Jurnal Online Universitas Teuku Umar
Not a member yet
    4257 research outputs found

    Efektifitas Gelagar Pci Girder Bentang 40 Meter Jembatan Integral Multispan Pilar Tinggi

    No full text
     Integral bridges are a type of bridge designed without the use of expansion joints or dilation gaps, allowing the superstructure and substructure to act monolithically without relative movement. In Indonesia, the application of integral bridge concepts is limited. Generally, bridges in the country are designed using simple-span systems with conventional bearings, which, despite their straightforward construction, require periodic maintenance and replacement. Precast prestressed concrete (PCI) girders have been implemented in several integral bridge designs in Indonesia; however, their application is restricted, particularly for piers of considerable size or height. This study aims to determine the maximum pier height applicable for multispan integral bridges utilizing PCI girders commonly available in the market. The investigation focuses on girders with a span length of 40 meters, given their widespread use in Indonesia. Structural modeling was carried out for pier heights ranging from 30 to 60 meters, considering structural behavior during both construction stages and service conditions. The results indicate that for a pier height of 30 meters, the stresses in the PCI girder remain within permissible limits. However, when the pier height increases to 40 meters, the stress exceeded allowable thresholds. Therefore, the use of standard PCI girders with a 40-meter span under such conditions is not recommended unless supported by design modifications or advanced construction technologies. It is thus concluded that 40-meter PCI girders are effective for integral bridge applications with pier heights below 30 meters

    Correlation Between Body Mass Index and Calf Circumference in Assessing the Nutritional Status of the Elderly

    Full text link
    An increase in fat mass and a decrease in muscle mass are common physiological changes in the elderly. The loss of muscle mass increases the risk of sarcopenia, which negatively affects physical function. Therefore, accurate assessment of nutritional status in the elderly is crucial. Body Mass Index (BMI) is commonly used but cannot distinguish between fat mass and muscle mass. Calf circumference serves as a simple and practical anthropometric alternative to estimate muscle mass. This study aims to determine the correlation between BMI and calf circumference in assessing the nutritional status of elderly individuals aged ≥46 years. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach, conducted at three locations during the 2024–2025 period. A total of 75 respondents who met the inclusion and exclusion criteria were included. Data were obtained through measurements of height, weight, and calf circumference. The analysis showed a significant correlation between BMI and calf circumference (p < 0.05). Conclusion: Calf circumference can serve as an important additional indicator in assessing the nutritional status of the elderly. The combination of BMI and calf circumference provides more comprehensive information for evaluating the nutritional status in the elderly population

    THE EFFECT OF VARIOUS TYPES OF NATURAL FEED ON THE GROWTH OF MANGROVE CRABS (Scylla serrata) IN TRADITIONAL POND FARMING

    Full text link
    The Mangrove Crab (Scylla Serrata) is one of the economically important fishery commodities that has delicious meat and high nutritional content. This study aims to obtain the best type of natural feed and analyze the effect of feeding various types of natural feed on the growth of mangrove crabs (Scylla Serrata) in traditional ponds. This study employed an experimental design using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications, comprising 12 units. The natural feed treatments were P1 (Rucah Fish), P2 (Chicken Intestines), P3 (Keongmas), and P4 (Rajungan), each at 5% of the diet. The study was analyzed using ANOVA with Excel and Duncan's multiple range test with SPSS. The study was conducted over 40 days in traditional ponds in Desa Lingkungan 3 Kampung Baru, Kelurahan Pangkalan Batu, Kecamatan Berandan Barat, Kabupaten Langkat. The results showed that the use of various types of natural feed did not have a significant effect (Fhit > Ftab) at a significance level of P > 0.01 on moulting percentage, absolute weight gain, daily specific growth rate, and survival rate (SR), but had a very significant effect (Fhit < Ftab) at the P < 0.01 significance level on the feed conversion ratio (FCR) of mangrove crabs (Scylla Serrata) in traditional pond

    Analisis Senyawa Pemicu Korosi pada Beton Bertulang Terpapar Klorida Menggunakan FTIR

    Full text link
    Degradasi beton bertulang akibat penetrasi ion klorida merupakan salah satu penyebab utama penurunan durabilitas struktur di lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kimia pada pasta semen beton bertulang sebelum dan sesudah direndam dalam air laut buatan melalui pendekatan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Spesimen beton bertulang direndam dalam larutan NaCl 3,5% selama 15 dan 30 hari untuk mengevaluasi evolusi gugus fungsi yang berkaitan dengan hidrasi semen, karbonasi, dan pembentukan senyawa klorida terikat. Hasil FTIR menunjukkan bahwa pada kondisi awal, karakteristik spektrum didominasi oleh gugus O–H, Si–O, dan CO₃²⁻ tanpa adanya indikasi interaksi dengan klorida. Setelah 15 hari perendaman, terjadi penurunan intensitas pita O–H, modifikasi vibrasi Si–O, serta munculnya pita baru pada rentang 600–800 cm⁻¹ yang mengindikasikan tahapan awal pembentukan senyawa aluminat–klorida. Pada hari ke-30, perubahan spektral semakin jelas dengan penguatan pita karbonat, pergeseran puncak Si–O, dan peningkatan intensitas pita 460–750 cm⁻¹ yang kompatibel dengan pembentukan Friedel’s salt. Temuan ini menunjukkan bahwa FTIR mampu mendeteksi perubahan kimia mikrostruktur secara bertahap akibat penetrasi klorida, mulai dari modifikasi C–S–H hingga terbentuknya klorida terikat. Dengan demikian, FTIR terbukti efektif sebagai metode identifikasi dini proses degradasi kimia beton bertulang di lingkungan laut.

    Pemanfaatan IoT untuk Optimasi Produksi Biodiesel dari Minyak Jelatah pada Transportasi

    Full text link
    Ketergantungan yang tinggi terhadap bahan bakar fosil dan permasalahan limbah minyak jelantah mendorong pencarian alternatif energi yang lebih ramah lingkungan. Biodiesel dari minyak jelantah menjadi solusi potensial, tetapi efisiensi produksinya masih menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat produksi biodiesel berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efektivitas produksi biodiesel, khususnya dalam sektor transportasi berbasis mesin diesel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perancangan, yang meliputi identifikasi kebutuhan, analisis permasalahan, perumusan konsep desain, pemilihan komponen, dan penyusunan rancangan sistem. Sistem yang dikembangkan menggunakan sensor IoT untuk memantau parameter penting seperti suhu, pH, konsentrasi katalis, kecepatan pengadukan dan kejernihan biodiesel selama proses transesterifikasi secara real-time. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk mengontrol proses produksi secara otomatis, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi biodiesel yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IoT dalam produksi biodiesel mampu meningkatkan tingkat konversi minyak jelantah menjadi biodiesel hingga 40%, serta mengurangi konsumsi energi sebesar 25% dibandingkan metode konvensional. Biodiesel yang dihasilkan juga memenuhi standar kualitas bahan bakar, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif yang layak bagi kendaraan bermesin diesel. Dengan pendekatan ini, penelitian ini memberikan solusi inovatif untuk mendukung penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di sektor transportasi. Selain memberikan manfaat ekonomi dengan menekan biaya produksi, sistem ini juga berkontribusi dalam pengelolaan limbah minyak jelantah dan pengurangan emisi karbon.Kata kunci— Internet of Things, Biodiesel, Minyak Jelantah, Efisiensi Energi, Transportasi

    Edukasi dan Literasi Penyusunan Bisnis Plan Dalam Bewirausaha Bagi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang

    Full text link
    This activity is a form of community service (PKM) carried out at Muhammadiyah University of Pontianak, specifically in the Management Study Program in Sintang, which is located in West Kalimantan. The purpose of this community service activity is to enhance students’ understanding and skills in developing a business plan as a fundamental basis for systematically and purposefully starting and managing a business. The target participants of this activity are students of the University of Muhammadiyah Pontianak, Sintang Campus, who have an interest in entrepreneurship. The methods applied include lectures, interactive discussions, and hands-on practice in preparing business plans based on each participant’s business idea. The results of the activity indicate that participants experienced an improvement in entrepreneurial literacy, particularly in understanding the structure, function, and benefits of a business plan in the business world. Moreover, this training encouraged the development of entrepreneurial spirit and creativity among students in formulating realistic and applicable business ideas. This activity is expected to serve as a sustainable initial step in shaping independent, innovative, and highly competitive students in the field of creative econom

    Analisis morfometri rajungan (Portunus sanguinolentus) di PPI Ujong Baroh, Kabupaten Aceh Barat

    Full text link
    Three-spotted swimming crab (Portunus sanguinolentus), a member of the class Malacostraca within the Crustacea, is widely distributed in marine waters. The swimming crab fishery in Aceh possesses high economic value. However, increasing fishing pressure by local fishers has resulted in declining population stocks. This study was conducted to examine the morphometric variation and growth patterns of P. sanguinolentus. The research was carried out at Ujong Baroh Fishing Port (PPI), West Aceh Regency, employing both quantitative and qualitative methods. Sampling was performed using a Simple Random Sampling approach. A total of 104 specimens were collected. Morphometric analysis revealed that the growth parameter b was <3, with a value of 2.4099, indicating a negative allometric growth pattern, in which carapace width increases at a faster rate than body weight. The regression equation describing the relationship between carapace width and body weight was W=0.0006CW2.4099, with a coefficient of determination (R2) of 0.756 and a correlation coefficient (r) of 0.869. The correlation coefficient suggests a strong relationship between carapace width and body weight, as the r value exceedes 0.7. This indicates that increases in carapace width exert a significant influence on body weight growth. The mean carapace width of the male and female groups was 90.0 mm, while the smallest morphometric character recorded was the interorbital distance (8.2 mm), with a standard deviation of 18.4 mm. The mean condition factor of the crabs in West Aceh waters was 1.033, signifying that the overall condition of P. sanguinolentus in the study area is considered healthy

    Pengaruh Intensitas Penggunaan QRIS dan Risiko Pengeluaran Impulsif Terhadap Disiplin Anggaran Keuangan Pribadi Mahasiswa di Kabupaten Tulungagung

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan QRIS dan risiko pengeluaran impulsif terhadap disiplin penganggaran keuangan pribadi di kalangan mahasiswa di Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Sampel terdiri dari 50 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis regresi menunjukkan persamaan Y = 25,216 + 0,340X₁ – 0,524X₂, yang menunjukkan bahwa intensitas penggunaan QRIS berpengaruh positif, sedangkan risiko pengeluaran impulsif berpengaruh negatif terhadap disiplin keuangan pribadi. Hasil uji-t menunjukkan bahwa intensitas penggunaan QRIS memiliki nilai t sebesar 1,10 0,05, yang berarti tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, risiko pengeluaran impulsif memiliki nilai t sebesar -2,994 F tabel 3,20 dengan signifikansi 0,002 < 0,05, yang berarti kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap disiplin keuangan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,239, yang berarti 23,9% variasi disiplin keuangan dijelaskan oleh kedua variabel, sementara 76,1% dipengaruhi oleh faktor lain.Kata kunci: QRIS, pengeluaran impulsif, disiplin keuangan, pelajar

    Pengaruh Berat Anggur Laut (Caulerpa Lentillifera) Terhadap Pertumbuhan Pada Sistem Patok Dasar di Perairan Gili Namo, Sumbawa Barat

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh berat awal bibit yang berbeda terhadap pertumbuhan anggur laut (C. lentillifera) pada sistem budidaya patok dasar di perairan Gili Namo, Sumbawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P1 (200 g), P2 (300 g), dan P3 (400 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan berat awal 200 g (P1) memberikan nilai pertumbuhan mutlak tertinggi sebesar 108,33 ± 102,63a g, sedangkan perlakuan dengan berat awal 400 g (P3) menghasilkan pertumbuhan terendah sebesar 8,67 ± 87,55a g. Namun, hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p > 0,05). Faktor lingkungan seperti kadar oksigen terlarut (DO) yang rendah, intensitas cahaya, dan ketersediaan nutrien yang fluktuatif diduga memengaruhi hasil tersebut. Kandungan klorofil-a mengalami peningkatan dari 3,31 ± 0,15b mg/L menjadi 5,67 ± 0,23b mg/L (71,30%), menunjukkan bahwa C. lentillifera memiliki aktivitas fotosintesis yang baik dan mampu beradaptasi terhadap kondisi lingkungan. Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran optimal, meliputi suhu (28–31°C), pH (7,5–7,9), dan salinitas (33–34 ppt), meskipun DO sedikit di bawah standar ideal (3,5–3,7 mg/L). Berdasarkan hasil penelitian ini, berat awal bibit 200 g direkomendasikan sebagai bobot optimal untuk pertumbuhan dan efisiensi budidaya C. lentillifera di perairan Gili Namo, Sumbawa Barat

    Pengaruh Salinitas Yang Berbeda Terhadap Daya Tetas Dan Kelangsungan HidupArtemia salina

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh salinitas yang berbeda terhadap daya tetas dan kelangsungan hidup Artemia salina. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan salinitas: P1 (15 ppt), P2 (20 ppt), P3 (25 ppt), dan P4 (30 ppt), masing-masing dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 (30 ppt) memberikan hasil terbaik dengan daya tetas 82,22%, kelangsungan hidup 27,46%, dan pertumbuhan panjang mutlak 212,12 µm. Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran suhu 27,8–28,6°C, pH 6,9–7,6, dan oksigen terlarut 6,7–14,4 mg/L. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan terhadap daya tetas dan kelangsungan hidup Artemia salina (p<0,05). Uji lanjut Duncan mengindikasikan bahwa setiap perlakuan memberikan perbedaan nyata. Dengan demikian, salinitas 30 ppt merupakan kondisi optimal untuk meningkatkan daya tetas dan kelangsungan hidup Artemia salina

    3,985

    full texts

    4,257

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Teuku Umar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇