Portal E-Journal UNDARIS Ungaran (Univ. Darul Ulum Islamic Centre Sudirman)
Not a member yet
302 research outputs found
Sort by
PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA INTERNASIONAL DAN IMPLIKASINYA PADA HUKUM NASIONAL INDONESIA
Hak asasi manusia Internasional membawa perubahan terhadap doktrin non intervention untuk melaksanakan HAM di suatu negara. Dalam ius cogen doctrin indirect enforcement sudah berganti menjadi doktrin direct enforcement untuk memaksakan penghormatan Hak Asasi Manusia disuatu negara pelanggar Hak Asasi Manusia berat, oleh karena itu tertib hukum internasional merupakan suatu transformasi dari nilai global Hak Asasi Manusia yang mempengaruhi kedaulatan suatu negara. Penerapan Hak Asasi Manusia Internasional memunculkan penegasan adanya Universal Jurisdiksion, khususnya dalam rangka menuntut tanggung jawab dari pelaku pelanggar Hak Asasi Manusia untuk melakukan proteksi terhadap Hak Asasi Manusia di Indonesia, hukum Indonesia selayaknya menjadi hukum progresif baik struktur, substansi dan kultur hukum yang berbasis pada pembangunan legal science untuk mampu menyerap nilai global Hak Asasi Manusia yang memanusiakan manusiaKata kunci: HAM, Internasional, Implikasi, Hukum Nasiona
EKSISTENSI TANAH BENGKOK PASCA PEMBENTUKAN, PENGHAPUSAN, PENGGABUNGAN DESA DAN PERUBAHAN STATUS DESA MENJADI KELURAHAN DI KABUPATEN KENDAL
Tanah merupakan bagian dari aset desa yang lahir dari sistem hukum adat. Tujuannya sebagai gaji pamong desa yaitu Kepala Desa dan Perangkat Desa sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keluarganya yang diambil dari hasil panen tanah bengkok. Banyak terjadi alih kepemilikan tanah bengkok yang dilakukan oleh pamong desa dalam praktek yang tidak jarang termasuk perbuatan tindak pidana korupsi. Metode pendekatan yang digunakan dalam pembahasan masalah ini adalah metode yuridis normatif. Secara tegas khususnya eksistensi tanah bengkok yang berlaku di Kabupaten Kendal diatur dalam Pasal 4B Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 10 Tahun 2007 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Desa Dan Perangkat Desa (Perda No. 1 Tahun 2011). Perlindungan hukum yang diberikan untuk menjaga marwah eksistensi tanah bengko selain Perda Kendal tentang Perubahan Kedua atas Perda Kendal 10/2007 tentang Kedudukan Keungan Kepala Desa dan Perangkat Desa. Di sisi lain tanah bengkok merupakan aset desa dan tanah kas desa berdasar Permen nomor 4 tahun 2007 yang digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat desa. Wujud nyata dari perlindungan hukum bagi tanah bengkok yaitu penyalanggunaan fungsi tanah bengkok yang dilakukan oleh perangkat desa ialah tindak pidana korups
PENTINGNYA KEPASTIAN HUKUM DALAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIK LENGKAP (PTSL) UNTUK MASYARAKAT
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji Pentingnya Kepastian Hukum Dalam Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) Untuk Mayarakat sebagai agenda prioritas pemerintah untuk menyelengarakan pendaftaran tanah seluruh Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan teknik kualitatif. dengan sumber data yakni data primer (informan penelitian) dan data sekunder (buku referensi). Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka. Informan dalam penelitian adalah Ketua Tim Pelaksana, Wakil ketua Fisik BPN Kabupaten Semarang. Dan Kepala Desa Jetis, Kaliwungu. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive yakni berdasarkan kapasitas yang memberikan kemudahan dan kesediaan dalam wawancara dan tanya jawab. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data dilakukan secara induktif (dari data ke teori).Proses sosialisasi implementasi program PTSL oleh BPN Kabupaten Semarang merupakan rangkaian dari aktivitas menyampaikan pesan sehingga menghasilkan feedback dari masyarakat. Terlihat bagaimana BPN Kabupaten Semarang dalam menjalankan proyek besar seperti program PTSL yang bertempat di Desa Jetis, Kaliwungu. Berhasil memaksimalkan aspek sosialisasi untuk memberikan dasar logika kepada masyarakat yang majemuk. Sehingga dalam proses implementasi program PTSL tahun 2021, BPN Kabupaten Semarang dapat melakukan tujuan organisasi dengan baik.Dalam hal ini organisasi BPN Kabupaten Semarang terlibat dalam proses informasi untuk mengurangi ketidakpastian informasi yang dipahami oleh masyarakat. BPN Kabupaten Semarang menggunakan komunikasi sebagai pengorganisasian manusia dan memberikan dasar logika untuk memahami program PTSL
MANAJEMEN KINERJA BERBASIS BUDAYA RELIGIUS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI MA MAMBAUL ULUM TUNJUNGMULI KECAMATAN RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Perencanaan kinerja; Pengorganisasian kinerja; Pelaksanaan kinerja; Pengawasan kinerja berbasis budaya religius dalam meningkatkan profesionalisme guru di MI Bandingan Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) Perencanaan kinerja berbasis budaya religius dalam meningkatkan profesionalisme Guru, pertama merumuskan program budaya religius yang akan dilaksanakan, berupa; (a) menyusun kegiatan budaya religius, (b) menetapkan budaya religius yang akan diterapkan, dan (c) melaksanakan kegiatan budaya religius, kedua penentuan kegiatan budaya religius; yang memuat (a) disiplin, (b) teladan, (c) kebersamaan,(d) damping peserta didik shalat berjamaah, (e) tilawah, ketiga kebijakan dalam kegiatan budaya religius; keempat arah yang akan ditempuh dalam kegiatan budaya religious; 2) Pengorganisasian Kinerja Berbasis Budaya Religius, pertama pembagian kerja yang logis, berkoordinasi dengan wakil kepala madrasah, serta para guru. Kedua penetapan tanggung jawab dan wewenang, Ketiga pengukuran pelaksanaan dan prestasi yang dicapai; 3) Pelaksanaan Kinerja Berbasis Budaya Religius yaitu setiap guru disiplin dalam mengerjakan tugasnya baik itu dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran, menjadi teladan yang baik, membaca al-Qur’an dengan baik dan benar, selalu mendampingi peserta didik dalam melaksanakan shalat berjamaah yang dilakukan secara bergantian juga selalu menjaga kebersamaan antar guru dalam menjalankan tugasnya. 4) Pengawasan Kinerja Berbasis Budaya Religius dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di MI Bandingan Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara, kepala madrasah saya terjun langsung berpartisipasi dalam menerapkan budaya religius di madrasah sekaligus mengawasi para guru dalam menerapkan budaya religius sertamemotivasi para guru yang lalai dalam kegiatan tersebut, dan bahkan teguran atau sangsi saya lakukan jika adaguru yang selalu membiasakan hal buruk tersebutThe problems examined in this study are performance planning; Organizing performance; Performance implementation; Performance monitoring based on religious culture in improving teacher professionalism at MI Bandingan, Rakit District, Banjarnegara Regency. The data were analyzed using a descriptive analysis model consisting of data collection, and drawing conclusions (verification). The results of the study found that: 1) Performance planning based on religious culture in improving teacher professionalism, first to formulate a religious culture program to be implemented, in the form of; (a) arranging religious-cultural activities, (b) determining the religious culture that will be applied, and (c) carrying out religious-cultural activities, secondly determining religious-cultural activities; which contains (a) discipline, (b) exemplary, (c) togetherness, (d) accompanying students to pray in congregation, (e) recitation, the three policies in religious-cultural activities; the four directions to be taken in religious- Sudadi dan Sugiyanto 167 Inspirasi – Vol. 5, No.2 Juli – Desember 2021 cultural activities; 2) Organizing Performance Based on Religious Culture, first a logical division of labor, in coordination with the deputy head of the madrasah, as well as the teachers. Second, the determination of responsibility and authority. Third, measurement of implementation and achievement; 3) Performance Implementation Based on Religious Culture, that is, every teacher is disciplined in doing his / her duties both in the learning process and outside of learning, being a good role model, reading the Koran properly and correctly, accompanying students in carrying out congregational prayers alternately also always maintain togetherness between teachers in carrying out their duties. 4) Performance Supervision Based on Religious Culture in Improving Teacher Professionalism at MA Bandingan, Rakit District, Banjarnegara Regency, my madrasa principal directly participated in implementing religious culture in madrassas as well as supervising teachers in implementing a religious culture and motivating negligent teachers in these activities, and even reprimand or sanction me if there are teachers who always get used to these bad things
PENERAPAN METODE GALLERY WALK DALAM MENINGKATKAN SIKAP TOLONG MENOLONG PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR ISLAM AR-RAHIIM UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi, internal, material, fasilitas perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1.Untuk Mengetahui Bagaimana penerapan metode gallery walk pada pembelajaran PAI kelas V di SD Islam Ar-Rahiim Ungaran Timur. 2. Untuk mengetahui sikap tolong menolong siswa kelas V di SD Islam Ar-Rahiim Ungaran Timur. 3. Untuk Mengetahui Bagaimana penerapan metode gallery walk pada pembelajaran PAI kelas V dalam meningkatkan sikap tolong menolong siswa di SD Islam Ar-Rahiim Ungaran Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif, metode yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa : metode Gallery Walk ini dapat melatih untuk tidak egois dalam kelompok, saling kerja sama mendiskusikan materi yang sudah diberikan dan melatih kami untuk berani dalam mengutarakan pendapat kami masing – masing. Sikap tolong menolong siswa itu sendiri merupakan suatu keahlian yang dikuasai oleh siswa untuk dapat sukses menjalani pembelajaran dengan menguasai materi yang dipelajari. Penerapan metode Gallery Walk ini dalam meningkatkan sikap tolong menolong siswa terutama pada mata pelajaran Aqidah Ahklak. Learning is a combination composed covering elements, humane internal, material facilities, equipment and procedure affect each other in achieving the purpose of learning. The purpose of this research is: 1. knowing how the application of a method of gallery walk on learning in primary schools grade pie ar-rahiim ungaran islamic east. 2. to know the help students grade primary Ar-rahiim ungaran islamic east. 3. to see how the implementation of a gallery walk on learning pies grade to help students in the islamic east ungaran ar-rahiim primary school. Type this research is fieldwork qualitative, methods used is interview, observation and documentation. The results of research shows that: method gallery walk can train to unselfish, in groups quality cooperation discussed material already provided and trains us to be bold in our opinion being expressed. The help students itself is a skill that is mastered by students for can do well to learning by controlling matter learned. The gallery method walk in increase the help one another students especially on the subjects of aqidah ahklak.
PENGARUH EFISIENSI MODAL KERJA, LIKUIDITAS, DAN SOLVABILITAS TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN FOOD AND BAVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (Periode 2012-2018)
Every company has a goal to increase its profitability. Profitability is the ability of a company to make a profit in relation to sales, total assets, and own capital. A stable profitability will make investors interested in investing their funds. Profitability can be measured by Return On Investments (ROI) obtained from profit after tax compared to total assets. Factors affecting company profitability are working capital efficiency, liquidity and solvency. This study aims to determine the effect of working capital efficiency, liquidity and solvency on the profitability of companies in food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The design of this study is casual associative research. The research population is all food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2012-2018 period. The sampling technique used was purposive sampling. The research population data is 15 companies and a sample of 14 companies is obtained. The independent variables in this study are working capital efficiency, liquidity and solvency. The dependent variable in this study is company profitability. Data analysis methods used are correlation, regression, determination, t test and F test with a significant level of 0.05. Based on the results of the analysis using multiple correlation test the relationship between efficiency of working capital, liquidity and solvency of company profitability with an R square value of 0.433 , this shows a fairly strong influence. The multiple linear regression equation in this study was formulated as Y = -80,823 + 3,259 WCT + 12,988 CR - 0,013 DER + e, working capital turnover and current ratio had a positive effect and the dept to equity ratio had a negative effect with a fixed assumption. Regression analysis yielded ajusted R² of 0.406 or 40.6%. While the remaining 59.4% is explained by other variables outside the model. Partial test (t test) variable working capital efficiency has a positive effect on company profitability with t arithmetic of 3636> t table 1.9971 and a significant value of 0.001, then Ho is rejected and H1 is accepted. Liquidity has a positive effect on company profitability with a t count of 5.101> t table 1.9971 and a significant value of 0.000, then the Ho area is rejected and H2 is accepted. Solvency has a negative effect on company profitability with a t count of -0.917 f table 2.74 with a significance value of 0.00
PENGARUH UNIT USAHA, NILAI OUTPUT, BIAYA INPUT, DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI BESAR DAN SEDANG DI PROVINSI JAWA TENGAH
Sektor industri merupakan sektor unggulan di Jawa Tengah dan memberikan kontribusi rata-rata tertinggi terhadap struktur PDRB. Industri Besar dan Sedang memiliki potensi untuk menjadi sektor yang paling berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Pemetaan penyerapan tenaga kerja Industri Besar dan Sedang 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan Tipologi Klassen; dan 2) Pengaruh Unit Usaha, Nilai Output, Biaya Input, Dan Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang di Provinsi Jawa Tengah 2010-2019 menggunakan analisis regresi data panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM). Hasil Tipologi Klassen menunjukkan bahwa 10 wilayah berada di Kuadran I, 3 wilayah di Kuadran II, 8 wilayah di Kuadaran III, dan 14 wilayah di Kuadran IV. Hasil regresi menunjukkan bahwa Unit Usaha, Nilai Output, dan Biaya Input berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan Upah Minimum berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang di Provinsi Jawa Tengah 2010-2019
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, pemberdyaan psikologis dan kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior pada guru SMK Yapek Gombong. Responden pada penelitian ini adalah guru yang berjumlah 40 orang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan statistika dengan bantuan program SPSS 22. Dalam metode statistika dilakukan uji validitas, uji reliabilitas, pengujian asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda, uji t, uji f, dan koefisien determinasi. Hasil pengujian hipotesis pada analisis regresi linier berganda variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior, variabel pemberdayaan psikologis tidak berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior, variabel kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior dan lingkungan kerja, pemberdayaan psikologis, dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh terhadap organizational citizenship behaviorKata kunci: lingkungan kerja, pemberdayaan psikologis, kepuasan kerja, OC
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Seni Tari melalui Media Video bagi Siswa Kelas VIII B
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar seni tari melalui media video bagi siswa kelas VIII-B SMP Negeri 5 Ungaran. Subjek penelitian yaitu kelas VIII-B SMP Negeri 5 Ungaran yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini menerapkan media video dalam pembelajaran seni tari dan dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu, perencanaan, implementasi tindakan, observasi, serta refleksi dan evaluasi. Data diperoleh melalui catatan lapangan, observasi, tes penampilan, angket, serta wawancara siswa. Teknik analisis data yang dilakukan tentang aktivitas siswa dalam proses pembelajaran seni tari dan hasil penerapan tindakan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pada kualitas hasil dapat dilihat dari peningkatan skor dan nilai rata-rata pada saat sebelum pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan tindakan. Nilai rata-rata sebelum tindakan sebesar 44,12. Pada siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 63,82, dan pada siklus II meningkat menjadi 83,55. Kenaikan nilai rata-rata mulai dari pratindakan hingga siklus II mengalami peningkatan sebesar 39,43 dan telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan media video Tari Cantrik dinilai berhasil meningkatkan motivasi dan hasil belajar seni tari siswa kelas VIII-B SMP Negeri 5 Ungaran.Kata kunci: peningkatan, motivasi, hasil belajar seni tari, media vide
Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Jawa menggunakan Modelling the Way dengan Media Flashcard untuk Siswa
Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran Modelling the Way dengan media Flashcard. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis aksara Jawa siswa kelas IXF SMP Negeri 5 Ungaran. Penelitian ini menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IXF SMP Negeri 5 Ungaran. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Teknik non tes terdiri dari observasi, wawancara, studi lapangan dan catatan lapangan sedangan teknik tes dengan menulis aksara jawa dengan media flashcard. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskripstif kualitatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa aktivitas siswa pra siklus mendapatkan skor 13,4 kategori cukup, pada siklus I skor 15 kategori baik, dan siklus II meningkat dengan skor 18 kategori baik. Keterampilan menulis aksara Jawa siswa pra siklus mendapatkan skor 7,81 kategori cukup, pada siklus I skor 9,08 kategori cukup, dan siklus II meningkat dengan skor 11,54 kategori baik. Ketuntasan belajar klasikal siswa pra siklus 61,1% pada siklus I menjadi 72,2%, dan meningkat pada siklus II menjadi 83,3% sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan Modelling the Way dengan media flashcard dapat meningkatkan keterampilan aktivitas dan keterampilan menulis aksara Jawa untuk siswa kelas IXF SMP Negeri 5 Ungaran.Kata Kunci: keterampilan menulis, aksara Jawa, modelling the way, flashcar