Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM)
Not a member yet
240 research outputs found
Sort by
Praktik Asuhan Kebidanan Esensial Nifas Dan Menyusui
Keselamatan pasien sangat penting agar dapat dicegah dan dikurangi timbulnya kesalahan dan risiko yang terjadi pada pasien selama penyelengaraan pelayanan kesehatan. Sehingga apabila rumah sakit mau menyurutkan kejadian keselamatan pasien, rumah sakit diharapkan mengimplementasikan budaya keselamatan pasien. Tujuan dari penelitian mendapatkan pemahaman implementasi budaya keselamatan pasien dan insiden keselamatan pasien berbasis bukti. Peneliti memakai methode pengumpulan data berbentuk artikel ilmiah dari database google scholar. Kata kunci yang disertakan adalah sesuai dengan materi." Implementasi Budaya Keselamatan Pasien berdasarkan Agency of healthcare Research and Quality (AHRQ)", dan "Insiden Keselamatan Pasien". Beberapa artikel pilihan, 10 artikel dijadikan satu dan sesuai sama topik. Berbagai artikel yang diteliti didapatkan budaya keselamatan pasien dekat kaitannya sama insiden keselamatan pasien. Dengan meningkatnya budaya keselamatan pasien, insiden keselamatan pasien dapat diminimalisir. Upaya yang dilakukan salah satunya berkembangnya impelementasi budaya keselamatan agar tidak timbulnya insiden keselamatan pasien adalah adanya laporan insiden keselamatan pasien
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Jahe Merah Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri
Nyeri haid atau dismenorea sangat umum terjadi pada wanita usia subur dan sangat umum terjadi di seluruh dunia. Beberapa wanita mengalami nyeri luar biasa saat menstruasi sehingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Dampak yang terjadi apabila dismenore tidak diatasi yakni akan menimbulkan ketidaknyamanan pada remaja putri, konsentrasi yang terganggu karena dismorene dan aktivitas sehari-hari yang terganggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan jahe merah terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMA N 1 Ubud. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra-experimental menggunakan rancangan one group pre-test post-test design. Populasi sebanyak 584 siswi dengan sampel sebanyak 34 remaja putri. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tingkat nyeri dismenore sebelum diberikan air rebusan jahe merah didapatkan nilai mean 6,09 atau rata-rata dengan dismenore sedang. Setelah diberikan air rebusan jahe merah nilai mean yaitu 1,09 atau rata-rata dengan dismenore ringan. Nilai p yaitu 0,000 < 0,05 dapat disimpulkan air rebusan jahe merah dapat menurunkan tingkat nyeri dismenorea pada remaja putri. Tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan dan sosialiasi kesehatan tentang tatalaksana atau metode mengurangi tingkat nyeri dismenore pada remaja putri.
 
Hubungan Antara Tingkat Stres Dan Imt Dengan Derajat Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Rawa Makmur Wilayah Puskesmas Palaran Samarinda
Usia Lanjut merupakan fase kehidupan yang pasti dialami oleh setiap manusia. Pada fase ini, berbagai masalah kesehatan sering kali muncul, salah satunya adalah hipertensi, Kondisi ini terjadi ketika meningkatnya tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan diastolik melebihi dari 90 mmHg. Secara fisiologis, kelenjar hormon pituitari menerima sinyal ancaman, otak akan melepaskan hormon endokrin kealiran darah Tujuan : untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat stres dan IMT dengan derajat hipertensi pada lansia di Kelurahan Rawa Makmur Wilayah Puskesmas Palaran Samarinda. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional, Sampel yang digunakan yaitu 135 orang Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik non probability sampling dengan jenis pendekatan purposive sampling Penelitian ini akan dilaksanakan di wilayah Puskesmas Palaran Kota Samarinda pada bulan Maret sampai April 2025 dan dianalis dengan uji speramen Rho. Karakteristik responden karakteristik responden didapatkan mayoritas umur 60-74 tahun sebanyak 88.9%, mayoritas jenis kelamin perempuan sebanyak 64.4%, mayoritas IMT normal sebanyak 51.9%, mayoritas status pernikahan menikah sebanyak 57%, mayoritas pendidikan SD sebanyak 29.6%, mayoritas pekerjaan tidak bekerja sebanyak 51.9% dan tingkat stress derajat 1 sebanyak 37.8%, mayoritas lama menderita HT 1-5 tahun sebanyak 81.5% dan derajat HT mayoritas Derajat HT 1 sebanyak 62.2% dan Terdapat hubungan antara semua variabel dengan tingkat stress dengan nilai uji spearmen who 0.000 < 0.05 . Kesimpulan :. Terdapat hubungan antara semua variabel dengan tingkat stress dengan nilai uji spearmen who 0.000 < 0.0
Analisis Penggunaan Sequence Proton Density Spair Potongan Sagital Terhadap Kualitas Citra Anatomi Pada Pemeriksaan Mri Knee Joint Di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
This research seeks to analyze the quality of anatomical images and analyze the sequences used in knee joint MRI at South Jakarta Mayapada Hospital to have the benefit of adding insight and expertise about Knee Joint MRI examination with the use of Proton Density SPAIR sequences of Sagittal pieces. And it is hoped that it could be a reference for further research. The research design used is descriptive and qualitative with the method of collecting data by direct observation and primary data collection which was carried out from January to June 2022 at South Jakarta Mayapada Hospital. The research instruments used are worksheets and documentation tools. The population of this research was patients who performed a Lower Extremity MRI examination totaling 50 patients. The specimens used were 15 patients with Knee Joint MRI examination. Data processing and analysis uses data reduction, data presentation, and concluding data according to verification. The results of this research, in the use of the Proton Density SPAIR sequence, sagittal pieces produced a good and precise image of the meniscus, ligaments, and tendons. So it could be concluded that the Proton Density SPAIR sequence is suitable for showing anatomy and pathology at South Jakarta Mayapada Hospital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas citra anatomi dan menganalisa sequence yang digunakan pada MRI Knee Joint di Mayapada Hospital Jakarta Selatan hingga memiliki manfaat untuk menambah wawasan dan keahlian tentang pemeriksaan MRI Knee Joint dengan penggunaan sequence Proton Density SPAIR potongan Sagital. Serta diharapkan bisa menjadi rujukan maupun referensi bagi penelitian selanjutnya. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data secara observasi langsung dan pengambilan data primer yang dilakukan pada bulan Januari hingga Juni 2022 di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kerja dan alat dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah pasien yang melakukan pemeriksaan MRI Ekstermitas Bawah berjumlah 50 pasien. Sampel yang digunakan sebanyak 15 pasien dengan pemeriksaan MRI Knee Joint. Pengolahan dan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan dari data sesuai verifikasi. Hasil penelitian ini, dalam penggunaan sequence Proton Density SPAIR potongan Sagital menghasilkan hasil citra gambaran meniscus, ligament dan tendon dengan baik dan jelas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sequence Proton Density SPAIR sudah sangat baik untuk memperlihatkan anatomi dan patologi di Mayapada Hospital Jakarta Selata
Pengaruh Edukasi Pengolahan Daun Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Terhadap Pengetahuan Dan Minat Ibu Balita
Daun kelor selama ini banyak digunakan sebagai alternatif makanan untuk mengatasi malnutrisi. Kandungan energi, protein, dan kalsium pada Moringa oleifera membuat tanaman tersebut sebagai pilihan bahan makanan tambahan yang dapat mengurangi risiko stunting pada anak khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan. Banyak produk olahan yang bisa diolah dengan menggunakan daun kelor seperti smoothies, kue bawang, cake, rempeyek, puding, nugget, bakwan dan bakso daun kelor. Dengan penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sasaran (ibu Balita) dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pemanfaatan daun kelor. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Edukasi Pengolahan Daun Kelor sebagai Upaya Pencegahan Stunting terhadap Pengetahuan dan Minat Ibu Balita?. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu. Desain penelitian menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Edukasi yang diberikan berupa penyuluhan dan demonstrasi produk olahan daun kelor. Teknik sampling yaitu menggunakan total sampel sejumlah 34 ibu balita di PAUD Insan Mulia, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data menggunakan wilcoxon dikarenakan sebaran data dalam penelitian tidak berdistribusi normal. Adapun hasil yang diperoleh yaitu Dari hasil penelitian diketahui ada pengaruh Edukasi Pengolahan Daun Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Terhadap Pengetahuan dengan nilai p_value 0,000 dan Minat Ibu Balita dengan nilai p_value 0,000
Implementasi Program Kesehatan Jiwa Di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Wilayah Kerja Kota Pekanbaru Tahun 2024
Latar Belakang : Pada tahurn 2022 di Purskersmas RI Sidomurlyo capaian perlayanan ODGJ serbersar 42 orang (70%) dan merningkat pada tahurn 2023 serbersar 65 orang (91,5%) serdangkan pada tahurn 2022 di Purskersmas Garurda capaian perlayanan ODGJ hanya serbersar 52 orang (50%), dan turrurn drastis pada tahurn 2023 serbersar 19 orang (16,4%). Hal ini masih berlurm sersurai derngan targert cakurpan perlayanan kerserhatan jiwa derngan Targert Standar Perlayanan Minimal (SPM) yang serharursya adalah 100%. Tujuan : implementasi Program Kesehatan Jiwa di Puskesmas wilayah kerja Kota Pekanbaru pada tahun 2024, khususnya pada Puskesmas RI Sidomulyo (P1) dan Puskesmas Garuda (P2). Metode : menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang berlangsung dari Januari hingga Juli 2024. Informan dalam penelitian ini meliputi informan utama, yaitu pemegang program kesehatan jiwa di puskesmas dan dokter kesehatan jiwa; dan informan pendukung yang terdiri dari kepala puskesmas, kader kesehatan jiwa, pemegang program promosi kesehatan, pemegang program kesehatan jiwa di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dan masyarakat/keluarga pasien. Validitas data dilakukan dengan metode triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi data. Hasil : program kesehatan jiwa di kedua puskesmas memiliki komunikasi yang baik. Namun demikian, P2 perlu meningkatkan kegiatan edukasi, promosi kesehatan jiwa, dan koordinasi lintas sektor. Meskipun SDM di kedua puskesmas memadai, kerjasama di P2 antara penanggung jawab kesehatan jiwa dan petugas promosi kesehatan perlu ditingkatkan. Selain itu, Standar Operasional Prosedur (SOP) diperlukan untuk kedua puskesmas terutama untuk petugas promosi kesehatan dan kader kesehatan. Saran : Diharapkan peningkatan koordinasi dan kolaborasi di P2 akan membantu implementasi program kesehatan jiwa di wilayah tersebut
Pengaruh Penggunaan Kapsul Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Terapi Komplementer Pada Penderita Hipertensi
Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah ≥ 140 mmHg/ 90 mmHg. Secara non-farmakologi, ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dapat digunakan untuk hipertensi. Kandungan antioksidan daun kelor antara lain saponin, alkaloid, tannins, fitosterols, fenolik, polyphenol, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian kapsul daun kelor (Moringa oleifera) terhadap penurunan tekanan darah. Kandungan antioksidan daun kelor antara lain saponin, alkaloid, tannins, fitosterols, fenolik, polyphenol, dan flavonoid. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan one group pre-test post-test design dengan cara membuat dua kelompok yaitu kelompok kontrol dengan mengonsumsi amlodipine 5mg/hari di minum pada malam hari dan kelompok perlakuan mengonsumsi amlodipine 5mg/hari dan kapsul daun kelor sebanyak 2x1 di minum pada pagi dan siang hari selama delapan minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada hari pertama dan di lakukan pengecekan tekanan darah setiap dua minggu sekali. Hasil uji Paired t-test pada kelompok kontrol dan perlakuan yaitu 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari mengonsumsi amlodipine dan kapsul daun kelor terhadap penurunan tekanan darah. Pada uji Anova didapatkan nilai penurunan rata-rata sistole pada kelompok kontrol yaitu 19.15 mmHg dan diastole 12.36 sedangkan pada kelompok perlakuan memiliki rata-rata penurunan lebih besar yaitu untuk sistole 22.00 mmHg dan pada diastole 13.88 mmHg dengan nilai P-value > 0.05 yang menujukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pemberian terapi antara kelompok kontrol dan perlakuan terhadap penurunan tekanan darah.
 
Pengaruh Edukasi Triad KRR Terhadap Peningkatan Efikasi Diri Pencegahan Perilaku Berisiko HIV Pada Remaja
Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa, yang sangat menentukan bagi kehidupan selanjutnya. Remaja juga sebagai sumber daya bagi pembagunan. Masalah yang paling menonjol yaitu TRIAD KRR (seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA). Kasus NAPZA menurun 1% tetapi kasus seksualitas dan HIV/AIDS meningkat. Setiap orang dapat melakukan perilaku berisiko, namun dengan pengetahuan, remaja dapat menghindari perilaku tersebut. Remaja dapat terhindar dari perilaku berisiko jika dalam diri remaja tertanam efikasi diri untuk mencegah perilaku berisiko. Efikasi diri yang tinggi pada remaja menjadikan mereka memiliki keyakinan personal untuk tetap melakukan perilaku sehat meskipun tantangannya berat. Penelitian ini bertujuan utuk melakukan peningkatan pada efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV pada remaja melalui pemberian edukasi TRIAD KRR. Desain penelitian ini yaitu preeksperimen, dengan rancangan one group pre test posttest dan teknik cluster sampling satu tahap (single-stage sampling) serta analisa data menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada beda rata-rata nilai pretest (17,67) dan posttest (18,19), dengan nilai paired sample test signifikasi 0,011. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh edukasi TRIAD KRR terhadap efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV
Analisis Pola Pembelian Obat Kortikosteroid Dalam Swamedikasi Di Apotek Pada Masyarakat Trimulyo, Jetis, Bantul
Persepsi khasiat kortikosteroid dalam mengobati berbagai kondisi, dapat mendorong perilaku pengobatan mandiri (swamedikasi) di masyarakat. Namun, penggunaan kortikosteroid tanpa pengawasan medis berisiko menimbulkan efek samping yang serius, terutama jika dikombinasikan dengan obat-obatan lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pembelian kortikosteroid dalam pelaksanaan swamedikasi di apotek wilayah Trimulyo, Jetis, Bantul, dengan fokus pada identifikasi jenis obat yang digunakan, karakteristik pembeli, dan potensi risiko kesehatan. Penelitian observasional ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan data yang dikumpulkan pada periode Januari hingga Maret 2023 mencakup jenis obat kortikosteroid, obat lain yang dibeli bersamaan, jenis kelamin pembeli, kategori obat (Obat Generik Berlogo atau generik bermerek), bentuk sediaan, indikasi terapi, jumlah pembelian, total biaya kortikosteroid dan keseluruhan obat dalam setiap transaksi, serta beban antikolinergik yang dihitung menggunakan Anticholinergic Drug Scale (ADS). Hasil menunjukkan jenis kelamin Perempuan paling banyak melakukan swamedikasi menggunakan obat kortikosteroid. Obat kortikosteroid yang paling sering dibeli adalah deksametason sistemik (H02AB02) dengan persentase 47,62%, serta didominasi oleh penggunaan obat generik bermerek (51,79%) dengan bentuk sediaan oral (71,43%) dan topikal (24,70%), dengan indikasi utama pengobatan gatal (41,07%) dan nyeri akibat peradangan (28,88%). Sebagian pembelian melibatkan obat tambahan yang menimbulkan potensi risiko efek samping kumulatif. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti diklofenak (23,27%) paling sering dikombinasikan dengan kortikosteroid. Beban antikolinergik paling banyak menunjukkan skor 1 untuk tiap transaksi. Peran Apoteker dan penyedia layanan kesehatan sangat penting dalam memberikan edukasi dan pemantauan mengenai penggunaan kortikosteroid yang tepat, serta potensi efek samping dan risiko interaksi obat guna mendorong penggunaan kortikosteroid yang lebih aman dan terkontrol
Tinjauan Sistematis Terhadap Efektivitas Berbagai Metode Pengobatan Wasir
Wasir atau hemoroid merupakan kondisi anorektal yang umum terjadi di seluruh dunia, memengaruhi jutaan orang dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Wasir dapat secara signifikan memengaruhi kualitas hidup pasien. Namun, tinjauan komprehensif yang membandingkan semua modalitas pengobatan yang tersedia masih terbatas. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas berbagai pilihan pengobatan untuk wasir. Dengan mengikuti pedoman PRISMA, pencarian literatur dilakukan di basis data ScienceDirect dan Scopus untuk studi yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Kriteria inkulsi yang digunakan adalah artikel dengan publikasi dalam rentang tahun 2020 hingga 2025, menggunakan Bahasa inggris, dapat diakses seluruh teks, dan tipe artikelnya yaitu RCT, studi komparatif, observasional dan retrospektif dengan pembanding. Delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi ini dipilih untuk analisis lebih lanjut. Hasil penelitian ini memberikan bukti efektivitas komparatif dan keamanan modalitas pengobatan yang berbeda berdasarkan tingkat keparahan wasir dan faktor spesifik pasien. Wasir derajat I-II, penatalaksanaan konservatif dengan flavonoid, salep pippalyadi dan obat venoaktif muncul sebagai pilihan lini pertama. Wasir derajat II-III mendapat manfaat dari prosedur invasif minimal seperti rubber band ligation atau aplikasi BANANA-Clip. Untuk wasir derajat III-IV, intervensi bedah seperti hemoroidektomi menunjukkan kemanjuran yang unggul. Glyceryl trinitrate terbukti lebih aman dan efektif daripada trombektomi untuk wasir trombosis. Penelitian ini mengonfirmasi hierarki efektivitas pengobatan wasir berdasarkan tingkat keparahan dan menyoroti pentingnya pengambilan keputusan berdasarkan bukti dalam praktik klinis