Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Not a member yet
    4319 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Beberapa Bahan Organik Dan Asap Cair Tempurung Kelapa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Besar Varietas Sakata 801

    No full text
    Cabai merah besar (Capsicum annum L.) adalah sayuran yang sangat berharga. Data BPS memperlihatkan produksi cabai merah di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun belum signifikan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan varietas dengan kualitas yang rendah, kondisi lahan yang tidak mendukung, serta kelangkaan pupuk bersubsidi. Selain itu kendala utama yang dihadapi petani cabai yakni rentan terkena penyakit, misalnya penyakit layu terinfeksi bakteri ralstonia dan penyakit busuk buah antraknosa. Faktor yang sangat krusial dalam budidaya adalah pemanfaatan pupuk organik sebagai substitusi pupuk kimia dan asap cair tempurung kelapa sebagai pestisida nabati. Riset akan dilakukan di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dan dijalankan pada Maret 2023 sampai Juli 2023. Metode yang dipakai yakni Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama merupakan bahan organik yaitu : B0 (Kontrol), B1 (500 g/tanaman), B2 (5 ml/L air). Faktor kedua yaitu : A0 (Kontrol), A1 (Asap cair 10 ml/L air), A2 (Asap cair 20 ml/L air). Parameternya meliputi jumlah daun, tinggi, diameter batang, usia berbunga, total jumlah buah/tanaman, total bobot buah per tanaman, hasil produksi, insidensi penyakit, diameter luka. Hasilnya diperoleh bahwa tidak ada keterkaitan pada perlakuan berbagai bahan organik dan asap cair tempurung kelapa secara terpisah. Hasil terbaik menunjukan perlakuan pemberian berbagai jenis bahan organik PGPR 5 ml/ l air yaitu mencapai rata rata 15,94 helai daun, diameter batang 4,46 mm, berat buah mencapai 50,65 gr dan hasil produksi 3,65 ton/ha, dan mampu menekan insidensi penyakit terendah 12%.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Hubungan Penerapan Komunikasi Terapeutik terhadap Kecemasan Pasien Lansia di Puskesmas Wagir Kabupaten Malang Jawa Timur

    No full text
    Komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien lanjut usia atau keluarga mereka didasarkan pada hubungan kepercayaan dan mengintegrasikan seni penyembuhan, terutama mengatasi kecemasan. Dengan membangun saling pengertian antara perawat dan klien, terapi bertujuan untuk membantu klien mendekonstruksi dan meringankan beban mental mereka sekaligus mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan dampak komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan warga lanjut usia di Puskesmas Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 45 pasien lanjut usia di Puskesmas Wagir, Kabupaten Malang, yang sampelnya diambil secara kebetulan. Kecemasan lansia merupakan variabel dependen, sedangkan penggunaan komunikasi terapeutik oleh perawat merupakan variabel independen. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Rating Scale for Anxiety (Hrs-A) dan kuesioner tentang komunikasi terapeutik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji eksak Fisher. Mayoritas partisipan di Puskesmas Wagir Kabupaten Malang memiliki opini positif terhadap penggunaan komunikasi terapeutik oleh perawat, menurut hasil penelitian (53,3%). Sebanyak 62% lansia di Puskesmas Wagir Kabupaten Malang melaporkan mengalami kecemasan sedang. Di Puskesmas Wagir Kabupaten Malang, terdapat korelasi antara penggunaan komunikasi terapeutik oleh perawat dengan kecemasan pasien lanjut usia (p = 0,012, OR = 5,1). Mengingat faktor-faktor tersebut mempengaruhi penggunaan komunikasi terapeutik, maka penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melihat langsung statistik umum staf kesehatan Puskesmas, seperti usia, pendidikan, lama masa kerja, dan gaji.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Lama Perendaman Larutan Jeruk Nipis (Citarus Aurantifolia) Terhadap Ph dan Keempukan Daging Entok

    Get PDF
    Entok memiliki berat lebih dari ayam atau itik, memiliki kadar protein 21,4%, yang hampir sama dengan daging ayam, dan memiliki kadar lemak rendah, dagingnya merupakan hasil utama dari peternakan entok (Harun et al., 1998). Jeruk nipis memiliki aktivitas antioksidan yang kuat (93,41 ppm), yang menjadikannya sebagai pengawet alami juga. Karena komposisinya, jeruk nipis dapat digunakan sebagai bumbu alami untuk melunakkan daging entok dan menghilangkan bau amis (Fajarwati, 2013). Penelitian ini akan menyelidiki hubungan antara lamanya waktu perendaman dalam larutan jeruk nipis (Citarus Aurantifolia) dengan pH dan kelembutan daging entok. Laboratorium Teknik Industri dan Mikrobiologi Universitas Tribhuwana Tunggadewi di Malang melakukan penelitian. Penelitian ini memiliki rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Daging entok diolah sebagai berikut: P0 menyatakan tidak direndam dalam larutan kapur, P1 menyatakan 40 menit perendaman, P2 menyatakan 60 menit, dan P3 menyatakan 80 menit perendaman. Variabel yang diperhitungkan dan diteliti dalam penelitian ini adalah keempukan dan pH. Kami menggunakan analisis varians (ANOVA) untuk menguji data pada tingkat signifikansi 5%. Waktu perendaman terbaik ditemukan dengan menggunakan uji perbedaan signifikan terkecil (BNT) jika analisis varians menghasilkan temuan yang akurat. Penelitian ini menemukan korelasi yang sangat signifikan (P?0,01) antara keempukan dan pH. Menurut temuan penelitian, P3 merupakan perlakuan paling efektif saat merendam daging bebek dalam larutan kapur dengan menggunakan pendekatan indeks efektivitas. P3 memiliki perlakuan terbaik, dengan nilai total 1,00 setelah direndam selama 80 menit dan mencapai konsentrasi 20%.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Proses Fermentasi dan Non Fermentasi Terhadap Kadar Polyphenol dan Antioksidan Ekstrak Lengkuas

    No full text
    Lengkuas memiliki kandungan diantaranya, alkaloid, terpenoid, tanin, saponin, flavonoid, dan fenol. Komponen-komponen tersebut salah satunya berfungsi sebagai antibakteri yang memiliki potensi sebagai feed additive. Proses fermentasi pada herbal diketahui dapat meningkatkan komponen polyphenol dan aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami kadar polyphenol dan aktivitas antioksidan akibat proses fermentasi oleh Lactobacillus plantarum. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang diturunkan dari P1: Lengkuas Tanpa fermentasi + ekstraksi menggunakan etanol 70%, P2: Lengkuas Tanpa fermentasi + ekstraksi menggunakan aquades, P3:Lengkuas fermentasi Lactobacillus plantarum+ekstraksi menggunakan etanol 70%, P4: Lengkuas fermentasi Lactobacillus plantarum + ekstraksi menggunakan aquades dan 2 ulangan, yaitu. Dengan parameter yang diamati kadar polyphenol dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan polyphenol yang diketahui melalui analisa total fenol dibandingkan dengan lengkuas merah non fermentasi pada kedua jenis pelarut. Namun secara keseluruhan perlakuan, penggunaan fermentasi yang dilanjutkan proses maserasi menggunakan ethanol 70% memberikan hasil yang signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan control dan lengkuas fermentasi yang yang dimaserasi menggunakan aquades. Hasil penelitian nilai terendah ditunjukkan pada perlakuan P3 yaitu fermentasi Lactobacillus plantarum yang dilanjutkan dengan proses maserasi menggunakan pelarut ethanol 70% yaitu menghasilkan nilai 299,185 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa proses fermentasi mampu meningkatkan aktivitas antioksidan pada tepung lengkuas merah. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelarut ethanol 70% cukup baik dalam melarutkan komponen fenol dibandingkan dengan pelarut aquades. Hal ini terlihat bahwa pada perlakuan control yang menggunakan pelarut aquades menunjukkan hasil yang signifikan (p<0,05) dibandingkan perlakuan lain. Berdasarkan hasil penelitian, pada perlakuan P3 yaitu fermentasi lengkuas menggunakan Lactobacillus plantarum dan dilanjutkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut ethanol 70% menghasilkan nilai aktivitas antioksidan sebesar 299,19 ppm. Hal ini berkorelasi dengan nilai polyphenol yang paling tinggi pada perlakuan ini. Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Proses fermentasi menggunakan Lactobacillus plantarum meningkatkan kadar polyphenol dan aktivitas antioksidan dibandingkan tanpa fermentasi, Penggunaan pelarut ethanol memberikan nilai yang signifikan terhadap nilai total fenol dan nilai aktivitas antioksidan lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Dan disarankan Disarankan skrining fitokimia untuk mendeteksi adanya komponen-komponen bagian polyphenol tersebut dalam ekstrak lengkuas fermentasi dan analisa kandungan metabolit lebih dalam menggunakan LC MS/MS untuk mengetahui kandungan kimia dalam ekstrak lengkuas fermentasi. Dan disarankan untuk uji coba secara in vivo pengaruh komponen metabolic ekstrak lengkuas fermentasi terhadap pertumbuhan dan performance ayam.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Implementasi Model Pembelajaran TPack Pada Siswa Kelas IV SDN Merjosari 4 Malang

    Get PDF
    Penelitian ini membahas implementasi model pembelajaran TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) pada siswa kelas IV di SDN Merjosari 4 Malang. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis penerapan model TPACK oleh guru dalam pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam prosesnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data utama berasal dari guru kelas IV dan kepala sekolah, ditambah dengan analisis dokumen serta pengamatan proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki Pengetahuan Teknologi (TK) dalam penggunaan perangkat keras seperti laptop dan LCD proyektor, serta perangkat lunak seperti Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Selain itu, guru juga memiliki Pengetahuan Pedagogis (PK) yang terlihat dalam keterampilan mengelola kelas, merancang pembelajaran, dan menerapkan metode pengajaran yang menarik. Sementara itu, Pengetahuan Konten (CK) guru mencakup penguasaan materi IPS serta penyampaian melalui metode ceramah yang didukung media digital seperti PowerPoint. Model pembelajaran berbasis TPACK ini diterapkan melalui tiga tahap utama, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup, dengan evaluasi yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPACK dapat meningkatkan kualitas pembelajaran abad ke-21 dengan mendorong penggunaan teknologi sebagai alat bantu yang efektif dalam proses belajar mengajar. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasi model ini, seperti keterbatasan fasilitas teknologi di sekolah dan kurangnya pelatihan bagi guru dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan kualitas pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Asuhan Keperawatan Gangguan Integritas Jaringan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Bangil

    No full text
    Pasien dengan diabetes melitus tipe II mungkin mengalami masalah integritas jaringan sebagai bagian dari perawatan keperawatan mereka. Kerusakan jaringan akibat diabetes merupakan salah satu masalah keperawatan yang semakin parah setiap tahunnya dan menjadi masalah kesehatan. Perawatan keperawatan pada pasien diabetes tipe II di RSUD Bangil yang memiliki masalah integritas jaringan menjadi topik utama studi kasus ini. Metode ini dikenal sebagai penelitian studi kasus. Tiga klien adalah pekerja dewasa dengan diabetes melitus tipe II. Topik yang diangkat adalah kelainan integritas jaringan. Salah satu kegiatan yang difokuskan pada hasil penyembuhan luka adalah perawatan luka (SIKI 1.14564). SLKI 14125. Sebelum menerima perawatan keperawatan, kadar gula darah pasien meningkat, lesi berbau, luka tidak bersih, dan kaki terdapat jaringan mati atau nekrotik, nanah, dan eksudat. Setelah tiga hari perawatan keperawatan, ketiga pasien mengalami perubahan pada luka, terbentuknya granulasi 20%, hilangnya jaringan nekrotik, dan berkurangnya nanah. Hal ini sesuai dengan tujuan untuk hasil penyembuhan luka, sebagaimana dinyatakan dalam L. 14125. Ada kemungkinan bahwa proses penyembuhan dapat memperoleh manfaat dari penerapan dan pelaksanaan perawatan.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Respon Petani Terhadap Penggunaan Media Komunikasi Pada Kegiatan Manajemen Ramah Lingkungan di Kelompok Tani Merak 3 Desa Parangargo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang

    No full text
    Komunikasi adalah suatu proses di mana individu-individu saling berinteraksi dan bertukar informasi untuk mencapai pemahaman bersama. Komunikasi ini dapat dilakukan baik secara langsung melalui tatap muka, maupun melalui berbagai media komunikasi yang semakin berkembang pesat saat ini.Dalam proses penyuluhan pertanian, komunikasi memiliki peran penting. Penyuluhan pertanian adalah suatu proses pembelajaran yang bertujuan untuk membuat para petani memiliki keinginan, pengetahuan, serta pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan untuk berhasil menavigasi tantangan yang mereka hadapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana petani Kelompok Tani Merak 3 di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, bereaksi ketika mereka mendengar tentang inisiatif pengelolaan ramah lingkungan yang menggunakan media komunikasi. Dalam penelitian ini, total 36 orang dari kelompok tani Merak 3 di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang di survey menggunakan kuesioner. Teknik yang digunakan adalah metode sensus. Analisis menggunakan prosedur penilaian digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di kelompok tani Merak 3, Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, memiliki reaksi positif terhadap penggunaan media komunikasi, hal tersebut dilihat dari total keseluruhan Aspek kognitif (pengetahuan), afektif (Sikap) dan Psikomotorik (kemampuan) menggunakan skala likert dengan perolehan hasil Skoring 81%. Pada pernyataan ke 2 aspek Sikap (afektif) mengalami penurunan Kurang baik, 17 orang menjawab Sangat tidak setuju dikarenakan banyak petani yang belum menggunakan Alat,Media seperti Handphone dalam mendapatkan informasi pada kegiatan manajemen ramah lingkungan dan banyak petani yang sudah berumur tua sehingga sulit menggunakan media masa kini.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Jenis MOL Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Terong Ungu (Solanum melongenia L.)

    Get PDF
    Tanaman pertanian yang dibudidayakan terutama untuk buahnya adalah terong, atau Solanum melongenia L. Kualitas tanah yang buruk, kurangnya nutrisi, hasil panen yang rendah, dan pengendalian hama dan penyakit yang tidak efektif adalah beberapa masalah yang sering dihadapi tanaman terong ungu. Di antara pupuk yang dibutuhkan untuk memelihara tanaman terong ungu agar tetap berproduksi adalah mikroorganisme lokal (MOL). Cairan yang dikenal sebagai "mikroorganisme lokal" (MOL) kaya akan mikro dan makronutrien, menurut Suhastyo (2013). Bakteri yang memfasilitasi perkembangan tanaman, menguraikan bahan organik, dan mengendalikan hama serta penyakit yang menyerang tanaman dapat ditemukan dalam MOL. Limbah organik dan kompos tanaman dan hewan digabungkan untuk menghasilkan pupuk organik cair. Salah satu manfaat pupuk organik adalah seberapa cepat ia dapat memulihkan kekurangan nutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis MOL terhadap pertumbuhan dan hasil terong ungu (Solanum melongenia L.). Tujuan utama menanam tanaman hortikultura Solanum melongenia L., atau terong, adalah untuk menghasilkan buahnya. Kualitas tanah yang buruk, ketersediaan nutrisi yang rendah, hasil panen yang rendah, serta pengendalian hama dan penyakit yang tidak memadai adalah beberapa masalah yang sering dialami tanaman terong ungu. Salah satu jenis pupuk yang dibutuhkan untuk menjaga tanaman terong ungu tetap produktif adalah mikroorganisme lokal (MOL). Suhastyo (2013) mengklaim bahwa cairan yang dikenal sebagai "mikroorganisme lokal" (MOL) penuh dengan bakteri yang memecah bahan organik, meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan mencegah hama dan penyakit yang membahayakan tanaman. MOL juga kaya akan unsur hara mikro dan makro. Dicampur dari limbah tanaman dan hewan, pupuk organik cair merupakan campuran bahan kimia organik. Salah satu manfaat penggunaan pupuk organik adalah penyediaan dan pengisian kembali unsur hara yang lebih cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana terong ungu (Solanum melongenia L.) tumbuh dan berproduksi dalam kaitannya dengan jenis dan dosis MOL.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Asuhan Keperawatan Gangguan Pola Tidur pada Pasien Lansia Hipertensi dengan Aromaterapi Lavender di RA-AL Griya Asih Lawang

    Get PDF
    Kualitas hidup lansia dipengaruhi secara negatif oleh kelainan pola tidur, yang umum terjadi. Gangguan tidur lebih mungkin terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dengan hipertensi, yang dapat memperburuk kondisi tersebut dan meningkatkan risiko konsekuensi kardiovaskular. Aromaterapi dengan lavender adalah metode non-farmakologis yang berhasil untuk meningkatkan kualitas tidur. Menggunakan aromaterapi lavender, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas perawatan keperawatan terhadap abnormalitas pola tidur pada pasien hipertensi lansia di RA-AL Griya Asih Lawang. Tiga pasien senior dengan hipertensi yang mengalami masalah pola tidur dimasukkan dalam teknik studi kasus dari desain penelitian. Aromaterapi dengan lavender diberikan 30 menit sebelum tidur selama lima hari berturut-turut. Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk mengukur data, melakukan observasi, dan melakukan wawancara. Setelah intervensi, kualitas tidur ketiga pasien meningkat, yang ditunjukkan oleh berkurangnya latensi tidur, durasi tidur malam yang lebih lama, dan efisiensi tidur yang lebih baik. Aromaterapi dengan lavender telah terbukti menjadi cara yang aman dan berhasil untuk membantu orang dewasa yang lebih tua dengan hipertensi tidur. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini akan meningkatkan kesejahteraan para penghuni panti jompo dan standar perawatan keperawatan.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Residu Dosis Biochar dan Pupuk Kandang Terhadap Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mil.)

    Get PDF
    Meskipun kesuburan tanah di sawah sangat penting bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat, penurunan kualitas lahan pertanian merupakan masalah penting yang harus diatasi. Untuk mengatasinya, banyak upaya telah dilakukan. Misalnya, biochar dan pupuk organik seperti kotoran kambing digunakan. Penggunaan biochar, pengkondisian tanah yang stabil dan tahan lama, dapat meningkatkan kualitas fisik, kimia, dan biologi tanah serta meningkatkan ketersediaan nutrisi tanaman. Namun, karena kotoran kambing merupakan sumber nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman, hal itu dapat meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk anorganik. Dari 22 Agustus hingga 1 Desember 2023, penelitian ini dilakukan di lahan persawahan terlantar Dusun Bawang, Desa Nggul Wulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Rancangan blok acak (RAK) non-faktorial digunakan dalam penelitian ini, dengan tiga kali ulangan dan tujuh perlakuan per ulangan: B0 (biochar sekam padi tanpa pupuk kandang), B1 (100% pupuk kandang), B2 (100% biochar sekam padi), B3 (80% biochar sekam padi + 20% pupuk kandang), B4 (60% biochar sekam padi + 40% pupuk kandang), B5 (40% biochar sekam padi + 60% pupuk kandang), dan B6 (20% biochar sekam padi + 80% pupuk kandang). Dengan melakukan ANOVA pada data dari pengamatan parameter penduga pada taraf 5%, akan memungkinkan untuk menentukan dampak perlakuan selanjutnya. Jika terdapat perbedaan yang nyata, taraf 5% (? = 0,05) akan menggunakan uji perbedaan nyata terkecil (BNT). Hasil yang beragam diperoleh dari penyelidikan terhadap pengaruh dosis biochar sekam padi dan residu pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di sawah. Pengaruh yang nyata terlihat pada penanda perkembangan awal, tinggi tanaman pada 10 HST, dan jumlah cabang produktif. Meskipun pengaruh pada hasil (jumlah dan berat buah) tidak signifikan secara statistik, ada kecenderungan hasil yang lebih baik pada beberapa perlakuan jika dibandingkan dengan kontrol.Yayasan Bina Patria Nusantar

    2,389

    full texts

    4,319

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇