Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Not a member yet
4319 research outputs found
Sort by
Pengaruh Lama Penyimpanan Dingin Karkas Fillet Marinasi Bawang Putih Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bakso Daging Sapi Terhadap pH,TPC, Dan Organoleptik
Pengaruh Lama Penyimpanan Dingin Karkas Fillet Marinasi Bawang
Putih Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bakso Daging Sapi Terhadap pH, TPC,
dan Organoliptik.
Karena bawang putih (Allium sativum Linn) mengandung asam diallyl
thiosulfinic, juga dikenal sebagai allicin, telah terbukti menjadi bumbu yang
menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh terhadap pH, TPC, dan organoliptik dari penyimpanan
dingin yang lama pada karkas fillet yang direndam dalam bawang putih sebagai
bahan baku bakso sapi.
Penelitian dilakukan bulan Januari 2020 di Laboratorium Rekayasa,
Program Studi Teknik Industri Pertanian Fakultas Pertanian Universitas
Tribhuwana Tunggadewi Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh terhadap pH, TPC, dan organoliptik dari penyimpanan
dingin yang lama pada karkas fillet yang direndam dalam bawang putih sebagai
bahan baku bakso sapi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah karkas
atau daging bagian dalam fillet sapi sebanyak 250 gram untuk setiap perlakuan.
Total Plate Count (TPC), uji organoleptik, dan tingkat keasaman (pH) menjadi
faktor yang dinilai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)
dengan pola faktorial 2 x 3 yang dipadukan dengan penelitian eksperimen. Dua
faktor perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
faktor I terdiri dari dua tahap: tahap pertama mengasinkan daging sebanyak tiga
persen dari beratnya dengan bumbu bawang putih, dan tahap kedua mengasinkan
daging sebanyak dua persen lagi. Kemudian faktor II meliputi 3 level yaitu level
kesatu dengan karkas fillet untuk lama simpan 1 hari, level kedua dengan karkas
fillet untuk lama simpan 3 hari, dan level 3 dengan karkas fillet untuk lama
simpan 6 hari. Analisis data digunakan analisis sidik ragam, jika berpengaruh
nyata dilanjutkan uji lanjut BNT.
Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan pada suhu dingin (4?C) selama 1
hari, 3 hari dan 6 hari dengan konsentrasi marinasi bawang putih (3% dan 5%) tidak
mempengaruhi tingkat keasaman (pH); hasil total plate count (TPC) tertinggi pada M3L3
dengan lama penyimpanan dingin (4?C) selama 6 hari dengan konsentrasi marinasi
bawang putih (5%) sebanyak 19,33 koloni/gr; rataan skor jawaban tertinggi hasil uji
organoleptik unsur rasa pada M2L1 dan M2L2 (lama penyimpanan dingin (4?C) selama 1
hari dan 3 hari dengan konsentrasi marinasi bawang putih (5%)) masing-masing sebesar
2,73; rataan skor jawaban tertinggi hasil uji organoleptik unsur keempukan pada M2L1
(lama penyimpanan dingin (4?C) selama 1 hari dengan konsentrasi marinasi bawang
putih (5%)) sebesar 2,53; dan uji organoleptik unsur rasa dan keempukan diketahui
adanya perbedaan perlakuan (lama penyimpanan dan suhu yang berbeda) tidak memberi
pengaruh yang nyata pada karkas fillet marinasi bawang putih sebagai bahan baku
pembuatan bakso daging sapi.Yayasan Bina Patria Nusantar
Pengaruh Pengendalian, Persediaan Bahan Baku, Persaingan Usaha terhadap Pendapatan Hasil Produksi (Studi Kasus pada UKM Batu Chocolate Kecamatan Junrejo, Kota Batu)
Penelitian ini berupaya untuk mengetahui secara parsial dan simultan bagaimana persaingan perusahaan, ketersediaan bahan baku, dan pengendalian mempengaruhi pendapatan produksi pada UKM Batu Coklat di Kecamatan Junrejo Kota Batu. Investigasi penjelasan semacam ini menggunakan metode kuantitatif. Di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, terdapat 27 pemilik dan pengurus UKM Batu Cokelat. Teknik sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk pengolahan data, sedangkan uji t dan uji F digunakan untuk pengujian hipotesis. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mempunyai nilai koefisien regresi positif, dengan koefisien determinasi keseluruhan (R2) sebesar 0,696 atau sumbangan pengaruhnya sebesar 69,6%. Diketahui bahwa secara parsial dan bersamaan, penguasaan, penyediaan bahan baku, dan daya saing usaha mempunyai pengaruh yang besar terhadap pendapatan produksi pada UKM Coklat Batu, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Hasil uji hipotesis F secara simultan (Fhitung > Ftabel) dan uji t parsial (thitung > ttabel) menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mempunyai nilai thitung > ttabel dengan nilai p < 0,05. UKM perlu fokus dan melakukan penyesuaian di sejumlah bidang untuk meningkatkan pendapatan mereka, termasuk pengendalian, pasokan bahan baku, dan daya saing perusahaan.Yayasan Bina Patria Nusantar
Hubungan Kejadian Stunting dengan Perkembangan Balita di Desa Pandesari Dusun Jurang Rejo Posyandu Lestari 5, Lestari 6 dan Lestari 12 Kecamatan Pujon Kabupaten Malang
Kejadian stunting pada balita terus meningkat, hal ini akan berdampak pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian stunting dengan perkembangan balita di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 28 balita dengan jumlah sampel sebanyak 28 balita. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah kejadian stunting, variabel dependen adalah perkembangan balita. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi kejadian stunting dan lembar KPSP. Analisis data menggunakan uji spearman's rho. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar balita mengalami tinggi badan yang pendek pada balita di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Hampir setengahnya perkembangan balita di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang meragukan. Ada hubungan kejadian stunting dengan perkembangan balita di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dengan nilai (p= 0,000). Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih kompleks tentang status gizi, penyakit infeksi, kelainan, asupan makan dan penghasilan orang tua yang dapat mempengaruhi terjadi stunting dan gangguan perkembangan balita.Yayasan Bina Patria Nusantar
Asuhan Keperawatan pada Pasien Bronkopneumonia dengan Masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif di Ruangan Asoka RSUD Bangil
Anak-anak sangat rentan terhadap penyakit yang berpotensi mematikan, bronkopneumonia, karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Akibatnya, haemophilus influenza dan streptococcus pneumoniae merupakan penyebab pneumonia bronkial yang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Studi kasus ini bertujuan untuk merinci perawatan penyelamatan yang diberikan kepada pasien yang menderita bronkopneumonia yang mengalami masalah penyelamatan akibat pola pernapasan yang tidak teratur di ruang Asoka Rumah Sakit Bangil. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus. Partisipan penelitian ini adalah tiga anak yang menderita bronkopneumonia. Ada kekhawatiran tentang kebiasaan bernapas yang tidak memadai. Latihan tersebut mengevaluasi kedalaman, kecepatan, dan gerakan dada. Sebelum mendapatkan perawatan penyelamatan, pasien melaporkan adanya ronki tambahan, pola pernapasan cepat dan dangkal, pernapasan hidung, sesak napas, dan laju pernapasan yang meningkat. Setelah menerima perawatan penyelamatan, ketiga pasien dapat berkomunikasi dengan laju pernapasan, dan bayi baru lahir tidak menunjukkan tanda-tanda dispnea, pernapasan hidung, atau suara napas yang tidak disengaja. Selain itu, oksigen telah ditarik dari anak tersebut, dan anak tersebut tampak tenang. dalam batas-batas yang normal. Oleh karena itu, pengobatan saluran pernapasan pasien dapat bermanfaat bagi mereka yang menderita bronkopneumonia. Diyakini bahwa penelitian lebih lanjut akan memungkinkan mereka untuk meneliti variabel lain, seperti perilaku pasien dan rutinitas rumah tangga, yang dapat memperburuk penyakit mereka.Yayasan Bina Patria Nusantar
Asuhan Keperawatan pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan Masalah Keperawatan Gangguan Pertukaran Gas di Ruangan ICU Melati RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan
Ginjal sangat penting untuk menyaring dan membuang produk limbah seperti urea, yang merupakan produk limbah metabolisme protein yang mengandung nitrogen, racun, dan terlalu banyak garam, meskipun jantung bertugas melakukannya. Jika ginjal tidak mampu membuang limbah dari tubuh dan menyaringnya, pertukaran gas akan terganggu. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang terapi yang diberikan kepada pasien dengan penyakit ginjal kronis (CKD) yang mengalami masalah dalam mempertahankan pertukaran gas yang rendah. Desain studi kasus kualitatif digunakan. Tiga pasien dewasa dengan penyakit ginjal kronis (CKD) memenuhi persyaratan: mereka perlu mendapatkan perawatan, menderita CKD, dan bersedia menerima terapi. masalah yang berkembang terkait dengan pertukaran gas yang terganggu. Sebelum memulai terapi, pasien mengeluhkan kesulitan bernapas, edema ringan di seluruh tubuh, dan temuan abnormal dari alat analisis gas darah. Laju pernapasan dan gangguan pernapasan pasien berkurang setelah pemberian pemantauan pernapasan dan penyeimbangan asam-basa, dan pembacaan gas darah ketiga pasien sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk hasil yang diinginkan. Diharapkan penelitian lebih lanjut pada akhirnya akan menggabungkan terapi untuk mendapatkan hasil terbaik.Ginjal sangat penting untuk menyaring dan membuang produk limbah seperti urea, yang merupakan produk limbah metabolisme protein yang mengandung nitrogen, racun, dan terlalu banyak garam, meskipun jantung bertugas melakukannya. Jika ginjal tidak mampu membuang limbah dari tubuh dan menyaringnya, pertukaran gas akan terganggu. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang terapi yang diberikan kepada pasien dengan penyakit ginjal kronis (CKD) yang mengalami masalah dalam mempertahankan pertukaran gas yang rendah. Desain studi kasus kualitatif digunakan. Tiga pasien dewasa dengan penyakit ginjal kronis (CKD) memenuhi persyaratan: mereka perlu mendapatkan perawatan, menderita CKD, dan bersedia menerima terapi. masalah yang berkembang terkait dengan pertukaran gas yang terganggu. Sebelum memulai terapi, pasien mengeluhkan kesulitan bernapas, edema ringan di seluruh tubuh, dan temuan abnormal dari alat analisis gas darah. Laju pernapasan dan gangguan pernapasan pasien berkurang setelah pemberian pemantauan pernapasan dan penyeimbangan asam-basa, dan pembacaan gas darah ketiga pasien sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk hasil yang diinginkan. Diharapkan penelitian lebih lanjut pada akhirnya akan menggabungkan terapi untuk mendapatkan hasil terbaik.Yayasan Bina Patria Nusantar
Penggunaan Poc Urin Kambing Dan Kcl Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Ungu (Zea Mays L.) Var. Grade F1
Karena sebagian besar masyarakat Indonesia mengonsumsi jagung (Zea mays L.) sebagai pengganti nasi dan juga menggunakannya sebagai pakan ternak, jagung merupakan makanan yang populer di kalangan penduduk negara ini. Di Sub-lokal Wagir, Kabupaten Malang, produksi jagung mengalami perubahan pada tahun 2016?2018. Ketidakpastian seputar produksi jagung berasal dari kecerobohan para peternak dalam menggunakan lahan hortikultura, dampak penggunaan kompos yang berlebihan, dan konversi lahan yang sudah matang menjadi lahan panen saat ini. Kotoran kambing mengandung bahan kimia pengembangan dan memiliki kadar N dan K yang sangat tinggi. Di tanah masam, suplemen P adalah salah satu faktor yang paling menghambat efisiensi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bagian KCL dan kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan perbaikan tanaman jagung ungu di lahan inceptisol. Dalam tinjauan ini, digunakan rencana acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua bagian perlakuan. Evaluasi Kencing Kambing (U) pada Lima Tingkatan: U0: Limbah air/liter (kontrol) U2: 150 ml/liter dan U1: 100 ml/liter. U3: satu liter sama dengan 200 mililiter. 2,5 ml per liter adalah U4. Untuk perkiraan KCL (K) 3 derajat Bagian 2, pengendalian diingat pada waktu rata-rata K0. K1 : KCL 50 kg/ha K2 : KCL 100 kg/ha. Tingkat tanaman, lebar batang, daerah daun, panjang tongkol, bobot tongkol, dan bobot tongkol segar 100 biji termasuk di antara variabel-variabel tersebut, menurut perspektif yang adil. Data yang cerdas akan dikenakan Varians untuk memastikan pengaruh organisasi pengobatan. Berikan ujian itu tampilan yang serius. Uji kontras paling ekstrim digunakan pada tingkat 5% jika terjadi perbedaan yang signifikan.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan POC dan KCL kencing kambing berhubungan dengan terbentuknya tanaman dewasa pada umur 7, 14, 21, 28, 35, dan 42 HST serta batang dewasa pada umur tersebut. Namun, hal ini menghadirkan sejumlah tantangan. Selain itu tatanan tanaman jagung ungu dapat dibangun dengan menggunakan KCL (U4K2) 100 kg/ha dan POC pipis kambing 250 ml/liter. Manfaat lainnya antara lain tingkat tanaman, pemisahan tanaman, luas daun, bobot baru, dan bobot 100 bijiYayasan Bina Patria Nusantar
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesadaran Pemilik UKM dalam Membayar Pajak (Studi Kasus pada UKM Kecamatan Kedungkandang Kota Malang)
UMKM di Kecamatan Kedungkandang Malang mayoritas memiliki NPWP dan terdaftar sebagai pekerja wajib. Jika melihat sejumlah faktor dari sudut pandang perpajakan, hal ini tidak terjadi. Hal ini merupakan konsekuensi dari terdaftarnya UKM sebagai wajib pajak yang seringkali terjadi karena adanya kebutuhan dan preferensi pihak yang berkepentingan, termasuk keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur dampak sanksi pajak terhadap pengetahuan wajib pajak terhadap UMKM di Kedungkandang, dampak terhadap pemahaman wajib pajak terhadap UMKM di Kedungkandang, dan dampak terhadap kesadaran wajib pajak terhadap wajib pajak. Analisis kuantitatif menggunakan data primer dan sekunder, dokumentasi, survei distribusi, dan metode pengumpulan data wawancara. Kriteria regresi yang meliputi uji heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan normalitas digunakan dalam penelitian regresi. Kemudian dilanjutkan dengan hipotesis regresi dengan memperhatikan uji t, uji f, dan analisis regresi berganda. Dengan koefisien determinasi yang berkisar antara 0,005 0,05. Di luar itu, pemahaman seseorang terhadap pajak tidak banyak berpengaruh terhadap kesadaran wajib pajak. Hal ini juga didukung dengan nilai koefisien determinasi yaitu 0,126 > 0,05 pada taraf signifikansi 5%.Yayasan Bina Patria Nusantar
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Landungsari
Pembelajaran menggunakan model STAD ini dilatarbelakangi rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS materi Bagian Tubuh Tumbuhan di kelas IV SD Negeri 1 Landungsari. Hal ini disebabkan karena guru tidak menggunakan metode yang mengaktifkan siswa sehingga siswa pasif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu dilaksanakan pembelajaran menggunakan model STAD. Tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dilaksanakan dalam 2 siklus.
Pembelajaran menggunakan model STAD ini bertujuan untuk mendapatkan data untuk menentukan efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran IPAS materi Bagian Tubuh Tumbuhan. Pembelajaran menggunakan menggunakan model STAD ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek pembelajaran menggunakan model STAD adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Landungsari yang berjumlah 30 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Pembelajaran menggunakan model STAD dilaksanakan pada semester I tahun ajaran 2023/2024 bulan Agustus 2023. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan lembar tes selama tindakan dan dokumentasi pelaksanaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dari skor dasar dengan persentase 23,33% pada ulangan harian I dengan persentase 43,33% dan pada ulangan harian II dengan persentase 93,33%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar materi bagian tubuh tumbuhan siswa kelas IV SD Negeri 1 Landungsari pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024.Yayasan Bina Patria Nusantar
Asuhan Keperawatan Nyeri Kronis pada Pasien Hipertensi dengan Pemberian Jus Mentimun di Raal Griya Asih Lawang
Setiap tahun, Indonesia mengalami peningkatan prevalensi hipertensi. Penyakit vaskular atau kelainan kontraktilitas pembuluh darah merupakan sumber nyeri kronis pada penderita hipertensi. Ada beberapa cara untuk menghindari hipertensi, dan jus mentimun hanyalah salah satunya. Rasa tidak nyaman yang kronis sering terjadi pada penderita hipertensi, dan hal ini biasanya menimbulkan kekhawatiran besar. Untuk menjelaskan penggunaan jus mentimun sebagai metode pengobatan kanker kronis bagi pasien hipertensi, RAAL Griya Asih Lawang melakukan studi kasus. Dalam penelitian ini, tiga orang penderita hipertensi dari Griya Asih Lawang dipekerjakan sebagai pelanggan. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang meliputi observasi langsung, wawancara, pengamatan, dan pengumpulan data melalui pemeriksaan pasien hipertensi. Salah satu masalah toksisitas yang terdeteksi adalah nyeri kronis, yang mana minum jus mentimun dan mengobati kondisi tersebut merupakan terapi yang disarankan. Sebelum menerima intervensi terapi, pasien ketiga melaporkan mengalami sakit kepala, pusing, dan tekanan darah tinggi, menurut penelitian tersebut. Namun demikian, setelah intervensi, tekanan darah pasien kembali normal, pusingnya berkurang, dan mereka tidak lagi merasa tidak nyaman. Hasilnya, penderita hipertensi yang berjuang melawan penyakit kronis dan tekanan darah tinggi dapat memperoleh manfaat dari terapi jus mentimun. Diharapkan penelitian serupa dapat dilakukan oleh teori-teori berbeda yang melihat pengaturan perilaku makan dan menjalani hidup sehat.Yayasan Bina Patria Nusantar
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi dengan Tekanan Darah Peserta Kegiatan Prolanis di Puskesmas Dau
Hipertensi dikenal sebagai tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi di mana pembuluh darah mengalami peningkatan tekanan secara terus-menerus. Menurut National Library of Medicine penderita hipertensi terus mengalami peningkatan, oleh karena itu perlu adanya kepatuhan pasien hipertensi dalam melakukan terapi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak yaitu dengan pemberian stimulus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ?Hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi golongan Beta Blockers dengan tekanan darah peserta kegiatan Prolanis di Puskesmas Dau?. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta aktif kegiatan Prolanis di Puskesmas Dau yaitu sebanyak 65 orang, dan teknik sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan observasi tekanan darah. Pengujian hipotesis menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat antihipertensi golongan Beta Blockers hampir setengahnya dikategorikan memiliki tingkat kepatuhan cukup yaitu sebanyak 24 orang (36,9%), tekanan darah peserta kegiatan Prolanis sebagian besar dikategorikan memiliki tekanan darah normal yaitu sebanyak 47 orang (72,3%), dan hasil pengujian hipotesis didapatkan nilai signifikan 0,000 (p value ? 0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan H1 diterima, artinya ada hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi golongan Beta Blockers dengan tekanan darah peserta kegiatan Prolanis di Puskesmas Dau. Berdasarkan hasil temuan tersebut, diharapkan peserta Prolanis dapat meningkatkan kepatuhan minum obat untuk mencapai keberhasilan yaitu kesembuhan, dan untuk petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat penggunaan obat antihipertensi golongan Beta Blockers serta diperlukan upaya dukungan petugas untuk mendorong masyarakat terutama pasien hipertensi untuk patuh minum obat.Yayasan Bina Patria Nusantar