Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
    240 research outputs found

    ANALISIS MANAJEMEN LINGKUNGAN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KESEHATAN HOLISTIK MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES MADANI YOGYAKARTA

    Get PDF
    Kampus STIKes madani Yogyakarta dengan segala keterbatasan baik dari segi fasilitas maupun sarana pendukung lainnya yang belum sesuai dengan standar sarana dan prasarana, sekurang-kurangnya memiliki prasarana yang dikelompokkan dalam ruang pembelajaran umum (ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium), ruang penunjang (ruang pimpinan, ruang dosen, ruang tata usaha, ruang beribadah, ruang konseling, klinik, dll), dan ruang pembelajaran khusus (ruang praktik yang disesuaikan dengan mata kuliah) salah satunya adalah ruang praktik kesehatan holistik yang masih banyak kekurangan dibidang perlengkapan alat. Dengan adanya masalah keterbatasan fasilitas di lingkungan kampus STIKes MADANI Yogyakarta dapat mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa yang berakibat terhadap nilai hasil yang tidak maksimal, hal ini ditandai dengan nilai rata-rata mahasiswa adalah 75,00 pada tahun ajaran 2016/2017 STIKes MADANI Yogyakarta merupakan salah satu kampus tinggi swasta di Yogyakarta yang mengembangkan keilmuan kesehatan holistik pada mahasiswa keperawatan. Pada dasarnya tujuan dari pembelaj aran ini adalah membentuk tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kemampuan medis saja tetapi juga kemampuan pengobatan non medis sebagai alternatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran manajemen lingkungan belajar dan prestasi belajar pendidikan kesehatan holistik mahasiswa keperawatan STIKes Madani Yogyakarta. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 44 orang mahasiswa yang telah mendapatkan matakuliah holistik islami. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi yang kemudian diolah menggunakan analisis data regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang paling mendukung adalah dari faktor keluarga, rata-rata prestasi belajar pendidikan kesehatan holistik mahasiswa sangat memuaskan dengan prosentase sebesar 64 %

    PENGARUH SENAM ERGONOMIC TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Senam ergonomik adalah senam dikembangkan dari teknik senam terbaik yang diajarkan di kitab-kitab Allah. Manfaat utama dari senam ergonomik ialah menarik ujung-ujung urat saraf, mengembalikan posisi saraf, memberi tekanan lebih ke pembuluh darah halus di kepala, mengisi atau mensirkulasikan oksigen melalui aliran darah ke otak, mengaktifkan kelenjar keringat, sistem pemanas tubuh, dan sistem saraf lainnya. Gerakan senam ergonomik sangat efektif dalam memelihara kesehatan karena gerakannya sangat anatomis, simpel, dan tidak berbahaya sehingga dapat dilakukan oleh semua orang dari anak-anak sampai orang tua (Wratsongko, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap tekanan darah pada lansia di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian praeksperimen dengan rancangan One group pre test-post test. Populasi penelitian berjumlah 59 orang, sampel berjumlah 24 orang dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling.Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner dan analisa data yang digunakan yaitu uji Wilcoxon signed rank test. Hasil yang di dapatkan dalam penelitian senam ergonomic terhadap tekanan darah pada lansia di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta sebelum di berikan senam tekanan darah pada lansia pra hipertensi dan stadium stage I paling banyak masing-masing sebanyak 8 orang dan setelah diberikan senam ergonomik terjadi perubahan yakni tekanan darah yang normal sebanyak 18 orang yang sebelumnya hanya 3 orang saja, yang ditunjukkan dari hasil uji bivariat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh senam ergonomik terhadap tekanan darah pada lansia di Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakart

    PERSEPSI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK DI DESA SITIMULYO PIYUNGAN BANTUL

    Get PDF
    Pendidikan seks merupakan cara pengajaran dan pendidikan dengan menolong atau mengatasi masalah yang bersumber pada dorongan seksual baik di kalangan anak-anak maupun remaja. Di Indonesia pada tahun 2015 terdapat 1.033 kasus perkosaan, 834 kasus pencabulan, 184 kasus pelecehan seksual, 74 kasus kekerasan seksual lain, 46 kasus melarikan anak perempuan dan 12 kasus percobaan perkosaan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seks di kalangan masyarakat. Mengetahui dan menafsirkan persepsi orang tua dalam pendidikan seks pada anak. Jenis penelitian berupa kualitatif dengan teknik wawancara, informan sejumlah 5 orang tua Desa Sitimulyo. Hasil penelitian diketahui persepsi orang tua sebagian besar mengatakan pendidikan seks adalah hubungan antara suami istri. Persepsi mengenai pendidikan seks masih membingungkan bagi orang tua, tetapi dalam memberikan pengajaran pendidikan seks sudah sebagian orang tua mulai mendidik sesuai dengan pengajaran yang baik dan sesuai dengan teori. Kesimpulan penelitian terhadap persepsi orang tua dalam pendidikan seks pada anak, telah terdeskripsikan persepsi yang sama pada sebagian besar orang tua dalam menafsirkan pendidikan seks yaitu hubungan antara suami dan istri

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES TERHADAP TINGKAT NYERI DISMENOREA

    Get PDF
    Adolescence is time of storm and stress, stress is very vulnerable at the sixth-grade student, because of the thesis and some final exam which can trigger or exacerbate the occurrence of dysmenorrhea. This study aimed to determine the relationship of stress levels to dysmenorrhea levels on sixth grade student at D3 Midwifery Study Program of STIKes Madani Yogyakarta. The study design was descriptive analytic quantitative correlation using cross sectional approach. Sampling technique using total sampling, there were 31 respondents from 32 students who according to the criteria of inclusion. The independent variable is the level of stress and the dependent variable is the level of dysmenorrhea, to determine their relationships using Kendall's Tau test. Researchers obtained data using questionnaires Depression Anxiety Stress Scale (DASS) to measure level of stress and questionnaires Numeric Rating Scale (NRS) to measure the level of pain of dysmenorrhea. Student who suffered stress there are 93.5% and mostly on moderate stress, there are 45.1% and student who suffered dysmenorrhea pain there are as many as 96.7% most of them suffered mild dysmenorrhea pain 35.5%, while bivariate test using test kendall's tau, the results hypothesis test P = 0.000 (Masa remaja yaitu masa goncangan dan stres, stres sangat rentan terjadi pada mahasiswi semester akhir, akibat tugas akhir dan beberapa ujian akhir yang memicu atau memperberat dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap tingkat nyeri dismenorea pada mahasiswi semester VI Program Studi D3 Kebidanan di STIKes Madani Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, terdapat 31 responden dari 32 mahasiswi yang sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel bebas yaitu tingkat stres dan variabel terikat yaitu tingkat dismenorea untuk menghubungkannya menggunakan uji Kendall’s Tau. Peneliti memperoleh data menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri dismenorea. Mahasiswi sebagian besar mengalami stres yaitu sebanyak 93,5% dan mayoritas mengalami stres sedang yaitu sebanyak 45,1% serta mayoritas mengalami nyeri dismenorea yaitu sebanyak 96,7% dan sebagian besar mengalami nyeri dismenorea ringan yaitu sebanyak 35,5%, sedangkan uji bivariat menggunakan uji kendall’s tau dengan hasil uji hipotesis P=0,000

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU NIFAS DALAM MELAKUKAN KUNJUNGAN NEONATAL

    Get PDF
    Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2012 memaparkan Angka Kematian Neonatal (AKN) pada tahun 2012 sebesar 19 per 1000 kelahiran hidup, menurun dari 20 per 1000 kelahiran hidup di tahun 2007. Angka kematian neonatal (usia 0-28 hari) dapat diturunkan dengan meningkatkan cakupan pelayanan neonatal sesuai standar pada 6-48 jam pertama setelah lahir (KN 1). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi ibu nifas dalam melakukan kunjungan neonatal 1 di Klinik Pratama Wikaden Bantul Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan PHBS masyarakat pada tatanan rumah tangga di Dusun Karang Tengah Sitimulyo Piyungan Bantul Yogyakarta tahun 2018. Desain penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel adalah ibu nifas yang datang memeriksakan bayi baru lahir (neonatal) usia 0-2 hari berjumlah 35 orang. Teknik sampel yang digunakan Total sampling. Metode pengumpulan dan pengolahan data menggunakan lembar observasi dan tabel frekuensi Hasil penelitian dari faktor predisposisi umur: sebagian besar 20-35 tahun 34 orang (97%), paritas: sebagian besar multipara 21 orang (60%), pendidikan: sebagian besar pendidikan dasar 18 orang (51%), pekerjaan: sebagian besar bekerja 20 orang (57%). Faktor pendorong: dukungan keluarga: sebagian besar suami berada 1 rumah 29 orang (83%), sosial ekonomi: sebagian besa

    HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN PERSEPSI REMAJA PEROKOK TENTANG HARGA DIRI

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara yang paling tinggi konsumsi rokoknya sebesar 50,68%. Provinsi DIY menempati urutan keempat sebesar 66,3% jumlah perokok terbanyak seluruh indonesia sedangkan Kota Yogyakarta menempati urutan pertama jumlah perokok terbanyak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan persepsi remaja perokok tentang harga diri di SMK Piri 1 Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan survey analitik dan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 170 siswa dengan sampel berjumlah 46 siswa laki-laki kelas XI yang merokok yang diambil dengan metodeaccidental sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas.Uji statistik menggunakan teknik korelasi Chi-square. Hasil Penelitian: Hasil uji Chi-square sebesar 7,457 dengan nilai signifikan 0,024 (α< 0,05). Hasil ini menunjukan terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan persepsi remaja perokok tentang harga diri di SMK Piri 1 Yogyakarta.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan persepsi remaja perokok tentang harga diridi SMK Piri 1 Yogyakarta

    PEMANFAATAN WOOLWICH MASSAGE TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS

    Get PDF
      ASI (Breast Milk) is a very important intake for babies. The WHO (World Health Organization) and UNICEF organizations recommend exclusive breastfeeding from birth until the age of 6 months so that the baby reaches optimal growth, development and health(WHO, 2016) [1]. Based on data collected by the 2014 IBFAN (International Baby Food Action Network), Indonesia ranks lowest in the 51 countries in the world that have taken part in assessing the status of policies and programs for infant and young child feeding (Infant-Young Child Feeding)(UNICEF , 2011) [2]. Coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia is 65.16% then in DIY 76.17%. The target of achieving exclusive breastfeeding in Indonesia is 90% [3]. Sleman District Health Office said that ASI coverage in Sleman Regency reached 82.62% [4]. One effort that can be done to stimulate the hormones prolactin and oxytocin is to provide a relaxing sensation in the mother, by doing a woolwich massage that will stimulate nerve cells in the breast, passed on to the hypothalamus and responded by the anterior pituitary to secrete the prolactin hormone which will flow blood to the breast myoepithelial cells to produce breast milk.                     Woolwich massage is an effort to increase milk production. This research was conducted at PMB Utami Utami Ngaglik Sleman Yogyakarta. The sample of the study is postpartum mothers who do not have contra indications, postpartum mothers who breastfeed, postpartum mothers who do not have ca mamae disease. he sample consisted of 30 postpartum mothers taken by purposive sampling. The results showed that the average breastmilk expenditure before performing a woolwich massage was 85.73 with a standard deviation of 4.56322 and the average after a woolwich massage was 93.3000 with a standard deviation of 3.19644 with a sig of 0,000 <0.05. So it can be concluded that the average milk expenditure before and after doing woolwich massage is different, meaning that woolwich massage can increase the secretion and the amount of milk expenditure Abstrack ASI (Air Susu Ibu) merupakan asupan yang sangat penting bagi bayi. Organisasi WHO (World Health Organization)  dan UNICEF merekomendasikan  pemberian ASI secara ekslusif semenjak lahir sampai usia 6 bulan pertama agar bayi mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan secara optimal (WHO, 2016) [1] Berdasarkan data yang dikumpulkan IBFAN (International Baby Food Action Network) 2014, Indonesia menduduki peringkat ke tiga terbawah dari 51 negara di dunia yang mengikuti penilaian status kebijakan dan program pemberian makan bayi dan anak (Infant-Young Child Feeding) (UNICEF , 2011) [2]. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia sebesar 65,16% kemudian di DIY 76,17%. Adapun target pencapaian ASI Eksklusif di Indonesia adalah sebesar 90% [3]. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyebutkan bahwa cakupan ASI di Kabupaten Sleman mencapai 82,62% [4]. Salah satu paya upaya yang bisa dilakukan untuk merangsang hormone prolactin dan oksitosin adalah memberikan sensasi rileks pada ibu, yaitu dengan melakukan woolwich massage yang akan merangsang sel saraf pada payudara, diteruskan ke hipotalamus dan di respon oleh hipofisis anterior untuk mengeluarkan hormone prolactin yang akan dialirkan darah ke sel mioepitel payudara untuk memproduksi ASI.                 Woolwich massage merupakan salah satu upaya memperbanyak produksi ASI. Penelitian ini dilakukan di PMB Istri Utami Ngaglik Sleman Yogyakarta. Sampel penelitian adalah ibu Nifas yang tidak memiliki kontra indikasi, ibu nifas yang menyusui, ibu nifas yang tidak mempunyai penyakit ca mamae. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang di ambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata pengeluaran ASI sebelum melakukan massage woolwich adalah 85,73 dengan standar deviasi 4,56322 dan rata – rata setelah melakukan massage woolwich adalah sebesar 93,3000 dengan standar deviasi 3,19644  dengan sig 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata – rata pengeluaran ASI sebelum dan sesudah melakukan woolwich massage adalah berbeda, artinya woolwich massage dapat meningkatkan sekresi dan jumlah pengeluaran AS

    HUBUNGAN ANTARA HEMOGLOBIN, UREA, KREATININ DAN COMORBIDITY DENGAN FATIGUE PADA PASIEN DENGAN HEMODIALISIS DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    No full text
    Fatigue is the negative effect which most complained by patients undergoing Hemodialysis (HD). However, fatigue has not been a concern and ignored by both patients and the health care provider, although according to some references it is concluded that fatigue is a predictor of patient’s survival rate with CKD. Fatigue is considered a normal HD effect and does not require specific actions to reduce it. Fatigue is influenced by physical, psychological, situational factors including biomarkers such as Urea, creatinine, Hemoglobin (HB) and Comorbidity. This study aims was to find the relationship between Covariates with fatigue. This descriptive correlational research design aims to determine the relationship of the level of fatigue with biochemical markers on clients with hemodialysis in Yogyakarta. The approach used in this study is cross sectional. The sample in this study were clients who underwent routine HD 2 and 3 times each week with 140 respondents. Spearman's Correlation and Pearson's Correlation was used to investigate the relationship of these variables. It was concluded that only comorbidity that statistically has a relationship with fatigue, the higher number of comorbidity, higher the level of fatigue.Fatigue merupakan efek negatif yang paling sering dikeluhkan oleh pasien yang menjalani Hemodialisis (HD). Meskipun demikian, fatigue belum menjadi perhatian dan dihiraukan baik pasien dan tim kesehatan meskipun menurut beberapa referensi menyimpulkan bahwa fatigue merupakan prediktor dari survival rate klien dengan CKD. Fatigue dianggap sebagai sebuah efek HD yang lazim dan tidak membutuhkan tindakan spesifik untuk menguranginya. Fatigue dipengaruhi oleh faktor fisik, psikologis, situasional termasuk biomarker seperti Urea, kreatinin, Hemoglobin (HB) dan Comorbidity. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara Covariate tersebut dengan fatigue. Penelitian dengan desain descriptive correlational ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat fatigue dengan biochemical marker pada klien dengan Hemodialisis di Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah klien yang menjalani HD rutin 2 dan 3 kali setiap minggunya yang berjumlah 140 responden. Spearman’s Correlation dan Pearson’s Correlation dipakai untuk menguji hubungan dari variable tersebut. Dapat disimpulkan bahwa hanya comorbidity yang secara statistic mempunyai hubungan dengan fatigue yang mempunyai makna, semakin tinggi angka comorbidity maka akan semakin tinggi juga level fatigue

    PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA MELALUI PEMBERIAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA)

    Get PDF
    Pemberian asupan nutrisi yang kurang tepat, akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita jangka panjang, bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dapat dibuat dari bahan pangan lokal sehingga balita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan usianya. Kelor merupakan bahan pangan yang kaya akan zat gizi makro dan mikro. Kandungan nilai gizi yang tinggi dalam daun kelor dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu menyusui dan balita dalam masa pertumbuhan (Aminah et al, 2015). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian daun kelor untuk meningkatkan status gizi balita. Jenis penelitian ini merupakan quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest and posttest design. Sampel pada penelitian ini adalah balita dengan nilai Z-Score pada BB/

    PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA

    Get PDF
    Menurut badan pusat statistik 2014, Prevalensi lanjut usia (lansia) di Indonesia sebesar 8,03% dari seluruh penduduk di Indonesia, dan provinsi dengan proporsi lansia terbesar adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (13,05%). Peningkatan jumlah lansiadi Indonesia, semakin meningkat pula permasalahan penyakit akibat proses penuaan,seperti penurunan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lanjut usia (lansia). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pre and post test without control. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan Quasi eksperiment. Teknik pengambilan sampel dengan cara Non Probability sampling yaitu dengan purposive sampling, dan didapatkan jumlah sampel 20 responden. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner MMSE (Mini Mental Status Eximinitation). Analisis data menggunakan uji Paired sample t-test. Hasil penelitian; Mayoritas usia responden yang mengalami penurunan fungsi kognitif paling banyak berumur 60-70 tahun sebanyak 17 responden (85%). Jenis kelamin responden paling banyak adalah berjenis perempuan sebanyak 11 responden (55%).Nilai kognitif responden sebelum diberikan senam otak terbanyak adalah skor nilai kognitif sedang sebanyak 10 responden (50%). Nilai kognitif responden sesudah diberikan senam otak terbanyak adalah skor nilai kognitif ringan sebanyak 15 responden (75%).Hasil dari uji Paired Sample t-test didapatkan mean pre test 20,25 dan untuk mean post test 24,60 sehingga dapat dilihat adanya peningkatan fungsi kognitif sebelum dan sesudah perlakuan. Sehingga Ho ditolak artinya ada pengaruh sebelum dan sesudah senam otak dengan fungsi kognitif lansia di Posyandu Lansia Dusun Kradenan, Srimulyo, Piyungan, Bantul, D.I. Yogyakarta Kesimpulan:Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senam otak secara signifikan bermanfaat dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif dibuktikan dengan hasil yang bermakna skor nilai fungsi kognitif setelah dilakukan senam otak

    206

    full texts

    240

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇