Warta Dharmawansa : Journal of Dharmawangsa University
Not a member yet
3034 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Atlas Terhadap Kualitas Audit Dengan Pengalaman Auditor Sebagai Variabel Moderating
Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan perangkat audit berbasis digital seperti ATLAS menjadi semakin penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses audit. Namun, efektivitas penggunaannya dapat bervariasi tergantung pada tingkat pengalaman auditor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Audit Tool and Linked Archive System (ATLAS) terhadap kualitas audit dengan pengalaman auditor sebagai variabel moderating pada Kantor Akuntan Publik di Kota Medan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Medan. Sampel penelitian ini sebanyak 58 auditor dari 103 auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kusioner dan diukur dengan skla likert. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM) atau Model Persamaan Struktular dengan bantuan program Smart PLS versi 4.1.0.2. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Audit Tool and Linked Archive System (ATLAS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Kota Medan dan pengalaman auditor memoderasi pengaruh penggunaan Audit Tool and Linked Archive System (ATLAS) terhadap kualitas audit
Pelatihan Prompt Engineering dalam Penyusunan RPP Berbasis Project-Based Learning bagi Guru SMK
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membuka peluang baru bagi dunia pendidikan, khususnya dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Namun, sebagian besar guru di SMK PGRI 2 Palembang masih menghadapi kendala dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang inovatif dan terintegrasi dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi AI dan keterampilan guru dalam menerapkan prompt engineering guna menghasilkan RPP berbasis Kurikulum Merdeka. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan workshop partisipatif dengan model learning by doing yang dilaksanakan pada tanggal 13 September 2025, diikuti oleh 24 guru dari berbagai program keahlian. Evaluasi dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru terhadap konsep AI (96% peserta memahami dengan baik), kemampuan menyusun RPP berbasis PjBL (100% peserta meningkat), serta keterampilan membuat prompt terstruktur (92% peserta mampu menerapkan). Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dapat meningkatkan efisiensi, kreativitas, dan kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan AI secara etis sebagai asisten pedagogis dalam perencanaan pembelajara
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Melalui Pelatihan Kerajinan Pelepah Pisang di Desa Mudung Bojonegoro
Desa Mudung, Bojonegoro, memiliki potensi limbah pelepah pisang yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menuntut adanya inovasi agar limbah tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan berdaya jual. Melalui program pengabdian masyarakat bersama mahasiswa KKN, dilakukan pelatihan kerajinan pelepah pisang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus peningkatan ekonomi kreatif desa. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, meningkatkan kreativitas, serta mendorong terciptanya produk lokal yang memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi potensi pelepah pisang, demonstrasi teknik pengolahan dan pengeringan bahan, praktik pembuatan berbagai produk kerajinan, serta pendampingan desain dan pewarnaan agar produk lebih menarik. Peserta juga diberikan pemahaman tentang strategi pemasaran sederhana untuk memperluas jangkauan penjualan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah pelepah pisang, dengan rata-rata kemampuan peserta meningkat dari 35% menjadi 80%. Produk kerajinan yang dihasilkan, seperti tas, hiasan, dan wadah serbaguna, mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat lokal. Selain itu, pelatihan ini berhasil menumbuhkan minat wirausaha baru, ditandai dengan 70% peserta menyatakan siap memproduksi dan memasarkan produk secara mandiri. Kesimpulannya, pelatihan kerajinan pelepah pisang terbukti mampu memberdayakan masyarakat Desa Mudung melalui pemanfaatan potensi lokal yang sebelumnya terabaikan. Inovasi ini berpotensi menjadi produk unggulan desa dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat
Mempertahankan Bahasa Melayu & Pelatihan Eco Print pada Siswa Songserm Wittaya Islamic School, Thailand
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Songserm Wittaya, Thailand Selatan, dengan tujuan utama untuk mempertahankan penggunaan bahasa Melayu sebagai identitas budaya lokal serta memperkenalkan pelatihan eco print sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa yang berkolaborasi dengan guru dan siswa dalam dua kegiatan utama, yaitu pembelajaran interaktif bahasa dan budaya Melayu serta pelatihan teknik eco print. Studi ini memanfaatkan metode Participatory Action Research (PAR) dalam pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan melalui proses wawancara, observasi secara langsung, serta penyelenggaraan FGD antara peserta dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek soft skill dan hard skill peserta. Berdasarkan hasil akhir kegiatan ditemukan bahwa terjadi peningkatan pemahaman sebesar 60% terhadap pemahaman budaya melayu dan 40% peningkatan dalam komunikasi bahasa melayu, serta 68% pemahaman materi eco print dan peningkatan 60% praktik eco print. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tidak hanya berhasil memperkuat identitas budaya, tetapi juga meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan kemampuan kewirausahaan berbasis kreativitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian lintas negara yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif antara Indonesia dan Thailand
Es Krim Kelor sebagai Inovasi Cerdas Olahan Pangan Lokal Solusi Pencegahan Stunting Menuju Ekonomi Berdaya
Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki gangguan perkembangan dan daya tahan tubuh, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan daya saing bangsa. Kabupaten Aceh Timur menjadi salah satu daerah dengan prevalensi stunting tinggi, kondisi ini diperburuk oleh rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi; (2) memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah daun kelor menjadi es krim sehat; dan (3) menciptakan peluang usaha mikro melalui inovasi pangan lokal sebagai upaya mendukung ekonomi berdaya. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung (demo). Metode evaluasi dalam kegiatan ini menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. Peserta mampu membuat es krim kelor secara mandiri dan memahami manfaatnya bagi pencegahan stunting. Selain itu, inovasi ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan posyandu karena produk es krim kelor menjadi daya tarik bagi anak-anak. Selain aspek kesehatan, inovasi ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan modal yang relatif rendah dan bahan baku yang tersedia secara lokal, es krim kelor berpotensi dipasarkan di sekolah-sekolah dan warung desa. Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi berdaya, dimana masyarakat diberdayakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan nilai tambah. Dampak ini diharapkan mampu membantu masyarakat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarg
PROBLEMATIKA KETERANGAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN: KAJIAN PSIKOLOGI FORENSIK
Anak yang menjadi saksi tindak pidana yang selanjutnya disebut anak sebagai saksi adalah anak yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan tentang suatu perkara pidana yang didengar, dilihat, dan/atau dialaminya sendiri. Anak dengan disabilitas intelektual pada dasarnya termasuk golongan pihak yang lemah dan rentan untuk menjadi korban dari tindak pidana kejahatan seksual. Indonesia sebagai negara hukum memiliki kewajiban untuk meninggikan dan menerapkan aturan-aturan hukum agar memberikan perlindungan hukum semaksimal mungkin khususnya terhadap anak-anak dengan disabilitas intelektual agar dapat terhindar dari tindak-tindak kejahatan, terutama dari tindak kejahatan seksual yang tetap banyak terjadi. Terhadap anak yang memiliki disabilitas intelektual, untuk percaya terhadap keterangan anak tentu harus dengan prinsip kehati-hatian aparat penegak hukum, salah satu diantaranya perlu dilakukan pemeriksaan ahli psikologi forensik. Salah satu tugas utama psikolog forensik adalah melakukan wawancara forensik terhadap anak korban secara professional dan non-sugestif, metode ini bertujuan untuk memperoleh keterangan yang akurat tanpa mempengaruhi isi cerita anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan menganalisis kekuatan pembuktian keterangan anak korban disabilitas sebagai korban tindak pidana persetubuhan dengan dilakukan assessment oleh psikologi forensik agar penegak hukum mengetahui apakah keterangan anak benar berdasarkan fakta atau berdasarkan cerita halusinasi anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan didukung data empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterangan anak penyandang disabilitas sebagai korban tindak pidana persetubuhan memiliki bobot pembuktian yang sama dengan keterangan korban yang bukan penyandang disabilitas sebagaimana dimaksud pada Pasal 25 ayat (4) Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, namun untuk membuktikan keterangan anak benar atau tidak, dibutuhkan ilmu bantu dalam hukum acara pidana yaitu Ilmu Psikologi Forensik, agar tercapai sebagaimana dalam teori tujuan hukum oleh gustav radbruch yaitu kemanfaatan, kepastian, dan keadilan
PENGALAMAN KOMUNIKASI CALO BERAS DALAM KEGIATAN JUAL BELI BERAS DI PASAR JOHAR KARAWANG
Penelitian ini membahas pengalaman komunikasi calo beras dalam aktivitas jual beli di Pasar Johar Karawang, yang menjadi salah satu pasar terbesar di Jawa Barat. Keberadaan calo kerap dianggap negatif, namun mereka memiliki peran penting sebagai penghubung antara penjual dan pembeli. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana para calo berkomunikasi dalam situasi sosial dan ekonomi yang kompleks. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi Alfred Schutz, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan yang berprofesi sebagai calo beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama para calo adalah kebutuhan ekonomi dan kenyamanan dalam bekerja. Pekerjaan calo dimaknai sebagai tanggung jawab terhadap keluarga maupun perusahaan yang memberi kepercayaan. Dalam praktiknya, para calo mengalami berbagai tantangan komunikasi seperti negosiasi harga, konflik kualitas, hingga tantangan aktivitas pembayaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi menjadi alat strategis bagi calo dalam menjaga hubungan bisnis. Temuan ini penting sebagai kontribusi ilmiah dalam memahami praktik komunikasi di pasar tradisional Indonesia
ANALISIS HAMBATAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANATARA GURU DAN SISWA TUNARUNGU DI SDLB-B BUDI DAYA JAKARTA TIMUR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hambatan dalam komunikasiinterpersonal antara guru dan peserta didik tunarungu di SDLB-B Budi Daya JakartaTimur. Komunikasi interpersonal dipahami sebagai proses internal yang melibatkanpemikiran dan penafsiran terhadap simbol, yang memiliki pengaruh besar terhadapkelancaran komunikasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan guru-guru yang menangani siswa tunarungu. Temuan menunjukkan bahwa hambatan komunikasi interpersonal timbul karena beberapa aspek, di antaranya penggunaan bahasa isyarat yang tidak sesuai dengan standar Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), perbedaan karakteristik siswa, perbedaan tingkat konsentrasi, serta keterbatasan siswa dalam memahami simbol-simbol komunikasi. Kendati sekolah telah menerapkan pendekatan komunikasi total, kesulitan tetap muncul apabila siswa belum mampu mengolah makna pesan dalam dirinya sendiri. Dalam konteks teori interaksi simbolik George Herbert Mead, khususnya konsep mind atau kemampuan berpikir, hambatan tersebut menunjukkan belum optimalnya proses pemaknaan simbol secara sadar. Oleh karena itu, peran guru dalam memberikan stimulus sangat diperlukan untuk mengaktifkan kembali proses berpikir siswa agar komunikasi dan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif
Pengaruh Catcalling Terhadap Kesehatan Mental Pada Perempuan Di Angkringan Laper Dalu Palembang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh catcalling terhadap kesehatan mental pada perempuan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh melalui kuesioner yang di sebarkan kepada pengunjung angkringan laper dalu Palembang. Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini ialah Purposive Sampling. Analisis data di lakukan dengan uji statistic menggunakan software SPSS 25. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini Adalah teori SOR (stimulus, organism, respons) yang menekankan bagaimaina catcalling (stimulus), proses psikologis perempuan (organism), dan dampaknya terhadap kesehatan mental (response). Hasil penelitian ini menunjukan catcalling memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan mental seseorang, meliputi dampak psikologis, perubahan perilaku, dan emosional. Uji parsial menunjukan nilai t hitung 3,542 (lebih besar dari t tabel 1,984), dan uji stimultan menghasilkan nilai f hitung 12,547 (lebih besar dari f tabel 3,94). Koefisien Determinasi R2 sebesar 11,3% menunjukkan bahwa catcalling memberikan kontribusi terhadap kesehatan mental perempuan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah catcalling terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental perempuan meskipun pengaruh nya tidak terlalu besar korban yang terus-terusan di catcalling akan menimbulkan kerusakan dalam kesehatan mental seseorang, khususnya di Angkringan Laper Dalu Palembang. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa catcalling bukan sekadar bentuk komunikasi verbal biasa, melainkan bentuk pelecehan yang dapat merugikan kesehatan mental perempuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi, regulasi, dan kesadaran sosial untuk mengurangi praktik catcalling di masyarakat
KOMUNIKASI EDUKASI TENAGA KESEHATAN KEPADA IBU HAMIL MENGENAI PENCEGAHAN STUNTING (Studi Terhadap Puskesmas Babat Toman)
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan masyarakat, terutama di Kabupaten Musi Banyuasin yang mencatat angka kasus cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan menguraikan bentuk komunikasi edukasi yang diberikan tenaga kesehatan kepada ibu hamil serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam pelaksanaan edukasi pencegahan stunting di Puskesmas Babat Toman. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dilakukan melalui penyebaran brosur, penyelenggaraan kelas ibu hamil, kunjungan rumah, pemberian makanan tambahan (PMT), serta kegiatan penyuluhan di posyandu yang disampaikan dengan pendekatan persuasif untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku ibu hamil. Hambatan yang diidentifikasi meliputi rendahnya pemahaman ibu hamil, pengaruh budaya, keterbatasan tenaga dan waktu, minimnya sarana pendukung, serta kurangnya alokasi pendanaan. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi edukasi berperan penting dalam upaya pencegahan stunting, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kecukupan sumber daya, pemilihan strategi komunikasi yang tepat, serta kemampuan tenaga kesehatan menyesuaikan bentuk edukasi dengan karakteristik penerima pesan