Jurnal Online Universitas Teuku Umar
Not a member yet
4257 research outputs found
Sort by
PENGARUH SEKTOR PERTANIAN DAN VARIABEL EKONOMI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH
This study aims to analyze the effect of the agricultural sector's contribution, farmers' terms of trade, milled dry grain price, and rice production on the poverty rate in Aceh Province, both partially and simultaneously. The data used are secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Aceh Province for the period 2014–2023. The analytical method employed is multiple linear regression using the EViews 10 software. The results show that partially, the contribution of the agricultural sector has a positive but statistically insignificant effect on the poverty rate. The farmers' terms of trade and the price of milled dry grain each have a negative but also statistically insignificant effect. In contrast, rice production has a positive and significant effect on the poverty rate. Simultaneously, the four independent variables are found to have a significant influence on the poverty rate in Aceh Province. Based on these findings, it is recommended that local governments not only focus on increasing production, but also pay greater attention to the distribution of agricultural output and the overall welfare of farmers. Agricultural policy should be directed toward strengthening competitiveness and sustainability in the sector to contribute more effectively to poverty alleviation efforts
Analisis Kualitas Air Pada Ekosistem Yang Berbeda Di Kampung Tihi-Tihi Kota Bontang Kalimantan Timur
Kampung Tihi-Tihi merupakan kampung terapung yang terletak di Kota Bontang, Kalimantan Timur, memiliki 3 (tiga) ekosistem yaitu; mangrove, terumbu karang dan padang lamun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan pada masing-masing ekosistem di Kampung Tihi-Tihi, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai dengan bulan Januari 2025. Pengambilan sampel air dilakukan pada 4 (empat) titik stasiun dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas perairan pada ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang bervariasi berdasarkan baku mutu biota PERMEN No. 20 Tahun 2021. Indeks pencemaran secara umum menunjukkan kategori kondisi tercemar ringan pada masing-masing ekosistem
Pendekatan Perencanaan Ruang Laut untuk Pengelolaan Sumber Daya Pesisir yang Berkelanjutan : Tinjauan Literatur Review
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep, manfaat, dan tantangan implementasi Marine Spatial Planning (MSP) dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan di Indonesia. Kajian ini disusun menggunakan metode Systematic Literature Review terhadap 8 artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2020–2024 dan diindeks dalam basis data Scopus serta SpringerLink. Proses seleksi mengikuti alur Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dengan kriteria inklusi artikel ilmiah berbahasa Inggris untuk menelusuri tren penerapan MSP, integrasi lintas sektor, dan keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goal 14). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi MSP sangat dipengaruhi oleh integrasi antar sektor, koordinasi kelembagaan, dan partisipasi aktif masyarakat pesisir. Temuan juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi spasial dalam mendukung pengelolaan ruang laut serta perlunya penguatan tata kelola berbasis ekosistem. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan data spasial, tumpang tindih kebijakan, dan lemahnya kolaborasi antarinstansi dalam pelaksanaan perencanaan ruang laut. Hasil penelitian ini mempertegas bahwa pengelolaan ruang laut yang efektif memerlukan pendekatan kolaboratif, berbasis ekosistem, dan didukung sistem informasi spasial yang terintegrasi. Implikasi kebijakan dari kajian ini menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan lintas sektor serta peningkatan kapasitas kelembagaan dalam rangka mewujudkan pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan
Penguatan Kesadaran Pengembangan Desa Wisata sebagai Produk Unggulan Menuju Pembagunan Berkelanjutan di Kabupaten Mandailing Natal
This community service initiative aimed to enhance public awareness in developing tourism villages as flagship village products and as platforms for collaborative business management to support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) in Mandailing Natal Regency. The implementation methods included socialization, training sessions, participatory discussions, and community mentoring. The outcomes demonstrated improved understanding and stronger commitment among community members and village officials regarding the significance of tourism villages in strengthening the local economy, preserving cultural heritage, and protecting the environment. Therefore, this program contributes to promoting tourism villages as leading village products and as effective instruments for advancing sustainable development at the local level
Penyuluhan Teknik Budidaya Ikan Tawar di Bawah Rumah Apung menggunakan Keramba Tancap di Desa Kuala Bubon Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat
This community service activity was conducted in Kuala Bubon Village, Samatiga District, West Aceh Regency, which is a coastal area where most residents live in floating houses. The program aimed to enhance community knowledge and skills in freshwater fish farming under floating houses using simple stake cage (keramba tancap) systems. The activities were carried out through field observations, counseling sessions, and hands-on training involving local residents. The training covered the installation of cages, fish seed selection, feeding, and maintenance techniques. The community showed high enthusiasm and actively participated throughout the process. As a result, residents gained new insights into aquaculture practices and began developing independent cultivation initiatives. This program demonstrated that a participatory and locally adapted approach can empower coastal communities, improve their economic resilience, and promote sustainable use of local aquatic resource
Pelatihan Bahasa Arab Dasar untuk Ummahāt di Komunitas Berbagi Muslimah Indonesia (KBMI)
Arabic plays a highly transcendental role in the lives of Muslims, especially ummahāt. One form of community service aimed at improving their proficiency in basic Arabic is the provision of intensive Linguaphone audio training. This training is designed to equip ummahāt with the ability to master basic Arabic skills. The methods employed include lectures, listening activities, practice, and feedback. Data were collected through observation and interviews conducted via Google Forms. The research subjects consisted of 10 ummahāt who participated in a basic-level training program for one month, from 22 September to 20 October 2025. The results of the training indicate that: (1) Linguaphone audio serves as the primary learning tool for ummahāt in understanding the learning materials, such as correct pronunciation of hijaiyah letters, vocabulary, expressions, and dialogues; (2) Linguaphone audio is an efficient learning medium in terms of time, energy, and cost; and (3) ummahāt greatly benefited from the basic Arabic language training program using Linguaphone audio, particularly those who had never participated in a tahsin program and were beginner learners of Arabic
Membangun Ketahanan Pangan dan Sosial Berkelanjutan: Peran KKN Reguler di Gampong Tangkeh Aceh Barat
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menjadi bagian penting dari kurikulum perguruan tinggi di Indonesia. Program ini dilaksanakan di Gampong Tangkeh, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Permasalahan utama yang ada ditengah masyarakat Gampong Tangkeh adalah ketergantungan pada komoditas sawit dan kurangnya pemanfaatan potensi lokal, khususnya lahan kosong yang dapat mendukung ketahanan pangan. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa bersama masyarakat merancang dan melaksanakan berbagai program, antara lain pengelolaan lahan lestari, pelatihan keterampilan digital (Microsoft Word), pelatihan pembuatan tape dan tempe, edukasi stop bullying, serta pelatihan tari tradisional Ranup Lampuan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi aktif warga tidak hanya meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat terhadap potensi lokal, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan semangat kebersamaan. Program KKN di Gampong Tangkeh menjadi pengalaman transformatif bagi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat desa dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan
Inovasi Sabun Cuci Piring Berbahan Ekstrak Daun Pandan untuk Pemberdayaan UMKM Desa Tingkeum Panyang Aceh Barat
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas masyarakat Desa Tingkeum Panyang dalam memanfaatkan daun pandan wangi sebagai bahan baku inovasi sabun cuci piring ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan alternatif produk rumah tangga yang lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan, mengingat residu kimia dari sabun komersial dapat berdampak negatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi produk ramah lingkungan, pelatihan pembuatan sabun cair berbahan ekstrak daun pandan, serta evaluasi program. Hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada semua aspek setelah kegiatan. Pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pandan sebagai bahan alami meningkat dari 10% menjadi 100%, pemahaman manfaat ekonomi naik dari 20% menjadi 100%, kesadaran lingkungan bertambah dari 30% menjadi 90%, serta keterampilan praktik pembuatan sabun melonjak dari 5% menjadi 100%. Bahkan, minat mengembangkan usaha UMKM berbasis sabun pandan meningkat dari 10% menjadi 100%. Pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa metode pelatihan dan praktik langsung sangat efektif dalam mentransfer teknologi sederhana sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal
Strategi Pengembangan Potensi Wilayah Seunagan Timur Melalui Analisis SWOT
Pengembangan wilayah berbasis potensi lokal menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian daerah. Kecamatan Seunagan Timur di Kabupaten Nagan Raya memiliki kekayaan sumber daya alam yang signifikan, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Pengabdian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan wilayah melalui pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Metode pengabdian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama wilayah meliputi luasnya hutan dan lahan pertanian, sementara kelemahannya adalah terbatasnya infrastruktur dan dominasi lahan tidak produktif. Peluang pengembangan terletak pada sektor ekowisata, teknologi pertanian, dan perikanan, sedangkan ancaman mencakup degradasi lingkungan, perubahan iklim, dan alih fungsi lahan. Empat strategi utama yang dihasilkan adalah strategi SO, ST, WO, dan WT yang difokuskan pada pengembangan ekowisata, irigasi modern, konservasi lingkungan, serta penguatan infrastruktur dasar. Hasil kajian ini diharapkan menjadi dasar perencanaan pembangunan berkelanjutan dan berbasis potensi lokal di kawasan pedesaan
Strategi Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendekatan Kolaboratif di Kuala Trang
Pengembangan desa wisata diyakini sebagai strategi pemulihan ekonomi dan pelestarian budaya, termasuk untuk Desa Kuala Trang di Nagan Raya yang memiliki potensi wisata pesisir namun belum tergarap optimal. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, kapasitas SDM, dan promosi. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Desa Kuala Trang melalui pendekatan kolaboratif multi-pihak (pentahelix). Metode yang digunakan diawali dengan observasi dan pemetaan potensi, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perangkat desa, masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan industri untuk melakukan analisis SWOT dan menyusun rencana aksi. Hasil observasi mengonfirmasi perlunya sinergi antar pemangku kepentingan, dimana masing-masing memiliki peran kunci. Hasil FGD menghasilkan strategi berbasis analisis SWOT, yang merekomendasikan empat pendekatan utama: pemanfaatan peluang oleh kekuatan internal (S-O), mitigasi ancaman oleh kekuatan internal (S-T), pemanfaatan peluang untuk mengatasi kelemahan (W-O), dan strategi defensif untuk mengatasi kelemahan dan ancaman (W-T). Respon masyarakat menunjukkan minat tinggi untuk terlibat, terutama sebagai pengelola spot wisata, dengan kebutuhan prioritas pada pembangunan fasilitas dan promosi. Simpulan dari artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi Kuala Trang menjadi desa wisata yang berkelanjutan daninklusif bergantung pada implementasi rencana aksi kolaboratif yang terfokus pada pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur, dan pemasaran yang berkelanjutan