E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
711 research outputs found
Sort by
Kontribusi Wanita Hindu Dharma Indonesia Dalam Meningkatkan Sradha dan Bhakti Wanita Hindu Di Kabupaten Kapuas
As an effort to support the complex role of women, there is a Forum of Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI). 5The Organization aims to acomodation the aspirations and creativity of Hindu women so that they can compete in the inter-religion. WHDI kapuas district has a strategic role to participate in creating happy family physically and mentally, as well increasing sradha and bhakti Hindu Women, with participating in contributing to coaching, training, and socializing related to Hinduism.
WHDI's contribution in improving sradha and Bhakti Hindu women in kapuas district is carried out by several activities, namely Dharma Wacana which is carried out routinely on religious days, Persantian to foster concern for ancestral culture, and be able to implementation the values contained in dharma gita. Dharma Tula to provide understanding, and conduct discussions related to Hindu religion and the problems faced. Upakara/Banten training, in order to improve skills in making ceremonial facilities or facilities used in worship. Tirtha Yatra to introduce and increase sradha and Bhakti to Ida Sang Hyang Widhi Wasa through praying at holy places accompanied by chanting the sacred hymns of Hinduism. Socializing the Dana Punia Culture to make Hindu women aware of the importance of Punia, and increasing their understanding that what is classified as Punia is not only material, but can also be non-materialSebagai upaya dalam menunjang peran wanita yang begitu kompleks, maka terdapat suatu wadah organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI). Organisasi ini bertujuan untuk menampung aspirasi dan kreativitas wanita Hindu agar dapat bersaing di lingkungan antar umat beragama. WHDI Kabupaten Kapuas memiliki peran srategis untuk ikut menciptakan keluarga bahagia lahir dan bhatin, serta meningkatkan Sradha dan Bhakti Wanita, dengan ikut serta berkontribusi melakukan pembinaan, pelatihan dan sosialisasi terkait keagamaan Hindu.
Kontribusi WHDI dalam Meningkatkan Sradha dan Bhakti Wanita hindu di kabupaten Kapuas dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu Dharma Wacana yang dilakukan secara rutin pada hari-hari besar keagamaan, Persantian untuk menumbuhkembangkan kepedulian terhadap budaya leluhur, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam dharma gita. Dharma Tula guna memberikan pemahaman, dan melakukan diskusi terkait dengan keagamaan hindu serta permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Pelatihan Upakara/Banten, guna meningkatkan keterampilan dalam pembuatan sarana upacara atau sarana yang digunakan dalam beribadah. Tirtha yatra untuk mengenalkan dan meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui persembahyangan pada tempat-tempat suci yang dibarengi dengan lantumkan kidung-kidung suci agama Hindu. Mensosialisasikan Budaya Dana Punia untuk menyadarkan Wanita hindu akan pentingnya Punia, dan meningkatkan pemahaman bahwa yang tergolong kedalam punia tidak hanya sekedar bersifat materi, namun juga dapat berupa non mater
Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA Negeri 1 Basarang (Kajian Aspek Kognitif Afektif dan Psikomotorik)
Pengelolaan disiplin guru guna terciptanya disiplin kerja, dalam proses pencapaian kemajuan, meningkatkan sumber daya manusia diperlukan sebuah upaya yang mesti dilakukan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata sebagai dasar interpretasi dalam disiplin pada diri kemudian direalisasikan pada sikap tindakan dalam kerja. Penelitian ini terfokus pada Nilai-nilai Kepemimpinan Asta Brata dalam disiplin kerja guru dengan rumusan masalah: 1) Nilai-nilai Kepemimpinan Hindu dalam ajaran Asta Brata tercermin dalam disiplin kerja guru, 2) Bagaimana Relevansi Nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dalam kontek pengelolaan disiplin kerja guru pada SDN-1 Lunuk Ramba, 3) Bagaimana langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam rangka mengaplikasikankan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata pada SDN-1 Lunuk Ramba. Adapun teori yang digunakan menganalisis permasalahan tersebut adalah teori Analisis Kontent (Analisis nilai) dari Vredenbreght, Teori Fungsionalisme Struktural dengan Skema Agil yang dikemukakan Talcott Parsons, Teori Sosialisasi atau Teori Belajar dari Edwin H. Sutherland. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi kepustakaan.
Hasil penelitian ini ada beberapa : Pertama, nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata tercermin dalam disiplin kerja pegawai ada beberapa yaitu; 1) nilai kearifan, dan kewibawaan pada Indra Brata 2) nilai keberanian, keadilan dan bijaksana pada Yama Brata 3) Nilai-nilai Semangat, efektif dan efisien pada Surya Brata. 4) nilai-nilai penerangan dan empati pada Candra Brata. 5) nilai rendah hati dan moral yang luhur pada Vayu Brata. 6) nilai-nilai teguh pendirian dan rela mengabdi pada Kuwera Brata . 7) nilai-nilai berwawasan luas, berinisiatif, kreatif dan inovatif pada Varuna Brata 8) nilai-nilai kemuliaan dan tanpa pilih kasih pada Agni Brata. Kedua, relevansi nilai-nilai kepemimpinan asta brata dalam kontek pengelolaan disiplin kerja guru pada SDN-1 Lunuk Ramaba yaitu; 1) relevansi nilai sikap dan prilaku, 2) Relevansi nilai personal dan relevansi nilai sosial dapat terwujud dari interpretasi nilai-nilai Asta Brata sebagai norma yang menjadi tolak ukur dalam penanaman nilai terbaik pada diri pribadi; 3) Relevansi nilai subjektif dan nilai objektif dalam mewujudkan disiplin kerja pegawai. Ketiga, langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata ; 1) Langkah dari guru, dimensi integrasi nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata dalam meningkatkan disiplin kerja pada diri; 2) Langkah-langkah dari pimpinan, Pendekatan aksi sosial, yaitu pengkombinasian pendekatan transformatif dengan aktivitas-aktivitas yang berupaya untuk melakukan perubahan; 3) Langkah-langkah dari instansi yaitu; Lembaga memberikan dimensi pembelajaran yang sama dan adil, menuangkan dalam format pelatihan, diklat, seminar, lokakarya
Strategi Pembinaan Karakter Siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas (Perspektif Pendidikan Agama Hindu
Strategi pembinaan karakter siswa Hindu yang berdasarkan pada ajaran agama Hindu saat ini sangatlah diperlukan untuk menghindari siswa Hindu berperilaku menyimpang. Ini dilakukan sekali gus untuk sebuah kelestarian nilai-nilai etika dan susila dalam ajaran agama Hindu. Berdasarkan hal di atas, penelitan ini terfokus pada: 1) Strategi pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang Perspektif Pendidikan Agama Hindu, 2) Faktor penghambat pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang, 3) Upaya yang dilakukan dalam pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang. Adapun teori yang digunakan menganalisis permasalahan tersebut adalah teori fungsionalisme, teori pembelajaran, teori tingkah laku. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, studi dokumen.
Berdasarkan analisis ditemukan bahwa: Pertama, strategi pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang yaitu; 1) Dharma agama; Praktek keagamaan seperti mejejaitan, mekidung, pembacaan sloka weda, tiga jenis berperilaku seperti asih, punia dan bhakti. 2) Dharma Negara; dapat dilaku dengan menanamkan siskap kepatuhan dan tunduk kepada Negara baik terhadap tugas, hak, kewajiban, sebagai siswa atau pun sebagai warga Negara termasuk dalam pengertian seluas-luasnya. 3) Sad dharma; seperti dharmawacana, dharmagita, dharmatula, dharmayatra, dharmasadhana, dharmasanti. Kedua, faktor penghambat pembinaan karakter siswa Hindu di SMAN-1 Basarang yaitu; 1) faktor diri siswa, seperti adanya tekanan dari dalam diri seperti intelegensi, perhatian, minat belajar yang kurang, sikap terhadap belajar, motivasi diri, dan kurang percaya diri. 2) faktor dari tenaga pendidik, seperti, sistem komunikasi pendidik yang kurang baik, dan beban psikologis, kepercayaan emosi keagamaan, kurang memberikan perhatian pada proses pembinaan, tidak memiliki bakat dan kematangan dan ketidak siapan pendidik. (3) faktor dari orang tua, seperti; faktor relasi yang tidak baik antara orang tua dengan anak, Suasana rumah yang tegang, ribut dan sering terjadi cekcok, orang tua bermasalah. Ketiga, upaya yang dapat dilakukan seperti: 1) Upaya siswa; meningkatkan intelegensi, minat, perhatian, rajin belajar, mengasah kemampaun, dan kecerdasan intelektual. 2) Upaya tenaga pendidik; memperhatikan sistem pembinaan, isi materinya, kesediaan media atau sumber dan penilian. 3) Upaya orang tua siswa; motivator, fasilatator, mediator, dan memperhatikan pendidikan anaknya. (4) Upaya lembaga; mengorganisasikan lingkungan sekolah, menyiapkan program pembinaan, bahan pelajaran, model pembinaan, sarana dan prasarana pembinaan, pencegahan tradisi kekerasan
A Student's Ethics According to Manawa Dharmaçastra
Tujuan artikel ini untuk menelaah etika siswa menurut kitab hukum Hindu, Manawa Dharmaçastra. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Berdasarkan jenis data, penelitian ini adalahmpenelitian kualitatif. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan jenis analisis yang diterapkan adalah deskriptif interpretatif. Penelitian ini menggunakan teori Hermeneutika, dan Sumber data primer penelitian ini adalah Manawa Dharmaçastra. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa etika siswa menurut Manawa Dharmaçastra: Berbhakti kepada Tuhan dan Guru; Berpakain bersih dan mampu mengontrol indria; Hidup sederhana; Mengabdi kepada Guru; Menjaga sikap duduk dan tidak duduk di tempat Guru; Menyampaikan salam, bersikap hormat, dan memperkenalan diri; Menghormati perempuan; Mampu mengendalikan panca indria; Berbhakti kepada Tuhan, dan Orang Tua; Berpantang: judi, gosip, bohong, menyakiti, onani/masturbasi, introvert dan seks; Tidur lebih malam, bangun lebih pagi, makan lebih sedikit, dan berpakaian lebih sederhana dari Guru; Menjaga sikap duduk dan etika; Tidak menyebut nama guru tanpa gelar kehormatannya; Bersembahyang Setiap hari; dan Menghormati Guru, ayah, ibu dan kakakTujuan artikel ini untuk menelaah etika siswa menurut kitab hukum Hindu, Manawa Dharmaçastra. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Berdasarkan jenis data, penelitian ini adalahmpenelitian kualitatif. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan jenis analisis yang diterapkan adalah deskriptif interpretatif. Penelitian ini menggunakan teori Hermeneutika, dan Sumber data primer penelitian ini adalah Manawa Dharmaçastra. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa etika siswa menurut Manawa Dharmaçastra: Berbhakti kepada Tuhan dan Guru; Berpakain bersih dan mampu mengontrol indria; Hidup sederhana; Mengabdi kepada Guru; Menjaga sikap duduk dan tidak duduk di tempat Guru; Menyampaikan salam, bersikap hormat, dan memperkenalan diri; Menghormati perempuan; Mampu mengendalikan panca indria; Berbhakti kepada Tuhan, dan Orang Tua; Berpantang: judi, gosip, bohong, menyakiti, onani/masturbasi, introvert dan seks; Tidur lebih malam, bangun lebih pagi, makan lebih sedikit, dan berpakaian lebih sederhana dari Guru; Menjaga sikap duduk dan etika; Tidak menyebut nama guru tanpa gelar kehormatannya; Bersembahyang Setiap hari; dan Menghormati Guru, ayah, ibu dan kaka
TRI KAYA PARISUDHA SEBAGAI LANDASAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN DALAM MODERASI BERAGAMA
People's interactions, which are now being eroded in a superficial ideology, create conflicts between religions, ethnicities, and races. The deepening of the science of public communication education is now defeated by social media issues whose truth can be doubted. It occurred to the government's mind to maintain the harmonization of the people in caring for a diversity in a moderation system. To produce valid and reliable data, this research uses qualitative research methods. To produce logical data, this article performs several stages Related references really support the validity of a scientific work, therefore library techniques are also used through literature exploration on Google Scholar. The Hindu concept contained in the Vedic teaching provides an understanding of harmony, which is contained in Tri Kaya Parisudha, that it is important to maintain harmony in order to minimize conflicts that have occurred recently. Tri Kaya Parisudha teaches that being a society must think, have good morals, and behave properly, so that harmony will bind one another.Abstrak
Interaksi masyarakat yang kini dalam terkikis dalam sebuah ideologi yang serba dangkal membuat konflik antar agama, suku, dan RAS. Pendalaman tentang ilmu pendidikan komunikasi masyarakat kini dikalahakan oleh isu-isu media sosial yang kebenarannya bisa diragukan. Terbesit dibenak pemerintah dalam menjaga harmonisasi keumatan dalam merawat sebuah kebhinekaan dalam sebuah sistem moderasi. Untuk menghasilkan data yang valid dan reliable, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Refrensi terkait sangat menunjang validitas suatu karya ilmiah, oleh karena itu digunakan juga teknik kepustakaan melalui penjajakan literature di google scholar. Konsep Hindu yang tertuang dalam ajaran Weda memberikan pemahaman tentang kerukunan, yang tertuang kedalam Tri Kaya Parisudha, bahwa pentingnya merawat kerukunan guna meminimalisir konflik yang terjadi belakangan ini. Tri Kaya Parisudha mengajarkan bahwa menjadi masyarakat harus berpikir, bermoral, dan berperilaku yang baik dan benar, sehingga menjadikan keharmonisan dalam keselarasan akan mengikat satu dengan yang lain.
 
Kontroversi Usik Liau Dalam Upacara Wara Di Desa Pendreh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara
Hulpanus, 2020. “Kontroversi Usik Liau dalam Upacara Waradi Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara”. Tesis. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pascasarjana Program Studi Ilmu Hukum Agama Hindu. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag. Pembimbing II Dr. Drs. I Made Suyasa, M.A.P.,M.Si.
Umat Hindu Kaharingan di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah,Kabupaten Barito Utara, meyakini keberadaan Usik Liau dalam upacara Wara adalah murni upacara agama, bukan adat. Usik Liau adalah bentuk permainan liau.Permainan ini dimainkan sebagai rasa suka cita anggota keluarga yang menunggu kehadiran liau dari Gunung Lumut untuk diberi makan, disucikan, dan dikembalikan oleh kandong balian Wara ke Gunung Lumut menemui Kakah Pasilin Liau dan Itak Pasilin Liau untuk diangkat ke Jaa tenung Lanamun dan jaa tenung kanangkai (langit ketujuh). Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, permainan Usik Liau mengalami pergeseran dan pengaburan dari makna dan nilai religius menjadi ajang perjudian menggunakan taruhan berupa uang dan dibuka secara besar-besaran serta menyimpang dari ajaran agama Hindu Kaharingan dan hukum positif.
Berdasarkan realita tersebut tentunya menjadi dilema dan kesulitan tersendiri untuk menghapuskan kebiasaan yang telah membudaya sehingga melahirkan kontroversi pada permainan Usik Liau dalam upacara Wara. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini, yaitu (1) apakah yang menjadi dasar pelaksanaan Usik Liau dalam upcara Wara di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara; (2) apakah faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kontroversi pada permainan Usik Liau dalam upacara Wara; dan (3) apa upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan kontroversi pada permainan Usik Liau dalam upacara Wara. Untuk menganalisis masalah-masalah tersebut digunakan Teori Resepsi, Teori Konflik, dan Teori Interaksi Simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi,dan teknik kepustakaan.
Hasil penelitian ditemukan beberapa kesenjangan yang terjadi dalam permainan Usik Liau dalam upacara Wara yang memiliki makna dan nilai religius dan sakral bergeser menjadi permainan judi yang bertentangan dengan ajaran agama dan UUD pasal 1 Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Hal ini muncul karena berbagai pandangan yang berbeda dalam masyarakat yang berlawanan dan adanya kepentingan tertentu yang mengatakan bahwa Usik Liau adalah adat yang mentradisi sehingga menimbulkan kontroversi
Hegemoni Misionaris Kristen Dalam Konversi Agama Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan Di Kabupaten Katingan
Penelitian ini mengkaji tentang hegemoni misionaris Kristen dalam konversi agama masyarakat Hindu Kaharingandi Kabupaten Katingan khususnya di Desa Buntut Bali, Kecamatan Pulau Malan, dan Desa Tewang Rangkang, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing telah terjadi hegemoni konversi agama yang dilakukan oleh misionaris Kristen. Bagaiman terjadinya hegemoni misionaris Kristen mengkonversi Hindu Kaharingan.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Permasalahan dianalisis dengan menggunakan teori hegemoni Gramsci.
Hasil penelitian ditemukan bahwa misionaris Kristen menghegemoni masyarakat Hindu Kaharingandi Kabupaten Katingan. Hegemoni yang dilakukan dalam bentuk hegemoni ideologi, hegemoni moral, hegemoni religius, dan hegemoni pendidikan.
 
Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Agama Hindu Dalam Pembelajaran Daring Pada Era New Normal di SMP Negeri di Kota Palangka Raya
Guru agama Hindu belum banyak memahami peningkatan kompetensi pembelajaran secara daring dan upaya guru memberikan metode pembelajaran yang tepat agar apa yang disampaikan diterima siswa dengan baik. Ditemukan berbagai kendala dalam menyampaikan metode pembelajaran yang tepat. Berdasarkan hal di atas, fokus penelitian ini ialah (1) bagaimana upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya, (2) faktor-faktor yang memengaruhi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya, dan (3) bagaimana implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji dan mendeskripsikan upaya, faktor-faktor, dan implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu di Kota Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan alat bantu. Data diverifikasi, dianalisis dengan teori fenomenologi, teori motivasi, dan teori konstruktivisme dan disajikan secara formal dan informal.
Berdasarkan analisis ditemukan bahwa upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya dilakukan dengan mengikuti workshop, IHT, pelatihan kurikulum, pengembangan diri, dan bergabung dengan MGMP. Yang memengaruhi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya ialah (1) faktor pendukung, di antaranya kesadaran diri, tingkat pendidikan, tingkat kecerdasan, pengalaman mengajar, pengalaman pelatihan, sarana dan prasarana, dan supervisi kepala sekolah; dan (2) faktor penghambat, di antaranya adanya PPKM, penggunaan teknologi, minat, motivasi, dan program peningkatan keprofesian berkelanjutan. Implikasi upaya peningkatan kompetensi guru agama Hindu dalam pembelajaran daring pada era new normal di SMP negeri di Kota Palangka Raya di antaranya terdiri atas implikasi positif yang terdiri atas percepatan transformasi pendidikan, munculnya kreativititas tanpa batas, guru menjadi lebih akrab dan melek teknologi, pembelajaran daring lebih menyenangkan, pembelajaran daring lebih berkualitas, sedangkan implikasi negatif terdiri atas guru yang kurang terlatih, kesulitan memahami sistem yang ada di e-learning, dan kurangnya implementasi pembelajaran menggunakan ICT
Pola Asuh Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Anak di Dusun Malaka Desa Mekarsari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat
ABSTRACT (Style Abstrak_3_BA)
Parenting style is very important role in shaping the character of children. Parents have duties and obligations in instilling positive character from an early age, so that children can become individual beings who are ethical, have noble character and can socialize and adapt to their environment so that when they grow up they are expected to have positive characters. social. Like a social phenomenon that often occurs among children, whether it's a problem of bullying or the attitude of a child who is shy so they don't get along and are envious of one another. For this reason, parenting in shaping the character of children from an early age at home is very important for children's attitudes in the social environment.
From this background, the following problems can be formulated: 1. How is parenting style in shaping the character of children in Malaka Hamlet, Mekarsari Village, Gunungsari District, West Lombok Regency? 2. What is the attitude of the children in Malacca Hamlet? The purpose of this study is 1.To determine the parenting style of parents in shaping the character of children in the Malaka Hamlet, Mekarsari Village, Gunungsari District, West Lombok Regency. To direct and solve the problems studied, two theories are used, namely classical conditioning theory and behavioristic theory. Judging from the type and nature, this research is a type of qualitative research. The methods used for data collection are non-systematic observation methods, free guided interviews and documentation. To analyze it with data reduction, data display and data verification. To check the validity of the data with credibility, dependability, conformability and transfermability.
The results showed that parents in Malaka Hamlet used democratic and permissive parenting styles, from the parenting used it can be seen that of the eighteen indicators of character education there are nine indicators of character formed, this can be seen from the attitude of the children, namely religious, honest, tolerance, hard work, independence, respect for achievement, communicative, care for the environment and responsibility.
Keywords: Parenting, parents, character building, children.ABSTRAK
Pola asuh orang tua sangat penting peranannya dalam membentuk karakter anak. Orang tua memiliki tugas dan kewajiban dalam menanamkan karakter positif sejak dini, agar anak dapat menjadi mahluk individu yang beretik, berakhlak mulia serta dapat bersosialisai dan menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka sehingga setelah dewasa diharapkan memiliki karakter yang positif anak akan menjadi seorang individu yang mampu menjadi mahluk sosial. Seperti fenomena sosial yang sering terjadi pada kalangan anak-anak baik itu masalah bullying atau sikap anak yang pemalu sehingga kurang bergaul dan sikap iri hati dengan satu dan lainnya. Untuk itu pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak sejak dini rumah sangat penting untuk sikap anak dilingkungan sosial.
Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan masalah sebagai berikut 1.bagaimana pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak di Dusun Malaka Desa Mekarsari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat? 2.Bagaimana sikap anak di Dusun Malaka?. Tujuan penelitian ini yaitu 1.Untuk mengetahui pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak di Dusun Malaka Desa Mekarsari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat 2.Untuk mengetahui sikap anak di Dusun Malaka Desa Mekarsari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Untuk mengarahkan dan memecahkan masalah yang di teliti menggunakan dua teori yaitu teori classical conditioning dan teori behavioristik. Ditinjau dari jenis dan sifatnya, penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Adapun metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode observasi nonsistematis, wawancara bebas terpimpin dan dokumentasi. Untuk menganalisnya dengan reduksi data, display data dan verifikasi data. Untuk mengecek keabsahan data dengan kredibilitas, dependalibitas, konformabilitas dan transfermabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua di Dusun Malaka menggunakan pola asuh tipe demokrasi dan permisif, dari pola asuh yang digunakan dapat diketahui bahwa dari delapan belas indikator pendidikan karakter ada sembilan indikator karakter yang terbentuk, hal ini dapat terlihat dari sikap anak yaitu religius, jujur, toleransi, kerja keras, mandiri, menghargai prestasi, komunikatif, peduli lingkungan dan tanggung jawab.
Kata Kunci : Pola asuh, orang tua, membentuk karakter, anak
Manajemen Pendidikan Di Era Pandemi Covid-19
Menajemen pembelajaran sangat penting kedudukannya dalam rangka meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, apalagi di masa darurat penyebaran Corona Virus Disease 19 (COVID-19) seperti yang kita alami saat ini. Berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan sesuai dengan SKB 4 Mentri. Berbagai hambatan, kesulitan, dan keterbatasan dihadapi dalam proses belajar mengajar, mulai dari faktor peserta didik, keluarga peserta didik, maupun sarana dan prasarana yang kurang representatif, namun kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) tetap menginstruksikan seluruh pendidik di semua jenjang pendidikan agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dari rumah baik siswa maupun mahasiswa.
Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan dalam memanage atau mengelola pembelajaran mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan evaluasi (evaluating) dalam rangka meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di masa pandemi covid 19 saat ini, baik implementasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring