Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
    240 research outputs found

    TINGKAT PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN STATUS KONDISI RUMAH

    No full text
    The percentage of qualified house health in Indonesia in 2014 only reached 61.81% Home health conditions are determined by one of the family members' knowledge and understanding of a healthy home itself. The The objection of this study is to find out the relation of knowledge of family head about healthy house with the house condition in Kersan, Triwidadi Village, and District of Pajangan Bantul. The research design was observational with cross sectional. Sample taken by total sampling technique as many 72 family head in Kresan, Bantul. Research instrument was questioner and observation sheet. Research result analyzed by chi square test. The results of this study note the level of knowledge of the head of the family about healthy homes, most of the categories are as low as 29 people (40.3%). Most of the housing conditions are unhealthy houses as many as 50 houses (69.4%). Result of chi square test between knowledge and the house condition obtained ρ as much 0,002. In conclusion, the level of knowledge of the head of the family about a healthy home is related to the condition of the house.Persentase rumah yang memenuhi syarat kesehatan di Indonesia pada tahun 2014 hanya mencapai angka 61,81%. Kondisi kesehatan rumah ditentukan salah satunya pengetahuan dan pemahaman anggota keluarga tentang rumah sehat itu sendiri. Tujuan Penelitian  ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang rumah sehat dengan kondisi rumah di Dusun Kresan, Desa Triwidadi, Kecamatan Pajangan Bantul. Desain penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling yaitu 72 kepala keluarga di Dusun Kresan, Bantul. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini diketahui tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang rumah sehat sebagian besar kategori kurang sebanyak 29 orang (40,3%). Kondisi rumah sebagian besar adalah rumah tidak sehat sebanyak 50 rumah (69,4%). Hasil uji chi-square antara variable pengetahuan tentang rumah sehat dengan status kondisi rumah diperoleh ρ sebesar 0,002. Kesimpulannya tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang rumah sehat berhubungan dengan kondisi rumah

    HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI DAN PARITAS DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA IBU BERSALIN PREEKLAMPSIA BERAT

    Get PDF
    Asphyxia neonatorum is a condition when a newborn baby experiencing spontaneous and regular breathing failure. It is the main cause of newborn death in the developing countries with rate of 21.1%, ones of the maternal factors that contribute to a.n are preeclampsia and eclampsia. The purpose of the research is to analyze the relationships of hypertension history and parity with asphyxia neonatorum case on mothers with severe preeclampsia. The subjects are 40 babies with and 40 babies without asphyxia case born by mothers with severe preeclampsia. The research type is quantitative research, analytical observation method, design case-control, and a retrospective approach with study of documentations in the year 2014 in the Provincial Hospital of Panembahan Senopati Bantul. The analysis methods are the bivariat analysis with Chi-Square test, and multivariate analysis with logistic regression test. The mother with a history of hypertension risk 11.9 times greater than without a history of hypertension (OR = 11.9; CI 95% = 1.92 - 73.79; p = 0.008). The mother was birthing the risk of primipara babies with asphyxia is 3.43 times greater than that of multipara (OR = 3.43; CI 95% = 1.08 - 10.88; p = 0.036). There is a positive relationship and statistically significant between hypertension history and parity with the risks of giving birth for babies with asphyxia case.Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi baru lahir mengalami kegagalan bernafas spontan dan teratur. Asfiksia neonatorum merupakan urutan pertama penyebab kematian di negara berkembang yaitu sebesar 21.1%, salah satu penyebabnya dari faktor ibu yaitu preeklampsia dan eklampsia. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan riwayat hipertensi dan paritas dengan asfiksia neonatorum pada ibu preeklampsia berat. Subjek penelitian yaitu 40 bayi asfiksia dan 40 tidak asfiksia yang dilahirkan oleh ibu dengan preeklampsia berat. Jenis penelitian kuantitatif, metode observasi analitik, desain case control, dan pendekatan retrospektif dengan studi dokumentasi tahun 2014 di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Ibu dengan riwayat hipertensi memiliki risiko 11.9 kali lebih besar daripada tanpa riwayat hipertensi (OR = 11.9; CI 95% = 1.92 - 73.79; p = 0.008). Ibu  primipara memiliki risiko untuk melahirkan bayi dengan asfiksia 3.43 kali lebih besar daripada multipara (OR = 3.43; CI 95% = 1.08 - 10.88; p = 0.036). Terdapat hubungan yang positif dan secara statistik signifikan antara riwayat hipertensi dan paritas dengan risiko untuk melahirkan bayi dengan asfiksia

    PENETAPAN KADAR FORMALIN PADA MIE BASAH YANG DIJUAL DI PASAR PIYUNGAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

    Get PDF
    Mie basah merupakan makanan yang digemari oleh masyarakat dan memiliki daya tahan yang singkat.Banyak produsen menggunakan formalin sebagai bahan pengawet untuk mengatasi daya tahan mie basah yang singkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dan kadar formalin yang terdapat dalam mie basah yang dijual di Pasar Piyungan. Lima sampel mie basah yang dianalisis didapat dari keseluruhan pedagang di Pasar Piyungan, yang diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengujian kualitatif dilakukan dengan metode Test kit dan pengujian kuantitatif penetapan kadar formalin dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengamatan ciri fisik dan uji kualitatif tiga sampel mie basah yang dijual di Pasar Piyungan positif mengandung formalin. Sementara itu, hasil uji kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri Uv-Vis, menunjukkan bahwa dari kelima sampel mie basah yang diteliti, tiga diantaranya mengandung formalin dengan kadar formalin yang bervariasi yaitu mie basah B sebesar 281,500 mg/kg, mie basah D sebesar 237,810 mg/kg dan mie basah E sebesar 253,197 mg/kg

    HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN PERILAKU SELF PROTECTION PADA KELUARGA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS UMBULHARJO I YOGYAKARTA

    Get PDF
    died of Pulmonary TB. The risk of transmission of pulmonary TB every year increase. The family is the nearest person who has a high risk of contracting TB disease. Therefore, family of pulmonary patient should have a motivation in self-protection effort or prevention of transmission to family member. Family motivation determines the success of the treatment, especially in preventing transmission, because if the behavior of the client's family who is diagnosed with pulmonary TB understands what he actually does then indirectly the family can protect himself and other family members. This study aims to determine the correlation between motivation with self- protection behavior for the sufferer family of the pulmonary TB in Public Health Center of Um- bulharjo I Yogyakarta. This research is a quantitative research with the research design is an analytical survey and cross-sectional approach, conducted in September 2017. The population in this research is a family of Pul- monary TB in Public Health Center of Umbulharjo I Yogyakarta, amounting to 32 people, the sampling tech- nique used a total sampling. The data analysis used a Kendal tau, to know the motivation with self-protection behavior in family of pulmonary TB patient. Results: The results of this study indicate that there is a correlation motivation with self-protection behavior for the sufferer family of the pulmonary TB in Public Health Center of Umbulharjo I Yogyakarta. With the value of Kendal Tau significantly as 0,004< 0,05. The correlation between motivation with self-protection behavior for the sufferer family of the pulmonary TB in Public Health Center of Umbulharjo I Yogyakarta. It is expected that family can increase the motivation, as effort to prevent the transmission of pulmonary TB to other family mem- ber.World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa di tahun 2015 terdapat sekitar 1,4 juta penduduk dunia yang meninggal karena TB Paru. Risiko penularan TB paru setiap tahunnya semakin meningkat. Keluarga merupakan orang terdekat yang mempunyai resiko tinggi tertular penyakit TB. Oleh karena itu keluarga penderita TB Paru harus memiliki motivasi dalam upaya self protection atau pencegahan penularan kepada anggota keluarga. Motivasi keluarga sangat menentukan keberhasilan pengobatan, terlebih dalam mencegah penularannya, karena jika perilaku keluarga klien yang terdiagnosa TB paru mengerti apa yang sebenarnya dia lakukan maka secara tidak langsung keluarga mampu melindungi dirinya dan anggota keluarga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dengan perilaku self protection pada keluarga penderita TB paru di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada bulan September 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga penderita TB Paru yang berada di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta, berjumlah 32 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan totall sampling. Analisa data yang digunakan adalah Kendal tau, untuk mengetahui motivasi dengan perilaku self protection pada keluarga penderita TB paru. hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat, hubungan antara motivasi dengan perilaku self protection pada keluarga penderita TB paru di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Dengan nilai Kendal Tau dengan nilai signifikan 0,00

    HUBUNGAN VERBAL ABUSE OLEH ORANGTUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMPN 2 SEDAYU BANTUL YOGYAKARTA

    No full text
    Student’s learning achievement, especially teenagers, is influenced by many factors which can often lead to the ups and downs of the student’s learning outcomes. One of those factors is family, in other words, parents. Parent’s ways of raising their children also bring a big impact on the children’s learning habit. For an example, there may be parents who care less or don’t pay any attention to their children’s learning needs at all. The effects caused by violence will keep interfering the children’s growth until they become adults and will probably result in negative behaviors in the future. The children will likely possess an aggressive behavior if the violence is done by the parents. Therefore, children’s learning can be hindered from parents’ abusive behavior. This includes verbal abuse. To identify the association between verbal abuse done by parents and students’ learning achievement. This is a cross-sectional quantitative study. The sample were chosen through stratified random sampling, which included 119 students of SMPN 2 Sedayu Bantul Yogyakarta. The research used questionnaire verbal abuse and the students’ final semester test scores as the instruments.The data were analyzed using kendall’s tau test. Vebal abuse by parent majority in moderate category as much 84 student (70,6%). For student achievement majority in moderate category as much 104 student (87,4%). From kendall’s tau test it was found that p­-value=0,074 (&gt;0,05), meaning that there were no association between verbal abuse done by parents and students’ leaning achievement. There were no association between verbal abuse done by parents and student’s &nbsp;of SMPN 2 Sedayu Bantul Yogyakarta learning achievement.Prestasi belajar khususnya pada remaja terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi tinggi dan rendahnya, salah satu faktor tersebut yaitu oleh keluarga khususnya orangtua. Cara orangtua mendidik anak besar pengaruhnya terhadap belajar. Orangtua yang kurang atau tidak memperhatikan anaknya, misalnya mereka acuh tak acuh terhadap belajar anak, dan tidak memperhatikan sama sekali kebutuhan anak dalam belajar. Dampak tersebut akan terbawa hingga dewasa kelak dan menimbulkan perilaku yang buruk. Kekerasan yang terjadi memiliki dampak yang lebih kuat dalam menimbulkan perilaku yang agresif terlebih bila orangtua yang melakukannya.Sehingga prestasi belajar anak terganggu akibat orangtua melakukan verbal abuse. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan verbal abuse oleh orangtua dengan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling yaitu 119 siswa SMPN 2 Sedayu Bantul Yogyakarta. Instrumen penelitian adalah kuesioner verbal abuse dan nilai akhir ujian kenaikan kelas pada siswa. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Kendall’s tau. Hasil penelitian verbal abuse oleh orangtua mayoritas pada kategori sedang sebanyak 84 siswa (70,6%). Prestasi belajar siswa mayoritas pada kategori sedang sebanyak 104 siswa (87,4%). Hasil uji Kendall’s tau diperoleh p­-value=0,074 (&gt;0,05) yang artinya bahwa tidak ada hubungan verbal abuse oleh orangtua dengan prestasi belajar. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara verbal abuse oleh orangtua dengan prestasi belajar siswa di SMPN 2 Sedayu Bantul Yogyakarta

    HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DI TK BANTENGAN KAB MADIUN TAHUN 2018

    No full text
    &nbsp; Early childhood is a period where practically the dependence has been through&nbsp; and is replaced by independence. Independence is greatly influenced by the parenting pattern of parents, especially mother. The children who are close to their mother will be easier in getting friends and are able to be independent and sociable. The purpose of this study was to determine the association between mother’s parenting pattern and the independence of 3-5 years old children in Bantengan Kindergarten, Madiun Regency. This research used descriptive correlation study with cross sectional approach. The samples of this study were mothers with 3-5 years old children in Bantengan Kindergarten, Madiun Regency district as many as 84 respondents. Sampling technique used total sampling. Data of parenting pattern and child's independence were gathered by questionnaire for mothers with 3-5 years old children. The data analysis used Chi Square Test with α = 0.05. The results of study indicated that an authoritarian parenting of mother mostly had enough independence that was 9 people (40.9%). Democratic parenting of mother mostly had a good independence that was 26 people (60.5%) and permissive parenting of mothers mostly had less independence that was 8 people (42.1%). Based on Chi Square test, there was a correlation between parenting pattern of mother and independence of 3-5 years old children in Bantengan Kindergarten, Madiun Regency (p value = 0.046). It is recommended for parents to choose parenting pattern which can develop and improve the independence of children, through love and affection, build independence of children, and develop good communication between mother and childrenAnak usia dini adalah periode di mana secara praktis ketergantungan telah dilalui dan digantikan oleh kemandirian. Kemandirian sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan orang tua, terutama ibu. Anak-anak yang dekat dengan ibu mereka akan lebih mudah mendapatkan teman dan bisa mandiri dan mudah bergaul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola pengasuhan ibu dan kemandirian anak usia 3-5 tahun di TK Bantengan, Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu dengan anak usia 3-5 tahun di TK Bantengan, Kabupaten Madiun sebanyak 84 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data pola pengasuhan dan kemandirian anak dikumpulkan dengan kuesioner untuk ibu dengan anak usia 3-5 tahun. Analisis data menggunakan Uji Chi Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan ibu yang otoriter sebagian besar memiliki independensi yang cukup yaitu 9 orang (40,9%). Pola asuh ibu yang demokratis sebagian besar memiliki kemandirian yang baik yaitu 26 orang (60,5%) dan pola asuh ibu yang permisif sebagian besar kurang memiliki kemandirian yaitu 8 orang (42,1%). Berdasarkan uji Chi Square, ada hubungan antara pola pengasuhan ibu dan kemandirian anak usia 3-5 tahun di TK Bantengan, Kabupaten Madiun (p value = 0,046). Disarankan bagi orang tua untuk memilih pola pengasuhan yang dapat mengembangkan dan meningkatkan kemandirian anak, melalui cinta dan kasih sayang, membangun kemandirian anak, dan mengembangkan komunikasi yang baik antara ibu dan anak &nbsp

    FORMULASI KRIM EKSTRAK RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923

    No full text
    Cyperus rotundus L.&nbsp;&nbsp; is one of the plants that can be used as a traditional medicine.&nbsp; This rhizome contains essential oils that have potential as antibiotics against Staphylococcus aureus bacteria. Some of the infections caused by this gram-positive bacteria are abcess, acne, impetigo, and scarring infections. The ease of use and effectiveness Cyperus rotundus&nbsp; L. rhizome on the skin as the antibacterial&nbsp; could be improved by formulating in cream preparations. This study aims to determine the effect of the cream base on the physical properties of the cream and the antibacterial acitivity of the Cyperus rotundus L. rhizome ethanol extract on Staphylococcus aureus. This type of research is experimental research, using the diffusion method and the diameter of the inhibition zone. The physical properties of the cream (organoleptic, dispersion, adhesion and protection ability) and antibacterial activity were tested in this study. The analysis used in this research is descriptive analysis. The results showed that cream of the ethanol extract of Cyperus rotundus rhizome at a concentration of 5%, 7.5%, and 10% has a good physical/organoleptic appearance, spreadability, and good protective ability. Meanwhile, the entire cream of the Cyperus rotundus L. rhizome ethanol extract showed poor adhesion. The cream of ethanol extract of Cyperus rotundus L. rhizome showed antibacterial activity against Staphylococcus aureus ATCC 25923 at concentrations of 10%.Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Rimpang tanaman ini mengandung minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Beberapa penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif ini adalah bisul, jerawat, impetigo, dan infeksi luka. Kemudahan penggunaan dan efektivitas rimpang rumput Teki pada kulit sebagai antibakteri dapat ditingkatkan dengan memformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh basis krim terhadap sifat fisik krim serta aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol rimpang rumput Teki terhadap Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental, dengan menggunakan metode difusi dan diameter zona hambat. Sifat fisik krim (organoleptis, daya sebar, daya lekat dan kemampuan proteksi) dan aktivitas antibakteri diuji dalam penelitian ini. Analisis yang digunakan dalam penelitan ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim ekstrak etanol rimpang rumput Teki (Cyperus rotundus L.)&nbsp; pada konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10% memiliki penampilan fisik/organoleptis, daya sebar, dan kemampuan proteksi yang baik. Sementara itu, keseluruhan krim ekstrak etanol rimpang rumput Teki menunjukkan daya lekat yang kurang baik. Krim ekstrak etanol rimpang rumput Teki (Cyperus rotundus L.) menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 &nbsp;pada konsentrasi 10% ditandai dengan adanya zona hambat

    EFEKTIVITAS MASSAGE COUNTER DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I

    Get PDF
    Latar Belakang: Nyeri pada persalinan kala I merupakan proses fisiologis yang disebabkan oleh proses dilatasi servik, hipoksia otot uterus saat kontraksi, iskemia korpus uteri dan peregangan segmen bawah rahim dan kompresi saraf di servik (Bandiyah, 2009). Nyeri persalinan juga dapat, menyebabkan timbulnya hiperventilasi sehingga kebutuhan oksigen meningkat, kenaikan tekanan darah, dan berkurangnya motilitas usus serta vesika urinaria (Llewllyn, 2001). Pressure Massage counter pressure juga dapat membantu menurunkan rasa nyeri dengan pijatan yang dilakukan dengan memberikan tekanan yang terus-menerus selama kontraksi pada tulang sakrum pasien dengan pangkal atau kepalan salah satu telapak tangan (Simkin dan Ancheta, 2005). Tujuan:Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui efektivitas massage counter dalam menurunkan nyeri Kala I Persalinan. Metode penelitian: Penelitian dilakukan dengan rancangan the one group pretest-postest design. &nbsp;Jumlah sampel&nbsp; sebanyak 34 responden. &nbsp;Intensitas nyeri&nbsp; menggunakan Skala Wajah (Wong-Baker Faces Pain Rating Scale). Perlakuan pada responden berupa massage Counter. Hasil penelitian : Hasil penelitian diperoleh nilai mean intesitas nyeri sebelum dan sesudah perlakuan massagae counter mengalami penurunan menjadi 5,4. Hasil uji one sample T-test menunjukkan bahwa Massage Counter efektif menurunkan nyeri pada kala I persalinan dengan nilai sig 0,000. &nbsp;Penelitian ini semakin menguatkan Teori Gate Kontrol yang mengatakan bahwa selama proses persalianan impuls nyeri berjalan dari uterus sepanjang serat-serat saraf besar kearah uterus ke substansia gelatinosa di dalam spinal kolumna, sel-sel transmisi memproyeksikan pesan nyeri keotakLatar Belakang: Nyeri pada persalinan kala I merupakan proses fisiologis yang disebabkan oleh proses dilatasi servik, hipoksia otot uterus saat kontraksi, iskemia korpus uteri dan peregangan segmen bawah rahim dan kompresi saraf di servik (Bandiyah, 2009). Nyeri persalinan juga dapat, menyebabkan timbulnya hiperventilasi sehingga kebutuhan oksigen meningkat, kenaikan tekanan darah, dan berkurangnya motilitas usus serta vesika urinaria (Llewllyn, 2001). Pressure Massage counter pressure juga dapat membantu menurunkan rasa nyeri dengan pijatan yang dilakukan dengan memberikan tekanan yang terus-menerus selama kontraksi pada tulang sakrum pasien dengan pangkal atau kepalan salah satu telapak tangan (Simkin dan Ancheta, 2005). Tujuan:Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui efektivitas massage counter dalam menurunkan nyeri Kala I Persalinan. Metode penelitian: Penelitian dilakukan dengan rancangan the one group pretest-postest design. &nbsp;Jumlah sampel&nbsp; sebanyak 34 responden. &nbsp;Intensitas nyeri&nbsp; menggunakan Skala Wajah (Wong-Baker Faces Pain Rating Scale). Perlakuan pada responden berupa massage Counter. Hasil penelitian : Hasil penelitian diperoleh nilai mean intesitas nyeri sebelum dan sesudah perlakuan massagae counter mengalami penurunan menjadi 5,4. Hasil uji one sample T-test menunjukkan bahwa Massage Counter efektif menurunkan nyeri pada kala I persalinan dengan nilai sig 0,000. &nbsp;Penelitian ini semakin menguatkan Teori Gate Kontrol yang mengatakan bahwa selama proses persalianan impuls nyeri berjalan dari uterus sepanjang serat-serat saraf besar kearah uterus ke substansia gelatinosa di dalam spinal kolumna, sel-sel transmisi memproyeksikan pesan nyeri keotak Background: Pain in the first stage of labor is a physiological process caused by cervical dilatation, uterine muscle hypoxia during contraction, ischemia of the uterine body and stretching the lower uterine segment and nerve compression in the cervix (Bandiyah, 2009). Pain of labor can also cause hyperventilation resulting in increased oxygen demand, increased blood pressure, and reduced intestinal motility and urinary vesicles (Llewllyn, 2001). Pressure massage counter pressure can also help reduce pain with massage done by providing continuous pressure during contractions in the patient's sacrum with the base or fist of one palm (Simkin and Ancheta, 2005). &nbsp

    KORELASI USIA DENGAN PERCEPATAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAGLIK II SLEMAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    ASI (Air Susu Ibu) merupakan asupan yang sangat penting bagi bayi. Organisasi WHO (World Health Organization)&nbsp; dan UNICEF merekomendasikan&nbsp; pemberian ASI secara ekslusif semenjak lahir sampai usia 6 bulan pertama agar bayi mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan secara optimal. Zat anti kekebalan yang terkandung dalam ASI juga sangat berguna untuk daya tahan bayi agar tidak mudah terserang penyakit. Berdasarkan data yang dikumpulkan IBFAN (International Baby Food Action Network) 2014, Indonesia menduduki peringkat ke tiga terbawah dari 51 negara di dunia yang mengikuti penilaian status kebijakan dan program pemberian makan bayi dan anak (Infant-Young Child Feeding). Cakupan ASI eksklusif di Indonesia 38% dan di Kabupaten Sleman DIY sebesar 32,43%. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menargetkan cakupan ASI eksklusif sebesar 80%. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pencapaian terkait ASI Eksklusif masih jauh dari yang di harapkan. Salah satu faktor seorang ibu tidak dapat memberikan ASI eksklusif pada &nbsp;bayinya yaitu pengeluaran ASI yang tidak lancar. Usia reproduksi yang bagus (20-35 tahun) erat kaitannya dengan kehamilan, persalinan dan nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi usia dengan percepatan pengeluaran ASI pada ibu postpartum. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan metode purposive sampling, sampel berjumlah 30 ibu post partum. Analisis data menggunakan analisis deskriptif (univariat) dan Spearman’s rho SPSS 23 (bivariat). Hasil analisis statistik menunjukkan angka signifikansi 0,443 dengan tingkat korelasi sedang, sehingga bisa ditarik simpulan bahwa usia ibu memiliki korelasi tingkat sedang dengan percepatan pengeluaran ASI pada ibu post partum di wilayah kerja puskesmas Ngaglik II Sleman Yogyakarta

    RESIKO BUNUH DIRI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN TERAPI HEMODIALISA

    Get PDF
    Pasien gagal ginjal kronis tidak bisa lepas dari hemodialisis sepanjang hidupnya menimbulkan dampak psikologis yang tidak sedikit. Kondisi ini menyebabkan terjadinya kehilangan sesuatu yang sebelumnya ada seperti kebebasan, pekerjaan dan kemandirian. Hal ini bisa menimbulkan gejala-gejala depresi yang nyata pada pasien gagal ginjal sampai dengan tindakan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran risiko bunuh diri pada pasien gagal ginjal kronis dengan terapi hemodialisis. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 51 orang yang menjalani hemodialisis lebih dari 3 tahun di Rumah Sakit X Yogyakarta. Instrumen penelitian berupa kuesioner resiko bunuh diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 11,8% pernah mempunyai pikiran untuk bunuh diri, frekuensi fikiran untuk bunuh diri (satu kali) sebesar 9.8%, tidak melakukan ancaman upaya bunuh diri 100 %, dan tidak adanya laporan upaya bunuh diri yang akan datang sebesar 100

    206

    full texts

    240

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇