Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
    240 research outputs found

    Penurunan Stigma Terhadap Gangguan Jiwa Melalui Program Kontak Sosial dan Psikoedukasi

    Get PDF
    Stigma gangguan jiwa tidak hanya berdampak terhadap klien gangguan jiwa, akan tetapi juga kepada masyarakat yang berada di sekitar klien. Langkah pendekatan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi yaitu dengan education, contact dan protest. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test design with control group. Penelitian dilaksanakan di Desa Sonosari Tegaltirto Berbah Sleman, dengan teknik purposive sampling sebanyak 45 orang Ibu-ibu PKK dengan kriteria inklusi bersedia mengikuti seluruh prosedur. Tingkat stigma diukur sebelum dilakukan intervensi dan langsung setelahnya serta 2 minggu setelah dilakukan intervensi. Analisis data deskriptif dilakukan dengan menyajikan data distribusi frekuensi dan kemudian dilakukan uji Paired T Test. Nilai mean sebelum dilakukan tindakan yaitu 127,51 dengan standar deviasi sebesar 11,14, sedangkan nilai mean setelah dilakukan tindakan sebesar 127,96  dengan standar deviasi sebesar 12,8. Hasil uji Paired T-test menunjukkan hasil nilai sig 0,784 (p>0,05) berarti tidak ada perbedaan rata-rata antara tingkat stigma masyarakat pretes dan postes yang berarti tidak ada pengaruh pemberian pemberian psikoedukasi dan program kontak sosial dalam menurunkan stigma masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa

    Gairah Sexual Selama Kehamilan

    Get PDF
    Abstrak Aktivitas seksual pada wanita terdiri dari desire, arousal, orgasm  dan resolution. Arousal atau gairah seksual timbul setelah adanya rasa ketertarikan. Aktivitas seksual tidak berhenti saat terjadi kehamilan. Salah satu pemicu gairah sesksual pada wanita adalah hormon progesteron. Pada wanita hamil hormon progesteron akan terus meningkat dimulai dari trimester I sampai trimester III, walapun setelah itu akan mengalami penurunan. Hormon progesteron pada wanita berperan  sebagai sex drive atau hormon yang mengelola aktivitas seksual pada wanita. Berdasarkan teori tersebut Apakah wanita hamil dengan dengan hormon progseteron yang tinggi juga diikuti dengan gairah seksual yang tinggi. Sampel 108 Wanita hamil trimester I-III. Metode penelitian deskriptif analitik dengan survei. Hasil didapatkan Gairah seksual pada wanita hamil dari trimester I-III dalam kategori sedang. Artinya wanita hamil mengalami gairah seksual 6-7 kali/bulan. Normalnya wanita hamil bergairah secara seksual sebanyak 4-9 kali/bulan

    Deteksi Dini Faktor Resiko Ibu Hamil Melalui Sistem Pendampingan di Puskesmas Piyungan

    Get PDF
    Abstrak Bidan berperan penting untuk mengelola pencegahan risiko melalui skrining sehingga dapat menentukan tingkat risiko sesuai dengan tingkat kegawatan dari faktor risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko pada ibu hamil melalui upaya deteksi secara dini. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian berlokasi di Wilayah Kerja Puskesmas Piyungan melalui kunjungan rumah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai November 2019. Populasi penelitian yaitu ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Piyungan. Sampel penelitian ini merupakan total sampling, yakni sejumlah 21 ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis univariat untuk mengetahui faktor risiko ibu hamil. Hasil penelitian bahwa faktor risiko I (APGO) yang dimiliki ibu hamil yaitu usia <20 tahun atau >35 tahun,  jarak kehamilan dengan anak terakhir <2 tahun, tinggi badan <145 cm, primitua sekunder, Kekurangan Energi Kronis, janin besar dan riwayat Sectio Cesarea. Sedangkan faktor risiko II (AGO) yaitu post term, hipertensi dan anemia. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pertimbangan dalam upaya promosi kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Piyungan

    Abdominal Stretching Exercise Efektif Menurunkan Intensif Dismenore : Narative Review

    Get PDF
    Dismenore merupakan permasalahan menstruasi yang diakibatkan oleh kontraksi myometrium yang menyebabkan iskemia pada uterus sehingga menimbulkan rasa nyeri.  Latihan abdominal stretching exercise merupakan salah satu bentuk relaksasi dari teknik relaksasi yang dapat menurunkan nyeri dengan cara merelaksasikan otot-otot yang mengalami spasme sehingga terjadi vasodilatasi pembuluh darah dan akan meningkatkan aliran darah ke daerah yang mengalami spasme dan iskemik. Belum terdapat review artikel yang membahas tentang pengaruh abdominal stretching exercise terhadap intensitas dismenore, sehingga perlu dilakukan review tentang hal ini. Tujuan review ntuk menganalisis pengaruh abdominal stretching exercise terhadap intensitas dismenore. Metode narrative review dengan framework PICOT (Population, Intervention, Comparison, Otcome, Time/Type). Identifikasi artikel menggunakan data base Pubmed dan Google Scholar. Seleksi artikel menggunakan PRISMA flowchart dan critical appraisal.  Hasil keseluruhan dari 1160 artikel yang teridentifikasi, terdapat 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan menyatakan bahwa abdominal stretching exercise dapat menurunkan intensitas dismenore. Latihan peregangan dilakukan selama 10 menit, 3 kali dalam seminggu. Hasil review terdapat 7 artikel menggunakan instrument Visual Analogue Scale (VAS) dan 3 artikel lainnya menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebagai alat pengukuran dismenore. Abdominal stretching exercise berpengaruh dalam menurunkan intensitas dismenore

    Pengaruh Modul Cerdas "Wandarzi" Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap WUS Tentang KEK Pada Masa Kehamilan

    Get PDF
    Kekurangan energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang terjadi pada kehamilan. Ibu hamil yang mengalami KEK berisiko melahirkan BBLR sebesar 2-3 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil dengan status gizi yang optimal. Salah satu penyebab gangguan status gizi kronik pada Wanita Usia Subur (WUS) adalah kurangnya pengetahuan WUS dan masyarakat tentang gizi. Pemberian pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk mengubah pengetahuan dan sikap WUS tentang permasalahan gizi. Media yang digunakan dalam penyuluhan tersebut berupa modul yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi WUS. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh modul “WANDARZI” (Wanita Sadar Gizi) terhadap perubahan pengetahuan dan sikap WUS tentang gizi dan resiko KEK Pada Kehamilan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental reasearch pre-post test countrol group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh WUS di wilayah UPT Puskesmas Blora. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 54 WUS. Hasil analisis statistik pada variabel pengetahuan menggunakan uji independent t test dengan hasil p=0.91 artinya tidak ada perbedaan antara kedua kelompok. Jika dilihat dari nilai mean terdapat perbedaan, kelompok perlakuan mempunyai nilai mean lebih besar 33.08 dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu 32.96. Hasil uji statistik menggunakan uji Mann Withney, variabel sikap dengan hasil p=0.746 artinya tidak ada perbedaan sikap antara kedua kelompok. Namun jika dilihat dari nilai mean ada perbedaan antara kelompok kontrol dan perlakuan dimana kelompok perlakuan lebih besar 26.16 dibandingkan kelompok kontrol 24.84. Jadi ada pengaruh pemberian modul WANDARZI dengan pengetahuan dan sikap WUS tentang KEK pada masa kehamilan

    Efektivitas Senam GITA Terhadap Lingkar Pinggang dan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi

    Get PDF
    Hipertensi telah menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Olahraga memiliki peran penting dalam pencegahan dan pengobatan hipertensi. Olahraga telah terbukti memiliki efek yang menguntungkan pada tekanan darah seseorang. Senam Gerakan Isyarat Tangan (GITA) sebagai olahraga yang menggabungkan gerakan dan kekuatan pikiran yang berfungsi melancarakan pergerakan energi vital. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam GITA terhadap lingkar pinggang dan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre-post tes dengan jumlah subjeknya adalah 40 orang lansia di Klinik Bandar Lor Kota Kediri yang dibagi menjadi kelompok kontrol sebanyak 20 orang dan kelompok eksperimen sebanyak 20 orang yang menerima pelatihan senam GITA selama 12 minggu sebanyak 3 kali dalam seminggu, dengan durasi 30 menit setiap sesinya.Sedangkan pada kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kelompok senam terjadi penurunan lingkar pinggang sebesar 3,8±1,32 cm (p<0,01), penurunan tekanan darah sistolik sebesar 21,25±8,08 mmHg (p<0,01), dan penurunan tekanan darah diastolik sebesar 7,15±2,74 mmHg (p<0.01) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Senam GITA selama 12 minggu efektif dalam menurunkan lingkar pinggang dan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi

    PENGARUH KONSUMSI SEDUHAN BUBUK BIJI KOPI TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PIYUNGAN BANTUL

    Get PDF
    Coffee was predicted able to increase insulin sensitivity, hampering glucose 6 phosphate hidrolisis in the lever and it is also hampering sugar absorption in the intestine so it can decrease blood glucose quality for the sufferer of diabetes mellitus type 2. This research aims to know the consumption influence of coffee seed powder toward   at the time blood glucose quality for the sufferer of diabetes mellitus type 2 in Piyungan Public Health, Bantul. This research design was a pra-experimental with the design a one group pretest-postest design. The sample numbered 32 people who suffer a diabetes mellitus type 2 by using a purposive sampling technique. The respondent was asked to consumption the coffee three time a day for 14 days. The data analysis used a paired sample test. The research result shown an average deceasing of at the time blood glucose quality at the amount to 32 people as 42,96875 mg/dl. It is supported by the result of statistic test with pv = 0,000 < α = 0,05, mean while t count = 80,170 > t table = 2,039 which shown a differentiate the value of at the time blood quality  significantly between before and after consuming coffee for the sufferer of diabetes mellitus type 2. Coffee can decrease at the time blood quality for the sufferer of diabetes mellitus type 2 with decreasing a means for the consumption coffee three time a day for 14 days

    HUBUNGAN JENIS ALAT KONTRASEPSI DENGAN GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI

    Get PDF
    Reproductive health problems experienced by women greatly influence the quality of life of women in all aspects of their roles. The prevalence of reproductive health disorders is very high, even more than 90% of women experience it. Most reproductive health disorders are associated with contraceptive use. Research on the use of contraceptives and reproductive health disorders such as vaginal discharge, menorrhagia, changes in libido, lumps in the breast, cysts, and sleep disorders is very necessary. The purpose of this study was to determine the relationship between contraceptive use and reproductive health disorders. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The population of women of childbearing age in Karanganom 830 hamlet, a sample of 73 people was taken through a purposive sampling method. Data obtained through questionnaires with closed questions. Univariate data were analyzed by simple descriptive and bivariate data were analyzed using Chi Square test. This study found that 60% of women experience vaginal discharge, 27% menorrhagia, 9% experience a decrease in libido, 9% experience breast lumps, 4% have cysts, and 40% experience sleep disorders, all of which use non-hormonal contraception. There is a relationship between the choice of contraceptive type with complaints of menorrhagia (p = 0.013), while for vaginal discharge, changes in libido, lumps in the breast, cysts, and sleep disorders are not related to the choice of contraception type. It is recommended to increase the resilience of a woman's body through improving patterns of activity and knowledge about reproductive health.Gangguan kesehatan reproduksi yang dialami wanita sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup wanita di semua aspek perannya. Prevalensi gangguan kesehatan reproduksi sangat tinggi, bahkan lebih dari 90% wanita mengalaminya. Sebagian besar gangguan kesehatan reproduksi dihubungkan dengan penggunaan alat kontrasepsi. Penelitian tentang jenis alat kontrasepsi dan gangguan kesehatan reproduksi seperti : keputihan, menorrhagia, perubahan libido, benjolan pada payudara, kista, dan gangguan tidur sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan jenis alat kontrasepsi dengan gangguan kesehatan reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Populasi wanita usia subur di dusun Karanganom 830, sampel berjumlah 73 orang yang diambil melalui metode purpossive sampling. Data diperoleh melalui kuisioner dengan pertanyaan tertutup. Data univarat dianalisis secara deskriptif sederhana dan data bivariat dianalisis menggunakan uji Chi Square. Penelitian ini menemukan 60% wanita mengalami keputihan, 27% menorrhagia, 9% mengalami penurunan libido, 9% mengalami benjolan pada payudara, 4% kista, dan 40% mengalami gangguan tidur, yang semuanya menggunakan alat kontrasepsi non hormonal. Terdapat hubungan antara pemilihan jenis alat kontrasepsi dengan keluhan menorrhagia (p=0.013), sementara untuk keputihan, perubahan libido, benjolan pada payudara, kista, dan gangguan tidur tidak berhubungan dengan pemilihan jenis kontrasepsi. Disarankan untuk meningkatkan ketahanan tubuh wanita melalui perbaikan pola aktivitas dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi

    HUBUNGAN USIA DENGAN KADAR ASAM URAT PADA WANITA DEWASA

    Get PDF
    Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi. Kelainan ini berkaitan dengan penimbunan kristal urat monohidrat monosodium dan pada tahap yang lebih lanjut terjadi degenerasi tulang rawan sendi, insiden penyakit gout sebesar 1-2%, terutama terjadi pada usia 30-40 tahun dan 20 kali lebih sering pada pria daripada wanita (Mcknight M, et al, 2014). Hal ini disebabkan oleh karena terjadi proses degeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Penurunan fungsi ginjal akan menghambat eksresi dari asam urat dan akhirnya menyebabkan hiperurisemia (Lyu Li-Ching, Chi-Yin Hsu, et al, 2003). Hiperurisemia lebih sering di alami wanita pada usia menopause dengan rentang usia 60-80 tahun (Fiskha, P, 2010). Tanaman kelor (Moringa oleif- era) merupakan bahan makanan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan untuk menyembuhkan penyakit asam urat secara alami, sebab didalam daun kelor mengandung senyawa aktif yaitu flovonoid dan alkoloid yang dapat mencegah pembentukan asam urat, selain itu daun kelor juga dapat digunakan sebagai anti infamasi (peradangan) dan analgesik (pereda rasa sakit (Singh D, Arya PV, et al, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan usia dengan kadar kadar asam urat. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita dewasa dengan jumlah 48 responden. Hasil analisa data dengan chi kuadrat diperoleh nilai sig 0,000 yang artinya bahwa usia berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat

    HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN, PEKERJAAN DAN EKONOMI ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH

    Get PDF
    Gizi merupakan komponen penting dalam masa awal kehidupan, dimana pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat terlepas dari komponen – komponen gizi seperti karbohidrat, protein dan lemak. Angka kejadian gizi buruk di Jawa Tengah tahun 2017 adalah 0,03% atau 922 kasus dari 32 juta balita. Pada tahun 2015 jumlah penderita gizi kurang di puskesmas Nusukkan sebanyak 3,4 % dan menurun di tahun 2016 menjadi 3,2%. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kurangnya status gizi pada balita, beberapa diantaranya adalah pendidikan, status pekerjaan dan status sosial ekonomi orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendidikan, pekerjaan dan status sosial ekonomi orang tua dengan status gizi pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel 69 ibu anak usia pra sekolah di puskesmas Nusukkan yang dipilih secara accidental sampling. Berdasarkan analisis data yang menggunakan spearman rank didapatkan bahwa ada hubungan antara pendidikan (p value 0,048), status pekerjaan (p value 0,047), dan sosial ekonomi (p value 0,009) orang tua dengan status gizi pada anak usia pra sekolah. Kekuatan korelasi antara pendidikan (r = -0,229), status pekerjaan (r = -0,240) dan sosial ekonomi (r = -0,313) dengan status gizi lemah. Pendidikan, status pekerjaan, dan sosial ekonomi orang tua memiliki hubungan yang lemah dengan status gizi pada anak usia pra sekolah. Pendidikan, status pekerjaan dan sosial ekonomi merupakan faktor internal yang secara lemah berhubungan dengan status gizi balita. Intervensi untuk status gizi balita dapat diberikan dengan mempertimbangkan faktor lainnya seperti perilaku pemberian makan, keseragaman menu, kesulitan pemberian makan dan lainnya

    206

    full texts

    240

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇