Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
240 research outputs found
Sort by
Hubungan Kejadian Bullying dengan Tingkat Kepercayaan Diri Remaja di SMP Negeri 1 Banguntapan
Kejadian bullying masih banyak ditemukan di masyarakat, terutama di kalangan remaja, beberapa macam bentuk bullying diantaranya adalah bullying non verbal, bullying verbal dan bullying psikologis. Kejadian bullying ini memiliki dampak yang negatif bagi remaja, diantaranya adalah remaja cenderung tertutup, memiliki perasaan khawatir dan takut berlebih, depresi, memiliki luka fisik serta kehilangan kepercayaan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian bullying dengan tingkat kepercayaan diri remaja di SMP Negeri 1 Banguntapan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 164 remaja yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kejadian bullying dan kuesioner tingkat kepercayaan diri. Uji bivariat yang digunakan adalah uji Chi Square dan didapatkan nilai p value 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi -0,329 yang berarti ada hubungan negatif antara kejadian bullying dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di SMP Negeri 1 Banguntapan
PENGARUH PROGRAM PEMANTAUAN ELEKTROKARDIOGRAM TERHADAP DETEKSI DINI PENYAKIT JANTUNG
Heart disease is one of the diseases that often goes undetected early on, which can lead to serious complications and death. This study aims to investigate the effect of an electrocardiogram (ECG) monitoring program on the early detection of heart disease. The research method used is quantitative with data collection using questionnaires and regression analysis. The respondents in this study were individuals who had participated in the ECG monitoring program for a certain period. Data were collected through questionnaires that included demographic information, medical history, and participation in the monitoring program. Regression analysis was used to determine the relationship between the independent variable (participation in the ECG monitoring program) and the dependent variable (early detection of heart disease). The results of the study show that there is a significant influence between participation in the ECG monitoring program and early detection of heart disease. The ECG monitoring program has an influence of 61.3% on the early detection of heart disease. The results of this study are expected to contribute to a further understanding of the effectiveness of EKG monitoring programs in the early detection of heart disease. The practical implications of this study may include recommendations to improve accessibility and participation in EKG monitoring programs, as well as more effective heart disease prevention efforts.Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang sering kali tidak terdeteksi secara dini, yang dapat menyebabkan komplikasi serius dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh program pemantauan elektrokardiogram (EKG) terhadap deteksi dini penyakit jantung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan angket dan analisis regresi. Responden penelitian ini adalah individu yang telah mengikuti program pemantauan EKG selama periode tertentu. Data dikumpulkan melalui angket yang mencakup informasi demografis, riwayat kesehatan, dan partisipasi dalam program pemantauan. Analisis regresi digunakan untuk menentukan hubungan antara variabel independen (partisipasi dalam program pemantauan EKG) dan variabel dependen (deteksi dini penyakit jantung). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara partisipasi dalam program pemantauan EKG dan deteksi dini penyakit jantung. Berdasarkan perhitungan, nilai dari R Square adalah 0,613. Dimana program pemantau EKG berpengarus sebesar 61,3% terhadap deteksi dini penyakit jantung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih lanjut tentang efektivitas program pemantauan EKG dalam mendeteksi dini penyakit jantung. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat mencakup rekomendasi untuk meningkatkan aksesibilitas dan partisipasi dalam program pemantauan EKG, serta upaya pencegahan penyakit jantung secara lebih efektif
Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Etanol Biji Buah Pinang (Areca catechu L.) Terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923
Staphylococcus aureus merupakan penyebab dari berbagai infeksi, diantaranya pneumonia, mastitis, infeksi kulit furunkulosis serta infeksi karena bakteri yang dapat disembuhkan dengan antibakteri. Biji buah Pinang (Areca catechu L.) dapat menjadi alternatif pengobatan antibakteri bahan alami karena mengandung senyawa alkaloid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus. Penggunaan dan efektivitas biji buah Pinang sebagai antibakteri dapat dipermudah dengan memformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik krim serta aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol biji buah Pinang terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol biji buah Pinang diperoleh dengan metode maserasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan metode difusi agar kemudian dilakukan pengukuran diameter zona hambat. Ekstrak etanol biji buah Pinang diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10%. Krim ekstrak etanol biji buah Pinang dilakukan uji sifat fisik (organoleptis, daya sebar, daya lekat dan kemampuan proteksi) dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Hasil data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim ekstrak etanol biji buah Pinang telah memenuhi standar persyaratan organoleptis, daya sebar, daya lekat, dan kemampuan proteksi pada krim topikal. Krim ekstrak etanol biji buah Pinang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi 5%, 7,5% dan 10% dengan rerata nilai diameter zona hambat yaitu 19,22 mm; 19,57 mm dan 21,33 mm. Krim ekstrak etanol biji buah Pinang dengan konsentrasi 10% memiliki diameter zona hambat terbesar. Hal ini dapat menjadi rujukan dalam pembuatan krim berbasis ekstrak etanol biji buah Pinang
Pengaruh Edukasi dengan Metode Simulasi Terhadap Pengetahuan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan merupakan hal penting dalam pencegahan kondisi gawat darurat. Kekurangan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan terjadi karena paparan materi terkait yang kurang. Prevalensi kecelakaan pada anak SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta masih tinggi. Salah satu cara dan metode untuk meningkatkan pengetahuan adalah edukasi dengan simulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan metode simulasi terhadap pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode penelitian yang digunaka adalah pre-experimental design dengan pendekatan one group pretest posttest design. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling sebanyak 43 responden. Penelitian dilakukan di MA ICBB Bantul pada Mei 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi dengan metode simulasi terhadap pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan (p value 0,000). Edukasi pertolongan peratama pada kecelakaan dengan metode simulasi dapat dilakuka
Pemahaman Akan Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Down Syndrome
Salah satu kelainan kongenital dan genetik yaitu down syndrome. Individu dengan down syndrome dapat menunjukkan gangguan intelektual atau kognitif. Maka, peningkatan kualitas hidup penderita down syndrome sangatlah diperlukan sedikitnya untuk mensejahterakan hidup mereka. Artikel ini bertujuan untuk memahami tentang down syndrome dan bagaimana cara meningkatkan kualitas hidup seseorang yang menderita down syndrome. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah study literature dengan menggunakan data base Google Schoolar dari tahun 2020-2024. Perkembangan dan kualitas hidup orang dengan down syndrome dipengaruhi secara positif oleh peran keluarga, komunitas, dan intervensi dini berbasis keluarga. Terlepas dari kompleksitas hambatan yang mereka alami, kualitas hidup mereka ditingkatkan dengan penerimaan sosial dan pembelajaran konstruktif dari lingkungan mereka. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup individu yang menderita down syndrome yaitu dengan melakukan terapi Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan intervensi dini. Maka, untuk mencapai upaya tersebut orang tua juga harus memiliki pengetahuan serta pemahaman yang cukup untuk menemani serta mendukung perkembangan anak pada penderita down syndrome
Kesehatan Reproduksi: Efek Program Kelurga Berencana (Kb) Terhadap Wanita Usia Subur
Abstrak
Keluarga berencana (KB) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta membentuk keluarga yang berkualitas. KB menjadi salah satu target utama pembangunan nasional. Penelitian yang menggambarkan tentang pemanfaatan alat kontrasepsi KB pada pasangan usia subur cukup banyak, namun melihat dari sisi pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi Wanita usia subur masih sangat minimal. Survey lapangan yang dilakukan pada bulan desember 2023 di Kelurahan Piyungan, melalui wawancara 80% wanita mengikuti program KB, sementara 20% tidak. Dari 8 wanita pengguna KB, setengahnya pernah berhenti dan beralih ke metode KB lain karena merasa tidak cocok dengan efek sampingnya. Menurut Kemenkes RI tahun 2021, data wanita usia subur sebanyak 71.570.465 seluruh Indonesia dan hampir seluruhnya menggunakan kontrasepsi hormonal yang terdiri dari kontrasepsi suntik (48.56%), pil (26.60%), dan implant (9.23). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program keluarga berencana (KB) terhadap kesehatan reproduksi Wanita usia subur. Subjek penelitian merupakan Wanita usia subur yang melakukan perawatan di rumah sehat madani selama program pengobatan tradisional bekam di sekolah tinggi ilmu kesehatan madani. Metode penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis crosssectional observation . pengambilan sampel diambil dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan alat kontrasepsi mendapatkan nilai p value 0.001 yang bermakna bahwa adanya hubungan yang signifikan atau korelasi antara penggunaan alat kontrasepsi dan pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi.
 
Formulasi Dan Karakterisasi Nanopartikel Kitosan Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythrina Subumbrans) Sebagai Kandidat Herbal Antimastitis
Penyakit mastitis pada sapi perah adalah suatu reaksi di dalam ambing yang timbul akibat infeksi oleh bakteri, zat kimia, luka bakar atau luka mekanis, ditandai dengan inflamasi/ peradangan. Salah satu senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antiinflamasi adalah flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki beberapa kekurangan dalam memberikan efek farmakologis sehingga perlu dibuat dalam sediaan nanopartikel sehingga mampu memberikan aktivitas lebih baik. Nanopartikel digunakan sebagai sistem penghantaran obat yang efektif dan dapat melindungi senyawa aktif dari ekstrak. Penelitian bertujuan mengetahui formulasi yang optimum dalam menghasilkan sediaan nanopartikel dan karakterisasi sediaan nanopartikel ekstrak daun dadap serep. Sediaan nanopartikel dibuat dari 3 formula dengan perbandingan kitosan dan NaTPP (Natrium Tripolifosfat) adalah 8:1, 10:1, dan 12:1. Dari ketiga formula tersebut dilakukan uji ukuran partikel dengan PSA (Particle Size Analyzer), dan formula terbaik dilakukan analisis gugus fungsi dengan FTIR, skrining fitokimia, dan uji % transmitan dengan Spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan Uji organoleptik nanopartikel didapatkan hasil ekstrak etanol daun dadap serap terdri dari bentuk berupa ekstrak kental, warna Hitam-kecoklatan, Bau spesifik, dan rasa pahit. Untuk hasil standarisasi ekstrak didapatkan data susut pengeringan 18,15%, cemaran mikroba 3,1 x 102 CFU/g, Kadar abu 0,35%, Sisa tidak larut asam 0,14%, Cd 0,051 ppm dan Pb 0,080 ppm. Uji FTIR (Fourier Transform Infra Red) dengan hasil nilai variasi kitosan 0,08 gram memiliki % transmitan tertinggi, area yang merupakan gugus fungsi utama berada pada rentang 3500 – 500 cm-1, sedangkan rentang 1500 – 500 cm-1 merupakan area sidik jadi, serta uji transmitan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS mendekati 1 adalah variasi 0,12 gram dengan nilai 0,99. 
Kajian Aksiologi : Efektifitas Penggunaan Murottal Al Qur’an Dalam Proses Persalinan
Perjuangan seorang ibu untuk melahirkan anak ke dunia harus melalui proses persalinan yang panjang, melelahkan dengan menghadapi rasa nyeri persalinan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan emosional dan ketegangan ibu menghadapi persalinan, untuk itu dibutuhkan suatu tindakan asuhan sayang ibu pada ibu bersalin. Salah satu bentuk asuhan sayang ibu pada masa persalinan adalah upaya mengatasi gangguan rasa nyaman nyeri pada kala I persalinan. Salah satu tindakan non farmakologis untuk mengatasi rasa nyeri persalinan adalah dengan memperdengarkan rekaman lantunan ayat suci Al Qur’an (murottal Al Qur’an). Membaca maupun mendengarkan lantunan Al Qur’an yang merupakan kitab suci bagi umat Islam, dipercaya mampu memberikan efek positif yaitu penyembuhan (syifa), memberikan ketenangan jiwa, sehingga mampu mengatasi stress dan kecemasan seseorang. Studi ini bertujuan untuk memastikan manfaat atau efektifitas memperdengarkan murottal Al Qur’an dalam proses persalinan. Literatur review dilakukan dengan penelusuran artikel pada google scholar, yang diterbitkan pada sepuluh tahun terakhir, yang berkaitan dengan penggunaan murottal Al Qur’an pada proses persalinan, dengan penerapan kriteria inklusi dan eksklusi pada populasi ibu bersalin dengan desain penelitian quasi eksperimen dan lokasi penelitian di Indonesia. Hasil penelusuran didapatkan lima literatur terpilih. Didapatkan hasil bahwa memperdengarkan murottal Al Qur’an pada proses persalinan (kala I) terbukti mengurangi nyeri persalinan dan kecemasan selama persalinan. Kesimpulan : Memperdengarkan murottal Al Qur’an dapat sebagai arternatif asuhan/tindakan pada persalinan untuk pengurangan rasa nyeri dan menurunkan tingkat kecemasan pada ibu bersalin khususnya saat kala I persalinan
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan SThe Formulation and Physical Quality Test of Dragon Fruit Peel (Hylocereus polyrhizus) Ethanol Extract Solid Soapabun Padat Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
-
Kulit adalah salah satu organ tubuh yang berperan sebagai protektor dari berbagai gangguan fisik maupun kimia. Namun, paparan polusi hingga radikal bebas dari sinar ultraviolet dapat menyebabkan kulit menjadi kusam. Penggunaan sediaan sabun padat yang mengandung antioksidan dapat membantu melindungi kulit dari radikal bebas. Salah satunya adalah sabun dari ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung senyawa polofenol, flavonoid dan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak kulit buah naga merah dapat diformulasikan dalam sediaan sabun padat dan memiliki mutu fisik yang baik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan analisis deskriptif. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%. Kemudian dibuat sediaan sabun padat dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak 1%, 2% dan 3%. Dilanjutkan dengan uji mutu fisik meliputi uji homogenitas, uji organoleptis, uji pH, uji efektivitas daya bersih dan uji tinggi busa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah dapat diformulasikan menjadi sediaan sabun padat. Hasil uji mutu fisik sediaan sabun padat ekstrak etanol kulit buah naga merah konsentrasi 1%, 2% dan 3% memiliki sifat fisik yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini sediaan sabun padat memenuhi mutu fisik yang sesuai standar
Usia Ibu Hamil Dan Status Rujukan Kegawatdaruratan
Sebagian besar kasus kematian ibu disebabkan adanya kegawatdaruratan obstetri. Alasan rujukan kegawatdaruratan obstetri diantaranya adalah faktor usia sebagai bagian dari aspek demografi ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan usia ibu hamil dan status rujukan dalam konteks kesehatan maternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2022. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil di Klinik Pratama Aisyiyah Siti Khotijah Salam Magelang. Responden diperoleh melalui convenience sampling yang memenuhi kriteria inklusi: ibu hamil yang rutin melakukan antenatal care di klinik hingga proses persalinannya. Penelitian ini mengidentifikasi status rujukan dan usia ibu hamil. Data penelitian diperoleh melalui dokumen rekam medis. Data dianalisis menggunakan uji Pearson Correlation. Hasil menunjukkan sebagian besar ibu hamil dalam usia tidak berisiko (20-30 tahun) sebesar 65%. Dari jumlah ini, ditemukan lima ibu hamil dirujuk atas komplikasi kegawatdaruratan obstetrik Hasil analisis statistik (r = 0.048, p = 0.633) yang artinya koefisien korelasi rendah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dan status rujukan. Walaupun terdapat korelasi positif yang lemah, faktor usia ibu hamil tidak menjadi faktor utama dalam mempengaruhi keputusan rujukan.Top of For