Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
    240 research outputs found

    EVALUASI TERAPI REHIDRASI DAN MENERUSKAN NUTRISI UNTUK DIARE AKUT TANPA DEHIDRASI PADA ANAK BALITA DI RSUD DI BANTUL

    Get PDF
    Background: Diarrhea is one of the leading causes of death in children under five (WHO, 2013 & 2016). The main causes of infant and child deaths from diarrhea are severe dehydration (IDHS, 2012). Bantul Regency is one of the districts that has a high number of diarrhea cases in DIY. Diarrhea cases in Bantul district in 2014 were 20,729 cases or 26.87% of the total cases of diarrhea in DIY (DIY Profile, 2015). Objective: To evaluate the indicators of rehydration therapy and continue the nutrition for acute diarrhea without dehydration in children under five in Panembahan Senopati General Hospital. Method: This research is a case study with an explanatory descriptive design. The source of evidence used was documentation of medical records of patients with acute diarrhea without dehydration in children under five June-August 2016 as quantitative data, triangulation was carried out by observation, FGD and interviews as qualitative data. Results: Management of rehydration therapy and continuing food and / or breast milk still need to be improved (n = 30), namely 27% rehydration therapy and 23% continue to eat and / or breast milk no documentation due to limited documentation time but edited. Conclusion: There is a mismatch of management of rehydration therapy and continued eating and / or breast milk due to limited time in documentation.Latar belakang: Diare merupakan salah satu penyebab kematian utama pada anak balita (WHO, 2013 & 2016). Penyebab utama kematian bayi dan anak akibat diare adalah keadaan dehidrasi yang berat (SDKI, 2012). Kabupaten Bantul merupakan salah satu kabupaten yang memiliki jumlah kasus diare yang tinggi di DIY. Kasus diare di kabupaten Bantul pada tahun 2014 sebanyak 20.729 kasus atau 26,87% dari total kasus diare di DIY (Profil DIY, 2015). Tujuan: Mengevaluasi indikator terapi rehidrasi dan meneruskan nutrisi untuk diare akut tanpa dehidrasi pada anak balita di RSUD Panembahan Senopati. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan rancangan deskriptif eksplanatori. Sumber bukti yang digunakan adalah dokumentasi rekam medis pasien diare akut tanpa dehidrasi pada anak balita Juni-Agustus 2016 sebagai data kuantitatif, yang dilakukan triangulasi dengan cara observasi, FGD dan wawancara sebagai data kualitatif. Hasil: Tatalaksana terapi rehidrasi dan meneruskan makanan dan/atau ASI masih perlu ditingkatkan (n=30), yaitu 27% terapi rehidrasi dan 23 % meneruskan makan dan/atau ASI tidak ada dokumentasi karena keterbatasan waktu pendokumentasian tapi diedukasikan. Kesimpulan: Terdapat ketidaksesuaian tatalaksana terapi rehidrasi dan meneruskan makan dan/atau ASI yang disebabkan keterbatasan waktu dalam pendokumentasian

    HUBUNGAN BONDING ATTACHMENT DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES PADA IBU POST SECTIO CAESAREA PRIMIPARA

    Get PDF
    Background: The period after childbirth causes the mother need adjustments to face her activities and new roles as a mother, so there are times when the mother experiences feelings of sadness related to her baby, this condition is called postpartum blues or baby blues. The exact cause of postpartum blues is not yet known. Mothers with postpartum blues can love, and care for their babies, but sometimes they can react negatively and not respond at all. This inconsistency in behavior can interfere with the bonding process between mother and baby, which affects the attachment between mother and baby. The purpose of this study is to determine the correlation between bonding attachment and postpartum blues in post sectio caesarea primipara mother at the RSIA Gladiool Magelang. Methods: Descriptive correlational research method with cross-sectional approach. The population were all post sectio caesarea primipara mothers at RSIA Gladiool Magelang with  total  sampling technique with  sample of  73  respondents.  Research  measuring instruments used checklist. The data analysis used Chi Square test. Results: There is correlation between bonding attachment and postpartum blues in post sectio caesarea primipara mother at RSIA Gladiool Magelang (p value 0,000 (α = 0.05). Conclusion: There is correlation between bonding attachment and postpartum blues in post sectio caesarea primipara mother at RSIA Gladiool Magelang. Suggestion: Nurses can increase of combining care or bonding attachments for mothers to prevent postpartum blues.Latar Belakang: Masa setelah persalinan menyebabkan ibu membutuhkan penyesuaian dalam menghadapi aktivitas dan peran barunya sebagai seorang ibu, sehingga ada kalanya ibu mengalami perasaan sedih yang berkaitan dengan bayinya, keadaan ini disebut postpartum blues atau baby blues. Penyebab pasti terjadinya postpartum blues sampai saat ini belum diketahui. Ibu dengan postpartum blues dapat mencintai, menyayangi dan perhatian kepada bayinya, namun terkadang ibu bisa bereaksi negatif dan tidak merespon sama sekali. Inkonsistensi perilaku ini dapat mengganggu proses ikatan (bonding) antara ibu dan bayi sehingga mempengaruhi kasih sayang (attachment) antara ibu dan bayi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan bonding attachment dengan kejadian postpartum blues pada ibu post sectio caesarea primipara di RSIA Gladiool Kota Magelang. Metode: Metode penelitian dengan  deskriptif korelasional dengan pendekatan studi potong lintang (cross-sectional). Populasi adalah semua ibu post sectio caesarea primipara  di  RSIA  Gladiool  Kota  Magelang  dengan  teknik  total  sampling  dengan jumlah  sampel  yaitu  73  responden.  Alat  ukur  penelitian  menggunakan  checklist. Analisa data yang digunakan adalah uji Chi Square Hasil: Ada hubungan bonding attachment dengan kejadian postpartum blues pada ibu post sectio caesarea primipara di RSIA Gladiool Kota Magelang (p value 0,000 (α=0,05). Simpulan: Ada hubungan bonding attachment dengan kejadian postpartum blues pada ibu post sectio caesarea primipara. Saran: Perawat dapat meningkatkan pelayanan rawat gabung atau bonding attachment pada ibu bersalin untuk mencegah terjadinya postpartum blues

    EFEKTIVITAS SEX EDUCATION TERHADAP SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN SEX EDUCATION ANAK USIA 4-5 TAHUN DI RAUDATUL ATHFAL BUNAYYA ISLAMIC CENTER BIN BAZ

    No full text
    Backgroud: Early childhood is a child up to 6 years old, where this age greatly determines the formation of character and personality of the children. Data from the Yogyakarta Women's and Community Empowerment Agency (BPPM) show that cases of sexual violence against children in 2016 was reached 509 cases. Cases of sexual violence on children are increasing and worrying. Therefore, it is necessary to watch out for providing sex education to children as early as possible. The role of parents is very importance in awareness of early sex education. Purpose: The purpose of this study was to evaluate the effect of sex education on the attitude of the mother in providing sex education on children aged 4-5 years in Raudatul Bunayya Islamic Center Bin Baz Karanggayam Sitimulyo Piyungan Bantul Yogyakarta. Methods: The study used pre-experimental method with one group pretest-posttest design. Fourty (40) respondents were recruited by using purposive sampling technique.  Result and conclusion: Data were analyzed using Wilcoxon Signed Rank Test. In the begining, it is showed that 19 respondents (47,5%) had less good attitude. After treatment, 24 respondents (60,0%) had verry good attitude with p-value less than 0.001 (p<0.001). In conclusion, sex education can improve the attitudes of mothers in giving sex education to children aged 4-5 years in Raudatul Athfal Bunayya Islamic Center Bin Baz.Latar belakang: Anak usia dini merupakan anak berusia sampai 6 tahun, dimana usia ini sangat menentukan pembentukan karakter dan kepribadian anak. Data dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Yogyakarta menyebutkan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak di tahun 2016 mencapai 509 kasus. Kasus kekerasan seksual anak semakin meningkat dan mengkhawatirkan. Oleh karena itu, perlu diwaspadai dengan pemberian pendidikan seks pada anak sedini mungkin. Pentingnya peran orang tua terhadap kesadaran tentang pendidikan seks usia dini, sehingga tidak menyerahkan semua pendidikan termasuk pendidikan seks pada pihak sekolah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan seks terhadap sikap ibu dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia 4-5 tahun di Raudatul Athfal Bunayya Islamic Center Bin Baz Dusun Karanggayam Sitimulyo Piyungan Bantul Yogyakarta.  Metodologi: Metode yang digunakan pre eksperiment dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Responden sejumlah 40 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dan simpulan: Hasil pre test menunjukan sikap responden kurang baik dengan 19 responden (47,5 %), sedangkan hasil post test menunjukkan sikap responden sangat baik 24 reponden (60,0%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p value sebesar 0.000 sehingga ada pengaruh pendidikan seks terhadap sikap ibu dalam memberikan pendidikan seks pada anak umur 4-5 tahun di Raudatul Athfal Bunayya Islamic Center Bin Baz. Sehingga pendidikan seks dapat meningkatkan sikap ibu dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia 4- 5 tahun

    FAKTOR RISIKO REPRODUKSI PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA

    Get PDF
    Berdasarkan data Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC)  tahun  2012,  kanker payudara di dunia menempati  urutan  pertama dari  seluruh kanker pada wanita dengan angka kejadian 43 per 100.000 perempuan dan di Asia pun demikian, dengan angka kejadian 29 per 100.000 perempuan. Pada tahun yang sama, angka kejadian kanker payudara di Indonesia juga menempati urutan pertama dari seluruh kanker yang menyerang wanita dengan angka kejadian 40 per 100.000 perempuan yang menyebabkan angka kematian sebesar 19.750 jiwa (21,5 % dari kematian yang disebabkan oleh kanker). Data dari Survei Kesehatan Daerah (Surkesda) di Propinsi DIY tahun 2008 yang dilakukan pada 5824 orang yang tersebar di sembilan RS umum pemerintah dan swasta yang ada di Propinsi DIY dan mewakili seluruh wilayah kabupaten  DIY,  didapatkan data   bahwa   dari  52%   responden  perempuan ditemukan insidensi penyakit kanker payudara sekitar 1%  dan menurut data morbiditas rawat jalan/inap di RS DIY tahun 2008 kematian akibat kanker payudara adalah 0,79% (Dinkes DIY, 2009). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan secara retrospektif dengan menanyakan riwayat reproduksi responden. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil dari penelitian ini yaitu seluruh penderita kanker payudara menarche usia ≥ 12 tahun, sebagian besar  menopause usia > 50 tahun sebanyak 50%, pernah melahirkan sebanyak 50%, tidak infertilitas 80%, melahirkan pertama kali usia ≤ 35 tahun sebanyak 70%, belum pernah menyusui 60%, dan pernah menyusi 80%

    URGENSI ETIKA MEDIS DALAM PENANGANAN MENCIT PADA PENELITIAN FARMAKOLOGI

    Get PDF
    Penggunaan hewan uji coba seringkali menimbulkan kontroversi. Terkadang para peneliti menggampangkan bahwa yang digunakan hanyalah hewan. Namun inilah yang sering dilupakan, hewan juga punya hak untuk tidak merasa sakit, dan terbebas dari penyiksaan. Pemandangan lain yang sering terlihat adalah terjadinya salah saluran pada saat memasukkan obat yang seharusnya masuk ke lambung tetapi salah jalur ke paru-paru dan menyebabkan mencit lemas dan mati perlahan. Keadaan serupa juga ditemukan pada saat mematikan mencit, keadaan ideal yang seharusnya adalah tidak menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan dan menjahui organ-organ sensitif seperti hati dan kandung kemih tetapi peneliti seringkali menganggap perilaku ini hal yang biasa dan cenderung terburu-buru karena keterbiasaan mereka di dunia laboratorium bersama mencit sehingga tidak ada lagi etika dalam penanganan hewan tersebut. Dalam rangka menciptakan sebuah perlakuan yang ideal pada hewan coba maka seorang peneliti perlu memperhatikan etika pembedahan sesuai dengan pedoman etik penelitian kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui urgensi etika medis dalam pembedahan mencit pada penelitian farmakologi serta menggambarkan model pelaksanaan pembedahan mencit pada penelitian farmakologi sesuai dengan etika medis. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif dan preskriptif. penelitian dilakukan di laboratorium farmakologi STIKes Madani Yogyakarta yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran kode etik penanganan mencit sebagai hewan coba di laboratorium farmakologi STIKes Madani terjadi pada tiga tahap yaitu pra perlakuan, perlakuan dan pasca perlakuan. Model yang disajikan untuk mencegah pelanggaran kode etik tersebut dengan menerapkan mencit pada kondisi bebas dari ketidaknyamanan, ketidaksenangan, kesusahan, rasa nyeri dan kematian

    PENGGUNAAN PSIKOEDUKASI DALAM MENINGKATKAN EFIKASI DIRI BERHENTI MEROKOK PADA SISWA

    Get PDF
    As many as 85% of households in Indonesia are exposed to cigarette smoke, with an estimated 8 smokers dying due to active smokers, one passive smoker dies due to exposure to other people's cigarette smoke, or about 25,000 deaths in Indonesia occur due to secondhand smoke. Bantul District Health Profile 2014 states that in Bantul District epidemiological transition has occurred with the increasing prominence of non-communicable diseases especially hypertension and blood vessels as one of the effects of smoking. The smoking cessation program focuses on behavior change. People with high self-efficacy to stop smoking are ultimately more successful in undergoing a smoking cessation program. The level of self-efficacy to stop smoking can be a predictor of the efforts made to stop smoking. This research is a quasi-experimental approach with pre-post test without control. The study was conducted at SMP X with a sample of 30 students who actively smoked were taken by purposive sampling. The level of self-efficacy to stop smoking is measured before the action and immediately after the action and 3 weeks after the psychoeducation. Descriptive data analysis was performed by presenting frequency distribution data and Wilcoxon Signed Rank Test analysis. Based on the results of the calculation, the Z value obtained is -4.067 where the value <z table 1.96 with p value (Asymp sig 2 tailed) of 0,000 which is less than the set critical limit of 0.05 so it is assumed that there are significant differences between self-confidence to stop smoking the pre-test and post-test groups and it can be concluded that there is an influence of the use of psychoeducation on increasing the self-efficacy of stopping smoking in students.Sebesar 85% rumah tangga di Indonesia terpapar asap rokok, dengan perkiraan 8 perokok meninggal karena perokok aktif, satu perokok pasif meninggal karena terpapar asap rokok orang lain, atau sekitar 25.000 kematian di Indonesia terjadi dikarenakan asap rokok orang lain. Profil Kesehatan Kabupaten Bantul Tahun 2014 menyebutkan di Kabupaten Bantul telah terjadi transisi epidemiologi dengan semakin menonjolnya penyakit-penyakit tidak menular khususnya penyakit hipertensi dan pembuluh darah sebagai salah satu dampak akibat merokok. Program berhenti merokok berfokus pada perubahan perilaku. Orang dengan efikasi diri yang tinggi untuk berhenti merokok pada akhirnya lebih sukses dalam menjalani program berhenti merokok. Tingkat efikasi diri untuk berhenti merokok dapat menjadi prediktor usaha yang dilakukan untuk berhenti merokok. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test without control. Penelitian dilakukan di SMP X dengan sampel 30 siswa yang aktif merokok diambil dengan purposive sampling. Tingkat efikasi diri berhenti merokok diukur sebelum dilakukan tindakan dan langsung setelah tindakan serta 3 minggu setelah dilakukan psikoedukasi. Analisis data deskriptif dilakukan dengan menyajikan data distribusi frekuensi dan analisis Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan hasil dari perhitungan, maka nilai Z yang didapat sebesar -4,067 dimana nilai tersebut <z tabel 1,96 dengan p value (Asymp sig 2 tailed) sebesar 0,000 dimana kurang dari batas kritis yang ditetapkan yaitu 0,05 sehingga diasumsikan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara keyakinan diri berhenti merokok kelompok pre test dan post test dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan psikoedukasi terhadap peningkatan efikasi diri berhenti merokok pada sisw

    EDUKASI MANAJEMEN PANGAN BERBASIS STIKER SEBAGAI UPAYA PENURUNAN BUDAYA PANTANG MAKAN (TARAK) PADA PENDERITA LUKA DIABETES MELITUS DI KABUPATEN PACITAN

    Get PDF
    Diabetes Melitus adalah sebuah penyakit yang tidak bisa dipisahkan kaitannya dengan pola makan. Penyembuhan diabetespun tidak bisa terlepas dari baik buruknya pola makan. Mirisnya, masih banyak penderita diabetes di Kabupaten Pacitan yang menganut budaya pantang makan (tarak), yaitu sebuah perilaku yang salah yang disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat terkait pentingnya nutrisi untuk penyembuhan luka, khususnya pada penderita luka diabetes. Beratnya dampak yang ditimbulkan karena ketidaktahuan terhadap kebutuhan nutrisi pada penderita luka sebaiknya perlu diminimalisir dengan pemberian pendidikan kesehatan terkait nutrisi untuk memperbaiki perilaku masyarakat dalam budaya pantang makan (tarak) dengan menggunakan media pendidikakesehatan. Pemilihan stiker dimaksudkan untuk menyederhanakan informasi dan memudahkan penyerapan pengetahuan tanpa melalui proses pendidikan kesehatan yang formal. Visualisasi dan penempatan yang mudah menjadikan stiker sebagai media pendidikan kesehatan yang efektif dan efisien dalam upaya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait kurang baiknya budaya pantang makan (tarak) pada pasien diabetes melitus di Kabupaten Pacitan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain pre-eksperimental. Sampel penelitian ini adalah pasien homecare penderita luka kaki diabetik yang berada dalam lingkup perawatan Homacare “Klinik Magfurah” di Kabupaten Pacitan dengan jumlah 31 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan bivariat Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada edukasi manajemen pangan berbasis stiker efektif dalam menurunkan budaya pantang makan (tarak) pada pasien diabetes melitus di Kabupaten Pacitan yang ditunjukkan dengan nilai z pada pengujian wilcoxon sign yang didapat sebesar -4,880 dimana nilai tersebut < z tabel -1,96 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000 di mana kurang dari batas kritis penelitian 0,05

    HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH LANJUT USIA PENDERITA HIPERTENSI ESENSIAL DI UPT RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BUDI DHARMA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang diderita lansia, dimana sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis dan terjangkau pelayanan kesehatan. Dampak buruk yang terjadi pada hipertensi esensial yaitu munculnya serangan jantung. Jika tidak tertangani dengan baik maka dapat memperparah hingga kematian mendadak. Kualitas tidur yang buruk pada penderita hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis, sebanyak 27%. Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada lanjut usia penderita hipertensi esensial di UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Budi Dharma Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen dengan metode analitik observasional. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling sebanyak 30 responden. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) dan sphygmomanometer digital. Analisis data statistik menggunakan spearman rho. Sebanyak 86,7% lansia memiliki kualitas tidur buruk dan 93,3% lansia yang mengalami hipertensi esensial stadium I. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang erat antara kualitas tidur dengan tekanan darah lanjut usia penderita hipertensi esensial di UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Budi Dharma Yogyakarta. Diperoleh p-value 0,000 (

    HUBUNGAN DESIRE DALAM AKTIVITAS SEKSUAL DENGAN HORMON PROGESTERON WANITA HAMIL TRIMESTER I, II DAN III

    Get PDF
    Pregnant women will produce higher hormone progesteron in each trimester (TM), this is intended to maintain pregnancy. One function of the progesterone hormone in maintaining pregnancy is the progesterone hormone as immunomodulator. The hormone progesterone can suppress the activation of NK cells in pregnant women. The hormone progesterone in women serves as a sexual drive that in stimulating the existence of sexual activity (Desire). The purpose of this study was to determine the relationship of desire with progesterone hormone in pregnant women TM I, TM II and TM III. The research design was cross sectional. Sample calculation on research based on correlation coefficient (r) using total sample size formula. Evaluation of desire using Female Sexual Function Index (FSFI) questionnaire. Different tests use Kruskal Wallis. Correlation test using pearson. The results of different desire test in pregnant women TM I, TM II and TM III were 0,250 (P> 0,005). Different test results of progesterone hormone in pregnant women of trimester I, II and III with result 0.000 (pWanita hamil akan memproduksi hormon progeteron yang lebih tinggi pada tiap trimester (TM), hal ini bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan kehamilan. Salah satu fungsi hormon progesteron dalam menjaga kehamilan yaitu hormon progesteron sebagai imunomodulator. Hormon progesteron dapat menekan aktivasi sel NK pada wanita hamil. Hormon progesteron pada wanita berfungsi sebagai sexual drive yang dalam menstimulasi adanya aktivitas seksual (Desire). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan desire dengan hormon progesteron pada wanita hamil TM I, TM II dan TM III. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Perhitungan sampel pada penelitian berdasarkan koefisien korelasi (r) menggunakan rumus total sample size. Evaluasi desire menggunakan kuesioner Female Sexual Function Index (FSFI). Uji beda memakai Kruskal Wallis. Uji korelasi menggunakan pearson. Hasil uji beda desire pada wanita hamil TM I, TM II dan TM III adalah 0,250 (P>0,005). Hasil uji beda hormon progesteron pada wanita hamil trimester I, II dan III dengan hasil 0,000 (

    PENGARUH AROMATERAPI BUNGA LAVENDER (Lavandula angustifolia) TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID (DISMENORE) PADA MAHASISWI STIKES MADANI YOGYAKARTA

    Get PDF
      Dysmenorrhea or painful menstruation is one of the most common gynecological problems experienced by women of all ages. Lavender fragnance therapy is used for pain treatment, for reducing pain post-caesarean section, reducing depression and anxiety in postpartum and reducing dysmenorrhea. The research is to identify effects of lavender fragnance therapy (Lavandula angustifolia) to overcome pain intensity during mentruation (dysmenorheal) case study the students of STIKes Madani Yogyakarta. This study is a quantitative research with quasi experimental approach. Purposive sampling technique is used in this study. The paired t-test is used for statistical test to analyze the effectiveness of lavender fragnance to overcome dysmenorrhea pain intensity. Most respondents according to the age are between 18-20 years old, which is 60%. Most characteristic dysmenorrhea pain prior to administration of lavender fragnance therapy was a moderate pain scale with intensity of 65%. Meanwhile, after giving lavender fragnance therapy the highest intensity of pain was mild pain scale with intensity of 75%. There were significant effect of lavender fragnance therapy on reducing the dysmenorrhea pain intensity.Dismenore atau menstruasi yang menimbulkan nyeri merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia. Aromaterapi bunga lavender digunakan sebagai perawatan untuk mengatasi nyeri, mengurangi rasa sakit pasca-operasi caesar, mengurangi depresi dan kecemasan pada ibu post partum, dan menurunkan dismenore. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh aromaterapi bunga lavender (Lavandula angustifiola) terhadap intensitas nyeri  dismenore pada mahasiswi STIKes Madani Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji paired t-test, untuk menguji efektivitas aromaterapi bunga lavender terhadap intensitas nyeri dismenore. Responden menurut umur yang terbanyak adalah 18-20 tahun yaitu 60 %. Karakteristik nyeri dismenore terbanyak sebelum dilakukan pemberian aromaterapi bunga lavender dalam skala nyeri sedang yaitu 65 %. Sedangkan sesudah pemberian aromaterapi bunga lavender intensitas nyeri terbanyak adalah nyeri ringan yaitu 75 %. Ada pengaruh aromaterapi bunga lavender terhadap penurunan intensitas nyeri haid (dismenore)

    206

    full texts

    240

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇