Warta Dharmawansa : Journal of Dharmawangsa University
Not a member yet
3034 research outputs found
Sort by
Perlindungan Hukum bagi Investor dalam Perjanjian Investasi Start-Up: Perspektif Manajemen dan Hukum Bisnis
Artikel ini membahas perlindungan hukum bagi investor dalam perjanjian investasi start-up dengan pendekatan multidisipliner antara hukum bisnis dan manajemen. Investasi pada usaha rintisan menyimpan risiko tinggi karena ketidakpastian hukum, lemahnya pengaturan klausul kontraktual, serta minimnya pemahaman pendiri terhadap aspek legal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor sering kali tidak memperoleh perlindungan memadai karena perjanjian investasi yang disusun tidak mencantumkan klausul penting seperti hak suara, exit strategy, dan anti-dilusi. Di sisi lain, pendiri start-up umumnya fokus pada aspek pengembangan produk tanpa memperhatikan dampak hukum jangka panjang. Penyusunan perjanjian investasi yang ideal harus memperhatikan prinsip keadilan, transparansi, dan fleksibilitas bisnis. Artikel ini merekomendasikan perlunya regulasi khusus investasi start-up, pendampingan hukum sejak proses negosiasi, serta penguatan literasi hukum bagi pelaku usaha. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan investasi dan penyusunan kontrak yang lebih adil dalam ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang
Implikasi Kepailitan terhadap Hubungan Kerja dan Hak-Hak Karyawan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi kepailitan terhadap hubungan kerja dan hak-hak karyawan berdasarkan ketentuan hukum kepailitan dan ketenagakerjaan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepailitan perusahaan menimbulkan pemutusan hubungan kerja secara hukum yang berdampak pada hilangnya penghasilan dan hak normatif pekerja apabila tidak ada perlindungan hukum yang efektif. Meskipun peraturan perundang-undangan telah mengatur hak preferen pekerja atas upah dan pesangon, dalam praktiknya sering tidak terpenuhi akibat keterbatasan aset perusahaan pailit dan lemahnya pengawasan kurator serta hakim pengawas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, optimalisasi peran kurator, dan pengawasan ketat dari hakim pengawas untuk menjamin hak-hak pekerja terlindungi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu hukum kepailitan dan ketenagakerjaan serta menjadi rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk memperbaiki perlindungan hak-hak pekerja dalam kepailitan perusahaan di masa mendatang
Pengaruh Aktualisasi Diri Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada PT. Anugerah Samudera Sumatera Abadi (ASSA) Pondok Batu Kabupaten Tapanuli Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh aktualisasi diri terhadap etos kerja karyawan pada PT. Anugerah Samudera Sumatera Abadi (ASSA) Pondok Batu Kabupaten Tapanuli Tengah. Untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Agung Samudera Sumatera Abadi (ASSA) yang berstatus karyawan tetap sebanyak 33 orang dan dikarenakan jumlah populasi kurang dari 100 orang, maka sampel yang diambil adalah seluruh jumlah populasi sebanyak 33 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa, ada pengaruh antara aktualisasi diri dengan etos kerja, hal tersebut dapat dilihat dari adanya bentuk bentuk penerimaan yang diterima pegawai, hal tersebut dapat digunakan pegawai untuk mengaktualisasikan dirinya sehingga dapat meningkatkan etos kerja pegawai. Kemudian, untuk membuktikan adanya hubungan antara variabel X dan Y diperoleh korelasi dengan tingkat korelasi sangat kuat sebesar = 0,814. Untuk melihat pengaruhnya diperoleh koefisien determinasi sebesar 66,3 % dan sisanya sebesar 33,7 % ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperi variabel keharmonisan kerja, beban kerja, motivasi, sarana prasarana dan lain-lain. Berdasarkan model regresi linear sederhana diperoleh persamaan regresi Y = 7,203 + 0,872 X. Hal ini berarti bahwa terjadi pengaruh variabel Y ditentukan oleh variabel X dengan koefisien regresi sebesar 0,872, dimana apabila ditambahkan satu satuan variabel X atau nilai tertentu maka variabel Y akan ikut bertambah dikalikan dengan nilai tertentu tersebut. Dari uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > dari nilai t tabel (7,815>2,039) maka hipotesis alternatif (Ha) diterima, jadi hipotesis yang diajukan pada BAB I dapat “Diterim
MOTIF PERUBAHAN FASHION PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR FISIP UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
Penelitian ini akan membahas secara mendalam mengenai motif yang melatarbelakangi perubahan fashion pada mahasiswa semester akhir di FISIP Universitas Singaperbangsa Karawang. Dalam konteks ini, fashion tidak hanya dilihat sebagai fenomena estetika ataupun sebuah bentuk ekspresi gaya semata, tetapi juga sebagai simbol pergeseran identitas serta posisi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatakn kualitatif denga fenomenologi Alfred Schutz untuk mengeksplorasi motif mahasiswa dalam mengubah gaya berpakaian mereka. Pada hasil penelitian ini menunjukan bahwa motif perubahan fashion mahasiwa semester akhir terbagi menjadi dua dimensi yaitu motif karena masa lalu (because motive) dan motif untuk masa depan (in order to motive). Perubahan ini merupakan Upaya refleksi mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan fase transisi akademik menuju ke dunia professional. Hasil temuan ini diharapkan bisa memperkaya litelatur dalam bidang komunikasi simbolik dan studi tentang identitas mahasiswa dalam konteks perubahan sosial budaya
PERUBAHAN STRATEGI MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS DALAM MENANGANI ISU LINGKUNGAN ( Studi Pada PT. Semen Baturaja )
Penelitian ini membahas perubahan strategi manajemen Public Relations PT Semen Baturaja dalam menangani isu lingkungan yang timbul akibat aktivitas operasional perusahaan. Penelitian ini berfokus pada pergeseran pendekatan komunikasi dari strategi reaktif di Pabrik 1 menuju strategi yang lebih proaktif dan preventif di Pabrik 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi ramah lingkungan, transparansi informasi, serta keterlibatan publik melalui forum dialog, laporan keberlanjutan, dan pemanfaatan media digital merupakan faktor kunci dalam membangun citra positif perusahaan. Perubahan strategi tersebut dipicu oleh meningkatnya keluhan masyarakat, regulasi pemerintah yang semakin ketat, serta modernisasi fasilitas produksi. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, birokrasi internal, tingginya ekspektasi publik, serta sorotan media. Upaya untuk mengatasi hambatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas komunikasi, integrasi teknologi digital, serta pelibatan masyarakat dalam pemantauan lingkungan. Hasilnya, persepsi publik terhadap perusahaan mengalami pergeseran yang lebih positif, ditandai dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat dan penguatan legitimasi sosial. Penelitian ini menegaskan relevansi teori manajemen isu dalam menjelaskan peran Public Relations sebagai aktor strategis dalam membangun hubungan jangka panjang yang harmonis dengan publik serta menjaga keberlanjutan perusahaan. Kata kunci: Isu, Manajemen, Public Relation
KEARIFAN LOKAL DALAM STRATEGI KREATIF RADIO MELALUI PENGGABUNGAN KONSEP TRADISIONAL DAN MODERN PADA PROGRAM ACARA (STUDI PADA SRIWIJAYA RADIO PALEMBANG)
Strategi kreatif dalam media menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi dan daya saing di era digital, termasuk stasiun radio. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kearifan lokal dalam strategi kreatif program acara Pindang Patin di Sriwijaya Radio Palembang dengan menggabungkan konsep tradisional dan modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal menjadi pondasi strategi kreatif Sriwijaya Radio, tercermin melalui penggunaan bahasa daerah, istilah khas, humor lokal, filosofi program, dan konten yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga membangun interaksi emosional dan meningkatkan loyalitas pendengar. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori Niche dalam Ekologi Media oleh Dimmick, J.W menegaskan bahwa kearifan lokal berfungsi sebagai cara media menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya, budaya yang memperkuat diferensiasi program dan posisi kompetitif stasiun radio. Dengan menggunakan aspek Capital sebagai struktur permodalan dengan berbasis media teknologi digital seperti Coll Edit Pro, media sosial, streaming, dan podcast. Integrasi konsep tradisional dan modern dilakukan melalui program acara Pindang Patin, perpaduan musik tradisional, feature budaya, cerita rakyat, sapaan lokal, diacukan pada Types of Content yang dirujukkan sebagai program acara dan sebagai jenis isi media atau informasinya. Sehingga program tetap autentik, relevan di era digital, sesuai dengan Types of Audiens sebagai jenis sasaran dan target khalayak yang mendukung keberlanjutan ekonomi Sriwijaya Radio
POLA KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM MENARIK MINAT MASYARAKAT UNTUK BERZAKAT DI IZI SUMSEL
Meskipun potensi zakat di Indonesia besar, tingkat kepatuhan masyarakat, termasuk di Sumatera Selatan, masih rendah karena banyak yang menyalurkan zakat secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi persuasif yang diterapkan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Selatan untuk meningkatkan partisipasi muzakki. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam dengan lima informan kunci, dan dokumentasi kegiatan IZI, dianalisis dengan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan). Adapaun teori yang digunakan adalah Teori Kemungkinan Elaborasi (ELM). Hasil menunjukkan pola komunikasi IZI mengintegrasikan jalur pusat dan periferal menurut Teori Kemungkinan Elaborasi (ELM). Jalur pusat ditunjukkan melalui penyajian informasi regulasi, perhitungan zakat, dan transparansi laporan program, sedangkan jalur periferal diwujudkan melalui konten visual, narasi emosional, dan interaksi tatap muka yang menekankan kedekatan sosial dan nilai kemanusiaan. Kolaborasi internal dan dukungan eksternal, termasuk tokoh agama, relawan, dan mitra komunitas, memperkuat legitimasi dan jangkauan pesan. Pendekatan ini memengaruhi perubahan sikap masyarakat, terlihat dari peningkatan interaksi, konsultasi, dan keputusan menjadi donatur tetap, menegaskan bahwa kombinasi strategi rasional dan emosional, didukung transparansi dan bukti dampak program, efektif dalam meningkatkan minat berzakat melalui lembaga resm
ANALISIS KOMUNIKASI PUBLIK DAMKAR MUSI BANYUASIN UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PENCEGAHAN KEBAKARAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi publik yang diterapkan oleh Pemadam Kebakaran Kabupaten Musi Banyuasin dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap upaya pencegahan kebakaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta berlandaskan pada teori retorika Aristoteles (ethos, pathos, logos). Informan penelitian terdiri dari petugas pemadam kebakaran dan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan sosialisasi serta konten media sosial Damkar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi publik Damkar Muba tercapai melalui kombinasi strategi komunikasi langsung dan digital yang bersifat persuasif, edukatif, dan partisipatif. Pesan disampaikan dengan bahasa sederhana dan kontekstual, sementara media sosial digunakan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan interaksi dengan masyarakat. Kredibilitas petugas (ethos), daya emosional pesan (pathos), serta penyampaian yang logis dan berbasis data (logos) menjadi faktor utama keberhasilan komunikasi publik. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya dan jangkauan wilayah, namun diatasi melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, komunitas lokal, dan optimalisasi media digital. Secara keseluruhan, strategi komunikasi publik yang diterapkan Damkar Muba terbukti efektif dalam membangun kesadaran, mengubah perilaku, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran.Kata Kunci: Komunikasi Publik, Efektivitas, Pemadam Kebakaran, Partisipasi Masyarakat, Media Sosial
Pengaruh Partisipasi Anggota Dan Transparansi Terhadap Kepuasan Anggota Koperasi Merah Putih (Studi Kasus Koperasi Merah Putih Cipanas)
Penelitian ini mengkaji pengaruh partisipasi anggota dan transparansi terhadap kepuasan anggota Koperasi Merah Putih Cipanas, berlatarbelakang pada tantangan rendahnya partisipasi serta kebutuhan peningkatan transparansi pengelolaan yang berpotensi mengurangi kepuasan dan keberlanjutan koperasi. Beberapa studi sebelumnya juga menyoroti bahwa kebijakan internal yang kurang responsif dan keterbatasan kapasitas pengelola turut memengaruhi tingkat kepuasan anggota. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif, melibatkan 58 anggota koperasi yang dipilih secara purposive melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi berganda dengan SPSS 21, setelah melalui uji asumsi klasik. Hasilnya menunjukkan bahwa partisipasi anggota (Sig.= 0.011, B = 0.014) dan transparansi (Sig. = 0.043, B = 0.067) secara individual memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap kepuasan anggota. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga signifikan memengaruhi kepuasan anggota (Sig. = 0.031), menjelaskan 37,5% dari varians kepuasan. Disarankan agar Koperasi Merah Putih Cipanas lebih aktif mendorong keterlibatan anggota dalam pengambilan keputusan, meningkatkan keterbukaan informasi, serta menyelaraskan kebijakan internal dengan aspirasi anggota guna meningkatkan kepuasan dan kinerja koperasi secara berkelanjutan
Peningkatan Kapasitas RLI Melalui Diversifikasi Produk Maggot dan Peningkatan Pemasaran Digital Berbasis Ekonomi Sirkular
Rumah Larva Indonesia (RLI) sebagai unit usaha mikro menghadapi kendala keterbatasan diversifikasi produk dan lemahnya strategi pemasaran. Sebelum program, RLI hanya memproduksi maggot BSF (Hermetia illucens) segar (10-15 kg/minggu) tanpa pengolahan lanjutan, kemasan berlabel, maupun akses pasar digital. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas RLI melalui diversifikasi produk berbasis pengolahan maggot menjadi tepung dan pelet pakan alternatif, serta penguatan pemasaran digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif meliputi koordinasi dan pemetaan kebutuhan, sosialisasi program, pelatihan teknis (pengolahan maggot menjadi tepung dan pelet, formulasi pakan, pemasaran digital), penerapan teknologi tepat guna (mesin penepung kapasitas 50-60 kg/jam, pencetak pelet 10-20 kg/jam, biopond dengan sistem migrasi otomatis), dan pendampingan intensif. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dengan terciptanya produk baru berupa tepung maggot (5-7 kg/minggu) dan pelet maggot (10 kg/minggu), sementara produksi maggot segar tetap stabil (10-15 kg/minggu). Peningkatan kapasitas mitra mencapai rata-rata 80,1% meliputi pengetahuan teknis produksi (74,6%), keterampilan teknis produksi (83,3%), manajemen usaha (91,3%), dan pemasaran-branding (94,7%). Transformasi pemasaran ditandai dengan tersedianya kemasan berlabel, identitas merek, akun media sosial aktif (Instagram, Facebook), dan toko daring Shopee yang mulai menerima pesanan dari luar wilayah lokal. Dampak ekonomi meliputi peningkatan nilai jual produk 20-30% dan proyeksi pendapatan 1,5-2 kali lipat. Program menghasilkan luaran publikasi ilmiah, artikel media massa, video dokumentasi, dan SOP produksi. Model usaha berkelanjutan berbasis pemanfaatan limbah organik ini dapat direplikasi sebagai solusi ekonomi sirkular yang mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi tingg