Jurnal Universitas Pancasakti Makassar
Not a member yet
1188 research outputs found
Sort by
Determinan Sosial Manajemen Kebersihan Menstruasi pada Remaja Pinggiran Kota Jayapura
Rendahnya praktik Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan infeksi saluran reproduksi pada remaja. praktik MKM pada remaja. Manajemen Kebersihan Menstruasi pada remaja masih mengalami beberapa hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan social, persepsi remaja tentang mitos terkait menstruasi, dan sumber dengan praktik MKM. Desain penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di 3 sekolah di wilayah pinggiran Kota Jayapura. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja usia sekolah menengah yang telah menstruasi. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling, dan ukuran sampel sebesar 263 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, sedangkan analisis data secara secara komputerisasi menggunakan SPSS 25, dengan uji Korelasi Spearman (CI 95%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara skor dukungan social (p=0.000, r=0.574), skor persepsi (p=0.001, r=0.212), dan skor sumber informasi (p=0.000, r=246) dengan skor Manajemen Kebersihan Menstruasi. Penelitian menemukan bahwa Manajemen Kebersihan Menstruasi berhubungan secara signifikan dengan dukungan social, persepsi remaja tentang mitos terkait menstruasi, dan sumber informasi yang diperoleh remaja.
Kata kunci : Manajemen kebersihan menstruasi, dukungan social, persepsi, sumber informas
Efektivitas Antibakteri Gel Hand Sanitizer Berbasis Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum L.) Terhadap Escherichia coli
Daun sirih merah (Piper crocatum L.) mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin yang memiliki sifat antibakteri yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai gel hand sanitizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efektivitas gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan desain penelitian posttest-only control group. Kelompok pengujian terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I kontrol negatif (cakram blanko), kelompok II kontrol positif (cakram kloramfenikol), kelompok III, IV, dan V yaitu gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Metode difusi cakram digunakan untuk uji daya hambat pertumbuhan bakteri dengan jumlah replikasi sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) dengan konsentrasi 10% (rata-rata daya hambat 1,75 mm), 15% (rata-rata daya hambat 3,58 mm), dan 20% (rata-rata daya hambat 4,25 mm) yang termasuk kategori lemah. Kesimpulan: gel hand sanitizer ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum L.) konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dengan kategori lemah
Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Pasien serta Keluarga terhadap Kepatuhan Penggunaan Masker di RSUD Soe Pasca Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan signifikan dalam perilaku masyarakat, khususnya dalam penggunaan masker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan pasien serta keluarga dengan kepatuhan penggunaan masker di RSUD Soe pada masa pascapandemi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 200 responden yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan sedang hingga tinggi dan pengetahuan yang baik tentang COVID-19. Tingkat kepatuhan penggunaan masker sebesar 64%. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p = 0,043) dan pengetahuan (p = 0,001) dengan kepatuhan penggunaan masker. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi pendidikan dan pengetahuan responden, maka semakin tinggi pula kepatuhan dalam penggunaan masker
Shift Kerja, Kantuk Berlebihan di Siang Hari dan Kelelahan Kerja: Studi pada Petugas Keamanan Sekolah Swasta
Shift kerja berpotensi mengganggu ritme sirkadian tubuh yang dapat menyebabkan kantuk siang hari berlebihan (excessive daytime sleepiness/EDS) dan kelelahan kerja. Kondisi ini dapat berdampak pada performa dan keselamatan kerja, terutama bagi petugas keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara EDS dan kelelahan kerja serta keterkaitannya dengan faktor usia, lama bekerja, dan jenis kelamin. Penelitian dilakukan dengan desain potong lintang terhadap 58 satpam di sekolah swasta di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Epworth Sleepiness Scale (ESS) dan Fatigue Assessment Scale (FAS), serta dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan bahwa 62,07% responden mengalami kantuk berlebihan yang parah dan 72,41% mengalami kelelahan kerja. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara EDS dan kelelahan (p=0,465), maupun dengan faktor sosiodemografi lainnya (p>0,05). Meskipun sebagian besar responden mengalami tingkat kantuk dan kelelahan yang tinggi, tidak terdapat hubungan bermakna antara keduanya. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi faktor lain yang mungkin memengaruhi kedua kondisi tersebut
Uji Toksisitas Akut (LD50) Ekstrak Etanol Daun Maja (Aegle Marmelos L.) Pada Mencit (Mus musculus)
This research is entitled acute toxicity test of ethanol extract of maja leaves (Aegle marmelos L.) againts mice (Mus musculus) which aims to determining of acute toxicity of ethanol extract of maja leaves (Aegle marmelos L.) in male mice and determine the dose of ethanol extract of maja leaves ( Aegle marmelos L.) which resulted in the death of 50% of the mouse population. This research used 25 mice (Mus musculus) as experimental animals. Mice were divided into 5 treatment groups, group I Na-CMC 1% as control, groups 2-5 were given the test extract at doses, 5 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB mice. After 24 hours, clinical symptoms of toxicity were assessed in each mouse and the number of dead mice was counted. The research results obtained showed that 2 mice died at a dose of 2000 mg/kgBB and were included in the "mild toxic" category.
Penelitian ini berjudul uji toksisitas akut ekstrak etanol daun maja (Aegle marmelos L.) terhadap mencit (Mus musculus) yang bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas akut ekstrak etanol daun maja (Aegle marmelos L.) pada mencit jantan dan menentukan dosis ekstrak etanol daun maja (Aegle marmelos L.) yang mengakibatkan kematian 50% populasi mencit. Penelitian ini menggunakan mencit sebagai hewan percobaan sebanyak 25 ekor mencit (Mus musculus). Mencit dibagi kedalam 5 kelompok perlakuan, kelompok I Na-CMC 1% sebagai kontrol, kelompok 2-5 diberi ekstrak uji dengan dosis, 5 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB mencit. Setelah 24 jam dinilai gejala klinis ketoksikan pada tiap mencit dan dihitung jumlah mencit yang mati. Hasil penelitian yang didapatkan terdapat 2 ekor mencit yang mati pada dosis 2000 mg/kgBB dan termasuk dalam kategori “toksik ringan”
Relationship of Marketing Mix to Outpatient Loyalty at Cut Meutia Medika Nusantara Langsa General Hospital
Patient loyalty is one of the key factors that hospitals must strive to achieve. This is because increasing patient loyalty can provide long-term benefits. This study is analytical in nature, using a cross-sectional study design. The independent variables in this study are process mix and physical evidence mix, while the dependent variable is patient loyalty. A total of 97 respondents were selected using the accidental sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test and presented in frequency distribution tables. The results showed a significant relationship between the process mix (p-value = 0.000) and physical evidence mix (p-value = 0.000) with outpatient loyalty at RSUCM Medika Nusantara. The study concluded that the process mix and physical evidence mix in the outpatient department were still categorized as suboptimal and had an impact on outpatient loyalty at RSUCM Medika Nusantara. It is recommended that the hospital continuously evaluate its service processes and improve the availability of necessary facilities to enhance patient comfort during visits. This will ultimately lead to increased patient satisfaction and loyalty
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesediaan Orang Tua Dalam Pemberian Imunisasi Polio Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Banyak Aceh Singkil
Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat esensial yang efektif untuk memberikan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap penyakit polio yang dapat dicegah dengan imunisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kesediaan orang tua dalam pemberian imunisasi polio di wilayah kerja Puskesmas Pulau Banyak Aceh Singkil Tahun 2024. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 62 responden menggunakan teknik accidental sampling, Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 61,3% tidak bersedia untuk memberikan imunisasi polio. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu (p=0,000), efek samping (p=0,000), peran petugas kesehatan (p=0,000), dukungan tokoh agama (p=0,000) dengan kesediaan dalam pemberian imunisasi polio pada bayi. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, efek samping, peran petugas kesehatan, dan dukungan tokoh agama dengan kesediaan pemberian imunisasi polio di wilayah kerja puskesmas pulau banyak 2024
Automated Medical Image Processing for Lung Pneumonia Diagnosis Based on LS-SVM
Pneumonia is an inflammation of the lungs that causes pain when breathing and limits oxygen intake. Pneumonia can be caused by bacteria, viruses, and fungi. Image processing, a branch of informatics or computer science, is a field highly related to the manipulation and analysis of digital images. This study aims to design a medical image processing system as an alternative to support the diagnosis of Pneumonia in the lungs using the LS-SVM method. LS-SVM (Least Square Support Vector Machine) is a simpler and modified model of the SVM method. HoG (Histogram of Gradient) is a commonly used feature extraction method in image processing and object detection. The objective of this study is to improve the quality of healthcare services and assist in faster and more accurate clinical decision-making. The results show that lung image analysis using the LS-SVM method has a good accuracy level in the image classification process, with 2000 training data inputs processed in the preprocessing stage, consisting of 1000 Pneumonia images and 1000 normal lung images, while the testing data used consisted of 500 images, with 250 Pneumonia images and 250 normal lung images. Based on the tested data, the system achieved an accuracy of 81% for 1300 tests, proving that the LS-SVM method is effective in image processing with satisfactory results.Pneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang menyebabkan rasa sakit saat bernapas dan membatasi asupan oksigen. Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Pemrosesan citra, yang merupakan cabang dari informatika atau ilmu komputer, adalah bidang yang sangat terkait dengan manipulasi dan analisis gambar digital. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemrosesan citra medis sebagai alternatif untuk mendukung diagnosis Pneumonia pada paru-paru menggunakan metode LS-SVM.
LS-SVM (Least Square Support Vector Machine) adalah model yang lebih sederhana dan telah dimodifikasi dari metode SVM. HoG (Histogram of Gradient) merupakan metode ekstraksi fitur yang sering digunakan dalam pemrosesan citra dan deteksi objek. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan membantu pengambilan keputusan klinis yang lebih cepat dan akurat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis citra paru-paru menggunakan metode LS-SVM memiliki tingkat akurasi yang baik dalam proses klasifikasi gambar. Data pelatihan terdiri dari 2000 input yang diproses pada tahap praproses, dengan 1000 gambar Pneumonia dan 1000 gambar paru-paru normal, sedangkan data pengujian terdiri dari 500 gambar, yaitu 250 gambar Pneumonia dan 250 gambar paru-paru normal. Berdasarkan data yang diuji, sistem ini mencapai tingkat akurasi sebesar 81% untuk 1300 pengujian, membuktikan bahwa metode LS-SVM efektif dalam pemrosesan citra dengan hasil yang memuaskan
Parameter Optimization Supports Vector Machine Using Genetic Algorithms to Improve the Efficiency of Data Transfer Prediction on Google Cloud
Efisiensi transfer data merupakan elemen kunci dalam infrastruktur cloud seperti Google Cloud. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi prediksi efisiensi transfer data menggunakan Support Vector Machine (SVM) yang dioptimasi dengan Algoritma Genetika (GA). Dataset berisi informasi tentang ukuran file, latensi jaringan, utilisasi server, dan waktu transfer data. Algoritma Genetika diterapkan untuk mencari parameter optimal, yaitu nilai C dan gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi parameter menggunakan GA mampu meningkatkan akurasi prediksi hingga 90%, dibandingkan metode tradisional Grid Search yang mencapai akurasi maksimal sebesar 88%
Disaster Preparedness Risk Analysis at Makassar Health Quarantine Center
Fires, as one of the disasters causing significant losses, are often attributed not only to physical or natural conditions but also to human negligence. Therefore, preparedness requires consideration of both physical and social aspects. This study analyzes the risk of disaster preparedness at the Makassar Health Quarantine Center. It employs descriptive research, with a population consisting of all 132 employees at the center. Using purposive sampling, the study included 99 respondents. The findings showed that the emergency response plan was categorized as ready, with 66 respondents (66.7%), followed by the disaster warning system, with 64 respondents (64.6%), and resource mobilization, with 53 respondents (53.5%) in the ready category. The study concludes that, based on disaster preparedness parameters, employees at the Makassar Health Quarantine Center are, on average, very prepared to face disasters. To sustain this level of preparedness, employees are encouraged to remain proactive in activities related to disaster preparedness, ensure access to updated information, and maintain disaster preparedness facilities. Continuous efforts in these areas will help maintain and further improve disaster readiness in the workplace