e Journals Directory Universitas Islam Syekh-Yusuf
Not a member yet
2296 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SD AL-FITYAN SCHOOL TANGERANG: PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SD AL-FITYAN SCHOOL TANGERANG
Abstract
School-based management is an education delivery model that provides flexibility to schools to compile and implement education programs in schools according to their needs through the empowerment of existing resources including community participation so that it better reflects efforts to improve the delivery of education delivery services in a democratic, transparent and accountable manner in real terms to achieve the goal of more efficient education and effective without prejudice to the objectives of National Education. SD Al-Fityan school is flexible in managing, organizing, utilizing school resources in a transparent manner, accountability, making decisions with school residents and being responsible in its performance. This type of research is descriptive qualitative with data sources from representatives. Descriptive qualitative research is research that explains a phenomenon concretely, actually, and realistically. The data collection techniques used in this study were interviews, observations and documentation of data validation. This qualitative research uses methods based on the philosophy of post-positivism, to examine the natural condition of objects, focusing more on meaning than generalization. School Based Management (SBM) There is some evidence of the components of School management consisting of student management, curriculum management, finance, personnel, facilities and infrastructure. SD Al-Fityan school is flexible in managing, organizing, utilizing school resources in a transparent manner, accountability, making decisions with school residents and being responsible in its performance.
Keywords: Democratic, Organizing, Model, Transparent
Abstrak
Manajemen berbasis sekolah merupakan model penyelenggaraan pendidikan yang memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menyusun dan melaksanakan program pendidikan di sekolah sesuai dengan kebutuhannya melalui pemberdayaan sumber-sumber daya yang ada termasuk partisipasi masyarakat sehingga lebih mencerminkan adanya upaya peningkatan pemberian pelayanan penyelenggaraan pendidikan secara demokratis, transparan dan akuntabel secara nyata untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih efisien dan efektif tanpa mengesampingkan tujuan Pendidikan Nasional. SD Al-Fityan school fleksibel dalam mengelola, mengatur, memanfaatkan sumber daya sekolah secara transparan, akuntabilitas, mengambil keputusan bersama warga sekolah serta bertanggung jawab dalam kinerjanya. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan sumber data yang relevan. Penelitian kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang menjelaskan mengenai suatu fenomena secara kongkrit, aktual dan realistis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi pengabsahan data. Penelitian kuliatatif ini menggunakan metode yang berlandaskan pada filsafat post-positivisme, untuk meneliti kondisi objek yang alami, lebih memfokuskan makna dibanding generalisasi. Penggelolaan manajemen berbasis sekolah (MBS) Terdapat beberapa bukti dari komponen manajemen Sekolah yang terdiri dari manajemen kesiswaan, manajemen kurikulum, keuangan, ketenagaan, sarana dan prasarana. SD Al-Fityan school fleksibel dalam mengelola, mengatur, memanfaatkan sumber daya sekolah secara transparan, akuntabilitas, mengambil keputusan bersama warga sekolah serta bertanggung jawab dalam kinerjanya.
Kata kunci: Demokratis, Menyelenggarakan, Model, Transparan
 
KONSEP PENDIDIKAN KH. NOER ISKANDAR SQ DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN
Islamic boarding schools as one of the faith-based education, also function as Islamic religious broadcasters. Islamic boarding schools have a high level of integrity with sekitamya and become a moral show for the general public. The science studied is inseparable from religious teachings, meaning that all events that occur are considered to have a relationship with religious teachings. The educational institution built by kiayai Noer Iskandar SQ is the Asshiddiqiyah Islamic Boarding School which is an Islamic educational institution and a religious social institution. In its capacity as an Educational, Religious, and Community institution, Asshiddiqiyah Islamic Boarding School always exists in developing its educational concept and remains committed as a stronghold of the Islamic shiar struggle. The method that the author used in this study is the qualitative method. The reason researchers use this is because in this paper, the author wants to provide, explain, describe the concept of pesantren education thought developed by KH. Noer Iskandar SQ who critically, or describes a phenomenon, an event, or an event of social interaction in pesantren. Therefore, this type of qualitative research is descriptive, by collecting field data and existing literature. The difference between one type and another lies in the purpose and strategy of discovery.
Pondok pesantren sebagai salah satu pendidikan berbasis agama, juga berfungsi sebagai lembaga penyiaran agama Islam. Pondok pesantren memiliki tingkat integritas yang tinggi dengan sekitamya dan menjadi rnjukan moral bagi masyarakat umum. Ilmu yang dipelajari tak pemah terpisahkan dari ajaran agama, artinya semua peristiwa yang terjadi dipandang memiliki hubungan dengan ajaran agama.. Lembaga Pendidikan yang dibangun oleh kiayai Noer Iskandar SQ adalah Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam dan lembaga sosial keagamaan. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dalam mengembangkan konsep Pendidikannya dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualiltatif. Alasan peneliti menggunakan ini adalah karena dalam tulisan ini, penulis ingin memberikan, menerangkan, mendeskripsikan konsep pemikiran pendidikan pesantren yang dikembangkan oleh KH. Noer Iskandar SQ yang secara kritis, atau menggambarkan suatu fenomena, suatu kejadian, atau suatu peristiwa interaksi sosial yang ada di pesantren. Oleh karena itu, jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dengan mengumpulkan data lapangan dan ada kepustakaan. Perbedaan antara tipe yang satu dengan yang lain terletak pada tujuan dan strategi penemuannya.
 
PENGARUH PANDEMI COVID – 19 TERHADAP PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DARING SISWA SMA DI KABUPATEN TANGERANG
The learning process is the process of forging students which is done not only in the transfer of learning material but more importantly is the formation of student characters that are more related to the challenges involved. This discusses the character of planting so that students have good, independent, personal, and responsible character which is not only done for oneself but can also involve their personality and attitude towards others. Thus, the learning process provided by the teacher can be given completely. The teacher will respond well to students who have good personalities and characters.but during the covid – 19 pandemic it was all difficult to implemen
KONTRIBUSI ISLAM DALAM PERADABAN DUNIA
This article describes the important roles of Ibnu Sina and Al-Razi in the development of science and medicine in the medieval Islamic world. Ibnu Sina was known as a polymath who combined philosophy, medicine and natural sciene. His most famous work, “Kitab Al-Qanun fi al-Tibbâ€, became a reference work in medicine and philosophy that was very influential. Al-Razi, meanwhile, was an accomplished physician-scientist. His work, “Kitab ak-Hawi ‘, was one of the first medical encyclopedias in history that combined knowledge from Greek, Persian and Arabic cultures. This article will review Al-Razi’s discoveries and contributions in the fields of medicine, chemistry and pharmacology. It will provide a deeper understanding of the role of Ibnu Sina and Al-Razi in the history of Islamic science and medicine and how their contributions are still relevant in the development of modern science.Artikel ini menggambarkan peran penting Ibnu Sina dan Al-Razi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kedokteran di dunia Islam pada abad pertengahan. Ibnu sina, dikenal sebagai polymath yang menggabungkan ilmu filsafat, kedokteran, dan sains alam. Karyanya yang paling terkenal berjudul, “Kitab Al-Qanun fi al-Tibbâ€, menjadi karya rujukan dalam kedokteran dan filosofi yang sangat berpengaruh. Sementara itu, Al-Razi, adalah seorang ilmuan dokter ulung. Karyanya, “kitab al-Hawiâ€, adalah salah satu ensiklopedia medis pertamaa dalam Sejarah yang menggabungkan pengetahuan dari budaya Yunani, Persia dan Arab. Artikel ini akan mengulas penemuan dan kontribusi Al-Razi dalam bidang kedokteran, kimia, dan farmakologi. Dan akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran Ibnu Sina dan Al-Razi dalam Sejarah ilmu pengetahuan dan kedokteran Islam serta bagaiman kontribusi mereka masih relevan dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern
TRANSFORMASI PRAKTIK KEAGAMAAN MASYARAKAT BETAWI DI TENGAH ARUS MODERNISASI SOSIAL
Modernisasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap gaya hidup dan sistem nilai masyarakat, termasuk praktik keagamaan masyarakat Betawi. Urbanisasi, globalisasi, serta kemajuan teknologi dan media telah mendorong perubahan dalam cara masyarakat Betawi mengekspresikan identitas keagamaan mereka dan melestarikan tradisi Islam yang telah mengakar sejak lama. Beberapa tradisi, seperti Palang Pintu dan ondel-ondel, telah bertransformasi dari ritual sakral menjadi komoditas budaya yang sering terpinggirkan dalam konteks perkotaan, sementara ruang budaya yang semakin terbatas di Jakarta memperbesar tantangan pelestarian tradisi. Meskipun demikian, masyarakat Betawi dan para pemimpin budaya menunjukkan strategi adaptif dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam praktik budaya lokal, memperkuat identitas keagamaan, dan memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan pelestarian budaya.Modernisasi telah memberikan dampak signifikan terhadap gaya hidup dan sistem nilai masyarakat, termasuk dalam praktik keagamaan komunitas Betawi. Urbanisasi, globalisasi, serta kemajuan teknologi dan media telah mendorong perubahan dalam cara masyarakat Betawi mengekspresikan identitas keagamaan dan melestarikan tradisi Islam yang telah lama mengakar. Beberapa tradisi, seperti Palang Pintu dan ondel-ondel, mengalami transformasi dari ritual sakral menjadi komoditas budaya yang seringkali termarjinalkan dalam konteks perkotaan, sementara ruang kultural yang semakin terbatas di Jakarta memperluas tantangan pelestarian tradisi. Namun demikian, masyarakat Betawi dan para tokoh budaya menunjukkan strategi adaptif dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam praktik budaya lokal, memperkuat identitas keagamaan, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan pelestarian budaya
PEMIKIRAN NAWAL EL SAADAWI DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM AL-QURAN
Egypt is a very patriarchal country both structurally and culturally, in general, society still places women second in aspects of life so that Islamic reformers emerged there, one of whom was Nawal El Sadawi who fought for the values of justice and equality. So the purpose of this research is to describe Nawal El Sadawi's thoughts and their relevance to Islamic values in the Koran. The method used is descriptive qualitative with literature study techniques, then the data is collected after that the contents are analyzed and the last is the conclusion. The results of the study show that Nawal El Sadawi's thoughts are justice and equality between men and women. These narratives are often considered sarcastic, sharp, to the point of being out of line with Islam, even though in essence these values are so Islamic because they are relevant to what is contained in the Qur'an
Belief Change of Indonesian EFL Pre-Service Teachers during Teaching Practicum
This study explores belief change among five Indonesian EFL pre-service teachers during a teaching practicum, with particular attention to sociocultural influences (e.g., interactions with mentors, students, and the school environment). Using a qualitative design, the study collected data through semi-structured interviews conducted before and after a 40-day practicum and through classroom observations. The participants were seventh-semester students (aged 21–22) from the English Language Education Department of private university in West Jakarta, Indonesia who completed their practicum at public junior high school in West Jakarta. Data were transcribed, translated where necessary, and coded using Cabaroglu and Roberts’ (2000) belief-change categories. Findings indicate that all participants displayed patterns of belief change across the practicum. The most frequent coding outcome was no change (34%), followed by consolidation/confirmation (32.7%) and pseudo change (20.3%). No instances of re-labeling were identified across participants. These results suggest that while practicum experiences can reinforce and reshape certain beliefs, a substantial proportion of pre-service teachers’ beliefs remain stable, highlighting the need for structured mentoring and reflective opportunities during practicu
Pengendalian Kualitas Produk Polyester Staple Fibre Menggunakan Metode Six Sigma di PT XYZ
This research aims to improve the quality control of polyester staple fiber products produced by PT XYZ. The goal is to minimize downgrades on products during a specific period. The method used is the six sigma method with the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) approach. In the define stage, four Critical To Quality (CTQ) factors were identified, with Fused Fiber (FF) being the most significant at 28.9%. The measure stage yielded a Defect Per Million Opportunities (DPMO) value of 6346.1 and a sigma level of 4. The analyze stage utilized a fishbone diagram to identify the causes of issues in the human, material, method, machine, and environment aspects of each CTQ. The improve stage applied the 5W + 1H method, which is an extension of the fishbone diagram. Lastly, the control stage involves the supervision of improvement recommendations. By implementing these steps, the research aims to enhance the quality of polyester staple fiber products and minimize the impact of downgraded products on the company's goals and profitability.Penelitian ini berfokus pada pengendalian kualitas terhadap produk polyester staple fibre yang diproduksi oleh PT XYZ. Produk akhir akan melalui proses pengujian dan selanjutnya penentuan grade yang dilakukan oleh QC-Fiber. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dengan cara meminimasi produk downgrade pada produk polyester staple fibre selama periode April, Mei, dan Juni 2023. Sebab produk downgrade yang dihasilkan dapat mempengaruhi tujuan dan profitabilitas perusahaan. Metode yang digunakan yaitu metode six sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Tahap define ditemukan 4 Critical To Quality (CTQ) dengan persentase terbesar adalah Fused Fiber (FF) sebesar 28,9%. Tahap measure menghasilkan nilai Defect Per Million Opportunitiest (DPMO) sebesar 6346,1 dan level sigma 4. Tahap analyze menggunakan fishbone diagram untuk mengetahui penyebab dari sisi manusia, material, metode, mesin, dan lingkungan dari masing-masing CTQ. Tahap improve menggunakan metode 5W+1H yang merupakan pengembangan dari fishbone diagram. Tahap control sebagai pengawasan dari rekomendasi perbaika
MENGATASI TANTANGAN LAHAN PERTANIAN TERBATAS DENGAN TEKNOLOGI HIDROPONIK DI KAMPUNG PEKONG, DESA SAGA
Artikel jurnal ini menyelidiki tantangan dan solusi yang dihadapi oleh Desa Saga dalam menghadapi keterbatasan lahan pertanian dan kurangnya sumber daya manusia (SDM) sebagai petani. Keterbatasan lahan pertanian, perubahan iklim, dan permasalahan dalam generasi petani menjadi fokus utama pembahasan. Artikel ini juga mempertimbangkan pemanfaatan teknik hidroponik sebagai solusi yang berpotensi untuk mengatasi keterbatasan lahan.Dalam merinci solusi hidroponik, artikel menyoroti pengenalan hidroponik sebagai teknik pertanian modern yang menghilangkan ketergantungan pada lahan tanah. Pelatihan, pendidikan, dan pembangunan komunitas lokal menjadi bagian integral dalam implementasi hidroponik. Selain itu, dukungan pemerintah lokal juga diperdebatkan sebagai elemen penting dalam mendukung peralihan ke pertanian yang lebih modern.Artikel ini menegaskan bahwa pemanfaatan hidroponik bukan hanya sebagai solusi, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Desa Saga. Dengan berbagai langkah yang diusulkan dan kerja sama masyarakat, diharapkan Desa Saga dapat mengatasi tantangan pertanian yang dihadapinya dan menjadi contoh bagi komunitas sekitarnya dalam mencapai ketahanan pangan dan ekonomi yang lebih baik
Penerapan Metode Forward Chaining Dalam Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Transformator Distribusi Pada PT. PLN ULP Labuan
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk membantu PT. PLN ULP Labuan dalam mengdiagnosis awal kerusakan Transformator Distribusi atau biasa di sebut dengan Trafo Distribusi. Trafo Distribusi adalah salah satu bagian penting dari jaringan listrik PT. PLN, yang merupakan peralatan utama dari jaringan distribusi PLN. Trafo Distribusi ini memiliki tujuan penggunaan khusus yaitu untuk menurunkan tegangan tinggi ke tegangan rendah, agar tegangan yang dipakai sesuai dengan rating peralatan listrik pelanggan atau beban pada umumnya. PT. PLN dituntut untuk selalu melakukan pengontrolan khususnya pengecekan jaringan oleh yantek dan pemeliharaan terhadap trafo-trafo distribusi. Terbatasnya tim teknik yang hanya ada lima teknisi serta jarak dari tempat tim teknik PLN ke tempat trafo tersebut sangat jauh sehingga menjadi kendala yang sangat vital. Keterbatasan itulah yang menyebabkan PT. PLN ULP Labuan cukup kesulitan untuk melakukan diagnosis dengan cepat dimana hal ini bisa mengakibatkan beberapa masalah berupa: Overload, Sparkover, Dartial Discharge, Incipient Faults, Insulation Breakdown, dan Flashover yang mengakibatkan terganggunya aliran listrik. Perbaikan yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada Transformator Distribusi membutuhkan waktu lama dan tenaga yang ekstra dimana yantek akan menghubungi tim teknik untuk langsung menuju tempat Transformator Distribusi itu berada untuk kemudian mencari masalah atau kerusakan yang terjadi secara manual sebelum melakukan perbaikan, Sistem Pakar dengan Menggunakan metode Forwad Chaining dianggap mampu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi oleh PT. PLN ULP Labuan, karena metode forward chaining ini karakternya runut maju. Runut maju tersebut dapat mendeteksi dari gejala gejala kerusakan tersebut. .Data yang nanti di gunakan yaitu data hasil wawancara terhadap pakar di bidang kerusakan Trafo Distribusi tersebut dengan cara wawancara sehingga data tersebut akan di olah oleh metode forward chaining dan di buat suatu sistemnya. Keimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Sistem Pakar dengan metode forward chaining mampu mengatasi permasalahan tersebut