Jurnal Online Universitas Teuku Umar
Not a member yet
4257 research outputs found
Sort by
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Perempuan (Istri) Dalam Konteks Budaya Patriarki di Aceh Barat
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Dampaknya pun semakin beragam, mulai dari cedera fisik, gangguan psikologis, kehamilan akibat inses, penelantaran, hingga kematian. Meskipun demikian, mayoritas korban memilih untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Beberapa alasan utama yang melatarbelakanginya adalah ketergantungan ekonomi, rasa takut terhadap pelaku, stigma sosial, kekhawatiran akan hilangnya peran ayah bagi anak-anak, harapan bahwa pelaku akan berubah, serta anggapan bahwa kekerasan adalah sesuatu yang wajar dialami perempuan dalam pernikahan. Budaya patriarki yang mengakar kuat dalam masyarakat menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya KDRT terhadap perempuan. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dalam konteks budaya patriarki di Aceh Barat. Kajian ini berlandaskan pada teori feminisme yang memandang bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan konsekuensi dari sistem sosial patriarkal, di mana perempuan sering kali menjadi objek subordinasi dan kontrol oleh laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Informan terdiri dari 10 perempuan korban KDRT yang berdomisili di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan menganggap KDRT sebagai hal yang lumrah dialami istri dalam kehidupan rumah tangga. Temuan ini menegaskan bahwa budaya patriarki masih sangat dominan dan berkontribusi signifikan terhadap terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di wilayah tersebut
Evaluation of Microbiological Quality and Hazardous Food Additives in Elementary School Snacks in Samarinda City, Indonesia
Background/Objectives: School snacks are an important source of energy and nutrients for children, but they may pose biological and chemical safety risk if not properly controlled. This study aimed to identify the presence of Escherichia coli, salmonella and hazardous food additives, including borax, formalin, rhodamine B and methanil yellow in school snacks sold around SDN 005 Dr.Sutomo Samarinda Ulu.Design/Methods: A descriptive cross-sectional design was conducted with sampling from in three school canteens and two street vendors. A total of 12 food and beverage samples were examined at Samarinda City Regional Health Laboratory. Microbiological tests were performed using the multiple-tube fermentation method, while chemical testing were conducted using qualitative methods. Results : Laboratory analysis showed that all samples tested negative for E.coli and Salmonella. Furthermore, chemical analysis confirmed the absence of borax, formalin, rhodamine B, or methanil yellow in all samples. These findings suggest that the school snacks tested from both microbiological contamination and prohibited chemical additives.Conclusion : School snacks sold around the SDN 005 Dr.Sutomo Samarinda Ulu are relatively safe for children’s consumption. The findings also reflect the effectiveness of school and health center supervision in ensuring food safety. However, continuous monitoring and education remain essential to sustain safe food practice among students and vendors
Mapping Emerging Themes in Sustainability Accounting: A Systematic Literature Review
Sustainability accounting has developed into a critical field of study that supports responsible business practices in relation to environmental, social, and governance (ESG) dimensions. Although the number of publications addressing this topic has grown considerably in recent years, limited research has systematically identified the main themes and variables most frequently discussed in sustainability accounting literature. This study aims to map the emerging themes in sustainability accounting through a systematic literature review combined with content analysis. Data were obtained from the Scopus database using the keywords “sustainability accounting” and “green accounting.” The inclusion criteria required that articles be published in Scopus-indexed journals, written in English, issued between 2021 and 2024, and explicitly focused on sustainability accounting or ESG reporting. From an initial collection of 71 documents, 42 articles met the criteria and were analyzed. The findings indicate that dominant thematic categories include sustainability disclosure, green accounting, ESG reporting, environmental information quality, and the financial materiality of sustainability issues. In addition, subtopics such as green regulation, voluntary reporting systems, and the linkage between financial and environmental performance are frequently explored. The study also reveals variations in methodological approaches and the geographical distribution of research. These findings contribute to a more comprehensive understanding of the knowledge structure in sustainability accounting and provide a foundation for future research directions in this domain
Pengaruh Sistem ERP Terhadap Pengelolaan Persediaan Bahan Baku Dengan Pengendalian Internal Sebagai Variabel Moderasi
In the era of digitalised business, Enterprise Resource Planning (ERP) has become an important tool for supporting operational efficiency. This study aims to analyse the effect of ERP on inventory management with internal control as a moderating variable. Data was collected from 30 respondents in the Procurement & Logistics and Sales & Marketing divisions, then analysed using the Structural Equation Modelling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method. The results show that ERP has a positive effect on inventory management, and internal control significantly strengthens this relationship. The R-square value of 0.596 confirms that the model has adequate explanatory power. These findings have practical implications for decision makers, namely the importance of viewing ERP implementation not only as a technology project, but also as part of an organisational governance strategy. Strengthening internal control through standard procedures, monitoring mechanisms, and audit policies is key to ensuring the effectiveness of ERP and preventing inefficiencies in inventory management
PEMAAFAN HAKIM (RECHTERLIJK PARDON) DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA (KUHP) BARU DI SISTEM PEMIDANAAN INDONESIA
Judicial Pardon (Rechterlijke Pardon) refers to the authority granted to judges to forgive a person who is guilty of committing a minor criminal offense before a verdict is rendered. This research aims to explore in greater depth the regulatory system of Judicial Pardon (Rechterlijk Pardon) in Indonesia’s Criminal Code (KUHP), compare it with similar provisions in other countries, examine the urgency of incorporating Judicial Pardon (Rechterlijk Pardon) into the new Criminal Code (KUHP), and identify the types of criminal offenses that may be resolved through Judicial Pardon. The method used in this study is a normative juridical research method with a descriptive-analytical character. Theories employed include the theory of comparative law, the theory of judicial pardon, and the theory of law enforcement. The research uses secondary data, which includes primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The techniques and tools for data collection include library research, involving the study of various literature sources such as books, legislation, and course materials related to law, as well as documentary research. The data in this research is analyzed using qualitative data analysis methods. The findings of the study reveal thatJudicial Pardon (Rechterlijk Pardon)has been included in Article 54 paragraph (2) of Law Number 1 of 2023 concerning the National Criminal Code (KUHP). The regulation of Judicial Pardon (Rechterlijk Pardon) in Indonesia, compared to that in several European countries such as Greece, Portugal, and the Netherlands, demonstrates that each country’s legal framework has its own strengths and weaknesses regarding the concept and implementation of Judicial Pardon (Rechterlijk Pardon)
Hubungan Panjang Berat Hasil Tangkapan Jenis Lobster di Perairan Teluk Sinabang, Aceh
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi lobster yang tertangle dengan perangkap atau secara langsung yang meliputi hubungan panjang berat setiap jenisnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaleun dengan metode observasi, yaitu suatu teknik yang dinilai akurat dalam pengumpulan data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2024. Hasil tangkapan lobster yang didapatkan diperairan Teluk Sinabang sebanyak 3 spesies yaitu spesies lobster bambu, spesies lobster batik dan spesies lobster batu. Nilai pertumbuhan spesies lobster yang tertangkap diperairan Teluk Sinabang adalah b<3 menyatakan bahwasanya dinamika pertumbuhan pada hubungan panjang berat tergolong Allometrik negatif dengan nilai b masing-masing 2,7328, 2,9636 dan 2,9917.Kata kunci: Hubungan panjang dan berat. Teluk Sinabang, Lobste
Prediksi Suhu Permukaan Berbasis Artificial Intelligence Untuk Adaptasi Perubahan Iklim Pada Pertanian
Perubahan iklim global yang ditandai dengan meningkatnya variabilitas suhu permukaan memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama di wilayah tropis yang sangat rentan terhadap anomali iklim. Kondisi ini menuntut adanya sistem prediksi yang akurat untuk mendukung perencanaan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi suhu permukaan berbasis Artificial Neural Network (ANN/MLP) serta membandingkan performanya dengan metode Regresi Linier Multivariat (MLR) sebagai baseline. Data meteorologi yang digunakan meliputi suhu permukaan (T2M), kelembapan udara (RH2M), tekanan udara (PS), radiasi matahari, dan curah hujan. Model ANN dirancang dengan lima neuron input, dua hidden layer beraktivasi ReLU (64 dan 32 neuron), serta satu output neuron untuk memprediksi suhu permukaan. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik R², RMSE, dan MSE pada data uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ANN/MLP memiliki performa lebih baik dibandingkan MLR. ANN mampu menjelaskan 89% variabilitas data dengan nilai R² = 0.89, serta menghasilkan RMSE = 1.05 °C dan MSE = 1.10 °C², sedangkan MLR hanya mencapai R² = 0.71, dengan RMSE = 1.82 °C dan MSE = 3.31 °C². Visualisasi perbandingan prediksi memperlihatkan bahwa distribusi hasil ANN lebih dekat dengan nilai aktual dibandingkan regresi linier. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan berbasis ANN/MLP efektif untuk meningkatkan akurasi prediksi suhu permukaan pada variabilitas iklim tropis. Implementasi model ini berpotensi mendukung pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture) melalui penentuan kalender tanam yang lebih tepat, efisiensi pengelolaan irigasi, serta mitigasi risiko gagal panen akibat suhu ekstre
Persepsi Politik, Turnover Intention dan Negligent Behavior Karyawan Swasta di Aceh
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara perception of politics, job stress, job satisfaction, negligent behavior, turnover intention, dan self-reported absenteeism dalam konteks lingkungan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa perception of politics secara signifikan mempengaruhi job stress dan job satisfaction, di mana persepsi politik yang positif mampu mengurangi job stress dan meningkatkan job satisfaction. Job stress ditemukan memiliki dampak negatif terhadap job satisfaction, yang pada akhirnya meningkatkan negligent behavior di tempat kerja. Selain itu, job satisfaction memainkan peran penting dalam mengurangi negligent behavior dan self-reported absenteeism, yang menggarisbawahi pentingnya upaya organisasi dalam meningkatkan kepuasan karyawan. Sebaliknya, turnover intention tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan negligent behavior maupun self-reported absenteeism, yang menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi intensi ini. Temuan ini menekankan pentingnya membangun persepsi politik yang positif di tempat kerja, mengelola job stress, serta meningkatkan job satisfaction guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan kondusif. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa beberapa hubungan antar variabel tidak selalu signifikan, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami interaksi yang lebih kompleks dalam lingkungan kerja
Building the Halal Dining Experience: Physical Evidence, Satisfaction, and Revisit Intention in Banda Aceh
This study investigates how physical evidence in Middle Eastern–themed restaurants influences revisit intention in Banda Aceh and whether Muslim customer satisfaction mediates that relationship. Motivated by the growth of halal dining and the centrality of servicescape to Muslim diners’ experiences, the research addresses limited empirical evidence in this specific cultural setting. A cross-sectional survey was administered to 300 Muslim customers who had visited at least one target restaurant; responses were captured on a five-point Likert scale using reflective indicators for physical evidence, customer satisfaction, and revisit intention. Data were analyzed with partial least squares structural equation modeling (SmartPLS 3.0) and bootstrapping. Measurement results showed strong reliability and convergent–discriminant validity across constructs. Structurally, physical evidence had a significant positive effect on customer satisfaction and revisit intention, while customer satisfaction also significantly increased revisit intention. The model explained a substantial share of variance in customer satisfaction and revisit intention, and mediation testing indicated that customer satisfaction partially carried the effect of physical evidence on revisit intention. These findings highlight that an Islamic-aligned servicescape—covering architecture and interior, Islamic visual cues, cleanliness, absence of non-sharia activities, prayer facilities, and transparent transactions—directly encourages return visits and, through enhanced satisfaction, further strengthens customers’ intentions to revisit. The study contributes context-specific evidence for halal hospitality management and suggests that operators should jointly invest in servicescape design and experience orchestration to build repeat patronage
Program Psikoedukasi Pengenalan Ragam Profesi pada Anak Pekerja Migran Indonesia di Sentul, Malaysia
Anak-anak pekerja migran menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya termasuk keterbatasan akses layanan kesehatan dan pendidikan formal. Pemerintah telah berupaya dalam pemenuhan hak anak terhadap pendidikan, namun tingkat literasi anak pekerja migran cukup rendah, termasuk literasi karier. Program psikoedukasi ini bertujuan meningkatkan literasi karier anak pekerja migran Indonesia di Malaysia melalui pengenalan keberagaman profesi. Program dilaksanakan selama lima sesi, mencakup kegiatan ceramah, diskusi, role play, dan praktik kewirausahaan, dengan menggunakan modul dan media pohon cita-cita. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang profesi konvensional dan kekinian, serta keterampilan dasar untuk perencanaan karier. Secara psikologis, kegiatan refleksi memperkuat kesadaran diri dan motivasi peserta untuk mengeksplorasi pilihan karier. Secara sosial, diskusi kelompok dan role play memperkuat keterampilan komunikasi dan kolaborasi peserta. Visualisasi aspirasi melalui pohon cita-cita memberikan rasa kepemilikan terhadap tujuan mereka. Meskipun demikian, evaluasi menunjukkan perlunya perencanaan karier yang lebih komprehensif dan peningkatan keterlibatan peserta dalam sesi kewirausahaan. Dengan pendekatan holistik, program ini membuka peluang implementasi serupa untuk mendukung hak pendidikan anak pekerja migran, membantu mereka meraih potensi secara optimal, dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat