Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
240 research outputs found
Sort by
Analisis Prolonged Labor Terhadap Kejadian Asfiksia Neonatorum
Asfiksia pada bayi baru lahir menjadi salah satu penyebab mortalitas serta morbiditas pada neonatus. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan asfiksia adalah lamanya persalinan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prolonged labor terhadap kejadian asfiksia neonatorum di sebuah Rumah Sakit di Kabupaten Karanganyar. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di sebuah rumah sakit di Kabupaten Karanganyar dari bulan Januari s/d Desember 2022. Dengan jumlah sampel 193 responden. Analisis data menggunakan chi kuadrat (X2). Hasil penelitian diperoleh nilai chi kuadrat hitung (133.957) lebih besar dari chi kuadrat tabel (5.991) dengan probabilitas sebesar 0,000 lebih kecil 0,05, sehingga dapat diambil kesimpulan terdapat hubungan antara prolonged labor terhadap kejadian asfiksia neonatorum. Koefisien kontingensi diperoleh nilai sebesar 0,640 sehingga dapat disimpulkan tingkat keeratan hubungan antara prolonged labor dengan kejadian asfiksia neonatorum termasuk dalam kategori kuat
Nilai Gula Darah, Kolesterol Total, Dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Kejadian Stroke Lansia Di Yogyakarta
Abstrak
Stroke merupakan kondisi penyumbatan pembuluh darah dan dapat penyebab kematian kedua dan kecacatan ketiga didunia. Lansia menjadi populasi yang beresiko tinggi terkena stroke, dikarenakan terjadi penurunan fungsi organ akibat proses degeneratif, juga faktor resiko lain yang mengakibatkan timbulnya stroke yaitu, nilai gula darah dan kolesterol total yang tinggi, juga indeks massa tubuh (IMT) tidak normal yang sering terjadi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai gula darah, kolesterol total dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian stroke lansia di Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan analitik korelasional. Menggunakan pendekatan crossectional, dengan sampel sebanyak 70 pasien stroke lansia yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah rekam medis pasien stroke lansia dan lembar pencatatan. Nilai p-value pada uji multivariat menggunakan analisis regresi logistik ganda menunjukkan variabel nilai gula darah (p-value= 0.285; Exp B (OR)= 0.561) variabel kolesterol total (p-value= 0.724; Exp B (OR)= 1,229) dan variabel indeks massa tubuh (p-value= 0.853; Exp B (OR)= 0.916). Tidak terdapathubungan antara nilaiguladarah, kolesteroltotaldanindeksmassatubuh (IMT) dengan kejadian stroke lansia di Yogyakarta.
 
Identifikasi Adverse Drug Reactions Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Paru Pada Pasien Di Salah Satu Puskesmas Kota Batam
Adverse Drug Reactions (ADRs) are commonly encountered, particularly among tuberculosis (TB) patients undergoing long-term therapy involving multiple drug combinations. Monitoring ADRs is essential to ensure treatment safety and enhance patients' quality of life. This study aimed to evaluate the incidence of ADRs in pulmonary TB patients undergoing treatment at a public health center (Puskesmas) in Batam City. An observational study with a cross-sectional design was employed. A total of 58 newly diagnosed pulmonary TB patients in the intensive treatment phase who met the inclusion criteria participated as respondents. These criteria included being in late adolescence to late elderly age, willingness to participate, and having complete medical records. Data were collected using structured questionnaires and medical record reviews, and analyzed using the Naranjo algorithm to assess the likelihood of ADRs being related to anti-TB medication use. The results showed that most respondents were male (72.41%), predominantly within the productive age group. All patients received the RHZE regimen. The most frequently reported adverse effects were reddish discoloration of urine (100%), joint pain (19%), and gastrointestinal disturbances (15.5%). Based on the Naranjo algorithm, the majority of cases were classified as “Probable” (62.07%). These findings highlight the importance of systematic ADR monitoring and patient education to support treatment success.Reaksi Obat yang Merugikan atau Adverse Drug Reactions (ADRs) merupakan masalah yang umum terjadi, terutama pada pasien tuberkulosis (TBC) yang menjalani terapi jangka panjang dengan kombinasi berbagai obat. Pemantauan ADRs penting dilakukan guna menjamin keamanan terapi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kejadian ADRs pada pasien TB paru yang menjalani pengobatan di salah satu Puskesmas di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 58 pasien TB paru kasus baru pada fase intensif yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan sebagai responden. Kriteria tersebut meliputi usia remaja akhir hingga lansia akhir, kesediaan menjadi responden, serta kelengkapan data rekam medis. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur dan telaah rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan algoritma Naranjo untuk menilai kemungkinan keterkaitan efek samping dengan penggunaan obat anti-TB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (72,41%) dengan kelompok usia dominan usia produktif. Seluruh pasien mendapatkan terapi RHZE. Efek samping paling sering adalah perubahan warna urin (100%), nyeri sendi (19%), dan gangguan saluran cerna (15,5%). Berdasarkan penilaian algoritma Naranjo, mayoritas responden masuk dalam kategori "Probable" (62,07%). Hasil ini menekankan pentingnya pemantauan sistematis terhadap ADRs dan pemberian edukasi kepada pasien untuk mendukung keberhasilan terapi
Pengaruh Edukasi Media Buku Saku K3rs Terhadap Kesiapan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Sebelum Praktik Klinik
Kesiapan mahasiswa sebelum praktik klinik merupakan faktor penting dalam menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan. Mahasiswa D4 Keperawatan Anestesiologi perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang sesuai standar rumah sakit, termasuk dalam aspek K3RS (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit). Edukasi melalui media buku saku menjadi salah satu metode efektif untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi buku saku K3RS terhadap kesiapan mahasiswa sebelum praktik klinik. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 mahasiswa D4 Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kesiapan mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor kesiapan setelah diberikan edukasi buku saku K3RS. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,001 (p < 0,05), yang berarti ada pengaruh edukasi media buku saku K3RS terhadap kesiapan mahasiswa keperawatan anestesiologi sebelum praktik klinik. kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi buku saku K3RS berpengaruh terhadap peningkatan kesiapan mahasiswa sebelum praktik klinik. Penerapan media edukasi sederhana seperti buku saku dapat dijadikan strategi dalam meningkatkan kompetensi awal mahasiswa
Hubungan Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Time Out Ketepatan Tindakan Operasi Di Rsud R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Latar Belakang: Dampak yang membahayakan pada saat pembedahan dapat dicegah dengan memperhatikan kesadaran adanya Patient Safety. Satu yang terpenting dalam Indikator Patient Safety adalah ketepatan lokasi, tepat prosedur, dan tepat pasien operasi/Tindakan. Fenomena yang terjadi pada fase time out dalam pembedahan merupakan fase yang paling banyak tidak dipatuhi terutama dalam melakukan konfirmasi nama dan peran anggota tim paling banyak tidak dilakukan. Fase time out dalam pembedahan merupakan fase yang paling banyak tidak dipatuhi. Data operasi elektif di Instalasi Bedah Sentral RSKIA Sadewa Yogyakarta sebanyak 46,2% tidak melakukan time out dan sebesar 33,6% patuh melakukan time out. Tujuan: Mengetahui adanya hubungan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan time out terhadap ketepatan tindakan operasi di ruang instalasi bedah sentral RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo. Metodelogi Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel perawat yang terlibat dalam pelaksaan Time Out dengan total sebanyak 28 perawat. Analisis bivariat yang digunakan dengan rumus uji chi-square.
Hasil: Kepatuhan perawat dalam pelaksanaan time out mayoritas dengan kategori kurang. Ketepatan tindakan operasi di ruang instalasi bedah sentral mayoritas kategori kurang tepat. Ada hubungan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan time out terhadap ketepatan tindakan operasi dengan nilai p = 0.000. Kesimpulan: Kepatuhan perawat dalam pelaksanaan time out berhubungan dengan ketepatan tindakan operasi di ruang instalasi bedah sentral RSUD R.A.A Tjokronegoro Purworejo
Pengaruh Kompres Hangat Cengkeh Terhadap Intensitas Nyeri Rheumatoid Arthritis Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Dlingo Ii
Nyeri Rheumatoid Arthritis (RA) terjadi pada saat beraktivitas maupun beristirahat, nyeri terjadi disertai dengan pembengkakan dan kekakuan pada sendi. Rasa nyeri dan pembengkakan terjadi dalam waktu yang lama dan seiring berjalan waktu akan terasa semakin berat, sehingga terjadi gangguan kenyamanan dan hambatan mobilitas fisik. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri RA adalah kompres hangat cengkeh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat cengkeh terhadap penurunan intensitas nyeri Rheumatoid Arthritis pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Dlingo II. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan pada 18 lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Dlingo II. Desain penelitian yang digunakan Pre Eksperiment dengan menggunakan rancangan One Grup Pre Post Test design. Alat ukur untuk mengukur nyeri Rheumatoid Arthritis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner Rheumatoid Arthritis Pain Scale (RAPS). Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata nyeri Rheumatoid Arthritis sebelum dilakukan intervensi kompres hangat cengkeh sebesar 83.06 setelah dilakukan intervensi kompres hangat cengkeh menjadi 71.22. Hasil analisis Uji Bivariat dengan menggunakan Paired Sample T-Test didapatkan p-value 0.002 < α (0.05). ada pengaruh kompres hangat cengkeh terhadap intensitas nyeri Rheumatoid Arthritis pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Dlingo II.
 
Hubungan Kenaikan Berat Badan dengan Estimate Fetal Weight (EFW) pada ibu hamil di PMB A
Latar belakang: Estimated Fetal Weight (EFW) merupakan penaksiran berat janin yang dilakukan dengan menggunakan ultasonografi (USG), hasil dari pengukuran Biparietal Diameter (BPD), Abdominal Circumferential (AC) dan Femur Length (FL). Melakukan penaksiran berat janin berguna untuk memantau pertumbuhan janin dalam intrauterin. Angka kesakitan dan kematian di Indonesia pada bayi baru lahir masih tinggi salah satunya karena BBLR. Menurut data Riskesdas tahun 2023, angka BBLR di DIY sebesar 7,2%, diatas target nasional sebesar 6,0%. Faktor yang mempengaruhi berat janin, salah satunya adalah kecukupan gizi ibu selama hamil yang ditandai dengan kenaikan berat badan. Kenaikan yang dianjurkan selama kahamilan direkomendasikan menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) berdasarkan Body Mass Indeks (BMI).
Tujuan: Mengetahui hubungan Kenaikan Berat Badan dengan Estimate Fetal Weight pada ibu hamil di PMB A.
Metode: Crossectional study, menggunakan data sekunder menggunakan nonprobability sampel. Jumlah Populasi adalah 670, dengan jumlah sampel sejumlah 88, terdapat kriteria inklusi yaitu ibu sudah masuk usia kehamilan trimester 2, tidak ada riwayat IUGR dan riwayat BBLR. Data diambil dari catatan Rekam Medis kunjungan Antenatal Care di PMB A Kabupaten Sleman dari tahun 2023-Agustus 2024.
Hasil: Analisis univariat didapatkan karakteristik ibu sebagian besar responden berada pada usia reproduksi sehat yaitu 76 orang (86,36%), paritas sebagian besar multipara yaitu sebanyak 45 orang (51, 14%), sedangkan kenaikan berat badan responden tidak sesuai dengan indeks masa tubuh yaitu sebanyak 52 orang (59,09%). Hasil bivariat didapatkan nilai sig (p-value) 0,030.
Kesimpulan: Nilai sig 0,030 < 0,05 maka ada hubungan antara kenaikan Berat Badan dengan Estimate Fetal Weight (EFW)
Relevansi Pembelajaran Praktik Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Terhadap Praktik Lapangan
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan salah satu sistem informasi sistematis yang mengelola rangkaian prosedur rumah sakit, dari diagnosa hingga pengobatan pasien. Transformasi teknologi harus diimbangi dengan perkembangan Sumber Daya Manusia yang profesional, kompeten dan adaptif terhadap teknologi terbaru. Pendidikan program studi administrasi kesehatan dituntut untuk membentuk lulusan yang menguasai kemampuan teoritis dan kompetensi praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja seperti pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pembelajaran berbasis praktik dalam pelayanan kesehatan, khususnya terkait dengan SIMRS masih terbatas. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui relevansi pembelajaran praktis SIMRS dalam pelayanan kesehatan terhadap praktik lapangan. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Seluruh mahasiswa program studi administrasi kesehatan yang telah mengikuti perkuliahan manajemen pelayanan kesehatan merupakan populasi penelitian ini sebanyak 35 responden, teknik total sampling menggunakan instrumen kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisi bivariat berupa uji statistik Chi Square menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian memaparkan bahwa karakteristik responden sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan dengan persentase 88,6%, pemahaman responden mengenai fungsi aplikasi SIMRS sebagian besar memiliki pemahaman yang baik (77,1%), sebagian besar responden (88,6%) merespon baik jika pembelajaran sesuai dengan praktik lapangan dan nilai signifikan hasil uji Chi Square 0,008. Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran praktis SIMRS dalam pelayanan kesehatan dengan praktik lapanga
Model Karuni Efektiv Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Kehamilan, PHBS, Dan Gizi Untuk Mencegah Stunting
Latar belakang: Masa remaja adalah fase rentan, terutama bagi remaja putri, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti media sosial, urbanisasi, dan pola makan tidak sehat. Kurangnya gizi dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan risiko kehamilan dini, yang berkontribusi pada stunting. Di Yogyakarta, prevalensi stunting masih tinggi, terutama di Gunungkidul, dengan faktor penyebab seperti Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia pada remaja putri. Untuk mengatasi masalah ini, Model Komunitas Anak Remaja Usia Dini (KARUNI) dikembangkan sebagai platform edukasi interaktif berbasis digital yang memberikan informasi mengenai kesehatan reproduksi, PHBS, dan gizi. Melalui pendekatan digital yang menarik, remaja dapat mengakses materi edukasi secara lebih efektif. Tujuan: mengevaluasi efektivitas Model KARUNI dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang kehamilan, PHBS, dan gizi sebagai upaya pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Model KARUNI melalui metode quasi eksperimen dengan 72 responden. Intervensi dilakukan selama 3 minggu dimana kelompok intrevensi diberikan akses aplikasi KARUNI. Hasil: Hasil uji analisis bivariat dengan Mann Whitney diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001. Kesimpulan: Model KARUNI terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kehamilan remaja, PHBS, dan gizi sebagai upaya pencegahan stuntin
Terapi Relaksasi Benson Untuk Mengurangi Nyeri Pasien Perawatan Luka Post Debridement
Nyeri pada saat dilakukan debridement membuat pikiran dan aktivitas pasien terganggu, sehingga di butuhkan adanya manajemen nyeri dalam membantu mengurangi nyeri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap skala nyeri pasien perawatan luka post debridemen . Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Sampel terdiri dari 30 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi relaksasi Benson. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skala nyeri sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi Benson, dengan penurunan rata-rata sebesar 0,45 skala nyeri (p = 0,000). Sebelum intervensi, rata-rata skala nyeri adalah 5,50, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 5,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi relaksasi Benson efektif dalam menurunkan nyeri pasien perawatan luka post debridemen. Oleh karena itu, teknik ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik keperawatan sebagai metode nonfarmakologi yang dapat meningkatkan kenyamanan pasien.