Warta Dharmawansa : Journal of Dharmawangsa University
Not a member yet
    3034 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat dalam Perencanaan dan Pemanfaatan Infrastruktur Sanitasi dan Persampahan

    No full text
    Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam pembangunan infrastruktur sanitasi dan persampahan yang berkelanjutan, khususnya di wilayah pedesaan. Pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur dapat meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat rasa kepemilikan terhadap fasilitas yang dibangun. Artikel ini bertujuan mengkaji implementasi Pengabdian melalui KKN Tematik Infrastruktur di Desa Poowo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo sebagai bentuk intervensi partisipatif untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan sanitasi serta persampahan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan penguatan kapasitas melalui pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), survei lapangan, penyusunan peta IMAP (Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi), serta penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Evaluasi dilakukan melalui instrumen kuantitatif dan kualitatif terhadap empat indikator pemberdayaan: kapabilitas, partisipasi aktif, sikap kepemilikan, dan komitmen. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kapabilitas masyarakat, dengan peningkatan pemahaman konsep sanitasi dan persampahan sebesar 70% setelah pelatihan. Namun, peningkatan kemampuan teknis seperti membaca peta IMAP dan perumusan solusi masih terbatas, masing-masing 27% dan 7%. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan hanya mencapai 40%, sedangkan rasa kepemilikan cukup tinggi dengan 80% warga bersedia menjaga infrastruktur meski kontribusi material masih terbatas. Komitmen terhadap perilaku lingkungan juga positif, dengan 73% masyarakat bersedia memilah sampah dan 67% menjaga kebersihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kesadaran sosial masyarakat. Namun, penguatan literasi teknis dan partisipasi strategis memerlukan pendampingan berkelanjutan serta dukungan kelembagaan untuk memastikan keberlanjutan program infrastruktur sanitasi dan persampahan desa

    Psikoedukasi Pengenalan Diri melalui Eksplorasi Minat Remaja di SMPN 3 Jabung Satu Atap Malang

    No full text
    Masa remaja merupakan tahap perkembangan krusial untuk eksplorasi identitas; namun, remaja dari latar belakang sosial ekonomi rendah sering kali menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas dan minimnya dukungan lingkungan yang mendorong motivasi belajar. Mengingat pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan masa depan, intervensi psikoedukasi dapat menjadi strategi untuk mengatasi kesenjangan ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri melalui eksplorasi minat pada siswa sekolah menengah pertama. Sebanyak 58 siswa kelas VIII dan IX (M_usia = 15,38; SD = 0,67; 53,45% perempuan) dari SMPN 3 Jabung Satu Atap, Kabupaten Malang, mengikuti sesi psikoedukasi yang berfokus pada karakteristik perkembangan remaja dan bidang minat sebagai jalur menuju potensi karier di masa depan. Sesi ditutup dengan aktivitas reflektif di mana siswa menggambarkan cita-citanya pada poster “pohon harapan.” Evaluasi pra dan pasca intervensi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan tentang kesadaran diri siswa melalui eksplorasi minat, z = −2,572, p = 0,006. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi efektif dalam mendukung perkembangan identitas dan motivasi belajar pada siswa dari latar belakang kurang mampu. Disarankan agar pihak sekolah dan orang tua mendukung pengembangan minat siswa dengan memberikan akses informasi serta memfasilitasi kegiatan akademik dan nonakademik yang relevan dengan perencanaan karier masa depa

    Pemberdayaan Anak dan Remaja Depok Melalui Public Speaking dan Storytelling

    No full text
    Pendidikan inklusif menjadi salah satu alternatif bagi komunitas marjinal dalam meningkatkan kemampuan diri. Komunitas Gerakan Suka Baca yang berlokasi di Kota Depok merupakan komunitas yang bertujuan untuk membantu kelompok marjinal mendapatkan keseteraan pendidikan. Komunitas marjinal, yang sering kali kekurangan kekuatan dan sumber daya, memerlukan dukungan untuk membangun keterampilan dan memperoleh kapasitas yang dibutuhkan guna menghadapi berbagai tantangan. Salah satu keterampilan penting yang dapat mendukung masa depan adalah public speaking, yang dapat meningkatkan kepercayaan diri. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan remaja marjinal di Depok dengan meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum melalui metode storytelling. Kegiatan ini melibatkan 20 peserta dari komunitas Gerakan Suka Baca yang mayoritas berasal dari latar belakang kurang mampu. Metode yang digunakan adalah jenis partisipatif, fokus pada praktik langsung, dan pendampingan personal public speaking berbasis storytelling. Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi akhir. Hasil pengabdian masyarakat dalam bentuk pealtihan menunjukkan adanya peningkatan keberdayaan komunitas marjinal melalui public speaking dengan teknik storytelling. Hal ini mendorong meningkatnya kepercayaan diri remaja dalam mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum untuk mendukung kompotensi dir

    Integrasi Teknologi Budidaya Maggot (BSF) dan Digital Marketing: Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Desa Pasar Baru

    No full text
    Pokdakan Teratai Baru di Desa Pasar Baru, Kabupaten Serdang Bedagai menghadapi ketergantungan tinggi terhadap pakan komersial yang menyerap 68% biaya produksi dengan volatilitas harga 15–20% per tahun, sementara terdapat potensi limbah organik 2–3 ton per hari yang belum termanfaatkan. Karang Taruna dengan 25 anggota muda memiliki akses teknologi tinggi (94% pengguna smartphone), namun belum mengoptimalkan kemampuan digitalnya untuk aktivitas ekonomi produktif. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas teknis Pokdakan dalam produksi pakan mandiri berbasis budidaya maggot Black Soldier Fly hingga mencapai minimal 70% kemampuan operasional, serta meningkatkan keterampilan digital marketing Karang Taruna sebesar 100% melalui kolaborasi lintas generasi.Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Sequential Capacity Building dengan prinsip Start Small, Scale Smart, berbasis model University–Community–Government Partnership dan metode Participatory Action Research (PAR). Program dilakukan melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan teknis, pembangunan infrastruktur produksi, implementasi terbatas, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Hasil tahun pertama menunjukkan partisipasi pelatihan 100% pada budidaya maggot dan 96% pada digital marketing dengan peningkatan pengetahuan masing-masing 83% dan 107%. Infrastruktur produksi mencapai 75% penyelesaian, menghasilkan tepung maggot berkualitas dengan protein 42,3%. Program juga menghasilkan 52 konten promosi digital, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah organik dari 30% menjadi 78%, serta memperkuat kolaborasi antara Pokdakan dan Karang Taruna. Program ini telah membangun fondasi kuat untuk kemandirian pakan ikan dan transformasi ekonomi desa berbasis ekonomi sirkula

    Mengetik: Pengembangan Produksi Itik Berbasis Inovasi Pakan di Desa Mengen

    No full text
    Program pengabdian masyarakat “MENGETIK: Menuju Mengen Produsen Itik” dilaksanakan untuk mengatasi tingginya pengangguran pemuda dan belum optimalnya pemanfaatan potensi peternakan itik di Desa Mengen, Kabupaten Bondowoso. Metode pengabdian melalui pendekatan Community-Based Innovation Empowerment (CBIE). Program ini melibatkan kelompok Mitra yang terdiri dari 10 orang pemuda dan atau rumah tangga kurang produktif secara ekonomi dengan tujuan meningkatkan kemandirian usaha peternak itik melalui penguatan kapasitas teknis dan manajerial berbasis inovasi pakan lokal, sebagai fondasi awal menuju pengembangan sentra produksi itik berbasis potensi lokal. Kegiatan meliputi survei kebutuhan, sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan pakan fermentasi berbasis dedak jagung, serta pendampingan teknis dan manajerial. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi peserta sebesar rata-rata 40% berdasarkan pre-test dan post-test, dengan tingkat keberhasilan program mencapai 85,83%. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas teknis, manajerial, dan ekonomi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pencapaian SDGs desa melalui penguatan ekonomi lokal dan penerapan sistem produksi peternakan yang lebih efisien dan berkelanjuta

    UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEDISPLINAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI DI TK ANUGRAH KECAMATAN DATUK TANAH DATAR KABUPAN BATU BARA

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan kedisplinan anak usia 5-6 tahun di Tk Anugrah Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupan Batu Bara. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Sedangkan teknik keabsahan datanya adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknikHasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bentuk kedisiplinan anak usia 5–6 tahun di TK Anugrah terlihat melalui kebiasaan datang tepat waktu, mengikuti kegiatan belajar, berbaris sebelum masuk kelas, merapikan mainan, dan menaati aturan kelas. Namun, masih terdapat beberapa anak yang belum konsisten dan perlu diingatkan untuk bersikap tertib dalam kegiatan sehari-hari..; 2) Guru memberikan contoh langsung dengan bersikap disiplin, seperti datang tepat waktu dan mematuhi aturan sekolah. Selain itu, guru menerapkan pembiasaan melalui kegiatan rutin harian, seperti berdoa sebelum belajar, berbaris, dan merapikan alat belajar. Guru juga memberikan nasihat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak, serta memberikan pujian sebagai bentuk penguatan ketika anak menunjukkan perilaku disiplin.; 3) terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kedisiplinan anak. Faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru dan orang tua, lingkungan sekolah yang kondusif, serta konsistensi guru dalam menerapkan aturan. Sementara itu, faktor penghambat antara lain perbedaan latar belakang keluarga, kebiasaan anak.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan anak usia 5–6 tahun di TK Anugrah sudah mulai terbentuk, meskipun belum merata pada semua anak. Guru berperan penting dalam menanamkan disiplin melalui contoh, pembiasaan, nasihat, dan pujian. Keberhasilan pengembangan disiplin dipengaruhi oleh dukungan orang tua dan lingkungan sekolah, sedangkan hambatannya berasal dari kebiasaan anak di rumah.

    STRATEGI KONVERGENSI MEDIA PADA PLATFORM DIGITAL WEBSITE DALAM PALEMBANG EKSPRES

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi konvergensi media yang diterapkan oleh Palembang Ekspres melalui dua platform digitalnya, yaitu Palpres.disway.id dan Palpres.bacakoran.co, dalam upaya mempertahankan eksistensi di era digital. Penelitian ini menggunakan teori konvergensi media Henry Jenkins yang mencakup lima asumsi utama: konvergensi sebagai proses berkelanjutan, pergeseran paradigma, budaya partisipatif, pengaburan batasan, serta peningkatan akses dan keterlibatan audiens. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang terdiri dari jajaran manajemen, redaksi, dan bagian IT Palembang Ekspres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Palembang Ekspres menjalankan strategi konvergensi dengan melakukan transformasi dari media cetak ke digital secara bertahap, mengoptimalkan platform website dan media sosial untuk memperluas jangkauan audiens, serta menciptakan ruang interaksi melalui budaya partisipatif. Strategi lain mencakup penyesuaian algoritma digital, kolaborasi lintas platform, serta penggabungan konten cetak dan daring untuk mengaburkan batas media. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi meliputi adaptasi gaya jurnalistik cetak ke digital, perubahan perilaku pembaca, serta menjaga kualitas dan kredibilitas berita di tengah arus informasi yang masif. Secara keseluruhan, strategi konvergensi media yang dilakukan Palembang Ekspres menunjukkan upaya berkelanjutan dalam menghadapi disrupsi digital dengan menekankan inovasi, kolaborasi, dan penguatan kepercayaan audiens

    BRAND COMMUNICATION SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN POPULARITAS DAN LOYALITAS PELANGGGAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi brand communication Ayam Geprek Pak Gondes dalam meningkatkan popularitas dan loyalitas pelanggan di Kota Palembang berdasarkan teori branding. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi merek bertransformasi dari promosi konvensional menjadi pendekatan proaktif dan interaktif melalui Instagram dan TikTok, dengan penekanan pada storytelling, konsistensi visual, dan interaksi langsung dengan pelanggan. Hambatan utama mencakup keterbatasan sumber daya manusia dan inkonsistensi komunikasi daring, yang diatasi melalui optimalisasi konten kreatif dan kolaborasi dengan pelanggan. Berdasarkan teori branding, strategi ini efektif membangun identitas merek, meningkatkan kesadaran, serta memperkuat citra dan loyalitas pelanggan terhadap produk kuliner lokal

    Perilaku Komunikasi Generasi Z Dalam Proses Pengambilan Keputusan Membeli Produk Kecantikan Pada Aplikasi Tiktok Live Di Desa Bandar Setia Percut Sei Tuan

    No full text
    Penelitian ini berjudul Perilaku Komunikasi Generasi Z Dalam Proses Pengambilan Keputusan Membeli Produk Kecantikan Pada Aplikasi Tiktok Live Di Desa Bandar Setia Percut Sei Tuan. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Perilaku Komunikasi Generasi Z Dalam Pengambilan Keputusan Membeli Produk Kecantikan Pada Aplikasi Tiktok Live Di Desa Bandar Setia Percut Sei Tuan dan Bagaimana Proses Pengambilan Keputusan Generasi Z Untuk Memilih Produk Kecantikan Pada Aplikasi Tiktok Live Di Desa Bandar Setia Percut Sei Tuan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Pola Perilaku Generasi Z Dalam Pengambilan Keputusan Produk Kecantikan Pada Aplikasi Tiktok Live Di Desa Bandar Setia dan Untuk mengetahui proses Pengambilan Keputusan Generasi Z Untuk Memilih Produk Kecantikan Pada Aplikasi Tiktok Live Di Desa Bandar Setia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku komunikasi generasi Z pada tahap pengenalan masalah, terdapat faktor psikologi atau motivasi dalam diri untuk melakukan pembelian karena adanya potongan harga. Pada tahap pencarian informasi serta keputusan pembelian terdapat interaksi user to user antara host dan penonton dalam memanfaatkan fitur komentar. Pada tahap evaluasi alternatif dan perilaku komunikasi pasca pembelian terdapat interaksi user to system yang ditemukan pada interaksi satu arah oleh generasi Z dengan teknologi web atau fitur  TikTok live seperti pemberian rating serta mengetahui ulasan rating orang lain. Melalui proses pengambilan keputusan tersebut, dapat diketahui penerapan ekologi media TikTok live, dalam hal ini keputusan pembelian atau perilaku komunikasi ditentukan oleh media, untuk menghasilkan pengalaman yang memuaskan bagi para konsumen serta memenuhi kebutuhan mereka

    Navigating Digital Spaces: Generation Z’s Communication Behavior On Instagram, Facebook, Tiktok And Twitter

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku komunikasi Generasi Z dalam menavigasi ruang digital melalui penggunaan media sosial Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter. Sebagai generasi yang tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Generasi Z memanfaatkan media sosial tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai sumber informasi, hiburan, interaksi sosial, serta pembentukan identitas diri. Perbedaan karakteristik dan fitur pada setiap platform media sosial memengaruhi cara Generasi Z berkomunikasi dan memenuhi kebutuhan komunikasinya di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi berbasis studi pustaka. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai buku, jurnal akademik, dan publikasi ilmiah yang relevan dengan topik media sosial, komunikasi digital, Generasi Z, serta Uses and Gratifications Theory. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan temuan berdasarkan kategori kebutuhan informasi, hiburan, interaksi sosial, dan identitas diri sesuai dengan kerangka Uses and Gratifications Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam membentuk pola komunikasi digital Generasi Z. Instagram dan TikTok dominan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hiburan, kreativitas, dan ekspresi diri melalui konten visual dan audiovisual. Twitter dimanfaatkan sebagai sumber informasi cepat dan ruang diskusi publik, sedangkan Facebook lebih berfungsi sebagai media interaksi sosial berbasis komunitas meskipun tingkat penggunaannya relatif menurun. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Generasi Z bersifat aktif dan selektif dalam menggunakan media sosial sesuai dengan kebutuhan komunikasinya

    2,407

    full texts

    3,034

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Warta Dharmawansa : Journal of Dharmawangsa University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇