Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Not a member yet
    4319 research outputs found

    Pelayanan Prima Desa Jedong Kecamatan Wagir Kabupaten Malang

    Get PDF
    Berikut ini adalah beberapa contoh unsur pelayanan prima yang dapat dijadikan pedoman dalam memberikan pelayanan prima dalam upaya memuaskan masyarakat, yaitu: kemampuan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan, tanggung jawab, dan kenyamanan. Selain menerima keluhan dari masyarakat, peneliti juga melihat adanya permasalahan dalam pelayanan publik, seperti metode dan prosedur kerja yang berbelit-belit. Kurangnya komunikasi antara masyarakat dengan petugas. Masih adanya persepsi masyarakat terhadap proses pelayanan yang terlalu rumit dikarenakan hasil temuan yang kurang akurat dan adanya kendala dalam memahami dan melaksanakannya. Jam kerja yang kurang diperhatikan oleh Pemerintah Desa Jedong. Berdasarkan pengabdian masyarakat dalam menerima pelayanan administrasi dari pemerintah, etos kerja, kemampuan memberikan pelayanan prima, dan tidak menghiraukan pikiran dan pendapat masyarakat. Mendahulukan kepentingan masyarakat Perilaku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu atau saat berinteraksi dengan orang lain tercermin dalam sikapnya. Hal ini merupakan strategi dalam menciptakan dan membina hubungan pelanggan yang positif dan harmonis berdasarkan filosofi tiga A menurut Zulkarnain Wildan dan Sumarsono (2018). 2. Perhatian merupakan layanan yang memerlukan pemusatan perhatian untuk memberikan titik konsentrasi yang lebih kuat kepada pelanggan. 3. Tidak seperti semua bentuk layanan lainnya, tindakan merupakan aktivitas nyata yang melibatkan perubahan dari sikap menjadi perhatian. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Tiga pendekatan digunakan untuk memperoleh data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menemukan dan menyebarluaskan standar layanan administrasi untuk kebutuhan masyarakat di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, bersama dengan unsur-unsur yang memudahkan atau menghalangi pemberian layanan tersebut, merupakan tujuan dari penelitian ini. Dalam memberikan layanan administrasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, polisi Desa Jedong selalu menyambut masyarakat dengan senyuman dan bersikap sopan. Tingkat kepedulian yang ditunjukkan oleh polisi Desa Jedong, yang selalu memandu warga melalui proses penulisan surat dan memperhatikan masalah yang dihadapi lingkungan sekitar. Polisi Desa Jedong selalu bersedia membantu warga setempat dan cepat dalam menanggapi setiap masalah. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang layanan administrasi untuk kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah bahwa petugas polisi Desa Jedong kurang menyadari kebutuhan masyarakat. Staf kantor desa masih dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.Yayasan Bina patria Nusantar

    Respon Pemberian Pupuk Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan Tanaman Buncis

    Get PDF
    Buncis merupakan salah satu tanaman sayuran yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia karena bermanfaat bagi tubuh karena manfaat gizinya yang tinggi serta dapat dikonsumsi sebagai sayuran hijau. Upaya untuk meningkatkan produksi kacang-kacangan adalah dengan menyediakan kompos yang layak dan sesuai dengan kebutuhan tanaman kacang-kacangan. Perawatan tanaman adalah metode yang melibatkan penambahan suplemen miniatur dan skala penuh untuk menabur benih dan mengembangkan lebih lanjut desain tanah serta membantu memperluas perkembangan dan hasil tanaman. Masalah mendasar yang dihadapi dalam budidaya adalah bahwa tanah dipenuhi dengan sifat asam dan juga miskin nutrisi. meningkatkan efisiensi kacang-kacangan melalui pengembangan pertanian dengan meningkatkan sumber daya masyarakat yang melimpah, misalnya, memperoleh tanaman kacang-kacangan yang ideal untuk mengatasi permasalahan pangan, khususnya kebutuhan protein nabati. Perlakuan PGPR dan kotoran kambing mampu menurunkan pertumbuhan tanaman kacang-kacangan. Maksud dari kajian ini adalah untuk memutuskan dan memusatkan perhatian pada ada tidaknya kerjasama antara porsi pemberian kompos PGPR dan pupuk kambing pada tanaman kacang-kacangan. Mengetahui dan mengkaji dampak pemberian kompos PGPR dan kotoran kambing terbaik terhadap perkembangan dan hasil kacang. Pemeriksaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktorial yang diulang beberapa kali (3 kali redundansi). Unsur utamanya adalah kompos P (PGPR) dan komponen selanjutnya adalah kompos K (Kotoran Kambing). Variabel utamanya adalah kompos PGPR, yaitu: P0 = (Kontrol) ml/liter air, P1 = 7,5 ml/liter air, P2 = 15 ml/liter air, P3 = 22,5 ml/liter air. Unsur selanjutnya adalah pupuk kambing K yaitu: K0 = 0 ton/ha (kontrol), K1 = 10 ton/ha (120 gram/tanaman), K2 = 20 ton/ha (240 gram/tanaman). Berdasarkan faktor perlakuan, terdapat 12 campuran perlakuan yang diulang berkali-kali sehingga terdapat 36 unit eksplorasi. Setiap unit eksplorasi terdapat 2 tanaman uji, sehingga seluruhnya terdapat 72 tanaman uji. Jumlah mutlak tanaman yang akan ditata adalah 100 tanaman. Komunikasi antara campuran perlakuan PGPR dan kompos kambing secara mendasar mempengaruhi batas tingkat tanaman pada umur 7 tahun hst, 14 hst, 21 hst, 28 hst dan 35 hst. Sementara itu, wilayah daun pada umur 21 tahun, 28 hari, dan 35 hari, serta batas wilayah daun terjadi pada umur 28 tahun. Pemberian kompos PGPR dan kotoran kambing dengan porsi perlakuan PGPR 22 ml/liter air + Kotoran Kotoran Kambing 20 ton/ha sangat berdampak terhadap pertumbuhan dan hasil biji pada batas tingkat tanaman, luas daun, bobot baru brangkasan dan produksi.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Penerapan Pemotongan Pajak Pertambahan Nilai Atas Pembelian Barang pada Desa Pendem Kota Batu

    Get PDF
    Mencari tahu bagaimana pengurangan pajak pertambahan nilai untuk pembelian barang harus digunakan dan apakah perhitungan pajak pertambahan nilai mematuhi undang-undang perpajakan yang relevan adalah dua tujuan utama penelitian ini. Dengan bantuan literatur, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk mencapai tujuan ini. Di lokasi penelitian, data langsung dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi ini melihat kebijakan dan pengurangan pajak pertambahan nilai atas pembelian komoditas menggunakan data transaksi yang dikumpulkan antara bulan April dan Desember 2022 serta bulan Januari dan November 2023. Berdasarkan hasil studi, program E-Bupot telah memungkinkan Desa Pendem, Kota Batu berhasil menerapkan nilai. pajak pertambahan, pemotongan, dan penghitungannya. Meski demikian, kesalahan pada sistem e-filling E-Bupot telah beberapa kali menyebabkan keterlambatan pembayaran pajak. Oleh karena itu, diharapkan agar Anda selalu mencatat secara manual dan melakukan verifikasi ganda untuk memastikan tidak pernah ada keterlambatan pembayaran pajak karena kesalahan sistem.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Penambahan Tepung Sagu Dengan Level Yang Berbeda Terhadap Kadar Protein, Serat Kasar, Uji Organoleptik Pada Bakso Kombinasi Daging Ayam dan Daging Sapi

    No full text
    Hidangan daging klasik seperti bakso termasuk sumber makanan padat gizi yang terkenal dan sangat diinginkan di kalangan masyarakat umum. Tujuan pengolahan bakso adalah untuk menghasilkan produk dengan kualitas unggul sehingga pelanggan akan menikmatinya. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bakso akan menentukan seberapa baik hasilnya. Untuk membuat bakso berkualitas tinggi, sangat penting untuk menggunakan bahan-bahan yang tidak menimbulkan risiko kesehatan. Dibutuhkan daging segar untuk menyiapkan bakso; daging yang populer akan menjadi alot. Resep bakso sering kali meminta daging sapi atau ayam sebagai jenis daging. Tepung sagu adalah bahan lain yang berdampak pada kualitas bakso; digunakan sebagai pengisi. Widya dan Murtini (2006) menegaskan bahwa bakso berkualitas lebih tinggi dapat dibuat dengan memasukkan elemen daging ke dalam adonan bakso. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah tepung sagu terhadap kadar protein, kadar serat kasar, dan uji organoleptik pada campuran bakso sapi dan bakso ayam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut: P1: 40% tepung sagu + daging ayam; P2: 40% tepung sagu + daging sapi; P3: 40% tepung sagu + daging ayam; P4: 50% tepung sagu + 50% tepung sagu; P5: 50% tepung sagu + daging sapi; dan P6: 50% tepung sagu + daging ayam + daging sapi. Penelitian ini menggunakan analisis ragam atau ANOVA (Analysis of Variance). Hasil penelitian pengaruh penambahan tepung sagu pada campuran bakso sapi dan bakso ayam menunjukkan "tidak berpengaruh nyata" (P>0,05) terhadap serat kasar, tetapi "berpengaruh sangat nyata" (P<0,05) terhadap kadar protein dan uji organoleptik (warna, rasa, tekstur). Sedangkan perlakuan P5 yang memberikan hasil paling besar yaitu dengan perbandingan daging sapi dan tepung sagu 50% mempunyai nilai total sebesar 0,778%.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Faktor-Faktor Pengaruh Kinerja Karyawan (Pramusaji) terhadap Kepuasan Mahasiswa di Kantin Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

    No full text
    Kualitas layanan adalah standar keunggulan yang diantisipasi dan tingkat kendali atas standar tersebut untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Sejauh mana layanan memenuhi atau melampaui harapan klien adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur kualitas layanan. Ukuran kepuasan siswa terhadap layanan kantin didasarkan pada perasaan mereka mengenai perbedaan antara harapan mereka dan kinerja atau hasil sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi sejauh mana kepuasan mahasiswa di kantin Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dipengaruhi oleh bukti nyata, empati, dan daya tanggap. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik deskriptif. Pendekatan dokumentasi data dari sumber data sekunder atau studi kepustakaan menjadi metode pengumpulan data utama yang diterapkan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian, yaitu Bukti fisik (Tangibles) dan Empati (Emphaty) dapat memberikan pengaruh yang positif dan signifikan di kantin Universitas Tribhuwana Tunggadewi Kota Malang. Sedangkan, daya Tanggap (Responsiveness) tidak dapat memberikan pengaruh yang positif dan signifikan di kantin Universitas Tribhuwana Tunggadewi Kota Malang.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi pada UKM di Kota Malang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah variabel seperti usia wirausaha, tingkat pendidikan manajer, dan tingkat pendidikan akuntansi mempengaruhi tingkat pemanfaatan sistem informasi akuntansi oleh usaha kecil dan menengah di Kota Malang. Dalam penelitian kualitatif ini, kuesioner digunakan. Karena kami mendapatkan data dari masyarakat umum, kami menggunakan survei sebagai metode utama untuk mengumpulkan data. Studi ini melihat sekitar 500 bisnis kecil di Kota Malang (Sumber: Serikat Koperasi dan Dinas UKM Kota Malang, 2021). Sampel penelitian ini terdiri dari 40 bisnis kecil dan menengah yang dipilih secara acak. Data yang dianalisis melalui program SSPS digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa pendidikan manajemen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bagaimana usaha kecil menengah di Kota Malang menggunakan sistem informasi akuntansi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan manajemen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap seberapa baik seseorang menggunakan sistem informasi akuntansi. dan penggunaan sistem pembayaran dipengaruhi oleh usia perusahaan. Pelatihan akuntan dan sistem informasi akuntansi usaha kecil dan menengah sangat penting untuk penggunaan sistem akuntansi di Kota Malang.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Asuhan Keperawatan pada Pasien Cedera Otak Berat Post Operasi Craniatomi dengan Masalah Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial di Ruang ICU RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan

    No full text
    Penyakit yang yang mendapatkan akibat dikarenakan keberadaan benturan termasuk pukulan yang terbilang keras bagian kepala yang memberikan akibat menurunnya kesadaran dan cederanya pada otak yang terbilang berat dengan pengertian keberadaan GCS yang kurang dari delapan disebut cedera otak yang berkategori berat dengan singkatannya COB. Keberadaan perawat fungsinya adalah pelaksana dari askep dengan cara yang komprehensif dalam hal melakukan tindakannya askep dimulai dari pengkajian dan penentuan diagnosanya akan keperawatan dan juga melakukan intervensi serta implementasi dan juga evaluasi termasuk dokumentasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi asuhan keperawatan pada pasien cedera otak berat post operasi craniatomi dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial di ruang ICU RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 pasien cedera otak berat post operasi craniatomi dengan masalah keperawatan penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Hasil: dari tindakan yang dilakukan oleh perawat ditemukan hasil yang berbeda antara pasien satu dengan pasien lain. Berdasarkan implementasi yang dilakukan selama 3x24 jam mendapatkan evaluasi yang berbeda.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengelolaan Alokasi Dana Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Kepuharjo Kabupaten Malang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kepuharjo, Kabupaten Malang. Dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif, penelitian dilakukan di kantor Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sementara tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pengelolaan alokasi dana desa berjalan efektif, namun terdapat keterlambatan dalam pelaporan akuntabilitas pemerintah desa Kepuharjo karena kekurangan sumber daya manusia. Meskipun demikian, Desa Kepuharjo telah berhasil mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam peningkatan pelayanan kesehatan dan infrastruktur, melalui skema Alokasi Dana Desa.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Konsep Desain Ekologis Alun-Alun Kota Malang Sebagai Habitat Burung

    No full text
    Alun-Alun Kota Malang menjadi contoh kawasan terbuka hijau yang meningkatkan nilai ekologi suatu kota. Lingkungan sekitar mungkin menjadi bagian darinya. Kehadiran burung dapat meningkatkan fungsi ekosistem perkotaan. Memperkuat pentingnya ruang terbuka sebagai habitat burung sangat penting untuk menciptakan keseimbangan ekologi di kawasan perkotaan. Penelitian ini berupaya menciptakan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai habitat burung. Salah satu cara untuk melindungi burung adalah dengan menyediakan area birding di tempat terbuka seperti alun-alun. Pendekatan deskriptif digunakan melalui survei lapangan dan penelitian literatur. Konsep utamanya adalah menciptakan sebuah alun-alun yang seperti taman burung, dapat mendukung interaksi manusia-burung baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tetap menjaga fungsi alami alun-alun tersebut. Konsep desain dengan bentuk plastik yang mudah dibentuk dan estetika art deco yang semarak. Efek dinamis ini akan digunakan pada pola sirkulasi persegi dan tidak menentu agar terlihat lebih natural. Bentuk persegi mengurangi kekerasan lingkungan sekitar, hal ini berguna karena sebagian besar terletak di pusat kawasan perkotaan yang sibuk. Pengunjung dapat melihat burung di kanopi pohon dengan menggunakan teropong di dek observasi dan rel kanopi pohon. Total terdapat 152 pohon dari 14 jenis vegetasi pohon yang berbeda di Alun-Alun Kota Malang, dengan pohon beringin merupakan mayoritas (47 pohon) dan tiga jenis vegetasi pohon yang menghasilkan makanan secara alami: pohon carryin, pohon kayu manis, dan palem sadeng. Jenis burung yang ada di areal persegi berjumlah 1443. Berdasarkan empat petak yang menyusun situs tersebut, dilakukan pengamatan. Satu plot setiap hari menerima tiga kali pengamatan pada pagi, siang, dan sore hari. Pengamatan ini menggunakan kamera yang dipasang pada monokuler untuk menangkap gambar sebagai dokumentasi selama tiga minggu. Saran yang diberikan antara lain menjadikan alun-alun menjadi kolam renang tempat masyarakat bisa minum dan mandi, membangun jembatan di atas sungai buatan, merancang bangku atau bangku taman untuk tamu, membangun sarang merpati mengikuti aliran sungai buatan, mengelilingi alun-alun dengan sungai buatan untuk memudahkan satwa liar minum dan mandi, membangun gazebo di samping sungai buatan sebagai tempat berkumpulnya tamu, membangun taman bermain untuk anak-anak bermain dan memanfaatkanYayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Aplikasi Biochar Sekam Padi dan Asap Cair Tempurung Kelapa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frustescens L.)

    No full text
    Tanaman sayur yang memiliki ciri tumbuhan berkayu, bercabang, dan tegak termasuk dalam tanaman hortikultura, termasuk tanaman cabai. Ada beberapa jenis tanaman cabai yang tumbuh di Indonesia, termasuk cabai rawit (Capsicum frustescens L.). Ada beberapa alasan mengapa hasil panen tanaman cabai Indonesia menurun, termasuk hama dan penyakit, kualitas tanah yang buruk akibat penggunaan pupuk kimia atau anorganik yang berlebihan, dan faktor lainnya. Agen hayati dapat digunakan sebagai sarana penerapan tindakan pengendalian organik. Agen hayati, atau senyawa yang berasal dari tanaman dengan sifat bioaktif, merupakan pestisida pengganti untuk pengendalian OPT. Agen hayati dibuat dari asap cair dari tempurung kelapa. Biochar, di sisi lain, merupakan bahan organik dengan kualitas stabil yang dapat digunakan sebagai pembenah tanah di tanah kering. Di lahan pertanian di Desa Landungsari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, penelitian dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Mei tahun 2023. Dalam penelitian ini, Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial memiliki tiga kali ulangan dan dua komponen perlakuan. Tingkat perlakuan Faktor Tiga dapat dicapai dengan satu dosis pupuk biochar sekam padi (B): B0 = Kontrol (biochar tidak ada); B1 = 30 g biochar per polybag; dan B2 = 60 g biochar per polybag. Aplikasi asap cair nol, aplikasi asap cair A1, aplikasi asap cair A2, dan aplikasi asap cair A3 adalah empat tingkat perlakuan yang membentuk faktor dua dosis asap cair (A) dari tempurung kelapa. Total tiga puluh enam unit percobaan dua belas kali tiga, atau tiga kali ulangan dan dua belas kombinasi perlakuan dari perlakuan ini. Total tujuh puluh dua tanaman, dua tanaman di setiap unit percobaan. Beberapa kriteria pengamatan meliputi perendaman benih, penanaman, pelabelan, pelabelan, pemindahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, dan pemanenan. Kriteria lainnya meliputi penerapan asap cair dari tempurung kelapa, penerapan arang sekam padi, dan penyiapan media tanam. Aplikasi kombinasi biochar sekam padi dan asap cair dari tempurung kelapa memiliki dampak substansial pada semua elemen pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit, menurut hasil penelitian. Perlakuan B2A3 menghasilkan rata-rata terbaik di semua ukuran, menurut data. Perlakuan tersebut terdiri dari 60 g biochar sekam padi dan 9% asap cair dari tempurung kelapaYayasan Bina Patria Nusantar

    2,389

    full texts

    4,319

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇