Jurnal Sundermann
Not a member yet
    63 research outputs found

    Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Kristen Melalui Teknologi Pendidikan Bagi Generasi Z dan Alpha

    No full text
    Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK). Generasi Z dan Alpha, yang hidup dan bertumbuh dalam lingkungan digital, sangat bergantung pada teknologi dalam hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam pembelajaran PAK, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pendidik dan peserta didik, serta merumuskan strategi pemanfaatan teknologi yang relevan dan efektif untuk generasi Z dan Alpha. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa teknologi mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses terhadap sumber informasi, serta mendukung interaksi dan kolaborasi yang lebih luas. Meskipun demikian, sejumlah tantangan juga muncul, seperti ketergantungan berlebihan pada perangkat digital, berkurangnya interaksi sosial tatap muka, serta potensi penyalahgunaan media digital. Karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam pemanfaatan teknologi, termasuk pelatihan kompetensi digital bagi pendidik, penggunaan platform pembelajaran interaktif, serta pengembangan konten digital yang relevan dengan karakteristik generasi Z dan Alpha. Dengan pendekatan yang terarah, teknologi dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran PAK di era digital, memudahkan guru dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien

    Kajian Teologis Pernikahan Kudus Berdasarkan Kitab Kidung Agung Sebagai Kritikan Terhadap Penyimpangan Dalam Ikatan Pernikahan

    No full text
    Pernikahan merupakan salah satu bagian dari tahap kehidupan manusia yang lazim terjadi. Inisiatif dari pernikahan ialah Allah sendiri. Dasar, tujuan, dan esensi dari pernikahan sesungguhnya telah jelas ditetapkan oleh Allah. Namun dalam kenyataannya, banyak penyimpangan yang terjadi. Kasus seperti seks di luar nikah, LGBT, Kumpul Kebo, poligami dan juga perceraian turut merusak dasar dan esensi dari pernikahan. Oleh karena itu, artikel ini ditulis guna memberikan sumbangsih bagi gereja dalam mempertegas dasar Alkitab tentang pernikahan kudus sekaligus mengkritisi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam pernikahan. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan (library reaserch) dan pendekatan eksegesis guna menemukan makna yang utuh dari teks yang dikaji. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa masa berpacaran merupakan momen yang indah yang seharusnya menjadi awal terbentuknya keluarga. Kemudian dalam berpacaran juga terdapat batasan keintiman serta seks harus dinikmati dalam ikatan pernikahan. Relevansi bagi pernikahan kudus yaitu pernikahan adalah hubungan yang dilakukan oleh pria dan wanita, penolakan akan hubungan seks di luar pernikahan, dan hubungan dan kehidupan suami-isteri harus didahului dengan upacara pernikahan yang resmi

    Ketentuan Hukum Hak-Hak Manusia dalam Keluaran 23:1-9 dalam Menciptakan Keadilan bagi Semua Orang

    No full text
    Keluaran 23:1-9 merupakan bagian dari Kitab Perjanjian (KP) yang memuat aturan peradilan yang ditetapkan oleh Allah untuk Israel. Meskipun dalam bingkai luar Kitab Perjanjian, redaktur dikemudian hari menyatukan bagian ini dengan Kel.23:10-13. Pasal ini secara khusus berbicara mengenai aturan peradilan yang diberikan oleh Allah kepada bangsa Israel. Teks ini bukanlah hukum terkait keputusan dalam perkara, melainkan aturan-aturan yang menjelaskan integritas seseorang atau Israel dalam konteks pengadilan. Ketentuan ini melibatkan aspek yang meluas, dari kehidupan bersama hingga perlakuan terhadap musuh dan orang asing. Teks berada dalam konteks aturan pengadilan, menekankan pentingnya integritas dalam berperan sebagai pengadil, saksi, terdakwa, atau penggugat. Keadilan Yahwe terwujud dalam menjaga keadilan dan kebenaran dalam proses hukum. Melalui metode Teologia Biblis, penulis pertama-tama menggali makna kata kunci dan konteks historis teks dengan pendekatan hermeneutika Historis Kritis, dan kemudian menyimpulkan gagasan teologis dalam Kel.23:1-9 dengan tinjauan teologia biblis. Kesimpulan teologis  dalam teks, menyoroti keadilan Yahwe yang tidak berpihak, setara, pro kebenaran, berlaku untuk semua, mengandung kebebasan, dan memiliki batasan penghukuman yang adil. Keadilan ini mencerminkan integritas umat Yahwe yang hidup dalam kebenaran, kejujuran, dan kasih kepada semua, tanpa memandang status atau asal-usul, melibatkan solidaritas dan cinta terhadap sesama, musuh, dan orang asing. Keseluruhan, Keluaran 23:1-9 menjadi panduan nilai-nilai keadilan yang relevan bagi orang percaya pada masa kini

    Public Theology of the Gereja Protestan Maluku in Management of Religious Plurality in Ambon City

    No full text
    Artikel ini membahas peran publik Gereja Protestan Maluku (GPM) dalam mengelola pluralitas agama di Kota Ambon pascakonflik sosial 1999-2004. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif naratif, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana transformasi teologis GPM dari eksklusivisme menuju pluralisme berkontribusi pada rekonsiliasi sosial dan pembangunan perdamaian lintas agama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatoris, serta analisis dokumen gerejawi seperti Ajaran Gereja GPM dan Pola Induk Pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPM menegaskan misi gerejanya melalui teologi publik yang bersifat interkontekstual, yaitu refleksi iman yang menghubungkan dimensi spiritual, sosial, dan budaya secara dialogis. Pendekatan ini diwujudkan dalam berbagai inisiatif konkret, seperti pendidikan perdamaian, pemberdayaan ekonomi lintas agama, program live-in antarumat, serta revitalisasi tradisi lokal Pela-Gandong sebagai instrumen rekonsiliasi kultural. Melalui strategi ini, GPM tidak hanya berperan sebagai lembaga religius, tetapi juga sebagai aktor sosial yang aktif mendorong keadilan struktural dan kohesi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teologi publik GPM merupakan model praksis iman kontekstual yang mampu mentransformasi luka sejarah menjadi energi sosial untuk membangun tatanan masyarakat plural yang damai dan berkeadilan

    Kajian Doktrinal terhadap Tantangan Kekristenan Progresif: Alkitabiah tentang Keteguhan Iman Kristen

    No full text
    Kekristenan Progresif sementara menjadi pembahasan dan kajian banyak Hamba Tuhan dalam beberapa waktu terakhir ini. Perkembangannya semakin signifikan di mana ajarannya mulai diterima di Indonesia dan mengubah konsep kekristenan konservatif yang berdasarkan pemahaman Alkitabiah. Terlihat sama sebagai orang Kristen tetapi para penganut kepercayaan kekristenan progresif berdiri di atas fondasi iman yang berbeda. Penelitian ini dilakukan sebagai antitesis terhadap berbagai pengajaran Kekristenan progresif yang mencoba meredefenisi ulang iman kepercayaan mengenai keselamatan, dan Alkitab sebagai Firman Tuhan. Berdasarkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, maka penelitian ini menemukan, pertama, keselamatan adalah anugerah Allah bukan karena perbuatan baik atau menjadi orang baik; kedua, keselamatan diperoleh karena mengaku dengan mulut dan percaya di dalam hati kepada Yesus Kristus; ketiga, Alkitab adalah Firman Allah, berasal dari Allah yang diilhamkan kepada Para Rasul. Penelitian ini menjadi peringatan bagi setiap orang percaya agar kembali meneliti nilai-nilai kebenaran Alkitabiah dan menolong mereka untuk tetap mempercayai Alkitab sebagai Injil Kebenaran dan menolak berbagai ajaran yang menyesatkan

    Daud and Mephibosheth: Reconstruction of the meaning of Inheritance Rights Justice for Persons with Disabilities in 2 Samuel 9:1-13

    No full text
    The condition of a person's disability is still a hot polemic to be discussed. One of the problems that is often overlooked or even normalized by today's people is the granting of inheritance rights for people with disabilities. Their situation as persons with disabilities keeps them from getting their full rights in the inheritance that they should get. Persons with disabilities are considered unable to obtain or even unable to manage these rights/inheritance. This of course creates a new oppression for them as persons with disabilities because they cannot receive what they should get. Inheritance problems for people with disabilities can actually be found in the Bible. One of the Bible stories that today's Christians may rarely know is about one of the children of Jonathan, David's friend, Mephibosheth. Jonathan's son is a person with a disability because his legs are lame as a result of an incident in his childhood. Mephibosheth's condition as a person with a disability meant that he was denied his rights as the grandson of King Saul (a descendant of the royal family). Therefore, through this paper, using a simple historical critical method, I want to show and dismantle the problem of injustice for persons with disabilities, especially in terms of inheritance. In addition, considering that this paper uses a disability perspective, of course it will at least provide a new perspective on the issue of inheritance rights for persons with disabilities by prioritizing aspects of justice and equality which so far have been underestimated

    Strategi Pengembangan Gereja Bercermin dari Sejarah Misi dan Penginjilan di Tanah Minahasa

    Get PDF
    Tanah Minahasa merupakan sebuah wilayah yang terkenal dengan warisan agama Kristen yang kuat. Misi dan penginjilan gereja Kristen di tanah Minahasa memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan gereja dan masyarakat di wilayah tersebut. Namun, beberapa tahun terakhir telah terjadi penurunan kehadiran di gereja dan partisipasi dalam kegiatan gereja. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain urbanisasi, sekularisasi, dan bangkitnya gerakan keagamaan baru. Peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk mengumpulkan data tentang sejarah penginjilan di Tanah Minahasa dan strategi pengembangan gereja. Pemberitaan Injil dan pendirian gereja memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat Minahasa. Kekristenan membawa perubahan dalam praktik tradisional masyarakat Minahasa, seperti penghapusan perbudakan, penghentian pengayauan, dan penerapan monogami. Dengan menyusun strategi pengembangan gereja yang berakar pada Injil dan relevan dengan tantangan kontemporer yang dihadapi gereja-gereja di Minahasa, maka Gereja-gereja di Minahasa dapat berkembang dengan berfokus pada pemberitaan Injil. Gereja-gereja yang memberitakan Injil secara efektif akan mengalami pertumbuhan kehadiran dan partisipasi

    Pendidikan Kristen dalam Isu Perang dan Konflik Global

    Get PDF
    Keberadaan manusia dari masa ke masa dipengaruhi oleh permasalahan perang dan konflik global yang mempunyai pengaruh besar terhadap stabilitas, kehidupan sosial manusia, perekonomian, dan kesehatan. Permasalahan ini sudah menjadi urgensi global karena seiring berjalannya waktu perkembangan senjata modern juga semakin meningkat yang dapat mengancam peradaban dunia. Sebagai masyarakat global yang terkena dampak langsung dan tidak langsung dari permasalahan ini, memiliki peran dalam menjaga perdamaian dunia. Sebab inilah cita-cita Kristus bagi manusia dalam mewujudkan perdamaian dunia dan menegakkan kebenaran-Nya di dunia. Untuk mencapai tujuan-Nya, pendidikan Kristen merupakan lembaga yang paling berpengaruh dalam mendidik dan mengembangkan peserta didik untuk mewujudkan peran dan tanggung jawabnya sebagai umat beriman di tengah realitas dunia yang kompleks dan tidak stabil. Oleh karena itu, jurnal ini bertujuan untuk menyelidiki urgensi pendidikan Kristen dalam mengajar dan membimbing siswa untuk memahami panggilan dan perannya di dunia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tinjauan pustaka dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, dan menganalisis sumber-sumber yang relevan sesuai dengan bidang penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen berperan penting dalam membentuk pemahaman siswa terhadap isu perang dan konflik global. Pendidikan mengenai isu-isu ini dapat membantu siswa memahami secara kritis konflik global, dampaknya, dan upaya untuk memajukan perdamaian dan menegakkan kebenaran Tuhan

    Online Social Support Terhadap Penyintas Covid-19 dari Perspektif Pendampingan Masyarakat di Karombasan Selatan, Manado-Sulawesi Utara

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis online social support bagi penyintas Covid-19 dari perspektif pendampingan masyarakat di Karombasan Selatan, Manado, Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data yaitu wawancara. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa para penyintas Covid-19 di Karombasan Selatan mendapatkan perlakuan tidak baik dari masyarakat seperti dicaci maki, diusir dari rumah, diancam membakar rumah, diasingkan dari pergaulan. Online social support bersifat informasi, emosional, instrumental, penghargaan, jaringan sosial hadir untuk memberikan pendampingan masyarakat seperti gotong royong, tolong-menolong, menopang, mengasihi dan menyayangi, mendengarkan sehingga para penyintas Covid-19 di Karombasan Selatan telah merasakan kenyamanan, diperhatikan, dihormati, disayangi, dicintai, dihargai, dan terobati. Pada akhirnya, online social support dan pendampingan masyarakat bagi para penyintas Covid-19 di Karombasan Selatan berpengaruh positif karena mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik dan kembali lebih kuat tanpa memikirkan lagi pengalaman buruk atau perlakuan tidak pantas

    Esensi Bunga Altar dalam Liturgi Ibadah Minggu: Studi Kasus tentang Penggunaan Bunga Altar dalam Gereja HKBP Tambun Sari Ressort Bongbongan

    Get PDF
    Altar flowers play an important role in various religious traditions, including in the context of the worship liturgy of Lutheran churches today. This paper explores the significance of altar flowers in the liturgical context of the Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) church, focusing on their symbolic meaning, aesthetic aspects, and the psychological impact they bring to worship. In worship, altar flowers are visual elements rich in meaning and often used to represent symbols such as the beauty of fertility, new life, or sacrifice, which contribute to the spiritual experience of the congregation.  But behind it all, the author has a question from several sources that must be answered by the author regarding how important altar flowers are in the liturgical celebration of worship and what about the flowers that must be given in the altar whether live flowers or otherwise. That way the author will investigate further about the essence and true meaning of altar flowers in the Sunday worship liturgy at the HKBP Tambun Sari Ressort Bongbongan Church. The author then uses the literature method by examining church theological documents and analyzing interview data with congregations at HKBP Tambun Sari Ressort Bongbongan. The results show that regardless of the type of flower chosen, it is important to understand that the essence of using altar flowers is to express deep symbolic and spiritual meaning, in the context of worship

    53

    full texts

    63

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sundermann
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇