Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
    240 research outputs found

    Analisis Korelasi Durasi Penggunaan Media Sosial Dengan Tingkat Stres Siswa Sma Di Kabupaten Bantul

    Get PDF
    Perkembangan teknologi digital dewasa ini sudah mengubah pola komunikasi dan aktivitas harian remaja dengan gawainya, dan segala macam tuntutan baik di sekolah maupun di rumah. Stress akibat tuntutan dan perubahan aktivitas ini dapat membawa dampak pada sisi akademik, fisik, psikologis maupun perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat stress pada siswa SMA di Kabupaten Bantul. Pendekatan penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional dan melibatkan 357 responden dari enam SMA di Bantul yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa durasi penggunaan media sosial dan Student-Life Stress Inventory (SSI) yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa menggunakan media sosial lebih dari enam jam per hari (39,2%), serta Sebagian besar mempunyai tingkat stress sedang (53,2%). Analisis bivariat spearman rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat stress (p=0,004) dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r=-0,151). Penggunaan media sosial yang bijak sangat dianjurkan sehingga dapat memberikan dampak positif untuk kesehatan mental siswa.Perkembangan teknologi digital dewasa ini sudah mengubah pola komunikasi dan aktivitas harian remaja dengan gawainya, dan segala macam tuntutan baik di sekolah maupun di rumah. Stress akibat tuntutan dan perubahan aktivitas ini dapat membawa dampak pada sisi akademik, fisik, psikologis maupun perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat stress pada siswa SMA di Kabupaten Bantul. Pendekatan penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional dan melibatkan 357 responden dari enam SMA di Bantul yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa durasi penggunaan media sosial dan Student-Life Stress Inventory (SSI) yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa menggunakan media sosial lebih dari enam jam per hari (39,2%), serta Sebagian besar mempunyai tingkat stress sedang (53,2%). Analisis bivariat spearman rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat stress (p=0,004) dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r=-0,151). Penggunaan media sosial yang bijak sangat dianjurkan sehingga dapat memberikan dampak positif untuk kesehatan mental siswa

    Laporan Kasus Langka: Steatocystoma Multiplex Pada Regio Abdomen Bagian Atas Menyerupai Limfadenitis Tuberkulosis

    Get PDF
    dominan autosomal dan biasanya dijumpai pada usia remaja atau sporadik. Gambaran klinis dan histopatologi dapat bervariasi dan tumpang tindih dengan tumor atau lesi lainnya. Laporan kasus ini dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan perbedaan gambaran histopatologi antara steatocystoma multiplex pada abdomen bagian atas yang gambaran klinisnya menyerupai limfadenitis tuberkulosis. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke Rumah Sakit Bethesda dengan lesi di abdomen bagian atas. Benjolan tersebut muncul sejak 1 bulan yang lalu, tidak terasa nyeri. Pada anamnesis tidak didapatkan gejala tuberkulosis seperti penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik didapat 3 nodul subkutan yang sedikit meninggi dengan puncak yang datar berwarna kekuningan. Nodul tersebut berdiameter 0,3 sampai dengan 1 cm. Tidak didapatkan lesi lain pada ekstremitas maupun pada tubuh. Pemeriksaan histopatologi pada lesi menunjukkan kista kosong dengan dinding ruangan yang terlipat pada dermis tengah. Dinding kista terdiri dari 2 atau 3 lapis epitel skuamous tanpa stratum granulosum dan terdapat kelenjar sebasea dalam berbagai variasi ukuran. Temuan mikroskopik tersebut sesuai untuk steatocystoma multiplex. Dilakukan eksisi pada semua lesi. Steatocystoma multiplex harus dilihat sebagai spektrum dengan berbagai variasi distribusi anatomis yang dapat meniru lesi lain

    Perbandingan Efektifitas Ekstrak Etanol Daun Sirih Hijau (Piper betle L) Dan Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes

    Get PDF
    Latar belakang: Jerawat adalah peradangan kulit yang umum pada remaja, salah satunya disebabkan infeksi Propionibacterium acnes. Daun sirih hijau (Piper betle L.) dan sirih merah (Piper crocatum) mengandung senyawa antibakteri yang berpotensi menghambat bakteri tersebut. Tujuan: Membandingkan efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih hijau dan merah terhadap Propionibacterium acnes, serta kontrol positif klindamisin. Metode: Ekstrak diperoleh melalui maserasi (etanol 96%, 72 jam). Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi disk pada konsentrasi 12,5%, 25%, dan 50%, disertai kontrol positif (klindamisin) dan negatif (aquadest). Diameter zona hambat (mm) diukur, dianalisis secara deskriptif dan ANOVA satu arah (α = 0,05) menggunakan SPSS 25. Hasil: Ekstrak sirih hijau 50% menunjukkan hambatan lebih besar (11,7 ± 0,58 mm) dibanding sirih merah (9,3 ± 0,58 mm). ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi (p < 0,05). Klindamisin menghasilkan zona hambat 21–23 mm. Kesimpulan: Kedua ekstrak efektif terhadap Propionibacterium acnes, namun sirih hijau lebih unggul dan menunjukkan efek dosis-respons. Temuan ini mendukung potensinya sebagai alternatif pengobatan jerawat

    Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Personal Hygiene Saat Mengalami Menstruasi Di SMP PGRI 2 Denpasar

    Get PDF
    Menstruasi merupakan proses biologis yang terjadi pada remaja putri sebagai bagian dari perkembangan pubertas. Salah satu aspek penting dalam masa menstruasi adalah menjaga personal hygiene, terutama organ reproduksi, untuk mencegah gangguan kesehatan. Namun, masih banyak remaja putri yang kurang memperhatikan kebersihan diri saat menstruasi, yang dapat berisiko menimbulkan masalah kesehatan reproduksi. Masalah dalam penelitian yaitu dimana remaja putri di SMP PGRI 2 Denpasar belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang personal hygiene saat menstruasi akibat kurang meratanya informasi yang didapat dan hal tersebut berdampak pada perilaku hygienis yang belum tepat saat menstruasi.  Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi di SMP PGRI 2 Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 225 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan mengenai personal hygiene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (66,7%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang personal hygiene. Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup berada pada usia 13 tahun (75,2%), mengalami menstruasi pertama di usia 11 tahun (75,6%), tidak mempunyai pengalaman menstruasi (67,8%), dan mendapatkan sumber informasi dari orang tua (70,9%). Pengetahuan yang cukup tentang kebersihan menstruasi dipengaruhi oleh usia, pengalaman menstruasi, dan sumber informasi yang didapatkan belum merata, sehingga peningkatan komunikasi antara orang tua dan remaja serta pendidikan yang lebih merata di sekolah mengenai personal hygiene sangat diperlukan. &nbsp

    Pengaruh Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Kualitas Tidur Pada Remaja di Sma Negeri 6 Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Kuantitas tidur buruk sebagai pencetus persoalan kebugaran kerap ditemui pada remaja akhir, adanya masa puber pada remaja kerap menghadapi peralihan dan penurunan waktu istirahat. Akibatnya usia muda dengan kualitas tidur jelek dan jarang istirahat mengakibatkan seseorang merasa lelah saat waktu siang, mempunyai suasana kurang baik dan prestasi memburuk. Oleh karena itu, untuk memperbaiki kualitas tidur yang dialami remaja dapat dilakukan salah satunya dengan memberikan terapi relaksasi nafas dalam. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap kualitas tidur pada remaja. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode Quasy Experimen Design dengan rancangan Pretest dan Posttest One Group. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden. Kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil: Hasil penelitian pengaruh kualitas tidur sebelum diberikan terapi relaksasi nafas dalam dengan kategori buruk sebanyak 43 responden (100,0%) dan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam sebanyak dengan besaran kualitas tidur baik dengan nilai 5 sebanyak 22 responden (48,8%). Adapun yang mendapat nilai <5 sebanyak 21 responden (51,2%) yang memiliki arti kategorik kualitas tidur baik. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dalam perbedaan kualitas tidur sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam yaitu p-value = 0,001 (p-value <0,005)

    Pengaruh Sifat Psikokimia, Fungsional Senyawa Organosulfur Dan Polisakri Pada Bawang Putih Hitam Dengan Metode Fermentasi Dalam Memperbaiki Sel Akibat Kerusakan Oksidatif Pada Tubuh Manusia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis efek psikokimia dan sifat fungsional senyawa organosulfur dan polisakarida pada bawang putih hitam dengan metode fermentasi dalam memperbaiki sel dari kerusakan oksidatif pada tubuh manusia. Bawang putih hitam merupakan produk pangan fungsional berbahan baku bawang putih yang diolah melalui proses fermentasi. proses penuaan untuk meningkatkan nilai sensorik dan kualitas gizi. Kondisi penuaan berdampak besar terhadap perubahan sifat psikokimia dan fungsional bawang putih hitam yang erat kaitannya dengan senyawa organosulfur dan polisakarida sebagai komponen terbesar dalam bawang putih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan sistematis dengan tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara reaksi selama penuaan dan perubahan senyawa organosulfur, polisakarida dan pencoklatan non-enzimatik serta fungsi bawang hitam dengan memperhatikan aspek-aspek tertentu. Penuaan meliputi suhu, kelembaban, waktu, aktivitas mikroorganisme dan perlakuan awal produk bawang putih. Reaksi Maillard dan degradasi polisakarida masih merupakan reaksi dominan dan berperan penting dalam produksi bawang hitam. Perlakuan awal dengan tekanan hidrostatis yang tinggi dapat menjaga kualitas bawang hitam sehingga bawang hitam memiliki karakteristik rasa yang sama denga bawang hitam pada umumnya. Sifat antioksidan bawang putih hitam tampak meningkat selama perlakuan panas. Selain itu, diketahui aktivitas mikroorganisme berperan dan berpotensi meningkatkan nilai kualitas bawang putih hitam dan aktivitas antimikroba

    Pengaruh Edukasi Tentang Gizi Seimbang Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Menggunakan Video Animasi

    Get PDF
    Anemia dan obesitas merupakan permasalahan gizi yang dapat dialami oleh remaja. Kekurangan gizi pada remaja dapat menyebabkan pertumbuhan dan pembentukan otot yang buruk, kurangnya energi dapat menyebabkan kelelahan, kurangnya motivasi, penurunan produktivitas, dan sistem kekebalan tubuh yang akan menyebabkan rentan terhadap penyakit. Kekurangan nutrisi selama masa remaja juga dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada fungsi otak. Program Tablet Tambah Darah (TTD) menyediakan suplementasi zat besi dan asam folat  untuk mencegah anemia pada remaja putri, tetapi jumlah peserta yang terlibat masih relatif rendah dan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Edukasi tentang gizi seimbang menggunakan video animasi akan meningkatkan pengetahuan remaja tentang nutrisi dan menumbuhkan sikap positif terhadap makanan sehingga dapat mengembangkan kebiasaan makan yang sehat.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang sebelum dan setelah menggunakan video animasi. Metode penelitian menggunakan desain Quasy Eksperiment dengan rancangan one group pre-test dan post-test design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa siswi kelas VIII di SMPN 4 Sewon berjumlah 126 orang. Teknik pengambilan sampel dengan stratified random sampling didapatkan 63 sampel. Intervensi edukasi tentang edukasi gizi seimbang menggunakan video animasi. Pengumpulan data menggunakan kuisioner pengetahuan gizi seimbang. Analisis data menggunakan uji Marginal Homogeneity. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan yang dimiliki responden sebelum diberikan edukasi tentang gizi seimbang sebagian besar berpengetahuan cukup berjumlah 46 orang (73,0%), sedangkan setelah diberikan edukasi menunjukkan pengetahuan cukup berjumlah 57 orang (90,5%). Hasil uji Marginal Homogeneity diperoleh nilai p-value = 0,001 (p<0,05). Dapat disimpulkan terdapat pengaruh edukasi tentang gizi seimbang terhadap peningkatan pengetahuan remaja menggunakan video animasi.Permasalahan gizi yang dialami oleh remaja meliputi anemia dan obesitas. Kekurangan gizi pada remaja dapat menyebabkan pertumbuhan dan pembentukan otot yang buruk, kurangnya energi dapat menyebabkan kelelahan, kurangnya motivasi, penurunan produktivitas, dan sistem kekebalan tubuh juga dapat terpengaruh, menyebabkan rentan terhadap penyakit, dan kekurangan nutrisi selama masa remaja juga dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada fungsi otak. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan remaja adalah edukasi tentang gizi seimbang menggunakan video animasi. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang sebelum dan setelah menggunakan video animasi. Metode penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperiment dengan rancangan one group pre-test dan post-test design. Populasi penelitian ini seluruh siswa siswi kelas VIII di SMPN 4 Sewon berjumlah 126 orang. Teknik pengambilan sampel dengan stratified random sampling didapatkan 63 sampel. Intervensi edukasi tentang edukasi gizi seimbang menggunakan video animasi. Pengumpulan data menggunakan kuisioner pengetahuan gizi seimbang. Analisis data menggunakan uji Marginal Homogeneity. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan yang dimiliki responden sebelum diberikan edukasi tentang gizi seimbang sebagian besar berpengetahuan cukup berjumlah 46 orang (73,0%), sedangkan setelah diberikan edukasi menunjukkan pengetahuan cukup berjumlah 57 orang (90,5%). Hasil uji Marginal Homogeneity diperoleh nilai p-value = 0,001 (p<0,05). Dapat disimpulkan terdapat pengaruh edukasi tentang gizi seimbang terhadap peningkatan pengetahuan remaja menggunakan video animasi

    Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Penanganan Dismenorea Pada Remaja Putri di SMA N 2 Kuta Utara

    No full text
    Masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang yang ditandai dengan perubahanfisik, emosional, dan sosial. Pada remaja putri, pubertas ditandai oleh kematangan organ reproduksi dankemampuan untuk bereproduksi. Kemampuan ini dapat dilihat dari tanda-tanda pertumbuhan primer,seperti menstruasi pertama atau menarche. Menstruasi yang dirasakan perempuan yang satu dengan yanglain memiliki sifat dan tingkat rasa nyeri berbeda, mulai dari nyeri ringan sampai berat, kondisi ini yangdisebut dengan dismenore. Penanganan dismenore dapat dilakukan dengan menggunakan teknikfarmakologi maupun nonfarmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkatpengetahuan dan penanganan dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 2 Kuta Utara. Jenis penelitianini yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakanadalah probability sampling jenis proportioned stratified random sampling dan didapatkan jumlahresponden sebanyak 231 orang. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar tingkat pengetahuan dalamkategori baik sebanyak 152 orang (65,8%), sedangkan untuk penanganan dismenore mayoritas respondenmemiliki penanganan dismenore yang baik sebanyak 101 orang (43,7%). Pemahaman mengenaidismenore dan metode penanganannya merupakan aspek penting bagi remaja putri. Salah satu strategiuntuk meningkatkan pengetahuan mereka adalah melalui edukasi yang bersifat penyuluhan ataupendekatan langsung, seperti mengakses berbagai sumber informasi, berkonsultasi dengan tenagakesehatan, serta berdiskusi dengan keluarga maupun teman sebaya

    Pengaruh Subsitusi Tepung Labu Siam (Sechium Edule) Terhadap Daya Terima Biskuit

    Get PDF
    Chayote (Sechium edule) is one of the local food ingredients that has the potential to be used as an alternative substitute for wheat flour in making biscuits. The use of chayote flour is expected to increase the nutritional value and diversify local-based food. This study aims to determine the effect of substitution of wheat flour with chayote flour on the organoleptic value of biscuits, especially on the parameters of color, aroma, taste, and texture. This study used an experimental method with a completely randomized design consisting of four treatments of chayote flour substitution, namely 0% (P1), 25% (P2), 50% (P3), and 75% (P4). The data obtained were analyzed using the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney further test to see the differences between treatments. The results showed that the substitution of chayote flour had a significant effect on color, aroma, and taste (p <0.01), but did not have a significant effect on texture (p>0.01). Treatment P1 had the highest acceptability, while P4 had the lowest level of acceptability. The use of chayote flour in biscuit making can be applied up to an optimal limit of 50% to maintain organoleptic characteristics and increase fiber content. Further research is recommended to explore processing techniques that can improve sensory acceptance and nutritional value of biscuits with chayote flour substitution.Labu siam (Sechium edule) merupakan salah satu bahan pangan lokal yang memiliki potensi besar sebagai alternatif pengganti tepung terigu dalam pembuatan biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung labu siam terhadap daya terima biskuit berdasarkan uji organoleptik, yang meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan empat perlakuan: P1 (0%), P2 (25%), P3 (50%), dan P4 (75%) substitusi tepung labu siam. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung labu siam berpengaruh signifikan terhadap parameter warna, aroma, dan rasa (p < 0,01), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap tekstur (p > 0,01). Perlakuan P1 menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi, sedangkan P4 memiliki penerimaan terendah. Substitusi optimal tepung labu siam dalam biskuit disarankan hingga 50% untuk mempertahankan karakteristik organoleptik dan meningkatkan kandungan serat. Penelitian lanjutan mengenai subsitusi tepung labu siam terhadap komponen nutrisi biscuit, khususnya dalam aspek serat pangan, kadar antioksidan dan manfaat kesehatan lainnya, sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam produk akhir

    Pengaruh Pemberian Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Hemoglobin Ibu Hamil Anemia Puskesmas Kederasan Panjang Tahun 2023

    Get PDF
    Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia, khususnya bagi ibu hamil. Prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia tahun 2018 sebesar 48,9%. Survey awal terhadap 3 orang ibu hamil anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kederasan Panjang, ditemukan tingkat kepatuhan ketiga ibu hamil anemia tersebut dalam mengkonsumsi TTD masih sangat rendah. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, desain quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest design bertujuan mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil anemia. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kederasan Panjang. Sampel seluruh ibu hamil anemia berjumlah 13 orang. Data dianalisis menggunakan uji paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum mengkonsumsi sari kacang hijau (pretest) 9,4615 dan rata-rata kadar Hb ibu hamil sesudah mengkonsumsi sari kacang hijau (post test) 11,1308. Hasil uji statistic didapatkan nilai p-value=0,000 < 0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil anemia. Diharapkan hasil penelitian ini dijadikan gambaran bagi Puskesmas Kederasan Panjang dalam mengatasi kejadian anemia pada ibu hamil secara non farmakologi yaitu melalui pemberian sari kacang hijau sehingga kejadian anemia pada ibu hamil dapat berkurang

    206

    full texts

    240

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇