Jurnal Sundermann
Not a member yet
    63 research outputs found

    Etos Kerja Pendeta BNKP

    Get PDF
    Artikel ini merupakan artikel hasil penelitian tentang etos kerja Pendeta di gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) tahun 2017. Topik ini diteliti, mengingat BNKP sebagai organisasi gereja memiliki program umum pelayanan BNKP yang pelaksanaannya dijabarkan melalui pelayanan di aras sinodal, resort dan jemaat. Berhasilnya pelaksanaan program pelayanan umum dimaksud, sangat tergantung pada kualitas etos kerja para pelayan (Pendeta) di setiap aras. Dengan pendekatan penelitian kualitatif-desktiptif, ditemukan bahwa dari 60 orang Pendeta BNKP sebagai partisipan, memiliki kualitas etos kerja yang berbeda-beda. Sebanyak 39,26% memiliki etos kerja dengan kategori tinggi, 33,33% kategori sedang serta 27,41% kategori rendah. Data ini juga ekuivalen dengan setiap 10 (sepuluh) orang pendeta, terdapat 4 (empat) orang memiliki etos kerja dengan kategori tinggi, 3 (tiga) orang sedang dan 3 (tiga) orang rendah. Penelitian ini juga berhasil merumuskan faktor-faktor yang memengaruhi etos kerja dalam konteks pelayanan BNKP, di antaranya adalah adanya krisis panggilan dan kekaburan tanggung jawab, spiritualitas dan integritas pendeta, kepemimpinan serta perbedaan latar belakang pendidikan teologi

    Kajian Biblika Terhadap Makna “Ta Stigmata Tou Iesou” dalam Galatia 6:17

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang kajian Biblika terhadap ungkapan “Ta Stigmata Tou Iesou” (?? ???????? ??? ?????) dalam Galatia 6:17, dengan tujuan agar makna yang sesungguhnya dari ungkapan tersebut dapat diperoleh dan orang Kristen dapat menerapkan dalam kehidupan praktisnya. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang secara spesifik merujuk kepada kajian biblika. Melalui studi Apparatus, analisis dan sintaksis, serta studi narasi interpretative terhadap teks Galatia 6:17, penulis menemukan bahwa ungkapan tersebut merupakan cap fisik yang Paulus peroleh melalui penganiayaan yang dialaminya karena iman dan kegigihannya memberitakan Injil Kristus. Paulus hendak mempertentangkan tanda-tanda fisik milik Kristus yang melekat ditubuhnya itu dengan tanda sunat yang sangat diagung-agungkan oleh orang Yahudi di Galatia. Dan, secara tegas menekankan kepada jemaat Tuhan di Galatia agar lebih memikirkan tanda-tanda penganiayaan pada tubuhnya karena iman dan kegigihan dalam memberitakan Injil Kristus dari sekedar sunat yang telah merusak iman mereka

    Ketika Keadilan Bertemu Dengan Kasih: Sebuah Studi Perbandingan Antara Teori Keadilan Menurut John Rawls dan Reinhold Niebuhr

    Get PDF
    Manusia hidup di bumi ini sebagai homosocious yang berinteraksi secara sosial dengan sesama manusia. Untuk menjaga interaksi sosial ini, maka kebutuhan akan keadilan adalah elemen penting. Beberapa teori tentang keadilan telah dikembangkan sebagai panduan, namun mesti disadari bahwa tidak ada teori maupun cara tunggal untuk mendefinisikan keadilan yang memuaskan untuk semua. Dalam tulisan ini, penulis memilih untuk membandingkan dua pemikir teori keadilan, yakni John Rawls dengan teori kontrak sosialnya dan Reinhold Niebuhr dengan teori keadilan menurut etika Protestan. Metode yang dipergunakan penulis adalah kajian pustaka. Tulisan ini bertujuan untuk mencari titik temu kedua pemikir ini pada konsep mereka tentang keadilan dan kasih

    Makna ‘Ketetapan Tuhan’ dalam Kitab Yunus dan Implikasi dalam Pelayanan Kristiani

    Get PDF
    Kitab Yunus adalah salah satu kitab dalam Perjanjian Lama. Kitab ini memberikan banyak ajaran teologis tentang tindakan Tuhan terhadap manusia dan secara pribadi kepada sosok Yunus. Pesan teologis dan kisah nyata nabi Yunus mengajarkan partisipasi sempurna Tuhan dan memberikan keselamatan bagi bangsa-bangsa lain. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode studi literatur dan dokumen penelitian yang berkaitan dengan penulisan judul. Metode analisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil yang ditemukan, Allah dalam Kitab Yunus adalah 1) Allah yang mengutus Yunus dengan membawa pesan peringatan, 2) Allah memberi kesempatan kepada Niniwe, dan 3) Allah mengubah hati Yunus untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Implikasi dan kesimpulan yang dapat diambil dari kitab ini, yaitu tekad Tuhan dalam kitab Yunus, menggambarkan Tuhan sebagai Tuhan Yang Mahakuasa, bahwa Ia memiliki kuasa atas alam, bahkan dalam kehidupan manusia. Kisah nabi Yunus memberi pelajaran bagi kita orang percaya untuk taat dan setia serta mengikuti panggilan Tuhan

    Ikatan Perkawinan sebagai Sebuah Perjanjian Menurut Kitab Maleakhi

    Get PDF
    Nabi Maleakhi adalah salah satu dari tiga nabi terakhir yang dikirim oleh Allah (432-424 SM) untuk dipersiapkan dan menyampaikan pesan-pesan kenabian pasca pembuangan di Babel. Nubuat yang disampaikannya berupa peringatan, penguatan dan beberapa bersifat eskatologis. Salah satu di antaranya adalah konsep pernikahan yang pengertiannya dipertukarkan antara pernikahan fisik laki-laki dan perempuan dengan pernikahan rohani antara Israel dan Elohim. Artikel ini mengulas konsep nabi Maleakhi tentang ikatan di dalam pernikahan. Hasilnya adalah pernikahan sebagai konsep kovenan yang sangat kuat dan tidak boleh dibatalkan bahkan melalui perceraian sekalipun oleh para Imam. Artikel ini dibuat dengan studi literatur menggunakan analisis deskriptif-analisis

    Sila Pertama Pancasila: Sebuah Refleksi atas Masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)

    No full text
    Paper ini hendak menelusuri sejarah perdebatan yang cukup tajam atas bunyi sila pertama Pancasila di antara kalangan nasionalis dan Islam politik. Persoalan ini tampaknya belum juga tuntas untuk diselesaikan; sebagian masyarakat indonesia belum dapat berdamai dengan bunyi dari sila pertama tersebut. Upaya ini masih terus diperjuangkan baik melalui jalur politik ataupun melalui lahirnya organisasi masyarakat yang berbasis agama. Usaha tersebut sebenarnya secara garis besar hendak menampilkan wajah superioritas dalam beragama di Indonesia yang pada akhirnya mengubah cara beragama di Indonesia dari sebelumnya sangat toleran menjadi intoleran terhadap keberagaman. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagai kelompok yang selalu mengatasnamakan agama sudah mulai mengabaikan makna sila pertama Pancasila. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menekankan gambaran umum bagaimana relasi antar agama pada masa pemerintahan Presiden S. B. Yudhoyono (2004-2014); apakah cara beragama di Indonesia dimasa pemerintahan Presiden S.B. Yudhoyono memperlihatkan nilai dari sila pertama pancasila ataukah malah sebaliknya? Melalui kajian literatur, penulis menyimpulkan bahwa penerapan nilai sila pertama Pancasila mengalami degradasi sejak 2004 sampai masa berakhirnya pemerintahan Presiden S. B. Yudhoyono pada 2014. Untuk mengatasi masalah ketidakrukunan umat beragama di Indonesia, masyarakat Indonesia perlu menghidupi nilai dari sila pertama Pancasila

    Persepsi Orangtua Siswa Sekolah Dasar di Kota Gunungsitoli Terhadap Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Penelitian ini dikembangkan untuk menyelidiki persepsi dan sikap orang tua terhadap pembelajaran jarak jauh, sebagai respon atas penutupan banyak sekolah akibat pandemic Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua siswa sekolah dasar di Kota Gunungsitoli yang ditetapkan dengan teknik purposive sampling, berjumlah dua puluh empat orang. Data dijaring dengan menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan teknik analisis tematik. Studi ini menunjukkan bahwa pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah dalam konteks penelitian diselenggarakan dalam bentuk pembelajaran daring dan luring. Bagi orang tua, pendekatan pembelajaran yang diberlakukan pada masa darurat pandemi Covid-19 adalah sesuatu yang harus dijalani dan didukung karena ketiadaan pilihan lain. Meskipun orangtua tidak memiliki persepsi negatif, namun pembelajaran jarak jauh telah berkontribusi terhadap bertambahnya beban orangtua atau keluarga secara ekonomi, psikologi dan sosial. Minimnya keterlibatan dan dukungan orang tua dalam proses belajar anak di rumah secara umum disebabkan oleh ketiadaan waktu dan ketidakmampuan orang tua menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah. Tindakan mendampingi dan mendukung proses belajar anak di rumah dilakukan dalam bentuk penyediaan paket internet, membantu anak menguasai materi, dan ikut serta menyelesaikan tugas atau tes yang diberikan oleh guru. Temuan yang mengejutkan dari penelitian ini adalah menurunnya motivasi belajar dan kemampuan kognitif anak. Oang tua berharap agar pembelajaran jarak jauh tidak diperpanjang pada sisa tahun pelajaran 2020/2021, sehingga anak-anak boleh belajar kembali di institusi pendidikan

    Analisis Fenomenologi Deskriptif terhadap Panggilan Iman Kristen untuk Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia

    Get PDF
    Sifat majemuk Indonesia berlangsung di dalam segala sisi. Salah satunya adalah kemajemukan di dalam azas kepercayaan dan keberagaman di dalam menganut agama. Di tengah keberagaman seperti itu, kekristenan dituntut untuk menjelaskan dirinya sebagai terang dan garam dunia kepada penganut agama lain dalam semangat kerukunan dan pluralisme. Tulisan ini menyimpulkan bahwa salah satu kunci utama membangun kerukunan adalah mengembangkan sikap dialogis yang terbuka, jujur dan saling percaya antar-umat beragama. Dialog akan membuka pintu yang tertutup akibat sikap saling curiga dan eksklusifisme. Dalam paper ini juga dijelaskan bahwa kerukunan umat beragama bukanlah pilihan melainkan panggilan di dalam keyakinan kristiani untuk menjadi berkat bagi pemeluk keyakinan lain. Analisis dan pengembangan di dalam tulisan ini dilakukan dengan model fenomenologi deskriptif

    Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0

    Get PDF

    Kaum Milenial & Kebudayaan Nias: Di Persimpangan Jalan

    No full text
    This article is intended to explicate how to assist the millennial generation of Ono Niha not to be uprooted from the Nias identity amid globalization and encourage them to participate in preserving Niasan culture. Through the social-historical analysis, this article appeals to the millennial generation not to be alienated from their own culture but participate in cultural conservation. Therefore, it is crucial to conduct a dialogue with millennials by presenting their origins, strengthening the family as a cultural home. Through formal education, the young generation is educated to recognize their cultural values and local wisdom as cultural heritage. Empowering them as subjects and objects of culture is one of the practices to understand local wisdom in the context of Nias. Moreover, increasing institutional roles in preserving various cultural elements are part of the way to increase the interest of millennial to learn their existence, identity, and culture

    53

    full texts

    63

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sundermann
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇