Jurnal Online Universitas Teuku Umar
Not a member yet
    4257 research outputs found

    Optimalisasi Pemanfaatan Solar Panel untuk Efisiensi Energi dan Penghematan Biaya Listrik Rumah Tangga

    Get PDF
    Energi berkelanjutan menjadi perhatian utama dalam upaya mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional. Pemanfaatan energi matahari melalui solar panel semakin berkembang sebagai solusi yang ramah lingkungan dan ekonomis. Kota Banda Aceh memiliki rata-rata paparan sinar matahari sebesar 5,10 kWh/m²/hari pada tahun 2024, sehingga berpotensi untuk dikonversi menjadi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan solar panel dalam memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga sebesar 9,2 kWh/hari serta menghitung payback period pengembalian investasi dari pemasangan solar panel. Penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui simulasi perolehan energi dan ekonomi rancangan PLTS. Software RETScreen digunakan untuk potensi energi pada lokasi penelitian. Hasil simulasi rancangan PLTS kemudian dianalisis dan dibandingkan terhadap penelitian dengan sistem serupa.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan satu unit solar panel dapat mengurangi biaya konsumsi listrik sebesar 27,9% per hari. Selain itu, dengan penggunaan 4 hingga 5 panel, energi yang dihasilkan dapat melebihi kebutuhan rumah tangga atau menghasilkan surplus listrik. Periode pengembalian investasi dari pemasangan solar panel ini diperkirakan memerlukan waktu antara 16 hingga 20 tahun

    Identifikasi Serangga Vektor dan Penyakit serta Potensi Musuh Alaminya pada Pertanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kabupaten Lombok Timur

    Get PDF
     Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun, produksinya terganggu oleh serangan hama dan penyakit. Penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit masih marak dilakukan, tetapi hasilnya belum maksimal, bahkan merusak secara sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi serangga vektor dan penyakit yang menyerang pertanaman cabai rawit di Kabupaten Lombok Timur, serta menggali potensi musuh alami yang dapat dijadikan sebagai agen pengendali hayati. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei–Juli 2024 dengan metode deskriptif observatif yaitu dengan melakukan pengamatan langsung (visual) yang ditentukan secara purposive sampling di lokasi penelitian. Pengambilan sampel dilakukan pada umur tanaman 6–8 minggu setelah tanam (MST). Hasil penelitian menemukan sebanyak lima spesies serangga vektor, meliputi Myzus persicae, Aphis gossypii, Pseudococcus sp., Planococcus sp., dan Bemicia tabaci. Serangga tersebut secara aktif menularkan berbagai patogen penyebab penyakit seperti virus dan jamur. Beberapa penyakit yang ditemukan meliputi Pepper Yellow Leaf Curl Virus (PepYLCV), Chili Puckery Stunt Virus (CPSV), bercak daun Cercospora capsici, Alfalfa Mosaic Virus (AMV), embun jelaga Capnodium spp., dan busuk buah antraknosa Collectrotichum spp. Sementara potensi musuh alami yang ditemukan berupa predator: kumbang koksi Menochilus sexmaculatus dan Cryptolaemus montrouzieri, serta parasitoid: tawon dan lalat tachinid. Pengendalian dengan memanfaatkan musuh alami sebagai agensia pengendali hayati sangat potensial untuk mengurangi penggunaan pestisida kimiawi dalam menurunkan populasi hama.  Kata kunci: agen biokontrol, Lombok Timur, patogen, pengendalian hayati, serangga vekto

    Strategi Kebijakan Digitalisasi Pertanian Berbasis Petani Milenial di Indonesia: Pendekatan Analisis SWOT

    Get PDF
    AbstractDigital transformation in the agricultural sector is a strategic response to the challenges of production efficiency, farmer regeneration, and national food security. Millennial farmers, accounting for 21.89% of agricultural enterprises in Indonesia, hold great potential as agents of change due to their openness to technology and adaptive capacity. This study aims to formulate digital agricultural policy strategies based on millennial farmers using the SWOT analysis approach. Data were sourced from the 2023 Agricultural Census and relevant literature and policy documents. A descriptive analysis was conducted using a SWOT matrix and four strategic quadrants (SO, ST, WO, WT). The findings reveal significant challenges in digital literacy, infrastructure limitations, and weak institutional integration. Nonetheless, major opportunities exist through policy support, agritech advancement, and the entrepreneurial interests of young farmers. Recommended strategies include community-based digital training, development of digital cooperatives, farmer data integration, and reform of subsidy systems. In conclusion, millennial farmers serve as a strategic pivot for agricultural digitalization and require integrated, collaborative, and responsive policy interventions across sectors.Keywords: millennial farmers, agricultural digitalization, public policy, SWOT analysis

    Analisis Komparasi Kelayakan Finansial Pakan Limbah Ayam dan Pakan Komersial Budidaya Ikan Lele CV. Agrindo Sejahtera Desa Karang Jaya Kabupaten Bekasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelayakan finansial budidaya ikan lele menggunakan pakan limbah ayam dengan pakan komersial di CV. Agrindo Sejahtera, Desa Karang Jaya. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan tujuh responden pembudidaya ikan lele menggunakan sistem jaring patok. Data sekunder berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan, pusat data statistik, publikasi terkait, serta informasi potensi dan kondisi wilayah. Analisis dilakukan menggunakan indikator finansial berupa Payback Period, Return on Investment (ROI), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan Break Even Point (BEP). Hasil analisis menunjukkan bahwa budidaya ikan lele dengan pakan limbah ayam menghasilkan produksi sebesar 757,39 kg dengan harga jual Rp19.310,40/kg, BEP pendapatan Rp17.148.750,00, R/C Ratio 1,13, Payback Period 13,18%, dan ROI 0,07%. Sementara itu, penggunaan pakan komersial menghasilkan produksi negatif (-206,28 kg) dengan harga jual Rp23.584,50/kg, BEP penerimaan sebesar Rp-4.667.857,14, R/C Ratio 0,98, Payback Period -18,26%, dan ROI -0,05%. Dari hasil tersebut, budidaya dengan pakan limbah ayam dinyatakan layak secara finansial, sedangkan budidaya dengan pakan komersial tidak layak karena menghasilkan kerugian. Penggunaan pakan limbah ayam dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi tingginya harga pakan komersial dan meningkatkan keberlanjutan usaha budidaya ikan lele

    Dinamika Kebijakan Dividen: Peran Good Corporate Governance, Gender Diversity, dan Tantangan Financial Distress

    Get PDF
    The aim of this research was to investigate how company dividend policy is affected by financial crisis, gender diversity, and sound corporate governance. A sample of manufacturing firms listed between 2019 and 2023 on the Indonesia Stock Exchange is used in this study. Twenty-two businesses that operated for five years made up the study's sample size. There were 109 research observations, including one data outlier. Purposive sampling was the technique employed. Panel data regression analysis on Eviews 13 was utilized for hypothesis testing in this work. The results of the study demonstrate that while financial crisis has no bearing on company dividend policy, gender diversity and good corporate governance do

    EFEKTIVITAS PENYELESAIAN SENGKETA MELALUI MEDIASI TERHADAP PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI SUKA MAKMUE

    Get PDF
    Mediasi di pengadilan negeri merupakan salah satu alternatif penyelesaian sengketa yang bertujuan untuk mengurangi beban pengadilan, mempercepat proses penyelesaian perkara serta menghasilkan solusi yang lebih memuaskan bagi kedua belah pihak seperti yang diatur dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Namun, tingkat keberhasilan mediasi yang dilakukan di Pengadilan Negeri Suka Makmue masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyelesaian sengketa melalui mediasi terhadap perkara perdata di Pengadilan Negeri Suka Makmue dan untuk mengetahui faktor penyebab kegagalan mediasi dalam penyelesaian sengketa terhadap perkara perdata di Pengadilan Negeri Suka Makmue. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan data primer melalui wawancara dengan Sekretaris Pengadilan Negeri Suka Makmue, hakim mediator dan para pihak yang terlibat dalam mediasi di Pengadilan Negeri Suka Makmue. Data sekunder didapatkan melalui penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa terhadap perkara perdata melalui mediasi di Pengadilan Negeri Suka Makmue belum efektif, ditunjukkan dengan tingkat keberhasilan mediasi belum maksimal, hanya 5 perkara yang berhasil didamaikan melalui proses mediasi dari 28 perkara perdata yang ditangani Pengadilan Negeri Suka Makmue atau hanya mencapai 17,85% dalam 3 tahun terakhir. Faktor penyebab kegagalan mediasi dalam penyelesaian sengketa terhadap perkara perdata di Pengadilan Negeri Suka Makmue disebabkan oleh ego para pihak, kurangnya pemahaman mediasi dari para pihak, kurangnya jumlah mediator baik yang berasal dari hakim maupun non hakim, dan peran pengacara yang mempengaruhi keberhasilan mediasi. Diharapkan kepada Pengadilan Negeri Suka Makmue melakukan evaluasi berkala terhadap proses mediasi, menyediakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mediator, melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait mediasi baik secara internal maupun eksternal

    URGENSI PENEGAKAN ASAS MONOGAMI DAN PENYETARAAN GENDER DALAM HUKUM PERKAWINAN INDONESIA

    Get PDF
    The principle of monogamy as stated in the Indonesian Marriage Law is the principle adopted by the law, which states that in a marriage a husband may only have one wife and vice versa. However, the law also explains the permissibility of a husband practicing polygamy or having more than one wife by fulfilling the stipulated requirements. Often in practice, the right to polygamy is misused so that injustice or gender inequality arises. In addition, the Compilation of Islamic Law (KHI) is also the basis for regulating polygamy, which is regulated in Articles 55 to 59. Article 55 of the KHI firmly states that a man who practices polygamy will be limited to up to four wives by fulfilling the main requirement, namely that there must be fair treatment from the husband towards his wife and children. If the husband violates the main requirements, then he is not allowed to practice polygamy. The researcher uses a normative legal method in research or is generally called doctrinal legal research, this method is a method that emphasizes the investigation of the application of legal norms or positive rules that are enforced and associated with the enforcement of the principle of monogamy in Indonesian marriage law. In addition, this study uses a comparative technique between marriage law and a compilation of Islamic law related to the principle of monogamy that is enforced in marriage in Indonesia. Polygamy in marriage in Indonesia must be understood as an alternative path or a choice to do it or not in a truly emergency situation. Therefore, the principle of monogamy needs to be enforced, namely by a man being limited to having more than one wife except in urgent conditions

    TINJAUAN PENGISIAN JABATAN JAKSA AGUNG BERDASARKAN UU NO. 16 TAHUN 2004 DALAM MEWUJUDKAN INDEPEDENSI LEMBAGA KEJAKSAAN

    Get PDF
    This study examines the normative regulation of Article 19 of Law Number 16 of 2004 concerning the appointment and dismissal of the Attorney General in Indonesia and its implications for prosecutorial independence. The research employs a normative juridical method using a statute approach, comparative approach, and conceptual approach. The findings indicate that the President's exclusive authority to appoint and dismiss the Attorney General without an adequate checks and balances mechanism poses a significant risk to the independence of the Attorney General’s Office. While the House of Representatives (DPR) has proposed legislative involvement in the appointment process, the final agreement between the government and DPR maintained full presidential authority. This raises concerns about potential political intervention and the dependency of the Attorney General on the executive branch. A comparative analysis reveals that other countries, such as the United States and Myanmar, implement stricter selection and dismissal mechanisms to ensure prosecutorial independence. In the United States, the Attorney General is appointed by the President with Senate approval and can be removed through an impeachment process. In Myanmar, the selection process involves independent oversight to maintain prosecutorial integrity. The study highlights the importance of implementing a stronger checks and balances system in Indonesia to prevent political influence and safeguard the professionalism of the Attorney General’s Office. Strengthening legal frameworks and ensuring institutional independence are crucial for maintaining the integrity of law enforcement. This study concludes that reforms in the Attorney General’s appointment mechanism are necessary to enhance the independence and credibility of the prosecutorial system in Indonesia

    Capaian Temperatur dan Kelembapan Udara Kolektor Panas Pemanfaatan Atap Bangunan

    Get PDF
    Energi surya merupakan sumberdaya alternatif yang prospektif mengingat energi surya merupakan sumber energi yang dapat diperbarui dan tidak menimbulkan polusi. Potensi energi surya di Indonesia yang berada dijalur khatulistiwa memungkinkan penggunaan secara langsung dalam bangunan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun pemanfaatan energi matahari belum dimanfaatkan secara optimal, karena diperlukan suatu alat yang bisa memanfaatkan energi matahari secara optimal. Perangkat yang digunakan untuk memanfaatkan energi surya disebut kolektor surya. Kolektor surya adalah sebuah alat yang mampu menyerap dan memindahkan panas dari energi matahari ke fluida kerja. Pengadaan dan penggunaan kolektor surya masih sangat jarang di kalangan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh butuh investasi untuk pengadaannya, juga buatuh area khusus untuk penempatannya. Atap bangunan atau rumah masyarakat, terutama di Aceh terbuat dari seng yang merupakan konduktor panas. Penggunaan plafon pada langit-langit bangunan menjadikan atap bangunan seperti kolektor panas dan mempunyai potensi pemanfaatannya. Namun seberapa besar temperatur dan kelembapan yang dapat dicapai belum diketahui secara pasti. Tujuan penelitian ini mendapatkan nilai temperatur dan kelembapan yang dapat dihasilkan oleh kolektor atap bangunan. Temperatur maksimum dan kelembapan relatif minimum udara panas yang dapat dimanfaatkan mencapai 42.7 ⁰C dan 40.7% pada kecepatan aliran 5 m/detik dengan kondisi temperatur lingkungan rata-rata 31.7 ⁰C dan intensitas cahaya rata-rata 694.5 Lux. Selisih (penurunan) temperatur rata-rata pada pipa rata-rata adalah 3.31 ⁰C, sedangkan selisih temperatur udara panas yang diperoleh dengan temperatur udara lingkungan (pertambahan temperatur) udara panas rata-rata 9.05 ⁰C. Atap bangunan rumah dapat berfungsi sebagai kolektor untuk menghasilkan udara panas yang lebih tinggi dari temperatur lingkungannya

    Peningkatan Efisiensi Produksi dengan Menggunakan Metode Time Study dan Ranked Positional Weight (RPW)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi lini produksi X35 di PT MK melalui penerapan metode studi waktu (time study) dan keseimbangan lini produksi (line balancing). Saat ini, lini produksi X35 mengalami kendala berupa ketidakseimbangan beban kerja antar stasiun kerja yang menyebabkan rendahnya efisiensi produksi dan waktu siklus produksi yang tinggi. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, diawali dengan pengamatan langsung untuk mengidentifikasi waktu siklus aktual dan aktivitas kerja pada setiap stasiun. Selanjutnya, dilakukan pengukuran waktu baku menggunakan metode stopwatch untuk menentukan standar waktu setiap proses produksi secara objektif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode line balancing untuk menentukan distribusi beban kerja yang ideal antar stasiun kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan studi waktu dan metode keseimbangan lini mampu menurunkan waktu siklus produksi, mengurangi idle time (waktu menganggur) pada setiap stasiun, serta meningkatkan efisiensi lini produksi secara keseluruhan. Sebelum penerapan metode, efisiensi lini produksi tercatat sebesar 65,3%, sedangkan setelah dilakukan perbaikan, efisiensi meningkat menjadi 88,7%. Implikasi penelitian ini memberikan gambaran nyata bahwa integrasi metode studi waktu dan line balancing secara efektif dapat menyelesaikan permasalahan produksi yang umum terjadi dalam industri manufaktur. Hal ini sekaligus menjadi referensi bagi perusahaan lain yang menghadapi tantangan serupa, sehingga mendorong peningkatan produktivitas secara berkelanjutan

    3,985

    full texts

    4,257

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Teuku Umar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇