Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Not a member yet
    4319 research outputs found

    Analisis Efektivitas Sistem Informasi Keuangan Desa Oro Oro Ombo Kota Batu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana penerapan sistem pengelolaan keuangan desa di Desa Oro-Oro Ombo, Kabupaten Batu. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, dalam hal perencanaan, penganggaran, dan pelaporan keuangan desa, penerapan sistem pengelolaan keuangan desa di Desa Oro-Oro Ombo sudah cukup efektif. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek desa adalah keterlambatan pencairan dana hibah dan minimnya sumber daya manusia. Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan keuangan desa juga perlu ditingkatkan agar sistem ini dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan penelitian ini, pelatihan sistem keuangan desa dan edukasi kepada masyarakat tentang perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan uang desa dapat membantu pemerintah desa menjadi lebih cakap. Dengan demikian, efektivitas sistem pengelolaan keuangan desa dapat lebih ditingkatkan lagi guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat desa.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Hubungan Sleep Hygiene Dengan Kejadian Insomnia Pada Pasien Gangguan Jiwa di RSBL Kabupaten Pasuruan

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara prevalensi insomnia pada pasien gangguan jiwa di RSBL Kabupaten Pasuruan dengan higiene tidur. Karena adanya gangguan pada proses otak, pasien gangguan jiwa sering mengalami masalah tidur termasuk insomnia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana higiene tidur yang buruk berkontribusi terhadap insomnia pada individu tersebut. Untuk mendapatkan gambaran umum tentang hubungan kedua variabel tersebut, digunakan metode studi cross-sectional. Pasien dengan gangguan mental sedang di RSBL Kabupaten Pasuruan menjadi populasi penelitian, dan ukuran sampel sebanyak 55 orang dipilih menggunakan prosedur pengambilan sampel acak dasar. Ketidakmampuan tidur dan higiene tidur pasien dinilai oleh peneliti menggunakan lembar observasi. Penelitian ini meneliti insomnia sebagai variabel dependen dan higiene tidur sebagai variabel independen. Peneliti berusaha menentukan apakah frekuensi insomnia yang dialami individu berkorelasi dengan kualitas tidur yang mereka praktikkan. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas pasien gangguan jiwa di RSBL Kabupaten Pasuruan memiliki tingkat insomnia sedang dan higiene tidur yang buruk. Data penelitian menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara insomnia pada penderita gangguan jiwa dengan higiene tidur. Hal ini berarti bahwa peningkatan praktik tidur dapat membantu menurunkan prevalensi insomnia pada individu tersebut.. Disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memeriksa variabel lain yang dapat memengaruhi insomnia, seperti penggunaan obat-obatan yang sering digunakan pasien. Di masa mendatang, hasil ini diharapkan dapat membantu pengembangan terapi yang lebih ampuh untuk meningkatkan kualitas tidur bagi orang yang menderita penyakit mental.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Brain Gym Terhadap Pola Aktivitas Pada Pasien Gangguan Jiwa di Desa Bantur Kecamatan Bantur Kabupaten Malang

    No full text
    Pasien dengan gangguan mental sering kali mengalami penurunan fungsi tubuh, termasuk pola aktivitas mereka, dan masalah kesehatan mental pun meningkat. Pasien mungkin melakukan aktivitas yang lebih sedikit dan berkualitas rendah sebagai akibat dari penurunan fungsi ini. Untuk mempertahankan atau meningkatkan pola aktivitas, diperlukan intervensi, dan salah satu intervensi tersebut adalah Brain Gym. Mengetahui bagaimana Brain Gym memengaruhi pola aktivitas individu dengan gangguan mental di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menjadi tujuan penelitian ini. Satu kelompok mengikuti tes awal dan tes akhir sebagai bagian dari desain penelitian kuasi-eksperimental. Penduduk Desa Bantur dengan gangguan mental sedang menjadi populasi penelitian, dan pendekatan total sampling digunakan untuk mengumpulkan jumlah sampel. Brain Gym merupakan variabel independen penelitian, sedangkan pola aktivitas pasien merupakan variabel dependennya. Alat yang digunakan untuk mengukur pola aktivitas adalah lembar kuesioner. Mengetahui bagaimana pola aktivitas berubah sebelum dan sesudah sesi Brain Gym, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji homogenitas marginal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebelum mengikuti Brain Gym, mayoritas peserta menunjukkan pola aktivitas yang agak bergantung. Dengan pola aktivitas yang agak bergantung, mayoritas responden melaporkan peningkatan setelah mengikuti Brain Gym. Menurut pengujian statistik, Brain Gym secara signifikan mengubah pola aktivitas orang dengan penyakit mental. Menurut temuan penelitian, Brain Gym telah terbukti membantu orang dengan penyakit mental mempertahankan atau meningkatkan fungsi tubuh mereka dengan memperbaiki pola aktivitas mereka. Variabel lain yang memengaruhi pola aktivitas, seperti kondisi fisik pasien dan penerimaan terhadap kegunaan anggota tubuh mereka, harus diselidiki oleh peneliti di masa mendatang.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Naungan dan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Varietas Lokananta (Allium ascalonicum L)

    Get PDF
    Allium ascallonicum L., yang sering dikenal sebagai bawang merah, merupakan produk hortikultura yang termasuk dalam kelompok sayuran dan rempah-rempah umum yang penting untuk kehidupan sehari-hari atau memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Namun, kita belum mengetahui bagaimana bawang merah diproduksi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan tanaman yang berbasis pada rekayasa lingkungan, seperti penerapan naungan dan biofertilizer berbasis mikoriza, untuk meningkatkan hasil bawang merah. Masalah intensitas cahaya yang disebabkan oleh hujan lebat dapat diatasi dengan menyediakan naungan. Naungan terutama berfungsi untuk melindungi tanaman dari hujan langsung dan menjaga kestabilan muka air tanah, yang keduanya mengurangi erosi tanah. Mikoriza merupakan alternatif pupuk sintetis yang dapat digunakan petani untuk meningkatkan hasil dan pertumbuhan tanaman. Mikoriza memiliki fungsi penting dalam meningkatkan hormon yang mendorong perkembangan tanaman dan ketersediaan udara, yang menjelaskan hal ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana mikoriza dan naungan paranet memengaruhi perkembangan dan hasil bawang merah varietas lokananta (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2024 di lahan petani di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Dalam rancangan petak lengkap penelitian ini, terdapat dua komponen perlakuan, yaitu perlindungan paranet (P) yang memiliki tiga nilai, yaitu P0 = 0% (kontrol), P1 = 50%, dan P2 = 75%. M0 yang biasa disebut faktor 2 merupakan komponen nonmikoriza (kontrol) dari dosis mikoriza (M). Setiap tanaman mendapat 15 gram M2 dan 10 gram M1. Kriteria pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, berat basah dan kering umbi, jumlah umbi, dan hasil produksi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F pada taraf 5%. Untuk mengetahui pengaruh terapi secara bermakna, dilakukan pengujian lanjutan dengan uji BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian naungan paranet 75% (P2) menghasilkan tinggi tanaman 38,69 cm dan jumlah helai daun 24,11 helai. Setelah pemberian mikoriza 15 g per tanaman (M2), tinggi tanaman bertambah 39,16 cm, jumlah daun bertambah 24,44 helai, serta berat basah dan kering masing-masing bertambah 75,33 dan 35,39 gram.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pra Rancangan Pabrik Glukosa Dari Sabut Kelapa Sawit Dengan Metode Hidrolisi Asam Kapasitas 70.000 Ton/Tahun Menggunakan Alat Utama Evaporator

    No full text
    Riset berikut mempunyai tujuan sebagai mengetahui dampak menggunakan kulit kecambah kacang hijau pada pakan pada produksi karkas dan non karkas kelinci keturunan rex. Untuk mengetahui taraf penggunaan kecambah kacang hijau dalam pakan kelinci keturunan rex. Riset berikut dilakukan selama dua bulan, di kandang kelinci yang berlokasi di Kelurahan Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu milik Bapak Joyo. Metode riset yang dilakukan pada riste berikut ialah rancangan acak lengkap (RAL), yang terdapat 4 perlakuan 3 dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 12 satuan percobaan yang diisi dengan 3 ekor kelinci, sehingga jumlah total kelinci yang diamati adalah 36 ekor kelinci. Pakan perlakuan yang diberikan adalah P0: Rumput lapang 60% + konsentrat 40% P1: Rumput lapang 60% + konsentrat 30% + kulit kkh 10% P2: rumput lapang 60% + konsentrat 25% + kulit kkh 15% P3: rumput lapang 60% + konsentrat 20% + kulit kkh 20%. Hasil penelitian memaparkan bahwasannya rata-rata bobot Potong ( p0,p1, p2,p3 ) yaitu : 1618,33 gr/ekor; 1559,67 gr/ekor; 1574,33 gr/ekor, dan; 2104,67 gr/ekor, Bobot Karkas, 890,07 gr/ekor; 857,8 gr/ekor; 875,77 gr/ekor, dan; 1377,67 gr/ekor, Persentase Karkas, 55%; 55%; 55,64%, dan; 65,99 %, Bobot Non Karkas, 589,63 gr/ekor; 586,9 gr/ekor; 625,63 gr/ekor dan; 612,43 gr/ekor,Persentase Non Karkas, 36,37%; 37,61%; 39,67%, dan; 29,08 %. Sesuai dengan riset membahas bisa menyimpulkan bahwa hasil analisis variansi tentang pemberian kulit kecambah kacang hijau pada ransum kelinci Rex pada bobot potong memaparkan hasil yang berbeda sangat nyata (P 0,05); Selain itu, tidak terdapat perbedaan nyata (P > 0,05) persentase non-karkas pada hasil analisis varians penambahan kulit kecambah kacang hijau pada ransum kelinci Rex dibandingkan dengan berat non-karkas pada ransum tersebut.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Manajemen Usaha Tani Brokoli di Kelompok Tani Harapan Jaya Desa Tlekung Kota Batu

    No full text
    Brokoli adalah di antara tanaman hortikultura yang kaya akan serat dan sangat penting bagi kebutuhan gizi masyarakat. Tanaman ini termasuk dalam keluarga kubis-kubisan dan mengandung banyak vitamin C serta serat makanan, menjadikannya sayuran yang penting bagi kesehatan manusia. Desa Tlekung di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, merupakan wilayah yang potensial untuk pengembangan usaha tani brokoli. Namun, para petani di sana memerlukan penanganan khusus mulai dari persiapan hingga pemasaran. Riset berikut memakai data kualitatif yang didapat melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode analisis pendapatan dan kelayakan. Penentuan sampel dilaksanakan dengan purposive sampling, melibatkan seluruh populasi banyaknya 30 responden. Kelompok tani Harapan Jaya di Desa Tlekung menghasilkan total produksi brokoli sebesar 1.618 kg, dengan total penerimaan mencapai Rp. 71.791.071, dan rata-rata pendapatan usaha tani besarnya Rp. 47.515.917. Usahatani brokoli di kelompok tani ini dinilai layak usahakan dengan nilai R/C ratio sebesar 3, yang lebih besar dari 1. Analisis Break Even Point (BEP) menunjukkan titik impas harga jual sebesar Rp. 1.618 dan BEP produksi sebesar 5.072 kg.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Dosis Pupuk NPK Mutiara dan Konsentrasi Hormon Paclobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bit Merah (Beta vulgaris L.)

    No full text
    Bit merah (Beta vulgaris L.) adalah sayuran yang mengandung berbagai nutrisi, contohnya zat besi, vitamin C, kalium dan antioksidan. Umbi bit dimanfaatkan sebagai pewarna dalam bahan makanan dan minuman karena mengandung pigmen betasianin. Produksi bit merah di Indonesia masih sangat rendah, terutama karena ukuran umbinya yang kecil dan keterbatasan lahan pada dataran tinggi sehingga dibudidayakan pada ketinggian tempat yang tidak sesuai. Upaya yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan pupuk NPK Mutiara dan konsentrasi Hormon Paclobutrazol, guna mendorong perkembangan dan produksi tanaman bit merah. Studi ini bertujuan mengidentifikasi dampak dari aplikasi dosis NPK Mutiara 16:16:16 dan konsentrasi hormon paclobutrazol atas perkembangan dan hasil bit merah. Studi ini berjalan pada Juni hingga Agustus 2024 di lahan pertanian masyarakat Kelurahan Landungsari, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang, pada ketinggian ? 540-700 m dpl. Metode yang diterapkan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial menggunakan dua faktor, diantaranya dosis pupuk NPK Mutiara (P0: kontrol, P1: 5 gram/tanaman, P2: 9 gram/tanaman) dan konsentrasi Paclobutrazol (P0: kontrol, P1: 30 ppm, P2: 50 ppm). Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter umbi, panjang umbi, berat segar umbi, bobot segar total tanaman, berat kering umbi, bobot kering total tanaman, dan hasil produksi. Metode analis menggunakan Analisi Sidik Ragam (ANOVA) pada taraf 5% untuk mengidentifikasi dampak perlakuan. Bila ditemukan perbedaan, maka dilangsungkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Temuan ini memperoleh perpaduan perlakuan konsentrasi hormon paclobutrazol dan NPK Mutiara 16:16:16 tidak terjadi interaksi dengan pertumbuhan dan hasil produksi bit merah (Beta vulgaris L.). Secara terpisah perlakuan NPK Mutiara 5 gram/tanaman dan paclobutrazol 30 ppm (N1P1) memperlihatkan dampak baik pada pertumbuhan dan hasil produksi, dengan tinggi tanaman 9,76 cm, jumlah daun 12,76 helai, luas daun 12,27 cm?, diameter umbi 24,2 mm, panjang umbi 3,01 cm, berat umbi 18,3 gram, dan hasil produksi mencapai 45,8 ton/ha. Kesimpulannya, kombinasi perlakuan NPK Mutiara 5 gram/tanaman dan paclobutrazol 30 ppm menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik pada tanaman bit merah.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Konsentrasi Pada Enzim Buah yang Berbeda Terhadap Kadar Air, WHC dan Organoleptik Daging Ayam Petelur Afkir

    No full text
    Ayam petelur yang sudah tidak diproduksi lagi dan dimanfaatkan sebagai unggas pedaging disebut ayam petelur pensiunan. Karena sebagian besar konsumen menganggap daging ayam panggang kasar dan berbau aneh, peternak yang memelihara ayam petelur pensiunan sering menggunakannya untuk menghasilkan daging berkualitas rendah (Murtidjo, 2003). Enzim proteolitik bromelain yang berasal dari tumbuhan ditemukan dalam nanas. Orang-orang memanfaatkan nanas karena berbagai manfaatnya bagi kesehatan, termasuk kemampuannya untuk melunakkan daging. Karena kemampuan proteolitiknya untuk menghidrolisis ikatan peptida dalam daging dan menjaga integritas fisik daging ayam petelur pensiunan, enzim bromelain sering digunakan dalam upaya pelunakan daging (Rosyidah, 2003). Papain, enzim protease, terdapat dalam getah pepaya, yang ditemukan di buah, batang, dan daun. Konsentrasi tinggi papain (10%), chymopapain (50%), dan lisozim (20%) ditemukan dalam getah pepaya. Diketahui bahwa enzim protease terdapat pada tanaman pepaya (papain) dan nanas (bromelain) (Rismawati et al., 2016). Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bagaimana perendaman ekstrak buah nanas dan pepaya mempengaruhi kadar air, WHC, dan sifat organoleptik daging ayam yang dibuang, serta bagaimana konsentrasi ekstrak ini mempengaruhi parameter-parameter ini. Investigasi ini dilakukan di Laboratorium Teknik Industri dan Mikrobiologi di Universitas Tribhuwana Tunggadewi di Malang. Empat perlakuan dan tiga ulangan termasuk dalam rancangan acak lengkap (RAL) penelitian ini. Terapi yang dilakukan meliputi pemberian 100 gram sisa daging ayam petelur dengan 0% ekstrak nanas dan 0% ekstrak pepaya (P0). P1: Selama 60 menit, campurkan 100 g sisa daging ayam petelur dengan 25% ekstrak pepaya dan 25% ekstrak nanas. P2: Setengah ekstrak pepaya dan setengah ekstrak nanas dicampurkan dengan 100 g sisa daging ayam petelur selama 90 menit. P3: Selama 120 menit, 100 g sisa daging ayam petelur dicampurkan dengan 75% ekstrak pepaya dan 75% ekstrak nanas. Kami menggunakan analisis varians (ANOVA) untuk melihat data pada tingkat signifikansi 5%. Jika analisis varians menghasilkan hasil signifikan, uji perbedaan signifikan terkecil (LSD) digunakan untuk menetapkan durasi perendaman yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air juga dapat meningkatkan konsentrasi WHC dan kualitas organoleptik (warna, tekstur, dan aroma). Terapi terbaik pada percobaan ini adalah P2, yaitu perendaman daging ayam dalam ekstrak buah nanas dan pepaya 50% selama 90 menit dengan kadar air 0,08. Setiap indikasi memiliki nilai 1,00, dan perlakuan ini memiliki nilai WHC tertinggi yaitu 0,21, warna 0,61, tekstur 0,12, dan aroma 0,01.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Stunting di Desa Tulungrejo Kabupaten Malang

    No full text
    Tingkat pendidikan ibu merupakan salah satu variabel yang berkontribusi terhadap meningkatnya prevalensi stunting pada anak. Ibu perlu mengetahui penyebab, gejala, dan indikator stunting karena hal tersebut paling memengaruhi kebutuhan keluarga. Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting harus mampu membantu dan menurunkan prevalensi stunting pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang pemahaman ibu di Desa Telungrejo, Kabupaten Malang, tentang stunting. Penelitian ini menggabungkan metode kuantitatif dengan metode deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 219 ibu, sedangkan sampel berjumlah 142 orang. Pengambilan sampel secara purposive digunakan sebagai strategi pengambilan sampel. Salah satu variabel penelitian adalah kesadaran ibu tentang stunting. Instrumen yang digunakan adalah evaluasi pengetahuan tentang stunting yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar ibu di Desa Telungrejo, Kabupaten Malang (53,5%) memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji hubungan antara pola konsumsi makanan dan prevalensi stunting secara lebih rinci.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Analisis Penerapan Perpajakan dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Oro-Oro Ombo

    No full text
    Subsidi desa merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan desa yang bersumber dari APBD dan APBN. Pengelolaan keuangan desa dilakukan dengan pungutan pajak yang harus dipenuhi oleh pemerintah desa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan pungutan pajak dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu dan kendala yang dihadapi dalam penerapan pemungutan pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan utama masyarakat, bendahara desa, dan kepala desa. Berdasarkan hasil penelitian, Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo telah melaksanakan pengelolaan dana desa dengan baik, yaitu dengan melakukan pemungutan, penyetoran, dan pelaporan pajak penghasilan pegawai, pajak pembelian barang dan jasa, serta pajak konsumsi barang dan jasa, seperti pajak usaha dan pajak pertambahan nilai. Sistem Keuangan Desa mengawasi seluruh prosedur tersebut untuk menjamin kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Yayasan Bina Patria Nusantar

    2,389

    full texts

    4,319

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇