. Metode pengumpulan data dengan studi pustaka, yaitu pengumpulan dan pengkajian berbagai data sekunder yang mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tertier. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, yaitu analisis data yang mengelompokkan dan menyeleksi data yang diperoleh menurut kualitas dan kebenarannya kemudian dihubungkan dengan kaidah hukum sehingga diperoleh jawaban atas permasalahan yang dirumuskan. Berdasarkan analisis sinkronisasi peraturan pengecekan sertipikat hak atas tanah dengan peraturan bidang hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, maka untuk mewujudkan kepastian hukum, perlindungan hukum, dan pengakuan hak asasi manusia bahwa pengaturan pengecekan sertipikat hak atas tanah selain dapat diajukan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah, juga dapat diajukan sendiri oleh pemegang sertipikat hak atas tanah (pemilik tanah). Oleh karena itu perlu untuk merekonstruksi pasal 97 Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 yang mengatur perihal pemeriksaan (pengecekan) sertipikat hak atas tanah. Secara global tentang Lembaga Notaris dengan judul PERANAN NOTARIS DALAM MEMBUAT PERJANJIAN BERBASIS HAM. Mudah-mudahan pada penulisan berikutnya dapat kami sajikan secara terinci
NEGARA HUKUM, PEMENUHAN PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN HAM (Telaah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen)
Dalam praktek perdagangan, Konsumen selalu diposisikan sebagai pihak yang kurang mendapat perhatian dari hukum. Fakta pelanggaran pada sejumlah peraturan sering merugikan Konsumen dan sangat berpotensi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) seperti ditetapkan dalam UURI No.39 Tahun 1999 Tentang HAM. Untuk mewujudkan Negara Hukum, kondisi pengabaian perlindungan Konsumen yang telah berjalan bertahun-tahun itu telah diupayakan negara dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomer 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK), tetapi fakta masih diterapkan secara diskriminatif. Berdasarkan uraian di atas, ada pertanyaan mendasar apakah Indonesia sebagai Negara Hukum sudah sepenuhnya mewujudkan perlindungan Hukum kepada Konsumen dan apakah ada korelasi perlindungan Konsumen dengan pelanggaran HAM. Pada dasarnya hubungan Pelaku Usaha (Produsen) dengan Konsumen merupakan hubungan yang bersifat ketergantungan, saling membutuhkan, konsekuensinya masing-masing mempunyai hak kewajiban yang sudah diatur dalam UUPK, sehingga tercipta perekonomian yang sehat. Berdasarkan pengaturan hak dan kewajiban Konsumen dengan Pelaku Usaha tampak bahwa perlindungan bagi Konsumen sangatlah kuat, sehingga diharapkan dapat memberikan kedudukan yang sejajar antara Konsumen dan Produsen (Pelaku Usaha) yang selama ini dianggap tidak seimbang. Bahkan secara tegas dinyatakan dengan UUPK dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan, kemandirian konsumen dalam melindungi diri. bahkan dalam UUPK ditetapkan bahwa Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen sebagai benteng untuk meniadakan tindakan sewenang-wenang yang merugikan pelaku usaha hanya demi untuk kepentingan perlindungan Konsume
UPAYA MENINGKATAN PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH OLEH GURU DALAM PEMBELAJARAN PADA CLASSROOM READING PROGRAM MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BAGI GURU SD NEGERI MENDONGAN KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Berkaitan dengan pemanfaatan referensi perpustakaan sekolah oleh guru dalam pembelajaran, kondisi objektif di SD Negeri Mendongan Kec. Sumowono Kabupaten Semarang saat ini belum optimalnya pemanfaatan perpustakaan, sehingga ada beberapa fenomena: (1) Buku perpustakaan jarang dibaca para siswa, (2) Terdapat anak-anak yang kurang aktif dalam mencari informasi dari referensi perpustakaan, (3) Kurangya siswa SD Negeri Mendongan yang memanfaatkan referensi perpustakaan sekolah, (4) Dalam proses pembelajaran sehari-hari tampak pemanfaatan referensi perpustakaan siswa menunjukkan intensitas yang tidak sama, (5) Pemanfaatan referensi perpustakaan oleh siswa tampak biasa-biasa saja, kecuali tugas dari guru.Dari beberapa masalah yang diidentifikasikan, dalam penelitian ini dilakukan supervisi akademik pada classroom reading program dan pemanfaatan referensi perpustakaan oleh siswa. Subyek penelitian ini adalah guru SD Negeri Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang berjumlah 6 orang.Hasil penelitian sebagai berikut: Sebelum supervisi akademik pada classroom reading program kualitas guru dalam pemanfaatan referensi perpustakaan sebagai sumber pembelajaran di SD Negeri Mendongan, Kec. Sumowono, Kabupaten Semarang rata-rata 64,58% dan skor guru yang mencapai ≥ 75 ada 2 orang (33,33%). Setelaah supervisi akademik pada classroom reading program siklus I, kualitas guru dalam pemanfaatan referensi perpustakaan sebagai sumber pembelajaran di SD Negeri Mendongan, Sumowono, Kabupaten Semarang, rata-rata 73,60% dan skor guru yang mencapai ≥ 75 ada 3 orang (50,00%). Peningkatan rata-rata skor 9,0 dan peningkatan kualitas pemanfaatan referensi perpustakaan 16,7%. Setelaah supervisi akademik pada classroom reading program siklus II, kualitas guru dalam pemanfaatan referensi perpustakaan sebagai sumber pembelajaran di SD Negeri Mendongan, Kec. Sumowono, Kabupaten Semarang, rata-rata 78,50% dan skor guru yang mencapai ≥ 75 ada 5 orang (83,33%). Peningkatan rata-rata 4,9 dan peningkatan IPK guru 33,3%.Dapat disimpulkan, supervisi akademik pada classroom reading program dapat meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh guru dalam meningkatkan budaya baca siswa dalam pembelajaran pada classroom reading program di SD Negeri Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/201
STAKEHOLDERS’ ROLES IN THE ESTABLISHMENT OF BUM DESA IN SEMARANG DISTRICT
The establishment of BUM Desa (Badan Usaha Milik Desa - village enterprises) on the basis of the people’s initiative is needed to improve the people prosperity.Village independece will be achieved if village institutions concern on the village potential in developing enterprise through BUM Desa. The village head as the policy maker needs to expand the partnership in order to direct the business atmosphere into managerialprofessionalism and capital development. Eventually, the profit can be maxed to solve village problems
PERAN PROFIL DAN KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA BELAJAR AGAMA ISLAM
The background of this research is Islamic religious education which is held in the Public High School 1 of Bancak and Senior High School 1 in Tuntang, Semarang Regency, referring to the education profile and professional certificate of a religious teacher, and teacher performance in the teaching and process of learning. Teachers in addition to teach in the classroom must always show their totality in seeking perfection as a figure, so that in themselves students emerge motivation to learn Islam.The method used in this research is field research, namely by conducting direct interviews with teachers, students and principals, and archiving data. This research is aimed at all learning related to Islam, such as the profile of a teacher in the world of education and its role at the time of the community, as well as teacher performance. The profile contents and teacher's performance are expected to become motivators of students learning about PAI.Based on this study ,there are several findings relating to learn of Islamic Education in the State of Senior High School 1 Bancak and Senior High School 1 Tuntang Semarang Regency, such as : 1) the teacher's profile is accordance with the S1 diploma requirements and most of them already to have certificates of expertise as educators. 2) Performance of teachers who are professional in such as making administration of learning, implementation, and filing. 3) The profile and performance of PAI's teacher must to be motivator for their student by learning Islamic religion education and make their students have a good behaviour. Latar belakang yang memunculkan penelitian ini adalah pendidikan agama Islam yang terselanggara di SMK Negeri 1 Bancak dan SMA Negeri 1 Tuntang Kabupaten Semarang mengacu pada profil pendidikan dan sertifikat profesioal seorang guru agama, serta kinerja guru di dalam proses belajar mengajar. Guru selain mengajar di dalam kelas harus selalu memperlihatkan totalitasnya dalam mengupayakan kesempurnaan sebagai figur, agar dalam diri siswa muncul secara sendiri motivasi belajar agama Islam.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan), yaitu dengan melakukan wawancara langsung terhadap guru, siswa dan kepala sekolah, dan pengarsipan data. Penelitian ini ditujukan pada seluruh pembelajaran yang berkaitan dengan agama Islam, seperti profil seorang guru di dalam dunia pendidikan dan peranannya pada saat di lingkungan masyarakat, serta kinerja guru. Muatan profil dan kinerja guru tersebut diharapkan menjadi penumbuh motivasi siswa belajar PAI.Berdasarkan penelitian ini ada beberapa penemuan yang berkaitan dengan pembelajaran PAI di SMK Negeri 1 Bancak dan SMA Negeri 1 Tuntang Kabupaten Semarang, seperti 1) Profil guru sudah sesuai persyaratan ijazah S1 dan sebagian besar sudah mempunyai sertifikat keahlian sebagai seorang pendidik. 2) Kinerja guru yang profesional dalam seperti dalam membuat administrasi pembelajaran, pelaksanaan dan pengarsipan. 3) Profil dan kinerja guru PAI memiliki peranan positif terhadap motivasi siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam dan mengembangkan perilaku yang berkarakter
PENGARUH KEPRIBADIAN TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS VII MTs AL MAS’UDIYYAH BANDUNGAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepribadian siswa guna mewujudkan kedisiplinan siswa di sekolah. Hal ini terjadi karena kepribadian siswa berhubungan dengan kedisiplinan siswa, jika kepribadiannya baik maka kedisiplinan akan terwujud, dan sebaliknya. Permasalahan inilah yang mendorong penulis melakukan penelitian. Rumusan masalah yaitu adakah pengaruh kepribadian terhadap kedisiplinan siswa kelas VII SMP Al Mas`udiyyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kepribadian terhadap kedisiplinan siswa SMP Al Mas`udiyyah Bandungan Kabupaten Semarang. Model penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskripsi. Lokasi penelitian di SMP Al Mas`udiyyah Bandungan Kabupaten Semarang. Variabel penelitian adalah kepribadian, dan kedisiplinan siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Al Ma`sudiyyah Bandungan dengan populasi 177 dan sampel 35. Teknik sampling yang diterapkan adalah teknik cluster proposional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan analisis korelasi parsial, determinasi parsial, persamaan regresi linier dengan bantuan program SPSS 15. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa ada korelasi sebesar 0.674 dan pengaruh yang signifikan sebesar 5.239 dengan sig 0.000 < 0.05 antara kepribadian terhadap kedisiplinan siswa kelas VII SMP Al Mas`udiyyah dengan determinasi parsial 45.4
NORMA HAK ASASI MANUSIA DALAM KONSTITUSI DAN UNDANG-UNDANG: Studi Kasus Undang-Undang Tentang Organisasi Masa
Tulisan ini mendiskusikan aspek norma Hak Asasi Manusia dalam peraturan perundang-undangan. Dalam konsep Hukum Progresif, dimana Hukum Untuk Manusia, maka setiap bentuk hukum seperti undang-undang seharusnya mengandung norma Hak Asasi manusia. Dalam pengertian demikian, pertanyaannya, apakah setiap undang-undang memuat norma Hak Asasi manusia ? Untuk menganalisanya, data yang dijadikan bahan hukum adalah Undang-Undang Tentang Organisasi Masa yang 2011 telah direview di Mahkamah Konstitusi. Dengan pendekatan budaya dan filsafat hukum, hasilnya adalah norma Hak Asasi manusia terlah terakomodasi dalam UndanhUndang tentang Ormas dan sebagaimana norma yang sama dalam Konstitusi. Untuk itu rekomendasinya, setiap upaya pembaugan peraturan hendaknya mengakomodasi Norma Hak Asasi Manusia mengingat Hukum itu untuk manusi
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER KEMANDIRIAN DI PONDOK PESANTREN AL-MANAR KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG DAN PONDOK PESANTREN ANIBROS KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG
Penelitianini bertujuan untuk mengetahui model pendidikan karakter kemandirian santri di pondok pesantren Al-Manar Kec. Tengaran dan pondok pesantren Annibros Kec. Suruh. Jenis penelitian ini penelitian lapangan dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, dokumentasi, danwawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan pertama, Model pendidikan karakter kemandirian santri Al-Manar lebih diintegrasikan dengan pembelajaran seperti: kuat aqidahnya, berakhlakul karimah, keilmuan yang memadai, tumbuh sifat kepemimpinan, bias mengatasi problematika di tengah-tengah arus globalisasi. Model pendidikan karakter kemandirian santri di pondok pesantren Annibros dilakukan dengan model keteladanan kyai, ustad, ulama’-ulama’ salaf terdahulu, mengkaji Al-Qur’an, Hadist, Ijmaq, Qiyasdan Jama’ah, menghormati yang lebih tua menghargai yang muda,. Kedua, factor pendukung pendidikan kemandirian santri pondok pesantren Al-Manar diantaranya:1) kyai, ustad atau guru, 2) kegiatan belajar mengajar meliputi harian, mingguan, bulanan, dantahunan, 3) santri, 4) orang tua, 5)lingkungan pesantren. Faktor pendukung model pendidikan kemandirian di pondok pesantren Annibros diantaranya: 1) kyai, ustadatau guru, 2) kegiatan belajar mengajar meliputi: harian, minggua, bulanan dan tahunan, 3) santri, 4) lingkungan pesantren, 5) kerjasama dengan masyarakat. Sedangkan factor penghambat model pendidikan karakter kemandirian di pondok pesantren Al-Manar diantaranya: 1) santri yang bermalas-malas,2) sarana dan prasarana. Faktor penghambat model pendidikan kemandirian di pondok pesantren Annibros diantaranya: 1) perbedaan bagraund bawaans antri 2) sarana dan prasarana. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Kemandirian, Santri. This research focused to find out the educational model of the students`s self-supporting character in Al-Manar Islamic boarding house Tengaran and Annibros islamic boarding house Suruh. The approach in this research was qualitative research. The data was collected by using observation technique, documentation, and interview. The results of this research showed first, the educational model of the students`s self-supporting character in Al-Manar islamic boarding house was more integrated with learning such as having a strong belief, good morality, having adequate knowledge, growing leadership characteristic, and having an ability to solve problems in the middle of globalization`s stream. The educational model of the students`s self-supporting character in Annibros islamic boarding house was performed with the taking lessons of kyai, ustadz, ulama` prior salaf, studying the holy Qur`an, Hadits, Ijma`, Qiyas and Jama`ah, respecting the older people and appreciating the younger people. Secondly, the supporting factors of the education of students`s self-supporting character in Al Manar islamic boarding house includes: 1) kyai, ustadz or teachers, 2) learning processes on daily, weekly, monthly, and yearly, 3) students, 4) parents, 5) islamic boarding house environment. The supporting factors of the education of students`s self-supporting character in Annibros islamic boarding house includes: 1) kyai, ustadz or teachers, 2) learning process on daily, weekly, monthly, and yearly, 3) students, 4) islamic boarding house environment, 5) cooperations with the community. Meanwhile inhibite factors of self-supporting character building model in al manar islamic boarding house were: 1) Lazy students, 2) advices and infrastructures. The inhibite factors of self-supporting character building model in annibros islamic boarding house were: 1) differences of student`s background, 2) advices and infrastructures
PENGARUH ETOS KERJA KOMPETENSI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI KECAMATAN UNGARAN TIMUR
Kinerja merupakan alat ukur keberhasilan organisasi termasuk Kecamatan Ungaran Timur. Banyak factor yang mempengaruhi besarnya kinerja diantaranya etos kerja, kompetensi dan kepemimpinan. Latar belakang masalah dalam penelitian ini yang berkaitan dengan etos kerja yaitu kurang efektif dalam memanfaatkan waktu kerja. Kompetensi yaitu masih kurangnya upaya dalam pengembangan sumber daya manusia. Kepemimpinan yaitu seringnya pergantian pegawai yang menduduki posisi pimpinan. Kinerja pegawai yaitu kualitas dan kuantitas kerja rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara etos kerja, kompetensi, dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian meliputi jenis penelitian asosiatif dan lokasi penelitian di Kantor Kecamatan Ungaran Timur yang beralamat Jalan Arjuna No.1 Pringkurung-Kalongan. Populasi dan sampel 40 responden dengan teknik sampel total atau sensus. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, kepustakaan dan dokumentasi.Hasil penelitian dapat diketahui variable etos kerja, kompetensi dan kepemimpinan memiliki hubungan yang kuat baik secara parsial maupun secara simultan terhadap kinerja pegawai. Determinasi (Adjusted R Square) nilai sebesar 0,380 atau 38% berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai. Uji t (parsial) dan uji f menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara etos kerja, kompetensi dan kepemimpinan secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui terdapat hubungan yang kuat dapat disarankan etos kerja, kompetensi, kepemimpinan dan kinerja pegawai tetap dipertahankan dan kedepan lebih ditingkatkan lagi
PENGARUH LAVERAGE, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN LQ 45 DI BURSA EFEK INDONESIA
One important aspect in financial statements is timeliness because it can maximize information asymmetry. Factors that affect the timeliness of financial reporting leverage, profitability and company size. The formulation of this research problem is the large influence of leverage, profitability and company size on the timeliness of financial reporting. The purpose of this study is to learn more about the leverage, profitability and size of the company against the timeliness of financial reporting.This type of research is associative. The population of this study is LQ 45 companies on the Stock Exchange for the 2014-2018 period, with a sample of 30 companies taken using purposive sampling techniques. Analysis of the data used logistic regression analysis.The results showed that leverage did not have a significant negative effect on the timeliness of financial reporting (sign = 0,162), profitability had a significant negative effect on the timeliness of financial reporting (sign = 0,017), company size showed no significant positive effect on the timeliness of financial reporting (sign = 0,385). The dependent variable can be discussed by the independent variable at 7,2%, the remaining 92,8% is accepted by the variability variable.Investors should be able to choose again in choosing a company that will take place to invest based on the level of growth as an indicator of ability to manage the company