Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Not a member yet
    4319 research outputs found

    Strategi Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Potensi Lokal di Desa Torongrejo Kota Batu

    Get PDF
    Pariwisata merupakan sektor yang strategis dalam pembangunan suatu negara, tidak hanya sebagai sumber pendapatan tetapi juga sebagai sarana promosi budaya dan pertukaran antarbangsa. Pemerintah memiliki peran krusial dalam mengembangkan potensi pariwisata agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan ekonomi. Dalam konteks ini, tulisan ini akan membahas strategi pemerintah dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal. Desa Torongrejo merupakan suatu desa yang memiliki potensi lokal yang dapat dijadikan destinasi wisata dan kekayaan alamnya yang mendukung untuk mengembangan pariwisata. Tidak kalah penting juga bahwa pemerintah desa Torongrejo sebagai aktor utama dalam pengembangan wisata berbasis potensi lokal desa Torongrejo. Wisata yang dikelola oleh pemerintah desa Torongrejo harus memiliki strategi yang matang dan Konpherensif dalam mengembangkanya agar meningkatkan ekonomi di desa Torongrejo. Akan tetapi pengembangan wisata di Desa Torongrejo belum maksimal oleh karena itu dalam penelitian ini untuk mengetahui Srategi pemerintah desa dalam pengengembangan pariwisata berbasis potensi lokal di Desa Torongrejo, baik tujuan, kebijakan program serta bagaimana strategi pemerintah desa dalam mengembangkan daya tarik, aksesibilitas, fasilitas dan lembaga pengelola, jenis penelitian kualitatif, Strategi pemerintah desa dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, snowball sampling adalah cara peneliti menentukan informan, dan dalam penentuan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Strategi pemerintah desa dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal di Desa Torongrejo tentu memiliki tujuan utama yaitu untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PAD) dengan memanfaatkan kekayaan alam desa, lalu dibuat dalam kebijakan bahwa kekayaan alam itu dikelola bersama masyarakat desa, serta pemerintah desa sebagai fasilitator, pengontrol dan mediator. Program utama pemerintah desa Torongrejo adalah pengembangan paket wisata dan fasilitas pendukung di beberapa tempat objek wisata. Strategi yang telah dilakukan oleh pemerintah desa dapat dilihat dari tiga konsep dasar, yaitu dalam hal daya tarik, aksesibilitas, dan fasilitas. Dalam hal daya tarik, strategi yang dilakukan pemerintah desa yaitu, disini pemerintah desa Torongrejo mengembangkan daya tarik wisata yaitu wisata alam seperti Rafting aliran Sungai Brantas, wisata Tani meliputi Agrowisata dan sajian Saung Tani, Wisata Budaya seperti Punden Tutup dan wisata Kuliner yang disajikan di Saung Tani. Selanjutnya yang kedua dalam hal aksesibilitas, strategi yang dilakukan pemerintah desa yaitu memperbaiki infrastruktur desa, disini pemerintah memperbaiki jalan-jalan berlubang dan membuat saluran air. Adapun upaya pemerintah desa dengan melakukan peningkatan promosi wisata. Promosi wisata dilakukan dengan memanfaatkan media sosial desa Torongrejo. Selanjutnya yang ketiga dalam hal fasilitas, strategi pemerintah desa dalam upaya pengembangan pariwisata lokal desa yaitu penyediaan papan informasi serta fasilitas pendukung. Fasilitas pendukung wisata seperti tempat ibadah, toilet umum di setiap destinasi tempat wisata, dan juga tempat parkir di setiap destinasi wisata. Adapun faktor penghambat dan pendukung dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal di Desa Torongrejo diatas, penulis memaparkan beberapa faktor pendukung yaitu: Adanya dukungan dari masyarakat, adanya dukungan dari pemerintah daerah Kota Batu, Adanya niat dan kemauan yang kuat dari pemerintah desa Torongrejo dan kekayaan alam desa Torongrejo serta budaya yang masih terjaga. Adapun faktor penghambat dalam pengembangan wisata di desa Torongrejo meliputi: Kurangnya dukungan Stakeholder, dan kurangnya sumber daya manusia dalam pengembangan wisata.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Strategi Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Pemerintah Kota Batu

    No full text
    Strategi untuk mendukung kelompok tani di daerah Tulungrejo harus dilaksanakan bersama-sama dengan pemerintah daerah dan Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pencatatan. Sekretaris desa, ketua kelompok tani, sekretaris kelompok tani, dan anggota kelompok tani lainnya berperan sebagai informan penelitian. Temuan penelitian ini dibandingkan dengan pendekatan pemerintah desa dalam memberdayakan kelompok tani dalam berbagai konteks, khususnya dengan menumbuhkan lingkungan yang mendukung potensi kolektif. Kedua, peningkatan kemungkinan tercapainya kemandirian ekonomi guna meningkatkan kapabilitas. Ketiga, pelestarian kepentingan dengan menciptakan kerangka perlindungan bagi masyarakat yang baru muncul. Kendala dalam strategi pemberdayaan kelompok tani antara lain kesadaran partisipasi, motivasi diri, dan pola pikir kelompok tani. Namun, dukungan sarana dan prasarana penyuluhan memungkinkan mereka untuk bekerja sama dengan pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Penggunaan Model Pembelajaran Make A Match pada Mata Pelajaran PPKN untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 1 Landungsari Kabupaten Malang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SDN 1 Landungsari Kabupaten Malang. Dalam model ini, siswa diminta untuk mencocokkan kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban yang berkaitan dengan materi PPKn, dengan tujuan untuk meningkatkan interaksi dan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Make a Match secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa, serta memperbaiki minat, partisipasi aktif, dan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. Hasil ini mengindikasikan bahwa model ini merupakan metode pembelajaran yang efektif dalam membuat pelajaran PPKn lebih menarik dan memberikan manfaat tambahan bagi siswa.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Kesiapsiagaan Bencana Dalam Perencanaan Pembangunan Studi Pada Desa Sumber Brantas Kota Batu

    No full text
    Bencana adalah serangkaian kejadian yang mengancam kehidupan manusia dan disebabkan oleh aktivitas manusia dan kekuatan alam. Mungkin ada korban jiwa, kerusakan lingkungan, kehilangan harta benda, dan dampak psikologis dari hal ini. Menemukan variabel pendukung dan penghambat serta tingkat persiapan perencanaan pembangunan pada masyarakat Sumber Brantas menjadi tujuan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan fokus pada kesiapsiagaan bencana dalam perencanaan pembangunan. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya dana, penelitian ini menunjukkan bahwa persiapan desa Sumber Brantas telah berjalan dengan sangat efisien, terlihat dari fasilitas yang memadai.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Analisis Pengendalian Bahan Baku dengan Metode MRP (Material Requirement Planning) Guna Mencegah Keterlambatan Proses Produksi pada Usaha Kerupuk Sari Kentang H&R Junrejo Kota Batu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pengendalian persediaan bahan baku perusahaan H&R Potato Sari Crackers, serta pengendalian persediaan bahan baku perusahaan tersebut dengan menggunakan pendekatan MRP. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Perencanaan kebutuhan material, atau MRP, digunakan dalam manajemen data bersama dengan strategi lot-by-lot. Sesuai dengan temuan penelitian, pengendalian pemilik H&R Potato Sari Crackers atas persediaan bahan baku belum berjalan dengan baik. Banyak bahan baku yang masih kurang untuk memenuhi permintaan pelanggan, dan efisiensi proses produksi masih belum maksimal. Ketika metode MRP digunakan, pengendalian persediaan bahan baku membaik dan menjadi lebih optimal. Pemilik dapat lebih mudah memesan kebutuhan produksi dengan jumlah dan waktu yang tepat berkat jadwal MRP, dan proses produksi berjalan lebih lancar karena selalu ada cukup bahan baku.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pemanfaatan Jamur Tiram Pada Burger Ayam Terhadap Serat Kasar, Protein dan Organoleptik

    No full text
    Makanan yang paling sering dimakan adalah burger. Bahan burger, yang sering kali terdiri dari daging atau sayuran seperti selada, tomat, dan bawang, ditempatkan di dalam setengah roti bundar untuk membentuk patty. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jamur tiram dapat dimanfaatkan untuk kandungan serat kasar, protein, dan organoleptiknya pada bakso ayam. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) dengan menyusun dua belas satuan percobaan. Keempat perlakuan berikut masing-masing diulang tiga kali: P0 terdiri dari 100% daging ayam ditambah 0% jamur tiram; P1 terdiri dari 95% daging ayam ditambah 5% jamur tiram; P2 terdiri dari 90% daging ayam ditambah 10% jamur tiram; dan P3 terdiri dari 85% daging ayam ditambah 15% jamur tiram. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANOVA atau analisis variansi. Hasil uji organoleptik diuji secara statistik menggunakan metode uji Friedman. Pengaruh jamur tiram terhadap serat kasar dan protein daging ayam diteliti; warna, aroma, rasa, dan tekstur berpengaruh nyata (P0,05). Dengan menggunakan teknik indeks khasiat selama prosedur penimbangan, temuan menunjukkan bahwa penambahan 15% jamur tiram menunjukkan perlakuan yang sangat baik.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Analisis Pendapatan Usahatani Tomat (Solanum Lycopersicum) di Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah produksi tomat di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, layak dan menguntungkan secara ekonomi. Sebanyak 28 petani tomat dari Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metodologi berbasis sensus. Teknik analisis data yang digunakan dalam pendekatan analisis deskriptif kuantitatif adalah pemeriksaan pendapatan pertanian, rasio R/C, dan BEP. Pada musim tanam tomat, setiap petani responden di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, dapat melakukan panen sebanyak empat kali dan menghasilkan 54.620 kg/ha/musim. Dari hasil panen tomat, setiap responden di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, memperoleh hasil sebesar Rp 53.959.637/ha/musim. Bukti menunjukkan bahwa Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, dapat menanam tomat. Dengan nilai R/C Ratio sebesar 2,0, petani tomat dapat memperoleh keuntungan sebesar Rp1,0 karena mereka dapat memperoleh Rp2,0 untuk setiap pengeluaran sebesar Rp1,00.Yayasan Biana Patria Nusantar

    Inisiasi Wirausaha Merek Wangi Serai

    No full text
    Usaha minyak atsiri berbahan baku serai wangi dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Inisiasi usaha bersumber dari luasnya lahan marjinal di Kota Batu terutama di Kelompok Tani Hutan Panderman (KTH) yang mengelola Area Model Konservasi Edukasi (AMKE). Salah satu tanaman yang potensial adalah serai merah, karena mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan perawatan intensif. Upaya meningkatkan nilai tambah destilasi serai merah ini akan menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar. Melalui pendanaan program pembinaan mahasiswa wirausaha (P2MW) tim mampu menghasilkan minyak atsiri dan skin toner, serta capaian kompetensi hard skill maupun soft skill mulai proses budidaya sampai penyulingan, pengemasan produk, pemasaran, pemanfaatan sosial media, membangun jejaring mitra. Konsumen potensial adalah seluruh masyarakat di Indonesia. Upaya meningkatkan volume penjualan dilakukan melalui media promosi baik luring (roll banner dan brosur) maupun daring (Tiktok, Instagram, dan Website). Pemasaran telah berkembang dari hanya pengunjung wisata di AMKE, hingga ke kampus-kampus, car free day, konsinyasi di apotek-apotek dan toko kelontong. Pada bulan Agustus produk terjual 24 botol, bulan September terjual 38 botol, bulan Oktober terjual 65 botol dan bulan November terjual 292 botol sehingga omset yang telah diperoleh sebesar Rp.6.116.000. Meskipun masih berskala kecil, usaha ini layak untuk dikembangkan karena NPV positif, IRR 54 %, BEP harga Rp 15.000 per botol. Total pendapatan yang diperoleh dari produk ini tercatat Rp.6.116.000 dengan laba bersih Rp.1.272.000. Volume penjualan meningkat dua kali lipat per bulan. Melalui pendanaan P2MW, tim mampu memproduksi dan menjual minyak atsiri dan skin toner, serta mendapatkan keuntungan. Selain itu, tim juga membuktikan kepada KTH bahwa produk pertanian yang bernilai rendah dapat ditingkatkan nilainya sebagai sumber pendapatan.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Muatan IPS Kelas V SDN Merjosari 4 Kota Malang

    No full text
    Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mendemonstrasikan bagaimana pendekatan pembelajaran berbasis isu digunakan di SDN Merjosari 4 Kota Malang guna meningkatkan hasil belajar siswa pada Materi IPS Kelas V. Penyelidikan ini menggunakan teknik penelitian kegiatan wali kelas (PTK) dengan metodologi subjektif yang telah ditentukan, terdiri dari siklus I dan II yang masing-masing meliputi langkah perencanaan, pelaksanaan, persepsi, dan refleksi. Selain itu, kuantitatif mencakup hasil tes dari siswa. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan paradigma pembelajaran berbasis isu menghasilkan hasil belajar siswa sebesar 78,57% pada siklus I dan 96,42% pada siklus II. Perluasan dampak tes siklus kedua terlihat dari hal ini. Pendekatan pembelajaran berbasis persoalan menghasilkan hasil belajar tes ekstra ramah, dengan siklus I pertemuan I memperoleh nilai normal sebesar 71,07%, siklus I pertemuan II memperoleh nilai rata-rata sebesar 75,17%, siklus II memperoleh nilai rata-rata sebesar 68,21 untuk bermacam-macam I. , dan rancanglah dua koleksi berikut yang mempunyai nilai rata-rata 77,67 untuk varietas I dan II. Oleh karena itu, strategi pembelajaran berbasis isu dapat meningkatkan hasil belajar ujian sosial siswa kelas V SDN Merjosari 4 Kota Malang.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Penerapan Pembelajaran Ekspositori Berbantuan Media Audiovisual Untuk Meningkatkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III Pada Mata Pelajaran PKN di SDN 1 Landungsari Kabupaten Malang

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran ekspositori untuk meningkatkan hasil belajar siswa Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di kelas tiga. Untuk mengubah skenario yang ada saat ini menjadi skenario yang diharapkan, penelitian tindakan kelas (PTK) akan digunakan. Untuk mengajarkan materi tema 5 subtema 4 PKN, kelas III SDN 1 Landungsari, Kabupaten Malang, menggunakan media audiovisual bersamaan dengan pembelajaran ekspositori. Hasil penelitian dapat dilihat dari data siswa siklus I dan II, di mana 75% dan 93,75% responden menilai pembelajaran sebagai cukup dan sangat baik. Model tersebut berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Tema 5 Subtema 4 di SDN Landungsari Kota Malang, dengan peningkatan rata-rata dari 38,46% pada siklus I menjadi 84,61% pada siklus II. Pemecahan masalah tersebut menunjukkan bahwa dari siklus I ke siklus II, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa SDN 1 Landungsari Kabupaten Malang telah berhasil menggunakan media audio visual untuk mendukung pembelajaran ekspositori pada kelas III mata pelajaran 5 subtema 4 pembelajaran 2 muatan PKN.Yayasan Bina Patria Nusantar

    2,389

    full texts

    4,319

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇