Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
    240 research outputs found

    PENGARUH CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI APOTEK PANJI FARMA

    Get PDF
    Maintaning customers must be a top priority for pharmacies rather than utilizing new customers. One of the pharmacy strategies in maintaining is providing services according to needs and maintaining good relationships with customers so that customer loyalty will be created. The purpose of this study was to determine and analyze the influence of customer identification factors, customer differentiation, customer interaction, custumization on customer loyalty of the Panji Farma Pharmacy and find out the most dominant factors affecting the loyalty of the customers of Panji Farma Pharmacy. This study included a type of quantitative descriptive research with a survey approach. Data collection in this study using non randomg sampling techniques (non probability sampling) with samping methods using accidental sampling. The analysis used is multiple linear regression analysis. Based of the results of data analysis, information  is obtained that calculated Fcount is 17,094 greater than F table 2,51. It shows that the customer identification factor, customer differentiation, customer interaction, customization has a significant effect on customer loyalty at the Panji Farma Pharmacy. Of the four factors it is known that the customer differentiation factor (X2) has the most dominant influence compared  to the other three factors. It can be seen from the value of tcount for the customer differentiation factor is 3,203 at most than the value of t calculated for the customer identification factor (X1) 2,288, customer interaction (X3) 2,775 and customization (X4) 2,288. This study provides the conclusion that customer identification factor, customer differentiation, customer interaction, customization have a significant influence on customer loyalty and customer differentiation factor is the most dominant factor in customer loyalty at the Panji Farma Pharmacy.Mempertahankan pelanggan harus menjadi prioritas utama bagi apotek dibandingkan mendapatkan pelanggan baru. Salah satu strategi apotek dalam mempertahankan pelanggan yaitu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan sehingga akan tercipta   loyalitas pelanggan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor identifikasi pelanggan, diferensiasi pelanggan, interaksi pelanggan, customization terhadap loyalitas pelanggan Apotek Panji Farma dan mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi loyalitas pelanggan Apotek Panji Farma. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik non random (non probability sampling) dengan metode pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh informasi bahwa nilai Fhitung 17,094 lebih besar dari Ftabel  2,51. Hal itu menunjukkan bahwa faktor identifikasi pelanggan, diferensiasi pelanggan, interaksi pelanggan, customization berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan Apotek Panji Farma. Dari keempat faktor tersebut, maka diketahui faktor diferensiasi pelanggan (X2) berpengaruh paling dominan dibandingkan ketiga faktor yang lain. Hal itu dapat dilihat dari nilai thitung untuk faktor diferensiasi pelanggan adalah 3,203 paling besar dibandingkan nilai thitung untuk faktor identifikasi pelanggan (X1) yakni 2,288, interaksi pelanggan (X3) yakni 2,775, dan customization (X4) yakni 2,224. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa strategi CRM yang meliputi faktor identifikasi pelanggan, diferensiasi pelanggan, interaksi pelanggan, customization memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan  dan faktor diferensiasi pelanggan merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap loyalitas pelanggan Apotek Panji Farma

    FAKTOR RISIKO GIZI BURUK BALITA DI DUSUN TERUMAN BANTUL

    No full text
    Nutritional status is a measure of success in meeting children's nutritional needs. In the past few years the target of reducing under-five nutritional status has not been significant. The impact of malnutrition on children is difficult to correct in adulthood. The prevalence of malnutrition in Bantul Regency in 2017 is 0.41%. Research on the factors of illness history, maternal employment status, maternal education status, gender, number of family members, parenting, underweight birth weight, birth length, pattern of health care for children under five, socioeconomic, maternal knowledge about nutrition in the incidence of malnutrition was very needed. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of malnutrition. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The population of toddlers in Teruman Hamlet is 980 children, a sample of 108 toddlers taken through purposive sampling method. Data obtained through interviews and KMS documentation. Univariate data were analyzed by simple descriptive, bivariate data were analyzed using Chi Square test. This study found 5% of malnourished children under five. Based on the bivariate test, it was found that factors related to the incidence of primary caregiver malnutrition, number of family members, parenting patterns, and health care patterns of children under five (p <0.05). It is expected that the family can improve the quality of care for children under five, supported by assistance from health cadres and Public health care.  Status gizi merupakan ukuran keberhasilan memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Beberapa tahun terakhir target penurunan status gizi buruk balita belum signifikan. Dampak gizi buruk pada anak bersifat sulit untuk dikoreksi di usia dewasa. Prevalensi gizi buruk di Kabupaten Bantul tahun 2017 sebesar 0.41%. Penelitian tentang faktor riwayat sakit, status pekerjaan ibu, status pendidikan ibu, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, pola asuh, berat badan lahir balita, panjang badan lahir, pola perawatan kesehatan balita, sosial ekonomi, pengetahuan ibu tentang gizi terhadap kejadian gizi buruk sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Populasi balita di Dusun Teruman berjumlah 980 anak, sampel berjumlah 108 balita yang diambil melalui metode purpossive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi KMS. Data univarat dianalisis secara deskriptif sederhana, data bivariat dianalisis menggunakan uji Chi SquarePenelitian ini menemukan balita gizi buruk sebesar 5%. Berdasarkan uji bivariat didapatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk adalah  pengasuh utama anak, jumlah anggota keluarga, pola asuh, dan pola perawatan kesehatan balita (p<0.05). Diharapkan kepada keluarga agar lebih meningkatkan kualitas pengasuhan kepada balita didukung oleh pendampingan dari kader kesehatan dan Puskesmas

    GAMBARAN SELF-EFFICACY IBU MENYUSUI DI BANYURADEN, GAMPING, SLEMAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Rendahnya pemberian ASI di keluarga menjadi salah satu pemicu rendahnya status gizi bayi dan balita Masalah utama rendahnya pemberian ASI eksklusif adalah kurangnya pengetahuan akan pentingnya ASI eksklusif, sehingga berpengaruh terhadap perilaku dan motivasi. Self efficacy menjadi sebuah variabel yang penting dalam melakukan pengukuran terhadap proses inisiasi, durasi, dan eksklusifitas pemberian ASI pada bayinya. Mengetahui gambaran self efficacy ibu menyusui. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan teknik pengambilan sampel secara secara purposive sampling. Dengan jumlah sampel 32 responden. Rerata skor nilai tingkat self-efficacy untuk pada dimensi kepercayaan interpesonal adalah 35,20 dengan standar deviasi 4,68. Rerata skor nilai tingkat self-efficacy ibu menyusui pada dimensi teknik adalah 19,87 dengan standar deviasi 2,89. Tingkat self-efficacy untuk menyusui pada responden berdasarkan total nilai pada BSES- SF menunjukkan bahwa rerata skor nilai tingkat self-efficacy untuk menyusui adalah 55,075, standar deviasi 7,15. Total nilai terendah adalah 35 sedangkan total nilai tertinggi adalah 70. Mayoritas responden memiliki total nilai antara 53,48 hingga 56,66. Tingkat self-efficacy untuk pada dimensi kepercayaan interpesonal lebih tinggi dari tingkat self efficacy pada dimensi teknik, keyakinan intrapersonal dapat merubah sikap, keyakinan, serta persepsi ibu mengenai tindakan menyusu

    HUBUNGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

    No full text
    Icterus is one of clinical phenomenon that often found in the newborn baby. It can be occured because high amount of erythrocytes, short time live of erythrocytes, and immature function of hepatic. Icterus can be affected by some factors such like low birth weight <2500 gr, gestation time <36 weeks, asphyxia history, hypoxia, infection, head trauma, acute breath syndrome, hypoglicemic, hypercarbia and hemolysis that caused by blood incompatibility The aim of this study was to know the relationship between low birth weight with icterus case in RSUD Panembahan Senopati Bantul at 2015. This study used case control design with retrospective approach. The sample were all baby aged 2-7 days with physiological icterus and non physiological icterus. This study used systematic random sampling. Data analysis in this study used chi square test. According to the chi-square test, obtained result there was a significant relationship between low birth weight with an incidence of neonatorum icterus in RSUD Panembahan Senopati Bantul at 2015 with significant value < 0.000 (P value < 0,05) Keyword : Icterus, low birth weight, neonatorum, hyperbilirubinIkterus merupakan salah satu fenomena klinis yang paling sering terjadi ditemukan pada bayi baru lahir. Proses tersebut antara lain karena tingginya kadar eritrosit, masa hidup eritrosit yang lebih pendek dan  belum matangnya fungsi hepar. Icterus dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu berat lahir < 2500 gram, masa gestasi < 36 minggu, riwayat asfiksia, hipoksia, sindrom gawat napas, infeksi, trauma kepala. Hipoglikemia, hiperkarbia dan proses hemolysis akibat inkompatibilitas darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat bayi lahir rendah dengan kejadian icterus neonatorum di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Rancangan penelitian yang digunakan adalah case control dengan pendekatan retrospective. Sampel yang digunakan adalah seluruh bayi usia 2-7 hari yang mengalami icterus fisiologis. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Analisis data penelitian menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 124 kasus icterus terdapat 76 bayi yang mengalami BBLR. Uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan antara berat bayi lahir rendah dengan kejadian icterus neonatorum di RSUD Panembahan Senopati dengan nilai signifikansi = 0,000 (p value < 0.05).   Kata Kunci: Ikterus, BBLR, neonatorum, hiperbilirubi

    SYZYGIUM CUMINI REDUCES VCAM-1 EXPRESSION IN ENDOTHELIAL CELLS FROM PREECLAMPTIC PATIENTS

    Get PDF
    The present study sought to investigate a role for Syzygium cumini on VCAM-1 expression in endothelial cells from preeclamptic patients. Endothelial cells were obtained from human umbilical vascular endothelial cells. At confluency, endothelial cells were divided into five groups, which included control (untreated), endothelial cells from preeclamptic patients (PP), endothelial cells exposed to PP in the presence of ethanolic extract of Syzygium cumini (PP + SC) at the following three doses: 100; 200; and 400 ppm. Analysis of VCAM-2 level were done by immunohistochemistry technically. This increase in VCAM-1 was significantly (P < 0.05) attenuated by both the 200 and 400 ppm treatments of Syzygium cumini extract. In conclusion, Syzygium cumini extract prohibits the increase in VCAM-1 and ICAM-1 in endothelial cells induced by plasma from preeclamptic patients. Therefore this may provide a natural therapy for attenuating the adhesion molecule induced by endothelial dysfunction found in this pregnancy complicationPenelitian ini untuk mengetahui peran Syzygium cumini pada ekspresi VCAM-1 dalam sel endotel dari pasien preeklampsia. Sel endotel diperoleh dari sel endotel vaskular manusia. Pada pertemuan sel endotel dibagi menjadi lima kelompok, yang termasuk kontrol (tidak diobati), sel endotel dari pasien preeklampsia (PP), sel endotel terkena PP di hadapan ekstrak etanol dari Syzygium cumini (PP + SC) pada tiga berikut dosis: 100; 200; dan 400 ppm. Analisis kadar VCAM-2 dilakukan secara imunohistokimia secara teknis. Peningkatan VCAM-1 ini secara signifikan (P <0,05) dilemahkan oleh perlakuan 200 dan 400 ppm ekstrak Syzygium cumini. Kesimpulannya, ekstrak Syzygium cumini mencegah peningkatan VCAM-1 dan ICAM-1 dalam sel endotel yang diinduksi oleh plasma dari pasien preeklampsia. Oleh karena itu ini dapat memberikan terapi alami untuk melemahkan molekul adhesi yang disebabkan oleh disfungsi endotel yang ditemukan pada komplikasi kehamilan ini

    SELF CARE DAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

    No full text
    Background : International Diabetes Federation (IDF) said that Indonesia have high percetage of diabetes mellitus type2, and placed Indonesia on the sixth of he ten countries. Purpose : To find out the relationship between self-care and blood sugar level of patient with type 2 diabetes mellitus in Hospital. Method : The design of this research is correlational by using cross sectional approach. The sampling technique is non probability sampling using consecutive sampling technique with 51 respondents. The self-care data was taken using SDSCA (The Summary of Diabetes Self-care Activity) questionnaire. Result :There is a significant correlation between self care with when blood sugar level of type 2 diabetes mellitus patient with p value of 0.000 and very strong relationship tensile with correlation coefficient value of -0.969 and the direction of negative relationship which means lower self care then the higher when blood sugar levels of patients with type 2 diabetes mellitus. Conclusion : There is a signifcant correlation between self care and blood sugar levels of patients with type 2 diabetes mellitus in Hospital. The lowe self care then the higher blood sugar levels.Latar belakang: Tingginya angka kejadian diabetes melitus menurut International Diabetes Federatin (IDF) pada tahun 2017 menyebutkan Indonesia menempati urutan ke-6 dari 10 negara dengan jumlah penderita mencapai 10 juta orang. Penatalaksanaan penyakit diabetes melitus dapat dilakukan dengan self care diabetes agar kadar gula darah pasien dalam rentang normal sehingga tidak terjadi komplikasi akibat penyakit diabates melitus ini. Diketahuinya hubungan self care dengan kadar gula darah sewaktu pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Rancangan penelitian ini bersifat korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel non probability sampling dan menggunakan teknik Consecutive sampling dengan responden 51 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner SDSCA (The Summary of Diabetes Self Care Activities) dan satu set alat test darah Blood glucose monitoring system bermerek GE100. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji parametrik korelasi pearson dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil: Pada penelitian ini menunjukan bahwa terdapat kolerasi yang signifikan antara self care dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p value sebesar 0,000 dan memiliki keeretan hubungan yang sangat kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,969 dan arah hubungan negatif yang artinya semakin rendah self care maka semakin tinggi kadar gula darah sewaktu pasien diabetes melitus tipe 2. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara self care dengan kdar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2

    PENGARUH MULTIDIMENSIONAL FAMILY THERAPY TERHADAP KETERGANTUNGAN NARKOBA PADA REMAJA: SYSTEMATIC REVIEW

    Get PDF
    Drug abuse are complex problems in adolescents because it can cause physical, psychological and social problems. Rehabilitation efforts are needed to reduce drug abuse in adolescents, one of this is multidimensional family therapy (MDFT). MDFT emphasizes the context of adolescent development and family function. The purpose of this study was to determine the effect of MDFT on drug abuse in adolescents. This research is a systematic review to synthesize research articles by adjusting the inclusion and exclusion criteria. Articles that include the inclusion and exclusion criteria are analyzed the quality of these studies with the Critical Assessment Capability Program for RCT. The results of the research article are read by compiling the extraction data, then the data is synthesized for discussion. The results of a review of four research articles show that MDFT reduce drug abuse in adolescents. The results of these studies can be used as evidence based on nursing practice and nursing research. MDFT can be adopted as an intervention in the treatment of adolescents with drug abuse. Further research is needed to find out the effect that might occur and moderator variables that can affect the effectiveness of MDFT.Permasalahan narkoba semakin kompleks pada kelompok remaja karena dapat menimbulkan dampak pada fisik, psikis maupun sosial. Upaya rehabilitasi dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan remaja pada narkoba, salah satunya dengan multidimensional family therapy (MDFT). MDFT menekankan pada konteks perkembangan remaja dan fungsi keluarga. Tujuan peneitian ini untuk mengetahui pengaruh MDFT terhadap ketergantungan narkoba pada remaja. Penelitian ini merupakan systematic review untuk mensintesis artikel penelitian dengan menyesuaikan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan.Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dianalisis kualitas studinya dengan Critical Appraisal Skills Programme untuk penelitian RCT. Hasil dari artikel penelitian dibaca dengan menyusun ekstraksi data, kemudian data disentesis untuk dilakukan pembahasan. Hasil review empat artikel penelitian menunjukkan bahwa MDFT berpengaruh terhadap ketergantungan narkoba pada remaja. Hasil penelitian tersebut dapat dijadikan evidence based dalam praktik keperawatan maupun penelitian keperawatan. MDFT dapat diadopsi sebagai suatu intervensi dalam perawatan remaja dengan ketergantungan narkoba. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui efek lain yang mungkin terjadi dan variabel moderator yang dapat mempengaruhi efektifitas pemberian MDFT

    PENDIDIKAN KESEHATAN DAPAT MEMPERBAIKI PERILAKU CUCI TANGAN PENGRAJIN BATIK DI BANTUL

    Get PDF
    oai:ojs2.jurnalmadanimedika.ac.id:article/4The implementation of the Healthy and Clean Behavior (PHBS) focuses on the health promotion activities. It’s to give the community understanding, awareness and able to implement the PHBS through the learning process. The Hand washing behavior for batik craftsmen is need more attention because the batik process can effect the skin irritation of batik craftsmen. The study to determine the effect of health education about hand washing behavior in the work environment of batik craftsmen. The research method in this study used pre-experiment, to knowing the effect of one variable on another variable. The analysis test in this study used the T-Test. The results of the study is hand washing behavior of the participant did not fit with the procedure of hand washing step before intervention were 54%, and after being given health education increased to 100%. The mean scores of the respondent's hand washing behavior has been increased from 48.19 to 92.69 with p-value <0.05 (0,000). It’s indicated that there was a difference between behavior before and after health education. The average change before and after health education is 37%. Health education can improve the hand washing behavior of batik craftsmen.Penyelenggaraan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berfokus pada kegiatan promosi kesehatan agar masyarakat tahu, mau, dan mampu mempraktikkan PHBS melalui proses pembelajaran. Perilaku cuci tangan pada pengrajin batik perlu mendapat perhatian karena aktivitas membatik dapat menyebabkan iritasi kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang cuci tangan terhadap perilaku mencuci tangan di lingkungan kerja pengrajin batik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pre-eksperimen di mana mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh variabel satu terhadap variabel yang lain. Uji analisis dalam penelitian ini menggunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan perilaku cuci tangan yang tidak sesuai prosedur sebelum intervensi sebesar 54%, setelah diberikan Pendidikan kesehatan meningkat menjadi 100%. Rata-rata penilaian perilaku cuci tangan responden naik dari 48.19 menjadi 92.69 dengan p-value < 0,05 (0,000) sehingga ada perbedaan antara perilaku sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Perubahan rata-rata sebelum dan setelah dilakukan Pendidikan kesehatan sebesar 37%. Pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap perilaku cuci tangan pengrajin bati

    PERSEPSI IBU TENTANG DUKUNGAN SUAMI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN 1 YOGYAKARTA

    Get PDF
    Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu tugas dan kewajiban yang harus diberikan kepada bayi dari orang tua. Orang tua bayi dalam hal ini bukan hanya ibu namun juga ayah. Ibu menyusui membutuhkan dukungan dari suami dalam memberikan ASI eksklusif. Setiap suami mempunyai cara untuk mendukung pemberian ASI eksklusif, sehingga timbul banyak persepsi dari ibu menyusui terkait dukungan suami. Diketahuinya persepsi ibu tentang dukungan suami dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Danurejan 1 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki anak usia 6-12 bulan dan yang telah berhasil melaksanakan program ASI eksklusif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability sampling. Dari perhitungan sampel didapatkan besaran sampel sebanyak 33 responden ibu. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner tertutup dan analisa data adalah analisa univariat. Karakteristik persepsi responden dibagi berdasarkan umur, Pendidikan, dan pekerjaan. Sebanyak 72,7% ibu berusia 20- 35 tahun. Sebanyak 60,6% ibu berpendidikan terakhir SMA. Sebanyak 39,4% ibu memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Persepsi ibu tentang dukungan suami dalam pemberian ASI eksklusif yang diteliti dan didapatkan hasil seperti berikut dukungan informasional (54,5%), dukungan penilaian (57,6%), dukungan instrumental (66,7%), dan dukungan emosional (51,5%). Dalam penelitian ini, persepsi ibu tentang dukungan informasional terkategori kurang, dukungan penilaian terkategori kurang, dukungan instrumental terkategori baik, dan dukungan emosional juga terkategori baik. Berdasarkan dukungan yang dinilai dalam penelitian ini, kesimpulannya persepsi ibu tentang dukungan suami dalam pemberian ASI eksklusif masuk dalam kategori kurang dengan nilai 57,6%

    SIKAP IBU MENYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSLUSIF DI PUSKESMAS KOTA GEDE I YOGYAKARTA TAHUN 2017

    Get PDF
    Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan utama bagi bayi. ASI mengandung komposisi gizi yang paling lengkap dan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi selama 6 bulan pertama. Anak-anak yang tidak diberikan ASI memiliki risiko angka kematian 25% lebih tinggi karena diare dan risiko empat kali lebih besar karena pneumonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap ibu menyusui dalam pemberian ASI terhadap keberhasilan pemberian ASI ekslusif di Puskesmas Kotagede I Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian akan dilaksanakan di Puskesmas Kota Gede I dan akan dilakukan selama 1 bulan terhitung mulai bulan Juni sampai Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu menyusui yang memiliki bayi umur 7-24 bulan dengan total populasi 208 responden pada tahun 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuota sampling. Penentuan besar sampel dalam penelitian ini yaitu 40 responden. Nilai Chi Square sebesar 0,005, dengan nilai probabilitas sebesar 0,005 < 0,05 maka disimpulkan bahwa H ditolak dan H diterima sehingga ada hubungan sikap ibu dalam pemberian ASI terhadap keberhasilan ASI ekslusif di Puskesmas Kotagede I Yogyakarta. Sikap ibu menyusui dalam pemberian ASI ekslusif sebagian besar dalam kategori positif

    206

    full texts

    240

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇