Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
    240 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN PROGRAM TRIAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SLB C BANTUL

    Get PDF
      School Health Program is one of the principal program of Public Health Center with students as  the main target. The principle of healthy living and health status of students had not been as  expected. This was evident from health problems of students  include  the emergence of diarrheal diseases, intestinal worms, and dental caries. The Objective of study is to  obtain an overview of the implementation of the School Health Program at Special Education Settings in Bantul. The research was using qualitative methods with case study approach. The participants in the  research are the principal, managers of School Health Program, and students of Dharma Bhakti Piyungan’s Special Education Setting and Bangun Putra Kasihan’s Special Education Setting,  administrator of Piyungan and Kasihan I Public Health Center, administrator of the Steering  Committee for subdistrict’s School Health Program, Health Office of Bantul Regency, and the Ministry of Youth and Sports of Yogyakarta Provincial. The qualitative data were  collected with indepth  interviews, observation, and documentation study. Analysis data was using interactive models of Huberman and Miles that included data reduction, data presentation, and conclusion, using the Open Code software version 3.6.2.0. The program’s implementation of School Health Program in Special Education Settings was good. In both Special Education Settings. School health program implementation constraints are cognitive limitation of students, teacher  training  and  school coverage were minimal, economy condition and attitude of parents,  lack  of  school  readiness, and the involvement of relevant agencies. Factors that affected the implementation  of School Health Program are curriculum, organization of school and partnerships. The implementation of the School Health Program Bantul’s Special Education Settings could be improved through the optimization of partnerships with Public Health Center, relevant authorities, Non Governmental Organizations, and College of Education and Health.Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan kesehatan pokok puskesmas dengan siswa sebagai sasaran utama.  Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan derajat kesehatan siswa belum sesuai, terlihat adanya masalah kesehatan siswa berupa diare, cacingan, dan caries gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan UKS di SLB C Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  dengan  pendekatan  case study.  Partisipan  adalah  kepala  sekolah, guru pengelola UKS, dan siswa di  SLB Dharma Bhakti Piyungan dan SLB Bangun Putra Kasihan, petugas Puskesmas Piyungan dan Kasihan I,  pengelola Tim Pembina UKS kecamatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, serta Dinas Pendidikan  Pemuda  dan  Olahraga Provinsi Yogyakarta. Data kualitatif didapatkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisa data dengan model  interaktif  Huberman  and Miles meliputi reduksi data, penyajian data,  serta penarikan kesimpulan, dengan menggunakan software Open Code versi 3.6.2.0. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan  program Trias UKS di SLB C kategori  baik. Kendala pelaksanaan program UKS adalah  keterbatasan  pemahaman  (fungsi kognitif) siswa, rendahnya cakupan pelatihan guru dan sekolah, kondisi ekonomi dan sikap  orang tua, kesiapan sekolah, serta keterlibatan instansi terkait. Fakto-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan UKS meliputi  kurikulum, organisasi sekolah, serta kemitraan. Pelaksanaan UKS di SLB C Bantul dapat ditingkatkan melalui optimalisasi kemitraan dengan puskesmas, dinas terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat, serta Perguruan Tinggi pendidikan dan kesehatan

    HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PERTUMBUHAN ANAK USIA 1-5 TAHUN

    Get PDF
    Children of today are the future of society. It is important to improve the quality of human beings since childhood – childhood. Results of research conducted by specialists - experts in various regions in Indonesia showed that ⅓ of all children under 5 years of malnutrition . As a result, the child - the child is weak , lethargic , and lower body resistance to infection and consumption of foods that are less qualified nutrition are two factors that affect the growth of children. The researchers' goal was to determine the relationship between the dietary habit and the growth of children aged 1-5 years in Posyandu Kradinan Madiun County. This type of research Analytical. Cross sectional study design. The study was conducted in August 2017. Population taken of all the mothers who have children aged 1-5 years in Posyandu Kradinan Madiun County sample number of 82 respondents and 68 respondents using purposive sampling. The research instrument used questionnaires and KMS. Data were analyzed using chi square. Research, the majority of respondents have a good diet that there were 48 infants (70,6 %). Most respondents, there were 38 infants (55.9 %) had a growth rises. Results of chi square test X2 count is greater than X2 table (7,5>3,841) means that there is a correlation with the growth of the diet of children aged 1-5 years. Expected mothers to provide nutritious food to their children and in order that adequate child nutrition and child can experience growth well.Anak masa kini adalah masyarakat masa depan. Penting sekali untuk meningkatkan  kualitas manusia sejak masa kanak – kanak. Hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli – ahli di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa  ⅓ dari seluruh anak di bawah 5 tahun mengalami salah gizi. Akibatnya anak – anak itu lemah, lesu, dan rendah daya tahan tubuhnya terhadap infeksi dan konsumsi makanan yang kurang memenuhi syarat gizi merupakan dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara antara pola makan dengan pertumbuhan anak usia 1 – 5 tahun di Posyandu  Desa Kradinan Kabupaten Madiun. Jenis penelitian Analitik. Desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2017. Populasi diambil dari semua ibu yang mempunyai balita usia 1-5 tahun di Posyandu Desa Kradinan Kabupaten Madiun sejumlah 82 responden dan sampel 68 responden dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan KMS. Analisa data menggunakan chi square. Hasil penelitian, Sebagian besar anak mempunyai pola makan baik yaitu ada 48 balita (70,6%). Sebagian besar anak mempunyai pertumbuhan yang naik yaitu ada 38 balita (55,9%). Hasil uji chi square X2 hitung lebih besar dari X2 tabel (7,5>3,841) artinya ada hubungan pola makan dengan pertumbuhan anak usia 1-5 tahun. Diharapkan para ibu untuk memberikan makanan yang bergizi dan teratur kepada anaknya agar nutrisi anak tercukupi dan anak dapat mengalami pertumbuhan dengan baik

    EFEKTIFITAS HEAD MASSAGE DAN MURROTAL ALQUR’AN SURAH AR-RAHMAN TERHADAP INTENSITAS NYERI KEPALA PADA SANTRI MA’HAD SYAIKH JAMILURRAHMAN AS-SALAFY YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengaruh terapi head massage dan murottal Al-Qur’an surat Ar- Rahman Terhadap intensitas nyeri kepala pada santri Ma’had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Quasi-eksperimental dengan pre test-post test with control group design, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel adalah 36 orang (18 orang kelompok intervensi dan 18 orang kelompok kontrol). Nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Berdasarkan Hasil uji statistic wilcoxon didapat P=0,000 pada kelompok intervensi dan pada kelompok kontrol didapat P=0,000. Besar P value < 0,05 memberikan interpretasi bahwa terapi head massage dan Murottal Al-Qur’an Surat Ar-Rahman dapat menurunkan intensitas nyeri kepala pada santri. Berdasarkan Hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney didapat hasil P=0,000 yang memiliki interpretasi bahwa ada perbedaan yang signifikan rerata intensitas nyeri responden antara kelompok eintervensi dan kelompok kontrol. Terapi head massage dan murottal Al-Qur’an Surat Ar-Rahman dapat digunakan sebagai complementary therapy terhadap intensitas nyeri kepala pada santri ma’had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy Yogyakarta

    ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA

    Get PDF
    INTRODUCTION the problem of nutrition the impact on human resources is still going on in Indonesia. The number of children who experience stunting as much as 27.5% in 2016. This means that 1 in 3 children are experiencing a stunting. The purpose of this research is to analyze the factors giving of nutrition, LOW BIRTH WEIGHT, fetal growth and income against Gen. stunting on toddlers. RESEARCH METHODOLOGY the study was observational, analytic. Variables include low birth weight, the height of the fundus uteri, gift of nutrition and income. The sample is selected by sampling a number of exposure fix 150 with comparison 1:2. Data collection using keusioner, and medical record (KIA). The RESULTS there are influences of nutrition (b = 2.54; CI = 1.63 up 3.44; p = 0.001), LBW &lt; (b =-2.10; CI = 1.33-to-2.87; p = 0.001), growth &lt; fetal (b = 5.95; CI = 3.88 to 8.03; p = 0.001) and income &lt; against Gen. stunting in toddlers (b =-1.38; CI = 2.28 to-0.48; p = 0.003). DISCUSSION of the causes of the incidence of stunting in toddlers is a complex thing. The incidence of stunting begins from malnutrition during pregnancy and diperberat with malnutrition in the first five years the growth of toddlers. CONCLUSION there is influence the granting of nutrition, LOW BIRTH WEIGHT, fetal growth and income against Gen. stunting on toddlers. &nbsp;PENDAHULUAN permasalahan gizi yang berdampak pada sumber daya manusia masih terjadi di Indonesia. Jumlah anak yang mengalami stunting sebanyak 27.5% pada tahun 2016. Hal ini dapat diartikan bahwa 1 dari 3 anak mengalami stunting. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor pemberian nutrisi, BBLR, pertumbuhan janin dan pendapatan terhadap kejadian stunting pada balita. METODOLOGI PENELITIAN studi ini analitik observasional. Variabel meliputi berat badan lahir rendah, tinggi fundus uteri, pemberian nutrisi dan pendapatan. Sampel dipilih secara fix exposure sampling sejumlah 150 dengan perbandingan 1:2. Teknik pengumpulan data menggunakan keusioner, dan rekam medis (buku KIA). HASIL ada pengaruh nutrisi (b= 2.54; CI= 1.63 sampai 3.44; p= &lt;0.001), BBLR (b= -2.10; CI= -2.87 sampai -1.33; p= &lt;0.001), pertumbuhan janin (b= 5.95; CI= 3.88 sampai 8.03; p= &lt;0.001) dan pendapatan terhadap kejadian stunting pada balita (b= -1.38; CI= 2.28 sampai -0.48; p= 0.003). DISKUSI penyebab kejadian stunting pada balita merupakan hal yang kompleks. Kejadian stunting dimulai dari kondisi kekurangan gizi saat kehamilan dan diperberat dengan kekurangan gizi pada lima tahun pertama pertumbuhan balita. KESIMPULAN ada pengaruh pemberian nutrisi, BBLR, pertumbuhan janin dan pendapatan terhadap kejadian stunting pada balita

    PEMBERIAN EKSTRAK MORINGA OLEIFERA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF KEJADIAN STUNTING PADA BALITA

    Get PDF
    Patterns of height growth and weight reflect the status of nutrients and health conditions. RISKESDAS results (2018) showed that the proportion of short (stunting) toddlers increased from 19.2% in 2013 to 19.3% at 2018. The purpose of the research is to know the benefits of Moringa Oleifera extract in increasing the toddler's height. The type of research used is experimental quasi, hypothesis test using Pearson Product Moment correlation, and multivariate analysis using multiple linear regression. Location of research in the working area of Piyungan Puskesmas. The number of samples of each 45 respondents in the treatment and control group was taken in purposive sampling. Data collection tools with questionnaires and height measurements of toddlers. The results showed that Moringa Oleifera extract could increase body height by 0.342 cm with a prediction of 16.2%; Maternal education can increase the toddler's height by 0.476 cm with a prediction of 34.1%; Mother's education and maternal work can increase the toddler's height by 0.594 cm with a prediction of 27.9%; Mother's education, maternal work and number of family members can increase their height by 0.528 cm with a prediction of 19.6%; Mother's education, maternal work, number of family members and protein intake can increase the toddler's height by 0.528 cm with a prediction of 12.6%.Pola pertumbuhan tinggi dan berat badan merefleksikan status nutrisi dan kondisi kesehatan. Hasil RISKESDAS (2018) menunjukkan bahwa proporsi balita pendek (stunting) meningkat yaitu dari 19,2% pada tahun 2013 menjadi 19,3% pada 2018. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui manfaat ekstrak moringa oleifera dalam meningkatkan tinggi badan balita. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimental, uji hipotesis menggunakan Korelasi Pearson Product Moment, dan analisis multivariat menggunakan Multipel Regresi Linier. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Piyungan. Jumlah sampel masing-masing 45 responden pada kelompok perlakuan dan kontrol diambil secara purposive sampling. Alat pengumpulan data dengan kuesioner dan pengukuran tinggi badan balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak moringa oleifera dapat meningkatkan tinggi badan sebesar 0,342 cm dengan prediksi 16,2 %; Pendidikan ibu dapat meningkatkan tinggi badan balita sebesar 0,476 cm dengan prediksi 34,1 %; Pendidikan ibu dan pekerjaan ibu dapat meningkatkan tinggi badan balita sebesar 0,594 cm dengan prediksi 27,9 %; Pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan jumlah anggota keluarga dapat meningkatkan tinggi badan balita sebesar 0,528 cm dengan prediksi 19,6 %; pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anggota keluarga dan asupan protein dapat meningkatkan tinggi badan balita&nbsp; sebesar 0,528 cm dengan prediksi 12,6 %

    EFEK KONSUMSI MADU SELAMA OLAHRAGA TERHADAP FREKUENSI DENYUT JANTUNG BEBAN MAKSIMAL SUBYEK PEMULA

    Get PDF
    Pada saat olahraga diperlukan ketersediaan oksigen dan nutrisi yang memadai sangat diperlukan. Hal ini tidak terlepas dari keterlibatan fungsi jantung dalam mendistribusikan darah yang dapat dilihat berdasarkan frekuensi denyut jantung saat latihan atau olahraga.&nbsp; Kurangnya Energi dan tingginya asam laktat dalam darah dapat menyebabkan peningkatan frekuensi denyut jantung pada saat olahraga. Madu merupakan sumber energi dan vitamin yang dapat membentuk energi cepat dalam tubuh pada latihan jangka panjang tanpa memberikan efek samping. Konsumsi madu dengan dosis 1,5 g/Kg berat badan/hari dapat memelihara kekuatan otot, stamina dan mencegah kelelahan lebih dini pada saat pertandingan sehingga frekuensi denyut jantung dapat dipertahankan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi madu selama program latihan aerobik terhadap frekuensi denyut jantung beban maksimal pada saat uji performa. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental pretest-posttest control group design. Subjek adalah 16 mahasiswa STIKes Madani Yogyakarta, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok madu (kelompok perlakuan) dan kelompok minuman isotonis (sebagai kontrol). Kedua kelompok melakukan latihan aerobik lari selama 30 menit, 2 hari sekali selama 27 hari. Uji performa dilakukan untuk mengukur nilai jantung beban maksimal. Hasil penelitian yang dianalisis dengan menggunakan Repeated annova menunjukkan frekuensi denyut jantung beban maksimal kelompok madu p=0,03 sedangkan kelompok kontrol p=0,18. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa konsumsi madu selama program latihan dapat menurunkan frekuensi denyut jantung beban maksimal

    EFEKTIVITAS PIJAT PERINEUM PADA IBU HAMIL TERHADAP LASERASI PERINEUM

    Get PDF
    Women are entrusted with the task of becoming a mother who will later give birth to superior quality babies as the next generation to strengthen the nation's pillar towards a moral and dignified life and build a noble civilization. One indicator of improving maternal health is the reduction in maternal mortality associated with improving the quality of childbirth assistance. The Maternal Mortality Rate in Indonesia in 2015 reached 161 / 100,000 live births, still quite high from the target of 102 / 100,000 live births. Maternal mortality in Indonesia is still dominated by three main causes of death, namely bleeding, hypertension in pregnancy and infection. One of the main causes of bleeding is a tear in the birth canal, including the perineal laceration. Birth road tears are experienced by 85% of women giving birth. One preventive effort that can be done to prevent tears in the perineum during labor is perineal massage. Perineal massage aims to increase blood flow and increase the elasticity of the perineum. Increased perineal elasticity will prevent the occurrence of perineal tears and episiotomy. This study is an analytical study with a quasi-experimental design and prospective direction of investigation. The study population was all third trimester pregnant women in the working area of ​​the Kalasan Sleman Health Center. The sampling technique used a purposive sampling method that is sampling according to the considerations and criteria set by the researcher, the sample amounted to 40 pregnant (20 controls and 20 treatments). The results of the Mann Whitney SPSS 23 statistical analysis showed a 2-tailed significance value of 0.433&gt; 0.05 which means Ha was rejected, thus there were no significant differences between the two groups. Whereas the mean treatment rank is 19.30 and the mean rank control is 21.70, which means there are differences in the average between the two groups.Perempuan diamanahi tugas menjadi seorang ibu yang nantinya akan melahirkan bayi-bayi kualitas unggul sebagai generasi penerus untuk memperkokoh pilar bangsa menuju kehidupan bermoral dan bermartabat serta membangun peradaban luhur. Salah satu indikator peningkatan kesehatan ibu adalah penurunan kematian ibu yang dihubungkan dengan peningkatan kualitas pertolongan persalinan. Angka Kematian Ibu di Indonesia pada tahun 2015 mencapai 161/100.000 kelahiran hidup, masih cukup tinggi dari target 102/100.000 kelahiran hidup. Kematian ibu di Indonesia tetap didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan dan infeksi. Salah satu penyebab utama perdarahan adalah robekan jalan lahir, termasuk didalamnya laserasi perineum. Robekan jalan lahir dialami 85 % ibu bersalin. Salah satu upaya preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah robekan pada perineum saat bersalin adalah pijat perineum. Pijat perineum bertujuan untuk meningkatkan aliran darah dan meningkatkan elastisitas perineum. Peningkatan elastisitas perineum akan mencegah kejadian robekan perineum maupun episiotomi. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan eksperimen kuasi dan arah pengusutan prospektif. Populasi penelitian ini seluruh ibu hamil trimester III di di wilayah kerja Puskesmas Kalasan Sleman. Teknik sampling menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel sesuai pertimbangan dan kriteria yang telah ditetapkan peneliti, sampel berjumlah 40 hamil (20 kontrol&nbsp; dan&nbsp; 20 perlakuan). Hasil analisis statistik Mann Whitney SPSS 23 menunjukkan nilai signifikansi 2-tailed adalah 0,433 &gt;0,05 yang berarti Ha ditolak, dengan demikian tidak terdapat perbedaan bermakna antara antara kedua kelompok. Sedangkan untuk mean rank perlakuan sebesar 19,30 dan mean rank kontrol sebesar 21,70, yang berarti terdapat pebedaan rata-rata antara dua kelompok tersebut. &nbsp

    PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN ABDOMINAL STRETCHING TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI HAID (DISMINORE) PADA REMAJA PUTRI STIKES MADANI YOGYAKARTA

    Get PDF
    Dysmenorhea is the most common gynecological problem during adolescence period. Menstrual cramps (dysmenorhea) is felt by women on the first day of their menstruation. Abdominal Stretching exercise is a muscle stretching exercise, especially on the abdomen that is designed to increase muscle strength and muscle flexibility. Therefore, it is expected to reduce menstrual cramps in women. To evaluate the effect of Abdominal stretching exercise on the level of menstrual cramps (dysmenorhea) level in STIKes Madani Yogyakarta student. This research is quantitative research with experimental research design. The design of this research is quasy experiment used pretest- posttest with control group. The subjects were recruited using purposive sampling technique. The results showed that before doing abdominal exercise streatching mostly (66.7%) experienced moderate pain intensity and after treatment of reduced intensity pain (60%). The statistical test using Wilcoxon test obtained p value 0,000

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GIZI KURANG BALITA DI DESA KEPEK DAN KARANGTENGAH WONOSARI GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

    Get PDF
    Kejadian gizi kurang adalah manifestasi dari kurangnya asupan protein dan energi, dalam makanan sehari- hari yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG), dan biasanya juga diserta adanya kekurangan dari beberapa nutrisi lainnya. Kekurangan akan kebutuhan gizi pada masa anak-anak selain mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan jasmaninya dan perkembangan anak. Di wilayah kerja Puskesmas Wonosari II daerah yang terbanyak kejadian gizi kurang terdapat di Desa Kepek dan Karangtengah. Desa Kepek kejadian gizi kurang yaitu 21 kasus, terdiri dari balita 13 laki-laki dan 8 perempuan. Desa Karangtengah kejadian gizi kurang yaitu 36 kasus, terdiri dari balita 22 laki-laki dan 14 perempuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi gizi kurang di Desa Kepek dan Karangtengah Wonosari Gunungkidul Yogyakarta tahun 2016. Jenis penelitian deskriptif survey dan teknik pengambilan sampel digunakan teknik total sampling. Total responden 57 balita gizi kurang, Tempat penelitian adalah di Puskesmas Wonosari II yang terfokus di Desa Kepek dan Karangtengah. Penelitian ini menggunakan angket. Analisis data univariat dengan distribusi frekuensi. Berdasarkan karakteristik Ibu balita gizi kurang menurut umur (35=19), pendidikan (dasar= 30, menengah=25, tinggi=2), pekerjaan (bekerja=11, tidak bekerja= 46), ASI eksklusif (ya=34, tidak=23), MP-ASI (ya=57, tidak=0), jumlah anak (>2=10, ≤2=47). Berdasarkan riwayat penyakit infeksi (ya=32, tidak=25). Berdasarkan penghasilan keluarga (≤1.235.700=51, >1.235.700=6). Kesimpulannya berdasarkan karakteristik ibu balita gizi kurang menurut umur mayoritas berusia 20-35 tahun, berpendidikan dasar, tidak memiliki pekerjaan, memberikan ASI eksklusif, memberikan MP-ASI, dan memiliki jumlah anak ≤2. Memiliki riwayat penyakit infeksi dan memiliki penghasilan rendah

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI WILAYAH PUSKESMAS PLERET BANTUL YOGYAKARTA

    Get PDF
    Angka kejadian anemia yang terjadi di Kabupaten Bantul merupakan tertinggi di DIY yakni sebesar 27,67%. Puskesmas Pleret memiliki ibu hamil dengan anemia terbesar di Kabupaten Bantul yaitu sebesar 11,32%. Distribusi pemberian tablet besi di Kabupaten Bantul sudah di atas target pencapaian yakni sebesar 87,37%. Namun, hasil pencapaian target tersebut tidak diikuti dengan turunnya angka anemia ibu hamil di Kabupaten Bantul. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi anemia ibu hamil trimester (TM) II dan III di Wilayah Puskesmas Pleret. Jenis penelitian deskriptif survey dan teknik pengambilan sampel digunakan teknik total sampling. Total responden 37 ibu hamil TM II dan III. Tempat penelitian adalah di Wilayah Puskesmas Pleret. Penelitian ini menggunakan angket. Analisis data univariat dengan distribusi frekuensi. Berdasarkan karakteristik Ibu menurut umur (35=2), pendidikan (dasar=5, menengah=28, tinggi=4), pekerjaan (IRT=26, PNS=2, swasta=9), paritas (nulipara=12, primipara=12, secundipara=11, multipara=2), konsumsi tablet Fe (ya=37, tidak=0), LiLA (normal=27, tidak normal=10). Berdasarkan karakteristik ibu menurut umur mayoritas berusia 20-35 tahun dengan responden anemia sejumlah 17 (45,95%), berpendidikan menengah dengan responden anemia sejumlah 10 (27,03%), IRT dengan responden anemia sejumlah 10 (27,03%), nulipara dengan responden anemia sejumlah 8 (21,63%), konsumsi tablet Fe dengan responden anemia sejumlah 18 (48,64%), dan LiLA normal dengan responden anemia 14 (37,84%)

    206

    full texts

    240

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇