Jurnal STKIP Weetebula
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
Analisis Bibliometrik pada Literasi Sains: Penelitian Menggunakan VOSVIEWER
Kemampuan literasi sains sangat diperlukan di era globalisasi melalui sains dan teknologi. Sains dan teknologi khususnya memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini menyajikan bibliometrik dan bibliografis dari berbagai literatur mengenai literasi sins. Analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer yang terdapat 989 literatur dari database google scholar yang diterbitkan dari tahun 2018-2023. Analisis tren publikasi dan kutipan dari tahun 2018-2023 untuk melihat perkembangan publikasi sedikit meningkat dari tahun 2018-2022 terkait Literasi Sains berdasarkan terindeks Google Scholar. Namun menagalami penurunan pada tahun 2023. Publikasi terbanyak dilakukan pada tahun 2022 sebanyak 265 artikel. Disisi lain, kutipan pada artikel mengalami pengingkatan pada tahun 2018-2022. Kutipan terbanyak pada tahun 2018 sebanyak 209 kutipan dan kutipan terendah pada tahun 2023 dengan 13 kutipan. Kajian ini memberikan informasi bagi para peneliti pendidikan literasi sains dalam pelaksanaan pembelajaran sepertinya belum banyak dilakukan yang diharapkan dapat menguatkan topik peneliti selanjutnya
Kualitas Pribadi Konselor Membangun Hubungan Dengan Konseli Dalam Proses Konseling: Kualitas Pribadi Konselor Membangun Hubungan Dengan Konseli Dalam Proses Konseling
Konseling lintas budaya merupakan suatu proses konseling yang melibatkan antara konselor dan klien yang berbeda budayanya dan dilakukan dengan memperhatikan budaya subyek yang terlibat dalam konseling.. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana kualitas kepribadian konselor membangun hubungan dengan konseli dalam proses konseling dan karakteristik yang mana kepribadian konselor yang paling berpengaruh terhadap proses konseling hubungan antara kualitas kepribadian konselor dalam proses konseling.
Metode dalam penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review yaitu penelitian untuk melakukan identifikasi, evaluasi, dan interprestasi terhadap semua hasil penelitian yang relevan terkait pertanyaan penelitian tertentu, topik tertentu, atau fenomena yang menjadi perhatian, pencarian sumber data jurnal artikel dilakukan melalui aplikasi Publish or Perish, dokumentasi jurnal artikel ilmiah yang telah dipublikasi dari database Google scholar, Croosref dan GARUDA pada 5 tahun terakhir serta dalam pengerjaan jurnal/paper tersebut mengunakan aplikasi Mendeley serta VOSviewer salah satu softwere yang dapat digunakan untuk membangun dan memvisualisasikan jaringan bibliometrik dengan menggunakan kata kunci “Kualitas pribadi konselor dalam proses konseling” yang diperoleh 412 paper dan diklasifikasikan berdasarkan protocol penelitian yakni RQ (Request Question) dan AQ (Answers Question) yang di tetapkan peneliti. Sehingga diperoleh 6 artikel relevan. Berdasarkan hasil systematic literature review dari 6 artikel relevan tentang kualitas pribadi konselor dalam proses konseling. Artikel yang dianalisis memberikan pernyataan kualitas pribadi konselor untuk membangun hubungan antar konselor dan konseli dalam proses konseling.
Keywords: : Kualitas Kepribadian Konselor, Proses Konseling, (Systematic Literature Review
Peningkatan Kompetensi Guru TK Negeri Pembina Kecamatan Wulla Waijilu dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bimbingan Berkelanjutan T.P 2020/2021
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran melalui bimbingan berkelanjutan. Subyek penelitian adalah 4 orang guru TK Negeri Pembina Kecamatan Wulla Waijilu. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik persentase. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi, dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam menyusun RPPH dengan lengkap. Pada siklus pertama, masih terdapat komponen RPPH yang belum dibuat oleh guru dan presentasenya 62,50%. Sedangkan pada siklus kedua, semua guru menyusun RPPH namun masih ada guru yang keliru dalam menentukan kegiatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran, serta tidak menguraikan materi pembelajaran. Presentase siklus kedua mencapai 87,50%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada kompetensi guru dalam menyusun RPPH
Peluang Peluang Dan Tantangan Wirausaha Di Bidang Pendidikan Pada Era Revolusi Industri 4.0
Paper ini berjudul “Peluang Dan Tantangan Wirausaha di Bidang Pendidikan Pada Era Revolusi Industri 4.0”. Metode yang digunakan untuk melakukan pembahasan adalah metode studi pustaka. Hasil analisis memberikan informasi bahwa revolusi industri 4.0 menghadirkan banyak tantangan dan berbagai peluang wirausaha. Revolusi industri 4.0 menyebabkan hilangnya banyak pekerjaan tradisional yang sebelumnya dikerjakan secara manual oleh manusia kemudian tergantikan oleh mesin dengan hadirnya kecerdasan buatan, namun juga melahirkan peluang usaha baru dengan menawarkan pemanfaatan teknologi internet dan jaringan. Pada bidang pendidikan, revolusi industri 4.0 menghadirkan tantangan bagi penyelenggara pendidikan termasuk wirausaha pendidikan. Kehadiran teknologi internet dan jaringan memberikan tantangan sekaligus peluang kepada wirausaha pendidikan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang berbasis internet dan jaringan. Wirausaha pendidikan dihadapkan pada peluang mengembangkan usahanya tidak hanya pada skala lokal, namun pada skala global. Dengan demikian, revolusi industri 4.0 selain menghadirkan berbagai tantangan bagi wirausaha pendidikan, juga menghadirkan peluang bagi wirausaha kreatif dan inovatif
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI TRAINING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
Tujuan penelitian ni adalah untuk menganalisis model pembelajaran Inquiry Training dalam peningkatan hasil belajar peserta didik. Teknik pengumpulan data berasal dari sumber resmi sekunder berupa artikel jurnal dan skripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Yang berarti menggambarkan masalah yang harus dirumuskan sehingga memudahkan peneliti untuk menganalis data hasil pengamatan atau rata-rata serta presentasenya. Berdasarkan hasil kajian dari jurnal dan skripsi yang relavan bahwa kemampuan peserta didik dalam proses belajar menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Sesuai indikator keberhasilan bahwa pemahaman siswa dalam pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Inquiry Training dapat disimpulkan bahwa dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik
Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris dalam Menyusun RPP Berdiferensiasi melalui Kegiatan Belajar Kelompok di SMP Negeri 1 Lewa dan SMP Negeri 2 Waingapu T.P 2021/2022
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP berdiferensiasi melalui kegiatan belajar kelompok. Subyek penelitian ini meliputi 3 guru di SMP Negeri 1 Lewa dan 4 guru SMP Negeri 2 Waingapu yang terindikasi belum optimal menyusun RPP berdiferensiasi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Analisis data observasi dan wawancara terhadap masing-masing siklus menggunakan metode obyektif deskriptif. Pada siklus satu, para guru berhasil memperbaiki kelemahan yang ada pada RPP yang dibuat dari sebelumnya rerata nilai mereka 64 menjadi 82 dengan kategori baik. Pada siklus 2 meningkat menjadi 91 dengan kategori sangat baik. Belajar kelompok sangat bermanfaat dan memberi dampak positif pada peningkatan kompetensi dan menumbuhkan keterbukaan terhadap kelemahan yang dimiliki para guru
Validitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Etnomatematika Batu Kubur Sumba pada Materi Bangun Datar
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika batu kubur Sumba yang bertujuan untuk mengetahui kualitas LKPD sebagai bahan ajar. Kualitas LKPD yang diteliti dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas LKPD berbasis etnomatematika batu kubur Sumba. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kalembu Danga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket lembar validasi. Lembar validasi digunakan untuk mengetahui kualitas LKPD berbasis etnomatematika batu kubur Sumba. Lembar validasi tersebut diisi validator yang terdiri dari 2 orang dosen selaku ahli dan 2 orang guru selaku praktisi. Adapun hasil validasi LKPD berbasis etnomatematika dari 2 orang ahli dan 2 orang praktis diperoleh skor aktual 178 dan 182 dengan kategori sangat vali
KETIDAKBAKUAN BAHASA MAHASISWA DALAM PERKULIAHAN FONOLOGI SEMESTER II
Bahasa baku ialah bahasa yang menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran, atau yang menjadi standar. Penggunaan bahasa baku ini, harus diterapkan dalam situasi formal seperti dalam proses perkuliahan. Realita menunjukkan bahwa ketidakbakuan berbahasa mahasiswa masih sering terjadi dalam perkuliahan. Hal ini terjadi dalam perkulihan fonologi mahasiswa semester II, PBI Unika Weetebula tahun 2021. Peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara dalam penelitian ini. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, ketidakbakuan bahasa digunakan oleh mahasiswa dipengaruhi oleh bahasa daerah dan lawan tutur yang sebaya. Hal itu terjadi akibat kebiasaan penggunaan kata-kata yang tidak baku. Oleh karena itu, peneliti mengajak para mahasiswa untuk selalu menggunakan bahasa baku dalam proses perkuliahan
PENERAPAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKn DI KELAS V SDN POGO LEDE TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di Kelas V SDN Pogo Lede. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bersifat reflektif, partisipan, kolaborasi yang bertujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi, dan kompetensi atau situasi pembelajaran.
Penelitian hasil belajar siswa pada tahap siklus I masih rendah, dimana pada siklus pertama ini, dari 26 siswa yang mengikuti tes hanya 10 orang yang tuntas (38%) dan jumlah siswa yang tidak tuntas atau yang belum mencapai KKM sebanyak 16 orang (61%). Pada sisklus II kemampuan siswa dalam menerima materi pembelajaran atau menjawab soal tes mengalami peningkatan sehingga hasil belajar, dari 26 siswa ada 24 siswa yang mencapai tingkat keberhasilan dengan persentase 92% dan masih terdapat 2 siswa yang belum tuntas dengan persentase 8%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas V SDN Pogo Lede dapat meningkat
Meningkatkan Kompetensi Guru Membuat Video Pembelajaran Interaktif dengan Kine Master melalui Kegiatan Workshop dan Pendampingan di SMP Negeri 3 Waingapu Tahun Pelajaran 2021/2022
Penelitian Tindakan Sekolah dengan judul :” Meningkatkan Kompetensi Guru Membuat Video Pembelajaran Interaktif Dengan Kine Master Melalui Kegiatan Workshop dan pendampingan di Smp Negeri 3 Waingapu tahun pelajaran 2021/2022 “
Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum ada guru membuat video pembelajaran interaktif di SMP Negeri 3 Waingapu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan guru dalam membuat video pembelajaran interaktif dengan kinemaster sehingga proses belajar mengajar menjadi menarik dan menyenangkan serta prestasi belajar peserta didik meningkat.
Sumber data berasal dari instrumen komponen yang disampaikan kepada semua guru mata pelajaran di SMP Negeri 3 Waingapu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif, selanjutnya menentukan kriteria keberhasilan untuk mengetahui apakah kegiatan workshop dapat Meningkatkan Kompetensi Guru Membuat Video Pembelajaran Interaktif Dengan Kine Master.
Berdasar hasil penelitian pada prasiklus, siklus pertama dan kedua di peroleh data peningkatan prosentase pada a) Kaidah dan Materi Video meningkat dari 73,95% menjadi 87,28%, b) Penyajian video meningkat dari 71,05% menjadi 77,72%, c) Kesesuaian Media pembelajaran meningkat dari 71,93% menjadi 85,26% dan, d) Konten Video (Keluaran / Output) meningkat dari 72,11% menjadi 78,77%. Peningkatan guru yang dapat menyusun video pembelajaran interaktif dengan baik dan amat baik meningkat dari 2,63% (Prasiklus) menjadi 10,52% (Siklus I) dan meningkat menjadi 94,73% (Siklus II)