e Journals Directory Universitas Islam Syekh-Yusuf
Not a member yet
2296 research outputs found
Sort by
Klasifikasi Masyarakat Miskin Di Kelurahan Margajaya Rw 06 Menggunakan Algoritma Naïve Bayes
Kemiskinan adalah masalah sosial yang mendesak, Kelurahan Margajaya merupakan salah satu daerah di Kecamatan Bogor Barat dengan populasi yang signifikan, dan masih banyak warga yang merasa bahwa bantuan dari pemerintah tidak tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan masyarakat miskin di Kelurahan Margajaya RW 06 menggunakan algoritma Naïve Bayes. Algoritma Naïve Bayes dipilih karena keunggulannya dalam kecepatan perhitungan, kesederhanaan algoritma, dan tingkat akurasi yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengklasifikasikan masyarakat miskin dengan lebih akurat dan efisien, sehingga penyaluran bantuan dapat tepat sasaran dan mengurangi ketidakadilan sosial. Penelitian ini menguji algoritma Naïve Bayes dalam klasifikasi masyarakat miskin dan melihat nilai akurasi dari data masyarakat miskin di Kelurahan Margajaya RW 06. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Naïve Bayes dapat memberikan hasil klasifikasi yang baik dan akurat. Dengan penerapan metode ini, diharapkan dapat tercipta keharmonisan dalam masyarakat dan pemerataan kesejahteraan sosial di wilayah Kelurahan Margajaya RW 06. Dari hasil evaluasi menggunakan Confusion Matrix didapatkan akurasi yang dihasilkan untuk 135 data latih dengan 134 data uji dan enam atribut yang digunakan menghasilkan akurasi sebesar 92,54%, recall 91,53%, dan presisi 100%Kemiskinan adalah masalah sosial yang mendesak, Kelurahan Margajaya merupakan salah satu daerah di Kecamatan Bogor Barat dengan populasi yang signifikan, dan masih banyak warga yang merasa bahwa bantuan dari pemerintah tidak tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan masyarakat miskin di Kelurahan Margajaya RW 06 menggunakan algoritma Naïve Bayes. Algoritma Naïve Bayes dipilih karena keunggulannya dalam kecepatan perhitungan, kesederhanaan algoritma, dan tingkat akurasi yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengklasifikasikan masyarakat miskin dengan lebih akurat dan efisien, sehingga penyaluran bantuan dapat tepat sasaran dan mengurangi ketidakadilan sosial. Penelitian ini menguji algoritma Naïve Bayes dalam klasifikasi masyarakat miskin dan melihat nilai akurasi dari data masyarakat miskin di Kelurahan Margajaya RW 06. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Naïve Bayes dapat memberikan hasil klasifikasi yang baik dan akurat. Dengan penerapan metode ini, diharapkan dapat tercipta keharmonisan dalam masyarakat dan pemerataan kesejahteraan sosial di wilayah Kelurahan Margajaya RW 06. Dari hasil evaluasi menggunakan Confusion Matrix didapatkan akurasi yang dihasilkan untuk 135 data latih dengan 134 data uji dan enam atribut yang digunakan menghasilkan akurasi sebesar 92,54%, recall 91,53%, dan presisi 100%
Integrating Deep Learning and AI in CLT-Based English Course Design: A Qualitative Study of EFL Tutors
This study aims to explore how English tutors at the New Concept English Education Centre course institution integrate Artificial Intelligence (AI) technology and deep learning approaches in Communicative Language Teaching (CLT)-based learning planning. Using a qualitative approach with an exploratory case study design, data was collected through in-depth interviews, document studies, and classroom observations of 20 tutors who had participated in AI training. The results show that tutors understand the strategic role of AI in designing communicative, adaptive, and personalized learning. Tutors leverage various AI tools such as ChatGPT, Grammarly, and simulation videos to develop interactive speaking-based modules. This integration has a positive impact on increasing student engagement and the technological literacy of tutors. This research makes a theoretical and practical contribution to the development of technology-based learning models in the non-formal course sector, as well as encouraging tutors to be more adaptive to digital transformation in English language education
UPAYA PENINGKATAN MINAT BACA DAN KEPUASAN PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN MODERN SULAWESI TENGGARA
This study aims to thoroughly examine the efforts to enhance reading interest and visitor satisfaction at the Modern Library of Southeast Sulawesi. Employing a qualitative descriptive approach, this research explores the perceptions and experiences of informants, including the library head as the key informant, library staff as main informants, and visitors as supporting informants. Data were collected through in-depth interviews, direct field observations, and documentation of the library’s facilities and activities. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, data display, and systematic verification of conclusions. The findings reveal that the modernization of library facilities, including the provision of comfortable reading spaces and technological amenities such as free Wi-Fi access, are dominant factors encouraging increased reading interest, particularly among students and university attendees. Furthermore, professional and friendly staff services contribute positively to visitor satisfaction. Nevertheless, this study identifies challenges such as the limited availability of the latest book collections and suboptimal promotion of literacy programs, which impact the library’s ability to reach a broader audience. The study recommends that library management regularly update the collection, enhance human resource capacity through training, and strengthen communication and promotion strategies to maximize the library’s impact on the literacy culture in Southeast Sulawesi.
Keywords: Reading Interest, Visitor Satisfaction, Modern Library, Public Service, Literacy, Library Managemen
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELENGGARAAN INFRASTRUKTUR JARINGAN UTILITAS DI KOTA TANGERANG
This study examines Collaborative Governance in the Implementation of Utility Network Infrastructure in Tangerang City, focusing on the interaction between local government and the private sector in managing utility networks. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with various stakeholders, including the Public Works and Spatial Planning Agency (PUPR), the Regional Development Planning Agency (Bappeda), the Investment and One-Stop Integrated Services Agency (DPMPTSP), the Transportation Agency, the Public Order Agency (Satpol PP), and representatives from private utility network providers. The results show that Collaborative Governance in the implementation of utility network infrastructure in Tangerang City faces various challenges, such as a lack of initial coordination, differences in regulatory interpretations, and obstacles in policy integration between agencies and the private sector. However, several strategies have been implemented to improve the effectiveness of collaboration, including improved cross-sector communication, regulatory alignment, and the use of digital technology in the planning and supervision of utility network infrastructure. The conclusion of this study emphasizes that the success of Collaborative Governance is highly dependent on the active involvement of all stakeholders, transparency in policies, and a shared commitment to maintaining the sustainability of utility network infrastructure. Therefore, a more structured and participatory approach is needed in the planning and implementation process to create a more efficient, inclusive, and sustainable utility network system in Tangerang City.
Keywords: Collaborative Governance, Utility Network Infrastructure, Tangerang City
 
Evaluasi Pengalaman Pengguna Aplikasi Kebutuhan Pelanggan Internet Menggunakan Metode User Experience Questionnaire (UEQ)
The User Service Needs Application (USNA) was developed by ISP-X to support the efficiency and effectiveness of internet customer service (subscriber). The main function of this application is to support company employees in managing customer history, ticketing, installation and provisioning as well as pre-/post-sales activities quickly and accurately. However, several crucial issues were found such as frequent errors, disconnections, high latency, and a confusing interface display, which triggered customer complaints and internal work constraints. Therefore, this study aims to evaluate the user experience of the USNA application to support design and functionality improvements. The methodology used is the User Experience Questionnaire (UEQ) with six assessment aspects: Attractiveness, Clarity (Perspicuity), Efficiency (Efficiency), Dependability (Dependability), Stimulation (Stimulation), and Novelty (Novelty), accompanied by open-ended questions. A total of 135 respondents provided feedback through a Likert-based questionnaire and open-ended questions, resulting in a total of >700 qualitative statements. The results showed the highest score for the Attractiveness aspect (mean: 0.23) and the lowest for Simulation and Efficiency (0.10), indicating the need for better response time and work improvement. This research aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs) regarding infrastructure and innovation, as well as decent work and economic growth.
Aplikasi Kebutuhan Pelayanan Pelanggan atau disebut dengan User Service Needs Application (USNA) dikembangkan oleh perusahaan ISP-X untuk menunjang efisiensi dan efektivitas layanan kebutuhan pelanggan internet (subscriber). Fungsi utama aplikasi ini adalah mendukung karyawan perusahaan dalam mengelola histori pelanggan, ticketing, instalasi dan provisioning serta aktivitas pre-/post-sales secara cepat dan akurat. Namun, sejumlah isu krusial ditemukan seperti seringnya error, diskonek, latency tinggi, dan tampilan antarmuka yang membingungkan, yang memicu keluhan pelanggan dan kendala pekerjaan internal. Karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengalaman pengguna terhadap aplikasi USNA guna mendukung perbaikan desain dan fungsionalitas. Metodologi yang digunakan adalah User Experience Questionnaire (UEQ) dengan enam aspek penilaian: Daya Tarik (Attractiveness), Kejelasan (Perspicuity), Efisiensi (Efficiency), Ketepatan (Dependability), Stimulasi (Stimulation), dan Kebaruan (Novelty), serta disertai pertanyaan terbuka. Sebanyak 135 responden memberikan umpan balik melalui kuesioner berbasis skala Likert dan pertanyaan terbuka, menghasilkan total >700 pernyataan kualitatif. Hasil menunjukkan nilai tertinggi pada aspek Daya Tarik (mean: 0.23) dan terendah pada Simulasi dan Efisiensi (0.10), menunjukkan perlunya respons time dan peningkatan kerja yang lebih baik. Riset ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDG) sehubungan dengan infrastruktur dan inovasi serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Kata Kunci : user experience, UEQ, usability, ISP, pelanggan
implementasi kebijakan keterbukaan informasi publik pada diskominfo kabupaten lombok tengah
Dalam proses terciptanya hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan Masyarakat tentunya diperlukan akses informasi yang terbuka dan mudah diakses sebagai bahan penilaian Masyarakat atas kinerja dari pemerintah. Tujuan penelitian ini Untuk Mengetahui bagaimana implementasi kebijakan keterbukaan informasi publik pada Diskominfo kabupaten Lombok Tengah. metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi dengan tahapan analisis analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil yang diperoleh adalah diskominfo kabupaten Lombok Tengah belum sepenuhnya memenuhi Standart dan sasaran kebijakan keterbukaan informasi publik karena belum lengkapnya data informasi yang disediakan terkait laporan kinerja tahunan terbaru, laporan keuangan terbaru dan informasi lengkap mengenai program yang terpublikasi secara lengkap hal ini diperkuat dengan minimnya data yang tersedia pada website sehingga diperlukan perbaikan dalam penerapan penerapan kebijakan keterbukaan informasi publik pada diskominfo kabupaten lombok tengah kedepannya
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Mahasiswa pada Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Pattimura
Analisis SP4N-LAPOR Dalam Transformasi Pelayanan Publik BPS Kota Palembang Tahun 2025
Analisis terhadap implementasi SP4N-LAPOR di BPS Kota Palembang tahun 2025 menunjukkan bahwa sistem pengaduan nasional berbasis digital ini memiliki peran penting dalam mendukung transformasi pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui telaah dokumen resmi, laporan pengelolaan SP4N-LAPOR, dan literatur terkait pengelolaan pengaduan masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan laporan di BPS Kota Palembang telah berjalan sesuai prosedur, tercermin dari penyelesaian 100 persen laporan pada periode Januari–Mei 2025 disertai mekanisme verifikasi dan tindak lanjut yang jelas. Sistem ini berkontribusi pada peningkatan akuntabilitas dan keterbukaan informasi serta mendorong pelibatan masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti rendahnya literasi digital, minimnya pemanfaatan aplikasi oleh masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan perlunya peningkatan kapasitas SDM pengelola. Secara keseluruhan, SP4N-LAPOR berperan penting dalam mendorong pelayanan publik yang lebih responsif dan modern, meskipun diperlukan penguatan sosialisasi dan dukungan teknologi agar pemanfaatannya dapat lebih optimal
Pengaruh Puntiran Per Inchi Benang Roving Dan Regangan Belakang Mesin Ring Spinning Terhadap Ketidakrataan Benang Kapas 100 % Carded Ne1 20’s
arn unevenness is a parameter of yarn quality. Uneven yarn indicates that the yarn has thick and thin sections. Uneven yarn, when made into fabric, will result in poor fabric evenness, thus lowering the resulting fabric's grade. A low-grade fabric will affect its selling price. Therefore, it is important to find solutions to obtain yarn with better evenness. The research was conducted on a ring spinning machine using a randomized block design with three replications. The factors studied included twists per inch of roving yarn, consisting of twists of 0.96, 1.0, and 1.04, and backstretch on the ring spinning machine, consisting of backstretch of 1.13, 1.22, and 1.31. Analysis of variance (ANOVA) was used to determine which treatment was best. Since the desired yarn unevenness value is as low as possible, the lower the better the criterion. The experimental results showed that setting the roving yarn twist count to 0.96 per inch and the ring spinning machine's backstretch to 1.22 times resulted in the lowest yarn unevenness value, at 10.51.Ketidakrataan benang merupakan salah satu parameter kualitas benang, dimana benang yang tidak rata menunjukan pada benang tersebut terdapat bagian yang tebal dan ada bagian yang tipis. Benang yang tidak rata apabila dibuat kain akan memberi dampak kerataan kainnya kurang bagus, sehingga menurunkan grade kain yang dihasilkan. Grade kain yang rendah akan mempengaruhi nilai jualnya. Untuk itulah pentingnya mencari solusi agar diperoleh benang yang kerataannya lebih baik.Penelitian dilakukan di mesin ring spinning dengan mengadakan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga kali ulangan. Faktor-faktor yang diteliti meliputi puntiran per inchi benang roving yang terdiri dari puntiran 0, 96 kali per inchi, 1,0 kali per inchi, 1,04 kali per inchi dan Regangan belakang mesin ring spinning yang terdiri dari regangan belakang 1,13 kali, 1,22 kali, 1,31kali. Untuk menyimpulkan perlakuan mana yang baik digunakan Analisis of variance (Anava). Dimana nilai ketidakrataan benang yang diharapkan adalah serendah mungkin, maka kriteria yang dipakai adalah semakin rendah semakin baik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa setting jumlah puntiran benang roving per inchi 0,96, dan regangan belakang mesin ring spinning 1,22 kali menghasilkan nilai ketidakrataan benang yang paling kecil yaitu sebesar 10,5
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN DAN STRATEGI PENGELOLAAN PERSEDIAAN PADA ALFA MIDI ALFAMIDI CADAS
Perusahaan ritel memerlukan manajemen persediaan untuk memastikan ketersediaan
produk yang memadai dan mengelola biaya penyimpanan secara efisien. Sebagai salah satu
jaringan minimarket terbesar di Indonesia, Alfamidi menghadapi masalah sulit untuk
menjaga keseimbangan antara kapasitas gudang, permintaan pelanggan, dan waktu
pengadaan barang. Dalam jaringan ritel Alfamidi, sistem manajemen persediaan dan
strategi pengelolaan barang dievaluasi dalam penelitian ini. Fokus utama penelitian adalah
implementasi sistem otomatisasi dan teknik pengelolaan stok serta pengurangan risiko
kerusakan, kadaluarsa, dan kehilangan barang. Studi kasus, wawancara dengan manajer,
dan analisis data operasional perusahaan adalah metode yang digunakan untuk
mendapatkan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem
otomatisasi dan teknologi informasi dalam pengelolaan persediaan Alfamidi meningkatkan
efisiensi operasional. Pengawasan stok terintegrasi dan strategi berbasis metode First In
First Out (FIFO) sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian karena kerusakan atau
kadaluarsa baran